I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sumber daya manusia di Indonesia yang beraneka ragam merupakan sebagian kecil dari karunia Tuhan Yang Maha Esa. Pada jaman sekarang ini kemajuan dan perkembangan teknologi begitu pesat, maka untuk mengimbangi hal tersebut diperlukan suatu kemampuan dari seseorng yang tidak hanya memiliki latar belakang pendidikan (teori) yang memadai, tetapi juga harus memiliki keahlian d ibidang pengetahuan d i lapangan (praktek).
Politeknik Pertanian Negeri Samarinda merupakan salah salah satu perguruan tinggi pendidikan yang di harapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang terampil dan memiliki keahlian dibidangnya masing-masing.
Untuk mencapai hal tesebut maka Politeknik Pertanian Negeri samarinda kushusnya program studi Budi daya tanaman perkubunan melakukan penerapan kepada setiap mahasiswa melalui kegiatan penga laman Praktek Kerja Lapangan (PKL).
Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan mendapatkan bekal pengalaman dan keterampilan di lapangan sesuai dengan bidangnya masing- masing. Tidak hanya dihadapkan pada teori yang didapat dari bangku kuliah semata, melainkan terjun langsung dengan bentuk-bentuk kegiatan lapangan dan masalah-masalah ataupun kenyataan yang akan dihadapi kelak apabila mahasiswa bekerja pada perusahaan nantinya.
B TujuanPraktek
1. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip kegiatan yang ada di perkebunan khususnya pemeliharaan tanaman kelapa sawit.
2. Mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang di peroleh di perkuliahan dan praktek langsung di lapangan.
3. Mahasiswa dapat memahami tata cara poenggunaan alat-alat bahan dan sarana yang ada di lapangan.
4. Menambah pengetahuan mahasiswa agar mampu berpikir secara praktis dalam mengenal kegiatan yang sesungguhnya terjadi di lapangan
C. Hasil yang diharapkan
1. Mahasiswa dapat mengusai kegiatan yang d ilaksanakan oleh perusahan. 2. Dapat menjadi tenaga kerja yang terlatih.
3. Menjadi mahasiswa yang terampil berjiwa bersih dan mempunyai kedisiplinan dalam melakukan kegiatan.
II. KEADAAN UMUM PERUSAHAAN
A. Tinjauan Umum Perusahaan
PT. Fairco Agro Mandiri adalah perusahaan kelapa sawit yang terdiri dari beberapa afdeling khususnya di Kalimantan Timur yang dulunya berada dibawah naungan PT. Kaubun Mandiri Sukses umumnya sekarang beralih kepada PT. Fairco Agro Mandiri Estate yang berlokasi di Desa Kaliorang, kecamatan Kaliorang, kabupataen Kutai Timur, dengan luas arel perkebunan 532,32 ha. Tanaman dalam operasional PT. Fairco Agro Mandiri terdiri dari VI afdeling dan pembibitan.
B. Manajemen Perusahaan 1. Gendral Manager
Merupakan pemegang jabatan tertinggi di PT. Fairco Agro Mandiri yang saat ini dijabat oleh Bapak Hendrawan Wijaya dengan membawahi seluruh organisasi lainnya yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan dilapangan dan administrasi
2. Asisten Manager
Merupakan pemegang jabatan tertinggi kedua setelah manejer, yang saat ini dijabat oleh Bapak Mulyanto yang membawahi seluruh Asisten Afdeling dan kegiatan yang ada di kantor
3. Kase Admistrasi
Kasier administrasi adalah sama dengan kepala tata usaha, yang bertanggung jawab atas semua permasalahan yang ada di kantor besar seperti masalah pembukuan, bagian tanaman dan personalia.
4. Asinten afdeling
Asisten Afdeling merupakan bawahan dari Asisten kepala, yang bertanggung jawab atas semua permasalahan yang ada di afdelingnya masing-masing. 5. Krani Afdelng
Krani Afdeling merupakan Pembantu Asisten Afdeling, yang bertugas melakukan semua pembukuan atau masalah yang ada di afdeling tersebut termasuk membantu membagi gaji karyawan.
6 Mandor 1
Mandor 1 adalah pembantu Asisten Afdeling yang bertugas di lapangan untuk mengarahkan dan mengawasi kualitas hasil kerja mandor 2, dan juga mengambil kerja bila ada mandor 2 yang mengambil libur.
