• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Menetapkan

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009 5. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi

Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741),

6. Keputusan Presiden Nomor 187|M Tahun 2004 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 171|M Tahun 2005;

7. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

8. Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 5 0 T a h u n 2 0 0 8 ;

9. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 01/M-DAGlPERl3l2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perdagangan Republik I n d o n e s i a s e b a g a i m a n a t e l a h b e b e r a p a k a l i d i u b a h te r a k h i r d e n g a n Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24|M-DAG/PER/6/2009; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang

Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; M E M U T U S K A N :

P E R A T U R A N M E N T E R I P E R D A G A N G A N T E N T A N G U N I T K E R J A D A N U N I T P E L A K S A N A T E K N I S M E T R O L O G I L E G A L .

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:

1. Metrologi legal adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metoda-metoda pengukuran dan alat-alat ukur yang menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan Undang-U n d a n g y a n g b e r t u j u a n m e l i n d u n g i k e p e n t i n g a n u m u m d a l a m h a l kebenaran pengukuran.

2. Unit kerja adalah unit teknis pada kementerian/lembaga pemerintah non departemen atau satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang mempunyai tugas pokok dan fungsi di bidang metrologi legal.

3. Unit Pelaksana Teknis yang selanjutnya disingkat UPT adalah unsur pelaksana tugas teknis di bidang metrologi legal yang berada di bawah Direktorat Metrologi.

4. Unit Pelaksana Teknis Daerah Provinsi yang selanjutnya disebut UPTD provinsi adalah unsur pelaksana tugas teknis di bidang metrologi legal di daerah provinsi.

5. Unit Pelaksana Teknis Daerah Kabupaten/Kota yang selanjutnya disebut UPTD kabupaten/kota adalah unsur pelaksana tugas teknis di bidang metrologi legal di daerah kabupaten/kota.

6. Kantor dinas provinsi adalah kantor dinas di daerah provinsi yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

(3)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009 7. Kantor dinas kabupaten/kota adalah kantor dinas di daerah

kabupaten/kota yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

8. Pelayanan metrologi legal adalah segala kegiatan pelayanan yang diselenggarakan oleh UPT atau UPTD yang meliputi pengujian alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) dalam rangka izin tipe, izin tanda pabrik, tera dan tera ulang UTTP.

9. Laboratorium metrologi legal yang selanjutnya disebut laboratorium adalah tempat tertentu yang dilengkapi dengan perlengkapan dan standar ukuran yang memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk menyelenggarakan kegiatan metrologi legal dan secara legal dapat dipertanggungjawabkan kemampuannya.

10. Standar ukuran adalah standar besaran fisik dari satuan ukuran yang sah dipakai sebagai dasar pembanding.

11. Penilaian adalah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan oleh Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri terhadap UPT, UPTD provinsi, atau UPTD kabupaten/kota untuk memastikan kesesuaian terhadap persyaratan yang telah ditetapkan.

12. Kepala Dinas Provinsi adalah Kepala dinas di daerah provinsi yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

13. Kepala Dinas Kabupaten/Kota adalah kepala dinas di daerah kabupaten/kota yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

14. Direktur Metrologi yang selanjutnya disebut Direktur adalah Direktur yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang metrologi legal.

15. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri yang selanjutnya disebut Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan dalam negeri.

16. Menteri adalah Menteri yang tugas dan tanggungjawabnya di bidang perdagangan.

Pasal 2 Kegiatan metrologi legal meliputi:

penyuluhan

dan pengamatan

UTTP, Barang Dalam Keadaan

Terbungkus

(BDKT),

dan Satuan

Sistem

Internasional

(Sl);

pengawasan

UTTP,

BDKT,

dan Sl serta penyidikan

tindak

pidana

di

bidang

metrologi

legal;

c. pengelolaan standar ukuran dan laboratorium;

d. pengujian UTTP dalam rangka izin tipe dan izin tanda pabrik; dan e. pelaksanaan tera dan tera ulang UTTP.

Pasal 3

(1) Kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf a dan huruf b, dilakukan oleh Direktorat Metrologi untuk skala nasional, kantor dinas provinsi untuk skala provinsi, dan kantor dinas kabupatenikota untuk skala kabupaten/kota.

a . b .

(4)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAGiPER/1 0/2009 (2) Kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf

c , h u r u f d , d a n h u r u f e d i l a k u k a n o l e h : A , U P T '

b. UPTD provinsi; dan c. UPTD kabupaten/kota.

Pasal 4

(1) Dalam menyelenggarakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), Gubernur atau BupatiA//alikota: a. membentuk unit kerja yang berfungsi melakukan kegiatan

penyuluhan, pengamatan, pengawasan, dan penyidikan tindak pidana di bidang metrologi legal di lingkungan kantor dinas provinsi atau kantor dinas kabupaten/kota yang belum melaksanakan tugas d a n fu n g s i d i m a k s u d ; a t a u

b . m e n u n j u k u n i t k e r j a y a n g t e l a h a d a d i l i n g k u n g a n k a n t o r d i n a s provinsi atau kantor dinas kabupaten/kota untuk melaksanakan tugas dan fungsi penyuluhan, pengamatan, pengawasan, dan penyidikan tindak pidana di bidang metrologi legal.

