TIGA LANGKAH MEMOTIVASI KERJA

10 

Teks penuh

(1)

Salam Redaksi... 4

Surat Pembaca ... 5

Kebijakan Instansi ... 6

Sertifikasi Utama ... 10

Potensi SDM ... 18

Artikel-artikel ... 20

Profil BNSP ... 26

Lintas Kegiatan ... 35

Profil LSP ... 41

Mancanegara ... 43

Agenda Kita... 45

Directory LSP ... 47

Lensa Peristiwa ... 53

Wawancara-Wawancara ... 55

Public Figure ... 57

Management Mutu ... 59

Apa Kata Mereka

... 61

Daftar

Isi

>06 KebijakanInstansi

Evaluasi dan Strategi dalam

Pengembangan Sertifikasi Kompetensi

Sebagai organisasi yang melaksanakan di awal program, BNSP 2005-2010 lebih fokus pada proses penyusunan aspek-aspek fundamental, yang akan bermanfaat bagi akselerasi sistem secara berkesinambungan. Oleh karena itu semua kapasitas yang tersedia diarahkan untuk mencapai sasaran prioritas tersebut.

PotensiSDM

>18 Penerbangan Indonesia

Mengacu Standard Internasional

ProfilLSP >41

Ketua Panitia acara Workshop yang juga Ketua Komisi Harmonisasi dan Kelembagaan BNSP, Dra. Nurmaningsih, MBA memberikan cenderamata kepada Dirjen Binalattas

LensaPeristiwa >54

Mabes Polri Gandeng BNSP Selenggarakan Audit Investigasi Propam Polri

ApakataMereka

>64

BNSP

>29 ProfilBNSP

Menakertrans:

Berharap Anggota BNSP Dapat Melakukan Koordinasi

Efektif dengan Stakeholder yang Ada

Anggota BNSP Menandatangaini kutipan SK Presiden di hadapan Menakertrans

TIGA LANGKAH MEMOTIVASI KERJA

SEDANGKAN pengertian produktivitas tersebut mengandung cara atau metode pengukuran tertentu yang secara praktek sukar dilakukan. Kesulitan-kesulitan itu dikarenakan, pertama karakteristik-karakteristik kepribadian individu bersifat komplek, sedangkan yag kedua disbabkan masukan-masukan sumber daya bermacam-macam dan dalam proporsi yang berbeda-beda.

(2)

!

S

Salam

Redaksi

BNSP

Pimpinan Redaksi:

Dra. Nurmaningsih, MBA

Redaktur Pelaksana:

Kunjung Masehat, SH, MM

Dewan Redaksi:

Bornardo Tobing, BSBA Ir. Bachtiar Siradjuddin, MM, I.P.M

Hasnawati, S.K.M, M.Kes Drs. Rambun Sumardi, M.Si

Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indradjit, M.Si, MBA, MA Drs. Mohammad Zabair, M.Si, ALLS

R.A Hj. Ning Sudjito, S.T Gembong Setyawan Purboyo, S.M.I, MBA

Drs. Mulyanto, MM H. Teuku Suriansjah, M.Si

Hendra Pribadi, S.Pd Drs. Krisna Nur Miradi, M.Eng

Dra. Inda Mapiliandari, M.Si Drs. Martinus Darmonsi, M.Si

Drs. Sugiyanto, MBA, P.Hd Ir. H. Rama Boedi, M.Si, IPU

Rizal Yamin, MBA Ir. Muhammad Najib, MBA

Sekretariat:

Dra. A.Y. Retno Dwidarsih, M.Si Ir. Imam Subagyo

Ir. Darwanto Ir. Indah Sri Rejeki Benny Hardiansyah, S.Kom

Konsultan Media: C M P (Citra Media Profesi)

Tim Koordinator:

T. Sugeng Priatmodjo

Alamat Redaksi:

Jl. MT. Haryono Kav. 52 Jakarta Selatan Telp. (021) 7992685 (Hunting)

Fax. (021) 7992321 E-mail: info@bnsp.go.id Website: www.bnsp.go.id

Wartawan Majalah Sertifikasi dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya dilengkapi dengan kartu identitas/Surat Tugas yang dikeluarkan oleh Redaksi. Wartawan dilarang keras menerima imbalan berupa apapun.

