i
SKRIPSI
PENERAPAN METODE INTEGRASI DATA
UNTUK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN
SOSIAL MELALUI LKSA DI PANTI ASUHAN YATIM
MUHAMMADIYAH PUTRA TEMANGGUNG
NAMA : OMAN FAIYUN
NPM : 12.0504.0121
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
ii
SKRIPSI
PENERAPAN METODE INTEGRASI DATA
UNTUK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN
SOSIAL MELALUI LKSA DI PANTI ASUHAN YATIM
MUHAMMADIYAH PUTRA TEMANGGUNG
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Komputer (S.Kom) Program Studi Teknik Informatika Jenjang Strata Satu (S-1) Fakultas Teknik
Universitas Muhammadiyah Magelang
NAMA : OMAN FAIYUN
NPM : 12.0504.0121
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
iii
HALAMAN PENEGASAN
Tugas Akhir/Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri, dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk telah saya nyatakan dengan benar.
Nama : Oman Faiyun
NPM : 12.0504.0121
Magelang, 21 Juni 2016
Oman Faiyun
iii
LEMBAR PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Oman Faiyun
NPM : 12.0504.0121
Program Studi : Teknik Informatika S1
Dengan ini menyatakan bahwa Skripsidengan judul “PENERAPAN METODE INTEGRASI DATA UNTUK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
BANTUAN SOSIAL MELALUI LKSA DI PANTI ASUHAN YATIM
MUHAMMADIYAH PUTRA TEMANGGUNG” beserta seluruh isinya adalah karya sendiri dan bukan merupakan karya orang lain, baik sebagian maupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar benarnya. Apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini, atau ada klaim dari pihak terhadap keaslian karya saya ini maka saya siap menanggung segala bentuk resiko / sanksi yang berlaku.
Magelang, 21 Juni 2016 Yang Membuat Pernyataan,
Oman Faiyun
iv
HALAMAN PENGESAHAN
SKRIPSI
PENERAPAN METODE INTEGRASI DATA UNTUK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN SOSIAL MELALUI LKSA DI PANTI ASUHAN YATIM MUHAMMADIYAH PUTRA TEMANGGUNG
dipersiapkan dan disusun oleh
OMAN FAIYUN NPM. 12.0504.0121
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Pada tanggal 21 Juli 2016
Susunan Dewan Penguji
Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer
Tanggal ... Dekan
Yun Arifatul Fatimah, ST., MT., Ph.D NIK. 987408139
Pembimbing I
Uky Yudatama, S.Si, M.Kom NIDN. 0605107201
Pembimbing II
R. Arri Widyanto, S.Kom, MT. NIDN. 0616127102
Penguji I
Purwono Hendradi, S.Kom, M. Kom NIDN. 0624077101
Penguji II
v
KATA PENGANTAR
Alkhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahan taufiq, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Penerapan Metode Integrasi Data Untuk Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Sosial Melalui LKSA di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Putra Temanggung”.Skripsi ini disusun guna memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan Sarjana Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang.
Dalam penyusunan skripsi ini, tidak lepas dari bantuan moril maupun materil dari berbagai pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ir. Eko Muh Widodo MT, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang.
2. Yun Arifatul Fatimah, ST., MT., Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang.
3. Uky Yudatama, S.Si., M.Kom selaku pembimbing 1 yang telah memberikan arahan dan dukungan dalam penyusunan skripsi ini.
4. R. Arri Widyanto, S.Kom., MT selaku pembimbing 2 yang telah memberikan arahan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.
5. Segenap dosen, pimpinan dan staf di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang.
6. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan do’a selama penyusunan laporan ini.
7. Sahabat dan teman yang turut serta mencurahkan pikiran dan pendapatnya selama penyusunan laporan ini.
8. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.
vi
koreksi maupun saran yang membangun untuk penulisan-penulisan yang akan datang.
Semoga dengan terselesaikannya laporan ini dapat bermanfaat bagi rekan-rekan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Magelang dan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.
Magelang, 23 Juni 2016
vii
4. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) ... 8
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Analisis Sistem ... 9
1. Mekanisme Pelaksanaan Bantuan LKSA ... 9
2. Keberadaan Teknologi Informasi ... 15
3. Analisis Konsep Berdasarkan Kondisi ... 16
B. Perancangan Sistem ... 19
1. Model Konseptual Integrasi ... 19
viii
3. Diagram Konteks ... 20
4. DFD Level 0 ... 21
5. DFD Level 1 Proposal Pengajuan ... 22
6. DFD Level 1 Pelaporan ... 23
7. Entity Relationship Diagram ... 24
8. Perancangan Tabel ... 24
9. Pemilihan dan Penggabungan Tabel ... 26
10. Rancangan Interace ... 30
BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN A. Implemetasi ... 37
1. Implementasi Integrasi ... 37
2. Implementasi Antarmuka ... 42
B. Pengujian ... 47
2. Sinkronisasi dan Penggabungan tabel ... 56
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 59
B. Saran ... 59
DAFTAR PUSTAKA ... 61
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Konsep integrasi data ... 3
Gambar 3.1. Mekanisme pelaksanaan bantuan LKSA ... 10
Gambar 3.2. Flowchart sistem informasi perijinan ... 15
Gambar 3.3. Model konseptual integrasi ... 19
Gambar 3.4 Desain fisik integrasi ... 19
Gambar 3.5 Diagram konteks S.I Laporan Pertanggungjawaban ... 20
Gambar 3.6 DFD level 0 S.I Laporan Pertanggungjawaban ... 21
Gambar 3.7 DFD level 1 Proposal Pengajuan ... 22
Gambar 3.8 DFD level 1 Pelaporan ... 23
Gambar 3.9 ERD Sistem Informasi Laporan Pertanggungjawaban ... 24
Gambar 3.10 Hasil filter tabel form A ... 26
Gambar 3.23 Rancangan menu input lampiran pengeluaran ... 34
Gambar 3.24 Rancangan menu form H ... 35
Gambar 3.25 Rancangan menu input pengeluaran BOL ... 35
Gambar 3.26 Rancangan menu form I ... 36
x
Gambar 4.1 Tampilan login ... 38
Gambar 4.2 Tampilan menu utama ... 39
Gambar 4.3 Tampilan menu Form A ... 46
Gambar 4.4 Tampilan menu Form B ... 49
Gambar 4.5 Tampilan menu Form C ... 53
Gambar 4.6 Tampilan menu Form E... 57
Gambar 4.7 Tampilan menu Form F ... 63
Gambar 4.8 Tampilan menu Form G ... 68
Gambar 4.9 Tampilan menu Form H ... 76
Gambar 4.10 Tampilan menu Form I ... 80
Gambar 5.1 Form A ... 87
Gambar 5.2 Form B ... 88
Gambar 5.3 Form C ... 88
Gambar 5.4 Form F ... 89
Gambar 5.5 Form G ... 90
Gambar 5.6 Form H ... 90
xi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Tabel anak ... 16
Tabel 3.2. Tabel ijin ... 16
Tabel 3.3. Tabel pengurus ... 16
Tabel 3.4. Tabel user ... 17
Tabel 3.5. Tabel dua proses ... 18
Tabel 3.6. Tabel Perolehan bantuan ... 24
Tabel 3.7. Tabel Pengeluaran BSA ... 25
Tabel 3.8. Tabel Pengeluaran BOL ... 25
Tabel 3.9. Tabel Pengeluaran BOP ... 25
Tabel 3.10. Tabel Rekening anak ... 25
Tabel 3.11. Tabel lembaga ... 25
xii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Form A ... 98
Lampiran 2 Form B ... 99
Lampiran 3 Form C ... 100
Lampiran 4 Form E ... 101
Lampiran 5 Form F ... 102
Lampiran 6 Form G ... 103
Lampiran 7 Form H ... 104
Lampiran 8 Form I ... 105
xiii
ABSTRAK
PENERAPAN METODE INTEGRASI DATA
UNTUK LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN BANTUAN
SOSIAL MELALUI LKSA DI PANTI ASUHAN YATIM
MUHAMMADIYAH PUTRA TEMANGGUNG
Oleh : Oman Faiyun
Pembimbing : Uky Yudatama, S.Si., M.Kom : R.Arri Widyanto, S.Kom., MT
Integrasi data merupakan proses mengkombinasikan dua atau lebih data agar mempermudah dalam berbagi dan analisis dalam rangka mendukung manajemen informasi di dalam sebuah lingkungan kerja. Penerapan Integrasi Data di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Putra Temanggung menjadi penting mengingat ketersediaan data dapat dimanfaatkan untuk laporan pertanggungjawaban bantuan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Pada implementasinya data dari database sistem yang sudah ada di instansi terkait kemudian disinkronisasi dan digabungkan dengan database sistem yang baru untuk pembuatan laporan sehingga penggunaannya tidak perlu melakukan pengisian data secara manual. Pada proses sinkronisasi dan penggabungan ini sebuah tabel yang sifatnya temporer atau sementara yang berfungsi untuk menampilkan dan mencetak data diperlukan. Hasil yang diperoleh berupa form dengan data yang sudah terisi otomatis untuk kebutuhan laporan. Dengan tabel temporer maka proses integrasi dapat dilakukan tanpa ada redudansi data.
