• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancang Bangun Aplikasi Pendataan Inventaris IT Konglomerasi dengan Metodologi Rapid Application Development

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rancang Bangun Aplikasi Pendataan Inventaris IT Konglomerasi dengan Metodologi Rapid Application Development"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Rancang Bangun Aplikasi Pendataan Inventaris IT Konglomerasi

dengan Metodologi Rapid Application Development

Ananda

1)

, Rahmat Suhatman

2)

dan Wiryani Wistary

3)

1) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru 28265, email: [email protected] 2) Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru 28265, email: [email protected] 3) Program Studi Sistem Informasi, Politeknik Caltex Riau, Pekanbaru 28265, email: [email protected]

Inventarisasi adalah kegiatan melaksanakan pengurusan, pengaturan, pencatatan dan pendaftaran barang inventaris atau hak milik. Organisasi konglomerasi XYZ dalam proses inventarisasi IT masih menggunakan cara manual sehingga kesulitan dalam pencarian informasi aset yang sedang digunakan, berapa banyak jumlah aset yang sedang tidak digunakan dan kapan aset tersebut dipinjam. Selain itu, ada kebutuhan perusahaan yang belum tersedia seperti pendataan aset rakitan dan aset yang dilepas rakitannya. Hasil dari penelitian yaitu penerapan metodologi Rapid Application Development pada organisasi konglomerasi dalam proses pengelolaan inventaris berhasil diselesaikan dalam waktu 52 hari yang memenuhi karakteristik metodologi Rapid Application

Development yaitu 30-90 hari.

Kata Kunci : Aplikasi Pendataan Inventaris IT, Rapid Application Development

Inventarisation is the activity of carrying out the management, arrangement, recording and registration of inventarisation or proprietary goods. The XYZ conglomeration organization in IT inventarisation process still uses manual method so that difficulties in finding information of asset that is being used, how much amount of assets that are not used and when the asset is borrowed. In addition, there is a need for companies that are not yet available such as item assemble and item disassemble. The result of this research is applying Rapid Application Development methodology to conglomeration organization in inventarisation management process successfully completed within 52 days fulfilling methodology characteristic of Rapid Application Development that is 30 - 90 days.

Keywords: IT Inventarisation Data Collection Application, Rapid Application Development

1. PENDAHULUAN

Inventarisasi adalah kegiatan melaksanakan pengurusan, pengaturan, pencatatan dan pendaftaran barang inventaris atau hak milik. Daftar barang inventaris/hak milik merupakan salah satu dokumen beharga yang menunjukan sejumlah barang milik perusahaandan dikuasai oleh perusahaan itu sendiri, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. [1] Organisasi konglomerasi XYZ merupakan sebuah

group yang terdiri dari beberapa perusahaan, dimana

dalam melakukan inventarisasi IT menggunakan cara manual, yaitu dengan cara mengisikan form peminjaman dan pengembalian aset. Setelah mengisikan form, data tersebut kemudian diinputkan pada file excel.

Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dengan proses inventarisasi yang masih manual yaitu kesulitan dalam pencarian informasi aset yang sedang digunakan, berapa banyak jumlah aset yang sedang tidak digunakan dan kapan aset tersebut dipinjam. Selain itu juga, ada kebutuhan perusahaan yang belum tersedia pada proses penginputan manualnya, seperti data hasil merakit beberapa aset menjadi sebuah aset

baru yang siap digunakan dan proses melepas rakitan aset yang telah dirakit.

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan, maka peneliti membuat rancang bangun aplikasi inventaris IT pada konglomerasi XYZ dengan menerapkan metodologi Rapid Application Development dalam rentang waktu 30-90 hari.

2. LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Pustaka

Penelitian pertama mengenai Aplikasi Pengolahan Data Inventaris Barang pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Palembang oleh Dina Apriani. Penelitian ini menjelaskan mengenai pendataan inventaris perusahaan yang masih manual, dimana pendataan ditulis di kertas, kemudian diketik pada komputer dan dicetak untuk dijadikan laporan inventaris. Untuk memudahkan dalam pengoperasian perusahaan, maka dirancanglah aplikasi tersebut dengan menggunakan metodologi SDLC. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi untuk pengelolaan inventaris perusahaan [2].

