Pengaruh Motivasi, Persepsi, Keluarga dan Harga terhadap Keputusan Mahasiswa Memilih STIE YAPPAS Simpang Empat
dan Lokasi Sebagai Variabel Moderating 1
Erdawati, 2Yesi Elsandra, 3Eni Kamal 1
Program Studi Manajemen Pascasarjana Universitas Bung Hatta e-mail : [email protected]
Abstract
Hihg Education sector is well recognized as an important role to develop every region and county. On the other hands, the high education sector particularly private high education sector has been growing rapidly and facing keen competition. In order to win the competition, private high education needs to develop their understanding of consumer behavior in buying decision. One of prive high education always realizes the importance of consumer buying decision process is STIE YAPPAS located in west Pasaman. Based on literature review, it is found that the variables of motivation, perception, family, price, and place as determinants of consumer buying decision. The purpose of this research is to examine the moderating role of place on the relationship between motivation, perception, family, price, and consumer buying decision. The number of usefull sampel was 248 students by performing accidental sampling method. In order to test hypotheses development, this research performs moderated regression analysis. The results of analysis display that the variable of motivation, perception, family, price, and place were found to have significant impact on consumer buying decision. However, the variables of place did not strengthen the relationship between motivation, perception, family, price and consumer buying decision. The research findings provide practical implication to STIE YAPPAS management that in order to increase numbers of new student future, it is recommended to enhancing their understanding of motivation, perception, family, and price as well as place.
Keywords: Motivation, Perception, Family, Price, and Buying Decision
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan suatu pilar utama bagi kehidupan masyarakat, dan di dalam pembangunan sebuah Negara.
merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pasal 31 ayat 1 menyebutkan bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan, dan ayat 3 menegaskan bahwa pemerintah
mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistim pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang. Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan setiap warga negara bertanggung jawab terhadap kelangsungan penyelenggaraan Pendidikan, hal ini sesuai dengan UU SISDIKNAS No. 20 Tahun 2003. Bertolak dari rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap Pendidikan untuk Bangsa Indonesia dan khususnya Kabupaten Pasaman maka pada tahun 1984 Yayasan Pendidikan Pasaman (YAPPAS)
mendidrikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi yang pada awal izin penyelenggaraan nya di Lubuksikaping kecamatan pasaman, dan pada tahun 1992 membuka lokal baru di Simpang Empat yang masih berstatus Kabupaten Pasaman saat itu. Seiring dengan pemekaran kabupaten Januari 2004, pertumbuhan dan perkembangan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi mendapat dukungan dan simpati baik dari masyarakat maupun pemerintah daerah cukup bagus, maka pada tanggal 30 Agustus 2007 Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia memberikan persetujuan pindah lokasi dari Lubuksikaping ke Simpang Empat kabupaten Pasaman Barat.Strategi pemasaran untuk pemasaran jasa pendidikan tinggi tidak terlepas dari motivasi, persepsi, keluarga, harga (biaya pendidikan), dan lokasi.
Tabel. 1. Jumlah Mahasiswa Baru STIE YAPPAS Simpang Empat Tahun akademik Jumlah Mahasiswa Baru
( orang)
Perkembangan ( % )
2008/2009 234 -
2009/2010 299 27,78
2010/2011 338 13,04
2011/2012 258 -23,67
2012/2013 215 -16,67
Sumber : Biro Administrasi Akademik & Kemahasiswaan (2013)
Berdasarkan tabel diatas dapat dilhat terjadinya penurunan atau berkurang nya jumlah mahasiswa baru, ini menggambarkan kan kepercayaan masyarakat umumnya dan khususnya calon mahasiswa baru mulai berkurang terhadap keputusan calon mahasiswa memilih STIE YAPPAS Simpang Empat. Mengantisipasi fakta-fakta tersebut maka proses pengambilan keputusan mahasiswa dalam memilih STIE YAPPAS sangat penting untuk diketahui oleh pengelola Perguruan Tinggi melalui kajian prilaku konsumen.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keputusan konsumen ada dua hal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Menurut Swastha dan Handoko (2000:58) faktor internal yang dapat mempengaruhi prilaku konsumen diantaranya motivasi dan persepsi.
