1. Sistem mekanik alat sortasi buah manggis telah dirancang dan dibangun, sistem mekanik ini terdiri dari rangka, motor penggerak, mangkuk, sistem transmisi dan konveyor rantai.
2. Hasil perhitungan daya yang didapat untuk menggerakkan mesin terlalu kecil dan sulit didapat sehingga dipilih daya yang sedikit lebih besar yaitu 0.5 HP dengan putaran 1405 rpm, untuk itu diperlukan reducer 1:40 sebagai pereduksi putaran.
3. Puli penggerak reducer dan konveyor yang dipakai bertipe 16H dan 41H dengan nomor nominal sabuk gilir 350H untuk penggerak reducer dan 410H untuk penggerak konveyor, sedangkan untuk poros yang dipilih berbahan S45C dengan diameter 31.5 mm.
4. Bahan yang untuk rangka utama dan pengolahan citra adalah rectangular tube berpenampang 40 mm × 40 mm dengan ukuran keseluruhan 2400 mm × 500 mm dan tinggi 1480 mm. Unit ultrasonik terbuat dari bahan aluminium dengan ketebalan 10 mm dengan ukuran 100 mm × 400 mm dan tinggi 500 mm. Sistem transportasi di rancang dari rantai RS40 serta sproket 40B60. 5. Momen yang terbesar terjadi pada RA = 75 kg, nilai momen jarak yang
terbesar terjadi pada titik P2 ke P3 sepanjang 300 mm sebesar 37.5×103 kg mm. Tegangan pada rangka 3.515 kg/mm2 dan lendutan sebesar 1.722 mm nilai tersebut berada dibawah ambang toleransi sehingga rangka tersebut kuat dan aman untuk dipergunakan.
6. Berdasarkan hasil pengujian didapat bahwa mesin sortasi manggis ini dapat mentransport buah ke dalam bak penampung ke mutu 2 sebanyak 600 buah dalam waktu satu jam.
Saran
1. Mesin perlu disempurnakan terutama pada sistem transmisinya agar suara bising dapat dikurangi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Irwanto A, Siregar N. 1998. Energi dan Listrik Pertanian. Jurusan Teknik Pertanian. Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Bogor.
Biro Pusat Statistik. 2005. Statistik Perdagangan Luar Negeri Indonesia. Jilid I. BPS Jakarta. Indonesia.
Boothroyd G. 1981. Fundamentals of Metal Machining and Machine Tools. International Student Edition. McGraw-Hill Book Co. Singapore.
Canonica Lucio. 1991. Memahami Mekanika Teknik 2. Angkasa. Bandung. Dewan Standar Nasional Indonesia. 1992. Standar Mutu Buah Manggis SNI
01-3211-1992. Jakarta.
Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1990. Daftar Komposisi Bahan
Makanan. Bharata Karya Aksara. Jakarta.
Direktorat Tanaman Buah. 2002. Buku Lapangan Komoditas Manggis. Jakarta; Direktorat Tanaman Buah, Dir ektorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. Juanda D, Cahyono. 2000. Manggis, Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Jakarta:
Kanisius.
Gere JM, SP Timosenko. 1984. Mechanic of Materials. 4th edition. PWS Publishing Company. USA.
Granet Irving. 1982. Statics and Strength and Strength of Materials. CBS College Publishing. USA.
Nash William A. 1972. Theory and Problems of Strength of Materials. 2nd edition. McGraw-Hill Book Company. USA.
Pantastico EB. 1986. Fisiologi Pasca Panen Penanganan dan Pemanfaatan
Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub Tropika. Kamaryani,
penerjemah; Yogyakarta: Gajahmada University Press.
Polak Peter. 1982. Designing for Strength. The MacMillan Press Ltd. Oxford. England.
Prathama YG. 2002. Desain Sistem Mekanik dan Uji Teknis Mesin Sortasi Mangga Berdasarkan Pengolahan Citra Menggunakan Pengendali Mikrokomputer [skripsi]. Bogor: Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Rice Lake Weighing System. 2001. Product Information for Sortat ion/Classifier
Rudyana D. 1997. Desain dan Uji Teknis Unit Pemasukan pada Alat Sortasi Buah Jeruk [skripsi]. Bogor: Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Rukmana Rahmat. 1993. Budidaya Manggis. Kanisius. Yogyakarta. Rukmana Rahmat. 2003. Bibit Manggis. Kanisius. Yogyakarta.
Satuhu S. 1999. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. Penebar Swadaya. Jakarta.
Salim A. 2005. Mesin Penggiling Cabai Kering dengan Sistem Disc dan Pen.
[skripsi]. Jakarta: Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara.
Siemens AG. 2000. Basic of General Motion Control-Siemens Technical
Education Program (STEP) 2000 Series. Washington DC: Siemens.
Silanam K, Narongsak S, Sthit S. 2002. Mango Sorter Machine. Bangkok, Thailand: Institute for Scientific and Technological Research and Services, King Mongkut’s University of Technology Thonburi.