(2)

Penelitian kedua mengenai Pengembangan Aplikasi Sistem Pendataan Aset pada Perusahaan Pengelolah Kelapa Sawit menggunakan Microsoft .Net (Studi Kasus PT. MNS) oleh Yoga Samudro Utomo. Pada penelitiannya menjelaskan mengenai kebutuhan pengelolaan data aset perusahaan. Sistem pendataan aset berupa penambahan, penunjukkan aset, penon-aktifan aset, perubahan atribut aset, pencarian aset, melihat laporan aset dan melihat detail aset. Untuk itulah dirancang aplikasi dengan menggunakan metodologi waterfall. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi untuk pengelolaan aset perusahaan yang mendetail [3].

Penelitian ketiga mengenai Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Aset berbasis Private Cloud (Studi Kasus TVRI Nasional) oleh Zulfiandri. Pada penelitiannya menjelaskan mengenai aset video yang penyimpanannya kurang aman sehingga dibangunlah sistem untuk keamanan video berbasis private cloud dengan menggunakan metodologi RAD. Hasil dari penelitian ini adalah pengelolaan aset perusahaan yang mendetail dan menggunakan private cloud untuk penyimpanan videonya [4].

2.2 Aset TI

Tiga Asset Teknologi Informasi yaitu Sumber Daya Manusia, Teknologi dan Relasi. Yang dimaksud dengan sumber daya manusia adalah staff penanggung jawab perencanaan dan pengembangan teknologi informasi di perusahaan, seperti divisi teknologi informasi atau departemen sistem informasi. Kemudian yang dimaksud dengan teknologi adalah semua infrastruktur teknologi informasi, seperti perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Dan yang dimaksud dengan relasi adalah hubungan teknologi informasi sebagai suatu entiti dengan manajemen pengambil keputusan [5].

2.3 Rapid Application Development (RAD)

Rapid Application Development (RAD) adalah

pendekatan yang berorientasi objek yang dalam pengembangan sistem menggunakan metode pengembangan perangkat lunak. Tujuannya adalah menghasilkan kebutuhan sistem yang sesuai dengan permintaan pelanggan dalam waktu yang cepat, dimana pelanggan adalah bagian dari pengembangan sistem tersebut. Terdapat tiga fase dalam RAD yang melibatkan penganalisis dan pengguna dalam tahap penilaian, perancangan, dan penerapan. Adapun ketiga

fase tersebut adalah requirements planning

(perencanaan syarat-syarat), RAD design workshop (workshop desain RAD), dan implementation

(implementasi) [6].

Rapid Application Development (RAD) merupakan

metodologi pengembangan sistem informasi dengan waktu yang relatif singkat. Dengan menggunakan metodologi RAD sistem dapat diselesaikan hanya dalam waktu 30-90 hari. [7]

Tahap-tahap pengembangan sistem dari tiap-tiap fase pengembangan sistem, yaitu:

1. Requirements Planning (Perencanaan Syarat-Syarat)

Dalam fase ini, pengguna dan penganalisis bertemu untuk mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem serta untuk megidentifikasikan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut. Orientasi dalam fase ini adalah menyelesaikan masalah-masalah perusahaan. Meskipun teknologi informasi dan sistem bisa mengarahkan sebagian dari sistem yang diajukan, fokusnya akan selalu tetap pada upaya pencapaian tujuan-tujuan perusahaan.

2. RAD Design Workshop (Workshop Desain RAD)

Fase ini adalah fase untuk merancang dan

memperbaiki yang bisa digambarkan sebagai

workshop. Penganalisis dan dan pemrogram dapat

bekerja membangun dan menunjukkan representasi visual desain dan pola kerja kepada pengguna.