xiv
ABSTRACT
APPLICATION DATA INTEGRATION METHODS
FOR REPORT OF LIABILITY SOCIAL ASSISTANCE LKSA IN
THE ORPHANAGE OF MUHAMMADIYAH TEMANGGUNG
By : Oman Faiyun
Supervisor : Uky Yudatama, S.Si., M.Kom : R.Arri Widyanto, S.Kom., MT
Data integration is the process of combining two or more of data in order to facilitate the sharing and analysis in support of information management in a working environment. Application of Data Integration in the Orphanage of Muhammadiyah Temanggung become important, given the availability of data can be utilized to aid accountability report from the Institute of Social Welfare of the Child. On implementation, the data from existing database system then synchronize and merge with the new database system for report generation, thus user do not need to enter data manually. The synchronization process and the incorporation a temporary table that serves to display and print data is required. The results is a form with the data already filled automatically for reporting needs. The integration process can be performed without any data redundancy with temporary table.
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah mengalami perkembangan yang signifikan. Hampir semua bidang telah mengimplementasikan teknologi informasi. Instansi pun sekarang sudah memanfaatkan teknologi informasi guna efisiensi pelayanan. Salah satu pemanfaatan teknologi informasi yang sudah banyak digunakan adalah Sistem Informasi. Sistem informasi membantu mempercepat serangkaian proses kebutuhan, mendukung operasi, manajemen, dan fungsi pengambilan keputusan suatu instansi atau perusahaan. Pada sub pemanfaatan sistem informasi juga dapat diterapkan untuk pengolahan transaksi harian, penyedia informasi, dan pelaporan.
2
seharusnya tidak boleh dilakukan dan akan dipertanyakan oleh pihak pemeriksa keuangan.
Memanfaatkan sistem informasi merupakan salah satu cara untuk menangani masalah-masalah yang telah dijelaskan diatas. Sistem informasi yang dirancang menggunakan metode Integrasi Data. Metode ini cocok digunakan untuk merancang sistem informasi laporan pertanggungjawaban karena metode ini menghubungkan antara data dari sistem lain ke sistem yang akan dibuat. Data yang dihubungkan adalah data yang berasal dari sistem perijinan yang sudah ada di PAYM Putra Temanggung. Sistem ini merekam setiap aktifitas anak diluar panti seperti ekstrakurikuler, pengajian kelas, perpulangan, dan lain - lain. Hubungan dengan bantuan sosial LKSA adalah dana ini digunakan untuk kebutuhan anak, salah satunya untuk kebutuhan transport atau uang saku anak. Dengan kata lain bahwa data dari sistem perijinan ini dapat dimanfaatkan sebagai catatan pengeluaran anak setiap harinya. Pengurus tidak perlu menggali informasi secara langsung kepada setiap anak berkaitan dengan pengeluaran yang dilakukan.
Dengan demikian penelitian tentang penerapan metode integrasi data untuk laporan pertanggungjawaban bantuan sosial melalui LKSA di PAYM Putra Temanggung ini perlu dilakukan. Membutuhkan waktu yang lama dan mekanisme yang rumit ketika pembuatan laporan pertanggungjawaban dilakukan dengan cara manual. Dengan adanya pemanfaatan metode integrasi data kedalam sebuah sistem informasi ini diharapkan mampu membantu penyusunan laporan pertanggungjawaban dengan efisien. Sehingga manajemen pengeluaran dapat dilakukan secara lebih teliti, terlebih untuk menunjang perolehan akreditasi di PAYM Putra Temanggung.
B. Perumusan Masalah
3
data untuk laporan pertanggungjawaban bantuan sosial melalui LKSA agar mempermudah pembuatan laporan?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka tujuan penelitian yang akan dicapai adalah menerapkan metode integrasi data untuk laporan pertanggungjawaban bantuan sosial melalui LKSA agar mempermudah pembuatan laporan pertanggungjawaban di PAYM Putra Temanggung.
D. Manfaat Penelitian
4
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penelitian Relevan
Sistem informasi laporan keuangan dan metode integrasi data sudah dibahas sebelumnya dalam beberapa penelitian, diataranya :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Khoirun Nasikin (2015) yang berjudul Pengembangan Sistem Informasi Akademis Dan Keuangan Di Man 2 Pati, menyatakan bahwa Sistem Informasi Administrasi merupakan suatu sistem informasi yang akan merancang untuk merubah data transaksi bisnis menjadi informasi yang bermanfaat dan bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan. Pada penelitian ini menggunakan perangkat lunak Visual basic 6.0 dengan database Microsoft Access dan tujuan dari
aplikasi ini adalah untuk menghemat waktu dan informasi yang dihasilkan supaya lebih tepat, dan juga ketepatan dalam pelaporan. 2. Penelitian yang dilakukan oleh Edhy Suntanta dan Ahmad Ashari
5
informasi terdiri atas 7 alur simpul yaitu : 1) sistem informasi cabinet, 2) pemerintah pusat, 3) pemerintah propinsi, 4) pemerintah kabupaten/kota, 5) propinsi ke kabupaten/kota, 6) pusat ke propinsi, serta 7) pusat ke kabupaten/kota.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Fauzi dan April Lia Hananto yang berjudul Integrasi Data untuk Informasi Akademik Mahasiswa Menggunakan Data Integration System Development Life Cycle, menyatakan bahwa sebuah data yang terintegrasi dibutuhkan bersumber dari PDPT perguruan tinggi untuk mendukung kebutuhan data AIPT dan EPSBED yang dalam hal ini ketiganya saling berkaitan tentang penjaminan mutu perguruan tinggi. Namun instrumen AIPT dan EPSBED kenyataannya masih belum ada sinkronisasi dalam sebuah data yang terintegrasi. Banyak terdapat irisan data yang sama antar kedua instrument tersebut dan redudansi data pada data kelembagaan. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan analisis dan merancang arsitektur logic dan phisik integrasi data.
Beberapa penelitian yang sudah dilakukan tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian masih bersifat develop atau pembangunan saja. Terkait integrasi data pada penelitian relevan lain diatas mencangkup integrasi antar sektoral dimana melibatkan banyak pihak dan instansi. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan konsep integrasi data dalam lingkup kecil yang lebih mudah dalam implemetasi teknisnya. Strategi yang digunakan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pelaporan pertanggungjawaban.
