• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN KAMPUNG NELAYAN PASIA NAN TIGO DENGAN PENDEKATAN EMPOWERMENT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN KAMPUNG NELAYAN PASIA NAN TIGO DENGAN PENDEKATAN EMPOWERMENT"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN KAMPUNG NELAYAN PASIA NAN TIGO

DENGAN PENDEKATAN EMPOWERMENT

Artul mahendra, Nasril sikumbang, Hasan basri

Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta E-mail : [email protected], [email protected]@gmail.com

ABSTRAK

Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki wilayah laut tiga kali lebih luas di banding wilayah daratannya. Wilayah laut tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yakni wilayah teritorial sejauh 12 mil, teritoroial 24 mil yang yang tergolong kedalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), serta teritorial 200 mil merupakan wilayah jalur perdagangan Internasional. Sumatera Barat merupakan salah satu Provinsi yang memiliki daerah teritorial laut yang luas dan terletak di sebelah Barat Indonesia. Dan potensi tersebut menjadi basis pengembangan pariwisata dan perdagangan di wilayah pesisir Sumatera Barat khususnya wilayah pesisir Kota Padang. Berdasarkan undang – undang Republik Indonesia No. 27 tahun 2007 tentang pengolahan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil, di jelaskan bahwa seluruh kegiatan pengolahan, pengembangan tersebut meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengawasan serta pengendalian terhadap interaksi manusia dalam pemanfaatan sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil dalam upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

terkait dengan upaya meningkatkan kesejahteraan Masyarakat pesisir kota padang, Pemerintah kota padang telah menetapkan suatu program pemberdayaan Masyarakat yang berkelanjutan dalam sektor penataan perkampungan nelayan Pasia Nan Tigo, Kelurahan Pasia Jmbak, Kecamatan Koto Tangah Padang. Dalam bentuk kepeduylian Pemerintah terhadap Masyarakat yang berpriyoritas sebagai nelayan tradisional.

Kata Kunci : Negara Maritim, Perdagangan, Pengembangan, pengendalian, Masyarakat, Nelayan Tradisional.

ABSTRAK

Indonesia is a maritime country that has a sea area three times larger in the appeal of its land area. The sea area is divided into 3 parts, namely territorial areas as far as 12 miles, 24 miles teritoroial which are classified into the Exclusive Economic Zone, as well as the territorial 200 miles an area of international trade lanes. West Sumatra is one of the province which has territorial sea is spacious and located on the western side of Indonesia. And this potential become the basis of development of tourism and trade in the coastal areas of West Sumatra especially coastal city of Padang. Based on the laws - laws of the Republic of Indonesia No. 27 of 2007 concerning the processing of Coastal Areas and Small islands, explained that the whole of the processing, the development includes the planning, utilization, monitoring and control of human interaction in the utilization of coastal resources and small islands in an effort to improve the welfare of society.

Associated with efforts to improve the welfare of coastal communities desert city, the desert city authorities have set up a sustainable community empowerment programs in structuring sectors of the fishing village Pasia Nan Tigo, Jambak Pasia Village, District Tangah Koto Padang. In the form of government concern for the Community priority as traditional fishermen.

Keyword: State Maritime, Trade, Development, control, Community, Traditional Fishermen.

(2)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang luas, terdiri dari daratan dan juga memiliki wilayah yang lautan. Luas lautan indonesia adalah tiga kali luas daratannya. Wilayah laut indonesia dibagi menjadi 3 bagian yakni laut teritorial sejauh 12 mil, zona tambahan sejauh 24 mil dan zona ekonomi eksklusif (ZEE) sejauh 200 mil. Total luas wilayah indonesia adalah 7.9 juta km2 laut perairan zona ekonomi eksklusif (ZEE). Indonesia terbentang sepanjang 5150 km dari samudera indonesia

hingga samudra fasifik

http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Padang

Salah satu daerah di indonesia yang memiliki halaman laut yang luas yaitu Provinsi Sumatera Barat, terletak disebelah Barat Indonesia. Sumatera barat mempunyai luas wilayah sekitar 4.229.730 Ha termasuk ± 391 pulau besar dan kecil di sekitarnya, luas perairan sumatera Barat mencapai 186.500 km2dengan panjang garis pantai lebih kurang 2.420,385 km. Potensi sumber daya alam di Sumatera Barat tergolong cukup banyak.http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Pad ang

Salah satu wilayah pantai yang berada di pesisir Kota Padang, kota padang memiliki luas teritorial 694,96 km2 dengan kondisi geografis berbatasan dengan lautdan di kelilingi perbukitan dengan ketinggian mencapai 1.853 dpl.

