• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA AL-QUR AN DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA AL-QUR AN DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA SKRIPSI"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV

SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA

SKRIPSI

Diajukan Guna Memenuhi Kewajiban Dan Syarat

Untuk Memperoleh Gelar Saijana Pendidikan Agam? Islam (S. Pd. I) Dalam Ilmu Tarbiyah

N IM : 114 06 085

JURUSAN TARBIYAH

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI

(2)

PERSETUJUAN PEMBIMBING

Lamp : 1 ( satu ) naskah

Hal : Pengajuan Naskah Skripsi

Kepada

Yth. Ketua STAIN Di Salatiga

Assalamu ’alaikum wr wb.

Bersama ini kami kirimkan Naskah Skripsi Mahasiswa Nama : B A I ’ A H

NIM : 11406085

Program Studi: Pendidikan Agama Islam ( PA I)

Judul : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA A L-QUR’AN DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA TAHUN 2007-2008

Untuk diuji dalam sidang munaqosah skripsi. Demikian untuk menjadikan periksa.

Wassalamu ’alaikum wr wb.

Salatiga, 23 Juli 2008

Pembimbing-mam Bamaqi.M.A NIP: 15023^365/

(3)

SEKOL AH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA Jl.Tentara Pelajar 02 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721

Website: www.stainsalatiga.ac.id E-m ail: administrasi @stainsalatiga.acid

PENGESAHAN SKRIPSI

Judul

Nama NIM Progdi

: PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA A L-QU RA N DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA TAHUN 2007-2008 B A I ’ A H

11406085

Pendidikan Agama Islam ( P A I)

(4)

akan memudahkan jalan baginya menuju surga ( H.R Muslim).

2. Seorang mukmin menjadi mulia karena mempunyai kepribadian karena akalnya dan menjadi terhormat karena akhlaqnya ( H.R Al-Hakim).

3. Berjuang dalam kesu;litan kemudahan diraih di masa mendatang.

(5)

Karya ini saya persembahkankan kepada: 1. Suami yang kuhormati dan tetap kucintai Anak dan menantuku tempatku menaruh harapan

3. Cucuku yang d o k nan lucu

(6)

Yang bertanda tangan di bawah i n i: Nama : B A T A H

NIM : 1 1 4 0 6 0 8 5

Judul Skripsi : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA AL- QUR’AN DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA TAHUN 2007- 2008

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak ada karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali secara tertulis dinukil dalam naskah ini dan disebut dalam daftar pustaka.

Salatiga, Juli 2008 Yang menyatakan

B A T A H

(7)

Penelitian beijudul, PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA proses pembelajaran membaca Al-Qur’an, (3). Peningkatan prestasi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07,Salatiga dalam membaca Al-Qur’an melalui metode drill.

Subyek penelitian ini adalah 1 guru PAI, 1 pengamat dan 37 siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Salatiga pada tahun pelajaran 2007-2008.Pengumpulan data dengan cara observasi, studi dokumenter, dan angket.

Analisis dilakukan dengan teknik analisis deskriptif . Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1). Metode drill mampu meningkatkan keaktifan guru dan siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Salatiga dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an.(2). Metode drill mampu meningkatkan minat belajar siswa bagi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Salatiga dalam proses pembelajaran membaca Al- Qur’an, (3). Metode drill mampu meningkatkan prestasi membaca Al-Qur,an bagi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Salatiga.

Kesimpulan hasil penelitian : (l).Metode drill mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Analisa data menunjukkan keaktifan siswa dalam pembelajaran siklus III memperoleh skor 27,32. Tingkat keaktifan adalah 78,05 % (kategori B). Dibanding skor siklus II ( 26,29) naik 1,03 poin atau meningkat 3,91 %. Dibanding skor keaktifan siklus I (25,64) meningkat 1,68 poin atau 6,55 %. Dibanding skor keaktifan sebelum pelaksanaan tindakan (18,35) meningkat 8,97 poin atau 48,8 %. Berarti dari pembelajara sebelum pelaksanaan tindakan hingga pembelajaran siklus III teijadi peningkatan keaktifan siswa sebesar 48,8 %. (2).Metode drill mampu meningkatkan minat siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membacaAl-Qur’an.Analisa angket minat menunjukkan bukti bahwa tingkat minat belajar siswa dalam proses pembelajaran siklus I,II,III adalah 35,1/40 x 100 % = 87,75 % sedangkan tingkat minat belajar sebelum pelaksanaan tindakan adalah 26/40 x 100 %= 65 % yang berarti meningkat 9,1 poin 35 %.(3). Metode drill mampu meningkatkan prestasi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Analisa data membuktikan bahwa pretasi akhir siklus III 100 % siswa mencapai nilai KKM yang menaikkan rata-rata kelas dari 5,74 sebelum siklus menjadi 7,51 pada siklus III. Kenaikan sebesar 30,8 %. Siswa yang mengalami kesulitan belajar ( belum tuntas) setelah diterapkannya metode drill mampu mencapai ketuntasan pula. Siklus I siswa yang mampu mencapai KKM adalah 17 siswa, pada siklus II meningkat menjadi 36 siswa, dan pada siklus III 37 siswa. Perbadingan pencapai KKM dengan tidak mencapai KKM adalah 45 % : 55 % pada siklus I, 97,2 % : 2,8 % pada siklus II dan 100 % : 0 % pada siklus III.

(8)

hidayah-Nya kepada penulis, sehingga pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan skripsi yang beijudul : ” PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MEMBACA AL- QUR’AN DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI LEDOK 07 KOTA SALATIGA TAHUN 2007-2008 “ sehingga dapat memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Saijana dalam ilmu taibiyah.

Dalam penyusunan skripsi ini penulis banyak dapat mendapatkan bimbingan dan saran-saran dari berbagai fihak sehingga penyusunan skripsi ini dapat terealisasikan. Untuk itu penulis dapat menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Imam Sutomo, M.Ag selaku ketua STAIN Salatiga yang telah merestui pembahasan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Imam Baihaqi MA. yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan kepada penulis.

3. Para Dosen dan Staf pengajar di lingkungan STAIN Salatiga yang telah memberikan ilmu pengetahuan sehingga mampu menyelesaikan skripsi ini.

4. Kepala SD Negeri Ledok 07 yang telah memberikan ijin penelitian.

5. Suami, bapak dan ibu, serta saudara-saudara yang langsung maupun tidak langsung telah membantu baik moril maupun materiil dalam penyusunan skripsi ini. Dan semua fihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Semoga amal baik dan bantuannya tersebut dibalas oleh Allah sebagai amal saleh.

Penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi diri sendiri maupun para pembaca pada umumnya. Amin.

Penulis

(9)

Halaman A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah...4

C. Tujuan Penelitian...4

D. Hipotesis Penelitian...5

E. Kegunaan Penelitian...6

F. Definisi Operasional... 7

G. Metode Penelitian...8

H. Sistematika Penelitian...15

BABII TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori... 18

B. Kerangka Berpikir...33

BAB III TINDAKAN PENELITIAN A. Deskripsi Siklus 1...34

B. Deskripsi Siklus II...36

C. Deskripsi Siklus I I I ...39

(10)

C. Pembahasan Hasil Penelitian... 63 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan... 69 B. Saran... 71 Daftar Pustaka...72 Lampiran-lampiran

Riwayat Hidup Peneliti

(11)

Tabel 1 Sarana dan Prasarana SDN Ledok 07 Salatiga... ... 42

Tabel 2 Jumlah Guru/Karyawan SDN Ledok 07...43

Tabel 3 Jumlah Siswa SDN Ledok 07 Salatiga...44

Tabel 4 Jumlah Siswa SDN Ledok 07 Berdasarkan Agama... .44

Tabel 5 Hasil Observasi Keaktifan Siswa dalam PBM Sebeium Pelaksanaan Tindakan... 45

Tabel 6 Hasil Angket Minat Belajar Siswa dalam PBM Membaca Al-Qur’an Sebelum Pelaksanaan Tindakan... 47

Tabel 7 Hasil Penilaian Membaca Al-Qur'an Sebelum Pelaksanaan Tindakan...49

Tabel 8 Hasil tes siklus I ... 52

T abel 9 Hasil T es Siklus II...57

Tabel 10 Hasil Tes Siklus III... 61

T abel 11 Hasil Angket Minat Belajar dalam Proses Pembelajaran Membaca Al-Qur’an dengan Metode Drill... 64

(12)
(13)
(14)

A. Latar Belakang Masalah

Salah satu Standar Kompetensi Lulusan ( SKL) bagi lulusan Sekolah Dasar/ Madrasah Ibtidaiyah dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam adalah : Menyebutkan, menghafal, membaca, mengartikan surat - surat pendek dalam Al-Qur’an mulai surat Al- Fatihah sampai surat Al - ‘A laq.1

Peran dan fungsi pelajaran membaca dan menulis huruf Al-Qur’an amat penting bagi kehidupan umat Islam. Al-Qur’an sebagai kitab suci yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW harus diyakini oleh setiap muslim bahwa selain sebagai mu’jizat yang diberikan oleh Allah SWT juga sebagai penuntun umat menuju pelaksanaan agama Islam secara

kaffah. Oleh karena itu belajar membaca Al-Qur’an harus ditanamkan kepada anak sedini mungkin.

