PANDUAN PROJECT
CONTINUOUS IMPROVEMENT (CI)
1. Mentalitas Dasar (Basic Mentality) 2. Right Mindset
3. Jenis Project Improvement 4. Sasaran Project Improvement 5. Organisasi Project Improvement 6. Form Pendaftaran VAA
7. Form Pendaftaran QIC – QIP 8. Format Laporan Project
9. 10 Langkah Project Improvement
Daftar Isi
Bumitama Gunajaya Agro Mill And Plantation
Mentalitas Dasar (Basic Mentality)
Mentalitas Dasar yang harus dimiliki oleh setiap insan BGA (baik staf maupun
karyawan) dalam berpikir dan bertindak di pekerjaannya.
Setiap individu selalu berbicara (kondisi) dengan menggunakan data dan fakta aktual di lapangan.
Dalam menghadapi permasalahan setiap individu harus fokus ke analisa penyebab permasalahan untuk mencari solusi, bukan mencari orang/unit yang menjadi penyebab permasalahan untuk disalahkan.
Dalam melakukan tugas dan fungsinya selalu berpola PDCA, yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hasil, dan melakukan tindakan
perbaikan untuk selanjutnya.
Membudayakan mutu / kualitas di dalam setiap proses dan hasil kerja yang lebih baik dari waktu ke waktu.
Memberikan pelayanan terbaik kepada proses selanjutnya.
Speak by Data and Facts
Don’t Blame Others
Our Control is PDCA
Our Mindset is Continuous Improvement Customer Oriented
Jujur dan proaktif dalam menyampaikan masalah, data dan laporan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan.
Right Mindset
Kita harus mempunyai mindset yang benar untuk memunculkan ide perbaikan
di tempat kerja kita.
Dimulai dari “90% dari pekerjaan saya masih bermasalah”, sehingga kita
merasa semakin banyak masalah di tempat kerja, maka akan semakin banyak
potensi perbaikan yang akan dilakukan (melalui Project Improvement).
Lebih Efisien Lebih Baik Lebih Cepat Lebih Mudah Lebih Comply Lebih Presisi
Lebih Rapi dan Bersih Lebih Tertib Administrasi
90% Bermasalah,
90% Potensi Perbaikan
50% Bermasalah
50% Potensi Perbaikan
10% Bermasalah
10% Potensi Perbaikan
0% Bermasalah
0% Potensi Perbaikan
Sasaran
Jenis**
Project CI
Kepesertaan
Ruang Lingkup
Head Office Site
Operasional - Non Staf* - Officer, - Specialist - Non Staf*, - Asisten, - Staf Support Value Added
Activity (VAA) Individu
Project CI yang memberikan nilai tambah/ menyelesaikan masalah pada tugas dan peran individu. Section Head - Asisten, - Manager Unit Quality Improvement Circle (QIC)
Tim dalam satu fungsi/ section/ unit yang sama.
Project CI yang memberikan nilai tambah/ menyelesaikan masalah pada tugas dan peran fungsi tertentu. Group Dept Head - AC, - MOD, - RH Quality Improvement Project (QIP) Tim dengan melibatkan anggota
dari lintas/ antar fungsi/ departemen.
Project CI yang memberikan nilai tambah/ menyelesaikan masalah yang lebih luas dan melibatkan beberapa fungsi tertentu.
Jenis Project Improvement
• VAA, di perusahaan lain disebut SS (Suggestion System); atau OPI (One Point Improvement); atau CIA (Continuous Improvement Activity) • QIC, di perusahaan lain disebut QCC (Quality Control Circle)
• QIP, di perusahaan lain disebut QCP (Quality Control Project)
* Tidak Wajib
Sasaran Project Improvement
Sasaran project CI adalah meningkatkan kualitas yang meliputi aspek PQCDSME, yaitu:
Productivity
Quality
Cost
Delivery
Safety
Morale
Environment
Fokus pada perbaikan optimalisasi hasil/ output kerja atau proses/ aktifitas kerja.
Fokus pada perbaikan kualitas produk atau proses /aktivitas kerja.