SERTIFIKASI

Profesi

SAING SDM MELALUI SERTIFIKASI PROFESI

Pengarah:

Dr. Adjat Daradjat, M.Si, Ir. Sumarna F. Abdurrahman, M.Sc

MENINGKATKAN DAYA

Tampil

Beda

Tampak para anggota Komisi Harmonisasi dan Kelembagaan usai rapat kerja di ruang kerja. (Foto: Warno)

ALAM hangat buat pembaca budiman di tanah air. tak terasa waktu bahwa kita telah memasuki bulan ramadhan. Bulan penuh suci ini, umat Islam berlomba-lomba menunaikan kebaikan dan menjalankan ajarannya dengan khusuk, guna mendapatkan pahala berlipat ganda. Namun di bulan puasa, awak redaksi majalah Sertifikasi tetap melakukan kegiatan secara intensif. Meliput dan dan memburu berita sebagai tugas jurnalistik menyajikan tulisan-tulisan berita menarik.

Dengan membangun sinergi dan bekerja sama dengan baik kepada pimpinan dan anggota BNSP periode 2011-2016, instansi pemerintah terkait, lembaga mitra danstakeholderterkait, diharapkan mampu mendorong dan memberi warna berita-berita setiap majalah terbit.

Kali ini,performancemajalah Sertifikasi memang tampil beda dan lebih menarik bila dibandingkan dengan terbitan majalah sebelumnya. Dengan tebal majalah 68 halamanfull colourditunjang rubrikasi yang variatif, menunjukan terbitan majalah kali ini tampil beda, seiring ditunjang tim redaksi yang solid dan diasuh oleh orang-orang membidangi.

Terbitan kali ini, di rubrik Sertifikasi utama menyajikan dan menyoroti seputar sertifikasi kompentensi bagi tenaga kerja, termasuk pentingnya sertifikasi kompetensi bagi TKI. Rubrikasi lintas kegiatan tak kalah menarik, kali ini menyajikan kegiatan anggota badan melakukan kegiatan berupa outbond yang diselenggarakan di Taman Wisata Ratu Boko di Yogyakarta. Kegiatan tahunan dengan tujuan bisa membagun sinergi dan menyatukan aspirasi antar anggota diharapkan anggota BNSP dapat bekerja ke depan lebih baik.

(3)

BNSP

Tanya:

Sudan hampir satu tahun, saya tidak mengikuti sajian berita dari Majalah Sertifikasi Profesi BNSP. Padahal, dengan adanya sarana media, saya selalu mendapatkan informasi berita-berita tentang kebijakan dan informasi lainya seputar sertifikasi kompetensi BNSP.

Terus terang, saya sangat mendukung dengan adanya media sebagai sarana informasi di BNSP. Karena itu, saya mohon majalah Serifikasi kalau bisa terbit setiap bulan agar masyarakat, seperti saya bisa mengikuti informasi dari BNSP.

Aristha Ima Wahyuni Jln Cip Muara I, Pondok

Bambu, Jakarta Tmur

Jawab:

Terima kasih atas usulan dan perhatian ibu Arista yang selama ini sebagai pembaca setia Majalah Sertifikasi. Kami sebagai awak redaksi akan memberi penjelasan, perihal hampir satu tahun Majalah Sertifikasi tidak hadir di hadapan Anda tidak bisa disamakan dengan majalah-majalah pada umumnya. Majalah Sertifikasi bisa terbit ketika ada kebijakan dari Ketua BNSP dan anggotanya.

Kebetulan Ketua BNSP periode 2011 -2016, Dr. H Adjat Darajat dan anggota BNSP baru satu bulan dilantik. Memang selama kurang lebih satu tahun Majalah Sertifikasi sempat fakum. Kini, dengan terpilihnya Ketua dan anggota BNSP baru, majalah Sertifikasi terbit lagi di hadaparan

para pembaca budiman. Dan saya bisa membaca majalah dan mengikuti informasi berita seputar BNSP.