Sedangkan menurut Shiffman dan Kanuk (2008: 72) motivasi dapat digambarkan sebagai tenaga pendorong dalam diri individu yang memaksa mereka untuk bertindak. Tenaga pendorong tersebut dihasilkan oleh keadaan tertekan yang timbul sebagai akibat kebutuhan yang tidak terpenuhi.
Dalam motivasi pembelian terbagi menjadi motivasi rasional dan emosional. Motivasi rasional adalah pembelian yang didasarkan pada kenyataan – kenyataan yang ditunjukan oleh produk kepada konsumen dan merupakan atribut produk yang fungsional serta obyektif keadaannya.
mengorganisasikan dan menginterprestasikan ransangan-ransangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan masuk akal mengenai dunia (Schiffman dan Kanuk, 2007). Sedangkan Kotler dan Keller (2009:179) menyatakan bahwa “persepsi adalah proses dimana kita memilih, mengatur, dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti”.. Pada hakekatnya persepsi akan berhubungan dengan prilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap apa yang dikehendaki..
Keluarga adalah organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyrakat, dan para anggota keluarga menjadi kelompok acuan primer yang paling berpengaruh (Kotler, 2005:207). Swastha dan Irawan (2008: 107) dimensi dari faktor keluarga adalah suami, istri dan anak, suatu saat seorang anggota keluarga dapat berfungsi sebagai pengambil keputusan, tetapi saat berlainan ia dapat berbuat sebagai pembelinya.
Sementara harga merupakan hal yang sangat penting diketahui konsumen dalam pangambilan keputusan pembelian, Kotler Amstrong (2012: 314) mengatakan bahwa harga merupakan jumlah uang yang dibebankan untuk produk atau jasa, atau lebih jelasnya adalah jumlah dari semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan sebuah manfaat dengan memiliki atau menggunakan sebuah pruduk atau jasa. faktor- faktor yang dipertimbangkan dalam penentuan harga jasa (Payne, 2009) adalah : 1) elastisitas permintaan, 2) struktur biaya, 3) persaingan, 4) positioning dari jasa yang ditawarkan, 5) sasaran yang ingin dicapai perusahaan, 6) siklus hidup jasa, 7) sumber daya yang digunakan, 8) kondisi ekonomi, dan (9) kapasitas jasa.
mengendalikan kegiatan perusahaan secara keseluruhan (Kasmir, 2006).
Variabel lokasi didalam penelitian ini ditempatkan sebagai variabel moderating berdasarkan penelitian sebelumnya variabel Motivasi (X1). Persepsi (X2), Keluarga (X3), dan Harga (X4) terhadap Keputusan (Y) belum bersifat konklusif. Menurut pendapat Sekaran dan Bougie (2010) bila hubungan dua variabel belum bersifat konklusif maka peneliti berikutnya dapat mempertimbangkan untuk menempatkan variabel moderating (moderasi). Variabel moderasi merupakan variabel yang dapat memperkuat (strengthen) atau memperlemah (Weaken) pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Berdasarkan hasil penelitian terdahulu ditemukan bahwa pengaruh motivasi, persepsi, keluarga, harga terhadap keputusan pembelian belum bersifat universal. Diantara peneliti yang menemukan motivasi yang berpengaruh signifikan adalah Wahyuni (2008) dan menemukan hasil yang tidak signifikan yaitu Rondonuwu (2013).
Sedangkan persepsi terhadap keputusan hasil yang signifikan ditemukan Semuael (2013) dan hasil yang tidak signifikan ditemukan oleh Rukismono (2011), untuk variabel keluarga hasil penelitian yang signifikan ditemukan Aditia (2010) sedangkan yang tidak signifikan ditemukan Listyoorini (2012), dan variabel harga yang menemukan hasil signifikan yaitu Fristiana (2012) untuk hasil yang tidak signifikan ditemukan oleh Sefnedi (2013).
Beranjak dari pemikiran maka dapat penulis gambarkan kerangka konseptual dalam penelitian ini sebagai berikut.
Gambar 1. Theoretical Framework Motivasi
Persepsi Keluarga
Harga
Lokasi
METODE PENELITIAN Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kueisioner (angket). Menurut Arikuntoro (2006:151) kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.
Jenis Data
Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Data kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis (Sugiyono 2006: 14) seperti data jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan.
2. Data kualitatif yaitu data yang dinyatakan dalm bentuk kata, kalimat dan gambar (sugiyono, 2006: 14) seperti sejarah berdirinya perusahaan dan struktur organisasi.
Sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Sumber primer
merupakan data yang didapat dari sumber pertama dari individu seperti hasil wawancara ataupun pengisian kuesioner (Umar, 2005 : 130) jenis data diperoleh langsung dari hasil kuesioner kepada mahasiswa.
2. Sumber sekunder
adalah data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain (Umar, 2005 : 130) data mahasiswa, dan data penerimaanmaha siswa baru. Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi adalah seluruh mahasiswa program Study Manajemen pada STIE YAPPAS simpang empat yang masih aktif pada semester ganjil tahun akademik 2013/2014
Sampel
mahasiswa dengan teknik penarikan sampel menggunakan accidental sampling.
HASI PENELITIAN
Pengujian Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas
Uji validitas bertujuan memastikan apakah masing-masing item pernyataan layak masuk dalam
variabel yang ditentukan. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan nilai corrected item-total correlation. Sebuah item pertanyaan dapat dikatakan valid bila memiliki nilai corrected item-total correlation diatas 0,30 (Maholtra,
1993).
Tabel 2 : Uji Validitas
No Variabel Jumlah
Item
Item Tidak Valid
Item Valid
1 Keputusan Memilih (Y) 5 - 5
2 Motivasi (X1) 5 - 5
3 Persepsi (X2) 5 - 5
4 Keluarga (X3) 4 - 4
5 Harga (X4) 4 - 4
6 Lokasi (M) 4 - 4
Sumber : Data Primer, 2014
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan terhadap pernyataan-pernyataan yang sudah valid untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan
pengukuran ulang pada kelompok yang sama dengan alat ukur yang sama. Menurut sekaran (2006), suatu instrument dikatakan reliabel apabila memiliki nilai cronbach’s alpha lebih dari 0,70.
Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas
No Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
1 Keputusan Memilih (Y) 0,719 Reliabel
2 Motivasi (X1) 0,802 Reliabel
3 Persepsi (X2) 0,807 Reliabel
4 Keluarga (X3) 0,759 Reliabel
5 Harga (X4) 0,765 Reliabel
6 Lokasi (M) 0,721 Reliabel
Sumber : Data Primer, 2014
Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan variabel penelitian dengan menggunakan nilai
rata-rata dan Tingkat Capain Respoden (TCR)
Tabel 4 : Tingkat Capaian Responden (TCR)
No Variabel Skor
Rata-Rata
TCR (%) Keterangan 1 Keputusan Memilih (Y) 3,66 73,2 Cukup Baik
2 Motivasi (X1) 3,64 72,8 Cukup Baik
3 Persepsi (X2) 3,61 72,2 Cukup Baik
4 Keluarga (X3) 3,57 71,4 Cukup Baik
5 Harga (X4) 3,56 71,2 Cukup Baik
6 Lokasi (M) 3,53 70,6 Cukup Baik
Sumber : Data Primer, 2014
Moderated Regression Analysis Menurut Liana (2009) Moderated Regression Analysis
(MRA) atau uji interaksi merupakan aplikasi khusus regresi berganda linear dimana dalam persamaan regresinya mengandung unsur interaksi (perkalian dua atau lebih
variabel independen). Analisis regresi dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh place sebagai variabel moderasi antara motivasi, persepsi, keluarga, harga dan keputusan memilih STIE YAPPAS. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut ini :
Tabel 5. Ringkasan Hasil Moderated Regression Analysis (MRA)
Variabel Terikat
Konstanta Variabel Bebas,
Moderasi dan Interaksi
Koefisien regresi dan Signifikan
Model I Sig Model II Sig Model III Sig
Keputusan Memilih STIE YAPPAS (Y)
Konstanta (a) -0,306 0,220 -0,745 0,003 0,983 0,000
Motivasi (X1) 0,354 0,000 - - - -
Persepsi (X2) 0,190 0,000 - - - -
Keluarga (X3) 0,369 0,000 - - - -
Harga (X4) 0,202 0,000 - - - -
Place (M) 0,246 0,000 - -
X1M 0,067 0,000
X2M -0,031 0,030
X3M 0,109 0,000
X4M -0,026 0,212
F Hitung 70.289… 0,000 70.638…. 0,000 87.141…. 0,000
R2 0,538….. 0,595….. 0,769….