Workshop desain ini dapat dilakukan selama beberapa

hari tergantung dari ukuran aplikasi yang akan dikembangkan. Selama workshop desain RAD, pengguna merespon prototipe yang ada dan

penganalisis memperbaiki modul-modul yang dirancang berdasarkan respon pengguna. Apabila seorang pengembangnya merupakan pengembang atau pengguna yang berpengalaman, Kendall menilai bahwa usaha kreatif ini dapat mendorong pengembangan sampai pada tingkat terakselerasi. 3. Implementation (Implementasi)

Pada fase implementasi ini, penganalisis bekerja dengan para pengguna secara intens selama workshop dan merancang aspek-aspek bisnis dan non teknis perusahaan. Segera setelah aspek-aspek ini disetujui dan sistem dibangun dan disaring, sistem-sistem baru atau bagian dari sistem-sistem diuji coba dan kemudian diperkenalkan kepada organisasi.

Gambar 1: Rapid Application Development1

1

(3)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Perancangan

Pada bagian ini dijelaskan tentang perancangan metodologi Rapid Application Development pada organisasi konglomerasi XYZ

1. User Requirement

a. Mampu menginputkan aset yang diterima oleh perusahaan.

b. Mampu menginputkan data peminjaman dan pengembalian aset.

c. Mampu menginputkan aset yang akan dimusnahkan.

d. Mampu mencetak form penerimaan aset, peminjaman aset, pengembalian aset dan pemusnahan aset.

e. Mampu meng-approve form sebelum mempengaruhi jumlah aset

f. Mampu mencetak kembali laporan yang sudah pernah dicetak.

g. Mampu menampilkan laporan stok aset dan aset-aset yang ada pada perusahaan.

h. Mampu menemukan informasi aset yang dibutuhkan pada saat itu.

i. Mampu mengelompokkan aset rakitan dan melepaskan aset yang telah dirakit.

2. Use Case Diagram

Perancangan use case diagram berdasarkan kebutuhan aplikasi seperti pada gambar 2, dimana user dikelompokkan menjadi staff, supervisor dan

manager. Untuk case yang dapat dilakukan oleh user

yaitu melakukan proses pengelolaan master data, pengelolaan item receive (proses pengelolaan semua

item yang diterima perusahaan), pengelolaan item assemble (proses pengelolaan semua item yang dirakit

menjadi sebuah item yang siap digunakan), pengelolaan item disassemble (proses pengelolaan semua item yang telah dilepaskan hasil rakitannya), pengelolaan item assign (proses pengelolaan semua

item yang dipinjam oleh employee perusahaan),

pengelolaan item deassign (proses pengelolaan semua

item yang dikembalikan oleh employee kepada

perusahaan), pengelolaan item disposal (proses pengelolaan semua item yang dimusnahkan oleh perusahaan), pengelolaan report dan proses approve data.

System

manager

mengelola master data mengelola data item receive

mengelola data item assign mengelola data item deassign mengelola data item assemble

mengelola data item disposal mengelola report melakukan approve data mengelola data item disassemble staff

supervisor

Gambar 2: Use Case Diagram

3.2 Hasil

Halaman dashboard merupakan halaman yang hanya dapat diakses oleh user yang telah berhasil login. Pada halaman ini user dapat melihat grafik perbandingan total aset yang telah digunakan (assigned) dan total aset yang belum digunakan (unassigned) untuk setiap perusahaannya. Selain itu juga terdapat button (tombol) untuk melihat stock aset perusahaan dan

stockcard untuk melihat perubahan jumlah aset yang

terjadi seperti pada gambar 3.

Gambar 3: Halaman Dashboard

Halaman Master Category merupakan bagian dari

Master Data yang berisikan semua informasi category

aset. Pada halaman ini, user dapat melihat apa saja

category aset yang tersedia, menambah category aset

baru, mengubah category aset yang sudah ada dan menghapus category aset. Untuk menambah category baru, user memilih group, mengisikan category code dan category name kemudian mengklik tombol Add. Untuk mengubah category, user mengklik edit untuk mengubah category code atau category name yang sudah ada. Untuk menghapus category, user mengklik

delete untuk category yang akan dihapus. Pada

halaman ini juga tersedia fitur pencarian berdasarkan

category name untuk memudahkan user melihat category tertentu seperti pada gambar 4.