(2) Unit kerja sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya harus memiliki Pengamat Tera dan/atau Penyidik Pegawai Negeri Sipil d i b i d a n g m e t r o l o g i l e g a l .

(3) Dalam hal unit kerja yang telah dibentuk sebagaimana dimaksud pada a y a t ( 1 ) b e l u m m e m i l i k i P e n y i d i k P e g a w a i N e g e r i S i p i l d i b i d a n g metrologi legal, belum dapat melaksanakan fungsi penyidikan tindak pidana di bidang metrologi legal.

Pasal 5

(1) Dalam melaksanakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c, huruf d, dan huruf e, Menteri dapat m e m b e n t u k U P T s e s u a i k e b u t u h a n .

(2) Dalam melaksanakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c dan huruf e, Gubernur dapat membentuk UPTD provinsi.

(3) Dalam melaksanakan kegi"atan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e, BupatiAlValikota harus membentuk UPTD kabupaten/kota.

Pasal 6

Pembentukan atau penunjukan unit kerja dan pembentukan UPT, UPTD provinsi serta UPTD kabupaten/kota berpedoman pada ketentuan peraturan peru ndang-undangan.

Pasal 7

(1) UPT dapat menyelenggarakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c dan huruf d, sekurang-kurangnya h a r u s m e m i l i k i :

a. gedung kantor, laboratorium, dan peralatan sesuai dengan lingkup pelayanan;

(5)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50iM-DAG/PER/1 0/2009 b. sumber daya manusia kemetrologian; dan

c. sertifikat akreditasi laboratorium dari Lembaga Akreditasi Nasional. (2) UPT dapat menyelenggarakan kegiatan metrologi legal sebagaimana

dimaksud dalam Pasal 2 huruf e, sekurang-kurangnya harus memiliki: a. gedung kantor, laboratorium, dan peralatan sesuai dengan lingkup

p e l a y a n a n ;

b. sumber daya manusia kemetrologian; dan

c. kemampuan pelayanan tera dan tera ulang UTTP berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Menteri dalam hal ini Direktur J e n d e r a l .

(3) UPTD provinsi dapat menyelenggarakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf c dan huruf e, sekurang-kurangnya harus memiliki:

a. gedung kantor, laboratorium, dan peralatan sesuai dengan lingkup p e l a y a n a n ,

b. sumber daya manusia kemetrologian; dan

c. kemampuan pelayanan tera dan tera ulang UTTP berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Menteri dalam hal ini Direktur J e n d e r a l .

(4) UPTD kabupaten/kota dapat menyelenggarakan kegiatan metrologi legal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 huruf e, sekurang-k u r a n g n y a h a r u s m e m i l i k i :

a. gedung kantor, laboratorium, dan peralatan sesuai dengan lingkup pelayanan;

b. sumber daya manusia kemetrologian, c. rekomendasi dari Kepala Dinas Provinsi; dan

d. kemampuan pelayanan tera dan tera ulang UTTP berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Menteri dalam hal ini Direktur J e n d e r a l .

Pasal 8

Sumber daya manusia kemetrologian yang beftugas pada unit kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) dan yang bertugas pada UPTD provinsi atau kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) huruf b dan ayat (4) huruf b, tidak dapat dipindahtugaskan sebelum memiliki sumber daya manusia pengganti dengan keahlian yang sama.

Pasal 9 ( 1 ) U P T m e m i l i k i f u n g s i :

a. menyelenggarakan pengujian UTTP dalam rangka penerbitan lzin Tipe dan lzin Tanda Pabrik;

b. mengelola standar ukuran dan laboratorium metrologi legal secara n a s i o n a l ; d a n

c. melaksanakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP yang m e m e r l u k a n p e n a n g a n a n k h u s u s .

( 2 ) U P T D p r o v i n s i m e m i l i k i f u n g s i :

a. melaksanakan verifikasi standar ukuran UPTD provinsi dan UPTD kabupaten/kota;

(6)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009

b. melakukan interkomparasi standar ukuran UPTD kabupaten/kota; d a n

c. koordinasi dan pelaksanaan kegiatan tera dan tera ulang UTTP di wilayah kabupaten/kota.

(3) UPTD kabupaten/kota memiliki fungsi pelayanan tera dan tera ulang UTTP di wilayah setempat.

P a s a l 1 0

( 1 ) U P T d a l a m m e l a k s a n a k a n f u n g s i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m P a s a l 9 a y a t (1 ) h u r u f b , m e l a k u k a n :

a. penelusuran standar ukuran ke tingkat yang lebih tinggi; b . d e s i m i n a s i s t a n d a r u k u r a n ;

c. verifikasi standar ukuran;

d. interkomparasi standar ukuran; dan

e. perawatan dan pemeliharaan standar ukuran.

(2) Selain ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), UPT juga m e l a k u k a n .

a. verifikasi standar ukuran UPTD provinsi dan/atau UPTD kabupaten/kota; dan

b. interkomparasi standar ukuran UPTD provinsi dan/atau UPTD kabupaten/kota.

