MELAKSANAKAN PENELITIAN
YANG BERKUALITAS
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
KEMENTERIAN PERTANIAN
2015
ARAZ MEILIN
Outline
• Pengantar
• Penyusunan Proposal Penelitian
• Penyusunan Laporan Penelitian
DEFENISI (Dalam Perka LIPI no.06/E/2013)
• Penelitian adalah kegiatan yang dilakukan menurut
kaidah dan metode ilmiah secara sistematis untuk
memperoleh informasi, data, dan keterangan yang
berkaitan dengan pemahaman dan pembuktian
kebenaran atau ketidakbenaran suatu asumsi dan/atau
hipotesis di bidang iptek serta menarik kesimpulan ilmiah
bagi keperluan kemajuan iptek;
• Pengembangan adalah kegiatan iptek yang bertujuan
memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang
terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi,
manfaat, dan aplikasi iptek yang telah ada, atau
menghasilkan teknologi baru.
4
Sumber
Pengetahuan
Authority and
Tradition
Postulate
Self-Evident
Truth
Case Studies
Myth and
Superstition
Common
Sense
Personal
Experience
Science
M.S Dewi 2007Apa saja yang harus dipikirkan
sebelum melaksanakan
• Apa (
what
) yang menjadi masalah penelitian?
• Mengapa (
why
) itu penting dilakukan?
• Bagaimana (
how
) penelitian itu akan dilakukan?
• Kapan (
when
) penelitian itu akan dilakukan?
• Sumberdaya (
resources
) apa yang diperlukan?
• Topik penelitian atau masalah penelitian harus
didefinisikan secara jelas dan spesifik.
• Masalah penelitian harus bersifat researchable,
artinya secara teoritis dapat dipecahkan dalam
penelitian.
• Masalah penelitian harus bersifat manageable,
artinya secara teoritis pelaksanaan penelitian dapat
tertangani dengan baik.
Apa (What
)
Mengapa (
Why
)
•
Harus dapat dijelaskan secara baik bahwa penelitian tersebut
penting dilakukan.
•
Tolok ukur penting tidaknya suatu penelitian dapat dilihat
dari faktor-faktor sebagai berikut:
– Adanya kontribusi pada pengembangan keilmuan
– Adanya nilai tambah ekonomi, sosial, dan budaya
– Adanya kontribusi pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat dan kemanusiaan
• Harus dapat dijelaskan secara baik bagaimana
penelitian tersebut akan dilaksanakan.
• Rencana pelaksanaan penelitian harus dapat
dirumuskan secara jelas, antara lain yang terkait
dengan hal-hal sebagai berikut:
– Metode penelitian
– Tahapan penelitian
– Hasil yang diharapkan
Bagaimana (How)
•
Waktu pelaksanaan penelitian harus direncanakan dengan baik,
terutama penelitian yang memerlukan akuisisi data di lapangan.
•
Perlu dibuat time schedule yang tepat, terutama yang terkait
dengan tahapan:
– Akuisisi data
– Pemrosesan data
– Interpretasi data
– Pelaporan/publikasi/presentasi
Kapan (When)
•
Dalam kaitannya dengan sifat penelitian yang harus
researchable dan manageable, perlu dirumuskan dengan
jelas sumberdaya yang diperlukan
•
Sumberdaya tersebut diantaranya meliputi:
– Sumber daya manusia (peneliti, pembantu peneliti)
– Fasilitas penelitian (peralatan, ruangan, pustaka)
– Dukungan dana (penelitian memang mahal)
– Dukungan networking (dalam dan luar negeri)
1. Memiliki tujuan yang jelas, berdasarkan pada permasalahan
tepat.
2. Menggunakan landasan teori yang tepat dan metode
penelitian yang cermat dan teliti.
3. Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.
4. Dapat didukung (diulang) dengan menggunakan riset-riset
yang lain, sehingga dapat diuji tingkat validitas dan
reliabilitasnya .
5. Memiliki tingkat ketepatan dan kepercayaan yang tinggi
6. Bersifat obyektif, artinya kesimpulan yang ditarik harus
benar-benar berdasarkan data yang diperoleh dilapangan
7. Dapat digeneralisasikan, artinya hasil penelitian dapat
diterapkan pada lingkup yang lebih luas
– Informasi Pengganti Yang Tidak Tepat
– Kesalahan Penentuan Pengukuran
– Kesalahan Penentuan Populasi
– Kesalahan Penentuan Sampling
– Kesalahan Analisa Data
– Kesalahan Seleksi Responden
– Kesalahan Pertanyaan
– Kesalahan Pencatatan
– Pemalsuan Data
– Ketidakmampuan Responden
– Ketidakmauan Responden
PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA
– PENELITIAN MURNI
Penelitian untuk memahami permasalahan
secara lebih mendalam atau untuk
mengembangkan teori yang sudah ada.