B. Penjelasan Masing – Masing Variabel
1. Integrasi Data
6
klasifikasi dan menggabungkan kegiatan ke dalam sistem standar. Kegiatan ini melibatkan metode pencocokan dan penggabungan. (Morrison et al, 2009). Integrasi data menurut Giordano (2011) adalah serangkaian prosedur, teknik, dan teknologi yang digunakan untuk merancang dan membangun proses yang mengekstrak, merestrukturisasi, merubah, dan memuat data secara operasional atau melakukan analisis penyimpanan data baik secara real time atau dalam modus batch. Dengan demikian integrasi data merupakan proses mengkombinasikan dua atau lebih data agar mempermudah dalam berbagi dan analisis, dalam rangka mendukung manajemen informasi di dalam sebuah lingkungan kerja.
Gambar. 2.1 menunjukkan konsep integrasi data
Sumber : Josua M. Sinambela, M. Eng., (2011)
2. Sistem Informasi
7
Pengertian Sistem Informasi adalah kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang berbentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi. ( Sutedjo, 2006 )
Menurut definisi tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi itu adalah kumpulan dari komponen-komponen yang saling bekerjasama secara harmonis untuk bertujuan menyajikan informasi yang bermanfaat.
3. Laporan Pertanggungjawaban
PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Pertanggungjawaban (revisi 2009) menyatakan laporan pertanggungjawaban adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi pertanggungjawaban dan kinerja pertanggungjawaban suatu entitas. Jadi laporan pertanggungjawaban merupakan salah satu informasi yang sangat penting dalam menilai perkembangan perusahaan. Laporan pertanggungjawaban dapat digunakan untuk menilai prestasi yang dicapai perusahaan pada saat lampau, sekarang dan rencana pada waktu yang akan datang. Dalam pengertian sederhana menurut Kasmir (2008:7) laporan pertanggungjawaban adalah laporan yang menunjukkan kondisi pertanggungjawaban perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Susilo (2009:10) menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban adalah hasil akhir dari proses akuntansi yang memuat informasi-informasi dan memberikan keterangan-keterangan mengenai data ekonomi perusahaan yang terdiri dari daftar-daftar yang menunjukan posisi pertanggungjawaban dan hasil kegiatan perusahaan untuk satu periode yang meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan.
8
keputusan ekonomi. PSAK No. 1 tentang Penyajian Laporan Pertanggungjawaban (revisi 2009) menyatakan tujuan laporan pertanggungjawaban adalah memberikan informasi mengenai posisi pertanggungjawaban, kinerja pertanggungjawaban, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.
4. Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA)
9
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Analisis Sistem
1. Mekanisme Pelaksanaan Bantuan LKSA
Mekanisme pelaksanaan bantuan sosial LKSA adalah sebagai berikut :
PAYM Putra Temanggung
Dinas Sosial
Kabupaten Dinas Sosial Provinsi
Membuat proposal yang terdiri dari :
Form A, B, C
Cetak Form A, B, C
10
Gambar 3.1. Mekanisme pelaksanaan bantuan LKSA
Menyalurkan bantuan ke rekening panti
Cetak laporan Form E, F, G, H, I
Melakukan pemeriksaan
Benar? Menyalurkan
bantuan ke rekening masing – masing
anak
Membuat laporan terdiri dari Form E,
F, G, H, I
Laporan sebagai tembusan
Laporan
Mengarsipkan dokumen
Selesai
Tidak
Ya
11
Mekanisme pelaksanaan bantuan sosial LKSA terdiri dari lima tahap yaitu 1) pengajuan, 2) verifikasi proposal, 3) penetapan penerima bantuan, 4) pelaporan, 5) pemanfaatan. Penjelasan lebih lengkap berdasarkan gambar diatas adalah sebagai berikut :
1. Pengajuan
a. LKSA/PSAA mengajukan proposal Bantuan Sosial Melalui LKSA yang ditujukan hanya kepada Dinas/Instansi Sosial Kabupaten / Kota.
b. LKSA/PSAA mengisi Form A
Form ini berisi data seluruh anak yang tinggal didalam panti dilengkapi dengan informasi personal masing – masing anak. Contoh formulir terlampir.
c. LKSA/PSAA mengisi Form B
Form ini berisi data pegawai yang di panti dilengkapi dengan informasi pelengkap lainnya. Contoh formulir terlampir. d. LKSA/PSAA mengisi Form C
Form ini berisi data kelembagaan . Contoh formulir terlampir.
e. Bagi LKSA/PSAA yang menyatakan siap melaksanakan pengasuhan dalam keluarga mengisi Form D
f. LKSA/PSAA menyiapkan copy buku tabungan lembaga. 2. Verifikasi Proposal
a. Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota dibantu oleh Forum LKSA/PSAA wajib melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa data anak yang diusulkan di Form C sesuai dengan syarat dalam pedoman operasional dan jumlah yang diusulkan tidak melebihi jumlah anak yang tercantum di Form A.
b. Data Form C yang telah diverifikasi dan direkapitulasi ditandatangani Kepala Dinas/Instansi Sosial.
12
d. Dinas/Instansi Sosial Kab/Kota mengirimkan berkas yang sudah dijilid ke Dinas/Instansi Sosial Provinsi
e. Dinas/Instansi Sosial Provinsi memverifikasi dan merekapitulasi form C dari Dinsos Kab/Kota. Hasil rekapitulasi form C ditandatangani oleh Kepala Dinas/Instansi Sosial Provinsi
f. Dinas/Instansi Sosial Provinsi mengirimkan rekapitulasi form C, dan berkas yang sudah dijilid ke Direktorat Kesejahteraan Sosial Anak, Kementerian Sosial RI.
g. Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota melalui Dinas/Instansi Sosial Provinsi wajib mengirimkan softcopy form C, form A dan form B dalam bentuk CD atau flashdisk.
h. Kementerian Sosial memverifikasi ulang data yang masuk dari Dinas/Instansi Sosial Provinsi.
3. Penetapan LKSA Penerima Bantuan
a. Kementerian Sosial menerbitkan SK Bantuan Sosial Melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak.
b. Kementerian Sosial menyampaikan salinan SK Bansos Melalui LKSA kepada Dinas Sosial Provinsi.
c. Dinas Sosial Provinsi menyampaikan salinan SK Bansos Melalui LKSA kepada Dinas Sosial Kabupaten/Kota.
d. Dinas Sosial Kabupaten/Kota menyampaikan salinan Bansos Melalui LKSA kepada LKSA.
e. Kementerian Sosial membuat Surat Perintah Membayar (SPM LS) yang ditujukan ke KPPN Kementerian Pertanggungjawaban
f. KPPN Kementerian Pertanggungjawaban menerbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
13 4. Pelaporan
a. Setelah menerima bantuan, LKSA harus segera menginformasikan kepada Dinas Sosial Kabupaten/ Kota. b. LKSA membuat dan mengirimkan laporan secara reguler satu
kali dalam satu tahun setelah bantuan diterima. Laporan dikirimkan kepada Kementerian Sosial secara berjenjang melalui Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota dan Provinsi. Hal yang harus dilengkapi dalam laporan sebagai berikut:
1) LKSA/PSAA membuat surat pernyataan telah menerima Bantuan (Form E)
2) LKSA/PSAA membuat penetapan daftar anak penerima bantuan (Form F)
3) LKSA/PSAA membuat buku tabungan anak
4) LKSA/PSAA membuat laporan pertanggungjawaban pemanfaatan bantuan sosial anak (Form G) dilampiri laporan pengeluaran per anak dan per bulan.
5) LKSA/PSAA membuat laporan pertanggungjawaban bantuan operasional lembaga (Form H) dilampiri nota dan kwitansi pengeluaran.