P a s a l 1 1

(1) Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (4) huruf c, sekurang-kurangnya mencakup data dan informasi mengenai.

a. tugas pokok dan fungsi kemetrologian; b. sumber daya manusia kemetrologian; dan c. potensi pelayanan metrologi legal.

(2) Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat ('1), diberikan oleh Kepala Dinas Provinsi setelah dilakukan peninjauan pendahuluan terhadap UPTD kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan kegiatan tera dan tera ulang UTTP.

(3) Tata cara pemberian rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tidak terpisahkan dad Peraturan Menteri ini.

P a s a l 1 2

(1) UPT, UPTD provinsi, dan UPTD kabupaten/kota yang telah dibentuk atau akan dibentuk untuk menyelenggarakan fungsi sebagaimana d i m a k s u d d a l a m P a s a l t h a r u s m e l a l u i p e n i l a i a n .

(2) Untuk memperoleh penilaian sebagaimana dimaksud pada ayat (1): a. Direktur mengajukan permohonan penilaian terhadap kemampuan

U P T u n t u k m e l a k s a n a k a n f u n g s i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m Pasal 9 ayat (1) huruf a dan huruf b kepada Lembaga Akreditasi N a s i o n a l ;

b. Direktur dan Kepala Dinas Provinsi mengajukan permohonan penilaian terhadap kemampuan UPT atau UPTD provinsi dalam

(7)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/1 0/2009 melaksanakan pelayanan tera dan tera ulang UTTP kepada Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal; dan

c. Kepala Dinas Kabupaten/Kota mengajukan permohonan penilaian terhadap kemampuan UPTD kabupaten/kota dalam melaksanakan pelayanan tera dan tera ulang UTTP kepada Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal dengan melampirkan rekomendasi dari Kepala D i n a s P r o v i n s i s e b a g a i m a n a d i m a k s u d d a l a m P a s a l 1 1 a y a t (1 ) .

P a s a l 1 3

Penilaian terhadap UPT, UPTD provinsi, dan UPTD kabupaten/kota yang dilakukan oleh Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) huruf b dan huruf c, dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri yang mengatur mengenai penilaian kemampuan pelayanan tera dan tera ulang UTTP.

P a s a l 1 4

(1) UPTD provinsi dapat menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP di:

a. kabupaten/kota yang belum memiliki UPTD; atau

b. kabupaten/kota yang telah membentuk UPTD untuk UTTP di luar lingkup pelayanan yang ditetapkan.

(2) UPT dapat menyelenggarakan pelayanan kegiatan metrologi legal di provinsi yang tidak atau belum dapat melaksanakan sebagian atau keseluruhan lingkup pelayanan kegiatan metrologi legal.

P a s a l

1 5

UPT, UPTD provinsi,

dan UPTD

kabupaten/kota

dalam

menyelenggarakan

pelayanan

kegiatan

metrologi

legal

harus

sesuai

dengan

lingkup

pelayanan

yang

ditetapkan

berdasarkan

penilaian.

P a s a l

1 6

(1) Kepala

Unit Kerja

dan Kepala

UPTD Provinsi

menyampaikan

laporan

bulanan kegiatan

metrologi

legal kepada Kepala Dinas Provinsi,

dengan

tembusan

kepada

Direktur

dan Kepala

Dinas

Kabupaten/Kota

setempat

paling

lambat

setiap

tanggal

10 bulan

berikutnya.

(2) Kepala

Unit Kerja

dan Kepala

UPTD Kabupaten/Kota

menyampaikan

laporan bulanan kegiatan

metrologi

legal kepada Kepala Dinas

Kabupaten/Kota

setempat,

dengan tembusan

kepada

Direktur

dan

Kepala

Dinas

Provinsi

setempat

paling

lambat

setiap

tanggal

10 bulan

berikutnya.

(3) Kepala Dinas Provinsi

menyampaikan

laporan kepada Gubernur

setempat

dan kepada

Menteri

dalam

hal ini Direktur

Jenderal

berupa:

a. laporan

bulanan

kegiatan

metrologi

legal unit kerja dan UPTD

p r o v i n s i ;

d a n

b. rekapitulasi

laporan

bulanan

kegiatan

metrologi

legal

unit

kerja

dan

UPTD

kabupaten/kota

di wilayah

kerjanya.

(4) Laporan

sebagaimana

dimaksud

pada ayat (3) disampaikan

paling

lambat

setiap

tanggal

20 bulan

berikutnya.

(8)

(s)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50iM-DAG/PER/1 0/2009 Direktur menyampaikan laporan triwulan kepada Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal berupa:

a. laporan kegiatan metrologi legal UPT; dan

b. rekapitulasi laporan bulanan kegiatan metrologi legar dari unit kerja, UPTD provinsi, dan UPTD kabupaten/kota seluruh I n d o n e s i a .

Laporan triwulan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan paling lambat setiap tanggal 30 bulan berikutnya.

