INOVASI SEBAGAI MANIFESTASI DARI KETEKUNAN
Muhammad Haikal, 130521612570, S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang
Abstract; Artikel ini memberi gambaran serta penjelasan bagaimana hubungan ketekunan dalam belajar dan berkerja dengan terciptanya inovasi-inovasi yang memudahkan segala aktifitas manusia. Disini penulis membatasi penjelasan dalam lingkup perkuliahan dengan objeknya mahasiswa. Penulis bertujuan mengarahkan pembaca dan penulis sendiri agar menyadari betapa pentingnya ketekunan dalam terciptanya inovasi.
Kata kunci; Inovasi, Manifestasi, Ketekunan.
Manusia dapat merasakan adanya kebutuhan dan akan berusaha memenuhinya dengan segera (Asmadi, 2008). Sebagai mahasiswa maka kebutuhannya cukuplah banyak, baik itu kebutuhan akan perkuliahan, kebutuhan pergaulan, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Semua kebutuhan-kebutuhan ini saling berhubungan dan saling terhubung baik itu antar individu mahasiswa, maupun individu dengan barang yang ada di sekitarnya. Untuk memenuhi kebutuhan itu mahasiswa perlu berkerja keras. Selain itu sikap pembawaan manusia umumnya dalam mencari jalan keluar dari permasalahan juga menuntut manusia itu sendiri untuk berkerja keras, tidak terkecuali dalam kehidupan mahasiswa.
Dalam tulisan ini penulis akan membahas, dan memberi gambaran berupa cyang membuktikan bahwa untuk mencapai sebuah kebutuhan dan solusi dari suatu permasalah maka ketekunan adalah kunci utama, selain itu penulis juga bertujuan menyadarkan diri penulis sendiri juga mahasiswa yang belum mengerti akan kebutuhannya, dan pandangannya dalam menyelesaikan sebuah permasalahan.
pemikiran serta diiringi kerja keras, maka terjadilah inovasi. Sesuai dengan kedudukan mahasiswa sebagai agent of change maka pembaharuan atau berinovasi merupakan hal yang sangat diharapkan. Contoh dekat yang sering kita jumpai adalah di Indonesia menuntut mahasiswanya agar terus berpikir dan berusaha keras untuk menghasilkan inovasi, dengan menyelenggaraan (PKM) Program Kreatifitas Mahasiswa, (KJI-KBGI) dan kegiatan-kegiatan lainnya.
Ketekunan dalam KBBI berarti; kekerasan dan kesungguhan (bekerja). Dalam bahasa inggris sering muncul istilah “Energy and persistence conquer all things”. Istilah ini memiliki makna yang sangat luas tentang bagaimana sikap tekun atau pekerja keras adalah mereka yang dapat menaklukkan segala hal. Hubungannya dengan inovasi sangatlah erat dimana, jika suatu hal atau ide muncul dalam benak seseorang, maka usaha atau ketekunannya dalam mewujudkan ide tersebut menjadi kunci terwujudnya ide, dalam kata lain terciptanya inovasi.
Mahasiswa diembankan kepada mereka untuk terus berinovasi, permasalah sekarang yang kita temui, kebanyakan dari mereka tidak menyadari akan hal yang demikian. Mereka mengakui akan perlunya kebutuhan yang cukup, dan perlunya pemecahan masalah yang dialaminya, tetapi mereka memilih menyepelekan hal-hal tersebut. Sebagai mahasiswa patut menyadari akan pentingnya inovasi, dengan alasan berinovasi merupakan salah satu tugas para pembaharu (agent of change). Oleh karena itu untuk menyelesaikan tugas tersebut maka sifat ketekunan harus ditanam pada diri mahasiswa. Menumbuhkan sifat ketekunan merupakan hal yang cukup sulit dilakukan, penulis sedikit menyaji beberapa faktor yang dapat menumbuhkan sifat tekun tersebut; (1) Menentukan tujuan dengan pasti, semisal dalam menyelesaikan masalah atau dalam memanajemen kebutuhan, (2) Mengenali faktor yang dapat menghambat sifat tekun, seperti memilih jalan aman, tidak suka mencoba hal yang baru, dan yang terpenting menunda pekerjaan, (3) Konsisten merupakan hal yang berat, oleh karena itu untuk tetap konsisten, maka perlu penyadaran terhadap tujuan, dan menghilangkan rasa yang dapat menghambat sifat tekun. Dengan hal-hal demikianlah ketekunan dalam diri akan tumbuh, sehingga terciptanya inovasi.
hal ide, pemikiran, atau bahkan metode, sebagian lain berinovasi melalui ciptaannya dalam bentuk barang, jasa dan lain sebainya, yang kegunaanya itu dapat dinikmati oleh banyak orang. Sehingga kebutuhan yang kian berkembang dapat terpenuhi, dan permasalah yang muncul dapat diatasi. Contohnya di Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang terciptanya teknologi jembatan rangka baja yang mendapat penghargaan pada Kontes Jembatan Indonesia. Banyak inovasi-inovasi lain yang masih dapat dikembangkan atau bahkan diciptakan. Oleh karena itu penulis mengajak pembaca untuk tekun dan berusaha untuk menciptakan inovasi. Karena inovasi adalah manifestasi dari ketekunan.
Daftar Rujukan
1. Satyono, Fredi. Dalam sebuah artikel yang dipublish di Kompasiana.com dengan judul “Peran Mahasiswa Sebagai Agent of Change”
2. Kamus Besar Bahasa Indonesia online, kbbi.web.id