MAKALAH
ANALISIS PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER “VIRTUALISASI DATA CENTER”
Oleh Kelompok 1 : Siska Indrayani / 1202224 Mohani Latif / 1202227 Bris Fernando / 1202228 Riduansyah / 1203237 Nurhidayati / 1203239 Tutut Astari / 1203240 Hanny Maharani / 1203241 M. Imamuddin / 1203246 Vivi Marfeni / 1203253 Fitri Nurul M / 1203254 Rico Sarfriadi / 1203256 Yosi Nofita sari / 1203258
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK UNP
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
segenap kekuatan dan kesanggupan, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini.
Dalam makalah ini, penulis mengangkat judul “Virtualisasi Data Center”
Makalah ini dibuat untuk memenuhi hak penulis terhadap tugas yang diberikan
oleh dosen dalam mata kuliah Analisi Perancangan Jaringan Komputer. Makalah
ini membahas mengenai Virtualisasi Data Center yang sudah banyak dipakai dan
diterapkan terhadap teknologi saat ini.
Sebenarnya makalah ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan
berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada orang tua kepada orang tua yang senantiasa mendoa’akan dan memberikan keleluasaan bagi penulis untuk berkarya, dan kepada rekan-rekan kelompok 1 yang saling bekerjasama dan saling
memberi dukungan dalam penulisan makalah ini.
Akhir kata, penulis pun menyadari “Tak ada gading yang tak retak”. Dalam hal ini, penulis menyadari akan kemungkinan kekurangan dan juga
kesalahan pada makalah ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun guna penyempurnaan makalah ini pada masa yang akan datang.
Padang, 18 Maret 2015
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah... 1
C. Tujuan ... 2
D. Manfaat ... 2
BAB II PEMBAHASAN A. Virtualisasi Data Center ... 3
B. Kelebihan dan Kelemahan Virtualisasi Data Center ... 4
C. Infrastruktur Virtual Menggunakan VMware® vSphere® ... 7
D. Perancangan Virtualisasi Data Center Menggunakan vSphere® 13 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 20
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara sederhana virtualisasi itu membuat komputer yang sifatnya
fisik menjadi virtual. Virtualisasi sudah dikenal dan dipergunakan secara
luas sejak 1960-an, dan telah diaplikasikan kepada beberapa sistem
komputer. Secara umum semua teknologi virtualisasi mengacu kepada “menyembunyikan detail teknis” melalui enkapsulasi. Saat ini terdapat beberapa Aplikasi yang bisa menjalankan kebutuhan virtualisasi, seperti
VM Ware dan Microsoft Hyper-V. Kedua aplikasi tersebut sangat populer
saat ini, dan telah menjadi pilihan untuk menerapkan Virtualisasi Server
sebagai upaya untuk menekan anggaran belanja IT.
Berbicara mengenai virtualisasi berarti berbicara mengenai banyak
hal termasuk pusat data atau data center. Data Center yang secara harfiah
berarti pusat data, adalah suatu fasilitas untuk menempatkan sistem
komputer dan equipment-equipment terkait, seperti sistem komunikasi
data dan penyimpanan data. Fasilitas ini mencakup catu daya redundant,
koneksi komunikasi data redundant, pengontrol lingkungan, pencegah
bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik. Pada era ICT (Information
and Communication Technology) saat ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Virtualisasi Data Center ?