Ibnu Khaldun menyatakan bahwa pendidikan Al-Qur’an menjadi pondasi dari seluruh kurikulum pendidikan dunia Islam karena Al-Qur’an merupakan syiar agama yang mampu menguatkan akidah dan mengokohkan iman.

^Diijen Dikdasmen, Permendiknas N o 23 Ih 2006 Tentang SKL, Jakarta,Depdiknas, Cet, Ke-1,2006,him. 5

(15)

Ibnu Khaldun bersama Ibnu Sina dan Imam Al-Ghozali bahkan menekankan bahwa anak-anak harus dididik berdasarkan kitab suci Al- Qur’an sejak dini karena fitrah suci anak niscaya dapat dilestarikan dengan baik.2

Menyadari pentingnya pendidikan AI-Qur’an bagi anak dan manfaat bagi yang mempelajarinya menjadikan pembelajaran membaca Al-Qur’an menjadi sesuatu yang wajib diberikan di Sekolah Dasar.

Supaya proses pembelajaran membaca Al-Qur’an mampu memberikan bekal bagi siswa sehingga siswa mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan lancar, guru dituntut mampu menerapkan strategi pembelajaran yang membangkitkan proses pembelajaran yang efektif.

Pengalaman empiris yang diperoleh oleh peneliti selama menjadi guru Pendidikan Agama Islam di SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga menemukan bahwa kecakapan siswa dalam hal membaca Al- Q uran bagi rata-rata siswa belum menunjukkan hasil yang optimal. Penyebab dari keadaan ini dimungkinkan dari beberapa kendala sebagai berikut:

1. Kemampuan minimal yang dimiliki siswa sebelum mengikuti proses pembelajaran tidak sama. Ada sebagian siswa telah memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan teman-temannya.

2

Ahmad Syarifudin, M endidik A nak M embaca M enulis Gema Insani, Cet, Ke-l,2004,hlm. 13.

(16)

Bagi siswa yang pada sore atau malam hari belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) akan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan temannya yang tidak belajar di TPQ. Meskipun sebenarnya guru telah berusaha memanfaatkan siswa-siswa yang berkemampuan lebih tadi agar menjadi tutor sebaya bagi teman-temannya yang belum berkemampuan, namun belum menampakkan hasil yang meningkat karena siswa menjadi rendah diri ( minderj bilamana diajar membaca oleh teman sendiri.

2. Kurang tersedianya media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sehingga pembelajaran membaca Al-Qur’an berlangsung apa adanya secara konvensional.

Keadaan tersebut di atas mendorong peneliti untuk meningkatkan prestasi siswa dalam membaca A l-Qur’an terutama bagi siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga. Upaya yang ditempuh peneliti adalah dengan merubah strategi pembelajaran dengan menggunakan metode drill. Dengan metode ini diharapkan siswa akan semakin terarah dan termotivasi dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an sehingga harapan tajadinya peningkatan keterampilan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dapat terwujud.

(17)

1. Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dengan mempergunakan metode ini akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan. 2. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi

dalam pelaksanaannya.

3. Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi otomatis.3

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, dirumuskan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu:

1. Apakah melalui metode drill mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Ai-Qur’an?

2. Apakah melalui metode drill mmpu meningkatkan minat siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca

Al-Qur’an?

3. Apakah melalui metode drill mampu meningkatkan prestasi siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca

Al-Qur’an? C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

(18)

1. Peningkatan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui metode drill.

2. Peningkatan minat siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui metode drill.

3. Peningkatan prestasi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an melalui metode drill.

D. Hipotesis Tindakan

Menurut Suharsimi Arikunto hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul4

Berdasarkan pengertian diatas maka dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut:

1. Metode drill mampu meningkatkan keaktifan siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al- Qur’an.

2. Metode drill mampu meningkatkan minat siswa kelas IVSDNegeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an.

4

(19)

3. Metode drill mampu meningkatkan prestasi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an.

E. Kegunaan Penelitian

Jika terbukti melalui metode drill prestasi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga tahun pelajaran 1007-2008 dalam membaca Al- Qur’an mengalami peningkatan maka dapat digunakan sebagai model pembelajaran membaca Al-Qur’an di SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga tidak hanya siswa kelas IV tetapi pada kelas-kelas yang lain. Selain itu diharapkan penelitian ini diharapkan memperoleh hasil guna bagi siswa, guru, dan sekolah sebagai berikut:

1. Bagi siswa dan proses belajar adalah meningkatkan proses dan hasil belajar.

2. Bagi guru adalah dapat berkembang secara professional karena mampu menilai dengan obyektif proses pembelajaran yang dilaksanakan dan melakukan perbaikan dari kelemahan- kelemahan dan kekurangan yang dialami.

(20)

F. Definisi Operasional

Supaya tidak teijadi kesalahan dalam mengartikan dan menafsirkan penelitian ini , berikut ini dijelaskan maksud kalimat judul sebagai berikut:

1. Peningkatan Prestasi Belajar Al-Qur’an

Maksud kalimat tersebut dalam konteks penelitian tindakan kelas ini adalah upaya guru "membuat jadi lebih” berprestasi dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an.

Pengertian tersebut diatas dengan berpedoman kepada pendapat Ngalim Purwanto yang mendefinisikan belajar adalah bahwa belajar merupakan suatu perubahan dalam tingkah laku, di mana perubahan itu mengarah kepada tingkah laku yang lebih baik.5

Pengertian belajar di atas ada dua hal pokok yakni: a. Perubahan tingkah laku,

b. Perubahan tersebut ke arah yang lebih baik.

Dua hal pokok dalam pengertian belajar tersebut mengandung makna bahwa proses belajar adalah proses meningkatkan prestasi sebab pengertian belajar adalah perubahan menuju arah lebih baik, sedangkan menuju arah lebih baik merupakan peningkatan prestasi.

5Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, Bandung, Remaja Rosda Karya, Cet, Ke-12,

(21)

2. Metode Drill

Metode drill merupakan salah satu dari sekian banyak metode pembelajaran. Metode drill adalah cara penyampaian bahan pembelajaran dari guru kepada siswa dengan jalan memberikan latihan-latihan untuk mencapai kompetensi (tujuan pembelajaran) yang telah ditetapkan.

3. Siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga

Siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga merupakan sasaran penelitian. Jika penelitian ini mampu membuktikan efisiensi dan efektifitas pembelajaran maka penggunaan metode drill dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran membaca Al- Qur’an akan digunakan pula pada kelas-kelas yang lain.

G. Metode Penelitian 1. Rancangan Penelitian

a. Setting Penelitian

Setting penelitian menjelaskan tentang lokasi dan gambaran tentang kelompok siswa atau subyek yang dikenai tindakan.6

Berdasarkan pengertian di atas maka dijelaskan bahwa penelitian ini dilaksanakan di SD Kelurahan Ledok, Kota Salatiga dengan subyek penelitian 37 siswa, 1 Guru PAI dan 1 pengamat.

(22)

b. Sasaran Penelitian

Sasaran penelitian adalah pembahan apa yang diinginkan dari subyek yang dikenai tindakan yaitu target yang diharapkan. Dengan pengertian ini maka sasaran penelitian dalam penelitian ini adalah:

1) Faktor siswa pembahan yang diinginkan adalah meningkatnya prestasi siswa dalam membaca Al-Qur’an. Fokus pengamatannya adalah keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, kesp^imn siswa dalam melaksanakan latihan yang diperlukan sehingga mampu mempertanggungjawabkan di depan kelas setelah melaksanakan tugas. Indikator keberhasilannya adalah keaktifan siswa dalam berlatih dan hasil yangdicapai siswa.

(23)

yang ditindaklanjuti dengan latihan-latihan oleh siswa dan pemberian bimbingan.

2. Langkah-langkah/ Rencana Tindakan

Rencana tindakan adalah gambaran tentang langkah-langkah riil yang akan dilakukan dalam tindakan. Dari pengertian ini dijelaskan rencana tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Penelitian terdiri dari tiga siklus. Setiap sikius dilaksanakan berdasarkan perkembangan yang dicapai seperti desain faktor- faktor penelitian yang diselidiki.

Pada awal kegiatan dilakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang terjadi sebelumnya. Hasil refleksi menyimpulkan bahwa guru perlu menerapkan strategi pembelajaran membaca Al- Qur’an pada siswa kelas IV. Dari refleksi tersebut guru mengidentifikasi masalah, mendiskusikan permasalahan dengan teman sejawat, melakukan kajian teori, dan mengkaji strategi pembelajaran yang relevan.

Berdasarkan hasil kegiatan tersebut di atas ditentukan langkah paling tepat untuk meningkatkan keterampilan siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga dalam membaca Al-Qur’an dengan strategi pembelajaran yang menggunakan metode drill.

(24)

a. Menyusun rencana kegiatan : Membuat rencana pembelajaran, menyiapkan sumber, alat dan media pembelajaran, menyusun lembar observasi, dan menyusun alat evaluasi.

b. Pelaksanaan tindakan : melaksanakan proses pembelajaran sesuai perencanaan.

c. Observasi : Pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan menggunakan lembar observasi yang telah disusun. Observasi akan mengamati kemampuan guru dan keaktifan siswa dalam PBM. d. Refleksi : Data hasil observasi dikumpulkan dan dianalisis.