6) LKSA/PSAA membuat laporan pertanggungjawaban bantuan operasional pendampingan (Form I) dilampiri nota dan kwitansi pengeluaran.
7) Dinas/Instansi Sosial merekapitulasi semua laporan dari lembaga (buku tabungan anak, Form E,F,G,H,I) dengan menggunakan Form J
8) Soft copy laporan Form J beserta Form E,F,G,H,I dikirimkan melalui CD atau flashdisk.
5. Pemanfaatan bantuan
14
Bantuan ini yang masuk ke rekening masing – masing anak yang dapat dimanfaatkan untuk :
1) Bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, antara lain untuk kebutuhan makan, tambahan gizi, dan pakaian.
2) Akses terhadap pelayanan sosial dasar, antara lain untuk perlengkapan sekolah dan transport untuk menjangkau pelayanan pendidikan, kesehatan dan akte kelahiran anak.
3) Meningkatkan kapasitas potensi diri/keterampilan hidup (biaya les bimbingan belajar atau kursus keterampilan).
4) Sarana dan prasarana anak seperti, kasur, sprei, bantal. b. Bantuan Operasional Lembaga (BOL)
Bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk : 1) Pembelian alat tulis kantor
2) Pembelian perlengkapan kantor 3) Insentif pegawai
c. Bantuan Operasional Pendampingan (BOP) Bantuan ini dapat dimanfaatkan untuk :
1) Transport kunjungan rumah (home visit) dan pendampingan akses layanan dasar.
2) Meningkatkan pengetahun dan keterampilan orang tua dalam pengasuhan anak.
3) Meningkatkan dukungan komunitas untuk membangun kepedulian warga atau masyarakat terhadap anak terlantar di lingkungannya.
15
yang rumit dimana pengurus harus mencari informasi terkait pengeluaran yang dilakukan masing – masing anak setiap bulannya.
2. Keberadaan teknologi informasi
Keberadaan teknologi informasi di PAYM Putra Temanggung adalah adanya Sistem Informasi Perijinan Anak. Sistem informasi ini menerima input dari anak yang akan melakukan kegiatan diluar panti dan jam sekolah yang terdiri dari kegiatan formal dan informal.
Kegiatan formal adalah kegiatan yang masih berkaitan dengan jadwal sekolah dan panti seperti ekstrakurikuler, les, perpulangan, jadwal ke bengkel, dan kegiatan insidental lainnya. Sedangkan kegiatan informal adalah kegiatan yang tidak berkaitan dengan jadwal sekolah dan panti seperti keperluan – keperluan pribadi diluar panti dan jam sekolah. Berikut adalah flowchart Sistem Informasi Perijinan PAYM Putra Temanggung :
16
Adapun daftar tabel database dalam sistem ini sebagai berikut : Tabel 3.1. Tabel anak
Field Type Size Keterangan
Nmr int 4 Nomor urut
Nama_anak Varchar 30 Nama anak
Nik_anak Varchar 16 Nomor induk keluarga anak Jk_anak Varchar 15 Jenis kelamin anak
Tempat_lhr Varchar 20 Tempat lahir anak
Tgl_lhr Date Tanggal lahir anak
Umur Int 2 Umur anak
Jns_mslh Varchar 30 Jenis masalah anak Keadaan_ortu Varchar 15 Keadaan orang tua anak Akta Varchar 20 Kepemilikan akta anak Sr_muh Varchar 10 Surat dari Muhammadiyah Sr_kelurahan Varchar 10 Surat rekomendasi dr kelurahan Tempat_anak Varchar 25 Tempat tinggal anak
Pengasuh_pp Varchar 20 Pengasuhan sebelum di panti Alasan_mp Varchar 20 Alasan masuk panti
Pend_anak Varchar 5 Pendidikan anak Ayah Varchar 20 Nama ayah
Ibu Varchar 20 Nama ibu
Alamat Varchar 50 Alamat anak
Kelas Int 2 Kelas anak
Status_anak Varchar 10 Status anak
Tabel 3.2. Tabel ijin
Field Type Size Keterangan
Nmr Bigint 4 Nomor urut
Nama_anak Varchar 25 Nama anak
Ijin Varchar 50 Perijinan yang dilakukan Jenis_ijin Varchar 10 Jenis perijinan
(formal atau non formal) Pj_ijin Varchar 20 Penaggungjawab ijin Time_ijin Date Waktu ijin
cost int 6 Uang untuk transport ijin formal
Tabel 3.3. Tabel pengurus
Field Type Size Keterangan
17
Nama_pengurus Varchar 25 Nama pengurus Nik_peng Varchar 16 Nomor induk
kependudukan pengurus
Nbm Varchar 16 Nomor baku
Muhammadiyah
Jk_peng Varchar 15 Jenis kelamin pengurus Tempat_lhr Varchar 20 Tempat lahir pengurus
Tgl_lhr Date Tanggal lahir pengurus
Tgl_msk Date Tanggal masuk panti
Jabatan Varchar 20 Jabatan pengurus Status_peng Varchar 15 Status kepegawaian Pend_peng Varchar 15 Pendidikan pengurus Pelat_peng Varchar 30 Pelatihan yang pernah
diikuti
Alamat_peng Varchar 50 Alamat pengurus Hp_peng Varchar 12 Nomor hp pengurus
Tabel 3.4. Tabel user
Field Type Size Keterangan
Nmr int 4 Nomor urut
Nama_user Varchar 25 Nama pengguna Password Varchar 30 Kata sandi Stat_user Varchar 10 Status pengguna
3. Analisis konsep berdasarkan kondisi
18
tabel 3.5. Tabel dua proses
No Kemiripan Perijinan Laporan
1 Proses Input dilakukan hampir setiap hari
Rekap dilakukan setiap hari
Uraian perijinan terdiri dari ijin formal (keperluan sekolah dan panti) dan informal pertanggungjawaban LKSA ada keterkaitan. Maka data perijinan dapat dimanfaatkan untuk data laporan pertanggungjawaban LKSA.
Selain kemiripan proses dari penjelasan diatas terdapat juga beberapa sumber data yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan form pengajuan dan laporan pertanggungjawaban bantuan LKSA yaitu :
1. Data anak, untuk pembuatan form A, F, dan G 2. Data pengurus, untuk pembuatan form B
3. Data ijin, untuk lampiran pengeluaran form G dimana berisi aktifitas anak diluar panti yang tentunya memerlukan uang transport sesuai dengan ketentuan peruntukan bantuan.
19
B. Rancangan Sistem
1. Model konseptual integrasi
Gambar 3.3. Model konseptual integrasi
Model menggambarkan integrasi data sistem informasi perijinan dengan sistem informasi yang akan dibuat. Dari integrasi ini akan menghasilkan keluaran berupa laporan bantuan LKSA.
2. Desain fisik integrasi
Gambar 3.4. Desain fisik integrasi
20 3. Diagram Konteks
Gambar 3.5. Diagram konteks Sistem Informasi Laporan
Pertanggungjawaban LKSA
Terdiri dari tiga entitas dan beberapa proses dimana sistem informasi perijinan terdapat didalamnya. Mulai dari bendahara menginputkan nama dan kata sandi untuk masuk ke sistem kemudian diikuti dengan data anak, data pengurus, data lembaga, daftar jumlah bantuan, daftar pengeluaran, dan daftar rekeing. Beberapa proses input ini dilakukan secara otomatis melalui integrasi data dengan sistem perijinan dan beberapa masih manual karena data yang diperoleh dari sistem perijinan tidak mencakup semua. Sistem akan mengeluarkan informasi dari hasil input tadi berupa form – form yaitu terdiri dari form A, B, dan C untuk pengajuan bantuan, kemudian form E, F, G, H, dan I untuk pelaporan bantuan. Kepala Panti dan Dinas Sosial
Bendahara Dinas Sosial
21 4. DFD Level 0
Gambar 3.6. DFD Level 0 Sistem Informasi Laporan Pertanggungjawaban LKSA
Seperti yang tersebut dalam mekanisme pelaksanaan bantuan LKSA, proposal terdiri dari form A, B, dan C sedangkan laporan terdiri dari form E, F, G, H, dan I. Tahap pertama bendahara merekap daftar anak beserta kelengkapan informasi lainnya sehingga akan terbentuk form A. Kedua daftar pengurus dan juga data administratif lembaga yang akan dijadikan form B dan C. Langkah ini adalah tahap pengajuan bantuan.