Bentuk laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (5) sebagaimana tercantum dalam Lampiran ll yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

P a s a l 1 7

(1) Menteri dalam hal ini Direktur Jenderal secara berkala melakukan evaluasi terhadap kinerja UPT, unit kerja, UpTD provinsi, dan UpTD kabupaten/kota.

(2) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), digunakan sebagai bahan pembinaan:

a. Menteri terhadap UPT; dan/atau

b. Menteri

bersama

dengan Menteri

Dalam Negeri

terhadap

unit

kerja,

UPTD

provinsi,

dan UPTD

kabupaten/kota.

P a s a l

1 8

Unit organisasi

pada kantor dinas provinsi yang selama ini

melaksanakan

fungsi

sebagaimana

dimaksud

dalam

pasal 9 ayat (2)

dapat melaksanakan

tugasnya

hingga

terbentuknya

UpTD provinsi

sebagaimana

diatur

dalam

Peraturan

Menteri

ini.

UPTD provinsi

yang belum memenuhi

persyaratan

sebagaimana

dimaksud

dalam Pasal 7 ayat (3), dapat melaksanakan

kegiatan

metrologi

legal paling

lama 2 (dua)

tahun sejak ditetapkan

peraturan

Menteri

ini.

UPTD provinsi

yang belum memenuhi

persyaratan

sampai

dengan

batas

waktu

sebagaimana

dimaksud

pada ayat

(2), kegiatan

metrologi

l e g a l n y a

d i l a k u k a n

o l e h

U P T .

( o l (7) ( 1 )

(2)

(3)

(9)

Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : SO/M-DAG/PER/l 0/2009 P a s a l 1 9

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 7 Oktober 2009 MENTERI PERDAGANGAN R.I.,

Ttd

MARI ELKA PANGESTU S a l i n a n s e s u a i d e n g a n a s l i n y a

Sekretariat Jenderal Perdagangan R.l.

H u k u m ,

(10)

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 50/M-DAG/PER/10/2009 T A N G G A L : 7 O k t o b e r 2 0 0 9 Lampiran I L a m p i r a n l l Daftar Lamoiran

Tata Cara Pemberian Rekomendasi Penyelenggaraan Kegiatan Pelayanan Tera dan Tera Ulang UTTP

Laporan Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Metrologi Legal

M E N T E R I

P E R D A G A N G A N

R . I . .

Ttd

MARI

ELKA PANGESTU

Salinan

sesuai

dengan

aslinya

ffitretariat

Jenderal

(11)

Lampiran I Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

T A T A C A R A P E M B E R I A N R E K O M E N D A S I

PENYELENGGARAAN KEGIATAN PELAYANAN TERA DAN TERA ULANG UTTP

1. UPTD Kabupaten/Kota melalui Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang akan menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP mengajukan surat permohonan rekomendasi kepada Kepala Dinas Provinsi dengan tembusan ditujukan kepada Direktur Metrologi;

2. Surat permohonan sebagaimana dimaksud pada angka 1, harus dan informasi mengenai:

a. struktur organisasi dan tugas pokok serta fungsi dari p e m o h o n ;

b . j e n i s d a n j u m l a h S D M k e m e t r o l o g i a n y a n g d i m i l i k i o l e h U P T D K a b u p a t e n / K o t a p e m o h o n ;

c. jenis, spesifikasi teknis, dan jumlah peralatan standar yang dimiliki oleh UPTD Kabupaten/Kota pemohon; dan

d. potensi pelayanan tera dan tera ulang UTTP di wilayah kerjanya yang meliputi luas wilayah kerja, jumlah kecamatan, jumlah desa/kelurahan, jumlah pasar, jumlah produsen UTTP, produsen/perusahaan pengemasan BDKT, dan jumlah serta jenis UTTP yang telah ditera dan ditera ulang diwilayah kerjanya selama 3 tahun terakhir. Kepala Dinas Provinsi atau pejabat yang ditunjuk melakukan peninjauan lapangan ke UPTD Kabupaten/Kota pemohon guna memastikan kebenaran data dan informasi yang disampaikan. Kepala Dinas Provinsi atau pejabat yang ditunjuk dapat memberikan saran atau petunjuk kepada UPTD Kabupaten/Kota pemohon, agar dapat memenuhi persyaratan minimal yang dibutuhkan dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP;

Berdasarkan hasil peninjauan lapangan ke UPTD Kabupaten/Kota pemohon sebagaimana dimaksud pada angka 3, Kepala Dinas Provinsi memberikan rekomendasi kesiapan UPTD Kabupaten/Kota pemohon untuk menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP dengan menggunakan format surat sebagaimana terlampir; Rekomendasi sebagaimana dimaksud pada angka 4 dapat diterbitkan, apabila UPTD Kabupaten/Kota pemohon telah memenuhi persyaratan minimal sebagai berikut.

a. tugas pokok dan fungsinya menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP;

b. memiliki 1 (satu) orang Penera Ahli dan 3 (tiga) orang Penera Terampil; c. memiliki peralatan standar sebagai berikut:

1

m e t e r

k e r i a

1 m / ' 1 m m

sebanvak 1 unit

2

B o u r i e

sebanvak

1 set

B e j a n a u k u r s t a n d a r 5 L , 1 0 L , 2 0 L k e l a s l l l

m a s i n q - m a s i n o

1 u n i t

4 .

