1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian
AIESEC kini adalah organisasi kepemudaan tersebesar di dunia yang mengembangkan potensi kaum muda di 120 negara & wilayah, di lebih dari 2000 universitas dan 70.000 lebih member yang aktif. Selama lebih dari 70 tahun, sejak didirikan setelah perang dunia II, AIESEC telah memberikan kesempatan kepada pemuda untuk mengembangkan keterampilan dan membentuk kepribadian mereka untuk menjadi seorang pemimpin yang dibutuhkan oleh dunia. Hal ini menjadi sangat nyata dan mungkin karena adanya hubungan permanen anggota AIESEC di seluruh dunia, dengan menciptakan jaringan komunikasi dan tolong-menolong yang melampaui batas budaya.
1.1.1 Visi Dan Misi a. Visi
AIESEC hadir untuk mencapai perdamaian dan pemenuhan potensi manusia b. Misi
1. AIESEC memberikan anggotanya pengalaman dan pengembangan terintegrasi yang berdasarkan kepemimpinan
2. AIESEC menyediakan program pelatihan internasional untuk para anggotanya
3. AIESEC menyediakan program untuk para anggotanya bisa berpartisipasi dalam lingkungan belajar yang global
1.1.2 Sejarah Singkat
AIESEC didirikan di atas visi persahabatan dan persatuan – a vision of unified Europe. Ini merupakan dasar Uni Eropa, yang didirikan untuk memastikan Eropa tidak akan pernah lagi tercepah oleh perang dan perselisihan. AIESEC didirikan oleh para pemuda yang mencari solusi untuk masalah yang sama. Tujuannya adalah untuk memastikan perdamaian dengan saling memahami dan mengerti budaya dan negara lain.
Ide ini muncul pada tahun 1948, ketika mahasiswa di seluruh eropa memberbicarakan tentang program untuk memfasilitasi cross cultural exchange seperti saat mereka melakukan magang di luar negeri, walaupun itu hanya sebatas
2 inisiatif mereka sendiri. Namun, dengan pergolakan perang dunia II, pertukaran ini terhenti secara tiba-tiba. Tak lama setelah perang yang telah menodai hubungan dan kepercayaan negara-negara eropa sudah berakhir, disaat eropa sedang hancur dan berjuang, AIESEC didirikan.
Pendiri AIESEC merupakan mahasiswa dari tujuh negara: Denmark, Prancis, Finlandia, Belgia, Swedia, Norwegia, dan Belanda. Pada bulan maret 1949, konferensi internasional pertama diadakan untuk membahas modus operasi dan tujuan perjuangan dari AIESEC.
Sampai detik ini AIESEC dengan program-programnya seperti Global Volunteer, Global Talent, dan Global Entrepreneur masih mengirim individu yakni pemuda ke luar negeri untuk memperluas cakrawala mereka dan mempertajam pemahaman mereka tentang budaya yang berbeda. Sejak tahun pertama keberadaan AIESEC, dimana 89 pemuda melakukan pertukaran (exchange) di antara negara-negara anggota, kini jumlahnya meningkat secara eksponensial.
1.2 Latar Belakang
Organisasi AIESEC adalah organisasi kepemudaan yang memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk perdamaian dunia dengan cara menanamkan nilai-nilai yang jelas kepada anggotanya. AIESEC Global Committeees berada di Rotterdam dan terdiri dari 21 anggota yang mengawasi kegiatan semua komite di seluruh dunia. Di tingkat nasional, the Member Committeees bertanggung jawab untuk menyelenggarakan lebih dari 500 pelatihan dan konferensi pengembangan kepemimpinan setiap tahunnya.
