• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN MICROSOFT OFFICE UNTUK GURU-GURU SE-KECAMATAN NAMORAMBE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELATIHAN MICROSOFT OFFICE UNTUK GURU-GURU SE-KECAMATAN NAMORAMBE"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe

PELATIHAN MICROSOFT OFFICE UNTUK GURU-GURU SE-KECAMATAN

NAMORAMBE

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 1,2,3 Program Studi Teknik Informatika

STMIK Pelita Nusantara

Email : 1[email protected],2[email protected], 3[email protected]

I. Pendahuluan

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi suatu bangsa tentu tidak terlepas dari keberhasilan proses pembelajaran di lembaga-lembaga serta institusi-institusi pendidikan tinggi di negara tersebut. Tahapan perubahan diharapkan mampu membawa bangsa ke arah kemajuan peradaban yang lebih tinggi dan meresap secara utuh sebagai jati diri bangsa tersebut. Tingkat penguasaan ilmu dan teknologi merupakan bukti nyata keberhasilan pembangunan. Peningkatan penguasaan ilmu dan teknologi tidak hanya dilakukan pada pendidikan formal, namun juga dapat dilakukan melalui pendidikan nonformal. Menurut Undang-Undang No.20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan pada Pasal 26 ayat 3: Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan

INFORMASI ARTIKEL A B S T R A K Kata Kunci:

Pelatihan

Pengabdian pada Masyarakat Microsoft Office

TIK

Sesuai dengan judul program pengabdian masyarakat ini, metode penerapan ipteks yang dilakukan adalah berbentuk pelatihan pengenalan microsoft office untuk guru – guru se-Kecamatan Namorambe. Kegiatan pelatihan keterampilan ditunjang dengan ceramah, tanya jawab dan tentu saja praktek secara langsung di laboratorium komputer SMPN 1 Namorambe. Modul pelatihan akan diberikan kepada peserta sebagai alat bantu dalam kegiatan praktek di

laboratorium. Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian

masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan Microsoft Office bagi Guru Guru SMPN se-Kecamatan Namorambe

ABSTRACT Keywords:

Training Comunitu Service ICT

In accordance with the title of this community service program, the method of applying science and technology that is carried out is in the form of microsoft office introduction training for teachers throughout the District of Namorambe. Skills training activities are supported by lectures, questions and answers and of course direct practice in the computer laboratory of SMPN 1 Namorambe. The training module will be given to participants as a tool in practical activities in the laboratory. The purpose of the implementation of this community service program is to improve Microsoft Office skills for Junior High School Teachers throughout Namorambe District.

(2)

2

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Hal mengenai pendidikan dan pelatihan kerja diperjelas pada ayat 5 “Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, atau melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi”. Salah satu jenis pelatihan yang dimaksud adalah pelatihan keterampilan komputer. Pelatihan keterampilan komputer adalah serangkaian kegiatan yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dan meningkatkan keterampilan yang berkaitan dengan komputer.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memberikan dasar hukum untuk membangun pendidikan nasional dengan menerapkan prinsip demokrasi, desentralisasi, otonomi, keadilan dan menjunjung tinggi hak azasi manusia. Penerapan ketentuan dalam undang-undang ini diharapkan dapat mendukung segala upaya untuk memecahkan masalah pendidikan, guna memberikan sumbangan yang signifikan terhadap masalah-masalah makro bangsa Indonesia. Semua lapisan masyarakat terkait langsung maupun tidak langsung, baik sebagai konseptor maupun pengambil keputusan serta pelaksana dunia pendidikan diharapkan memiliki pemahaman tentang undang-undang tersebut sehingga mampu memberikan makna dalam pengembangan pendidikan dalam rangka terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Teknologi informasi memiliki perkembangan yang sangat pesat dan meliputi berbagai bidang. Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang dipengaruhi oleh teknologi informasi. Baik dalam proses pembelajaran formal di sekolah maupun nonformal berupa pelatihan di luar sekolah. Teknologi informasi menjadi salah satu pendukung dalam suksesnya penerapan kurikulum 2013. Setiap guru harus mampu menguasai teknologi informasi dalam proses belajar mengajar maupun dalam persiapan materi pelajaran. Seorang guru yang profesional hendaknya memiliki sembilan kriteria guru profesional sebagai berikut (Tomoredjo, 2009):

1. Mahir pada core competency-nya

2. Mengerti dan memahami kurikulum beserta aplikasi dan pengembangannya 3. Menguasai pedagogik secara teoritis dan praktis beserta pengembangannya 4. Menjadi pendengar yang baik dan empatik

5. Menguasai public speaking, terampil memotivasi dan menginspirasi 6. Menjadi pembaca yang efektif dan broad minded

7. Biasa melakukan riset dan penulisan

8. Bisa mengaplikasikan TIK berbasis pembelajaran 9. Menguasai bahasa internasional

Universitas Pendidikan Ganesha melalui Jurusan Pendidikan Teknik Informatika memiliki peran penting dalam meningkatkan profesionalitas guru dalam proses belajar mengajar. Sesuai dengan visi dan misi dari Jurusan Pendidikan Teknik Informatika dalam perkembangan teknologi informasi diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal dengan adanya dukungan komponen masyarakat yang ada di wilayah Bali salah satunya di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Bangli.

