Menentukan Derajat Karstifikasi
(Karstification Degree) akuifer Karst
Menentukan Derajat Karstifikasi
(Karstification Degree) akuifer Karst
(
g
)
(
g
)
Dr. Tjahyo Nugroho Adji., MSc.Tech
Asyroful Mujib, MSc
Karst Research Group, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada
Contents
Latar Belakang
1
Metode Rashed
2
Metode Malik and Votjkova
3
Referensi
Latar Belakang
Karakteristik Imbuhan Airtanah
(Recharge)
Tingkat Perkembangan Akuifer
K
t (D
j t K
tifik
i)
(
g )
Kapasitas Simpanan Akuifer
(St
)
Karst (Derajat Karstifikasi)
(Storage)
Sifat akuifer dalam melepaskan air
Sifat akuifer dalam melepaskan air
(Flow)
D
j t K
tifik i Ti
i
Derajat Karstifikasi Rendah
Metode perhitungan Derajat Karstifikasi
Metode Perhitungan
Derajat Karstifikasi
Derajat Karstifikasi
Berdasarkan
Analisis Hidrograf
Menggunakan Metode
Berdasarkan Analisis
Kurva Resesi
Menggunakan Metode Malik
Menggunakan Metode
Metode Perhitungan Derajat Karstifikasi
METODE RASHED (2012)
METODE RASHED (2012)
Berdasarkan Analisis Hidrograf
g
Klasifikasi
Langkah
Kerja
Rumus
Metode Perhitungan Rashed (2012)
Pendekatan
Dasar Perhitungan
Pendekatan Analisis Hidrograf Banjir
Perhitungannya mulai dari naiknya debit
hingga debit kembali lagi menjadi aliran
dasar (baseflow)
Parameter
Parameter
1. Debit Minimum saat kurva mulai naik (A) 2 Debit Maksimum (C)
Gambar 1. Hidrograf Mataair (Kresic and Bonacci, 2010)
2. Debit Maksimum (C)
3. Waktu mulai dari naiknya debit hingga debit puncak (tcatau tpeak)
Alur Perhitungan Derajat Karstifikasi Metode Rashed (2012)
Pemilihan
Hidrograf
Pemisahan
Aliran
Perhitungan
Derajat
Hidrograf
Banjir
Aliran
Dasar
Karstifikasi
Derajat
Memilih hidrograf banjir yang
memiliki periode resesi cukup
panjang
Menggunakan metode :
Straight Line Methods, atau
Recursive Digital Filtering
(E kh dt)
Hasil dari perhitungan
rumus kemudian
diklasifikasikan (Tabel 1)
(Eckhardt)
(
)
Straight Line Methods Recursive digital filtering (Eckhardt)Rumus
Rumus Perhitungan Derajat Karstifikasi (D
k)
menurut Metode Rashed (2012)
Sedangkan tevent dan tpeak didapat dari
Gambar 2. Parameter Hidrograf (Rashed, 2012)
Qmax = Debit maksimum/debit puncak (m3/detik) = B
Qmin = Debit minimum saat kurva mulai naik (m3/detik) = A t = Waktu ketika mulai menaiknya hidrograf (jam)
tA = Waktu ketika mulai menaiknya hidrograf (jam) tB = Waktu ketika debit maksimum terekam (jam)
Langkah Kerja-1
Debit Minimum saat Debit Minimum saat kurva mulai naik (Qmin)
Hidrograf banjir yang digunakan sebagai contoh adalah
Hidrograf banjir yang digunakan sebagai contoh adalah
kejadian banjir tanggal 9 Maret 2014 pukul 04.30 WIB
dengan debit puncak 5,6006 m
3/detik.