Local Committeee tempat para pemuda untuk mengambil langkah pertama dalam organisasi AIESEC ini, dengan menjadi anggota tim (Team Members) , pemimpin tim (Team Leaders) , atau Wakil Presiden (Vice Presidents) di setiap departemen di Local Committee. Disini mereka belajar bagaimana bertindak sesuai dengan Six Core Valuess in AIESEC atau AIESEC Values (Striving for Excellence, Demonstrating Integrity, Activating Leadership, Acting Sustainably, Enjoying Participation, Living Diversity)
Ketika anggota baru memulai perjalanan mereka sebagai anggota tim (Team Members), mereka mengambil tanggung jawab atas posisi mereka dengan belajar bekerja dalam tim dan membiasakan diri dengan tugas yang didapatkannya. Di sisi
lain, ketua tim (Team Leaders) memiliki tanggung jawab untuk mendelegasikan tugas dan membuat anggotanya sadar akan peran mereka dalam tim, melacak pencapaian mereka dan yang paling penting, megintegrasikannya dalam Local Committeee. Wakil Presiden (Vice Presidents) bertugas untuk mengoordinasikan operasi di daerahnya, tetapi yang paling penting adalah, mereka harus memberikan kesempatan kepada anggotanya berupa pengalaman yang luar biasa.
Budaya organisasi ialah suatu budaya yang dimiliki oleh sebuah organisasi. Budaya organisasi, berdasarkan penelitian Najih (2013) menurutnya ialah budaya tidak hanya sekedar perilaku atau kebiasaan yang relatif atau perilaku rata-rata melainkan menjadi karakteristik yang unik dari sebuah organisasi. Selanjutnya budaya organisasi juga dilihat sebagai nilai-nilai yang harus terapkan dan ditanamkan kepada anggota demi tercapainya tujuan organisasi. Dari pendapat ini, nilai-nilai jelas yang disebutkan pada pargraf sebelumnya yaitu AIESEC values bisa dikatakan sebagai budaya organisasi karena ini merupakan nilai-nilai unik yang hanya dimiliki oleh AIESEC dan nilai-nilai ini menjadi karakteristik unik yang menjadi tujuan awal AIESEC untuk menanamkannya kepada anggota organisasi sehingga dengan cara ini AIESEC bisa mencapai tujuannya yaitu harapan akan perdamaian dunia.
AIESEC values pun dilihat sebagai budaya organisasi dalam penelitian yang dilakukan oleh Raden (2008), disebutkan AIESEC values sebagai nilai-nilai inti budaya organisasi, yang mana AIESEC values dijadikan sebagai variabel X dalam penelitian ini. Dari kedua pernyataan penelitian tersebut, maka AIESEC values bisa juga disebut sebagai Budaya Organisasi AIESEC Values. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dalam organisasi AIESEC sendiri budaya organisasi AIESEC values menjadi nilai-nilai penting yang harus ditanamkan demi tercapainya tujuan organisasi.
Pentingnya sebuah organisasi dalam mencapai tujuannya disampaikan oleh pendapat Wright (dalam Arni Muhammad, 1989 : 24), yang berpendapat bahwa organisasi ialah sebuah sistem terbuka dari kegiatan yang disinkronisasikan oleh dua orang atau lebih dengan tujuan untuk mencapai tujuan yang telah disepekati bersama. Dari pendapat ini sudah jelas bahwa sebuah organisasi ada demi mencapai suatu tujuan. Sedangkan salah satu tujuan AIESEC demi mencapai perdamaian dunia ialah dengan menyampaikan Budaya Organisasi AIESEC