Setelah bantuan turun, bendahara membuat laporan dengan memasukkan data jumlah bantuan yang diterima yang akan menghasilkan form E. Selanjutnya bendahara menetapkan nama – nama anak yang akan mendapatkan bantuan dan menghasilkan form F dimana akan dilanjutkan dengan pembuatan form G. Pembuatan form H dan I merupakan form yang dibuat sendiri, tidak harus bertahap
Pengurus, Lembaga Data Proposal
Proposal
Laporan
Data Laporan
Kepala Panti Dinas Sosial Data Proposal & Laporan
Jml Bantuan, Penerima,
Data Proposal & Laporan
22 5. DFD Level 1 Proposal Pengajuan
Gambar 3.7. DFD Level 1 Proposal Pengajuan
Bendahara
1.1 Rekap daftar anak
1.2 Rekap daftar pengurus
1.3 Rekap data lembaga
Daftar Anak Data Anak
Proposal
Tabel Anak
Tabel Pengurus
Data Pengurus
Tabel Lembaga
Data Lembaga Data Anak
Data Pengurus
Data Lembaga
Dinas Sosial
23 6. DFD Level 1 Pelaporan
Gambar 3.8. DFD Level 1 Pelaporan
24 7. Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan model konseptual yang mendeskripsikan hubungan antar penyimpangan dalam DFD. Berikut ERD dari Sistem Informasi Laporan Pertanggungjawaban yang akan dibuat :
Gambar 3.9. ERD Sistem Informasi Laporan Pertanggungjawaban LKSA
8. Perancangan Tabel
Tabel – tabel yang akan dibuat pada sistem yang baru adalah sebagai berikut :
Tabel 3.6. Tabel perolehan bantuan
25
Tabel 3.7. Tabel pengeluaran BSA
Field Type Size Keterangan
Nmr int 3 Nomor urut
Nama_anak Varchar 25 Nama anak
Nama_penglranak Varchar 25 Nama pengeluaran Tgl_penglranak Date Tanggal pengeluaran
Tabel 3.8. Tabel pengeluaran BOL
Field Type Size Keterangan
Nmr int 3 Nomor urut
Nama_penglrL Varchar 25 Nama pengeluaran Tgl_penglrL Date Tanggal pengeluaran
Tabel 3.9. Tabel pengeluaran BOP
Field Type Size Keterangan
Nmr int 3 Nomor urut
Nama_penglrP Varchar 25 Nama pengeluaran Tgl_penglrP Date Tanggal pengeluaran
Tabel 3.10. Tabel rekening anak
Field Type Size Keterangan
Nmr int 4 Nomor urut
Nama_anak Varchar 25 Nama anak
No_rek Varchar 10 Nomor rekening anak
Tabel 3.11. Tabel lembaga
Field Type Size Keterangan
Nmr Bigint 4 Nomor urut
prov Varchar 30 provinsi
kab Varchar 30 kabupaten
Kel Varchar 30 kelurahan
26
Akta_not Varchar 30 Nomor akta notaris Tgl_berdiri Date Tanggal berdiri lembaga
Npwp Varchar 15 Nomor NPWP
SIOP Varchar 15 Nomor SIOP
AD/ART Varchar 6 Keberadaan AD/ART Bank_lem Varchar 20 Nama rekening bank Rek_lem Varchar 15 Nomor rekening lembaga An_bank Varchar 30 Atas nama dalam rekening
9. Pemilihan dan Penggabungan Tabel
Dari seluruh tabel diatas dilakukan pemilihan atau filter dan penggabungan sesuai dengan kriteria untuk laporan pertanggungjawaban LKSA sebagai berikut :
a. Form A
Dilakukan filter dari database Sistem Perijinan – Tabel anak untuk digunakan sebagai form A
Tabel anak
Hasil filter
Nmr Nmr
Nama_anak Nama_anak
Nik_anak Nik_anak
27 b. Form B
Dilakukan filter dari database Sistem Perijinan – Tabel pengurus untuk digunakan sebagai form B
Tabel pengurus
Hasil filter
Nmr Nmr
Nama_pengurus Nama_pengurus
Nik_peng Jk_peng
Jabatan Pend_peng
Status_peng Pelat_peng
Pend_peng Alamat_peng
Pelat_peng Alamat_peng Hp_peng
Gambar 3.11. Hasil filter tabel form B
c. Form C
Tidak ada filter atau penggabungan tabel, pengguna harus melakukan input data lembaga untuk dijadikan form C dimana hasil input akan disimpan di database Sistem LKSA – Tabel lembaga.
d. Form E
28 e. Form F
Dilakukan filter dari database Sistem Perijinan – Tabel anak untuk digunakan sebagai form F. Tabel hasil filter ini merupakan tabel yang sifatnya temporer. Dibuat dan dimunculkan ketika dibutuhkan, ketika tidak dibutuhkan maka akan hilang atau terhapus dengan sendirinya.
Tabel anak
Tgl_lhr Nama_anak
Umur Jk_anak
Jns_mslh Tempat_lhr
Keadaan_ortu Tgl_lhr
Akta Tempat_anak
Sr_muh Pend_anak
29 f. Form G
Dilakukan filter dan penggabungan dari database Sistem Perijinan – Tabel anak, Sistem LKSA – Tabel rekening, Tabel pemanfaatan untuk digunakan sebagai form G. Tabel hasil filter dan penggabungan ini merupakan tabel yang sifatnya temporer. Dibuat dan dimunculkan ketika dibutuhkan, ketika tidak dibutuhkan maka akan hilang atau terhapus dengan sendirinya.
Tabel anak Tabel rekening Tabel pemanfaatan
Hasil filter dan penggabungan
Nmr Nmr Kb_dasar Nama_anak Nama_anak Kb_akses Nik_anak Nama_bank Jml_digunakan Jk_anak No_rek Jml_sisa Tempat_lhr
Gambar 3.12. Hasil filter dan gabung tabel form G
g. Lampiran pengeluaran form G
30 Tabel anak Tabel ijin
Hasil filter dan penggabungan
Nmr Nmr
Nama_anak Nama_anak Nik_anak Ijin Jk_anak Jenis_ijin Tempat_lhr Pj_ijin Tgl_lhr Time_ijin
Umur cost Nama_anak
Jns_mslh Ijin
Keadaan_ortu Time_ijin
Akta cost
Gambar 3.14. Hasil filter dan gabung tabel lamp form G
h. Form H
Tidak ada filter atau penggabungan tabel, pengguna harus melakukan input data pengeluaran lembaga untuk dijadikan form H dimana hasil input akan disimpan di database Sistem LKSA – Tabel pengeluaran bol
i. Form I
Tidak ada filter atau penggabungan tabel, pengguna harus melakukan input data pengeluaran lembaga untuk dijadikan form I dimana hasil input akan disimpan di database Sistem LKSA – Tabel pengeluaran bop.