– PENELITIAN TERAPAN
Penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
informasi yang digunakan untuk memecahkan
masalah.
METODE PENELITIAN
• Experimental
– Memanipulasi variabel – Kondisi terkontrol
– Cause & effect relationship
• Korelasi (Correlation)
– Tidak ada manipulasi variabel
– Memahami hubungan (lewat statristik)
• Observasi (natural observation)
– Memantau subject/phenomena secara alami
• Survey
– Koleksi data lewat interview/kuetionair
– Ingin mengetahui data yang sangat susah diobservasi langsung – Menilai perilaku, pandangan, opini
• Studi kasus (case study)
– Pengamatan seara mendalam melalui berbagai sumber referensi atas object tertentu – Menggabungkan observasi, survey, secodnary data
Usul penelitian yang diajukan oleh seseorang atau suatu
badan/ perusahaan/ organisasi untuk menghasilkan suatu
output tertentu atau memberikan jasa penelitian kepada
sponsor/ pendukung
Tujuan dari proposal
1. Untuk merumuskan masalah apa yang akan diteliti dan
mengapa masalah tersebut penting
2. Untuk mengkaji upaya penelitian-penelitian lain yang
telah dilakukan penelitian dalam masalah serupa
3. Untuk menguraikan jenis data yang diperlukan dalam
penyelesaian masalah dan bagaimana metode
pengumpulan data, pengolahan data, dan
Menurut jenisnya, proposal penelitian dapat
dibedakan menjadi:
• Internal
Manfaat Proposal Bagi Peneliti
1.
Persamaan persepsi permasalahan: persamaan persepsi
permasalahan antara atasan peneliti dan peneliti merupakan hal
yang sangat penting sebelum penelitian dijalankan.
2.
Orientasi penelitian keseluruhan: penulisan proposal penelitian
membuat peneliti harus berfikir secara kritis tentang seluruh
aspek penelitian sebelum penelitian dilaksanakan.
3.
Pedoman pelaksanaan penelitian: pedoman penelitian yang
telah disetujui dapat digunakan sebagai peedoman pelaksanaan
penelitian.
4.
Kejelasan kegiatan penelitian: dengan menggunakan proposal
yang baik, maka kegiatan penelitian yang akan dilakukan
Manfaat Proposal Bagi Peneliti
5.
Kemudahan evaluasi penelitian: proposal yang baik akan
memudahkan evaluasi penelitian yang diusulkan bagi peneliti
maupun pihak lain yang terkait.
6.
Proteksi pelaksanaan penelitian: proposal yang sudah disusun
dan disetujui oleh berbagai pihak yang terkait dapat menjadi
pelindung peneliti dari permintaan perubahan kegiatan penelitian.
7.
Persetujuan peneliti dan atasan peneliti: dari proposal yang telah
disetujui, dapat diketahui batasan sejauh mana informasi yang
akan diperoleh atasan peneliti
Manfaat Proposal Bagi Atasan Peneliti
1.
Jaminan kualitas peneliti: proposal dapat menjadi jaminan bahwa
peneliti sudah mengetahui dengan benar tentang masalah yang
dihadapi
2.
Persetujuan metode penelitian: jika atasan peneliti tidak sependapat
dengan metode penelitian, maka atasan peneliti dapat memberikan
saran kepada peneliti tentang metode dan teknik yang lebih tepat
untuk dipergunakan dalam penelitian.
3.
Kendali penelitian: proposal dapat digunakan sebagai kendali
pelaksanaan penelitian, sehingga manajer akan dapat memperoleh
hasil penelitian den menggunakan metode dan teknik sesuai dengan
yang tertulis di proposal.
4.
Prioritas penelitian: proposal akan membantu manajemen dalam
melakukan penyusunan nilai relatif dari masing-masing usulan
penelitian sehingga dapat disusun preferensi penelitian.
5.
Penilaian informasi: nilai informasi yang disebutkan dalam proposal
akan membantu dalam penyusunan anggaran penelitian
Struktur proposal penelitian (1)
1. Halaman judul: Judul penelitian sebaiknya disusun ringkas-padat dan menarik
2. Ringkasan eksekutif (Executive summary): Salah satu bentuk lain dari usulan penelitian yang disajikan secara singkat dan padat, sehingga
memungkinkan bagi para sponsor/pemberi dana untuk mengetahui maksud dari tujuan secara cepat dan tepat.