4 Values kepada anggota-anggotanya, maka dari itu komunikasi bisa menjadi kunci untuk mencapai keberhasilan tersebut.
Komunikasi sendiri memiliki definisi dan makna yang berbeda tergantung dari ruang lingkup pembahasannya. Pengertian komunikasi menurut Kafried Knapp (dalam Suryanto, 2015: 52), komunikasi terjadi karena adanya interaksi antarpribadi secara verbal maupun non-verbal, baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media. Selanjutnya Alo Liliweri (2011), mendefinisikan komunikasi sebagai aktivitas atau tindakan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan sebuah pesan. Pendapat lainnya disampaikan oleh Harold D. Laswell yang melihat komunikasi sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan: Who, Say what, In which chanel, to whom, with what effect. Kemudian pendapat ini disebut juga sebagai formula Laswell (Effendy, 1993: 256). Inti dari pendapat Laswell mencakup unsur-unsur komunikasi, yaitu adanya individu sebagai penyampai pesan (komunikator), pesan yang harus disampaikan, media sebagai alat penyampaian pesan, audience/penerima pesan (komunikan) dan efek yang diharapkan.
Dari ketiga pendapat ahli tersebut pengertian komunikasi dapat diartikan secara sederhana sebagai kegiatan penyampaian pesan dengan tujuan menyamakan makna dari seseorang ataupun organisasi (komunikator) terhadap audience/anggota organisasi itu sendiri (komunikan). Yang mana pernayataan dari pendapat ahli ini sejalan dengan lingkup pembahasan pada penelitian ini tentang komunikasi bisa menjadi alat penyampaian pesan budaya organisasi AIESEC values terhadap anggotanya demi tercapai tujuan organisasi AIESEC itu sendiri.
Komunikasi di dalam organisasi pun banyak ahli yang memiliki definisinya masing-masing. Adapun pendapat ahli mengenai komunikasi organisasi yang mendukung penelitian ini ialah menurut Pace & Faules (2010:13) tentang komunikasi organisasi sebagai penafsiran pesan antar unit komunikasi yang ada di dalam suatu organisasi itu sendiri, yang mana unit ini terhubung satu sama lain dalam hierarki organisasi itu sendiri. Goldhaber (dalam Arni Muhammad, 1989: 67) pun memiliki definisi yang serupa, yaitu komunikasi organisasi menjadi sistem penciptaan pesan yang saling bertukar dalam jaringan hubungan dan ketergantungan satu sama lainnya. Dari kedua pendapat ahli ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa komunikasi organisasi dilihat sebagai alat untuk penyampaian pesan antar divisi dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
Dalam komunikasi organisasi pun pesan yang ingin disampaikan bisa dalam beberapa cara yang disebut sebagai arus komunikasi organisasi. Arus komunikasi organisasi yang didefinisikan oleh Pace & Faules (2010:183-201) memiliki tiga jenis yaitu, komunikasi ke atas, komunikasi ke bawah, dan komunikasi horizontal. Selanjutnya ini yang akan menjadi indikator variabel X dalam penelitian.
Ada tiga penelitian sebelumnya yang menggunakan komunikasi organisasi sebagai variabel X dengan variabel Y nya yang berbeda-beda. Pertama penelitian yang dilakukan oleh Dwi Agung Nugroho Arianto (2015) dengan judul “Pengaruh Komunikasi Organisasi dan Kompensasi Terhadap Semangat Kerja Karyawan” mendapatkan hasil komunikasi organisasi positif terhadap semangat kerja karyawan. Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Ervingka Rahma Yunisiyah Subrata (2017) dengan judul “Pengaruh Komunikasi Organisasi terhadap Knowledge Sharing dan Kinerja Karyawan” mendapatkan hasil bahwa komunikasi organisasi berpengaruh positif terhadap knowledge sharing. Dan penelitian ketiga yang dilakukan oleh Osman Yildirim (2014) dengan judul “The Impact of Organizational Communication on Organizational Citizenship Behavior” penelitian ini pun mendapatkan hasil bahwa komunikasi organisasi berpengaruh positif terhadap perilaku organisasi kewarganegaraan.