Tanya:

Saya pembaca setia majalah Sertifikasi BNSP. Jujur saja, sejak membaca majalah saya dunia mendapatkan pengetahuan apa yang mananya sertifikasi kompetensi. Pokoknya yang menyangkut SDM dan dunia usaha, saya banyak mendapatkan informasi dari Majalah Sertifikasi. Saya usul, kalau bisa setiap terbit informasi berita yang bagus-bagus.

Terima Kasih

Suprapto

Komplek Poris, Cipondok Tangerang

Jawab:

Terima kasih pak Suprapto atas perhatiannya dan koreksinya mengenai berita-berita yang selama ini kami terbitkan. Kami akan selalu berusaha akan menyajikan berita-berita yang menarik dan bermanfaat bagi pembaca seantero Indonesia. Karena kami berada dibawah naungan BNSP akan selalu memuat berita kebijakan dan berita-berita sesuai dengan moto majalah Sertifikasi yakni meningkatkan daya saing SDM melalui sertifikasi profesi.

Kami bersama tim redaksi akan selalu menyajikan berita-berita serta informasi setiap bulanya agar bermanfaat bagi para pembaca.

Tanya:

Assalamualaikum Wr. Wb Sebagai pembaca bolehkan saya mengkritik desain dan isi berita-berita yang di sajikan oleh Majalah Sertifikasi. Secara jujur, saya melihat desain dan isi berita tidak menarik dan kurang bagus. Boleh dikatakan layoutnya asal-asalan. Tapi untuk terbitan tahun 2010, penapilan majalah sudah lumayan bagus bila dibandingkan majalah terbitan tahun

sebelumnya. Maaf ya ini sekedar koreksi membangun, agar majalah ke depan bisa tampil bagus.

Ahmad Pegawai Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Jawab:

Terima Kasih bapak Ahmad yang telah mengoreksi penampilan majalah dan isi beritanya setiap terbit. Kami harus mengakui jujur SDM yang kompeten di bidang penerbitan memang cukup minim. Namun bisa,tidak seperti yang diharapkan oleh para pembaca, setiap terbit selalu bagus, baiak desain maupun isi beritanya.

Namun penampilan majalah setiap bulan mengundang kritik, tapi kami tetap terus berusaha tampil baik seperti apa yang diinginkan oleh para pembaca. Tapi kami bersama tim redaksi selaalu komit dan terus berusaha bahwa majalah Sertifikasi ke depan harus tampil bagus, baik desan cocer, kolom, poto-poto serta isi berita sesuai apa yangh diharapkan para pembaca. Wasalam

Surat

Pembaca

(4)

K

KebijakanInstansi

BNSP

etua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Dr.H. Adjat Daradjat dalam pidatonya menyampaikan hasil data pencapaian kumulatif BNSP periode 2005-2010. Ia mmbacakan jumlah Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada tahun 2004 sebanyak 6 SKKNI, tahun 2005 sebanyak 16 SKKNI, tahun 2006 sebanyak 4, tahun 2007 sebanyak 38, tahun 2008 sebanyak 25 tahun ,2009 sebanyak 59,2010 sebanyak 10. Jadi jumlah keseluruhan mencapai SKKNI ada 148.

Selain itu, Adjat juga menjelaskan, jumlah SKKNI yang telah mendapatkan diverifikasi BNSP pada tahun 2008 RSKKNI mencapai 52, standard ada 13 standard Internasional dan khusus. Pada tahun 2009 RSKKNI mencapai 50 RSKKNI, standard 11 standard Internasional dan khusus dan tahun 2010

mencapai 10 RSKKNI, standard dan standard Internasional dan khusus

Evaluasi dan Strategi dalam

Pengembangan Sertifikasi Kompetensi

Menakertrans, Muhaimin Iskandar sedang berdialog dengan Ketua BNSP, Adjat Daradjat di ruang kerja. (Foto: Warno)

Sebagai organisasi yang melaksanakan di awal program,

BNSP 2005-2010 lebih fokus pada proses penyusunan

aspek-aspek fundamental, yang akan bermanfaat bagi

akselerasi sistem secara berkesinambungan. Oleh

karena itu semua kapasitas yang tersedia diarahkan

untuk mencapai sasaran prioritas tersebut.

tidak ada. 281.657 sertifikasi. Sedang sektor

Sedangkan Lembaga Sertifikasi TLRT sebanyak 861.442 oarang Profesi (LSP) yang mendapat lisensi hingga tahun 2010. Jadi jumlah di tahun 2006 ada 9 LSP, 2007 ada keseluruhan mencapai 1.143.009 9 LSP, 2008 ada 13 LSP, 2008 ada orang.

