Menumbuhkan Minat pada Kain Nusantara Melalui Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup (Jumputan) pada Warga Masyarakat
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengujian ketuaan warna, ketahan luntur warna terhadap pencucian dan ketajaman motif pada kain sutera yang
Pengembangan teknik cabut warna ini dilakukan dengan cara pembuatan motif pada kain yang telah di warna dengan menggunakan warna gelap seperti hitam, coklat ungu,
Hasil yang diharapkan kombinasi teknik smock dan teknik jumputan dapat disebut sebagai teknik baru dalam pewarnaan yang diharapkan menghasilkan motif-motif baru
Tenun ikat maumere memiliki makna, nilai sejarah, dan teknik yang tinggi dari segi warna, motif, dan jenis bahan serta benang yang digunakan dan tiap
Teknik ikat adalah membuat pola batik jumput dengan cara mengikat kencang kain dengan karet atau tali raffia sehingga warna tidak masuk ke kain, sedangkan
Teknik ikat celup adalah teknik pembuatan ragam hias dengan sistem menutup bagian kain yang tidak ingin terkena warna saat pencelupan dengan menggunakan bahan perintang seperti
Bahan yang digunakan adalah kain oxford yang memiliki sifat tidak terawang sangat cocok untuk kebutuhan partisi dan memiliki ketebalan yang cukup dapat mendukung penggunaan teknik ikat
Hasil pewarnaan kain jumputan menggunakan zat warna indigosol dengan tambahan larutan asam kuat memperoleh nilai rata-rata 94,4 dengan kriteria sangat baik, pada indikator value