Dari hasil penelitian yang sudah dijabarkan pada paragraf sebelumnya dapat dilihat bahwa dari ketiganya menggunakan komunikasi organisasi sebagai variabel X terhadap variabel Y nya yang berbeda-beda tetapi semuanya menunjukan hasil yang signifikan ataupun positif. Maka dari itu penelitian kali ini menggunakan komunikasi organisasi sebagai variabel X terhadap budaya organisasi AIESEC values sebagai variabel Y nya. Selain itupun, penelitian ini didukung dengan penelitian sebelumnya yang membuktikan adanya hubungan komunikasi organisasi dengan budaya organisasi. Penelitian sebelumnya ialah tesis yang dilakukan di Univesitas Gajah Mada dengan judul “Dinamika Komunikasi Organisasi Dalam Penguatan Budaya Organisasi Keagamaan” oleh Najih (2013). Walaupun studi ini dilakukan secara kualitatif penelitian ini mendapatkan hasil bahwasannya budaya organisasi yang ingin disampaikan oleh objek penelitian, disampaikan menggunakan komunikasi organisasi sebagai alat utamanya.
6 Selain itu juga miripnya fenomena akan budaya organisasi yang terjadi pada penelitian yang dilakukan oleh Najih (2013) dengan penelitian kali ini tentang budaya organisasi yang ingin disampaikan kepada anggotanya dan budaya organisasi yang dilihat sebagai karakterteristik khusus yang hanya dimiliki oleh organisasi itu saja. Yang mana pendapat ini telah disampaikan pada paragraf sebelumnya tentang AIESEC values dilihat sebagai budaya organisasi (yang selanjutnya disebut sebagai Budaya Organisasi AIESEC Values) dikarenakan AIESEC values menjadi karaketristik khusus yang hanya dimiliki oleh AIESEC dan juga AIESEC values dilihat sebagai kunci sukses untuk disampaikan kepada anggotanya agar tujuan utama AIESEC akan perdamaian tercapai.
Selain penelitian yang dilakukan oleh Najih, penelitian yang dilakukan di Turki oleh Şehriban Aygün dan Nezih Metin ÖZMUTAF (2020) dengan judul “Organizational Communication And Organizational Culture In The Context Of The Intermediary Role Of Social Media: An Application In Anakent Municipalities” menunjukan juga adanya hubungan antar komunikasi organisasi dengan budaya organisasi dengan hasil penelitiannya yang menunjukan adanya pengaruh positif komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi. Maka dari itu penelitian kali ini ingin mengetahui Pengaruh Komunikasi Organisasi Terhadap Budaya Organisasi AIESEC Values. Selanjutnya penelitian ini akan meneliti khusus pada AIESEC Local Committee yang berada di Bandung.
Dari banyaknya komite yang AIESEC miliki diseluruh dunia, AIESEC Local Committee Bandung adalah salah satu Local Committee yang berada di Indonesia dengan status city-based. Di tahun 2007 AIESEC di universitas padjajaran diberikan otoritas sebagai city-based Local Committee, AIESEC mulai beroperasi di Bandung pada tahun 2007. Dan kini ditahun 2019 universitas padjajaran berdiri sendiri ditingkatan Local Committee memisahkan diri dari AIESEC Local Committee Bandung. Sejak pertama didirikannya AIESEC di Bandung pada tahun 2007, lebih dari 500 pemuda di Bandung telah pergi melakukan exchange ke berbagai negara dengan AIESEC, dan lebih dari 700 pemuda dari berbagai belahan dunia telah berdedikasi untuk datang ke Bandung melakukan exchange.