10.Rancangan Interface
Antar muka (interface) merupakan sarana pengguna untuk berkomunikasi dengan sistem. Komunikasi ini terdiri dari proses memasukkan data ke sistem dan pengguna mendapatkan tampilan keluaran dari sistem. Antar muka dirancang menggunakan beberapa elemen aplikasi agar mudah dipahami oleh pengguna.
31
Login merupakan salah satu strategi untuk pengamanan sistem. Menu ini meminta pengguna untuk memasukkan beberapa informasi mengenai nama dan kata sandi. Adapun rancangan tampilan sebagai berikut :
Gambar 3.15. Rancangan menu Login
b. Rancangan Menu Utama
Tampilan menu utama terdiri dari lima menu utama yaitu sebagai berikut :
Gambar 3.16. Rancangan menu utama
c. Rancangan menu form A
Gambar 3.17. Rancangan menu form A
Nomor
Nama
Masuk Batal
PANTI ASUHAN YATIM MUHAMMADIYAH PUTRA
Alamat :...
user data Keluar
Form A | form B | form C | form E | form F | form G | form H | form I
Batal Cetak
32
Form A merupakan formulir yang berisi data seluruh anak yang ada di panti beserta informasi lainnya.
d. Rancangan menu form B
Gambar 3.18. Rancangan menu form B
Form B merupakan formulir yang berisi data seluruh pengurus yang ada di panti beserta informasi lainnya.
e. Rancangan menu form C
Gambar 3.19. Rancangan menu form C
Form C merupakan formulir yang berisi data mengenai lembaga atau panti itu sendiri.
f. Rancangan menu form E
Menu form E merupakan form yang berguna untuk membuat pernyataan telah menerima bantuan. Pengguna harus memasukkan beberapa informasi sesuai dengan surat keputusan dari Dinas Sosial terkait bantuan LKSA yaitu jumlah penerima bantuan, jumlah bantuan sosial anak, jumlah bantuan operasional lembaga, dan jumlah bantuan operasional pendampingan. Berikut rancangannya :
Batal Cetak
33
Gambar 3.20. Rancangan menu form E
g. Rancangan menu form F
Menu form F berisi data anak penerima bantuan beserta informasi pelengkap lain seperti nama dan alamat panti, tempat dan tanggal lahir, tingkat pendidikan, tempat tinggal, dan alamat orang tua atau wali anak. Sebagian besar form ini berisi tabel, dimana data dalam tabel merupakan hasil dari integrasi data antara sistem perijinan dan sistem laporan pertanggungjawaban LKSA itu sendiri dan pengguna tidak perlu memasukkan data secara manual satu persatu. Berikut rancangan antar muka form F :
Gambar 3.21. Rancangan menu form F
h. Rancangan menu form G
Menu form G hampir sama seperti form F namun berisi data anak penerima bantuan beserta informasi yang lebih detail seperti nama dan nomor rekening, dan pengeluaran – pengeluaran yang dilakukan anak. sama seperti form sebelumnya, sebagian besar form ini berisi tabel, dimana data
Silakan isi data berikut : Jumlah penerima bantuan :
Jumlah BSA per anak :
Jumlah BOL :
Jumlah BOP :
Simpan Reset Batal Cetak
34
dalam tabel merupakan hasil dari integrasi data antara sistem perijinan dan sistem laporan pertanggungjawaban LKSA itu sendiri. Namun pengguna harus memasukkan nomor rekening setiap anak penerima bantuan karena data yang diperoleh dari sistem perijinan tidak mencangkup informasi tentang rekening masing – masing anak. Kemudian pengguna juga harus mengecek daftar lampiran pengeluaran dengan memilih tombol Input Lampiran Pengeluaran agar kolom pengeluaran dan saldo juga ikut terisi. Berikut rancangan antar muka form G :
Gambar 3.22. Rancangan menu form G
i. Rancangan menu input lampiran pengeluaran
Menu input lampiran pengeluaran merupakan sub menu dari menu form G, dimana pada form ini pengguna mengecek data pengeluaran yang berasal dari integrasi data dari sistem perijinan yang akan otomasi terisi pada tabel masing – masing anak setelah pengguna memilih tombol Input Lampiran Pengeluaran. Berikut rancangan antar muka menu input lampiran pengeluaran :
Gambar 3.23. Rancangan menu Input Laporan Pengeluaran
Isi No Rek
Simpan Reset Cetak
Input Lampiran Pengeluaran
Nama Anak \/
jan feb mar apr mei jun jul ags sep okt
NO TANGGAL NAMA PENGELUARAN DEBET SALDO
Simpan Batal
35 j. Rancangan menu form H
Menu form H adalah menu yang berisi pengeluaran operasional lembaga. Pada menu ini pengguna dapat memasukkan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional lembaga. Adapun rancangannya sebagai berikut :
Gambar 3.24. Rancangan menu form H
k. Rancangan menu input pengeluaran BOL
Menu ini merupakan sub menu dari menu form H yang berfungsi untuk pengguna memasukkan data pengeluaran. Adapun rancangan antar muka menu ini adalah :
Gambar 3.25. Rancangan menu input pengeluaran BOL
l. Rancangan menu form I
Menu form I adalah menu yang berisi pengeluaran operasional pendampingan. Pada menu ini pengguna dapat memasukkan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional pendampingan. Adapun rancangannya sebagai berikut :
Bantuan Operasional Lembaga (BOL) Nama pengeluaran :
Tanggal :
Jumlah dana keluar :
\/
Simpan Reset Batal
36
Gambar 3.26. Rancangan menu form I
m. Rancangan menu input pengeluaran BOP
Menu ini merupakan sub menu dari menu form H yang berfungsi untuk pengguna memasukkan data pengeluaran. Adapun rancangan antar muka menu ini adalah :
Gambar 3.27. Rancangan menu input pengeluaran BOP
Bantuan Operasional Lembaga (BOP) Nama pengeluaran :
Tanggal :
Jumlah dana keluar :
\/
Simpan Reset Batal
37
BAB IV
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
A. Implementasi
Pada bagian ini akan dibahas tentang implementasi metode. Implementasi metode dilakukan dengan merancang sebuah sistem yang bertujuan untuk memastikan bahwa metode yang diterapkan benar – benar sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kesalahan – kesalahan yang mungkin terjadi yaitu kesalahan redaksi, tampilan antar muka, dan kesalahan pada saat dioperasikan. Untuk dapat mengetahui kesalahan yang ada pada sistem yang dibangun maka harus dilakukan pengujian.