Fokus pada perbaikan dampak biaya yang timbul.
Fokus pada perbaikan waktu pengiriman/waktu proses pekerjaan.
Fokus pada perbaikan keselamatan dan kesehatan kerja.
Fokus pada perbaikan perilaku kerja.
Organisasi Project Improvement
Sponsor
Fasilitator
Project Leader
Members
• Melakukan review project secara periodik.
• Menyetujui perubahan lingkup/arah apabila diperlukan.
• Menyediakan sumber daya dan negosiasi masalah lintas unit. • Mengkomunikasikan ke
Manajemen mengenai progress dan kendala project.
• Membantu penerapan metodologi PDCA
• Mengelola meeting evaluasi progress project
• Membantu dokumentasi dan reporting
• Memastikan project berjalan sesuai dengan proses yang benar.
• Melakukan komunikasi dengan Sponsor dan pihak lainnya mengenai progress dan kendala project
• Mengidentifikasi dan menganalisa masalah sesuai dengan prosesnya. • Membuat perencanaan project
• Pelaksana & Pengawal Aktivitas Project • Melaporkan hasil Project di lapangan.
RPI, Staf MOD, Fclt. CI
Atasan Lsg/ Atasan Tdk Lsg
Staf
Bumitama Gunajaya Agro Mill And Plantation
• Nama Project Owner • Nama Sponsor • Latar Belakang • Key Action • Tema Project
• Relasi Project dengan SOP • Bagan/jadwal Project • Tanda Tangan Persetujuan
FORM REGISTRASI INDIVIDU
Form Pendaftaran – VAA (Individu)
Atasan atau Manajemen mengetahui dan menyetujui process improvement di areanya.
Tanda dimulainya komitmen project CI. Mempermudah Manajemen untuk
pengambilan keputusan dalam support permasalahan dalam proyek.
Mengurangi potensi terjadinya pengulangan proyek.
Sarana pengenalan Manajemen dengan lingkup karyawan di fungsinya atau lintas fungsi.
Tujuan Project Charter Daftar Isi Project Charter
Region/ Area (Gr. Dept./ Dept) :.../... Tgl VAA dibentuk : ... Section/ Unit :... Periode Project : ...
Nama Sponsor :... Nama Fasilitator :...
Project Owner :... / ……... / …….. Jabatan : ...
KPI
Key Action
1. 2. 3.
Ada Kaitan/Korelasi dengan SOP : YA……… (Jelaskan dg singkat, kalo ada SOP no. brp dsb) TIDAK………
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV 1. IDENTIFIKASI & PENETAPAN MASALAH
2. ANALISA AKAR-AKAR PENYEBAB 3. PEMBUKTIAN DATA-DATA ANALISA 4. PERENCANAAN PERBAIKAN
D 5. PELAKSANAAN PERBAIKAN 6. EVALUASI HASIL PERBAIKAN 7. STANDARDISASI
A 8. RENCANA BERIKUTNYA
Keterangan : : Rencana : Aktual
Tim PDCA & CI
Agustus September Juli
P
C
Sponsor Fasilitator Project Owner
Tema
LANGKAH KEGIATAN April Mei Juni
Nama Tim VAA : ProjectNo
Latar Belakang Parameter Saat Ini Target (diisi oleh tim CI)
Bumitama Gunajaya Agro Mill And Plantation
• Nama Project Team • Nama Sponsor
• Team Leader & Anggota Project Team • Latar Belakang
• Key Action • Tema Project
• Relasi Project dengan SOP • Bagan/jadwal Project • Tanda Tangan Persetujuan
FORM REGISTRASI & PROFILE QIC/QIP
Project Charter
Atasan atau Manajemen mengetahui dan menyetujui process improvement
diareanya.
Tanda dimulainya komitmen project CI. Mempermudah Manajemen untuk
pengambilan keputusan dalam support permasalahan dalam proyek.
Mengurangi potensi terjadinya pengulangan proyek.
Sarana pengenalan Manajemen dengan lingkup karyawan di fungsinya atau lintas fungsi.
