STUDI ANALISIS TEBAL LAPIS TAMBAH PERKERASAN LENTUR (OVERLAY) PADA JALAN KEJAYAN KABUPATEN PASURUAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN NOMOR 04/SE/Db/2017
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tebal lapis tambah (overlay) merupakan lapis perkerasan tambahan yang dipasang di atas konstruksi perkerasan yang ada dengan tujuan meningkatkan kekuatan struktur perkerasan yang
Kebutuhan lapis tambah ( overlay ) pada Metoda AASHTO 1993 didasarkan pada segmentasi lendutan sehingga menghasilkan kebutuhan overlay pada tiap segmen, sementara
Pada Metode Bina Marga 2013 melakukan dua masukan untuk menentukan tebal lapis tambah yaitu dengan menggunakan nilai lendutan maksimum dan apabila tebal lapis tambah
Hasil menunjukkan bahwa tebal lapis tambah ( overlay ) perhitungan Bina Marga 2013 melalui prosedur mekanistik umum (GMP), lebih tipis dibandingkan dengan
Tugas Akhir yang berjudul “PERENCANAAN TEBAL LAPIS TAMBAHAN (OVERLAY) DAN PELEBARAN PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN SEI RAMPAH – TANJUNG BERINGIN, SERDANG BEDAGAI” ini dimaksudkan
Metode perencanaan tebal lapis tambah yang digunakan pada ruas jalan Nani Wartabone Kabupaten Bone Bolango adalah metode lendutan balik yang mengacu pada pedoman perencanaan tebal
Tebal lapis tambah yang diperlukan untuk ruas jalan Purwakarta-Plered agar dapat melayani lalu-lintas sebanyak 30.000.000 ESA selama umur rencana 5 tahun adalah 7,1 cm Laston
Pembahasan Mengacu pada hasil perhitungan Beban Lalu Lintas, disimpulkan bahwa tebal Overlay berdasarkan lengkung lendutan tidak diperlukan pada penelitian ini apabila ditemukan ada