Berdasarkan tabel diatas dapat dikemukakan persamaan dalam model penelitian sebagai berikut:
Y = -0306 + 0,354X1 + 0,190X2 + 0,369X3 + 0,202X4+ e …………..(Model 1) Y = -0,745 + 0,264M + e ………..(Model 2) Y = 0,983 + 0,067X1M - 0,031X2M + 0,109X3M - 0,026X4M + e ….(Model3)
Pembahasan
Pengaruh motivasi terhadap Keputusan memilih
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pertama (H1) diketahui bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Artinya motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan mahasiswa untuk memilih STIE YAPPAS. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa motivasi merupaka dorongan yang datang dalam diri mahasiswa berpengaruh terhadap keputusan memelih STIE YAPPAS maka semakin tinggi motivasi mahasiswa semakin tinggi tingkat keputusan memilih STIE YAPPAS. Dengan demikian STIE YAPPAS harus meningkatkan hal-hal yang membuat mahasiswa termotivasi untuk memilih STIE
YAPPAS diantaranya kwalitas ataupun fasilitasnya. Dengan demikian mahasiswa akan semakin aktif untuk mengajak teman-temannya untuk memilih STIE YAPPAS. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Wahyuni (2008) yang menemukan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Persepsi terhadap Keputusan memilih
persepsi searah dengan keputusan memilih, bila persepsi semakin baik maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya keputusan mahasiswa memilih STIEYAPPAS. Temuan penelitian penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Saputra dan penelitian Semuel (2013) yang menemukan bahwa persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Begitu juga penelitian Mashadi tentang pengaruh , motivasi, persepsi, sikap dan pembelajarn konsumen terhadap keputusan memilih, hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi konsumen berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Untuk itu disarankan pihak STIE YAPPAS agar mencermati hal-hal yang dapat meningkatkan persepsi mahasiswa terhadap STIE YAPPAS, diantaranya dapat disesuaikan dengan pernyataan kuesioner yaitu yappas harus mempunyai image dan reputasi yang baik dimata mahasiswa.
Pengaruh keluarga terhadap Keputusan memilih
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketiga (H3) diketahui bahwa keluargajuga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Artinya, keluarga merupakan faktor utama yang dapat memberikan pengaruhi terhadap keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS. Untuk itu STIE YAPPAS sesuai dengan pernyataan kuesioner harus memberikan informasi yang baik kepada pihak keluarga mahasiswa tentang STIE YAPPAS. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya oleh Aditia dan suhaji (2010) yang menemukan bahwa keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh harga terhadap Keputusan memilih
YAPPAS berupa Biaya kuliah yang sesuai dengan ekonomi mahasiswa, dan uang kuliah yang rendah. Namun karena harga yang ditawarkan memiliki nilai cukup rendah, maka harga ini perlu diketahui pengaruhnya dalam perhitungkan strategi pemasaran. Kalau faktor harga yang rendah dapat mempengaruhi dalam proses pengambilan keputusan memilih STIE YAPPAS , maka kebijaksanaan lebih difokuskan pada nilai harga yang rendah . Hasil temuan dalam penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya Fristiana. (2012) yang menemukan bahwa harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh lokasi terhadap keputusan memilih
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kelima (H5) diketahui bahwa lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Artinya apabila lokasi yang ditawarkan STIE YAPPAS sesuai dengan
pernyataan yang ada dalam koesioner yaitu arena parkir yang memadai, dekat dengan pusat keramain lingkungan aman dan nyaman, adanya jaringan web dalam hal ini berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS. Tetapi itu bukan pula berarti seluruh mahasiswa memiliki persepsi bahwa lokasi sudah sesuai dengan kebutuhan mereka, bisa jadi ini suatu keadaan saja. selanjutnya diharapkan pada STIE YAPPAS untuk lebih memperhatikan lokasi lingkungan yang aman dan nyaman . Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian Ghanimata dan Kamal (2012) yang menemukani lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian.
Pengaruh Lokasi sebagai Variabel Moderator antara motivasi terhadap Keputusan memilih
YAPPAS Simpang Empat. Hasil menunjukan bahwa variabel lokasi berperan sebagai variabel moderasi. Dalam hal ini motivasi mahasiswa memilih STIE YAPPAS tidak dipengaruhi oleh lokasi kampus yang aman nyaman.. Disini terlihat adanya keterkaitan variabel lokasi yang dimiliki STIE YAPPAS terhadap motivasi mahasiswa.