7 Mandor 2
Mandor 2 adalah pembantu asisten afdeling kedua yang bertugas mengawasi hasil kerja karyawan
8 Karyawan
Karyawa bertugas melakukan semua pekerjaan yang ada di lapangan C. Lokasi dan Waktu Kegiatan PKL
PKL di laksanakan di PT. Fairco Agro Mandri Estate yang berada :
Desa : Kaliorang
Kecamatan : Sangata
Kabupaten : Kutai Timur
Propinsi : Kalimantan Timur
Kegiatan di mulai pada tanggal 5 Maret 2009 sampai dengan tanggal, 2 April 2009.
III. HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG A Pembibitan
1. Pembibitan Awa l (Pre Nursery) a. Tujuan
Tujuan dari pembib itan awal adalah untuk mendapatkan bibit muda sawit yang dapat ditanam dan memenuhi permintaan di Afdeling.
b. Dasar Teori
Pada persemayan, bibit-bibit muda terkumpul dalam bedengan atau petekan yang terbuat dari papan sehingga dalam pemeliharaan bibit-bibit tersebut akan lebih muda dilakukan, dan jika ada bibit yang terserang penyakit lebih cepat diketahui.
Waktu yang digunakan dalam mempersiapkan pembibita(Main Nursery) relatif lebih panjang. ada empat langkah yang harus di lakukan dalam kegiatan pembibitan awal. Menurut Sastrosayono (2003), yaitu, pembuatan bedengan, persiapan polybag, pengisian tanah kedalam polybag dan penanaman kecambah.
c. Alat dan Bahan
Alat : kayu yang telah di runcingkan
Bahan : papan, polybeg, tanah topsoil, urea (2 g/polybag), NPK (2g/polybag)
d. Prosedur Kerja
1) Pembuatan bedengan mengunakan papan yang berukuran 8 m . 2) Mempersiapan alat dan bahan .
4) Pemberian pupuk dasar .
5) Penggemburan tanah dalam polybag menggunakan kayu .
6) Kemudian penanaman kecambah kelapa sawit kedalam polybag . e. Hasil Yang Diharapkan
Dengan adanya pembibitan awal diharapkan kecambah yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan sehat, sedangkan untuk target kerja adalah 200 kecambah/HK
2. Pembibitan Utama (Main Nursery). a. Tujuan
Tujuan dari pembibitan utama adalah untuk mendapatkan tanaman sawit yang benar - benar sehat dan juga agar mempermudah dalam perawatan bibit jika ada yang terserang penyakit.
b. Dasar Teori
Pembibitan Main Nursery sangat penting, dikarnakan agar memperoleh tanaman sawit yang homogen dan sehat dalam pembibitan Main Nursery Tempat juga sangat beroengaruh, tempat pembibitan haruslah datar, dekat dengan sumber air dan berada ditangah – tengah perkebunan agar mudah dalam hal transplanting. (Reza, 1994)
c. alat dan bahan
Alat : cangkul
Bahan : polybag, tanah, pupuk dasar dan bibit sawit d. prosedur kerja
1. Pemindahan bibit dari pre Nursery ke Main Nursery dilakuakn pada umur tiga bulan, dan telah dilakukan afkir. Sebelum dilakukan
penanaman ke polybag terlebih dahulu dis iram dengan air agar tanah di polybag lebih padat.
2. Pemindahan bibit dari Pre Nursery ke Main Nursery menggunakan kotak papan yang mampu memuat 30-35 bibit.Apabila jarak dari Pre Nursery agak jauh maka dapat menggunakan truk.
3. Pemindahan pengangkutan harus dilakukan dengan hati-hati, pada saat menanam bibit ke Polybag bibit harus berada tepat di tengah-tengah Polybag dan dalam keadaan tagak.
4. Sebelum di tanam ke polybag besar, plastik polybag kecil disobek secara hati- hati sehingga tidak merusak akar. kemudian bibit ditanam dalam polybag besar yang telah dilubangi sebesar polybag kecil
5. Setelah itu tanah yang di sekeliling lubang di padatkan dan diratakan sampai leher akar, setiap kelompok bibit dibuat papan identitas yang berisi nomor persilangan, tangga l tanam, tanggal pe mindah tanaman dan jumlah bibit. Setelah penanaman selesai, polybag disusun menurut jenis persilangannya sehingga setiap jenis persilangan berada dalam kelompok yang sama.
e. hasil yang diharap kan
Hasil yang diharapkan adalah untuk mendapatkan bibit yang benar – benar sehat, agar pertumbuhan tanaman sawit homogen, dan bebas dari penykit dan kelainan genetis.
B. Pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM)
Menurut Anwar (2007), yang dimaksud tanaman belum menghasilkan adalah mulai penanaman sampai tanaman berumur 36 bulan (3 tahun) kegiatan
dari pemelihaaraan tanaman belum menghasilkan yaitu penanaman Mucuna Brateate, pasang pancang, Cemis/penyemprotan, garuk piringan, Drainase/Irigasi, penanaman bunga praneraatau bunga pukul sembilan, pemupukan, tanam sisip, pembuatan teras manual, konsolidasi.
Tujuan dari perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM) yaitu: 1. Mendorong pertumbuhan vegetatif
2. Menjamin tanaman yang homogen
3. Memercepat fase tanaman menghasilkan.
4. Perawatan tanaman merupakan salah satu tindakan yang sangat penting dan menentukan masa Produktif tanaman. Perawatan bukan hanya ditujukan terhadap ta naman, tetapi juga pada media tumbuh (tanah). Walaupun tanaman dirawat dengan baik, tetapi perawatan tanah diabaikan maka tidak akan banyak memberi manfaat.
5. Tanam Sisip (Penyisipan)
Penyisipan adalah suatu pekerjaan yang penting di perkebunaan kelapa sawit. Penyisipan sebaiknya dilakukan sedini mungkin, penyisipan yang terlambat akan menjadi sia-sia karena tanaman sisipan tersebut tidak dapat mengejar pertumbuhan tanaman awal.
1. Tanaman Sisp (Penyisipan)
Penyisipan adalah suatu pekerjaan yang penting di perkebunan kelapa sawit. Penyisipan yang terlambat akan menjadi sia-sia karena tanaman sisipan tersebut tidak dapat mengejar pertumbuhan tanaman awal.
Prinsip pelaksanaan teknis (bibit dan tanam) sama dengan pekerjaan penanaman akan tetapi prencanaan, persiap an dan penguasaan teknisnya perlu lebih mendetail, karena pekerjaan ini mempunyai resiko kegagalan yang fatal. a. Tujuan
Agar tanaman yang ada didalam Block dapat terisi secara merata supaya mendapatkan produksi perhektar yang maksimal sehingga tidak ada lagi titik tumbuh yang kosong dan dapat menekan pertumbuhan gulma.
b. Dasar Teori
Penyisipan adalah suatu pekerjaan penting diperkebunan kelapa sawit, karena untuk mendapatkan produksi yang maksimal dan menekan pertumbuhan lalang dan gulma lainnya. Penyisipan harus dilakukan sedini mungkin, penyisipan yang terlambat akan menjadi sia-sia karena tanaman sisipan tersebut tidak dapat mengejar pertumbuhan tanaman awal,
Anonim, (2005) c. Alat dan bahan
Alat :cangkul,parang dan karung
Bahan :bibit kelapa sawit, Rock Phospa te, Pehtrocum danAgroblent. d. Prosedur Kerja
1) Bibit dilangsir ke titik -titik tanaman.
2) Pembuatan lubang tanam dibuat dengan ukuran 60x60x40 cm, tanah top soil dan sub soil dipisahkan.
3) lubang tanam ditabur dengan pupuk Rock phospate 400gr bersamaan
pehetrocum pada permukaan tanah sebanyak 2 gr guna untuk pengendalian hama tikus, babi, dan landak.
4) kemudian bibit ditanam ke lubang tanam, ditimbun dengan tanah seperti semula sambil dipadatkan sampai permukaan tanah polybag dan penanaman bibit sebaiknya tegak tidak condong/miring dengan sudut 900. sambil memperhatikan arah mata lima kesemua jurusan.
5) saat pemadatan tanah hindari terpijaknya tanah yang ada dipolybag dan diusahakan leher tanaman rata denga n permukaan tanah.
6) Setelah penanaman, ikatan tali yang ada disawit dilepas atau dibuka dan plastik pupuk ditancapkan pada bekas pancang tanam, guna untuk mengetahui bahwa tanaman Sawit telah dipupuk.
e. Hasil Yang Diharapkan
Dengan adanya kegiatan penyisipan, tanaman yang ada di blok dapat terisi semua sehingga tidak ada lagi yang kosong agar produksi yang diharapkan dapat terpenuhi pada saat pemanenan. Standar untuk penyisipan tanaman tergantung dari jumlah data sisipan yang diterima dari Afdeling, adapun normanya yaitu 17 pokok/HK .