Berdasarkan hasil observasi guru melakukan refleksi tentang proses pembelajaran yang baru saja dilakukan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran. Dengan refleksi akan diketahui kelemahan yang teijadi selama proses pembelajaran untuk diperbaiki pada siklus berikutnya. Rencana tindakan tersebut digambarkan dalam alur penelitian tindakan kelas sebagai berikut:

Gambar 1 : Alur Penelitian Tindakan Kelas

Sumba- : Suharsimi Ank\mXoJ*enelitian Tindakan Kelas, Bumi Aksara, Jakarta, Cet,

(25)

3. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah : a. Dokumentasi berupa : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP),

Buku Absen, Daftar Nilai Siswa, dan Rekaman (catatan) Pelaksanaan Proses Pembelajaran.

b. Lembar observasi yaitu lembar pengamatan yang digunakan untuk mengamati guru dan siswa selama proses pembelajaran. Jadi lembar observasi ini ada dua macam yaitu lembar observasi untuk guru dan lembar observasi untuk siswa.

c. Angket minat yaitu lembar pengamatan yang dibagikan kepada siswa berisi pertanyaan dan atau pernyataan untuk mengetahui minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran membaca Al- Qur’an dengan menggunakan metode drill.

4. Data dan Cara Pengambilannya a. Sumber data

Data penelitian ini bersumber dari : siswa, guru, dokumen, dan proses pembelajaran.

b. Jenis data

Data yang diharapkan adalah data kualitatif berupa rencana pembelajaran, jurnal (dokumen siswa), data-data/catatan siswa,hasil observasi dan hasil amgket minat siswa.

(26)

1) Studi dokumenter

Pengambilan data dengan studi documenter dengan cara meneliti dokumen-dokumen pembelajaran tentang kelengkapan dan persiapannya.

2) Observasi

a). Observasi terhadap guru.

Observasi terhadap guru dilakukan untuk mengetahui kemampuannnya dalam mengelola kelas sejak persiapan pembelajaran hingga selesai pembelajaran.Observasi terhadap guru ini mengamati 24 aspek sejak pra pembelajaran hingga penutup.

Untuk mengklasifikasikan tentang keaktifan guru maka setiap aspek diberikan skor 1-5 dengan kategori skor 5 jika amat baik, skor 4 jika baik, skor 3 jika cukup baik, skor 2 jika tidak baik, skor 1 jika amat tidak baik.

Selanjurnya skor dari 24 aspek tersebut dijumlah untuk ditentukan rata-rata keaktifan.

(27)

b) Observasi terhadap siswa

Observasi terhadap siswa mengamati 7 aspek keaktifan . Setiap aspek diberi skor untuk membuat klasifikasi, seperti observasi terhadap guru. Perbedaannya hanya cara menentukan nilai akhir. Jika rata-rata observasi guru adalah jumlah skor per 24, maka rata-rata keaktifan siswa adalah jumlah skor per 7.

3) Angket minat.

Angket minat diberikan kepada siswa pada akhir siklus ke III. Angket menanyakan seputar minat siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Pertanyaan yang diberikan sebanyak 10 nomor dengan 4 alternatif jawaban. Masing-masing jawaban diberi skor 1-4 yaitu : Skor 1 artinya minat rendah (D), skor 2 artinya minat cukup baik ( C ), skor 3 artinya minat baik ( B), skor 4 artinya minat amat baik ( A).

Berdasarkan penjelasan di atas maka kategori minat dilakukan dengan cara melihat persentase berdasarkan jumlah skor pencapaian. Skor maksimal adalah 40 ( 10 item x 4) dan sko terendah adalah 1 0 (1 0 item x 1):

a) Minat amat baik jika persentase skor minat 85% - 100 % x skor tertinggi ( jumlah skor 34 - 40).

b) Minat baik ( B ) jika persentase skor minat 70 % - 84 % x

(28)

c) Minat cukup baik ( C ) jika persentase skor minat 56 % - 69 % x skor tertinggi ( jumlah skor 22,4 - 27).

d) Minat rendah ( D) jika persentase skor minat kurang atau sama dengan 55 % x skor tertinggi ( jumlah skor 10 - 22). 5. Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif deskriptif untuk menjawab pernyataan yang dikemukakan oleh hipotesis untuk mendapatkan bukti kebenarannya. Untuk mengetahui gejala yang muncul digunakan teknik persentase.

H. Sistematika Penelitian

Sistematika laporan hasil penelitian tindakan kelas ini disusun dalam format skripsi berdasarkan petunjuk yang telah dikeluarkan oleh institusi sebagai berikut:

1. Bagian Awal Skripsi , memuat: Halaman sampul. Lembar logo, Halaman judul, Lembar persetujuan terdiri dari ( Lembar persetujuan pembimbing, dan Lembar persetujuan dan pengesahan),Pernyataan keaslian tulisan, Abstrak, Kata pengantar, Daftar isi, Daftar tabel, Daftar gambar, Daftar laporan, Daftar lampiran.

2. Bagian Inti Skripsi yang terdiri d ari: BAB 1 PENDAHULUAN, yang berisi: A. Latar Belakang Masalah

(29)

D. Hipotesis Tindakan E. Kegunaan Penelitian F. Definisi Operasional

G. Metode Penelitian, memuat : (1). Setting Penelitian, (2). Sasaran Penelitian, (3). Rencana Tindakan, (4). Data dan Cara Pengambilannya, (5). Analisis Data

H. Sistematika Penulisan

BAB II KAJIAN PUSTAKA, terdiri d a ri: A. Kajian Pustaka

B. Kerangka Berpikir

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN, terdiri dari :

A. Deskripsi siklus I (memuat: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Pengumpulan Data,dan Refleksi Siklus I)

B. Deskripsi siklus II (memuat: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Pengumpulan Data,dan Refleksi Siklus II)

C. Deskripsi siklus III (memuat: Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, Pengumpulan Data,dan Refleksi Siklus III)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN , terdiri dari : A. Gambaran umum lokasi dan subyek penelitian

B. Deskripsi setiap siklus berupa data hasil pengamatan, refleksi keberiiasilan,refleksi kegagalan)

(30)

BAB V PENUTUP ,terdiri dan : A. Kesimpulan

B. Saran

(31)

KAJIAN PUSTAKA

A. Land asan Teori

1. Meningkatkan Keaktifan Siswa dalam Proses Pembelajaran

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa para guru cenderung menggunakan pola -pola konvensional dalam proses belajar mengajar. Dari satu bahan ke bahan berikutnya metode dan pendekatan yang diterapkan hanya satu, yaitu ceramah, kemudian diberi tugas menyelesaikan lembar keija siswa. Jika guru mampu menerapkan metode dan pendekatan pembelajaran dengan bervariasi sesuai karakteristiknya tentu siswa akan lebih bergairah karena minat

belajarnya menjadi lebih tinggi.

Menciptakan keaktifan dalam proses pembelajaran selalu berkait dengan peran guru dalam proses pembelajaran. Dalam melaksanakan tugasnya ada 3 macam guru yaitu guru mengajar dan guru yang mendidik serta guru mengajar sekaligus mendidik.Meskipun antara mengajar dan mendidik ini merupakan pekerjaan utama guru namun terdapat perbedaan mendasar antara ke duanya. Mengajar merupakan upaya guru dalam menciptakan kondisi kondusif bagi berlangsungnya kegiatan belajar bagi siswa. Kondisi tersebut diciptakan untuk membantu perkembangan anak supaya berkembang secara optimal

(32)

meliputi perkembangan jasmani dan rohani, serta perkembangan fisik dan mental7.

Pengertian tentang mengajar tersebut di atas dapat memberikan petunjuk bagi guru bahwa fungsi pokok guru dalam mengajar adalah menyedakan kondisi yang kondusif sedangkan peran aktif terbesar ada pada siswa.

Mendidik adalah usaha untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaaan baik secara jasmani maupun rohani. Oleh karena itu mendidik lebih tepat disebut sebagai upaya pembinaan pribadi , sikap mental, dan akhlak siswa. Jadi mendidik tidak hanya sekedar transfer o f knowledge tetapi juga transfer o f values. Mendidik bermakna lebih komprehensif yakni usaha membina siswa secara utuh dari aspek

kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Mencermati penjelasan tentang mengajar dan mendidik di atas mestinya guru memilih dan melaksanakan tugasnya dengan mendidik, sebab jika hanya mengajar yang tercapai adalah target kurikulum sedangkan jika memilih dan menerapkan mendidik perubahan siswa dalam aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan tanpa mengabaikan target kurikulum.

Pembelajaran yang hanya mengejar pencapaian target kurikulum

7Sardiman A.M, Interaksi dan M otivasi Belajar M engajar, Jakarta, Rajawali Press, Cet, Ke- 3, 1997,hlm24

(33)

berarti orientasi pembelajaran bukan pada proses, karena yang penting adalah bahan pembelajaran telah disampaikan kepada siswa.