Gambar 4: Halaman Master Category

Halaman Item Receive seperti pada gambar 5 merupakan halaman yang berisikan semua informasi aset yang diterima oleh perusahaan. Pada halaman ini,

user dapat melihat semua item receive yang pernah

terjadi, menambah item receive baru berdasarkan

company (perusahaan), mengubah item receive yang

belum di-approve, menghapus item receive yang belum di-approve dan mencetak form item receive. Untuk proses menambah item receive, user memilih

company kemudian memilih nama item dan

menginputkan jumlah itemnya. Setelah itu klik Add. Jika semua transaksi sudah selesai klik Save dan klik

(4)

Cancel jika transaksi akan dibatalkan. Halaman

penambahan item receive dapat dilihat pada gambar 6. Untuk proses mengubah item dan jumlah item receive, user mengklik edit. Untuk proses mencetak form, user mengklik print.

Gambar 5: Halaman Item Receive 1

Gambar 6: Halaman Item Receive 2

Halaman Item Assemble seperti pada gambar 7 merupakan halaman yang berisikan semua informasi aset yang dirakit menjadi sebuah aset baru. Pada halaman ini, user dapat melihat aset yang dirakit beserta komponen-komponen aset, menambah perakitan aset baru dan mengubah rakitan asetnya. Untuk proses menambah item assemble, user memilih

company kemudian memilih category dan menginputkan nama item, setelah itu memilih komponen itemnya dan menginputkan jumlah komponen itemnya. Setelah itu klik Add. Jika semua komponen sudah selesai diinputkan klik Save dan klik

Cancel jika akan dibatalkan. Halaman penambahan item assemble dapat dilihat pada gambar 8. Untuk

proses mengubah komponen item dan jumlah komponen item assemble, user mengklik edit.

Gambar 7: Halaman Item Assemble 1

Gambar 8: Halaman Item Assemble 2

Halaman Item Assign seperti pada gambar 9 merupakan halaman yang berisikan semua informasi aset yang dipinjamkan oleh perusahaan kepada

employee. Pada halaman ini, user dapat melihat semua item assign yang pernah terjadi, menambah item assign ketika employee akan meminjam atau

menggunakan aset, mengubah dan menghapus item

assign sebelum di-approve, dan mencetak form item assign. Untuk proses menambah item assign, user

memilih employee dan company kemudian memilih nama item dan menginputkan jumlah itemnya. Setelah itu klik Add. Jika semua transaksi sudah selesai klik

Save dan klik Cancel jika transaksi akan dibatalkan.

Halaman penambahan item assign dapat dilihat pada gambar 10. Untuk proses mengubah item dan jumlah

item assign, user mengklik edit. Untuk proses

mencetak form, user mengklik print.

Gambar 9: Halaman Item Assign 1

Gambar 10: Halaman Item Assign 2

Halaman Reporting (Stock) merupakan halaman yang berisikan semua informasi stock item yang ada di perusahaan. Dimana user dapat mencetak laporan

stock item berdasarkan nama item, category item, group item atau perusahaannya. Kemudian user

(5)

mengklik print untuk mencetak laporannya seperti pada gambar 11.

Gambar 11: Halaman Reporting Stock 3.3 Pembahasan

Fase Rapid Application Development terbagi menjadi

3 yaitu Requirement Planning, Design Workshop dan

Implementation. Pada fase requirement planning

merupakan fase ketika menganalisa semua kebutuhan perusahaan sebelum memasuki fase design workshop.

Fase selanjutnya yaitu fase design workshop, fase design workshop ini merupakan fase dalam merancang

aplikasi yang dimana developer bekerja sama dengan pihak perusahaan dalam proses perancangan aplikasi. Pada proses perancangan aplikasi developer mengikuti jadwal yang telah ditentukan. Fase design workshop terdapat proses iterasi hingga hasil perancangan sudah sesuai. Sehingga pada fase ini memakan waktu yang lebih lama. Setelah fase design workshop selesai, dilanjutkan dengan fase implementation. Pada fase ini, aplikasi yang telah sesuai kebutuhan perusahaan diujicoba dan diimplementasikan.