G e l a s

u k u r

l L / 1 0 0 m L

sebanvak

1 unit

L a n d a s a n b e i a n a u k u r

sebanvak

1 unit

o . Penvipat datar sebanvak '1 unit

I . Stop watch

sebanvak

1 unit

x N e r a c a t e r a A , B , C , D , E m a s i n q - m a s i n q 1 u n i t

9 Anak timbanqan kelas F2 ( mq - 20 kq)

sebanvak

1 set

dilengkapi dengan data UPTD KabupatenlKota

4 .

4 4 t t

(12)

Lampiran I Peraturan Menteri Perdagangan R.I Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009

Tanggal . 7 Oktober 2009

10. Anak timbangan kelas M1 (1 mg — 20 kg) sebanyak 1 set

11. Anak timbangan kelas M2 (1 mg — 20 kg) sebanyak 1 set

12. Anak timbangan kelas M2 (1kg, 2kg, 5kg, 10kg, 20kg)

masing-masing 2 buah 13. Anak timbangan kelas M2 untuk remidi (1g — 1

kg)

sebanyak 2 set

14. Anak timbangan bidur kelas M2 (20 kg) sebanyak 50 buah

15. Standar dacin sampai dengan 110 kg dan

Tripod

sebanyak 1 set

16. Landasan cap tera sebanyak 1 set

17. Termometer 100°C sebanyak 1 unit

18. Termohygrometer sebanyak 1 unit

19. Barometer sebanyak 1 unit

20. Komputer sebanyak 2 unit

21. Printer laser sebanyak 1 unit

22. Air conditioner sebanyak 1 unit

d. data jumlah dan jenis UTTP yang telah ditera dan tera ulang di wilayah kerjanya dalam 3 (tiga) tahun terakhir.

6. Semua biaya yang timbul dalam pelaksanaan pemberian rekomendasi penyelenggaraan k e g i a t a n p e l a y a n a n t e r a d a n t e r a u l a n g U T T P d i b e b a n k a n k e p a d a U P T D Kabupaten/Kota pemohon.

(13)

Lampiran I Peraturan Menteri Perdagangan R.l Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

Contoh Surat Rekomendasi

KOP SURAT KANTOR DINAS PROVINSI

N o m o r

Lampiran

Perihal

Rekomendasi Penyelenggaraan

Kegiatan

Pelayanan

Tera dan Tera

U l a n o

U T T P

Kepada Yth.

K e p a l a D i n a s K a b u p a t e n / K o t a . . . . d i

-(lbu Kota Kabupaten/Kota)

B e r k e n a a n d e n g a n S u r a t S a u d a r a N o m o r t a n g g a l . . . p e r i h a l tersebut di atas, berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang telah d i l a k u k a n p a d a t a n g g a l . . . s / d . . . , d e n g a n in i k a m i m e n y a t a k a n b a h w a UPTD Metrologi Legal Kabupaten/Kota... , telah siap untuk menyelenggarakan kegiatan pelayanan tera dan tera ulang UTTP di wilayah kerjanya, karena telah memenuhi persyaratan minimal yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor .../M-DAG/PER/...12009 tentang Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis Metrologi Legal. Selanjutnya kami merekomendasikan UPTD Metrologi Legal K a b u p a t e n / K o t a . . . u n t u k m e m p e r o l e h p e n i l a i a n k e m a m p u a n pelayanan tera dan tera ulang UTTP dari Direktorat Metrologi.

Demikian surat rekomendasi ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kepala

Dinas

Provinsi

N I P :

Tembusan:

1 . G u b e r n u r

2. BupatiAffalikota

yang bersangkutan...

.

3. Direktur

Metrologi.

(14)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

LAPORAN

UNIT

KERJA DAN UNIT

PELAKSANA

TEKNIS

METROLOGI

LEGAL

1. Laporan

Unit Kerja

penyelenggara

kegiatan

metrologi

legal

disusun

dengan

sistematika

sebagai

berikut:

BAB I

Pendahuluan

1 . 1 . L a t a r

B e l a k a n g

1 . 2 . C a k u p a n

W i l a y a h

BAB ll Pencapaian

Hasil

Kegiatan

2.1. Pelaksanaan

Program

Kerja

Unit

2.2. Pengelolaan

Standar

Ukuran

dan Laboratorium

2.3. Pengelolaan

Cap Tanda

Tera

2.4. Pelayanan

Tera

dan Tera Ulang

2.5. Pelayanan

Pengujian

Dalam

Rangka

ljin Tipe (Untuk

Unit Kerja

Pemerintah)

2.6. Pengawasan,

Pengamatan,

dan Penyuluhan

Kemetrologian

2.7. Penyidikan

Tindak

Pidana

di Bidang

Metrologi

Legal

2.8. Penerimaan

Negara Bukan Pajak (PNBP) (Untuk Unit Kerja

Pemerintah)

2.9. Penerimaan

Uang

Tera

2 . 1 0 .