Lokasi sebagai Variabel Moderator antara Pengaruh persepsi terhadap Keputusan memilih.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis ketujuh diketahui bahwa lokasi tidak memperkuat pengaruh persepsi terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Artinya lokasi juga tidak berperan sebagai variabel moderator meskipun bila diletakkan sebagai variabel bebas, lokasi berpengaruh positif dan signifikan. Disini terlihat pula bahwa pengaruh persepsi yang ada pada mahasiswa tidak ada keterkaitan dengan lokasi kampus. Dapat dikatakan disini bahwa persepsi yang ada pada mahasiswa selama ini masih bersifat umum dan tidak ada kaitannya
dengan lokasi. Kedepan perlu difikirkan agar dapat ditingkatkan hal-hal yang menumbuhkan persepsi mahasiswa untuk dapat meningkatkan jumlah mahasiswa pada STIE YAPPAS baik dari segi lokasi maupun kwalitas.
Lokasi sebagai variabel moderator antara pengaruh keluarga terhadap keputusan memilih.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kedelapan diketahui bahwa lokasi memperlemah pengaruh keluarga terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Dapat diartikan kenapa lokasi memoderasi antara variabel keluarga terhadap keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS karna keluarga tidak mempengaruhi mahasiswa atau merekomendasikan mahasiswa untuk kuliah di STIE YAPPAS erat kaitannya dengan lokasi kampus dekat dengan pusat keramaian, lokasinya aman dan nyaman.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis kesembilan diketahui bahwa lokasi tidak memperkuat pengaruh harga terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Artinya lokasi juga tidak berperan sebagai variabel moderator meskipun bila diletakkan sebagai variabel bebas, lokasi berpengaruh positif dan signifikan. Disini terlihat pula bahwa pengaruh harga yang telah dilakukan pihak STIE YAPPAS tidak ada keterkaitan dengan nilai lokasi kampus. Dapat dikatakan disini bahwa harga yang telah dilakukan selama ini masih bersifat umum dan tidak berkaitan dengan lokasi kampus. Kedepan perlu difikirkan agar langkah-langkah penetapan harga harus dirancang sedemikian rupa sehingga.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disampaikan beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut :
1. Motivasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilh STIE YAPPAS Simpang Empat pasaman Barat. Hal ini disebabkan
pengaruh motivasi searah dengan keputusan memeilih, bila motivasi meningkat maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya keputusan mahasiswa dalam memilih STIE YAPPAS
2. Persepsi berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat. Hal ini menunjukan bahwa persepsi berpengaruh langsung terhadap keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS. Pengaruh persepsi searah dengan keputusan memilih, bila persepsi semakin baik maka akan berpengaruh terhadap meningkatnya keputusn mahasiswa dalam memilih STIE YAPPAS Simpang Empat.
mempengaruhi terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS.
4. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat Pasaman Barat. Hal ini pengaruh harga searah dengan keputusan memilih, bila harga semakin rendah maka tingkat keputusan memilih akan semakin tinggi dan akan mempengaruhi tingkat keputusan mahasiswa memilih STIE YAPPAS.
5. Lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat. Masuk dalam kategori cukup baik dengan skor rata-rata sebesar 3,53 dan tingkat capaian responden (TCR) 70,6% dari 4 butir pertanyaan terdapat kategoro sangat baik untuk pernyataan 3 yaitu skor rata-rata 3,65 dan TCR 91,3 jadi untuk keamanan dan kenyamanan lokasi merupakan faktor pendudkung dalam keputusan memilih.
6. Lokasi interaksi hubungan antara motivasi dengan keputusan memilih hasilnya signifikan dengan nilai 0,000 lebih kecil dari 0,05. Untuk coefficients motivasi 0,354 > 0,067 (coefficients Beta interkasi) dengan demikian lokasi memperlemah pengaruh motivasi terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS Simpang Empat.
7. Lokasi interaksi hubungan antara persepsi dengan keputusan memilih hasilnya signifikan dengan nilai 0,030 yaitu besar dari 0,05. Untuk Coefficients Beta persepsi 0,190 > 0,031 (coefficients beta interaksi) dengan demikian lokasi memperlemah pengaruh persepsi terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS. Simpang Empat.
terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS. Simpang Empat.