Fase 1 : Requirement Planning

Fase menganalisa semua kebutuhan perusahaan XYZ,

yaitu:

a. Mampu menginputkan aset yang diterima oleh perusahaan.

b. Mampu menginputkan data peminjaman dan pengembalian aset.

c. Mampu menginputkan aset yang akan dimusnahkan.

d. Mampu mencetak form penerimaan aset, peminjaman aset, pengembalian aset dan pemusnahan aset.

e. Mampu meng-approve form sebelum mempengaruhi jumlah aset

f. Mampu mencetak kembali laporan yang sudah pernah dicetak.

g. Mampu menampilkan laporan stok aset dan aset-aset yang ada pada perusahaan.

h. Mampu menemukan informasi aset yang dibutuhkan pada saat itu.

i. Mampu mengelompokkan aset rakitan dan melepaskan aset yang telah dirakit.

Fase 2 : RAD Design Workxhop

Rencana perancangan fitur Master Data dimulai pada tanggal 1 Mei 2017 hingga tanggal 10 Mei 2017

dengan waktu 10 hari untuk menyelesaikannya dan dengan jadwal kerja yaitu 5 hari kerja setiap minggunya. Rencana perancangan fitur Item Receive dimulai pada tanggal 15 Mei 2017 hingga tanggal 18 Mei 2017 dengan waktu 4 hari. Rencana perancangan fitur Item Assign dimulai pada tanggal 19 Mei 2017 hingga tanggal 24 Mei 2017 dengan waktu 4 hari. Rencana perancangan fitur Item Deassign dimulai pada tanggal 25 Mei 2017 hingga tanggal 30 Mei 2017 dengan waktu 4 hari. Rencana perancangan fitur Item

Disposal dimulai pada tanggal 31 Mei 2017 hingga

tanggal 5 Juni 2017 dengan waktu 4 hari.

Rencana perancangan fitur Item Assemble dimulai pada tanggal 6 Juni 2017 hingga tanggal 11 Juni 2017 dengan waktu 4 hari. Rencana perancangan fitur Item

Disassemble dimulai pada tanggal 12 Juni 2017

hingga tanggal 15 Juni 2017 dengan waktu 4 hari. Rencana perancangan fitur Reporting dimulai pada tanggal 16 Juni 2017 hingga tanggal 20 Juni 2017 dengan waktu 3 hari. Rencana perancangan fitur

History Log dimulai pada tanggal 21 Juni 2017

hingga tanggal 21 Juni 2017 dengan waktu 1 hari. Tetapi dalam pelaksanaannya kurang sesuai dengan perencanaan. Untuk proses perancangan fitur Master

Data dimulai tanggal 1 Mei 2017 dan terselesaikan

dalam waktu 14 hari. Perancangan fitur Master Data yang lebih dari batas waktu membuat perancangan selanjutnya mengalami penundaan waktu. Proses perancangan fitur Item Receive dimulai tanggal 19 Mei 2017 dan terselesaikan dalam waktu 4 hari. Proses perancangan fitur Item Assign dimulai tanggal 25 Mei 2017 dan terselesaikan dalam waktu 4 hari. Untuk menyesuaikan waktu dengan perencanaan awal, maka waktu hari kerja diubah menjadi 6 hari setiap minggu. Sehingga pada proses perancangan fitur Item

Deassign dimulai tanggal 31 Mei 2017 dan

terselesaikan dalam waktu 4 hari.

Proses perancangan fitur Item Disposal dimulai tanggal 5 Juni 2017 dan terselesaikan dalam waktu 4 hari. Proses perancangan fitur Item Assemble dimulai tanggal 10 Juni 2017 dan terselesaikan dalam waktu 5 hari. Proses perancangan fitur Item Disassemble dimulai tanggal 16 Juni 2017 dan terselesaikan dalam waktu 2 hari. Proses perancangan fitur Reporting dimulai tanggal 18 Juni 2017 dan terselesaikan dalam waktu 3 hari. Proses perancangan fitur History Log dimulai tanggal 21 Juni 2017 dan terselesaikan dalam waktu 1 hari. Untuk ringkasan waktu perencanaan dan pelaksanaan perancangan dapat dilihat pada tabel 1.