Tujuan Project Charter Daftar Isi Project Charter
Region/ Area (Gr. Dept./ Dept) :.../... Tgl QCC/ QCP dibentuk : ...
Section/ Unit :... Periode Project : ...
Nama Sponsor :... Nama Fasilitator :... Project Leader : 1 ... / …….. 6 ... / …….. Sekretaris : 2 ... / …….. 7 ... / …….. Anggota : 3 ... / …….. 8 ... / …….. : 4 ... / …….. 9 ... / …….. : 5 ... / …….. 10 ... / …….. KPI Key Action 1. 2. 3.
Ada Kaitan/Korelasi dengan SOP : YA……… (Jelaskan dg singkat, kalo ada SOP no. brp dsb) TIDAK………
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV 1. IDENTIFIKA SI & PENETA PA N MA SA LA H
2. A NA LISA A KA R-A KA R PENYEBA B 3. PEMBUKTIA N DA TA -DA TA A NA LISA 4. PERENCA NA A N PERBA IKA N
D 5. PELA KSA NA A N PERBA IKA N 6. EVA LUA SI HA SIL PERBA IKA N 7. STA NDA RDISA SI
A 8. RENCA NA BERIKUTNYA
Keterangan : : Rencana : Aktual
Tim PDCA & CI
A gustus September
P
C
Sponsor Fasilitator Project Leader
Tema
LANGKAH KEGIATAN A pril Mei Juni Juli
Nama Tim QIC/ QIP : ProjectNo (diisi oleh tim CI)
Latar Belakang Parameter Saat Ini Target
FORM REGISTRASI & PROFILE QIC/ QIP
Bumitama Gunajaya Agro
10 Langkah Panduan Project Improvement
1.
Identifikasi Permasalahan
2.
Pelajari Data History, Menetapkan Tema dan Sasaran (Target)
3.
Inventarisasi Kondisi/ Pemetaan Masalah
4.
Mencari Akar Penyebab Masalah
5.
Pengamatan (Genba) dan Konfirmasi Akar Penyebab Masalah
6.
Merumuskan Rencana Perbaikan
7.
Melaksanakan Perbaikan
8.
Mengumpulkan Data Monitoring Pelaksanaan
9.
Evaluasi Hasil Perbaikan
10. Standarisasi (Cara Kerja) dan Menetapkan Tema Perbaikan
berikutnya.
1.1 Mengidentifikasi masalah berdasarkan
permasalahan atau KPI yang tidak tercapai di tingkat Unit, Area, Region atau Section, Dept., Group Dept. Lengkapi masalah tersebut dengan tren data history. 1.2 Dari beberapa masalah tersebut lalu
tentukan prioritas masalah (Pareto). 1.3 Tools: brainstorming, tren data history
01
Identifikasi
Masalah
Langkah Project
IDENTIFIKASI MASALAH
:
Kinerja/ KPI yang belum tercapai
Kelemahan/ weakness di unit
Pola kerja yang belum standar
Layanan/ peran dari Function/
Section yang belum maksimal
Menyempurnakan detil bisnis proses
Kondisi tempat kerja yang belum
standar
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10
Identifikasi masalah ini dikoordinasikan
dengan Atasan dan mendapat
02
Pelajari Data Histroy,
Menetapkan Tema &
Sasaran (Target)
2.1 Tema dapat ditentukan dari hasil prioritas masalah di Langkah 1 (Pareto).
2.2 Pelajari tren data/ history data dan
menetapkan sasaran/ target Improvement dengan memperhatikan SMART.
2.3 Sasaran Improvement, dapat ditinjau dari aspek PQCDSME (Productivity, Quality, Cost, Delivery, Saftey, Moral, Environment)
PENETAPAN TARGET
IMPROVEMENT
Sasaran/ target Improvement agar
terarah harus ditetapkan Target
dengan memperhatikan SMART, dan
perhitungan yang cukup jelas dalam
penetapannya.