Local Committeee Bandung berbeda dengan Local Committeee lainnya yaitu dengan statusya sebagai city-based anggota AIESEC Local Committeee Bandung tentunya bukan hanya berasal dari satu universitas saja melainkan dari hampir
seluruh universitas yang berada di Bandung. Sebut saja universitas-univesitas besar negeri maupun swasta seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Parahyangan, Universitas Telkom, Universitas Jenderal Achmad Yani, Univesitas Pendidikan Indonesia, Universitas Islam Bandung, UIN Sunan Gunung Djati, bahkan Politeknik Kesehatan Bandung, ada mahasiswanya yang merupakan bagian dari anggota AIESEC Local Committeee Bandung. Yang mana anggota AIESEC di Local Committee bandung heterogen yang menimbulkan banyaknya kebiasaan yang berbeda-beda dari tiap universitas di Bandung bertemu dan mereka harus menyatukan pikiran bekerja mencapai targetnya masing-masing disetiap departemen yang mereka pilih. Yang mana ini merupakan tantangan tersindiri bagi para atasan untuk bisa menyampaikan dan menyamakan perspektif tentang Budaya Organisasi AIESEC Values kepada anggotanya dari latar belakang universitas bahkan jurusan yang berbeda untuk mencapai tujuan organisasi.
AIESEC Local Committeee Bandung sendiri lebih dikenal dibandingkan Local Committeee lainnya di Indonesia, ini dapat dilihat dari aktifitas media sosial instgram AIESEC Bandung yang lebih banyak memiliki followers dibandingkan dengan Local Committeee di Indonesia lainnya.
Tabel 1. 1 Akun Instagram dan Jumlah Pengikut Nama Akun Instagram Jumlah Followers
@AIESECbandung 10.512 @AIESECsemarang 9.355 @AIESECsurabaya 8.587 @AIESECugm 6.816 @AIESEC_ui 6.514 @AIESECbrawijaya 6.103 @AIESECuns 4.850 @AIESECunand 4.478 @AIESECunsri 3.538
8
@AIESECunila 3.452
sumber: olahan peniliti
Selain lebih dikenal, sepanjang tahun 2019 AIESEC Local Committeee Bandung mendapatkan penghargaan baik ditingkatan nasional maupun internasional, berikut penghargaan yang sudah diraih oleh AIESEC Local Committeee Bandung selama term 2019:
1. External Relation and Public Relation Departement AIESEC Local Committee Bandung mendapatkan penghargaan Sales Excellence Award saat acara National Fuctional Summit 2019 yang diadakan pada tanggal 18 hingga 20 juli 2019
Gambar 1. 1 Penghargaan Sales Excellence Award sumber: instagram@palapalounge
2. Incoming Global Entrepreneur Department AIESEC Local Committeee Bandung mendapatkan penghargaan IGE Excellence Award saat acara National Fuctional Summit 2019 yang diadakan pada tanggal 18 hingga 20 Juli 2019.
Gambar 1. 2 Penghargaan IGE Excellence Award sumber : instagram@palapalounge
3. Incoming Global Entrepreuneur Department AIESEC Local Committee Bandung mendapatkan penghargaan IGE Limitless Award saat Acara Asia Pasific Conference di Thailand pada Maret 2019
Gambar 1. 3 Penghargaan IGE Limitless Award sumber : olahan peneliti
Tetapi jika dibandingkan dengan prestasi dua tahun kebelakang yaitu term 2017-2018 AIESEC Local Committee Bandung mengalami penurunan, berikut penghargaan term 2017-2018 :
10 1. Best IGE Sustainable, National Fuctional Summit 2017
2. Best OGT Sustainable, National Fuctional Summit 2017
3. Best Incoming Global Voluenteer Sustainable, 32nd Management Board Conference AIESEC Indonesia 2017
4. Best Innovation Local Committeee, 32nd Management Board Conference AIESEC Indonesia 2017
5. Best Sales Sustainable for Sustainable Entity, AIESEC in Indonesia 32nd National Election Conference 2017
6. Best Incoming Global Volunteer for Sustainable Entity, AIESEC in Indonesia 32nd National Election Conference 2017
7. Incoming Global Entrepreneur AWARD – The best candidate, Management Board Conference 2018, Semarang
8. Incoming Global Volunteer Exellence Tier 2, the 33rd National Election Conference 2018, Jakarta
9. Outgoing Global Entrepreneur Exellence, The 33rd National Election Conference 2018, Jakarta
10. Sustainable Finance-Big Cluster, The 33rd National Election Conference 2018, Jakarta
11. Growing Distruptively, OGT, Asia Pasific Conference 2018, Sri Lanka Bisa dilihat penurunan prestasi dari AIESEC Local Committee Bandung dari data penghargaan yang diraih yang terus menurun setiap tahunnya, dari tahun 2017 AIESEC Local Committeee Bandung mendapatkan 7 penghargaan, lalu ditahun 2018 mendapatkan 5 penghargaan, hingga pada term 2019 AIESEC Local Committeee Bandung hanya mendapatkan 3 penghargaan.