2. Apa Kelebihan dan Kelemahan Virtualisasi Data Center?
3. Bagaimana Infrastruktur Virtual Menggunakan VMware® vSphere®?
4. Bagaimana Perancangan Virtualisasi Data Center menggunakan
C. Tujuan
1. Pembaca dapat mengetahui dan memahami konsep Virtualisasi Data
Center
2. Pembaca dapat mengetahui dan memahami Kelemahan Virtualisasi
Data Center
3. Pembaca dapat mengetahui dan memahami Perancangan Virtualisasi
Data Center menggunakan Vsphere
4. Pembaca dapat mengetahui dan memahami Perancangan Virtualisasi
Data Center menggunakan Vsphere
D. Manfaat
Memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang standar
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Virtualisasi Data Center Pengertian Virtualisasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, virtual berarti (secara)
nyata, sedangkan akhiran –isasi menyatakan makna melakukan, proses,
usaha, atau kegiatan. Berarti virtualisasi adalah proses menyatakan atau
membuat sesuatu menjadi nyata. Sedangkan dalam ilmu komputer,
virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk simulasi
dari sesuatu yang asalnya bersifat fisik, misalnya sistem operasi,
perangkat penyimpanan data atau sumber daya jaringan. Definisi
lainnya adalah "sebuah teknik untuk menyembunyikan karakteristik fisik
dari sumber daya komputer dari bagaimana cara sistem lain, aplikasi
atau pengguna berinteraksi dengan sumber daya tersebut. Hal ini
termasuk membuat sebuah sumber daya tunggal (seperti server,
sebuah sistem operasi, sebuah aplikasi, atau peralatan penyimpanan
terlihat berfungsi sebagai beberapa sumber daya logikal; atau dapat juga
termasuk definisi untuk membuat beberapa sumber daya fisik
(seperti beberapa peralatan penyimpanan atau server) terlihat sebagai
satu sumber daya logikal.”
Pengertian Data Center
Pusat data atau yang lebih dikenal Data Center adalah suatu
fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan
komponen-komponen terkaitnya, seperti sistem telekomunikasi dan
penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya
redundan atau cadangan, koneksi komunikasi data redundan, pengontrol
lingkungan (mis. AC, ventilasi), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti
keamanan fisik. Salah satu penempatan server untuk website atau
Data Center merupakan fasilitas yang digunakan untuk penempatan
beberapa kumpulan server atau sistem komputer dan sistem
penyimpanan data (storage) yang dikondisikan dengan pengaturan
catudaya, pengatur udara, pencegah bahaya kebakaran dan biasanya
dilengkapi pula dengan sistem pengamanan fisik.
Pengertian Virtualisasi Data Center
Virtualisasi data center adalah melakukan konsolidasi dan
melakukan pengurangan jumlah server dalam bentuk fisik, caranya dengan
menciptakan mesin virtual dalam jumlah banyak yang ditempatkan di
beberapa host fisik, menggunakan storage dan jaringan.
B. Kelebihan dan Kekurangan Virtualisasi Data Center Keuntungan
Virtualisasi telah menjadi istilah trend dalam beberapa tahun
terakhir di sejumlah kalangan yang bergelut dengan infrastruktur data
center. Dengan menerapkan konsep ini, pemilik data center akan
mengambil keuntungan dari berkurangnya beban biaya untuk
pembangunan fasilitas gedung, power supply, sistem pendingin ruangan,
penyederhanaan administrasi dan pemeliharaan.
Namun pendapat pribadi, tidak semua sistem dapat di
virtualisasikan. Mungkin sebuah database server dengan beban berat untuk
menghandle sekian transaksi per detiknya, memasukkannya ke dalam
suatu lingkungan virtual akan menjadi sangat beresiko, terutama
menyangkut performansinya.
Dibalik itu semua, penerapan virtualisasi akan sangat
menguntungkan bagi pemiliki data center, berikut beberapa keuntungan
yang dapat diperoleh dengan implementasi virtualisasi di lingkungan data
1. Berkurangnya Biaya (cost)
Dengan menggabungkan beberapa aplikasi yang asalnya dari beberapa
server menjadi satu box yang terintegrasi akan menghemat beberapa
sumber daya, seperti :
Space (ruangan) data center, akan mengurangi jumlah biaya
untuk pembangunan gedung data center.
Berkurangnya jumlah hardware (server), akan mengurangi
pemakaian power supply dan juga sistem pendingin udara
karena heat (panas) yang diproduksi dari operasional server
berkurang.
Dengan penghematan yang terjadi seperti disebutkan diatas,
akan menyebabkan biaya secara keseluruhan operasional data center
akan berkurang sehigga dapat digunakan untuk keperluan lain di
perusahaan.
2. Mengurangi Ketergantungan pada satu vendor
Dengan virtualisasi, abstraksi antara hadware dan software
(perangka lunak) akan menjadi lebih transparan, dimana aplikasi yang
berjalan diatasnya tidak lagi peduli dengan hardware yang dipakai (di
layer bawahnya). Dengan demikian keterkaitan antara aplikasi
(software) untuk menggunakan hardware tertentu saja bisa
diminimalisir. Dengan demikian data center owner akan lebih flexible
dalam menentukan hardware (server) yang akan digunakan di data
center-nya.