1. Tujuan Pengabdian

Tujuan dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan keterampilan Microsoft Office bagi Guru Guru SMPN se-Kecamatan Namorambe.

(3)

3

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe 2. Manfaat Pengabdian

Manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini adalah : 1. Penguasaan keterampilan Micorsoft Office Bagi Guru - Guru se-Kecamatan Namorambe diharapkan dapat membantu mempersiapkan materi dan mendukung proses belajar mengajar. 2. Bagi Pemerintah Daerah Tk. III (Kecamatan) Namorambe, khususnya Dinas Pendidikan Nasional, pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat membantu terwujudnya program-program pendidikan yang telah menjadi bagian rencana peningkatan kualitas Guru maupun pendidikan pada umumnya.

3. Bagi pelaksana, program pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk turut berperan serta dalam meningkatkan kualitas pendidikan, berupa pengejawantahan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dari lembaga pendidikan tinggi.

3. Kajian Pustaka a. Microsoft Office

Microsoft Office adalah paket software buatan Microsoft Coorporation yang dirancang untuk memudahkan tugas perkantoran. Dengan Microsoft Office kita bisa mengetik proposal, surat, laporan keuangan, presentasi, database karyawan, membuat logo, dan lain-lain.

Perkembangan Microsoft Office Microsoft Office adalah sebutan untuk paket aplikasi perkantoran buatan Microsoft dan dirancang untuk dijalankan di bawah sistem operasi Windows. Beberapa aplikasi di dalam Microsoft Office yang terkenal adalah Excel, Word, dan PowerPoint. Microsoft Office untuk Windows dimulai pada bulan Oktober 1990 sebagai paket dari tiga aplikasi yang dirancang untuk Microsoft Windows 3.0: Microsoft Word untuk Windows 1.1, Microsoft Excel untuk Windows 2.0, dan Microsoft PowerPoint untuk Windows 2.0.

Lalu setelah populer, pada tahun 1995 Microsoft kembali meluncurkan aplikasi kantoran ini dengan versi 1995 bersama dengan OS Windows 95-nya. Pada sistem operasi ini Microsoft merombak total Windows versi 3.1 dan Windows 3.11 for Workgroup, perubahan yang cukup signifikan dalam sejarah sistem operais PC saat itu. Sejalan dengan pekembangan sistem operasi Microsoft Windows, Microsoft Office sendiri terus berkembang dan semakin mapan dan terus digandrungi serta digunakan oleh sebagian besar masyarakat komputer di dunia, termasuk di Indonesia.Sampai pada tahun 2000-an Microsoft sudah meluncurkan beberapa versi Microsoft Office dan sampai saat ini masih tetap digunakan sebagai andalan aplikasi perkantoran modern. Beberapa versi dari Microsoft Office yang masih banyak digunakan saat ini antara lain Microsoft Office 2000, Microsoft Office XP (2002), Microsoft Office 2003, Microsoft Office 2007 dan yang terakhir sampai sekarang adalah Microsoft Office 2010.

II. Metode Pelaksanaan

Pada bagian ini akan deskripsikan kerangka kerja dari pelatihan Microsoft Office bagi Guru - Guru se-Kecamatan Namorambe.

(4)

4

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe

Gambar 1. Kerangka perencanaan program pelatihan

Berdasarkan gambar III.1, kerangkan perencanaan program dari pelatihan dMicrosoft Office bagi Guru – Guru se-Kecamatan Namorambe secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Tahap Penentuan Target Kegiatan.

Pada tahap ini ditentukan target dari kegiatan pelatihan Microsoft Office untuk Guru – Guru SMPN se-Kecamatan Namorambe. Dimana jumlah sekolah SMPN yang ditentukan sebanyak 3 sekolah, sesuai dengan data yang telah dipaparkan pada pendahuluan.

2. Tahap Penentuan Kuota Peserta

Setelah target kegiatan telah ditentukan, selanjutnya dilakukan penentuan jumlah kuota dari masing – masing Guru yang telah ditentukan. Dimana kuota peserta untuk masing – masing sekolah sebanyak 10 orang.