Selain itu juga pada term 2019 AIESEC Local Committeee Bandung statusnya sebagai member tetap di cabut oleh Member Committeee Indonesia dikarenakan tidak lengkapnya data dari Talent Management Department bahkan, Vice President-nya mengundurkan diri diawal term dan posisi Vice President Talent Management Bandung kosong hingga term berakhir. Dari data dan hasil temuan dalam pra-penelitian ini bisa disimpulkan bahwa AIESEC mengalami penurunan prestasi maupun performa organisasinya.
Dalam pra-penelitian, peniliti menemukan pendapat tentang Budaya Organisasi AIESEC Values tidak bisa di measure, Leticia sebagai Local Committeee Vice President mengatakan “itu (Budaya Organisasi AIESEC Values) adalah sebuah nilai yang abstrak dan it cannot be measure because it’s not accountable”. Kemudian Leticia sebagai Local Committeee Vice President mengatakan “kalo exchanger (program Global Volunteer, Global Entrepreneur, Global Talent) itu bener-bener sekeliatan itu, mungkin kalo back office keliatan Cuma mungkin ada beberapa point yang harus di push lebih sama vpnya”. Disini terlihat bahwa penyampaian tentang Budaya Organisasi AIESEC Values tergantung dari atasan ke anggotanya karena mempunyai jobdesc yang berbeda-beda. Tetapi walaupun begitu peniliti mendapatkan bahwa untuk mengukur nilai lainnya yang mendukung keberhasilan untuk mencapai tujuan organisasi yaitu progress kepemimpinan pada anggotanya, AIESEC memiliki Leadership Development Quality, dan AIESEC memiliki Leadership Development Assessment untuk mengukur sejauh mana anggota menerapkan Leadership Development Qualities. Kemudian AIESEC memfasilitasi inner and outer journey sebagai tools selama masa aktif keanggotaan untuk Leadership Development Quality, dan diakhir masa jabatannya anggota diharuskan mengisi exit interview form untuk mengukur perkembangan anggotanya secara umum dalam memahami dan penerapan Leadership Development Qualitynya selama masa aktif keanggotaanya.
Gambar 1. 4 Inner Outer Journey sumber : olahan peneliti
Sedangkan untuk Budaya Organisasi AIESEC values, AIESEC belum punya tolak ukur yang jelas melainkan hanya mengandalkan pimpinan dan inisiatif anggotanya untuk menyampaikan dan menjalankan Budaya Organisasi AIESEC
12 Values tanpa adanya tolak ukur keberhasilan yang jelas. Maka dari itu dengan dilakukannya penelitian ini bisa juga melihat seberapa pemahaman responden penelitian akan Budaya Organisasi AIESEC values, sehingga hasil penelitian bisa digunakan sebagai bahan evaluasi oleh AIESEC Local Committee Bandung.
Pada penelitian kali ini peneliti menemukan adanya reseacrh gap. Dilansir dari marisscience.com menjelaskan bahwa reseacrh gap merupakan suatu celah, keterbatasan, kekurangan ataupun kelemahan dalam penelitian yang memiliki unsur novelty atau kebaruan. Ini bisa terjadi karena masih belum pernah adanya fenomena yang bisa dijelaskan oleh teori. Sehingga penelitian yang mengandung kesenjangan teori bisa menggunakan teori-teori pendukung yang sudah ada. Reseacrh gap sendiri memiliki arti kesenjangan dalam penelitian karna belum pernah adanya analisis lebih lanjut.