Langkah Project
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10
Specific : Sasaran harus khusus, terfokus dan tidak bias
Measurable : Ukuran keberhasilan harus dirumuskan dengan jelas
Attainable : Ukuran keberhasilan harus dapat membuat orang merasa tertantang, meningkatkan motivasi dan semangat juang
Realistic : Ukuran keberhasilan harus masuk di akal tetapi masih dapat menjawab tantangan di atas
Timeliness : Waktu pencapaian harus sudah ditentukan dari awal sebagai acuan keberhasilan
3.1 Mendetailkan permasalahan dari Tema Project secara lebih khusus (Aktivitas/ Kondisi/ Proses kerja) untuk mendapatkan gambaran dan letak permasalahan.
3.2 Tools yg digunakan antara lain: Mozaik Areal/ Business Process Mapping/ SIPOC
03
Inventarisasi Kondisi/
Pemetaan Masalah
Mozaik Areal : Tabel pemetaan masalah
berdasarkan peta areal atau ruang kerja. Contoh: Peta Lowyield Area 6B Tahun 2019 (peta disamping).
Langkah Project
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10
SIPOC : Pemetaan masalah dari sisi Supplier (Pemasok), Input (Masukan), Process (Proses), Output (Hasil) dan Customer (Pelanggan/ Pengguna jasa/produk), yaitu:
Pemetaan Bisnis Proses: Pemetaan alur proses bisnis dari awal sampai akhir aktivitas pekerjaan sehingga dapat diketahui titik proses yang bermasalah.
04
Penyebab Masalah
Mencari Akar
4.1 A
nalisa akar penyebab masalah ini masih berupa dugaan, dan harus dibuktikandengan pengamatan langsung di lapangan atau tren/ history data.
4.2 Tools: Brainstorming/ 5 Whys/ Diagram Cause-Effect (Fishbone Diagram)
Cause-Effect Diagram (Fishbone) 4M + E:
Langkah Project
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10
5 Why (Why-Why Analysis)
• Tool 5-Why yaitu cara untuk mencari akar suatu masalah atau penyebab dari defect supaya sampai ke akar penyebab
masalah. Contoh : Masalah: Mesin Breakdown.
Mengapa? Komponen automator tidak berfungsi
Mengapa tidak berfungsi? Usia komponen sudah melebihi batas
lifetime 12 bulan
Mengapa tidak diganti? Tidak ada yang tahu
Mengapa tidak ada yang tahu? Tidak ada jadwal rutin maintenance Mengapa tidak ada jadwal rutin? Inilah akar masalahnya
• Lakukan Brainstorming utk mengumpulkan penyebab-penyebab terjadinya masalah / akibat.
• Lakukan analisa utk menentukan yang dapat diselesaikan di bagian sendiri (internal) tanpa melibatkan lain (controllable). • Lakukan analisa utk menentukan keterkaitan hubungan
5.1
Memastikan hasil analisa akar penyebab masalah dengan mengamati langsung ke lapangan (Genba) untuk memastikan benar akar penyebab masalah.5.2 Hasil dugaan akar penyebab masalah yang terbukti di lapangan menjadi acuan untuk dirumuskan tindakan perbaikannya.
05
Konfirmasi Akar Masalah
Pengamatan Lapangan/
VALIDASI DI LAPANGAN AKAR
PENYEBAB MASALAH
• Mengumpulkan semua akar
penyebab dominan permasalahan.
• Akar permasalahan diurutkan dari
dampak yang paling besar sampai
dengan dampak yang paling tidak
signifikan.
• Penyebab dominan harus
dibuktikan kebenarannya dengan
investigasi atau pengamatan
langsung di lapangan.
Langkah Project
06
Rencana Perbaikan
Project
6.1 Rencana Perbaikan Project berdasarkan hasil observasi masalah yg terbukti di lapangan
6.2 Tools yg digunakan Tabel PICA
6.3 Tentukan Lokasi, Time Frame & PIC pada Penggunaan Tabel PICA
Menyusun rencana perbaikan dengan menggunakan metode 5W 2H:
WHY (Mengapa) : Akar penyebab masalah yang akan diselesaikan.