3. Latar belakang: Uraian singkat mengenai “lingkungan” di seputar masalah yang akan diteliti.
4. Rumusan masalah: Bagian ini harus diperhatikan agar suatu permasalahan dapat diuraikan dengan baik, sehingga dapat ditangkap dan dimengerti oleh pembaca dengan jelas.
SUMBER PERMASALAHAN DALAM PENELITIAN:
1. Bersumber dari kehidupan sehari-hari.
•
Adanya penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
•
Terdapat penyimpangan antar rencana dan kenyataan
•
Terdapat pengaduan
•
Adanya persaingan
2. Bersumber pada buku atau penelitian sebelumnya
•
Untuk penyempurnaan
•
Untuk verivikasi
Permasalahan yang baik:
1. Bermanfaat
2. Dapat dilaksanakan
1. Kemampuan teori dari peneliti
2. Waktu yang tersedia
3. Tenaga yang tersedia
4. Dana yang tersedia
5. Adanya faktor pendukung
6. Tersedianya Data
7. Tersedianya ijin dari pihak yang berwenang
3. Adanya Faktor Pendukung
1. Tersedianya Data
Beberapa hal yang harus diperhatikan
dalam merumuskan masalah
1. Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan
tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda
2. Rumusan masalah hendaknya dapat
mengungkapkan hubungan antara dua
variabel atau lebih.
3. Rumusan masalah hendaknya dinyatakan
dalam kalimat tanya
Beberapa kesalahan yang terjadi dalam
memilih permasalahan penelitian:
• Permasalahan penelitian tidak diambil dari akar
masalah yang sesungguhnya
• Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai
dengan kemampuan peneliti baik dalam
penguasaan teori, waktu, tenaga dan dana.
• Permasalahan yang akan dipecahkan tidak sesuai
dengan faktor-faktor pendukung yang ada.
PEMBATASAN MASALAH:
• Agar penelitian dapat
mengarah ke inti masalah
yang sesungguhnya maka
diperlukan pembatasan
penelitian sehingga
penelitian yang dihasilkan
menjadi lebih fokus dan
tajam
Permasalahan secara umum Pembatasan Inti MasalahStruktur proposal penelitian (2)
5. Tujuan penelitian: Bagian ini menjabarkan secara jelas apa saja yang akan direncanakan untuk dilakukan dalam usulan penelitian.
6. Tinjauan pustaka: Bagian ini melihat kembali semua penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya ataupun yang sedang dilakukan, yang memiliki
hubungan dengan penelitian yang akan dilakukan
7. Manfaat penelitian: Penekanan pentingnya dilakukan penelitian ini dapat dijabarkan dalam bagian ini.
8. Desain penelitian: Bagian ini menggambarkan apa yang akan dilakukan oleh peneliti dalam terminologi teknis (Bagian ini menjelaskan metode yang
digunakan untuk menjawab masalah secara detil yang meliputi variable yang diteliti, desain riset yang digunakan, teknik pengumpulan data, teknik
analisa data dan interpretasi data, cara analisa, penafsiran dan penyimpulan hasil penelitian)
Struktur proposal penelitian (3)
9. Kualifikasi penelitian: Latar belakang peneliti (Pengungkapan nama Peneliti Utama sebagai Penanggung Jawab, anggota tim-peneliti /penyuluh lengkap dengan jabatan fungsional dan background ilmunya serta staf pendukung (teknisi, laborant, analis, dll).
10. Anggaran: Bagian ini sangat diperlukan dalam rangka pendanaan penelitian (tuliskan perkiraan biaya penelitian dengan rinci dan mengacu pada format tertentu yang berlaku dalam menentukan besarnya poin-poin yang harus dibayai) .
11. Jadwal: Bagian ini dibuat untuk memperlihatkan gambaran mengenai kapan dan berapa lama jangka waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap langkah dalam penelitian (Jadwal penelitian sebaiknya ditulis secara rinci mulai dari persiapan, penyusunan instrumen penelitian, pelaksanaan dilapangan dan di laboratorium (kalau ada), pengambilan data, pengolahan dan analisa data serta penulisan laporan penelitian)
Struktur proposal penelitian (4)
12. Daftar pustaka: Semua kegiatan penelitian memerlukan referensi atau kepustakaan dari banyak sumber
13.Lampiran: Ditujukan untuk memuat hal-hal yang perlu dijelaskan dalam penelitian
Faktor yang perlu diperhatikan agar suatu proposal
dapat mendapat perhatian sponsor/pemberi dana
1. Proposal harus ditampilkan secara rapi, terstruktur,
terorganisasi.