Dalam membelajarkan siswa hendaknya guru menerapkan pola pembelajaran PAKEM yaitu pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan yang menjadi pilar utama MBS (Manajemen Berbasis Sekolah).9

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dirumuskan indikator alat ukur untuk mengaktegorikan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran antara lain:

a. Siswa telah mempersiapkan alat pelajaran menjelang pelaksanaan PBM tanpa diperintah guru,

b. Memperhatikan penjelasan guru, c. Tidak berbicara sendiri,

d. Tidak menggoda teman,

e. Berusaha mencapai hasil yang optimal, f. Menyelesaikan tugas tepat waktu g. Berani berpendapat (bertanya ,d.l.l). 2. Peningkatan Minat Belajar

a. Pengertian Minat

Minat adalah kecenderungan seseorang terhadap sesuatu atau bisa dikatakan apa yang disukai seseorang untuk dilakukan.10

9. ...M akalah Pelatihan M BS, 2004.

(34)

Minat juga didefinisikan sebagai gejala psikhis yang berkaitan dengan obyek atau aktivitas yang menstimulir perasaan senang pada individu. 11

Minat diartikan juga sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan- kebutuhannya sendiri.12

Berdasarkan definisi minat di atas dapat disimpulkan bahwa minat adalah perasaan senang dan tidak senang atau perasaan suka dan tidak suka yang menimbulkan keinginan berbuat atau tidak berbuat. Dapat pula diteijemahkan bahwa pada dasarnya setiap orang akan lebih senang melakukan sesuatu yang sesuai dengan minat atau keinginan yang disukainya daripada melakukan sesuatu yang tidak diminati atau tidak disukai. Mengerjakan sesuatu yang tidak disukai tentu saja tidak akan membuahkan hasil yang maksimal karena dalam mengerjakan pasti dengan setengah hati. Demikian pula dalam hal belajar. Jika peserta didik dalam belajar minatnya rendah hasil yang diperoleh tentu akan tidak sebaik jika minatnya tinggi.

llWayan Noor Kancana, Evaluasi Pendidikan, Surabaya, Usaha Nasional, Cet, Ke-2, 1988, him. 229.

(35)

b. Minat Belajar

Minat belajar anak perlu terus ditingkatkan supaya lebih mudah dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan guru. Adapun cara untuk membangkitkan atau meningkatkan minat belajar siswa adalah:

1) Membangkitkan adanya suatu kebutuhan,

2) Menghubungkan dengan persoalan pengalaman yang lampau, 3) Memberi kesempatan untuk mendapatkan hasil terbaik, 4) Menggunakan berbagai macam bentuk mengajar.13

Dalam hal membangkitkan adanya suatu kebutuhan memang perlu dilakukan oleh guru karena realita di lapangan siswa sekolah dasar pada umumnya masih belum mampu memikirkan untuk apa ia belajar, karena karakteristik mereka memang usia 7 - 12 tahun adalah usia bermain. Bagi siswa bermain adalah medium atau alat utama yang menjadi ajang latihan perkembangan dan pertumbuhannya.14

Membangkitkan minat siswa dalam belajar dapat ditempuh pula oleh guru ketika mulai berlangsungnya proses pembelajaran yaitu apersepsi. Kegiatan apersepsi digunakan untuk menghubungkan pengalaman masa lampau dengan kegiatan yang akan dibahas pada saat ini.

13Ib id ., him. 94. 14

(36)

3. Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Al-Qur’an a. Upaya meningkatkan prestasi belajar

Belajar menurut Jean Piaget adalah adaptasi yang holistic dan bermakna yang datang dari dalam diri seseorang terhadap situasi baru sehingga mengalami perubahan yang relatif permanen. Hasil dari proses belajar disebut dengan prestasi belajar.1"

Belajar adalah suatu proses yang menimbulkan teijadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecerdasan.15 16

Dua pengertian belajar di atas saling melengkapi tentang hasil dari proses belajar. Pengertian pertama menyebut bahwa hasil dari belajar disebut prestasi belajar sedangkan pengertian ke dua menyebut hasil belajar adalah perubahan tingkah laku dan atau kecerdasan. Dua pengertian dapat dianggap identik karena perubahan tingkah laku dan kecerdasan hasil belajar akhirnya akan dicerminkan dalam nilai. Menurut Ngalim Purwanto ( 1997:102) prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

1) Kematangan/pertumbuhan. Pembelajaran akan berhasil jika tarap pertumbuhan pribadi dan potensi jasmani dan rohaninya telah matang.

15Conny R Semiawan, Belajar dan Pembelajaran P ra Sekolah dan Sekolah Dasar, Jakarta. Index, Cet,Ke-l,2008,hlm. 11

(37)

2) Kecerdasan/lnteligensi. Taraf kecerdasan siswa amat mempengaruhi prestasi belajar.

3) Latihan dan ulangan. Karena terlatih, sering diulang maka kecakapan dan pengetahuan yang dimiliki dapat menjadisemakin dikuasai.

4) Motivasi. Motivasi merupakan pendorong siswa untukmelakukan kegiatan belajar.

5) Sifat-sifat pribadi siswa. Sifat pribadi siswa bermacam-macam. Ada yang keras kemauan, ada yang harus menang, harus dilayani, pemalas dsb. Kesemuanya mempengaruhi prestasi belajar.

6) Keadaan keluarga. Keluarga yang berantakan merupakan penghambat prestasi sebaliknya keluarga tenang dan damai menjadi pendorong pencapaian prestasi.

7) Alat-alat pelajaran. Guru dengan cara mengajar yang baik, dengan strategi pembelajaran yang tepat ditambah penggunaan alat pembelajaran yang mendukung merupakan faktor pendukung prestasi belajar.

8) Motivasi sosial. Maksudnya motivasi yang datang dari luar siswa, misalnya dari guru, orang tu a , dan lingkungan.

(38)

Demi pencapaian prestasi yang menggembirakan hendaknya guru, orang tua, dan masyarakat berupaya mewujudkan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menurut tugas dan fungsinya masing-masing,

b. Belajar Membaca Al-Qur’an

Mengantarkan siswa untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar menurut kaidah tajwid memerlukan banyak latihan karena mengharuskan pembacanya dengan adab atau tatacara tertentu. Tatacara membaca Al-Qur’an menjadi sesuatu yang baku atau mutlak karena Al-Qur’an selaku kitab suci wajib dihormati dan dimuliakan karena ia merupakan kumpulan wahyu atau firman Allah SWT. Oleh karena itu apabila membaca Al-Qur’an Nabi Muhammad SAW mengajarkan tatacara tertentu yaitu:

1) Sebelum membaca Al-Qur’an disunatkan berwudhu, karena yang akan dibaca adalah kitab suci. Jadi pembaca Al-Qur’an harus bersih dan suci dari hadats besar maupun kecil. Firman Allah SW T:

Artinya: Tidakmenyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. (Q.S Al-Waqi’ah : 79)

(39)

& Ij Jxluila £j\ jS lieljijS !ili

Artinya: Apabila kamu membaca Al - Qur’an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk (Q.S An-Nahl: 98)

3) Dianjurkan membaca Al-Qur’an dengan tartil, maksudnya dengan fasih baik makhorijul huruf maupun tajwidnya serta diikuti dengan tenang dan perlahan-lahan atau tidak tergesa- gesa agar lebih memantapkan jiwa. Firman Allah SWT.

JAj'

JJ

Artinya: Dan bacalah Al - Qur’an dengan tartil perlahan. (Q.S Ai-Muzammil: 4)

4) Membaca Al-Qur’an dengan suara yang indah dan merdu, karena dengan suara indah dan merdu tersebut akan menimbulkan daya tarik untuk mencintai Al-Qur’an. Ajaran Nabi Muhammad SA W :

Artinya: Hiasilah bacaan Al-Qur’an dengan suaramu yang merdu dan indah. (H.R Abu Daud).

(40)

Meskipun demikian perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi.17

Mencermati tata cara membaca Al-Qur’an seperti tersebut di atas aturan yang memerlukan pembelajaran khusus adalah adab nomor tiga yaitu membaca al-Qur’an dengan tartil dengan maksud benar makhorijul huruf dan tajwidnya.

Makhorijul huruf artinya tempat keluarnya huruf dari rongga mulut. Maksudnya untuk mengetahui dari mana asal huruf itu keluar, sehingga fasih mengucapkannya. Satu contoh misalnya jika ingin membelajarkan pada siswa dengan mengenalkan huruf v (ba’), hendaklah ditambah dengan huruf * (alif), kemudian ba’ diwaqofkan sehingga berbunyi ab, dari situ siswa akan jelas bahwa bunyi huruf ba, adalah dengan mengatupkan dua bibir, dibuka dengan menyebut ba’ . Sedangkan makhorijul huruf yang lain adalah :

1) Rongga mulut keluar huruf alif ( 1 ), wau ( j ), dan ya’ )(^ 2) Tenggorokan sebelah jauh ke dalam keluar huruf hamzah ( * ,

dan ha ( * ).

3) Pertengahan tenggorokan keluar huruf ‘ain ( £ )d a n h a ( c )• 4) Tenggorokan sebelah depan keluar huruf kha ( c ) d30 ghain

( i )

(41)

5) Antara pangkal lidah dan langit-langit ada di hadapannya keluar huruf qof ( 3 ).