3. Re-deploy Sistem (Aplikasi) Akan semakin Cepat
Memindahkan suatu sistem (aplikasi) dari satu perangkat ke perangkat lain akan menjadi lebih ber’keringat’ jika dilakukan dengan hardware terpisah. Harus ada sistem backup/restore yang
diimplementasikan pada mesin lama dan mesin baru. Dengan adanya
akan lebih cepat lagi. Tentu ini dilakukan dalam satu sistem Virtual
machine.
4. Proses Recovery yang Lebih Baik
Proses disaster recovery akan menjadi lebih cepat dilakukan
sepanjang snapshot dari suatu virtual machine telah tersedia berkat
sistem backup yang telah berjalan. Dengan memiliki snapshot yang
up-to-date, memindahkan ke suatu lingkungan baru akan menjadi lebih
mudah dan cepat.
5. Lingkungan Testing yang Baik
Virtualisasi merupakan lingkungan yang baik untuk melakukan
testing sistem aplikasi yang baru, dimana sistem lama masih tetap
berjalan. Pada saat testing telah dilakukan dengan sukses, maka
memindahkan ke lingkungan operasional akan menjadi lebih mudah.
Penggunaan virtual machine di data center akan menghemat
resource perusahaan dan menjadikan pekerjaan system administrator
menjadi lebih simpel.
Kelemahan
1. Satu Pusat Masalah. Virtualisasi bisa dianalogikan dengan
menempatkan semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika
server induk bermasalah, semua sistem virtual machine didalamnya
tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan
fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan
menerapkan prinsip fail over/clustering
2. Spesifikasi Hardware. Virtualisasi membutuhkan spesifikasi server
yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin
virtual didalamnya
3. Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu
komputer akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker
mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan
ia mampu menyusup kedalam server- server virtual dengan cara
C. Infrastruktur Virtual Menggunakan VMware® vSphere®
VMWare merupakan salah software virtualisasi yang masih
memipin di bidangnya saat ini. Dengan seiringnnya kemajuan teknologi
dan kebutuhan banyaknya informasi ataupun tempat penyimpanan data
yang aman, maka dengan pelatihan implementasi dan administrasi
VMWare ini bisa membantu dalam memenuhi kebutuhan Anda, baik di
perusahaan maupun instansi.
Memilih platform virtualisasi yang tepat untuk membangun Data
Center Vitual, private maupun cloud infrastructure internal, adalah
sesuatu yang sangat penting. Suatu sistem infrastruktur virtualisasi yang
meliputi virtualisasi, manajemen, optimisasi sumber daya, ketersediaan
aplikasi dan kemampuan otomasi operasional TI.
VMware vSphere membentuk sistem virtualisasi diatas fisik
hardware dan kumpulan sumber daya TI untuk data center, serta
meliputi komponen :
VMware® ESXi : Platform virtualisasi untuk vSphere.
VMware® vCenter® Server™ : Perangkat bantu untuk melakukan
manajemen virtualisasi, konfigurasi, provisi sumber daya TI.
VMware® vSphere® Client™ : Antar muka untuk membolehkan
pengguna melakukan konfigurasi secara remote terhadap vCenter®
Server atau ESXi dari PC bersistem operasi Microsoft®
Windows®.
VMware® vSphere® VMFS : Sistem file yang memiliki kinerja
tinggi, digunakan untuk mesin-mesin virtual pada ESXi.
VMware® vSphere® Virtual Symmetric Multiprocessing :
Fasilitas yang memungkinkan suatu mesin virtual dapat
menggunakan lebih dari satu prosesor fisik secara simultan.
vSphere® juga menyediakan beberapa fungsionalitas sebagai berikut :
Manajemen sumber daya (menggunakan vSphere® Distributed
Ketersediaan (menggunakan vSphere® High Availability).
Proteksi data (menggunakan VMware® Consolidated Backup and
VMware® Data Recovery)
Gambar 1. Arsitektur VMware® vSphere ® berikut komponen pendukungnya
Pada pembahasan teknis berikut ini, akan diulas secara mendalam,
konsep-konsep inti virtualisasi dan produk VMware® vSphere®.
Infrastruktur Fisik
Pada infrastruktur fisik, operating system dan software berjalan diatas
komputer atau server fisik. Beberapa tantangan baru meningkat pada saat
menjalankan sejumlah besar server-server fisik di data center, antara lain :
- Model infrastruktur fisik sudah dirasakan tidak fleksibel dan tidak
efisien.