2. Topik utama dari proposal dapat ditemukan dan dipahami
dengan cepat dan mudah
Untuk pengembangan setiap proposal, perlu dilakukan evaluasi secara
baik dengan evaluasi sebagai berikut:
Format laporan menggambarkan secara umum bagaimana penyajian laporan penelitian
Secara umum, laporan penelitian berisi:
Untuk penyesuaian format terhadap tingkat formalitas, dapat dilihat pada tabel berikut
Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (1)
1.Halaman Judul: bagian ini meliputi judul laporan, kepada siapa laporan tersebut dibuat, dengan siapa laporan tersebut dikerjakan, dan tanggal presentasi
2.Halaman pengiriman: bagian ini hanya terdapat pada laporan semi formal/ resmi dan formal saja. Tujuannya adalah untuk mengirimkan laporan kepada si penerima.
3.Lembar pengesahan: bagian ini untuk mengesahkan penelitian, siapa yang bertanggung jawab dalam penelitian tersebut, dan sumber data yang
Bagian-bagian dari suatu laporan umumnya memiliki format sebagai berikut: (2)
4.Daftar isi: bagian ini harus mencakup bagian dan subbagian laporan dengan diberi nomor halamannya. Bila ada gambar atau tabel, perlu juga dimasukkan dalam Daftar Gambar atau Daftar Tabel.
5.Ringkasan: bagian ini menjelaskan secara jelas tentang mengapa penelitian tersebut dilakukan, masalah penelitian apa yang diteliti, apa hasilnya, dan langkah apa yang selanjutnya perlu diambil.
6.Isi: bagian ini merupakan bagian terbesar dalam laporan. Pada subbagian penjelasan metodologi, ada lima hal yang perlu dibahas:
a. Desain Penelitian
b. Metode pengumpulan data c. Desain sampel
d. Kerja lapangan e. Analisis
Sedangkan cakupan masing-masing bab
dalam isi adalah:
a. Pendahuluan: terdiri atas uraian mengenai Latar Belakang Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan Penelitian
b. Studi Pustaka: mengidentfikasi secara cermat semua teori dan studi empiris sebelumnya yang relevan dengan topik penelitian
c. Metodologi: menjelaskan kronologis penelitian, termasuk, cara pengumpulan data, macam data, alat analisis, dan model yang
digunakan, Analisis data: menyajikan hasil-hasil utama penelitian yang mengikuti metodologi yang telah digariskan.
d. Kesimpulan & Implikasi: menyajikan pernyataan apa penemuan penelitian ini dan tindak lanjutnya.
e. Daftar Pustaka
f. Lampiran: berisikan bahan-bahan yang mendukung dan bermanfaat
Menulis konsep pertama sering kali menjadi kesulitan yang dihadapi pada penulisan sebuah laporan penelitian.
1. Konsolidasikan waktu.
2. Jika ditemui kesulitan untuk memulai, letakkan pena di atas kertas dan tuliskan semua yang ada dalam benak anda.
3. Jangan melakukan revisi dan koreksi yang berlebihan pada konsep pertama. 4. Gunakan tape recorder bila memang dapat membantu anda sebelum anda
menuliskannya di atas kertas
Revisi
Hal yang paling penting dalam pemeriksaan tulisan adalah objektivitas. Salah satu caranya adalah menyingkirkan draft yang telah dibuat sebelum
merevisinya. Cara yang lain adalah meminta orang lain untuk membaca, dan mendorongnya untuk memberikan saran
Tujuan utama revisi adalah untuk menghilangkan masalah ketidakjelasan (vagueness).
Empat kriteria revisi dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Periksa tulisan agar mudah dibaca
2. Revisi tata bahasa dan ejaan 3. Evaluasi kelayakan
Referensi
Dengan adanya referensi, maka menunjukkan bahwa tulisan yang disusun tidak seluruhnya merupakan gagasan sendiri, tetapi merupakan gagasan, informasi, dan bukti dari orang lain. Hal tersebut adalah kekuatan dan bukan kelemahan, karena bila memang orang lain telah melakukan penelitian atau memiliki pemikiran yang berharga, maka tidak perlu ragu untuk menjadikannya referensi.
Referensi memungkinkan pembaca untuk menyelidiki sumber yang sama untuk mereka gunakan, sehingga pembaca tanpa kesulitan mampu
melacak sumber yang Anda gunakan di perpustakaan.
Adanya referensi juga untuk menghindari tuduhan penjiplakan atau plagiarisme, dan juga membantu meningkatkan nilai akademik seperti pertukaran pengetahuan, dengan cara menunjukkan sumber yang ada kepada pembaca dan menghargai ilmu pengetahuan dengan mengakui pemikiran orang lain.