3. Tahap Penyebaran Surat Undangan

Setelah tahap penentuan kuota peserta, langkah selanjutnya adalah penyebaran surat undangan ke 3 Sekolah SMPN yang ada di Kecamatan Namorambe dengan kuota peserta sesuai dengan yang telah ditentukan.

4. Tahap Prosedur Peminjaman Tempat Pelatihan

Sejalan dengan pelaksanaan tahap penentuan kuota peserta, juga dilakukan tahap penentuan tempat/lokasi pelatihan dan prosedur peminjamannya. Dimana rencana lokasi yang dipilih adalah ruang Laboratorium sekolah SMPN 1 Namorambe.

5. Tahap Persiapan Tempat Pelatihan

Setelah tahap prosedur peminjaman tempat pelatihan dilakukan dan telah disetujui, selanjutnya dilakukan proses persiapan tempat pelatihan. Pada proses ini dilakukan pengecekan komputer, instalasi aplikasi Microsoft Office, dan pengecekan prasarana pendukung lainnya.

(5)

5

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe Sejalan dengan pelaksanaan tahap penentuan kuota peserta, juga dilakukan tahap penyusunan materi dan modul pelatihan Microsoft Office.

7. Tahap Pencetakan Modul Pelatihan

Modul pelatihan yang telah selesai disusun, selanjutnya dicetak sesuai dengan maksimal kuota peserta pelatihan (maksimal 30 orang).

8. Tahap Perencanaan dan Penentuan Jadwal Pelatihan

Setelah tahap penyebaran surat undangan, tahap persiapan tempat pelatihan dan tahap pencetakan modul pelatihan telah dilakukan, maka selanjutnya ditentukan jadwal dari pelatihan. Dimana rencana pelatihan dilakukan sebanyak dua sesi yaitu pada hari sabtu dan minggu dengan alokasi waktu selama 4 jam/sesi. Dan satu sesi tahap pendampingan , dimana para peserta diminta untuk memanfaatkan aplikasi Microsoft Office dalam proses belajar mengajar.

9. Tahap Pelaksanaan Pelatihan

Pada tahap ini proses pelatihan Microsoft Office dilakukan. Pelaksanaan pelatihan dimulai dari proses mengisi daftar hadir oleh peserta pelatihan, proses perkenalan, proses penyampaian materi yang diikuti dengan praktek.

10. Tahap Evaluasi Pelatihan

Pada tahap ini dilakukan proses evaluasi hasil dari pelatihan yang telah dilakukan. Proses evaluasi ini dilakukan di akhir pertemuan (sesi ke dua). Tujuan dari proses evaluasi ini adalah untuk mengetahui respon dari peserta pelatihan dan capaian yang didapatkan dalam proses pelatihan ini.

11. Tahap Pencetakan dan Pengiriman Sertifikat

Pada tahap ini dilakukan proses pencetakan sertifikat sesuai dengan daftar hadir dari peserta pelatihan. Sertifikat yang telah dicetak, selanjutnya dikirmkan ke masing – masing Sekolah SMPN se-Kecamatan Namorambe maksimal 1 minggu setelah pelatihan dilakukan.

12. Tahap Penyusunan Laporan P2M Akhir

Hasil akhir dari pelatihan seperti dokumentasi (photo pelaksanaan) dan hasil respon peserta pelatihan, di jadikan sebagai laporan akhir dari pelaksanaan P2M.

III. Hasil dan Pembahasan 3.1 Evaluasi Keberhasilan

Keberhasilan pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini dilihat dari dua tolok ukur sebagai berikut :

1. Respons positif dari peserta pelatihan .

Respons peserta pelatihan akan diukur melalui observasi selama pelatihan berlangsung dan dengan memberikan kuesioner yang menyangkut kesan, saran, kritik dan usulan peserta pelatihan terhadap program pengabdian masyarakat ini.

2. Meningkatnya keterampilan peserta setelah mendapat pelatihan

Keterampilan peserta pelatihan akan diobservasi saat pelatihan melalui pemberian tugas-tugas contoh latihan selama pelatihan dan selama proses pendampingan.

3.2 Alasan Kelanjutan Kegiatan

Selama pelaksanaan program pelatihan ini, mulai dari tahap persiapan sampai pelaksanaannya, dapat kami sampaikan temuan-temuan sebagai berikut :

1. Antusiasme guru – guru peserta pelatihan sangat tinggi, menyambut dengan baik tawaran kerjasama sebagai mitra dalam program pengabdian masyarakat ini. Pihak sekolah

(6)

6

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe berharap program ini bisa dilaksanakan secara reguler dan berkala di tahun-tahun selanjutnya.