Dari apa yang sudah dijelaskan maka pada penelitian ini masih minimnya penelitian yang mengkaji komunikasi organisasi terhadap budaya organisasi. Bahkan peniliti hanya menemukan satu penelitian di Indonesia yang menjadi acuan penelitian terdahulu, yang mana penelitian yang dilakukan oleh Najih (2013). Walaupun begitu dilansir dari marisscience.com tentang novelty dalam penemuan fenomena penelitian sehingga menimbulkan kesenjangan penelitian atau research gap, penelitian tetap bisa diteliti ketika fenomena yang akan dikaji atau diteliti berdampak positif bagi perusahaan atau organisasi, ini sejalan dengan fenomena yang diangkat pada penelitian ini tentang Budaya Organisasi AIESEC Values seharusnya bisa tersampaikan kepada anggota AIESEC, yang secara langsung ini merupakan tujuan utama AIESEC. Sehingga hasil dari penelitian ini bisa digunakan untuk AIESEC melakukan evaluasi terhadap Budaya Organisasi AIESEC Values, seperti satu nilai yang sudah bisa AIESEC evaluasi secara mandiri yaitu Leadership Development Qualities. Oleh karena dari apa yang sudah disampaikan pada paragraf-paragfraf sebelumnya, maka penelitian kali ini berjudul “Pengaruh Arus Komunikasi Organisasi Terhadap Nilai-Nilai inti Budaya Organisasi AIESEC Values (studi pada organisasi kepemudaan internasional AIESEC Local Committee Bandung)”
Berdasarkan dari yang telah dijelaskan diatas maka identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana arus komunikasi organisasi yang terjadi di AIESEC Local Committeee Bandung?
2. Seberapa besar penerapan Nilai-Nilai Inti Budaya Organisasi AIESEC values di AIESEC Local Committee Bandung?
3. Seberapa besar pengaruh arus komunikasi organisasi terhadap nilai-nilai inti budaya organisasi AIESEC values di AIESEC Local Committeee Bandung ?
1.4 Tujuan Pemenilitian
Tujuan penilitan ini diadakan sebagai berikut :
1. Untuk melihat bagaimana arus komunikasi organisasi yang terjadi di AIESEC Local Committee Bandung
2. Untuk mengukur penerapan nilai-nilai inti budaya organisasi AIESEC values di AIESEC Local Committee Bandung
3. Untuk melihat bagaimana pengaruh arus komunikasi organisasi terhadap nilai-nilai inti budaya organisasi AIESEC values di AIESEC Local Committee Bandung
1.5 Kegunaan Penelitian 1.5.1 Kegunaan Teoritis
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang ilmu Komunikasi Organisasi dan Budaya Organisasi. Lebih detailnya menambah pengetahuan dan keilmuan tentang pengaruh arus komunikasi organisasi terhadap nilai-nilai budaya organisasi dan digunakan sebagai bahan acuan untuk penelitian sejenis.
1.5.2 Kegunaan Praktis
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pihak AIESEC Local Committeee Bandung sebagai bahan evaluasi apakah nilai-nilai budaya organisasi AIESEC values yang ingin disampaikan kepada anggota sudah tersampaikan dan sudah diterapkan sesuai dengan tujuan atau belum.
14 Tabel 1. 2 Waktu dan Periode Penelitian
No. Kegiatan Des 2019 – Sept 2020 Sept Okt-Feb 21 Mar-April 21 Mei-juni 21 Juli 2021 1 Penyusunan Proposal DE 2 Pendaftaran Proposal DE 3 Pengerjaan Revisi Proposal DE 4 Mengumpul kan dan mengolah data 5 Anaalisis dan menyusun hasil penelitian 6 Pendaftaran dan sidang skripsi