Dalam pengujian sistem untuk laporan pertanggungjawaban bantuan LKSA dapat berjalan dengan baik. Sistem yang dirancang mempermudah pengurus melakukan pembuatan laporan untuk setiap anak dan setiap bulannya. Untuk lebih jelasnya implementasi dapat dilihat pada poin – poin dibawah ini :
1. Implementasi konsep integrasi
38
Seperti terlihat pada gambar 4.1 bahwa implementasi integrasi dilakukan dengan sinkronisasi dan penggabungan tabel – tabel dari dua database. Sinkronisasi dan penggabungan tabel – tabel ini diimplementasikan dengan bahasa Query dimana selanjutnya agar script query ini dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak Delphi maka dilakukan beberapa penyesuaian sesuai dengan aturan pada perangkat lunak itu sendiri. Berikut implementasi sinkronisasi dan penggabungan tabel menggunakan bahasa query di perangkat lunak Delphi :
beforeshowdata; begin
ExecQuery(QiInsert,'TRUNCATE TABLE temp_form_F_' +
KodeHistory);
SQLStr := 'select * from anak where status_anak = "aktif" ';
OpenQuery(QGlobal,SQLStr); if QGlobal.RecordCount > 0 then
tgl_lahir, jk_anak, pend_anak, tempat_anak, alamat) ' + 'VALUES( ' +
QGlobal.FieldbyName('nmr').AsString + '", ' +
{nmr_anak}
QGlobal.FieldbyName('nama_anak').AsString + '", ' + {nama_anak}
QGlobal.FieldbyName('tempat_lhr').AsString + '", ' + {tempat_lahir}
QGlobal.FieldbyName('tempat_anak').AsString + '", ' + {tempat_anak}
'"' +
QGlobal.FieldbyName('alamat').AsString + '")';
{alamat}
ExecQuery(QiInsert,SQLStr);
39
Pada script diatas merupakan tahapan pertama sinkronisasi dan penggabungan tabel. Tahap pertama ini menggunakan perintah query SELECT untuk memilih kolom mana saja yang akan digunakan
selanjutnya dan perintah INSERT untuk memasukkan data yang sudah terpilih tadi ke sebuah tabel. Terdapat beberapa perintah SELECT digunakan karena kolom – kolom yang akan dipakai ada pada beberapa tabel di database yang berbeda, maka perintah SELECT ini digunakan untuk masing – masing kolom. Tahapan yang kedua adalah sebagai berikut :
ExecQuery(QiInsert, SQLStr);
ExecQuery(QiInsert,'TRUNCATE TABLE temp_form_F_' + KodeHistory);
end;
beforeshowdata; showData;
end;
Pada script diatas merupakan tahapan kedua sinkronisasi dan penggabungan tabel. Tahap kedua ini menggunakan perintah query CREATE TABLE yang berfungsi membuat sebuah tabel baru untuk
40
baru ini sifatnya hanya temporer atau sementara saja. Berikut struktur tabel baru yang dibuat :
Tabel 4.1. Tabel temporer
Field Type Size Keterangan
Nmr int 5 Nomor urut
Nmr_anak Int 5 Nomor urut anak Nama_anak Varchar 30 Nama anak Tempat_lhr Varchar 30 Tempat lahir anak Tgl_lhr date 0 Tanggal lahir anak Jk_anak Varchar 10 Jenis kelamin anak Pend_anak Varchar 30 Pendidikan anak Tempat_anak Varchar 30 Tempat tinggal anak
Pada tabel temporer diatas merupakan tabel yang digunakan untuk menampilkan kolom salah satu form. Jika dilihat field dan strukturnya maka tabel ini sama persis dengan salah satu struktur form untuk laporan yaitu form F. Begitu juga dengan dengan form – form lain yang didalamnya terdapat kolom – kolom gabungan dari database perijinan dan Lksa.
Fungsi dari tabel temporer ini adalah untuk menampilkan dan juga mencetak isi atau kolom dimana kolom yang dimaksud berada pada database yang berbeda. Karakteristik dari tabel temporer ini adalah sebagai berikut :
a. Sementara, dibuat jika dibutuhkan dan dihapus jika tidak dibutuhkan
b. Struktur tabel sama dengan struktur tabel form laporan
41
d. Dihapus jika pengguna menutup atau salah satu form yang didalamnya terdapat informasi gabungan dari data perijinan dan Lksa
Selanjutnya seperti yang sudah tertera pada karakteristik tabel temporer diatas dimana jika tabel tidak dibutuhkan atau pengguna menutup salah satu form yang didalamnya terdapat informasi gabungan dari data perijinan dan Lksa, maka digunaka query dengan perintah DROP TABLE untuk menghapus tabel temporer tadi. Berikut script programnya :
procedure TFormG.FormClose(Sender: TObject; var
Action: TCloseAction);
Selanjutnya jika ada penambahan data maka digunaka query dengan perintah INSERT untuk memasukkan data ke sebuah tabel. Berbeda dengan penggabungan sebelumnya dimana kolom – kolom berasal dari beberapa tabel dengan letak database yang berbeda, pemasukan data ke sebuah tabel disini langsung ditujukan kepada tabel asal atau tabel utama. Sehingga jika ada penambahan data, maka data tabel temporer tadi ikut terbaharui karena tetap mengacu kepada tabel asal. Berikut script programnya :
42 {nama_anak}
'"' + edtBank.Text + '", ' + {bank}
'"' + edtNoRekening.Text + '")';
{no_rekening}
ExecQuery(QiInsert,SQLStr);
SQLStr := 'UPDATE temp_form_g_' + KodeHistory + ' SET ' +
' bank = "' + edtBank.Text + '", ' +
' no_rekening = "' +
edtNoRekening.Text + '" ' +
'WHERE nmr_anak = "' + edtID.Text + '"'; ExecQuery(QiInsert,SQLStr);
InfoSaving; Close; end; end;
2. Implementasi antarmuka a. Tampilan utama
Tampilan ini merupakan tampilan utama sistem. Terdapat beberapa menu dan tombol untuk melakukan beberapa operasi pada sistem.
43 b. Tampilan menu Form A
Form A merupakan formulir yang berisi data seluruh anak yang ada di panti beserta informasi lainnya.
Gambar 4.3 Tampilan menu Form A c. Tampilan menu Form B
Form B merupakan formulir yang berisi data seluruh pengurus yang ada di panti beserta informasi lainnya.
44 d. Tampilan menu Form C
Form C merupakan formulir yang berisi data mengenai lembaga atau panti itu sendiri.
Gambar 4.5 Tampilan menu Form C e. Tampilan menu Form E
Menu form E merupakan form yang berguna untuk membuat pernyataan telah menerima bantuan. Pengguna harus memasukkan beberapa informasi sesuai dengan surat keputusan dari Dinas Sosial terkait bantuan LKSA yaitu jumlah penerima bantuan, jumlah bantuan sosial anak, jumlah bantuan operasional lembaga, dan jumlah bantuan operasional pendampingan.
45 f. Tampilan menu Form F
Menu form F berisi data pegawai penerima bantuan beserta informasi pelengkap lain. Sebagian besar form ini berisi tabel, dimana data dalam tabel merupakan hasil dari integrasi data antara sistem perijinan dan sistem laporan pertanggungjawaban LKSA itu sendiri dan pengguna tidak perlu memasukkan data secara manual satu persatu.
Gambar 4.7 Tampilan menu Form F g. Tampilan menu Form G
Menu form G hampir sama seperti form F namun berisi data pegawai penerima bantuan beserta informasi yang lebih detail seperti nama dan nomor rekening, dan pengeluaran – pengeluaran yang dilakukan pegawai. sama seperti form sebelumnya, sebagian besar form ini berisi tabel, dimana data dalam tabel merupakan hasil dari integrasi data antara sistem perijinan dan sistem laporan pertanggungjawaban LKSA itu sendiri. Tampilan pada gambar 4.8 dibawah ini :
46
Gambar 4.8 Tampilan menu Form G h. Tampilan menu Form H
Menu form H adalah menu yang berisi pengeluaran operasional F. Pada menu ini pengguna dapat memasukkan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional F.
47 i. Tampilan menu Form I
Menu form I adalah menu yang berisi pengeluaran operasional pendampingan. Pada menu ini pengguna dapat memasukkan pengeluaran yang berkaitan dengan operasional pendampingan.
Gambar 4.10 Tampilan menu Form I
B. Pengujian
Dalam tahap ini dilakukan pengujian antara rancangan dengan realisasi atau penerapan pengguna dalam mengoperasikan sistem. Pengujian dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.2 Pengujian
No Tahapan proses Sistem Keterangan
1. Pengguna merekap data pegawai
Menampilkan menu Form A
- Pengguna merekap data semua pegawai - Sesuai dengan
48
2. Pengguna merekap data pengurus
3. Pengguna merekap data lembaga
50
proses pelaporan
10.