15 LSP dan 2009 ada 12 LSP, 2010.

Jadi jumlah keseluruhan LSP yang Analisis Kausalitas :

telah mendapatkan lisensi berjumlah Dijelaskan, ada beberapa

62 LSP. penyebab terjadinya kondisi di atas

Dikatakan, jumlah tenaga kerja antara lain:

(5)

KebijakanInstansi

BNSP

itu semua kapasitas yang tersedia diarahkan untuk mencapai sasaran prioritas tersebut.

Fasilitas kerja dan anggaran yang tersedia sangat terbatas. Selain itu penggunaannya lebih diarahkan untuk penyusunan sistem dan kebijakan, serta untuk menstimulans melalui subsidi : Sertifikasi, pelatihan-pelatihan, pelayanan teknis lainnya.

Struktur organisasi komisi menggunakan model struktur organisasi mesin, yang mengutamakan fungsi teknis, dibandingkan pendekatan pengembangan sektoral. Sehingga pemberdayaan sektoral jadi kurang optimal.

Pembentukan LSP kurang mencerminkan personifikasi sektor industri, sehingga setelah mendapat lisensi, mengalami kesulitan mendapatkan calon asessi, dan pengakuan terhadap sertifikasi menjadi tidak memadai. Tidak jarang ada LSP Yang sejak mendapat lisensi

asesornya habis masa berlakunya. Masih lemahnya peranan pemerintah mendorong industri di sektornya untuk mempersyaratkan sertifikasi kompetensi pada saat rekrutmen, bagi keperluan pengembangan SDM, Penentuan remunerasi, maupun kriteria untuk promosi. Selain itu asistensi pemerintah untuk mendorong

pembentukan masih SKKNI di industri sektornya juga masih lemah.

Masih lemahnya kegiatan sosialisasi dan pemberdayaan sertifikasi kompetensi. Di samping anggaran sangat terbatas, pola sosialisasi masih menggunakan pola tradisional, tidak inovatif dan kreatif, serta kurang melibatkan partisipasi sektor-sektor.

Target Sasaran dalam Renstra BNSP 2011-2016:

Dikatakan, berdasarkan RPJM 2010-2015 target sasaran yang harus

“Revitalisasi

BNSP untuk

menjadi lembaga yang kuat

mandiri dan independen,

sehingga mampu menjadi

centre of exelence dalam

pelaksanaan sertifikasi

kompetensi di Indonesia serta

diakui secara nasional dan

Internasional.”

hingga habis masa berlakunya, belum pernah melakukan uji kompetensi sama sekali.

Masih banyak asesor kompetensi yang belum efektif melaksanakan tugasnya, bahkan tidak jarang yang belum pernah melaksanakan uji kompetensi, hingga sertifi kat

(6)

KebijakanInstansi

BNSP

dicapai selama lima tahun dan telah dituangkan dalam RENSTRA BNSP yaitu:“Terselenggaranyasertifikasi pada 5 juta tenagakerja.”

Sehingga,lanjutnya, langkah strategi harus diambil ialah

“RevitalisasiBNSP untuk menjadi lembaga yang kuat mandiri dan independen, sehingga mampu menjadi centre of exelence dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi di Indonesia serta diakui secara nasional danInternasional.”

Sedangkan untuk mendukung pencapaian target serta langkah strategi di atas, perlu ditetapkan di beberapa kebijakan dan program sebagai berikut:

1. Penguawatan kapasitas kelembagaan : Jumlah dan kualitas pegawai sekretariat anggaran, sarana dan prasarana, fasilitas kerja,dukungan kebijakan serta meningkatkan dukungan masyarakat pemangku kepentingan

2.Penguatan kapasitas dan

memanfaatkan tenaga-tenaga profesional di luar struktur BNSP.