WHAT (Apa) : Solusi untuk mengatasi akar permasalahan tersebut.
WHO (Siapa) : PIC (Person in Charge) dalam aktivitas di dalam HOW. Penanggungjawab tidak boleh fungsi, kelompok ataupun department. PIC adalah orang yang bertanggung jawab terhadap aktivitas.
WHEN (Kapan) : Jadwal kapan dimulai dan selesai.
WHERE (Dimana) : Tempat pelaksanaan aktivitas tersebut.
HOW (Bagaimana) : Aktivitas yang dilakukan untuk mewujudkan WHAT berpola PDCA.
HOW MUCH (Biaya) : Biaya yang diperlukan dalam melaksanakan aktivitas
Langkah Project
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10
WHAT WHY HOW WHEN WHO WHERE HOW MUCH
Apa Solusinya Ukuran Keberhasilan Cara Penerapan Waktu
Pencapaian PIC Lokasi Biaya
7.1 Pelaksanaan perbaikan berdasarkan rencana kerja dan skala prioritas (penilaian skala rencana pekerjaan) 7.2 Mendokumentasikan segala bentuk
kegiatan perbaikan yang dilaksanakan, baik data (berupa check sheet) maupun foto kondisi Before-After.
07
Melaksanakan
Perbaikan
URAIAN RENCANA PERBAIKAN
•
Melakukan aktivitas sesuai dengan
rencana yang telah dirumuskan.
•
Melakukan evaluasi jika target
antara tidak tercapai, dan dilakukan
PICA.
•
Mencatat dan mendokumentasikan
hal – hal penting (kesulitan, trial &
error, usaha, dan lain – lain untuk di
evaluasi selama pelaksanaan).
•
Mengkomunikasikan dan
mentraining ke seluruhh anggota
tim..
Langkah Project
08
Monitoring Data
Perbaikan
8.1 Monitoring data aktivitas/ proses perbaikan 8.2 Monitoring data hasil perbaikan
8.3 Data aktivitas & hasil perbaikan dimonitor setiap bulan
RECORD DATA KONDISI
BEFORE-AFTER PROJECT
• Mencatat secara disiplin data proses
aktifitas perbaikan dan perubahan
hasil/ dampak.
• Data ini akan digunakan saat Evaluasi
di langkah berikutnya.
• Tools yang dapat digunakan adalah
Checksheet Realisasi vs Rencana.
Langkah Project
9.1 Evaluasi hasil data monitoring perbaikan project
9.2 Evaluasi data hasil perbaikan menunjukan tren negatif pd periode yg telah ditentukan kembali ke langkah 6.
9.3 Evaluasi data hasil perbaikan memiliki tren positif pd periode yg telah ditentukan maka dilakukan standarisasi project
09
Perbaikan Project
Evaluasi Hasil
MEMBANDINGKAN HASIL
DENGAN PLAN
• Bertujuan untuk membandingkan
antara hasil dengan PLAN (terhadap
dampak parameter P-Q-C-D-S-M-E).
• Mencari cara/ tindakan perbaikan atau
cara baru untuk mencapai target yang
telah ditetapkan.
• Memberikan perhitungan financial
benefit
(jika ada).
Langkah Project
10
Standarisasi (Cara Kerja)
dan Rencana Berikutnya
10.1 Membuat usulan standarisasi yang meliputi aktifitas Input-Process-Ouput. 10.2 Menuliskan Laporan Project disetujui oleh
atasan, dan divalidasi langsung oleh Tim Audit CI.
10.3 Menentukan Rencana Selanjutnya (Next Project)
PROSES STANDARISASI DAN
LANGKAH SELANJUTNYA
• Bertujuan untuk menstandarkan pola
kerja dari Input-Process-Output
sehingga mendapatkan hasil yang
lebih baik.
• Menetapkan tema baru dengan
melihat penyebab masalah yang
belum terselesaikan atau tema yang
baru berikutnya.
Langkah Project
Bumitama Gunajaya Agro Mill And Plantation