P e g a w a i

d a n P e m b i n a a n n y a

BAB lll Permasalahan

3.1

. Permasalahan

3.2. Alternatif

Solusi

dan Pemecahannya

BAB lV Penutup

Lampiran-Lampiran:

1. Lampiran

| : Data

Tera

Sah UTTP

Produksi

Dalam

Negeri

2. Lampiran

ll : Data

Tera Batal

UTTP

Produksi

Dalam

Negeri

i: i:il:i:::

il i 3:[

l:::

::i"iJlifi::iTff:,

5. Lampiran

V : Data

Tera

Ulang

Sah

6. Lampiran

Vl : Data

Tera

Ulang

Batal

7. Lampiran

Vll: Data

Perijinan

UTTP

(untuk

Unit

Kerja

Pemerintah)

8. Lampiran

Vlll : Data

Penerimaan

Uang

Tera

9. Lampiran

lX : Data Penerimaan

Negara

Bukan Pajak (untuk

Unit

Kerja

Pemerintah)

l0.Lampiran

X : Data Pengawasan,

Pengamatan,

dan Penyuluhan

Kemetrologian

11.

Lampiran

Xl : Data Penyidikan

Tindak

Pidana

di bidang

Metrologi

Legal

(15)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l Nomor : 50/M-DAGiPER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

2. Laporan unit pelaksana teknis penyelenggara kegiatan metrologi legal disusun dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

1 . 1 . L a t a r B e l a k a n g 1 . 2 . C a k u p a n W i l a y a h BAB ll Pencapaian Hasil Kegiatan

2 . 1 . P e l a k s a n a a n P r o g r a m K e r j a U n i t

2.2. Pengelolaan Standar Ukuran dan Laboratorium 2 . 3 . P e n g e l o l a a n C a p T a n d a T e r a

2.4" Pelayanan Tera dan Tera Ulang

2 . 5 . P e l a y a n a n P e n g u j i a n D a l a m R a n g k a l j i n T i p e ( U n t u k U P T Pemerintah) 2 . 6 . P e n e r i m a a n N e g a r a B u k a n P a j a k ( P N B P ) ( U n t u k U P T Pemerintah) 2 . 7 . P e n e r i m a a n U a n g T e r a 2 . 8 . P e g a w a i d a n P e m b i n a a n n y a B A B ll l P e r m a s a l a h a n 3 . 3 . P e r m a s a l a h a n

3.4" Alternatif Solusi dan Pemecahannva BAB lV Penutup

Lampiran-Lampiran:

1. Lampiran | : Data Tera Sah UTTP Produksi Dalam Negeri 2. Lampiran ll : Data Tera Batal UTTP Produksi Dalam Negeri 3. Lampiran lll : Data Tera Sah UTTP Produksi Luar Negeri 4. Lampiran lV : Data Tera Batal UTTP Produksi Luar Negeri 5. Lampiran V : Data Tera Ulang Sah

6. Lampiran Vl : Data Tera Ulang Bata,

7. Lampiran Vll : Data Perijinan UTTP (untuk UPT Pemerintah) 8. Lampiran Vlll : Data Penerimaan Uang Tera

9. Lampiran lX : Data Penerimaan Negara Bukan Pajak (untuk UPT Pemerintah)

3. Data yang dicantumkan dalam Lampiran laporan sekurang-kurangnya memuat informasi sebagaimana tercantum dalam Tabel I sampai dengan Tabel Xl Lampiran ll . 4. Format penyampaian laporan penyelenggaraan urusan pemerintahan di bidang

metrologi legal dibuat dalam bentuk hardcopy dan softcopy.

(16)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : S0/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL I

DATA

TERA

SAH UTTP

PRODUKSI

DALAM

NEGERI

B U L A N

. . .

T A H U N

. . .

-Unit Kerja/UPT:

N o .

Jenis

UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Sah

Berdasarkan

Tempat

Pelaksanaan

Banyaknya UTTP Yang Ditera Sah

Perubahan

Kantor

Loko J u m l a h Tahun Ini s/d

Bulan Lalu

Periode

Yang

Sama

Tahun

Lalu

Periode

Yang

Sama

2

T a h u n

Sebelumnva

(Buah) (Buah) ( B u a h ) (Buah) (Buah) (Buah) (%)

UKURAN

tl

TAKARAN ill TIMBANGAN

I V

PERLENGKAPAN

TOTAL

1 6

(17)

-ampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 Tanggal :7 Oktober2009

TABEL II

DATA TERA BATAL UTTP PRODUKSI DALAM NEGERI B U L A N .. . . . T A H U N .. . .

Unit Kerja/UPT:

N o .

Jenis

UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Batal

Berdasarkan

Tempat

Pelaksanaan

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Batal

Perubahan

Kantor

Loko J u m l a h Tahun Ini s/d

Bulan Lalu

Periode

Yang

Sama

Tahun

Lalu

Periode Yang Sama 2 Tahun Sebelumnva

(Buah) (Buah) (Buah) (Buah) ( B u a h ) (Buah) (%\

UKURAN

tl

TAKARAN ill TIMBANGAN

IV

PERLENGKAPAN

TOTAL

1 7

(18)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL III

DATA TERA SAH UTTP ASAL IMPOR B U L A N .. . . . T A H U N .. . .