4.Penguatan persepsi masyarakat tentang BNSP maupun program sertifikasi pada umumnya melalui, sosialisasi dan desimenasi baik dengan pendekatan langsung maupun menggunakan jasa media massa (elektronik dan cetak) yang terencana, kreatif dan inovatif.

5.Meninjau ulang aturan pemerintah No 23 tahun 2004 tentang Bandang Nasional Serfikasi Profesi, karena selain mesih memuat hal-hal yang krusial seperti dalam persyaratan keanggotaan BNSP juga tidak membuka peluang penguatan kelembagaan bagi terwujudnya fungsi BNSP yang mandiri, Independen yang profesional.

6. Peraturan pemerintah No 23 tahun 2004 termasuk kualifikasi hukum formal yang mengatur pembentukan dan eksistensi BNSP secara kelembagaan. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan

Menakertrans, Muhaimin Iskandar dan Ketua BNSP, Adjat Daradjat sedang memimpin Rapat para Anggota BNSP di (Foto: Warno)

”Di

samping anggaran

sangat terbatas, pola sosialisasi

masih menggunakan pola

tradisional, tidak inovatif dan

kreatif, serta kurang melibatkan

partisipasi sektor-

sektor”

kapabilitas anggota BNSP yang representatif terutama dalam melaksakan fungsi-fungsi strategis untuk perluasan kelompok sasaran (target group), perluasan jejaring dan aksesisbilitas, serta perluasan pengakuan sertifikasi dengan dunia internasional melalui Mutual Recognition Agreemente (MRA)

(7)

KebijakanInstansi

beberapa pekerjaan selama masa demisioner kepengurusan sebelumnya dengan cara membentuk panitia khusus yang berkaiatan dengan anggaran, revisi, PP 23 dan tunggakan pekerjaan.

Memperkuat Pondasi

kelembagaan BNSP, yaitu: Kaji ulang renstra, kaji ulang pedoman yang mengatur tentang organisasi dan tata kerja BNSP.

4.Memperkuat organisasi eksternal BNSP dengan merenca kanan audensi kepada beberapa menteri terkait, parlemen dan K/L terkait.

Penekanan kegiatan dalam waktu dekat:

Menggiring asosiasi profesi dan seluruh stakeholder kepada sistem BNSP.

Akan menggalakan promosi dan rekognisi berbagai sektor.

Pembuka pintu pengawasan dan advokasi terhadap permasalahan sertifikasi.

Mempersiapkan BNSP sebagai notifikation body/enquiry poits.

Rencana kedepan BNSP:

1.Pengembangan skema sertifikasi kompetensi nasional.

2,Pengembangan skema sertifikasi sektor.

3.Pengembangan kompetensi SDM dalam rangka skema sertifikasi.

4.Penguatan organisasi dalam rangka kemandirian.

Dijelaskan anggota BNSP yang terdiri dari pegawai sekretariat dan anggota di tahun 2009 sebanyak 25 pegawai, tahun 2010 sebanyak 27 pegawai dan tahun 2011 sebanyak 30 pegawai. Sedangkan anggaran yang tersedia untuk tahun 2009 mencapai Rp 25 Miliar, tahun 2010 mencapai 30,5 miliar dan untuk tahun 2011 mencapai 25 miliar.

Harapan kedepan,tambah Ketua BNSP, namun dengan yang tersedia lebih kecil bila dibandingkan pada tahun 2010 pihaknya yakin kedepan BNSP akan lebih maju lagi.“Inisudah menjadi komitmen kami dan para anggota bekerja lebih giat lagi untuk menatap BNSP kedepan lebih maju

BNSP

Ketua BNSP, Adjat Daradjat sedang meninjau di ruang kerja Komisi II Harmonisasi dan Kelembagaan. (Foto; Warno)

pembuatan dan penetapan hukum 4.Pilihan prioritas program dan material,yang secara khusus kegiatan

mengatur pola kerja dan terutama 5.Pilihan prioritas fungsi dari pola-pola hubungan antara BNSP organisasi.

dengan institusi lain yang berkaiatan

dengan penyelenggaraan sertifikasi Beberapa fungsi pokok BNSP

kompetensi. periode 2011-2016:

7. Selain menambah jumlah

anggaran , harus diusahakan agar Fungsi sosialisasi untuk BNSP memiliki satuan anggaran meningkapan pemahaman tersendiri, terpisah dari anggaran masyarakat, kelompok sasaran, Ditjen BINALATTAS. Olek karena itu, sektor-sektor pemerintah dan harus ada penambahan program di industri, perguruan tinggi, organisasi-lingkungan Kemenakertrans, yang organisasi profesi nasional dan semula merupakan bagian dari internasional.

program pelatihan dan produktifitas, 2.Fungsi pelayanan tehnis menjadi program tersendiri yaitu meliputi sub fungsi: Pendidikan dan program percepatan sertifikasii pelatihan, pelayanan lisensi calon

kompetensi. LSP, pelayanan sertifikasi asesor dan

calon acesor.

Pengorganisasian BNSP 2011- Fungsi pengendalian sistem

2016: sertifikasi mulai dari pengendalian Dijelaskan di dalam pasal 8 LSP, proses sertifikasi, efektifitas

ayat (1)peraturan pemerintah No sertifikat,dsb.

23 tahun 2004, ditetapkan bahwa: 4. Fungsi perencanaan

“untukmenunjang pelaksanaan tugas dan pengembangan , untuk

BNSP dapat membentuk komisi pengembangan kebijakan, strategis sesuai dengan kebutuhan, yang dan pedoman.

keanggotanya berasal dari anggota

BNSP.” Kegiatan awal yang telah dilakukan:

Pengorganisasian dilakukan Membentuk gugus kerja komisi

dengan memperhatikan: yang terdiri dari empat komisi 1.Sasaran dan target yang harus BNSP yaitu: komisi sertifikasi

dicapai dan Lisensi,Komisi Harmonisasi

2.Jenis kualitas yang harus dan Kelembagaan,Komisi

diselesaikan Pengendalian dan Perencanaan dan

(8)

M

enteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (MENAKERTRANS), Muhaimin Iskandar telah menekankan berulangkali agar para TKI memiliki kompetensi yang memadai sebelum bekerja ke luarnegeri,”Jikatidak kompeten dan siap, jangan diberangkat ke luarnegeri,”tegas Muhaimin.

Menurutnya, ini adalah prinsip serius yang kita kemukakan dengan kesadaran penuh. Sebab, tanpa kompetensi penuh dikhawatirkan akan timbul banyak masalah. Demikian diungkapkan Menakertrans dalam pertemuan Diskusi Penguatan Fungsi Standarisasi dan Sertifikasi Kompetensi TLRT dalam rangka Perlindungan TKI dan Peluncuran Program Penertiban Pelatihan dan Sertifikasi di Gedung Tripartit Kemenakertrans baru-baru ini.

Begitupun dengan penerapan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) sebagai upaya untuk menghasilkan TKI yang kompeten dengan merujuk pada SKKNI juga telah diberlakukan, walaupun pada penerapannya belum optimal yang dikarenakan oleh beberapa faktor, seperti sarana dan fasilitas, program dan modul PBK yang belum sepenuhnya tersedia di BLKLN, instruktur yang kompeten serta biaya pelatihan.

Dijelaskan,kedepan BLKLN sebagai penyelenggara PBK harus memiliki seluruh perangkat yang memadai serta perlu diakreditasi oleh LALPK dan penerapannya perlu pengawasan yang lebih ketat lagi, baik secara langsung ataupun tidak langsung, yaitu dengan menggunakan

“sistem online”yang dapat

mengendalikan alur proses TKI yang sebelumnya telah dikembangkan oleh BNP2TKI.

