74 BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Identitas yang dimiki oleh seseorang atau kelompok baik di peroleh secara primodial dan yang diperoleh dari kontruksitivisme dan instrumentalisme identitas yang di miliki atau yang ada di lingkungan masyrakat sekitanya. Dimana identitas ini sering dimanfaatkan sebagai suatu kepentingan politik. Dalam hal ini identitas agama dan etnis seringkali di kontruksi dan di instrumenkan sesuai keadaan dan tujuan para elit politiku atau tim pemenangan dalam kontestasi Pemilu untuk memperoleh dukungan masyrakat.
Pada Pelaksanaan Pilkada Kota Mataram tahun 2015 kemenangan Ahyar-Mohan menunjukkan bahwa masih adanya upaya kontrukstivisme politik identitas dalam kontestasi pemilu dan upaya membangun penggunaan identitas agama dan etnis dalam bentuk pernyataan di media masa maupun berbagai bahan kampanye yang digunakan seperti foto maupun vidio dengan memnonjolkan identitas yang dimiliki oleh pasangan calon sebagai alat dalam memobilisasi suara masyrakat berupa lagu dan video klip menggunakan bahasa Sasak berlatar Masjid oleh penyanyi lokal. Selain itu menyebarkan status-status di media sosial dengan #MentaramAMAN (Mentaram adalah penyeburan kata Mataram bagi penduduk asli Mataramm/Sasak)
Sasak dengan Tetapi peranan sentimen agama dan etnis pemilih relatif sedang, karna masyrakat masih menjaga kemanan dan keharmonisan dalam
75
lingkungan masyrakat dan tidak terpengaruhi oleh isu-isu yang dapat mengganggu keamanan masyrakat, dimana hal tersebut hanya dapat mempengaruhi masyarakat yang masih tradisional sedangkan pemilih yang mulai memahami politik lebih melihat visi-misi dan kinerja yang dimiliki oleh pasangan calon sesuai dengan hati nuraninya.
Dalam Pilkada Kota Mataram tahun 2015 dalam pemenangan Ahyar-Mohan selain konstruktivitsme Politik identitas adapun Instrumentaslisme politik identitas yang digunakan sebagai setrategi politik oleh tim pemenangan maupun relawan pasangan calon yang menjadikan identitas etnik dan agama yang dapat mempengaruhi prilaku pemilih, maka akan dijadikan alat untuk memenangkan pasagan calon yang diusungnya. Dalam hal ini tidak bisa dipungkiri pasangan Ahyar-Mohan masih memanfaatkan agama dan etnik yang mayoritas sebagai alat politik untuk memobilisasi dukungan mayoritas yang ada di Kota Mataram seprti atribut-atribut kampanye yaitu baju yang bertuliskan bertuliskan “Ustadz Jilid 2, Bang aji AMAN Saja Bro !!” selain itu dari penggunaan bahasa sasak yaitu “Lanjutkan AMANIN Kota Mentaram “ selain itu berupa lagu dan vidio klip yang
menggunakan bahasa sasak, baju adat sasak yaitu lambung, dan juga penggunaan sorban sebagai identitas masyrakat muslim yang dinyanyikan langsung oleh Ahyar Abduh sebagai pasangan calon dalam Pilkada Kota Mataram Tahun 2015 dengan menginstrumenkan identitas-identitas yang dimilki untuk memobilisasi dukungan masyarakat. Namun elit politik tidak mempermasalahkan hal tersebut selama tidak menganggu atau menjatuhkan pasangan calon atau kelompok tertentu. Namun identitas etnik dan agama tidak terlalu berpengaruh karna adanya
76
pengetahuan masyrakat untuk memilih pemimpin secara rasional bukan hanya melihat dari segi etnik atau agama yang dimiliki.
5.2 Saran
Dalam konteks daerah yang melaksanakan Pilkada dengan masyrakat yang beranekaragam maka pemerintah mempunyai peran besar untuk menjaga stabilitas keamanan agar tidak terjadi konflik di masyarakat. Penulis mengharapkan kepada setiap pasangan calon yang berpartisipasi dalam Pilkada dapat menciptakan persaingan yang sehat antar pasangan calon dan mengelola isu yang ada di masyrakat dengan baik, tidak saling menjatuhkan satu sama lain dan tidak menciptakan perpecahan di masyrakat dalam menjalankan pesta demokrasi. Pengelolaan secara baik diperlukan, sebab dari penelitian yang penulis lakukan masih menunjukkan masih ada upaya kalangan elit politik menggunakan identitas agama dan etnik dalam memobilisasi dukungan masyrakat. Penggunaan identitas agama dan etnis secara umum membahayakan bagi perkembangan budaya politik dan demokrasi. Namun pengelolaan isu-isu secara etis dalam arena demokrasi dapat saja dilakukan dalam berbagai peristiwa demokrasi lokal. Selain itu penting adanya pedidikan politik bagi masyrakat untuk memberikan pandangan kepada masyarakat agar politik identitas ini benar-benar hilang dalam tatanan sosial politik masyarakat dan masyrakat tidak lagi memilih karna kesamaan identitas saja melaikan menjadi pemilih yang rasional.
xix
DAFTAR PUSTAKA
Adi Pratiwi, Melinda. 2017. Politik Identitas Dalam Perspektif Politisi Tionghoa Surabaya (Studi Kasus DPRD Kota Surabya). (Skripsi) Diakses melalui http://digilib.uinsby.ac.id (03/9/19)
Adrian, Fikri. 2013. Identitas Etnis Dalam Pemilihan Kepala Daerah (Studi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Tahun 2012). (Skripsi), Diakses melalui http://repository.uinjkt.ac.id (03/09/19)
Budiardjo, Miriam. 2006. Dasar-Dasar Ilmu Politik, Jakarta: PT. Gramedia Emzir. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif: Analisisis Data, Jakarta: Rajawali
Pers.