6) Ke depan sedikit dari huruf qof akan keluar huruf kaf ( ^ ). 7) Antara pertengahan lidah dan pertengahan langit-langit keluar

huruf jim ( £ ) , syin ( ), dan ya’ ( ^ ).

8) Dari permulaan ujung lidah dan gigi geraham sebelah kanan kiri yang berdekatan dengan lidah tersebut keluar huruf dhaad ( >»•

9) Antara ujung lidah dan langit-langit yang berdekatan dengan lidah keluar huruf lam ( J ).

10) Dari ujung lidah kekanan sedikit dari makhraj lam keluar huruf nun ( u )

11) Dari makhraj nun tapi tidak menyentuh langit-langit keluar huruf ra’( j )

12) Dari ujung lidah dan pangkal gigi depan atas dengan menekan langit-langit akan keluar huruf tho’ ( J» ) dan dai ( * ).

13) Antara ujung lidah dekat gigi depan sebelah atas keluar huruf shaad ( u - ) dan zai ( j ), dan sin ( ).

14) Antara ujung lidah dan ujung gigi depan atas keluar huruf dzaal ( * )•

15) Dari dalam bibir sebelah bawah dan ujung gigi depan atas keluar huruf fa ( ^ ).

(42)

(1) Dengan bibir tertutup keluar huruf mim ( f ) dan ba’ ( v). (2) Dengan bibir terbuka keluar huruf wau ( j ).

17) Tempat sengau yaitu penghabisan hidung sebelah dalam keluar huruf nun sukun dan tanwin dengan dengung sengau ketika diodghamkan atau diikhfa’kan, juga keluar huruf mim dan nun tasydid.18

Pengertian tartil, kecuali meliputi makhorijul huruf di atas juga menyangkut tajwid. Akan tetapi kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid baru dipersyaratkan bagi siswa kelas V.

4. Metode Drill

a. Pengertian Metode Drill

Metode drill adalah metode latihan atau metode training adalah suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan -kebiasaan tertentu, juga sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Metode ini dapat digunakan untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan,dan keterampilan tertentu.19

Metode drill atau metode latihan merupakan suatu metode yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih melakukan suatu keterampilan tertentu berdasarkan penjelasan atau

1R

IbidM m .46.

Mansyur, H, Strategi Belajar M engajar Jakarta, Depag RI dan UT,Cet,Ke-6, 1997, him 138.

(43)

petunjuk guru. Melalui metode ini dapat dikembangkan keterampilan melalui pembiasaan.20

Identifikasi dari metode drill dari pengertian tentang metode drill di atas adalah :

1) Metode drill identik dengan metode latihan.

2) Memberi kesempatan kepada siswa untuk melatih dirinya agar memiliki kompetensi tertentu

3) Latihan dilaksanakan siswa berdasarkan petunjuk guru

4) Selain untuk mencapai sebuah kompetensi metode drill berguna untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik.

Dari identifikasi di atas muncul dugaan bahwa metode drill merupakan metode yang tepat untuk meningkatkan hafalan surat- surat pendek dalam Al-Qur'an adalah tepat karena :

Menghafal surat-surat Al-Qur’an memerlukan latihan khusus . 1) Tujuan yang ingin dicapai untuk melatih ketepatan dan

keterampilan.

2) Latihan dilaksanakan siswa setelah mendapatkan contoh-contoh bacaan dari guru

3) Menanamkan kebiasaan baik yaitu memanfaatkan waktu belajar sebaik-baiknya.

(44)

b. Langkah-langkah menerapkan metode drill

Langkah-langkah yang dapat ditempuh guru dalam menerapkan metode drill adalah:

1) Guru memberi penjelasan tentang hasil yang harus dicapai setelah siswa mengikuti proses pembelajaran.

2) Guru memberi latihan pendahuluan.

3) Siswa melaksanakan latihan, baik secara individual atau berkelompok, guru memantau latihan siswa dan memberikan bimbingan,

4) Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan21

Berdasarkan penjelasan di atas ditinjau dari segi keaktifan proses pembelajaran baik guru maupun siswa sama-sama aktif.

c. Kelebihan metode drill

Kelebihan metode drill adalah:

1) Pembentukan kebiasaan yang dilakukan dengan mempergunakan metode ini akan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan

2) Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan tidak memerlukan banyak konsentrasi dalam pelaksanaannya.

3) Pembentukan kebiasaan membuat gerakan-gerakan yang kompleks, rumit menjadi otomatis.

(45)

d. Kelemahan metode drill adalah: 1) Dapat menghambat inisiatif siswa

2) Latihan kadang-kadang membosankan karena monoton. 3) Membentuk kebiasaan yang kaku

4) Dapat menimbulkan verbalisme.22

Mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pada metode iatihan guru perlu meminimalkan kelemahan-kelemahannya dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Latihan hanyalah bahan atau tindakan yang bersifat otomatis. 2) Latihan harus memiliki arti yang luas. Menjelaskan dahulu

tujuan iatihan, siswa paham manfaat latihan tersebut, dan paham bahwa iatihan tersebut diperlukan untuk kehidupan di masa yang akan datang.

3) Masa latihan sedapat mungkin menggunakan waktu yang relative pendek tetapi sering dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

4) Latihan harus menarik, gembira, dan tidak membosankan. Untuk itu perlu membangkitkan minat siswa dan memberikan penghargaan kepada siswa yang telah berhasil.

5) Proses latihan dan kebutuhan-kebutuhan harus disesuaikan dengan perbedaan individu.

(46)

B. Kerangka Berpikir

Proses pembelajaran membaca Al-Quran bagi siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 Kota Salatiga selama ini belum mampu mengantarkan siswa mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan secara maksimal.

(47)

PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Di skripsi Siklus 1 1. Perencanaan Siklus I

Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan siklus I adalah : a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) b. Menyusun alat evaluasi.

c. Menyiapkan bahan pembelajaran. d. Menyiapkan alat observasi 2. Pelaksanaan Siklus I

Siklus I dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 15 Mei 2008 jam pelajaran ke 1-2 dimulai pukul 07.00 s.d pukul 08.10 selama 70 menit. Materi membaca Al-Qur’an pada siklus I adalah Surat Al-Kautsar. Jalannya pelaksanaan proses pembelajaran adalah:

a. Kegiatan Pendahuluan

1) Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan membaca doa.

2) Menjelaskan materi pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan dan pemberian motivasi akan manfaat mempelajari bahan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

(48)

1) Memberi contoh membaca Surat Al-Kautsar dengan menjelaskan harakat dan mahrojnya, dan contoh bacaan tartil.

2) Contoh diulang beberapa kali hingga siswa menunjukkan kesiapan. 3) Memberi kesempatan untuk melaksanakan latihan membaca, guru

memberikan bimbingan dari satu siswa ke siswa lain dengan keliling kelas.

c. Kegiatan Penutup

1) Siswa membaca surat Al-Kautsar secara bergantian sebagai evaluasi.

2) Membaca Surat Al-Kautsar bersama-sama sebagai penutup proses pembelajaran.

3. Pengamatan Siklus I

Kegiatan pengamatan dalam siklus I adalah observasi pelaksanaan proses pembelajaran. Observasi dilakukan terhadap siswa , dan guru. Observasi terhadap siswa dilakukan oleh guru, sedangkan observasi terhadap guru dilakukan oleh guru lain. Pelaksanaan observasi berdasarkan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya.

a. Guru aktif sejak awal pembelajaran hingga penutup, terutama dalam memberikan motivasi dan bimbingan.

b. Siswa aktif melakukan latihan secara individual. 4. Pengumpulan Data

(49)

b. Hasil evaluasi siklus I.

c. Dokumen berupa RPP, alat evaluasi, daftar nilai, daftar absensi, dan catatan pelaksanaan proses pembelajaran.

5. Refleksi

Pelaksanaan proses pembelajaran siklus f telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Hal-hal yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki adalah : a. Siswa yang telah mencapai kompetensi cenderung ramai.

b. Siswa yang belum mencapai komptensi malas berlatih karena terganggu temannya yang sudah mencapai kompetensi.

c. Perlu dibentuk tutor sebaya agar siswa yang telah mencapai kompetensi memandu temannya yang belum mencapai kompetensi. Jika hal ini dilaksanakan pada siklus II dimungkinkan proses pembelajaran akan lebih efektif karena ada rasa tanggung jawab dari siswa yang telah mencapai kompetensi untuk membantu temannya. Sedangkan siswa yang belum mencapai kompetensi lebih bersemangat. B. Diskripsi Siklus II

1. Perencanaan siklus II

Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan siklus II adalah : a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

b. Menyusun alat evaluasi

(50)

2. Pelaksanaan Siklus II

Siklus II dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 22 Mei 2008 jam pelajaran ke 1-2 dimulai pukul 07.00 s.d pukul 08.10 selama 70 menit,dengan materi membaca Al-Qur’an Surat An-Nashr Jalannya proses pembelajaran sebagai berikut:

a. Kegiatan Pendahuluan

1) Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan membaca doa.