Menakertrans juga meminta kepada BNSP untuk dapat memastikan proses sertifikasi yang dilaksanakan oleh seluruh LSP agar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip asesmen. Mengacu pada UU 39,

Menakertrans Minta BNSP Memastikan

Proses Sertifikasi yang Dilakukan LSP

SertifikasiUtama

BNSP

Standar Kompetensi disusun mengacu pada kebutuhan

riil dunia kerja serta mendapatkan kesepakatan dari para

pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, Standar Kompetensi

bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di

luar negeri disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaaan yang

ada di rumah tangga para majikan di Negara tujuan

masing-masing.

bahwa seluruh TKI yang ditempatkan Sebab selama ini yang banyak ke luar negeri wajib memiliki dikeluhkan oleh para pelaksana sertifikasi kompetensi sebagai upaya pelatihan dan sertifikasi adalah penjaminan mutu dimana setiap kurangnya biaya untuk mendukung calon TKI telah mengikuti pelatihan kegiatan tersebut, oleh karena itu kompetensi dan sesuai standar perlu disusun standarisasi biaya

kompetensi. pelatihan dan sertifikasi yang

Terkait hal tersebut, hingga saat ini disepakati bersama oleh seluruh pihak telah terlisensi tujuh LSP bidang TLRT terkait.

dengan harapan mampu memberikan Muhaimin menjelaskan, dalam pelayanan yang baik dan objektif. hal ini peran PPTKIS, sebagai

(9)

S

ECARA konseptual bahwa kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi berstandar SKKNI merupakan kebutuhan pangsa pasar kerja di luar negeri. Apalagi, saat ini, kita tengah memasuki era globalisasi. Artinya, dampaknya sangat meluas hingga tidak hanya pada mudahnya barang dan informasi yang masuk ke dalam negeri, namun ketatnya persaingan SDM di dunia kerja. Mudahnya pekerja asing masuk ke setiap negara, tentu membuat persaingan SDM semakin tak terkendali. Sebagai negara berkembang, Indonesia mampu untuk meningkatkan adanya kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor. Tanpa ada sertifikasi kompetensi, pekerja kita akan sulit mendapat pengakuan di mata internasional. Oleh karena itu, ada berbagai kasus menimpa TKW di luar negeri, dan mengindikasikan bahwa banyak muncul berbagai permasalahan serta masih

menghantui TKW kita di luar negeri. Hal itu sangat penting

(urgent) agar diperhatikan dalam memberikan berbagai ketrampilan serta kompetensi bagi calon TKI. Bila kompetensi mereka diakui secara baik, maka persoalan kurang menyenangkan dapat diminimalisir, bahkan bisa dihindari. Oleh karena itu, ketrampilan TKI perlu dipersiapkan secara matang. Pembenahan demi pembenahan harus selalu diupayakan untuk memaksimalkan fungsi dan peran mereka di negeri orang. Mengingat, penempatan tenaga kerja Indonesia ke luar negeri telah menjadi salah satu sumber devisa negara. Namun, Bank Dunia memprediksikan bahwa buruh migran akan membawa remitansi sedikitnya 7,1 milliar dollar AS tahun 2010. secara signifikan saja telah mengalami peningkatan 6,7 milliar dollar AS tahun 2009. Kendati demikian, perputaran inflansi nilai kurs rupiah terhadap dollar terus melonjak tajam.

Menurut analisis di BP2TKI, ada sekitar 6 juta TKI di luar negeri atau 4,3 juta, dimana para pekerja masuk disektor informal. Namun,

SertifikasiUtama

BNSP

Sertifikasi Kompetensi TKI

Permasalahan yang menimpa pada Tenaga Kerja Indonesia

(TKI) di luar negeri selalu tak ada hentinya. Belum lama

ini masyarakat Indonesia dikejutkan pahlawan devisa kita

akan dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi. Lalu

apa tindakan pemerintah Indonesia? Tugas dan fungsi

LSP TLRT yang menjamin dan mensertifikasi kompetensi di

bidang TLRT apakah sudah kompeten?

TKI kita bekerja di sektor informal berbagai persoalan hubungan kerja. yakni; sebagai pekerja Tata Laksana Dalam uji kompetensi merupakan Rumah Tangga (TLRT). Oleh karena tugas Lembaga Sertifikasi Profesi itu, tenaga kerja di bidang ini, sangat (LSP), maka independensi dari diperlukan untuk mendapatkan lembaga ini mutlak. Dan dibutuhkan perhatian secara kesinambungan. agar menjadi institusi yang mampu Bagaimana pun Badan Nasional mengontrol secara kualitas tenaga Sertifikasi Profesi (BNSP) dimana kerja untuk memasuki gerbang sebagai lembaga independen dengan pasar kerja melalui sertifikasi. visi untuk melakukan pengembangan Berdasarkan pertimbangan tersebut, potensi kompetensi, mampu”jemput maka pengurus Lembaga Sertifikasi