Faisal, Sanapiah. 2007. Format-Format penelitian Sosial, Jakarta: Raja Grafindo Persada
Haboddin, Muhtar. 2012. Menguatnya Politik Identitas Di Ranah Lokal. Jurnal Studi Pemerintahan Universitas Barawijaya, Vol. 3, No. 1, Diakses melalui http://journal.umy.ac.id (19/09/19)
Larana, Enrique dan Gusfield, Joseph R. 1994. Identities, Grievances and New Social Movements. Philadelphia: Temple University Press.
Pamungkas, Arie Setyaningrum. 2005. Memetakan Lokasi Bagi ‘Politik Identitas’ Dalam Wacana Politik Poskolonial. Jurnal Mandatory Politik Perlawanan. Hal 19 Diakses melalui https://scholar.google.co.id (08/09/19)
Ryanto, Nasrullah. 2006. Proses Pembentukan Identitas Sosil Masyrakat Eropa: Sebuah Pendekatan Psikologi Politik. (Tesis), Diakses melalui http://repository.uinjkt.ac.id (06/09/19)
Sari, Endang. (2016). Kebangkitan Politik Identitas Islam Pada Arena Pemilihan Gubernur Jakarta. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanudin. Vol 2, No 2. Diakses melalui http://journal.unhas.ac.id (08/09/19)
Sony.(2019). Peta Politik Identitas Di Indonesia: Studi Terpilihnya K.H. Ma'ruf Amin Sebagai Bakal Cawapres Bakal Capres Inkumben Joko Widodo Pada Pilpres 2019. Jurnal Renaissance. Vol. 4, No.1, Hal 443-445. Diakses melalui https://www.academia.edu (06/09/19)
xx
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih, 2006. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,cet kedua.
Surbakti, Ramlan. 1999. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Widya Pustaka Utama.
T. Ishiyama, John . dan Breuning, Marijke, ed. Ahmad Fedyani Saifuddin (terj.). (2013). Ilmu Politik dalam Paradigma Abad Kedua Puluh Satu. Jakarta: Kencana Preneda Media.
Usman Jayadi. 2017. Bentuk, Fungsi, Dan Makna LelekaQ Sasak Sebagai Media Kampanye, Jurnal Cendekia. Vol. 11 No. 1, Hal 105-116. Diakses mealui https://jurnal.uns.ac.id (11/01/2020).
Widayanti, Titik. (2009). Politik Subalter: Pergulatan Identitas Waria. UGM. Yogyakarta
Zainuddin, Fitria Hafsari. (2017). Pilkada Dan Politik Multikulturalisme Di Luwu Timur (Studi Terhadap Kemenangan Thoriq Husler Dalam Pilkada Serentak 2015). (Skripsi). Diakses melalui http://repositori.uin-alauddin.ac.id (04/09/19).
Zarfandy, Irfan. 2016. Pengaruh Plitik Identitas Terhadap Pemilian Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2013. (Skipsi). Diakses melalui http://repository.uinjkt.ac.id (04/09/19).
Website-Website
Baju Dukungan Sentimen Agama Dan Etnis Pasangan Calon Ahyar-Mohan Diakses melalui https://web.facebook.com (04/01/20).
Berita Pilkada Tahun 2015. Diakses melalui Https://Kpud-Ntbprov.Go.Id (10/01/20).
Hasil Perolehan Suara Masing-Masing Pasangan Calon Pada Pilkada Kota Mataram Tahun 2015. Diakses melalui https://pilkada2015.kpu.go.id (17/01/20)
Letak Geogrfis Kota Mataram. Diakses melalui http://ppsp.nawasis.info (09/0120) Partai Pengusung Pasangan Calon Dan Peolehan Suara Pada Pilkada Kota
Mataram Tahun 2015. Diakses melalui https://pilkada2015.kpu.go.id (09/01/20).
xxi
Pernytaan Dalam Bentuk Status Oleh Relawan AMAN Dalam Media Sosial Fecbook #Mentaramaman. Diakses melalui https://web.facebook.com (10/01/20).
Potongan Gambar Penggunaan Sentimen Agama Dan Etnis Dalam Vidio Klip Lagu Kampanye Yang Berjudul Ahyar-Mohan. Diakses melalu Https://Youtu.Be/Zglokakta4a (11/01/20).
Potongan Gambar Penggunaan Sentimen Agama Dan Etnis Dalam Vidio Klip Lagu Kampanye Yang Berjudul Matur Tampiasih. Diakses melalui Dari Https://Youtu.Be/H4choh-Go-C (10/01/20).
Total Populasi Di Kota Mataram Pada Sensus Penduduk Tahun 2010 Berdasarkan Data BPS. Diakses melalui https://www.bps.go.id (10/09/19)
Undang-Undang
Pasal 29 Undang-Undang Tahun 1945 Tentang Kebebasan Beragama. Diakses Melalui http://pemerintahandiindonesa.blogspot.com (11/01/20)
Lampiran Dokumentasi
Wawancara dengan Bapak Muhammad Ahyar Wawancara dengan Bapak Jana Hamdiana dan Dokuemtasi dengan Jajaranya