Fase 3 : Fase Implementation

Fase implementasi aplikasi dengan melakukan uji

coba aplikasi apakah sudah sesuai kebutuhan. Rencana awal pengujian fitur Master Data, Item Receive, Item

Assign, Item Deassign, Item Disposal, Item Assemble

dan Item Disassemble pada tanggal 19 Juni 2017. Dan pada tanggal 23 Juni 2017 dilanjutkan untuk pengujian

(6)

fitur Reporting dan History Log. Tetapi pengujian dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2017 untuk semua fitur. Dilanjutkan dengan perbaikan aplikasi selama 8 hari. Setelah selesai perbaikan aplikasi, kemudian dilakukan pengujian lanjutan pada tanggal 17 Juli 2017. Pengujian terakhir pada tanggal 19 Juli 2017 aplikasi sudah sesuai kebutuhan pengguna. Untuk ringkasan waktu pengujian fitur-fitur dapat dilihat pada tabel 1.

Tabel 1: Waktu Perencanaan dan Pelaksanaan

Fitur Perancangan Pengujian

Rencana Aktual Rencana Aktual Master Data 01/05/17 01/05/17 19/06/17 04/07/17 Item Receive 15/05/17 19/05/17 19/06/17 04/07/17 Item Assign 19/05/17 25/05/17 19/06/17 04/07/17 Item Deassign 25/05/17 31/05/17 19/06/17 04/07/17 Item Disposal 31/05/17 05/06/17 19/06/17 04/07/17 Item Assemble 06/06/17 10/06/17 19/06/17 04/07/17 Item Disassembl e 12/06/17 16/06/17 19/06/17 04/07/17 Reporting 16/06/17 18/06/17 23/06/17 04/07/17 History Log 21/06/17 21/06/17 23/06/17 04/07/17 3.4 Analisa

Aplikasi yang telah dibangun sampai pengujian aplikasi yang telah sesuai dengan kebutuhan perusahaan dikerjakan dalam waktu 52 hari. Hanya saja tanggal pengerjaan masih ada yang tidak sesuai dengan tanggal perencanaan yang dapat dilihat pada Tabel 1. Waktu perencanaan pengerjaan aplikasi adalah 40 hari yang hanya dilakukan dalam 5 hari kerja pada bulan Mei 2017 dan 6 hari kerja untuk bulan Juni 2017. Keterlambatan dalam perancangan

master data dikarenakan developer yang membutuhkan waktu lebih dalam menganalisis dan mempelajari database dari pihak perusahaan untuk diintegrasikan dengan aplikasi yang dirancang oleh

developer. Pada bulan juni 2017 developer

membangun aplikasi dalam waktu 6 hari kerja untuk menyesuaikan waktu pengerjaan dengan waktu perencanaan, sehingga aplikasi dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Untuk proses pengujian mengalami penundaan dikarenakan komunikasi yang sempat terputus dan developer yang tidak memprediksikan hari libur serta developer juga harus menyesuaikan waktu dengan pihak perusahaan untuk pengujian yang tertunda. Sehingga pengujian dilakukan setelah hari libur, yaitu pada tanggal 4 Juli 2017. Proses pengujian dan perbaikan aplikasi dilakukan selama 12 hari (waktu 5 hari kerja). Dalam menerapkan metodologi RAD selain waktu pelaksanaan, komunikasi antara developer dan perusahaan juga sangat penting dalam mengoptimalkan waktu kerja developer. Sehingga

total waktu yang diperlukan developer untuk pengerjaan aplikasi adalah 52 hari. Aplikasi yang dibangun telah memenuhi karakteristik RAD, yang mana RAD mampu menyelesaikan sistem dalam jangka 30-90 hari.