Time to Peak (t
peak)
= 7 75 Jam
= 7,75 Jam
Debit Puncak (Q
max)
Langkah Kerja-2
Jadi, Diketahui:
Q
max= 5,600572 m
3/detik
Q
2 5331956
3/d tik
Q
min= 2,5331956 m
3/detik
t
peak= 7,75 Jam
t
baseflow= 41,25 Jam
Time to Baseflow (t
b)
= 41,25 Jam
t
event= t
peak+ t
baseflow= 7,75 + 41,25 jam
= 49 jam
D
k= 13,97
Debit Setelah Mencapai Aliran Dasar (baseflow)
Klasifikasi Derajat Karstifikasi Rashed (2012)
Tabel 1. Klasifikasi Derajat Karstifikasi Akuifer Karst (D
k)
Dk Klasifikasi Akuifer
<10 Akuifer yang sistemnya didominasi aliran diffuse (Darcian aquifer)
j
(
k)
<10 Akuifer yang sistemnya didominasi aliran diffuse (Darcian aquifer)
10 – 20 Akuifer yang telah terkarstifikasi sebagian (Partially karstified aquifer)
20 – 60 Akuifer yang telah terkarstifikasi (Karstified aquifer)y g ( q )
>60 Akuifer yang telah terkarstifikasi secara lanjut (Highly karstified aquifer)
Metode Perhitungan Derajat Karstifikasi
METODE MALIK AND VOTJKOVA (2012)
METODE MALIK AND VOTJKOVA (2012)
B d
k
A
li i K
R
i
Berdasarkan Analisis Kurva Resesi
Klasifikasi
Langkah
Kerja
Rumus
Metode Perhitungan Malik and Votjkova (2012)
Pendekatan
Dasar Perhitungan
Pendekatan Analisis Kurva Resesi
Kurva Resesi adalah bagian dari hidrograf
yang menurun (the falling limb), dimulai
dari debit puncak hingga debit mencapai
aliran dasar.
Parameter
Gambar 3. Definisi Kurva Resesi (Kullman, 1990)
Kurva resesi memiliki beberapa sub rezim aliran, yang
dinyatakan sebagai aliran laminar dan aliran turbulen
.
Aliran Laminar
Sub Rezim laminar 1 Sub Rezim laminar 2 Sub Rezim laminar 3
Perbedaan utama metode ini dengan metode‐metode
sebelumnya adalah satu kurva resesi bisa memiliki satu
atau lebih sub rezim aliran.
Aliran Turbulen
Sub Rezim turbulen 1 Sub Rezim turbulen 2
Rumus
Ali
Nilai koefisien aliran laminar (α) berprinsip pada Rumus Maillet, 1905
yang diformulasikan pada Rumus 1.
Ket :
Aliran
Laminar
Qt = Debit dalam satuan waktu selama masa resesi (m3/dt)
Q0 = Debit pada awal resesi (m3/dt)
α = Koefisien resesi
t = Waktu yang dilalui antara Qtdan Q0
(1)
Nilai koefisien aliran turbulen (β) dihitung dari Rumus Kullman, 1983 dalam
Aliran
(β)
g
,
Malik dan Votjkova (2012) yang diformulasikan pada Rumus 2.
(2)
Turbulen
Koefisien β pada Rumus 2 dihitung dari Rumus Drogue, 1972 dalam
Fiorillo (2014), dan diformulasikan pada Rumus 3.
Aplikasi Rumus
Koefisien
α
dan
β
dimasukkan dalam
Rumus (1) dan Rumus (2) untuk
Contoh kurva resesi dengan 1 aliran laminar dan 2 aliran turbulen
menentukan nilai parameter kurva resesi.