Pengelolaan wilayah pesisir pada tingkat kota dilaksanakan melalui pendekatan pengelolaan wilayah pesisir terpadu yang mengintegrasikan berbagai perencanaan yang disusun oleh sektor dan daerah sehingga terjadi keharmonisan dan saling penguatan pemanfaatannya. Pengelolaan wilayah pesisir terpadu merupakan pendekatan yang memberikan pemanfaatan sumber daya pesisir

secara berkelanjutan dengan mengintegrasikan berbagai perencanaan pembangunan dari berbagai tingkat pemerintahan, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan dan manajemen.

Potensi yang dimiliki laut mampu menjadi icon dan mendatangkan income yang besar terhadap daerah. Oleh karena itu perlu adanya pengelolaan dari semua pihak terkait, sehingga hasil optimalisasi pengelolaan dan pengembangan di kota padang dapat dirasakan

oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat nelayan. Maka dari itu perlu adanya perencanaan terhadap wadah para masyarakat nelayan, sehingga bisa mendorong masyarakat lebih sejahtera.

METODOLOGI

Penyusunan Tugas Akhir ini dengan Judul perencanaan Kampung Nelayan Pasia Nan Tigo dilakukan dengan beberapa macam pendekatan berupa proses pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh data yang akurat, maka perlu dilakukan beberapa langkah – langkah berikut:

1. Menentukan Judul Tugas Akhir

Penentuan judul yang sesuai dengan gagasan dan ide yang dikemukakan, dimana meliputi nama proyek serta lokasi yang akan di tempati.

2. Mengumpulkan Data a) wawancara

Melakukan tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang terkait

b) Studi Banding

Dengan mencari informasi beberapa project atau bangunan yang berkait dengan perancangan, lalu melakukan perbandingan terhadap segi arsitektural yang di rancang untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang arah perencanaan desain dengan melakukan pengamatan langsung.

c) Studi Literatur

Mengmpulkan semua referensi dan data-data yang terkait dengan perancangan, dimana nantinya studi literature akan menjadi arahan dan pemandu dalam merancang.

d) Observasi Lapangan

Observasi lapangan dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pendataan langsung pada site yang akan dijadikan lokasi perencanaan.

3. Analisa Data

Proses ini dilakukan dengan pembahasan dan observasi berdasarkan data real yang diperoleh untuk ditindak lanjuti dalam proses pemecahan permasalahan. 4. Konsep Dan Proses Desain

(3)

Pada tahap inilah pemikiran terhadap pemecahan masalah yang akan

diaplikasikan dalam perancangan. Yaitu Makro, Messo, Mikro.

HASIL DAN PEMBAHASAN Data Dan Analisa

1. Posisi Site

Berdasarkan hasil survey lapangan dan pengambilan data instansi terkait, site terpilih merupakan lahan milik Pemerintah Kota Padang, yang dulunya tanah tersebut milik masyarakat setempat, kemudian diambil alih dengan cara membeli tanah tersebut oleh Pemerintah untuk Perencanaan Kampung Nelayan Pasia Nan Tigo.

2. Luasan Site

Lokasi Perencanaan berada di jalan Pasia Nan Tigo, Kelurahan Pasia Jambak, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang dengan luas site ± 2.1 Ha 3. Batasan Site

Gambar 1 : Fhoto Udara Sumber : Google Map a. Sebelah utara berbatasan

dengan Kawasan Penduduk b. Sebelah timur berbatasan

dengan Samudera Hindia c. Sebelah selatan berbatasan

dengan Kawasan Penduduk d. Sebelah barat berbatasan

dengan Sungai

Guna mengembangkan Kawasan Kampung Nelayan di Pasia Nan Tigo maka di perlukan perencanaan Kampung Nelayan sebagai tempat hunian masyarakat nelayan tersebut serta memberikan fasilitas fasilitas yang berhubungan dengan mata pencaharian nelayan, diantaranya meliputi :

a. Menyediakan sarana Industri kecil menengah

b. Mendirikan Koperasi Nelayan

c. Membangun Sekolah untuk anak nelayan

d. Memberikan ruang terbuka digunakan untuk memperbaiki alat tangkap

4. Analisa Tapak

a. Analisa Matahari

Saat sinar matahari pagi dan sore masyarakat nelayan memanfaatkan sinar tersebut

dengan melakukan penjemuran ikan dan

penjemuran jarring ikan. b. Analisa Angin

Aliran angin pada site memiliki tingkat kekuatan yang sedang karena angina yang mengalir masuk ataupun keluar site sudah melewati pepohonan yang mengurangi kekuatan angin yang datang. c. Analisa Vegetasi

Untuk vegetasi di dalam site sudah terdapat beberapa pohon, dan vegetasi diluar memiliki pepohonan yang memiliki tajuk yang lebar, tinggi, dan berfungsi sebagai pohon pelindung.

d. Analisa Kontur

Keadaan topografi pada site tidak memiliki kontur.