9. Lokasi interkasi hubungan antara harga dengan keputusan memilih tidak signifikan dengan nilai 0,212 yaitu besar dari 0,05. Untuk coefficients beta harga 0,202 > 0,026 (coefficienst beta interaksi) dengan demikian lokasi tidak memperkuat pengaruh harga terhadap keputusan memilih STIE YAPPAS. Simpang Empat.
Ucapan Terimakasih
Penulisan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Pendidikan Pasaman dan Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta Padang Sumatra Barat Serta semua pihak yang membantu dalam penyelesaian penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arikuntoro, Suharsimi. 2006 Prosedur Penelitian, Edisi revisi cetakan ketiga belas. Jakarta : VI, DV Rineka Cipta.
Ghanimata dan kamal (2012), Analisis pengaruhn harga, kwalitas produk, dan lokasi terhadap keputusan
pembelian. Diponegoro Journal of Management
Kasmir 2006. Kewirausahaan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Lie Liana (2009) Penggunaan MRA dengan SPSS untuk menguji
pengaruh variabel moderating
terhadap hubungan antara variabel
independen dengan variabel
devenden. Dalam jurnal teknologi
informasi DINAMIK Volume XIV. No. 2
Kotler, Philip and Garry Amstrong. 2012 Principles of Marketing New Jersey : Pearson Education Limited.
Kotler, Philip 2005 Manajemen Pemasaran, Edisi Kesembilan belas Jilid 2 Indeks. Jakarta
Marshel Rondonuwu 2013. “Tingkat Pendidikan, Motivasi dan promosi Pengaruhnya terhadap keputusan Penggunaan Produk Nasabah Priority Banking Bank Sulut. Dalam Jurnal EMBA Vol. I 3 juni 2013, Hal 257-264. Martinus Rukismono, SE., MM.
Volume 5 Nomor 2, Desember 2011.
Payne, Adrian. 2009. The Essense of service Marketing. Diterjemah oleh Fandy Ciptono. Yogyakarta. Penerbit Andi
Sekaran .U dan Bougie (2010) Research Methods for Business : a skill building approach wiley united. Kigdom
Semuel dkk (2013) Analisa Marketing Mix, Lingkungan sosial, psikologi terhadap keputusan pembelian Online pakaian wanita.
Shiffman, Leon dan kanuk, Leslie lazar 2007. Prilaku Konsumen Diterjemahkan oleh Zulikifli Ksip. Jakarta: Indeks Bob.
Schiffman, Leon and Kanuk. Lislie. Lazar. (2008) Prilaku Konsumen Edisi ketujuh Jakarta : PT. Indeks
Sugiyono, (2006) Metode Penelitian Bisnis Cetakan kesembilan Bandung : Alfabeta
Sugiyono (2007) Metode penelitian kuantitatif dan Kualitatif dan R & D, Bandung : Penerbit Alfabeta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung Alfabeta
Swastha, Basu dan Handoko T. Hani. 2000. Manajemen Pemasaran
Analisis prilaku Konsumen. Edisi kedua Liberty Yogyakarta.
Swastha, Basu & Irawan 2008. Manajemen Pemasaran Modren cetakan ketujuh penerbit Liberrty: Yogyakarta
Sefnedi, 2013 Analisa Service Marketing-Mix Dan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pemilihan Jasa Pendidikan Program Pasca Sarjana. Dalam jurnal Apresiasi Ekonomi Volume I Nomor 2, Mei 2013.
Sekaran, Uma (2006), Metodologi Penelitian Untuk Bisnis. Buku I dan II. Edisis 4. Penerbit Salemba Empat. Sari Listyorini (2012)“ Analisis
Faktor-faktor Gaya Hidup Dan pengaruhnya Terhadap Pembelian Rumah Sehat Sederhana. Dalam jurnal Administrasi Bisnis Volume 1.
Wahyuni, Dewi Urip. 2008. “Pengaruh Motivasi, Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan pembelian Sepeda Motor merek Honda dikawasan Surabaya Barat. Dalam Jurnal manajemen dan Kewirausahaan. Volume 10 universitas Kristen petra. http://www.petra.ac.id/puslit /Journal/dir.php?Departeme