2) Menjelaskan materi pembelajaran dan kompetensi yang diharapkan dan pemberian motivasi akan manfaat mempelajari bahan pembelajaran.

b. Kegiatan Inti

1) Memberi contoh membaca Surat An-Nashr dengan menjelaskan harakat dan mahrojnya, dan contoh bacaan tartil.

2) Contoh diulang beberapa kali hingga siswa menunjukkan kepahaman..

3) Membentuk kelompok tutor sebaya.

4) Memberi kesempatan untuk melaksanakan latihan membaca secara berpasangan. Siswa yang telah mencapai kompetensi membantu temannya yang belum mencapai kompetensi.

c. Kegiatan Penutup

(51)

2) Membaca Surat An- Nashr bersama-sama sebagai penutup proses pembelajaran.

3. Pengamatan Siklus II

Kegiatan pengamatan dalam siklus II sama seperti pengamatan siklus I yaitu observasi pelaksanaan proses pembelajaran. Observasi dilakukan terhadap siswa , dan guru. Observasi terhadap siswa dilakukan oleh guru, sedangkan observasi terhadap guru dilakukan oleh guru lain. Pelaksanaan observasi berdasarkan lembar observasi yang telah disiapkan sebelumnya. a. Suasana interaktif dapat terbangun lewat bimbingan guru terhadap

kelompok pasangan belajar.

b. Siswa dan guru sama-sama aktif untuk mencapai kompetensi pembelajaran.

4. Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan pada pelaksanaan siklus II adalah : a. Hasil observasi proses pembelajaran.

b. Hasil evaluasi,

c. Dokumen berupa RPP, alat evaluasi, daftar nilai, daftar absensi, dan catatan pelaksanaan proses pembelajaran.

5. Refleksi

(52)

a. Tutor sebaya cukup efektif diterapkan. Strategi ini berhasil meningkatkan keaktifan siswa.

b. Bimbingan kepada siswa ditingkatkan dengan mengelilingi siswa yang sedang berlatih membaca..

C. Diskripsi Siklus 111 1. Perencanaan siklus III

Kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan siklus III adalah : a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

b. Menyusun alat evaluasi.

c. Menyiapkan bahan pembelajaran. d. Menyiapkan alat observasi.

e. Menyiapkan angket minat belajar siswa. 2. Pelaksanaan Siklus III

Siklus III dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 29 Mei 2008 jam pelajaran ke 1-2 dimulai pukul 07.00 s.d pukul 08.10 selama 70 menit,dengan materi pembelajaran adalah Surat Al-‘Ashr. Jalannya proses pembelajaran sebagai berikut:

a. Kegiatan Pendahuluan

1) Memberi salam dan memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan membaca doa

(53)

b. Kegiatan Inti

1) Memberi contoh membaca Surat Al-‘Ashr dengan menjelaskan harakat dan mahrojnya, dan contoh bacaan tartil.

2) Contoh diulang beberapa kali menurut kebutuhan.

3) Memberi kesempatan untuk melaksanakan latihan membaca secara berpasangan. Siswa yang telah mencapai kompetensi membantu temannya yang melum mencapai kompetensi. Kegiatan ini sama dengan kegiatan siklus II yang dipertahankan dalam arti tidak di bentuk kelompok baru.

c. Kegiatan Penutup

1) Siswa membaca surat Al-‘Ashr secara bergantian sebagai evaluasi.

2) Membaca Surat Al- ‘Ashr bersama-sama sebagai penutup proses pembelajaran, dan membagikan angket minat.

3. Pengamatan Siklus III

(54)

4. Pengumpulan Data

Data yang dikumpulkan pada pelaksanaan siklus III adalah : a. Hasil observasi proses pembelajaran

b. Hasil evaluasi

c. Dokumen berupa RPP, alat evaluasi, daftar nilai, daftar absensi, dan catatan pelaksanaan proses pembelajaran.

d. Hasil angket minat belajar. 5. Refleksi

(55)

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Lokasi dan Subyek Penelitian a. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1) Profil Sekolah:

Nama Sekolah: SD Ledok 07

Alamat : Jalan Veteran No 43 A Salatiga Kelurahan : Ledok

Kecamatan : Argomulyo Kota : Salatiga Provinsi : Jawa Tengah Telepon : 0298-321861 Status Sekolah: Negeri 2) Sarana dan Prasarana

Tabel 1

Sarana dan Prasarana SDN Ledok 07 Salatiga

No Jenis Jumlah Kondisi

1 Ruang Kelas 6 Baik

2 Ruang Agama dan UKS 1 Baik 3 Ruang Kepala Sekolah l Baik

4 Ruang Guru 1 Baik

5 Kamar Mandi dan WC 2 Baik 6 Rumdin Kepala Sekolah 1 Baik 7 Rumdin Penjaga T - Tidak Baik 8 Ruang Perpustakaan hT ~ Baik 9 Kamar Mandi/WC Guru ^2 Baik Tabel 1: Sarpras SD Ledok 07

Sumba-: Data Primer

(56)

3) Potensi Lingkungan Pendukung a) Terletak di lingkungan masyarakat b) Bangunan di tepi jalan raya

c) Peran serta orang tua dan masyarakat maksimal

d) Jalinan keija sama dengan massyarakat peduli sekolah tinggi.

e) Kerja sama antara Kepala Sekolah, Guru, Karyawan, dan Komite Sekolah harmonis.

f) Potensi yang ada di masyarakat dan dapat diberdayakan cukup besar.

4) Guru/ Karyawan dan Tingkat Pendidikan Tabel 2

Jumlah Guru/Karyawan SDN Ledok 07

N o Jenis Jum lah Pendidikan

SLTA D 2 S 1

1 G uru Kelas 6 1 3 2

2 G uru A gam a 3 0 2 1

3 G uru Penjaskes 1 0 1 0

4 Penjaga Sekolah 1 1 0 0

5 G uru W iyata Bhakti 2 0 1 1

Jum lah 13 2 7 4

Tabel 2 : Guru/Karyawan SD Ledok 07 Sumber : Data Primer

5) Kesiswaan

(57)

Tabel 3

Jumlah Siswa SDN Ledok 07 Salatiga

Ke Jml Awal Bulan Mutasi Akhir Bulan

las Kls L P J L P J L P J

I 1 13 11 24 - - - 13 11 24

II 1 14 17 31 - - - 14 17 31

m

1 21 18 39 - - - 21 18 39

IV 1 18 26 44 - - - 18 26 44

v 1 22 22 44 - - - 22 22 44

VI 1 24 16 40 - - - 24 16 40

Jml 6 112 110 222 - - - 112 110 222 Tabel 3 : Keadaan siswa SD Ledok 07 per 31 Mei 2008

Sumber : Data Primer

6) Jumlah Siswa Menurut Agama Tabel 4

Jumlah Siswa SDN Ledok 07 Berdasarkan Agama

Kelas Jml Siswa Islm Kris Kath Hnd Bud

I 24 19 05 - -

-II 31 26 05 - -

-III 39 35 04 - -

-IV 44 37 07 - -

-V 44 43 01 - -

-VI 40 36 04 - -

-JML 222 194 26 - -

(58)

b. Gambaran Umum Subyek Penelitian 1) Jumlah Subyek Penelitian

Berdasarkan tabel 3 tentang jumlah siswa SD Negeri Ledok 07 dapat diketahui bahwa siswa kelas IV berjumlah 44 siswa. Namun berdasarkan tabel 4 tentang jumlah siswa SD Negeri Ledok 07 dapat diketahui pula bahwa subyek penelitian ada 37 siswa karena siswa kelas IV ada siswa non muslim sebanyak 7 orang.

2) Data Keaktifan, Minat Belajar, dan Prestasi Subyek Penelitian Sebelum Proses Pembelajaran Siklus

a) Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran

Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebelum pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut:

Tabel 5

(59)

15 Fidelia Paramesti 3 3 2 3 3 3 3 20

Tabel 5 : Hasil Observ asi Keaktifan Siswa dalam PBM Sebelum Pelaksanaan Tindakan

Sum ber: Data primer

Berdasarkan tabel 5 tentang hasil observasi keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar (PBM) sebelum pelaksanaan tindakan diketahui bahwa:

(60)

optimal, (6). Menyelesaikan tugas tepat waktu (7). Berani berpendapat (bertanya ,d.l.l).

2) Setiap aspek mendapat skor 1 - 5 ( 1 = rendah (E), 2= kurang (D), 3=cukup ( C), 4= baik ( B), 5 = amat baik (A).

3) Total skor keaktifan siswa 679 yang artinya setiap siswa memperoleh skor rata-rata 18,35.

4) Tingkat keaktifan siswa adalah 18,35/35 x 100 % = 52,42 %.

5) Kategori keaktifan siswa adalah kurang aktif ( D ). b) Minat belajar siswa dalam PBM membaca Al-Qur’an.

Minat belajar siswa dalam proses belajar mengajar sebelum pelaksanaan tindakan adalah:

Tabel 6

(61)

15 3 2 3 3 2 2 3 2 2 3 25 Tabel 6 : Hasil Angket Minat Belajar Siswa dalam PBM Membaca Al-

Qur’an Sebelum Pelaksanaan Tindakan Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel 6 tentang hasil angket minat belajar siswa dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sebelum pelaksanaan tindakan penelitian dketahui bahwa:

1) Aspek yang ditanyakan ada 10 item.