e. Analisa Aksesibilitas/Sirkulasi Di dalam site memiliki 2 sirkulasi yaitu sirkulasi manusia dan sirkulasi kendaraan, dimana untuk kendaraan diarahkan ke entrance atau ke area parkir yang disediakan, sehingga saat masuk kedalam site, kendaraan hanya bias berada pada daerah parkir. Sedangkan untuk sirkulasi manusia bias berjalan mengelilingi site. f. Analisa View

Lokasi ini sangat cocok untuk Kawasan Kampung Nelayan

(4)

karena lokasi site sangat dekat dengan laut sehingga

memudahkan masyarakat nelayan dalam berkegiatan pergi melaut.

g. Analisa Drainase

Drainase disepanjang jalan tidak dirubah, aliran drainase ini nantinya ditutupi oleh trotoar, pola aliran drainase tersebut mengikuti pola jalan yang ada.

5. Analisa Ruang Luar

a. Orientasi Bangunan

Mempertimbangkan arah view pada semua sisi site bagus. Orientasi bangunan mengacu kepada analisa view atau arah façade dari suatu bangunan. b. Pencapaian dalam site

Pencapaian langsung bisa digunakan, karena langsung pada area parkir, tidak ada lagi sirkulasi kendaraan, sehingga untuk menuju ruang dalam, pencapaian dapat dilakukan dengan jalan kaki, sehingga minimnya karbon dari kendaraan pada area bangunan, untuk menunjang pola pencapain, adanya vegetasi peneduh yang mengarah sirkulasi, sehingga

karbon dapat diminimalisir oleh vegetasi tersebut.

c. Penataan Parkir

Tata parkir yang diterapakan pada site baik roda 4 maupun roda 2 memakai arah 900 sehingga sangat nyaman untuk digunakan sebagai pola parkir kendaraan.

6. Konsep Perancangan

a. Konsep Dasar Perancangan Untuk menanggapi masalah yang dihadapi masyarakat nelayan, yang memiliki tingkat ekonomi yang lemah serta rendahnya tingkat

pendidikan masyarakat nelayan, berdampak besar terhadap anak nelayan tersebut, agar tidak terjadi dampak bagi anak nelayan tersebut maka dalam perencanaan ini diterapkan Tema berbasis Empowerment (Pemberdayaan).

b. Konsep Filosofi

Konsep dalam perencanaan hunian nelayan ini berawal dari bentuk kapal sedang mencari ikan. Kemudian menciptakan hunian yang produktif yang sehat, bersih, dan nyaman.

(5)

Gambar 2 : Blok Plan Sumber : analisa penulis 2016

(6)

Gambar 3 : Koperasi Sumber : analisa penulis 2016

Gambar 4 : industri kecil Sumber : analisa penulis 2016

(7)

KESIMPULAN

Setelah dilakukan evaluasi baik itu konsep maupun disain yang dikaitkan dengan skripsi dan gambar pra rencana, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut:

a. Kawasan ini sangat perpotensi untuk kawasan kampung nelayan dengan melakukan perdagangan, pengembangan, serta pengendalian.

b. Perlu adanya penataan ruang pada kawasan ini

c. Potensi site sangat mendukung pada kegiatan kampung nelayan

d. Mengangkat tema empowerment diharapkan menjadi suatu inspirasi bagi kelompok nelayan lainnya.

Gambar 5 : sekolah Sumber : analisa penulis 2016

Gambar

Gambar 2 : Blok Plan  Sumber : analisa penulis 2016
Gambar 3 : Koperasi   Sumber : analisa penulis 2016
Gambar 5 : sekolah  Sumber : analisa penulis 2016

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai contoh perhitungan diambil dari data percobaan dengan kecepatan pengadukan 90 rpm dan waktu kontak 30 menit.. L2.2 PERHITUNGAN LUAS

Pada saat pembuktian kualifikasi penyedia jasa diharuskan untuk membawa dokumen asli dan menyerahkan copynya antara lain :. Dokumen Penawaran dan dokumen/

Demikian untuk diketahui secara luas dan kepada Perusahaan yang berkeberatan atas pengumuman ini diberikan waktu dari tanggal 23 s/d 25 Agustus 2017 (selama 3 hari) untuk

The literature on participant observation discusses how to enter the context, the role of the researcher as a participant, the collection and storage of field notes, and

Sig (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,007 bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan dalam pemberian penyuluhan mengggunakan media power

Berdasarkan pengamatan pada gigi yang tersisa tersebut dapat diketahui bahwa individu Leran 16 telah mengalami keausan sampai di bagian dentin yang cukup intensif, sehingga

PPID yang melakukan pengujian konsekuensi berdasarkan alasan pada Pasal 17 huruf j Undang-Undang No.14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik wajib menyebutkan ketentuan

Menyediakan kelompok calon tenaga kerja yang cukup banyak agar manajer dapat memilih karyawan yang mempunyai kualifikasi yang mereka perlukan.Sony secara konsisten