Unit Kerja/UPT:

N o . Jenis UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Sah

Berdasarkan

Temoat

Pelaksanaan

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Sah

Perubahan

Kantor

Loko

J u m l a h Tahun Ini s/d

Bulan Lalu Periode Yang Sama Tahun Lalu Periode Yang Sama 2 Tahun Sebelumnva

(Buah) (Buah) (Buah) ( B u a h ) (Buah) (Buah)

e/")

I

UKURAN

tl

TAKARAN

ltl

TIMBANGAN

I V

PERLENGKAPAN

TOTAL

1B

(19)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL IV

DATA TERA BATAL UTTP ASAL IMPOR

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit Kerja/UPT:

N o .

Jenis

UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Batal

Berdasarkan

Temoat

Pelaksanaan

Banyaknya UTTP yang ditera batal

Perubahan

Kantor

Loko J u m l a h Tahun ini s/d

bulan lalu

Periode

yang

sama

tahun

lalu

Periode

yang

sama

2 tahun

sebelumnva

(Buah) (Buah) (Buah) ( B u a h ) (Buah) (Buah)

e \

UKURAN

tl

TAKARAN l l l TIMBANGAN

I V

PERLENGKAPAN

TOTAL

1 9

(20)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 Tanggal : 7 Oktober2009

T A B E L

V

DATA TERA ULANG SAH UTTP

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit Kerja/UPT:

N o .

Jenis UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Ulang

Sah Berdasarkan

Tempat

Pelaksanaan

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Ulang

Sah

Perubahan

Kantor

Loko J u m l a h Tahun Ini sid

Bulan Lalu

Periode

Yang

Sama

'

Tahun

Lalu

Periode Yang Sama 2 Tahun Sebelumnva

(Buah) (Buah) ( B u a h ) ( B u a h ) ( B u a h ) (Buah)

e \

I

UKURAN

tl

TAKARAN i l l TIMBANGAN

IV

PERLENGKAPAN TOTAL 20

(21)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : SO/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL

VI

DATA TERA ULANG BATAL UTTP

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit

Kerja/UPT:

N o .

Jenis

UTTP

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Ulang

Batal

Berdasarkan

Tempat

Pelaksanaan

Banyaknya

UTTP

Yang Ditera

Ulang

Batal

Perubahan

Kantor

Loko J u m l a h

Tahun

lni s/d

B u l a n

L a l u

Periode Yang Sama Tahun Lalu Periode Yang S a m a 2 Tahun Sebelumnva

(Buah) (Buah) (Buah) ( B u a h ) (Buah) (Buah) f/o\

UKURAN

tl

TAKARAN ill TIMBANGAN

IV

PERLENGKAPAN

TOTAL

2 1

(22)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL VII

DATA PERIJINAN

UTTP

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit Kerja/UPT:

N o .

Jenis UTTP

liin Tipe liin Tanda Pabrik

Keterangan

B u l a n

l n i

T a h u n

I n i

s/d Bulan

Lalu

Periode Yang Sama Tahun Lalu

Bulan

ini

T a h u n

I n i

s/d Bulan

Lalu

Periode Yang Sama Tahun Lalu

UKURAN

tl

TAKARAN ill TIMBANGAN

IV

PERLENGKAPAN TOTAL 22

(23)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL VIII

DATA PENERIMAAN

UANG

TERA

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit Kerja/UPT:

Kabu

paten/Kota/Kecam

ata

n

Penerimaan

Target

% TerhadapTarget

Keterangan

B u l a n

I n i

Tahun

lni s/d

Bulan

Lalu

Periode

Yang

Sama

Tahun

Lalu

JUMLAH 23

(24)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL IX

DATA PENERIMAAN

NEGARA

BUKAN

PAJAK

(PNBP)

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

Unit Kerja/UPT:

Jenis Kegiatan

Penerimaan

Target

% Terhadap Target

Keterangan

B u l a n

l n i

Tahun Ini s/dBulan Lalu

Periode

Yang

Sama

Tahun

Lalu

(25)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL X

DATA PENGAWASAN,

PENGAMATAN,

DAN PENYULUHAN

KEMETROLOGIAN

B U L A N

. . .

T A H U N

. . . .

U n i t

K e r j a :

N o . Kegiatan

Satuan

B u l a n i n i T a h u n ln i s/d Bulan L a l u Periode Yang Sama Tahun Lalu Periode Yang S a m a 2 Tahun Sebelumnva

Keterangan

P E NGAWASAN UTTP

A . Pelaksanaan Keqiatan Penqawasan UTTP

1 . P e r u s a h a a n

Kantor

2. Pedaoano Pasar

unit

3. Toko/KiosA//aruno/Kaki 5

unit

B Waiib Tera/Tera Ulanq

1 . P e r u s a h a a n

Kantor

2. Pedaqanq Pasar orang

3. Toko/KiosA//arunq/Kaki 5 Orano/unit C . Hasil oenoawasan

1. Banvaknva UTTP vanq melanqoar

a. Tidak bertanda tera sah

Buah

b. Tera rusak Buah

c. Tanda tera tidak berlaku

Buah

d. Toleransi kesalahan tidak sesuai ketentuan

Buah

2. Rata-rata besar kesalahan UTTP

a. Ukuran

o/o b. Takaran o/o c. Timbanqan 25

(26)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9 o/o d. Perlenqkapan % P E NGAWASAN BDKT