Tingkat Karstifikasi ditentukan
Tingkat Karstifikasi ditentukan
berdasarkan nilai linear dan koefisien
resesi sub regim aliran
Ti
k t K
tifik i
iliki il i
t
Tingkat Karstifikasi memiliki nilai antara
0‐10
Contoh kurva resesi dengan 3 aliran laminar
Langkah Kerja-1
1. Perhitungan Koefisien Aliran Laminar (
1. Perhitungan Koefisien Aliran Laminar (
α
))
Kurva resesi yang digunakan sebagai contoh adalah kejadian banjir tanggal 9 Maret
2014
k l 04 30 WIB d
d bit
k 5 6006
3/d tik
Langkah Kerja-2
2. Koefisien aliran turbulen (
Langkah Kerja-3
3. Penentuan Nilai koefisien aliran laminar (
3. Penentuan Nilai koefisien aliran laminar (
α
) dan turbulen () dan turbulen (ββ))Koefisien aliran laminar (α) ditentukan berdasarkan perbedaan nilai yang tidak seragam dengan nilai koefisien laminar atasnya
Langkah Kerja-4
4. Hasil penentuan sub rezim aliran ditampilkan dalam grafik 4. Hasil penentuan sub rezim aliran ditampilkan dalam grafik
Banjir tanggal 9 Maret 2014 Pukul 04:30 WIB
8.0 8.5 9.0 b it Qt = 1,0762e‐0.005t+ 1,5481e‐0.019t+ 5,6006(1‐0.0101 t)
Kurva resesi ini memiliki 2 sub rezim aliran l i ( ) d 1 b i li t b l (β)
7.0 7.5
De
b laminar (α) dan 1 sub rezim aliran turbulen (β)
Nilai α1= 0,005 Nilai α2= 0,019 Nilai β1= 0,0101 6.5 0 10 20 30 40 50 60 70 Waktu (15')
5. Menentukan Tingkat Karstifikasi (Nilai 0
5. Menentukan Tingkat Karstifikasi (Nilai 0--10)10)
Tingkat karstifikasi dilihat dari jumlah sub rezim aliran laminar dan sub rezim aliran
turbulen, serta nilai α dan nilai β (Kriteria dapat dilihat pada Tabel 2).
Referensi
Adji, T.N., Mujib, M.A., Fatchurrohman, H., Bahtiar, I.Y., (2014). Analisis tingkat perkembangan akuifer karst di Kawasan Karst Gunung Sewu, DIY dan Karst Rengel, Tuban, Jawa Timur, dipresentasikan pada S i N i l P k Il i h T h Ik t G f I d i (PIT IGI) k XVII di U i it Seminar Nasional Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Geograf Indonesia (PIT IGI) ke XVII di Universitas Negeri Yogyakarta, 15‐17 November 2014.
Eckhardt, K., (2005). How to construct recursive digital filters for baseflow separation. Hydrological Processess. 19: 507‐515
Fiorillo F (2014) The recession of spring hydrographs focused on karst aquifer Water resour manage 28: Fiorillo, F., (2014). The recession of spring hydrographs, focused on karst aquifer. Water resour manage 28:
1781‐1805
Kresic, N. and Bonacci, O. 2010. Spring Discharge Hydrograph. In Kresic, N. and Zoran Stevanovic. 2010.
Groundwater Hydrology of Springs: engineering, theory, management, and sustainability. Oxford:
Butterworth‐Heinemann.
Malik, P., (2007). Assessment of regional kastification degree and groundwater sensitivity to pollution using hydrograph analysis in the Velka Fatra Mountains, Slovakia. Environ Geol 51: 707‐711.
Malik, P. and Vojtkova, S., (2010). Use of combined recession curve analysis of neighbouring karstic springs to reveal karstification degree of groundwater springing routes. In Andreo, B. et al (Eds) Advances in
Research in Karst Media. Berlin: Springer
Malik, P. and Vojtkova, S., (2012). Use of recession‐curve analysis for estimation of karstification degree and its application in assessing overflow/underflow conditions in closely spaced karstic springs.
Environmental Earth Sciences, 65: 2245‐2257.
M jib M A (2015) A li i k kt i tik d ti k t k tifik i k if k t di i t M t i N K t Mujib, M.A., (2015). Analisis karakteristik dan tingkat karstifikasi akuifer karst di sistem Mataair Ngerong, Karst
Rengel, Tuban, Jawa Timur. Tesis tidak dipublikasikan, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada Rashed, K.A., (2012). Assessing degree of karstification: a new method of classifying karst aquifers. Sixteenth