- Perencanaan dan biaya infrastruktur seperti luasan server, luasan
rak server, daya listrik, sistem pendinginan, sistem perkabelan dan
provisi server merupakan masalah yang dihadapi staff TI.
- Umumnya terdapat hubungan antara komputer atau fisik server
dengan software yang berjalan diatasnya. Pada saat utilitas
penggunaan server hanya 5-10%, maka perbandingan pemakaian
sumber daya menjadi 1:1, sehingga biaya untuk luasan server, daya
listrik, sistem pendinginan menjadi sangat tinggi.
waktu. Pada lingkungan fisik, waktu yang ada digunakan untuk
proses pengadaan hardware, penempatan server pada data center,
instalasi operating system dan instalasi serta konfigurasi aplikasi yang
akan dijalankan. Selain itu terdapat aktivitas berupa konfigurasi aturan
firewall, konfigurasi port pada switch dan konfigurasi storage. Semua
aktivitas tersebut membutuhkan waktu dalam hitungan pekan.
Infrastruktur Virtual
Teknologi virtualisasi memungkinkan penambahan beban kerja
komputasi pada server tunggal dengan proses konsolidasi lingkungan dan
sumber daya komputasi. Kelebihan dari konsolidasi tersebut adalah
masing-masing mesin virtual dapat menggunakan sumber daya
penyimpanan redundant dan konektivitas jaringan tanpa penambahan
biaya penyimpanan dan kompleksitas perkabelan jaringan yang sebelumnya
digunakan pada infrastruktur fisik.
Gambar 2. Infrastruktur Virtual dengan tipe storage yang bervariasi
M asi n g-masing mesin virtual dihubungkan dengan konektivitas yang
yang bersifat redundant. Rasio atau perbandingan antara jumlah host atau
mesin virtual dengan jumlah sumber daya, yaitu 1:1 untuk infrastruktur
fisik, meningkat menjadi 6:1 untuk infrastruktur virtual (seperti terlihat pada
gambar 1) menjadi 30:1 untuk infrastruktur virtual (pencapaian jumlah mesin
virtual yang berhasil dibuat untuk penggunaan aplikasi normal).
Peningkatan rasio yang signifikan tersebut ditengarai dapat meningkatkan
penghematan biaya dan penurunan kompleksitas perkabelan. Infrastruktur
virtual diyakini dapat mengurangi jumlah luasan data center yang digunakan,
jumlah penggunaan tempat rak server, daya listrik, sistem pendinginan,
perkabelan jaringan, media penyimpanan serta beberapa komponen jaringan
komputer dengan pengurangan jumlah mesin-mesin fisik.
Penggunaan teknologi virtualisasi juga dapat mengubah cara deployment
server-server yang akan digunakan. Staff Departemen TI tidak perlu
menunggu pengadaan hardware atau instalasi perkabelan (jaringan dan
daya listrik), seperti pada infrastruktur fisik. Deployment mesin virtual
dapat dilakukan dengan menggunakan antar muka grafis yang mudah,
sehingga deployment mesin virtual dapat dilakukan dalam hitungan menit,
berbeda halnya dengan deployment mesin fisik.
Secara manajemen penggunaan sumber daya TI, pengaturan mesin-mesin
virtual yang berjalan diatas host, dilakukan secara terpusat, menggunakan
perangkat bantu vCenter® Management Server. Perangkat bantu tersebut
dapat diinstalasikan pada salah satu mesin virtual, atau juga dapat
diinstalasikan pada hardware fisik yang spesifikasinya lebih rendah daripada
host untuk mesin-mesin virtual. Gambar 2 memperlihatkan manajemen
sumber daya yang dilakukan secara terpusat menggunakan vCenter®
Gambar 3. Manajemen sumber daya terpusat untuk pengaturan arsitektur virtual.
Arsitektur Fisik vs Arsitektur Virtual
Beberapa perbedaan antara arsitektur fisik dengan arsitektur virtual
berdasarkan aspek-aspek seperti kemudahan pemindahan atau duplikasi,
penggunaan komponen sumber daya, siklus pemanfaatan sumber daya untuk
aplikasi, kemudahan peningkatan spesifikasi sumber daya, dapat kita lihat
sebagai berikut :
Mesin Fisik Mesin Virtual
Staff Departemen TI memerlukan usaha yang cukup besar untuk memindahkan atau melakukan duplikasi mesin fisik.