(10)

TKI. Berbagai kasus tragis dialami TKW, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berharap ada pembenahan dari berbagai aspek. Lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) berharap kepada seluruh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah mendapatkan lisensi agar melakukan uji kompetensi kepada calon TKW. Kendati demikian, pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menghimbau agar tidak terjadi manipulasi dalam melakukan program uji kompetensi tersebut. Dalam dasawarsa ini, telah ditemukan serta beredar beberapa sertifikasi asli tapi palsu (aspal).

Sungguh ironis, bahwa ada 10 ribu sertifikasi palsu pernah beredar dalam setiap bulannya. Lantas, bagaimana antisipasi Lembaga Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) mengecam keras atas tindakan tindakan tidak terpuji ini.

Sementara itu, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan selalu memperketat operasi dan pengawasan di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang menaungi di sektor Tata Laksana Rumah Tangga (TLRT).”Kamitidak segan-segan untuk mencabut lisensi LSP yang melakukan kecurangan dan upaya pemalsuan sertifikasi ujikompetensi,” ungkap Ketua BNSP Dr. Tjepy F. Alowie, M.Sc dalam sambutan silaturahmi dengan Asosiasi LSP TLRT. Ia menambahkan, dalam penangan TKW terdapat beragam banyak masalah.”TKIdi luar negeri harus dilindungi. Karena itu, perlu ada pembenahan di berbagai hal. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah pembenahan kesiapan TKW. Mereka harus dibekali dengan kompetensi. Saya juga berharap kepada seluruh asesor di setiap LSP bidang TLRT, untuk melakukan tugasnya secara benar. Jangan seperti kejadian (beberapa waktu) yang lalu, yang terpaksa lisensinya dicabut, karena melakukankesalahan,”katanya.

Beliau menginginkan agar penanganan masalah TKW, bangsa Indonesia selayaknya mencontoh Filipina. Negara tersebut telah mengirim TKI ke luar negeri karena berdasarkan profesi misal;car driver,

baby sitterdan lain sebagainya.

SertifikasiUtama

BNSP

”Semogakita bisa mencontoh Filipina, ketika mengirim mereka ke luar negeri untukbekerja,”harapnya.

BNSP Jemput Bola:

”Jemput bola”adalah langkah tepat untuk menghadapi persaingan iklim ekonomi di era globalisasi. Dan Indonesia harus mampu untuk menciptakan keunggulan dengan daya saing (competitive advantage) yaitu; melalui adanya peningkatan kualitas dan produktivitas kerja. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs A. Muhaimin Iskandar M.Si menyatakan, bahwa TKW bidang TLRT harus dibekali dengan kompetesi. Dan calon TKW dianjurkan untuk mengikuti program sertifikasi kompetensi. Ditilik secara historis, dalam Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2004, bahwa Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dibentuk pemerintah agar mendukung terwujudnya tenaga kerja yang memiliki kompetensi secara sertifikat.

“AdanyaBNSP dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompetitif dalam menghadapi persiangan di pasar kerja global. Untuk membantu pelaksanaan tugas BNSP, maka dibentuklah LSP. Lembaga ini bertujuan untuk memberikan sertifikasi kepada calon tenaga kerja dalam melaksanakan

profesinya,”terang Menakertrans, Drs Muhaimin Iskandar.

Dalam hal ini, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) begitu penting terkait dengan penyiap tenaga kerja Indonesia yang kompetitif untuk mengadapi persaingan di pasar kerja global. Pun Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) akan mempermudah kerja sama dengan lembaga-lembaga sejenis, di negara-negara lain seperti membangun saling pengakuan (mutu recognition) terhadap kompetensi tenaga kerja masing-masing negara. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar menambahkan, bahwa program sertifikasi komptensi mendapatkan keuntungan seperti; memiliki daya saing, terampil, termotivasi, pengakuan atas kompetensi dan untuk meningkatkan kredibilitas bagi calon tenaga kerja. Hal ini menjadi pra-sayarat utama agar persaingan kompetensi SDM.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...