A. Pelaksanaan Keqiatan Pengawasan BDKT

1. Produsen BDKT (bukan UKM) Perusahaan

2. Produsen

BDKT

(UKM)

Perusahaan

3. Perusahaan Penqemas

Perusahaan

4. Pasar

Modern

Unit

5. Aqen/lmportir

Perusahaan

6. Toko/KiosA/Varunq/Kaki 5

Unit

B .

Waiib Diawasi

1. Produsen

BDKT

(bukan

UKM)

Perusahaan

2. Produsen

BDKT

(UKM)

Perusahaan

3. Perusahaan Penqemas Perusahaan

4. Pasar Modern

Unit

5. Aqen/lmportir Perusahaan

6. Toko/KiosMarunq/Kaki 5

Unit

c

Hasil penqawasan

1. Banyaknya perusahaan yang melanqqar:

a. Penandaan Perusahaan

b. Kuantitas

Perusahaan

2. Jenis BDKT vanq tidak sesuai

a. Makanan Jenis

b . M i n u m a n Jenis

c. Alat Tulis Kantor

Jenis

d. Bahan Bakar (BBM, LPG)

e. Lain-lain Jenis

UKUR ULANG BUKAN BDKT

A Tempat Pos Ukur Ulanq Tetap

(27)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

1. Baranq vanq diukur ulanq

Buah

2. Baranq vano diukur ulano kuranq/salah

Buah

B Tempat Pos Ukur Ulanq Mobil/Berqerak

1. Baranq vanq diukur ulanq Buah 2. Barano vanq diukur ulanq kurano/salah Buah

P E N Y U L U H A N

A. Penvuluhan Lanqsunq

1 . SeminarAl/orkshop/Sarasehan

a. Banvaknva keqiatan Kali

b. Banvaknva peserta Orang

2. Pameran

B .

Penvuluhan Tidak Lanqsunq 1. Media cetak

a. Koran/Maialah Kali

b. Brosur/L eafletlPoster Kali

2. Soanduk/Billboard Buah

3. Media elektronik

a. Radio Kali

b. Televisi Kali

(28)

Lampiran ll Peraturan Menteri Perdagangan R.l. Nomor : 50/M-DAG/PER/10/2009 T a n g g a l : 7 O k t o b e r 2 0 0 9

TABEL XI

DATA PENYIDIKAN TINDAK PIDANA DI BIDANG METROLOGI LEGAL B U L A N .. . . . T A H U N .. . .

U n i t

K e r j a

: . . . .

N o .

Kegiatan

Satuan

B u l a n

l n i

T a h u n

l n i

s/d Bulan

Lalu

Periode Yang Sama Tahun Lalu Periode Yang S a m a 2 Tahun Sebelumnva

Keterangan

lnform a s i U m u m

1 Banvak Waiib Tera Orang/perusahaan

2 .

Banvak UTTP vanq beredar

Buah/unit

Hasi Razia

I Banvak UTTP vano melanooar Buah/unit

2 .

Banvak BDKT vanq melanqqar

B u a h

3 .

Banyak oleh PenvidikWajib Tera yang diajukan Orang/perusahaan 4 . UTTP vanq diaiukan oleh Penyidik

Buah/unit

Hasi

Putusan

1 . Banvak terpidana

a. Waiib tera Oranq/oerusahaan

b. Tenaqa penquii/penera Orang

2 .

Denda R p

3 .

Kurunqan

Tahun,

bulan,

hari

Gambar

TABEL II
TABEL III
TABEL IV
TABEL  VI
+5

Referensi

Dokumen terkait

Secara umum peramalan yang dapat dilakukan oleh Jaringan Syaraf Tiruan adalah peramalan runtut waktu (time series) sebagai input dan target dari output yang diinginkan pada

Dem ikian unt uk diket ahui dan dilaksanakan sebaik-baiknya. Bangko, 22 M

Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Bidang Bina

[r]

Alasan dasar ( r at i onal e ) bagi pemerint ah unt uk memf asilit asi pendirian lembaga penj amin simpanan adalah kepercayaan pada indust ri perbankan sangat pent ing bagi

Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh kasmarani (2012) yang menyatakan bahwa seseorang yang stres akan mengakibatkan gangguan pada psikologisnya akibat dari

Kurikulum Sains untuk sekolah menengah bertujuan untuk melahirkan murid yang mempunyai pengetahuan dan kemahiran dalam bidang sains dan teknologi dan mampu mengaplikasikan

Berdasarkan analisa ekstrak etanol akar dan batang sekunyit ( Fibraurea tinctoria Lour) menggunakan metode KCKT dengan fase gerak berupa campuran eluen metanol : buffer fosfat