2) Setiap item disediakan 4 alternatif jawaban dengan skor 1 - 4 ( skor 1= tidak baik ( D), skor 2= cukup baik ( C ), skor 3 = baik ( B ), skor 4 = amat baik ( A ).

3) Skor maksimal 40, skor minimal 10.

(62)

5) Tingkat minat siswa adalah 26/40 x 100 % = 65 %. 6) Berdasarkan persentase tersebut di atas maka kategori

minat siswa kelas IV SD Ledok 07 Kota Salatiga dalam proses pembelajaran membaca Al-Qur’an sebelum pelaksanaan tindakan adalah cukup baik ( C ).

c) Prestasi membaca Al-Qur’an sebelum pelaksanaan tindakan Prestasi siswa dalam membaca Al-Qur’an sebelum pelaksanaan tindakan adalah sebagai berikut:

Tabel 7

Hasil Penilaian Membaca Al-Qur’an Sebelum Pelaksanaan Tindakan

No Nama Ulangan Ke Jumlah NilaiRata2 I II III

9 Nirmalasari Nursavitri 4 7 8 17 5,66 10 Aldias Desi Trisnasari 5 6 6 17 5,66

11 Almira Lisady 6 4 5 15 5,00

12 Arga Bagus Priambodo 6 7 7 20 6,66

13 Bayu Hendrawan 6 7 8 21 7,00

14 Candra Astalia Rama 5 7 8 20 6,66

15 Fidelia Paramesti 6 7 8 21 7,00

16 Kusnendra Ardiansyah 6 6 6 18 6,00

17 Latifah Larasati 6 7 8 21 7,00

18 Mahendra Wahyu Pras 5 4 5 14 4,66

19 Ma’rifatun Hasanah 6 6 8 20 6,66

20 M.Yusuf Bachtiar 6 5 7 18 6,00

(63)

2 2 M. Fadel 6 5 6 17 5 ,6 6

Jumlah 195 206 244 557 185,6

Nilai Rata-rata 5,24 5,4 6,6 17,25 5,74 Tabel 7 : Hasil Penilaian Membaca Al-Qur’an Sebelum Pelaksanaan

Tindakan Sum ber: Data Primer

Berdasarkan tabel 7 tentang hasil penilaian membaca Al-Qur’a sebelum pelaksanaan tindakan dapat diketahui bahwa :

(64)

3) Nilai rata-rata kelas yang dapat dicapai siswa adalah 5,24 pada ulangan ke 1, 5,40 pada ulangan ke 2, sedangkan pada ulangan ke 3 adalah 6,60. Tiga kali ulangan tersebut nilai rata-rata diperoleh sebelum siklus adalah 5,74.

B. Diskripsi Masing-masing Siklus 1. Deskripsi Siklus I

a. Perencanaan Siklus I

Kegiatan perencanaan yang dilaksanakan oleh guru untuk pelaksanaan siklus I adalah:

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2) Menyusun alat evaluasi,

3) Menyiapkan bahan pembelajaran,

4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi,

5) Menyiapkan buku daftar nilai, buku absen, buku analisis hasil evaluasi, dan buku daftar kelas.

Semua komponen tersebut di atas telah dilaksanakan dan telah disahkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Ledok 07 Salatiga

b. Proses Pembelajaran

(65)

1) Kegiatan pendahuluan, guru telah melakukan apersepsi dengan cara menginformasikan proses pembelajaran yang akan berlangsung serta pemberian motivasi.

2) Kegiatan inti, guru berusaha menciptakan suasana interaktif dalam proses pembelajaran.

3) Metode yang digunakan adalah metode drill dengan diselingi ceramah dan tanya jawab.

4) Evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

c. Hasil Observasi

1) Observasi terhadap guru

Observasi terhadap guru dalam proses pembelajaran siklus I mendapatkan skor kemampuan 110. Tingkat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran adalah 110/120 x 100 % = 91,6 %. Kategori amat baik (A).

2) Observasi terhadap siswa

Observasi terhadap siswa dalam proses pembelajaran siklus I mendapatkan skor keaktifan 25,64. Tingkat keaktifan siswa 25,64/35 x 100 % = 73,25 %. Kategori keaktifan baik ( B).

d. Hasil Tes Siklus I

Hasil tes dalam siklus 1 adalah sebagai berikut: Tabel 8

(66)

No Nama Nilai Tuntas/Belum

1 Adyan Yuliyanto 6 B

2 Haris Candra 6 B

3 Brian Imam Putra A 6 B

4 Dzul Qidah Nurul Jd 7 T

5 Ardi Tri Dilianto 6 B

6 Wahyu Aji Pamungkas 6 B

7 Faisal Aji Nugroho 7 T

8 Bayu Setyo Adi 7 T

9 Nirmalasari Nursavitri 7 T

10 Aldias Desi Trisnasari 6 B

11 Almira Lisady 7 T

12 Arga Bagus Priambodo 7 T

13 Bayu Hendrawan 7 T

14 Candra Astalia Rama 7 T

15 Fidelia Paramesti 7 T

16 Kusnendra Ardiansyah 6 B

17 Latifah Larasati 7 T

18 Mahendra Wahyu Pras 6 B

19 Ma’rifatun Hasanah 6 B

20 M. Yusuf Bachtiar 6 B

21 M Basya Fitra 7 T

22 M. Fadel 7 T

23 Nurul Maulidian 6 B

24 Reeky Fatachilla 6 B

25 Rika Ayu Wulandari 6 B

26 Risa Setiyanti 6 B

27 Valentino Guntur Shar 6 B

28 Valentino Guruh Shar 7 T

29 Wahyuni Muslimah 7 T

30 Widianto Wahyu Nug 7 T

31 Yesicha Okta Rista 6 B

32 M. Hanif Prabowo 6 B

33 Diah Eka Lestari 7 T

34 Ulfah Diani Maya Pr 6 B

35 Rita Ayu Pratiwi 6 B

36 M.Rohul Widi 7 T

37 Ariningtyas Yusna Ag 6 B

- Jumlah nilai 239 T=17

- Nilai rata-rata 6,45 B=20

(67)

Prima-Berdasarkan tabel 8 yaitu hasil tes siklus I tersebut di atas tentang dapat diketahui bahw a:

1) Nilai rata-rata yang dicapai adalah 6,45.

2) Siswa mencapai taraf tuntas ada 17 siswa dan belum tuntas 20 siswa.

3) Dibanding rata-rata sebelum siklus yaitu 5,74 ada kenaikan 0,71 atau 12,3 %. Namun dibanding rata-rata ulangan ke 3 sebelum siklus yaitu 6,6 terdapat penurunan sebesar 0,86 poin atau 13,3 %

4) Perbadingan siswa tuntas dengan belum tuntas adalah 45% dibanding 55 %.

5) Dibandingkan siswa mencapai KKM ulangan ke 3 sebelum siklus turun 3 poin atau 17,6 %

6) Penyebab menurunnya nilai rata-rata dan jumlah siswa yang tuntas dimungkinkan siswa belum mampu beradaptasi dengan metode drill karena biasanya proses pembelajaran membaca Al-Qur’an menggunakan sistem menirukan. e. Hal-hal yang Menghambat dan Mendukung Proses Pembelajaran

Siklus I

1) Hal yang menghambat

(68)

b) Siswa tampak aktif namun belum mau belajar bersama teman, jadi sifatnya banyak menunggu bimbingan dari guru.

2) Hal-hal yang mendukung

Situasi kelas terkendali dalam arti tidak banyak siswa yang bermain sendiri dan atau mengganggu teman lain.

2. Deskripsi Siklus II a. Perencanaan Siklus II

Kegiatan perencanaan yang dilaksanakan oleh guru untuk pelaksanaan siklus II adalah :

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan mengakomodasi refleksi siklus I

2) Menyusun alat evaluasi,

3) Menyiapkan bahan pembelajaran,

4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi,

5) Menyiapkan buku daftar nilai, buku absen, buku analisis hasil evaluasi, dan buku daftar kelas.

Semua komponen tersebut di atas telah dilaksanakan dan telah disahkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Ledok 07 Salatiga. b. Proses Pembelajaran

(69)

1) Kegiatan pendahuluan, guru telah melakukan apersepsi dengan cara menginformasikan proses pembelajaran yang akan berlangsung serta pemberian motivasi.

2) Kegiatan inti, guru berusaha menciptakan suasana interaktif dalam proses pembelajaran.

3) Metode yang digunakan adalah metode drill, ceramah, tanya jawab, tutor sebaya . Penentuan pasangan tutor sebaya adalah dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa artinya siswa yang biasanya berkemempuan tinggi ditugasi membiumbing teman yang kemampuannya rendah .

4) Guru memberikan kesempatan belajar tutor sebaya dan bimbingan dan pengawasan.

5) Evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

c. Hasil Observasi

1) Observasi terhadap guru

Observasi terhadap guru dalam proses pembelajaran siklus II mendapatkan skor kemampuan 111. Tingkat kemampuan guru mengelola proses pembelajaran siklus II adalah 111/120 x 100

% = 92,5 %. Kategori kemampuan guru amat baik (A). 2) Observasi terhadap siswa.