2. Pemeliharaan Piringan (secara manual)
Gulma merupakan Vegetasi yang tumbuh secara alami dan menjadi pesaing bagi tanaman utama sehingga kehadiranya tidak dikehendaki karena dapat merugikan pertumbuhan dan peroduksi serta dapat mengganggu kegiatan lainya
a Tujuan
Mengurangi kompetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan unsur hara, air, sinar matahari, mempermudah pekerjaan untuk melakukan pemupukan dan kontrol dilapangan.
b Dasar teori
Menurut Anonim (2005), pengendalian gulma secara Kimia di lapangan untuk semprot piringan tanaman < 12 bulan menggunakan jenis herbisida kontak, untuk tanaman yang >12 bulan menggunakan herbisida kontak, pada jalan rintis dan gawangan menggunakan herbisida kontak atau sistemik sesuai dengan jenis gulma yang menjadi sasaran
c Alat dan bahan
Alat : parang, arit dan cangkul Bahan : gulma
d. Prosedur Kerja
1. Kacangan atau gulma yang ada kedalam piringan kelapa sawit ditarik keluar dari piringan.
2. Semua jenis gulma yang berada dalam piringan kelapa sawit dib abat dengan menggunakan parang atau arit.
3. Lebar garuk piringan adalah satu setengah meter d Hasil Yang Diharapkan
Piringan kelapa sawit bersih dari gulma dan kacangan. Standar norma hari kerja adalah 0,5 ha/ (HK) untuk kegiatan pemeliharaan garuk piringan. ketebalan gulma
3. Pengendalian Hama (secara kimia) a. Tujuan
Untuk mengurangi kerusakan berupa penggerekan pada pelepah terbawah dan batang yang dapat mematikan serta menghindari kerusakan pada bunga jantan dan bunga betina dan tandan buah segar pada tanaman kelapa sawit yang mengakibatkan menurunnya jumlah produksi.
b. Dasar teori
Pengendalian hama dan penyakit serta tindakan-tindakan lainnya merupakan perencanaan manipulasi ekosistem yang melestarikan sumber daya, dan mempertinggi produksi tanaman. Hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit diantaranya ulat api, tikus, rayap, serta babi hutan. (Setyamidjaja, 1991). Hama adalah semua jenis makhluk hidup yang menyebap kan kerusakan atau kerugian pada tanaman yang di budidayakan. Tikus merupakan hama mamalia dari kelompok binatang pengera dan tikus meyerang tanaman klapa sawit pada semua umnr tanaman dengan cara mengerat pangkal pelepah dan batang tanaman, serta menyebabkan kerusakan pada buah dan bunga jantan tanaman kelapa sawit.
c. Alat dan Bahan
Alat : kantong pelastik Bahan : Petrokum d. Prosedur Kerja
1. Menentukan blok yang akan ditabur
3. Sistem penaburannya dilakukan dengan cara menaburkan petrokum pada pohon sawit yang terserang hama tikus.
e. Hasil yang diharapkan
Dengan dilakukannya penaburan petrokum diharapkan dapat menekan tingkat serangan yang disebabkan oleh tikus terhadap tanaman kelapa sawit 4. Pengendalian Gulma (secara kimia)
Gulma merupakan vegetasi yang tumbuh secara alami dan menjadi pesaing bagi tanaman utama sehingga kehadiranya tidak dikehendaki karena merugikan pertumbuhan dan peroduksi serta dapat mengganggu kegiatan lainya. Adapun kegiatan pengendalian pengendalian gulma diantaranya adalah semprot lalang (Imperata cylandrica) dan aelashing gulma
a. Tujuan.