Berdasarkan penelitian-penelitian yang pernah ada mengenai perancangan sistem inventaris, fitur-fitur yang tersedia pada umumnya sama yaitu, fitur untuk proses penambahan aset, fitur untuk proses pemusnahan aset, fitur untuk proses pencarian aset, fitur untuk melihat laporan aset, fitur untuk melihat detail aset dan fitur untuk proses peminjaman dan pengembalian aset. Penelitian yang saat ini diteliti merujuk pada aset IT, sehingga tersedia fitur untuk merakit beberapa aset menjadi sebuah aset yang utuh dan siap digunakan, seperti perakitan RAM,

Processor, Mainboard, HDD, LAN Card, VGA Card, Power Supply menjadi sebuah PC (Personal Computer).

4. KESIMPULAN

Metodologi Rapid Application Development berhasil diterapkan dengan baik dalam perancangan aplikasi inventarisasi IT organisasi konglomerasi XYZ dengan waktu 40 hari perancangan hingga 12 hari pengujian dan perbaikan yang telah diselesaikan selama 52 hari dan memenuhi karakteristik RAD dimana aplikasi mampu diselesaikan dalam jangka 30-90 hari.

DAFTAR REFERENSI

[1] O. Harris, "Perancangan Sistem Aplikasi Inventarisasi pada PT. Surveyor Indonesia (Persero) Banda Aceh berbasis Web menggunakan PHP dan MySQL," 2014, Banda Aceh, 2014. [2] D. Apriani, "Aplikasi Pengolahan Data Inventaris Barang pada

PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) Palembang," pp. 1-10, 2013. [3] Y. S. Utomo, "Pengembangan Aplikasi Sistem Pendataan Aset

pada Perusahaan Pengolahan Kelapa Sawit menggunakan Microsoft .Net," 2015.

[4] Zulfiandri, "Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Aset berbasis Private Cloud," Jurnal SimanteC, pp. 49-58, 2015. [5] R. E. Indrajit, Pengantar Konsep Dasar Manajemen Sistem

Informasi dan Teknologi Informasi, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2000.

[6] K. E. d. K. J. E. Kendall, System Analysis and Design 8th, New Jersey: Prentice Hall, 2011.

[7] A. Noertjahyana, "Studi Analisis Rapid Application

Development Sebagai Perangkat Lunak," Jurnal Informatika, 3 , p. 74–79, 2002.

Gambar

Gambar 2: Use Case Diagram
Gambar 6: Halaman Item Receive 2
Gambar 11: Halaman Reporting Stock 3.3 Pembahasan
Tabel 1: Waktu Perencanaan dan Pelaksanaan

Referensi

Dokumen terkait

TIPS: Tombol Windows pada keyboard memungkinkan Anda untuk kembali ke layar Mulai dengan cepat dari jendela atau aplikasi terbuka mana saja.. Menekan kembali tombol logo Windows

Untuk informasi lebih lanjut tentang virus tablet, dari layar Mulai, ketuk , ketik support (dukungan), lalu pilih aplikasi HP Support Assistant, atau dari desktop Windows, ketuk

Dengan menginstal, menyalin, mengunduh, atau jika tidak, menggunakan produk perangkat lunak apapun yang terinstal sejak awal di tablet ini, Anda setuju untuk tunduk pada

Jika komputer Anda terhubung dengan jaringan, Anda tidak saja dapat menggunakan informasi yang tersimpan di komputer, melainkan dapat saling bertukar perangkat lunak dan data..

Jika komputer Anda merupakan bagian dari jaringan, Anda tidak saja dapat menggunakan informasi yang tersimpan di komputer, melainkan dapat saling bertukar perangkat lunak dan

● Jika komputer Anda tidak berisi drive optik terintegrasi dengan kemampuan-tulis DVD, namun Anda ingin membuat media pemulihan DVD, Anda dapat menggunakan drive optik eksternal

● Jika Anda ingin memulihkan penetapan partisi dan isi awal pabrikan pada komputer, Anda dapat menggunakan pilihan System Recovery (Pemulihan Sistem) dari partisi HP Recovery atau

Perangkat lunak HP Recovery Manager memungkinkan untuk memulihkan komputer ke kondisi awal pabrikan dengan menggunakan media HP Recovery yang telah dibuat sebelumnya atau