Pengguna merekap data pengeluaran pendampingan
Menampilkan menu Form I
- Pengguna merekap data pengeluaran pendampingan - Sesuai dengan
51
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa sistem yang telah dirancang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil perolehan informasi yang berasal dari tabel data sistem yang berbeda seperti ditunjukkan beberapa poin dibawah ini :
1.Form A
Gambar 5.1 Form A
52
52 2.Form B
Gambar 5.2 Form B
Form ini juga merupakan hasil dari koneksi data ke tabel sistem perijinan dan digunakan untuk sistem laporan pertanggungjawaban LKSA yaitu data pengurus.
3.Form C
53
53
Berbeda dengan sebelumnya, form ini dimasukkan oleh pengurus secara manual terlebih dahulu karena pada sistem perijinan informasi mengenai data lembaga ini belum ada.
4.Form F
Gambar 5.4 Form F
54
54 5.Form G
Gambar 5.5 Form G
Form daftar pengeluaran bantuan sosial anak ini juga merupakan hasil dari integrasi tabel sistem perijinan dan sistem laporan pertanggungjawaban yang baru. Sebagian tabel sudah melalui proses penyaringan sehingga disesuaikan dengan kriteria form yang dibutuhkan.
6.Form H
55
55
Form daftar pengeluaran bantuan operasional lembaga yang disebut form H ini berbeda dengan form sebelumnya. Informasi pada form ini dimasukkan oleh pengguna secara manual.
7.Form I
Gambar 5.7 Form I
Form daftar pengeluaran bantuan operasional pendampingan ini sama dengan form sebelumnya yaitu form H. Informasi pada form ini dimasukkan oleh pengguna secara manual.
B. Pembahasan Sistem
Pada pembahasan sistem ini penulis menggunakan bahasa query, perangkat lunak Delphi dengan database Mysql dalam menerapkan metode integrasi data.
56
56 1. Pengaturan koneksi
Sebelum melakukan akses data ke sistem lain maka diperlukan beberapa entitas agar dapat terhubung dengan database yang dituju. Konfigurasi koneksi pada perangkat lunak ini menggunakan berkas berekstensi .ini. Berkas ini berisi beberapa karakter teks yang mencakup nama server, pengguna, kata sandi dan sebagainya sebagai berikut :
Beberapa karakter teks tersebut disimpan dengan ekstensi .ini yang kemudian akan diakses oleh perangkat lunak Delphi untuk koneksi ke database. Tujuan dari pemisahan berkas untuk koneksi ini adalah untuk mempermudah pengaturan ketika server berubah agar tidak perlu membongkar script sistem yang sudah dibuat.
2. Sinkronisasi dan penggabungan tabel
Setelah terkoneksi dengan database maka selanjutnya adalah memilah tabel apa saja yang diperlukan. Karena tabel yang akan digabung berasal dari dua database maka tidak bisa serta merta langsung digabungkan. Diperlukan mekanisme khusus untuk mensiasati hal tersebut.
57
57
pembuktian dan implementasi metode integrasi. Pada perangkat lunak Delphi dibuatlah prosedur untuk memudahkan pemanggilan serangkaian perintah. Perosedur ini berisi serangkaian script program dengan fungsi masing – masing. Beberapa prosedur yang dibuat beserta pembahasannya sebagai berikut :
a. Prosedur BeforeShowData
Prosedur ini berisi serangkaian perintah Query dengan perintah SELECT yang berarti memilih kolom dari tabel dan INSERT untuk memasukkan data yang sudah dipilih kedalam sebuah tabel. Penggunaan perintah ini untuk mengambil beberapa kolom yang dibutuhkan saja. Pada prosedur ini terdiri dari beberapa Query sehingga perintah SELECT nantinya akan menghasilkan kombinasi kolom – kolom dari beberapa tabel kedua database.
b. Prosedur formShow
Prosedur ini akan berjalan ketika salah satu form muncul atau dipilih oleh pengguna dimana berisi serangkaian perintah Query dengan perintah CREATE TABLE. Setelah sebelumnya dibuat prosedur BeforeShowData yang menghasilkan kombinasi beberapa kolom maka prosedur ini mengeksekusi perintah Query yaitu membuat tabel untuk tempat beberapa kolom yang sudah dipilih pada prosedur BeforeShowData. c. Prosedur showData
Prosedur ini berfungsi untuk menampilkan tabel yang sudah dibuat pada prosedur formShow dimana penampilan tabel ini digunakan untuk keperluan antar muka pengguna (GUI) dan juga laporan (Report) keluaran.
d. Prosedur formClose
58
58
Ketika pengguna menutup form tertentu maka prosedur terkait dengan form tersebut akan berjalan.
Beberapa pembuatan prosedur diatas merupakan mekanisme berjalannya sinkronisasi dan penggabungan tabel. Pembuatan tabel pada prosedur diatas merupakan mekanisme pembuatan tabel temporer, berfungsi untuk menampilkan beberapa isi tabel yang merupakan gabungan dari banyak tabel dan dari database yang berbeda. Setelah pengguna menutup salah satu form maka tabel yang terbuat akan terhapus dengan sendirinya namun tidak menghilangkan isi dari tabel asal.
59
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
Bab ini akan membahas tentang kesimpulan yang berisi hasil-hasil yang telah diperoleh dalam penelitian ini setelah dilakukan analisis, perancangan dan implementasi dari sistem yang dibangun. Serta saran-saran yang diberikan sebagai catatan penting dan kemungkinan perbaikan yang perlu dilakukan untuk penelitian selanjutnya.
A. Kesimpulan
Berdasarkan implementasi dan penjelasan yang telah dikemukakan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa metode Integrasi Data dapat mempermudah pembuatan laporan pertanggungjawaban bantuan sosial LKSA di Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Putra Temanggung, dimana implementasi metode ini menghasilkan sebuah sistem yang berfungsi untuk membuat beberapa form laporan dengan pengisian data secara otomatis.
Agar dapat menerapkan konsep integrasi, maka diperlukan pembuatan tabel yang bersifat temporer sebagai penghubung dan penampil data yang berasal dari database yang berbeda. Dengan menggunakan query, perangkat lunak Delphi serta database Mysql proses integrasi dapat dilakukan dengan mudah.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitan, ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk pengembangan sistem menjadi lebih baik diantaranya sebagai berikut : 1. Untuk penelitian ke depan diharapkan metode ini dapat digunakan dalam
60
60
61
DAFTAR PUSTAKA
Sugiarto, Mugi., & Fajarhati, Pelita. (2008). e-Indonesia Initiative 2008. Konferensi dan Temu Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Indonesia, Jakarta.
Nasikin, Khoirun., 2011. Pengembangan Sistem Informasi Akademis Keuangan Di Man 2 Pati. Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, Volume 3 Nomor 3, ijins.org 2011, halaman 20 – 26.
Sinambela, Josua M., (2011). Tim Integrasi Sistem Informasi UGM. CEO RootBrain IT Security Training & Consulting.
Sutanta, Edhy., & Ashari, Ahmad., 2012. Distribusi Basis Data Kependudukan Untuk Optimalisasi Akses Data : Suatu Kajian Pustaka. Jurnal Ilmu Komputer, Volume 5, Nomor 1, April 2012, halaman 1 – 9.
Erinawati, Heni Dwi., 2012. Pembangunan Sistem Informasi Pembayaran Sekolah Pada Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Rembang Berbasis Web. Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi, Volume 4, Nomor 4, 2012, halaman 40 – 46.
Maith, Hendry Andres., 2013. Analisis Laporan Keuangan Dalam Mengukur Kinerja Keuangan Pada Pt. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Jurnal EMBA, Volume 1, Nomor 3, September 2013, Halalaman 619-628.
Priyanti, Dwi., & Iriani, Siska., 2013. Sistem Informasi Data Penduduk Pada Desa Bogoharjo Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. IJNS – Indonesian Journal on Networking and Security - ISSN: 2302-5700, Volume 2, Nomor 4, Oktober 2013, halaman 55 – 61.