Tujuan dari semprot lalang yaitu mengendalikan semua lalang dengan menggunakan bahan kimia yang tumbuh didalam blok tanaman sawit, karena pertumbuhan lalang begitu cepat sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman kelapa sawit.
b. Dasar Teori
Lalang merupakan gulma yang pertumbuhannya begitu cepat, jika penanggulangannya tidak dilakukan secepatnya maka lalang dapat tumbuh dengan cepat, untuk itu perlu dilakukan pembasmian dengan cara kimia yaitu semprot lalang menggunakan bahan kimia herbisida jenis sistemik (Anonim, 2005)
c. Alat dan Bahan
Alat : Handsprayer, ember, dan takaran dosis
Bahan : air dan herbisida (supremope) (dosis 125 cc/12 L air),. d. Prosedur kerja
1. Pengendalian scara kimia.
2. Menentukan lokasi yang akan disemprot .
3. Pengisian air ke dalam hand sprayer kemudian dilanjutkan dengan pengisian herbisida supremope ke dalam handsprayer dengan dosis yang sudah ditentukkan dengan mengunakan botol takaran.
4. Dilakukan penyemprotan pada semua lalang yang tumbuh di blo ck
tanaman kelapa sawit.
5. Setelah lalang disemprot, kemudian diinjak–injak agar diketahui bahwa lalang tersebut talah disemprot oleh karyawan.
6. pengendalian secara manual.
7. menentukan lokasi yang akan disemprot. 8. mempersiapkan alat parang dan batu asah.
9. untuk slashing batas pembabatan gulma ialah 10 cm dari tanah. e. Hasil yang diharapkan
Penyemprotan lalang dilakukan karena hampir semua lahan tertutupi oleh lalang sehingga pertumbuhan kelapa sawit menjadi terhambat, dan penyemprotan ini lebih Efektif karena penyemprotan tidak hanya dilakukan digawangan atau jalur tanaman melainkan semua blo ck yang ditumbuhi lalang. Standar norma harian kerja untuk cemis adalah 0,75 ha/HK dan untuk selashing 0,5 ha/HK
5. Pembuatan Pasar Pikul a. Tujuan
Untuk mempermudah dalam kegiatan pemeliharaan pada tanaman kelapa sawit.
b. Dasar teori
Pembuatan pasar pikul yang dibuat di gawangan hidup dengan mengikuti arah jalan main road (timur-barat) sebagai jalan akses untuk para pekerja yang sedang melakukan kgiatan (Anonim, 2005).
c. Alat dan bahan
Alat : parang dan cangkul d. Prosed ur kerja
1) menentukan blok
2) menyiapkan alat yang akan digunakan
3) pembuatan pasar pikul dilakukan pada gawangan hidup dengan lebar kurang lebih 1 – 1,5 meter
4) gulma yang ditebas rapat dari permukaan tanah dan ditarik kesamping agar jalan terlihat bersih.
e. Hasil Yang Diharapkan
Dari pembuatan pasar pikul tersebut untuk mempermudah Pada saat panen tib a untuk target yang harus dicapai adalah 0,5ha/HK(2 jalur/HK) 6. Aplikasi Pupuk Urea
Pupuk Urea merupakan pupuk yang mengandung unsur N (Nitrogen) 46% yang berbentuk kristal dan butiran, berwarna putih, mudah larut dalam air yang dapat merangsang pertumbuhan daun dan buah.
Gejala kekurangan N dimulai dari pelepah tua berwarna hijau pucat sampai kekuningan. Pada tahap selanjutnya tulang dun berwarna orange terang/kecoklatan, tulang daun dan helaian daun mengecil serta menggulung kedalam.
a. Tujuan
Tujuan pemupukan adalah untuk menambah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman pada proses pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Unsur N yang terdapat pada pupuk urea berperan dalam setiap fisiologis tanaman terutama pada pertumbuhan dan produksi tandan buah.
b. Dasar teori
Menurut (Fauzi, 2002), pupuk urea adalah pupuk yang mudah sekali menguap dan pupuk menjadi mengeras atau membatu karena mengadung bahan kimia amonia, sehigga pengaplikasian pupuk ini hrus tepat waktu berdasarkan jadwal yang ada. Pupuk urea merupakan pupuk yang nengandung unsur N (Nitrogen) 46% yang berbentuk kristal dan butiran, berwarna putih, mudah larut dalam air yang dapat merangsang pertumbuhan daun (vegetatif). Gejala kekurangan unsur N dimulai dari pelepah tua berwarna hijau pucat sampai kekuningan. Pada tahap selanjutnya tulang daun brwarna orange terang/kecoklatan, tulang daun dan helaian mengecil serta menggulung.