Staff Departemen TI dimudahkan dalam usaha
memindahkan atau melakukan duplikasi mesin
virtual, dengan cara :
- Proses enkapsulasi mesin virtual kedalam
berkas-berkas.
- Tidak tergantung pada perangkat keras
Mesin fisik terikat pada
K o mponen-komponen sumber daya secara spesifik.
Mesin virtual tidak terikat pada komponen-komponen sumber daya secara spesifik, dengan cara :
- Adanya proses isolasi antara satu mesin
virtual dengan mesin virtual lainnya.
- Adanya proses insulasi untuk menyediakan siklus pemanfaatan sumber daya yang lebih lama, bahkan mesin virtual dapat digunakan sebagai sumber daya bagi legacy applications.
Mesin fisik memerlukan penanganan secara fisik dan personal untuk peningkatan spesifikasi sumber daya (processor, memory, hardisk, storage).
Mesin virtual memungkinkan proses konsolidasi
sumber daya (processor, memory, hardiskk
storage), sehingga tidak memerlukan
penanganan secara fisik dan personal untuk
peningkatan spesifikasi sumber daya.
Pada mesin server fisik, instalasi sistem operasi seperti Microsoft®
Windows®, Linux dan lainnya dilakukan langsung diatas hardware.
Pendekatan instalasi langsung tersebut memerlukan driver untuk perangkat
keras spesifik. Pada saat terjadi peningkatan spesifikasi hardware fisik
dengan perangkat yang baru, maka diperlukan driver perangkat keras yang
baru saja dipasang. Proses peningkatan spesifikasi hardware juga
memerlukan penanganan technical support.
Mesin virtual adalah 100% software, yang tidak lebih dari
sekumpulan file. Kumpulan file ini termasuk file-file yang disebut virtual
disk, menggantikan media penyimpanan hardisk. Semua file untuk sebuah
mesin virtual diletakkan pada satu direktori yang distandarisasi dengan device
driver, sehingga hardware upgrade dapat dilakukan tanpa mengubah mesin
virtual.
mesin virtual lainnya, sehingga pada satu host yang sama, dapat dijalankan
server database dan server e-mail tanpa terganggu konflik ketergantungan
software dan konflik peningkatan kinerja server. Fleksibilitas mesin virtual
berupa sekumpulan file memungkinkan seluruh mesin virtual dipindahkan ke
server baru pada saat terjadinya peningkatan kapasitas hardware. Kemudahan
tersebut membuat proses perencanaan pemulihan bencana dan proses testing
menjadi lebih mudah.
Virtualisasi menggunakan Bare-Metal Hypervisor
Suatu sistem bare-metal hypervisor tidak memerlukan sistem operasi. Pada
vmware®, hypervisor tersebut adalah sistem operasi. Pada gambar 3, terlihat
arsitektur ESXi dari vmware® yang menggunakan hypervisor.
Gambar 4. ESXi yang menggunakan arsitektur hypervisor
D. Perancangan Virtualisasi Data Center Menggunakan Vspere
Pada pembahasan kali ini kita akan membuat Datacenter, Cluster.
Dengan membuat keduanya tersebut kita akan lebih mudah untuk
mengimplementasikan high availability menggunakan vSphere yang akan
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Virtualisasi data center adalah melakukan konsolidasi dan melakukan
pengurangan jumlah server dalam bentuk fisik, caranya dengan
menciptakan mesin virtual dalam jumlah banyak yang ditempatkan di
beberapa host fisik, menggunakan storage dan jaringan.
2. Penggunaan virtual machine di data center akan menghemat resource
perusahaan dan menjadikan pekerjaan system administrator menjadi
DAFTAR PUSTAKA
http://www.vmware.com/products/vsphere/mid-size-and-enterprise-business/overview.html
http://ruang-it.com/apa-itu-virtualisasi-2/
ilmukomputer.com
http://opencontent.org/opl.shtml
Best Practice Perancangan Fasilitas Data Center.pdf
Sumber : VMware Infrastructure Architecture Overview whitepaper, www.vmware.comhttp://www.vmware.com/products/vsphere/mid-size-and-enterprise-business/overview.html
VMware vSphere Overview : ESXi 5.0 and vCenter Server 5.0 Manual.