2. Materi pelatihan yang diberikan sangat sesuai dengan level pembelajaran untuk guru – guru SMPN se-Kecamapat Namorambe, terlihat dari efektifitas dan tingkat kesulitan pengenalan aplikasi baru yang tidak terlalu memberatkan bagi para peserta pelatihan. Materi ini benar-benar memberikan penyegaran dan penambahan wawasan atas program-program aplikasi di luar yang telah mereka dapatkan di sekolah masing-masing.

3. Situasi dan kondisi pelatihan sangatlah kondusif dan memberikan kenyamanan bagi peserta pelatihan. Hal ini tentu saja di dukung dengan fasilitas sarana dan prasarana yang sangat memadai milik oleh SMPN 1 Namorambe.

4. Potensi dan kemampuan pembelajaran dari guru - guru peserta pelatihan terlihat baik, terbukti dari hasil observasi yang dilakukan selama pelatihan berlangsung dan pada saat pendampingan, guru – guru SMPN se-Kecamatan Namorambe mampu mengikuti dan menyelesaikan dengan baik tugas-tugas yang diberikan oleh para tutor.

3.3 Dokumentasi

Gambar 2. Suasana stan pendaftaran Gambar 3. Suasana 1 Pelatihan

Gambar 4. Suasana 2 pelatihan

Simpulan dan Saran 1. Simpulan

Dari hasil evaluasi serta temuan-temuan yang kami peroleh selama pelaksanaan kegiatan P2M ini, dapat kami simpulkan bahwa program P2M ini telah mampu memberikan manfaat

(7)

7

Fricles A. Sianturi1, Paska Marto Hasugian2 ,Bosker Sinaga3 Pelatihan Microsoft Office Untuk Guru-Guru Se-Kecamatan Namorambe yang sangat besar dan tepat sasaran bagi khalayak bagi guru – guru SMPN se-Kecamatan Namorambe yang menjadi khalayak sasaran dalam kegiatan ini. Bentuk pelatihan seperti ini merupakan bentuk yang sangat efektif untuk memberikan penyegaran dan tambahan wawasan serta pengetahuan baru di bidang teknologi informasi di luar proses pembelajaran yang diterima di sekolah masing-masing.

2. Saran

Sesuai dengan hasil evaluasi respons yang telah dilakukan, kami menyarankan hendaknya program-program pengabdian masyarakat seperti ini bisa dilaksanakan secara reguler dan berkala, melihat tingkat kebutuhan yang sangat tinggi akan pengenalan aplikasi-aplikasi komputer yang baru, dalam jangka waktu yang relatif singkat mengikuti perkembangan teknologi secara global.

Daftar Pustaka

1. http://www.corel.com/corel/pages/index.jsp?pgid=800382&storeKey=us&languageCode=en , Tanggal akses : 5 September 2013

2. http://tutoriaiscoreldraw.com.br/, , Tanggal akses : 5 September 2013

3. Kesiman M.W.A, 2010, Laporan Akhir P2M, IbM Pelatihan Microsoft Word 2007 Untuk Anak-anak Panti Asuhan Se-Kecamatan Buleleng

4. Kesiman M.W.A, 2012, Laporan Akhir P2M, IbM Pelatihan Microsoft Excel 2007 Untuk Anak-anak Panti Asuhan Se-Kecamatan Buleleng

5. Tomoredjo, Mampuono Rasyidin, Penguasaan ICT: Bekal Guru Profesional Menghadapi Era Global , (online) tersedia pada http://www.jatengklubguru.com

Gambar

Gambar 1. Kerangka perencanaan program pelatihan
Gambar 4. Suasana 2 pelatihan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penilaian terhadap kondisi sarana dan prasarana serta tinjauan terhadap karakteristik kawasan perencanaan dengan didukung oleh statement pemerintah

Berdasarkan Gambar 6 dan petikan wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa dalam menyelesaikan SHOT 2 SC tidak dapat menyelesaikannya dengan tepat dan tidak

CSAP 26 Catur Sentosa Adiprana Tbk CTRA 27 Ciputra Development Tbk DGIK 28 Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk DSFI 29 Dharma Samudera Fishing Ind.. Tbk DYAN 30 PT

Penyajian data dilakukan dalam rangka mengorganisasikan hasil reduksi dengan cara menyusun secara narasi sekumpulan informasi yang telah diperoleh dari hasil

Menghitung hubungan antara kasus (mis. penyakit) dengan populasi terancam tertentu dalam jangka waktu yang ditetapkan Rate = a (“a” termasuk dalam “x”).. x

4 narapidana (33.3%) mengatakan bahwa perempuan akan memandang negatif dan tidak ingin dekat dengan status nya sebagai mantan narapidana, narapidana merasa takut dan minder

Laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi pada suatu periode waktu tertentu yang merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data keuangan untuk disajikan, yang

Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua).. َنو ث رْحَت اَّم م