Pelaksanaan peupukan akan mencapai sasara apabila dilakukan dengan pinsip 5T yaitu :
Tepat jeni : sesuai kebutuhan Tepat dosis : sesuai rekomendasi
Tepat cara : merata dan terpupuk tuntas Tepat tempat : piringan bersih
c. Alat dan bahan
Alat yang digunakan yaitu mangkuk takaran, bakul pikul, sarung tangan dan pisau/parang. Bahan yang digunakan yaitu pupuk Urea.
d. Prosedur kerja
1) Penentuan blo ck yang akan dipupuk,
2) Penentuan dosis pupuk yang akan digunakan.
3) Sebelumnya pupuk sudah diecer menggunakan traktor. 4) Pupuk dibagi ke dalam bakul pikul.
5) Pupuk ditabur di piringan secara merata dengan menggunakan mangkuk takaran, dengan dosis yang telah ditentukan.
e. Hasil yang diharapkan
Aplikasi pemupukan harus segera dilakukan setelah penyiangan gulma
dipiringan, dengan demikian harus direncanakan dengan baik
jadwalpenyiangan gulma dan pemupukan. Pupuk disebar merata disekeliling (melingkar) pokok sawit 50 cm sampai ke proyeksi ujung pelepah agar penyerapan unsur hara tanaman maksimum. Dosis yang digunakan harus sesuai dengan rekomendasikan perusahaan, sedangkan untuk target yang haus dicapai adalah 0,5ha/HK.
IV. KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan
Adapun hasil yang didapat dari kegiatan Praktek Kerja Lapang d dapat disinpulkan sebagai berikut :
1. Salah satu kegiatan pemeliharaan yang penting adalah pengendalian gulma lalang. Keterlamabatan pengendalian lalang telah menyebabkan semakin meluasnya populasi dan penyebaran lalang tersebut.
2. Pengendalian hama sangat penting dilakukan karena apabila pengendalian tersebut terlambat maka dapat mengakibatkan pertumbuhan kelapa sawit terhambat dan apabila serangan itu sudah melebihi ambang batas maka dapat mengakibatkan tanaman itu lambat berproduksi bahkan bisa menyebabkan tanaman menjadi kering dan mati.
3. Pupuk merupaka n bahan kimia yang berfungsi sebagai penambah unsur hara yang ada didalam tanah sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman yang maksimal.
4. Terjadi keterlambatan penanaman bibit sawit dengan problem pembebasan lahan
5. penanaman kacangan terlambat, sehingga pertumbuhan gulma sangat cepat B. Saran
1. Pada saat penyemprotan lalang sebaiknya penyemprot menggunakan alat pengaman seperti masker dan tidak boleh makan atau merokok karena bahan yang digunakan mengandung racun yang dapat membahayakan keseha tan
2. penyemprotan sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah namun
dicampur atau ditambahkan dengan bahan perekat misalnya agristick, detergen dll agar hasil penyemprotan tidak larut tetbawa air hujan kepermukaan tanah.
3. Sebaiknya pengendalian hama maupun penyakit dilakukan sedini mungkin agar serangannya dapat dicegah sehingga produksi yang di inginkan dapat tercapai secara optimal.
4. Sebaiknya pemupukan dilapangan perlu perhatian dan pengawasan yang lebih baik dan jadwal pemupukan serta dosis pupuk dilakukan sesuai dengan standar yang telahditentuka.
5. Pembebasan lahan dengan kelompok tani setempat seharusnya lebih awal, agar tidak menimbulkan masalah keterlambatan penanaman bibit.
6. Penanaman kacangan seharusnya sedinimungkin agar pertumbuhan gulma berkurang karena adanya kacangan tersebut
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2005. Draft Budidaya Tanaman Kelapa Sawit PT. Jaya Mandiri Sukses. Anwar, R. 2007. Diktat Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Politeknik Pertanian
Negeri
Fauzi, dkk. 2002. Kelapa Sawit Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah Analisis Usaha dan Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta Samarinda. Samarinda. Rizsa, S. 1995. Budidaya Kelapa Sawit. Kanisius. Yogyakarta
Sastrosayono, S. 2003. Budidaya Kelapa Sawit. Agromedia Pustaka. Jakarta. Setyamidjaja, D.2002. Pupuk dan Pemupukan. CV Simlek Jakarta
Lampiran 1.Peta Afdeling VI, PT. Fairco Agro Mandiri
Lampiran 2 Bibit di Pre Nurery yang berumur 3-4 bulan
Lampiran 4 Pengiriman bibit dari Main Nursery ke Afdelng yang berumur 18-22 bulan