(70)

26,29/35 x 100 % = 75,11 %. Kategori keaktifan siswa dalam proses pembelajaran siklus II adalah baik (B),

a. Hasil Tes Siklus II

Hasil tes siklus II disajikan dalam tabel nilai berikut: Tabel 9

5 Ardi Tri Dilianto 7 T

6 Wahyu Aji Pamungkas 7 T

7 Faisal Aji Nugroho 8 T

8 Bayu Setyo Adi 7 T

9 Nirmalasari Nursavitri 7 T

10 Aldias Desi Trisnasari 7 T

11 Almira Lisady 7 T

12 Arga Bagus Priambodo 7 T

13 Bayu Hendrawan 8 T

14 Candra Astalia Rama 7 P f ~

15 Fidelia Paramesti 7 T

16 Kusnendra Ardiansyah 7 T

17 Lalifah Larasati 7 iY ~

18 Mahendra Wahyu Pras 7 i T

-19 M a'nfatun Hasanah 7 T

2 0 M.Yusuf Bachtiar 7 T

21 M Basya Fitra 7 T

2 2 M. Fadel 7 T

2 3 Nurul Maulidian 7 n r

-2 4 Reeky Fatachilla 7 T

2 5 Rika Ayu Wulandari 7 rT ~

2 6 Risa Setiyanti 7 T

2 7 Valentino Guntur Shar 7 T

2 8 Valentino Guruh Shar 7 T

2 9 Wahyuni Muslimah 7 T

3 0 Widianto Wahyu Nug 7 T

(71)

32 M. Hanif Prabowo 7 T

33 Diah Eka Lestari 7 T

34 Ulfah Diani Maya Pr 7 T

-35 Rita Ayu Pratiwi 8 T

36 M.Rohul Widi 7 T

37 Ariningtyas Yusna Ag 6 B

Jumlah 261 T = 36 =97,2 %

Nilai Rata-rata 7,05 B = 1 = 2,8% Tabel 9 : Hasil Tes Siklus II

Sumber: Data Primer

Berdasarkan tabel 9 tentang hasil siklus II tersebut di atas di atas dapat diketahui bahw a:

1) Siswa yang mencapai nilai KKM pada ulangan siklus II adalah 36 siswa (97,2 %)

2) Rata-rata kelas dicapai pada siklus II adalah 7,05

3) Perbandingan jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas adalah 97,2 % berbanding 2,8 %.

4) Terdapat kenaikan rata-rata kelas dari rata-rata sebelum siklus sebesar 1,31 poin atau 22,8 %

b. Hal-hal yang Menghambat dan Mendukung Proses Pembelajaran Siklus II

1) Hal yang menghambat

Tidak ada hambatan dalam proses pembelajaran siklus II 2) Hal yang mendukung

Hal-hal yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran siklus II adalah:

(72)

siswa semakin bersemangat. 3. Deskripsi Siklus III

a. Perencanaan Siklus III

Kegiatan perencanaan yang dilaksanakan oleh guru untuk pelaksanaan siklus III adalah :

1) Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan mengakomodasi refleksi siklus II

2) Menyusun alat evaluasi,

3) Menyiapkan bahan pembelajaran,

4) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi

5) Menyiapkan buku daftar nilai, buku absen, buku analisis hasil evaluasi, dan buku daftar kelas.

6) Mempersiapkan angket minat belajar siswa.

Semua komponen tersebut di atas telah dilaksanakan dan telah disahkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri Ledok 07 Salatiga. b. Proses Pembelajaran

Pelaksanaan proses pembelajaran siklus III telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan:

1) Kegiatan pendahuluan, guru melakukan apersepsi dengan cara menginformasikan proses pembelajaran yang akan berlangsung serta pemberian motivasi.

(73)

3) Metode yang digunakan adalah metode drill dan pendekatan tutor sebaya.

4) Evaluasi proses pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

c. Hasil Observasi

1) Observasi terhadap guru

Observasi terhadap guru dalam proses pembelajaran siklus III menghasilkan skor kemampuan 116. Tingkat kemampuan guru mengelola pembelajaran siklus III adalah 116/120 x 100 % = % ,6 %. Kategori kemampuan adalah amat baik (A).

2) Observasi terhadap siswa.

Observasi terhadap siswa dalam proses pembelajaran siklus III mendapatkan skor keaktifan 27,32. Tingkat keaktifan siswa adalah 27,32 /35 x 100 % = 78,05 %. Kategori keaktifan siswa dalam proses pembelajaran siklus III adalah baik ( B ).

d. Hasil Tes Siklus III

Hasil tes siklus III adalah sebagai berikut: Tabel 10

Hasil Tes Siklus III

No Nama Nilai Tuntas/Belum

1 Adyan Yuliyanto 7 T

2 Haris Candra 7 T

3 Brian Imam Putra A 7 T

4 Dzul Qidah Nurul Jd 8 T

5 Ardi Tri Dilianto 8 T

(74)

7 Faisal Aji Nugroho 8 T

8 Bayu Setyo Adi 8 T

9 Nirmalasari Nursavitri 8 T

10 Aldias Desi Trisnasari 8 T

11 Almira Lisady 7 T

12 Arga Bagus Priambodo 8 T

13 Bayu Hendrawan 8 T

14 Candra Astalia Rama 8 T

15 Fidelia Paramesti 8 T

16 Kusnendra Ardiansyah 7 T

17 Lalifah Larasati "8 “ T

18 Mahendra Wahyu Pras 7

19 Ma’rifatun Hasanah 8 i

2 0 M.Yusuf Bachtiar 7 T

21 M Basya Fitra 7 T

2 2 M. Fadel 7 T

2 3 Nurul Maulidian 7 T

2 4 Reeky Fatachilla 8 T

2 5 Rika Ayu Wulandari 7 T

2 6 Risa Setiyanti 7 T

2 7 Valentino Guntur Shar 8 T

2 8 Valentino Guruh Shar 7 T

2 9 Wahyuni Muslimah 8 T

3 0 Widianto Wahyu Nug 8 T

31 Yesicha Okta Rista 7 T

3 2 M. Hanif Prabowo 7 T

33 Diah Eka Lestari 7 T

3 4 Ulfah Diani Maya Pr 8 i

3 5 Rita Ayu Pratiwi 8 T

3 6 M.Rohul Widi 8 T

3 7 Ariningtyas Yusna Ag 7 T

(75)

1) Siswa yang mencapai nilai KKM pada siklus ke III adalah 37 siswa. Jadi pada siklus III semua siswa mampu mencapai nilai KKM atau tuntas belajar.

2) Rata-rata kelas pada siklus III adalah 7,51 yang berarti terdapat peningkatan dari prestasi pada siklus II sebesar 0,46 poin atau 6,52 %. Kenaikan dari siklus I sebesar 1,06 poin atau 16,43 %.

Kenaikan dari rata-rata sebelum siklus adalah 1,77 poin atau 30,8 %.

3) Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran siklus I,II,III mampu meningkatkan prestasi membaca siswa kelas IV SD Negeri Ledok 07 sebesar 30,8 %.

e. Hal-hal yang Menghambat dan Mendukung Proses Pembelajaran Siklus III

1) Hal yang menghambat

Pelaksanaan proses pembelajaran siklus III tidak menemukan kendala yang berarti.

2) Hal yang mendukung

Hal-hal yang mendukung pelaksanaan proses pembelajaran siklus III adalah :

a) Belajar tutor sebaya memudahkan guru memantau keaktifan dan kemampuan siswa.

Gambar

Tabel 1 Sarana dan Prasarana SDN Ledok 07 Salatiga...........................42
Gambar 1 : Alur Penelitian Tindakan Kelas
Tabel 1Sarana dan Prasarana SDN Ledok 07 Salatiga
Tabel 2Jumlah Guru/Karyawan SDN Ledok 07
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perkebunan Nusantara VII Unit Usaha Pematang Kiwah Bandar Lampung (Survey terhadap karyawan bagian pengolahan) ”. Di bawah bimbingan Dr. Syamsul Hadi Senen, MM dan

Metode uji sensifitas bakteri adalah metode cara bagaimana mengetahui dan mendapatkan produk alam yang berpotensi sebagai bahan anti bakteri serta mempunyai

Bahasan: Reformasi ketatanegaraan yang dilakukan oleh pemerintah pada lembaga tertinggi negara bertujuan menegakkan kembali demokrasi yang bertumpu pada rakyat, yaitu rakyat tidak

Kacang hazelnut juga sangat baik mencegah kanker atau memiliki sifat anti-karsinogenik karena memiliki alpha-tocopherol, yaitu varian Vitamin E yang dikenal memiliki kekuatan

Kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan adalah SKH Jurnal Nasional memandang kebijakan bailout Bank Century merupakan kebijakan yang tepat demi menyelamatkan

Pada level teks dilakukan analisis untuk mengetahui frame setiap berita yang menjadi. obyek

Hasil produksi sub sektor perikanan yang mencakup pada sub sektor perikanan tangkap (perikanan laut dan perikanan umum), perikanan budidaya (budidaya laut, kolam,

pembimbing berkaitan dengan validitas konstruk, yaitu seberapa jauh butir-butir instrumen tersebut telah mengukur indikator dan sub indikator dari variabel minat belajar