• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK PADA PETANI PENGGARAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK PADA PETANI PENGGARAP"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Produksi Padi Sawah (Ton) di Pulau Jawa, Indonesia 2006-2010
Tabel 2. Jumlah Produksi Padi Sawah Kecamatan Cigombong tahun 2008
Tabel 3. Perbedaan Sifat Pupuk Organik (Kompos) dan Pupuk Anorganik  No.  Sifat Pupuk Organik atau Kompos  Sifat Pupuk Anorganik
Tabel  4.  Perbedaan  Pendapatan  Rata-Rata  Usahatani  Padi  Organik  dan  Anorganik  per  Musim  Tanam  per  Hektar  dari  Penelitian  Terdahulu
+7

Referensi

Dokumen terkait

Selain merefleksikan prestasi yang dicapai oleh petani, tingkat efisiensi yang tinggi juga merefleksikan bahwa peluang untuk meningkatkan produktivitas yang cukup

ketidakmampuan petani untuk memprediksi tentang apa yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Iklim dan kondisi alam yang tidak dapat diprediksi, mudah berubah, dan tidak

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan oleh petani dalam penggunaan faktor-faktor produksi usahatani padi semi organik dari pengolahan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen faktor– faktor produksi yang digunakan pada usahatani padi semi organik maupun non organik adalah luas lahan, benih, pupuk,

Dari 4 faktor yang diduga mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis usahatani padi semi organik pada Tabel 4, hanya terdapat satu variabel yang signifikan

Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor produksi luas lahan, tenaga kerja, benih, pupuk organik, pupuk kimia, pestisida hayati, dan pestisida kimia secara simultan berpengaruh

faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi terhadap suatu inovasi pertanian dapat.

Dengan adanya masalah penurunan jumlah produksi dan tuntutan peningkatan produksi untuk masa yang akan datang maka diperlukan analisis efisiensi untuk menganalisis dan