Siegling Transilion, Conveyor and Processing Belts. 2002. Calculation
Methods-Conveyor Belts. Germany: STCPB Ausgabe.
Siswadi, Sarjono W, Wigroho HY, Ervianto WI. 1999. Analisis Struktur Statik
Tertentu. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Spotts M F. 1978. Design of Machine Elements. 5th edition. Prentice-Hall of India Private Limited. New Delhi. India.
Sularso, Kiyokatsu S. 1978. Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin. Jakarta: Pradnya Paramitha.
Sunggono V K H. 1995. Teknik Sipil. Penerbit Nova. Jakarta.
Weighing Sytem Ltd. 1997. Product Information for CVS Unisorter. Stoke, Nelson, New Zealand: WS.
Wigroho HY. 1999. Analisis Struktur Statik Tidak Tertentu. Universitas Atma Jaya. Yogyakarta.
Lampiran 1 Diameter poros standar (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978) satuan (mm) 4 4.5 5 *5.6 6 *6.3 7 *7.1 8 9 10 11 *11.2 12 *12.5 14 (15) 16 (17) 18 19 20 22 *22.4 24 25 28 30 *31.5 32 35 *35.5 38 40 42 45 48 50 55 56 60 63 65 70 71 75 80 85 90 95 100 (105) 110 *112 120 125 130 140 150 160 170 180 190 200 220 *224 240 250 260 280 300 *315 320 340 *355 360 380 400 420 440 450 460 480 500 530 560 600 630
1. * menyatakan bahwa bilangan yang bersangkutan dipilih dari bilangan standar
73
Lampiran 2 Faktor konsentrasi tegangan ß untuk pembebanan puntir statis dari suatu poros bulat dengan pengecilan diameter yang diberi filet (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
Lampiran 3 Faktor konsentrasi tegangan a untuk pembebanan puntir statis dari suatu poros bulat dengan alur pasak persegi yang diberi filet (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
Lampiran 4 Pemilihan untuk ukuran pasak dan alur pasak (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
75
Lampiran 5 Faktor koreksi K? (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
C d Dp − p
Sudut kontak puli kecil ? (o) Faktor koreksi K?
0.00 0.10 0.20 0.30 0.40 0.50 0.60 0.70 0.80 0.90 1.00 1.10 1.20 1.30 1.40 1.50 180 174 169 163 157 151 145 139 133 127 120 113 106 99 91 83 1.00 0.99 0.97 0.96 0.94 0.93 0.91 0.89 0.87 0.85 0.82 0.80 0.77 0.73 0.70 0.65
Lampiran 6 Daerah penyetelan jarak sumbu poros (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978) Nomor nominal sabuk Panjang Keliling Sabuk Ke sebelah dalam dari letak standar ?Ci
Ke sebelah luar dari letak standar ?Ct (umum untuk
semua tipe) A B C D E 11 – 38 38 – 60 60 – 90 90 – 120 120 – 158 280 – 970 970 – 1500 1500 – 2200 2200 – 3000 3000 – 4000 20 20 20 25 25 25 25 35 35 35 40 40 40 40 50 25 40 50 65 70
Lampiran 7 Tipe, ukuran dan pemakaian sabuk gilir (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
77
Lampiran 8 Kapasitas daya yang ditransmisikan setiap inchi (25.4 mm) lebar sabuk gilir Po (kW) (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
Penampang H Putaran puli kecil (rpm) Jumlah gigi 20 22 24 26 28 30 Diameter puli 80.85 88.94 97.02 105.11 113.19 121.28 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 0.52 1.04 1.56 2.07 2.58 3.10 3.60 4.11 0.57 1.14 1.71 2.27 2.84 3.40 3.95 4.51 0.62 1.25 1.86 2.48 3.10 3.70 4.30 4.90 0.67 1.35 2.02 2.68 3.35 4.00 4.66 5.31 0.73 1.46 2.17 2.88 3.60 4.32 5.02 5.70 0.78 1.56 2.33 3.10 3.85 4.61 5.36 6.10
Lampiran 9 Nomor nominal, jumlah gigi dan panjang untuk sabuk gilir standar (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
79
Lampiran 10 Faktor koreksi untuk berbagai JGT (Jumlah Gigi Terkait) (Sularso dan Kiyokatsu Suga, 1978)
Jumlah Gigi Terkait ft
6 – 5 – 6 4 – 5 3 – 4 2 – 3 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2
LAMPIRAN 11 sampai dengan 20
90
Lampiran 21 Mesin sortasi hasil rancangan
Lampiran 23 Unit pengolahan citra hasil rancangan
92
Lampiran 25 Bak penampung mutu super dan mutu 1
Lampiran 27 Mangkuk dan sistem transportasi hasil rancangan
94
Lampiran 29 Roda rotasional