• Tidak ada hasil yang ditemukan

(STMIK) 2015 KATA PENGANTAR - MAKALAH KEAMANAN TERHADAP JARINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "(STMIK) 2015 KATA PENGANTAR - MAKALAH KEAMANAN TERHADAP JARINGAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KEAMANAN TERHADAP JARINGAN

Di Susun Oleh:

Kelompok IV

Blacius Kris Febriyanto (11100527) Eko Rudianto (12100202) M. Tri Wahyudi (

Dedi Kurniawan ( Vico Gabta Mahendra ( Rendi Saputra (

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan rasa puji syukur kehadirat Tuhan YME, karena atas segalalimpahan rahmat, karunia serta hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah initepat pada waktunya.

Makalah yang berjudul “Keamanan Terhadap Jaringan” ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah. Tentunya tak lupa kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya tugas ini.

Kami sebagai penyusun makalah ini menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.oleh karena itu,kritik dan saran yang ada relevansinya dengan penyempurnaan makalah ini sangat kami harapkan dari pembaca. Kritik dan saran sekecil apapun akan kami perhatikan dan pertimbangkan guna perbaikan di masa datang.

Pada kesempatan ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Semoga makalah ini mampu memberikan manfaat dan mampu memberikan nilai tambah kepada para pemakainya.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... I DAFTAR ISI ... II

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang... 1

1.2 Rumusan Masalah... 1

1.3 Tujuan Penulisan... 1

BAB II PEMBAHASAN ... 2

2.1 Konsep Keamanan Jaringan... 2

2.2 Pengertian Firewall... 2

2.3 Arsitektur Firewall... 3

2.4 Klasifikasi Firewall... 4

2.5 Teknik Yang Digunakan Oleh Firewall... 5

2.6 Fungsi Firewall... 5

2.7 Cara Kerja Firewall... 8

2.8 Ancaman Keamanan Jaringan... 8

BAB III PENUTUP... 13

3.1 Kesimpulan ... 13

3.2 Saran... 13

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dengan berkembangnya teknologi komputer dan komunikasi suatu model komputer tunggal yang melayani seluruh tugas-tugas komputasi suatu organisasi kini telah diganti dengan sekumpulan komputer yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya, sistem seperti ini disebut jaringan komputer.

Jaringan komputer dapat saling berhubungan dengan komputer lain dengan cara menghubungkan protocol satu dengan protocol lain yang dibaca sebagai alamat oleh system,pada suatu jaringan satu komputer dengan komputer lain dapat saling berbagi dan bertukar informasi berupa gambar,text ataupun suara dengan cara melewati lalu lintas jaringan yang menghubungkan komputer satu dan lainnya. Jaringan komputer selain memiliki banyak kelebihan yang dapat mempermudah pekerjaan, juga memiliki ancaman yang dapat mengganggu jalannya arus data yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lain yang terhubung pada jaringan tersebut.Ancaman yang dapat menyerang jaringan komputer bisa dari masalah internal maupun external. Masalah internal dapat berupa gangguan system yang mendukung jaringan komputer itu sendiri sedangkan masalah external yang dapat menjadi ancaman atau gangguan pada jaringan komputer dapat berupa faktor alam,manusia,hewan dan semacamnya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dijelaskan diatas maka rumusan masalah dari observasi yang kami lakukan adalah “Bagaimana kinerja firewall pada Jaringan ?”.

1.3 Tujuan

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Konsep Keamanan Jaringan

Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer otonom yang saling terhubung melalui media komunikasi dengan menggunakan protokol sebagai identitas setiap komputer yang terhubung pada jaringan tersebut . Manfaat jaringan komputer antara lain adalah memungkinkan pemakaian bersama atas sumber daya yang ada. Sumber daya dalam hal ini dapat berupa perangkat keras, perangkat lunak dan data atau informasi. Manfaat lainnya adalah untuk berkomunikasi, meningkatkan kehandalan dan ketersediaan sistem.

Manfaat yang demikian besar tentunya akan kurang sebanding dengan tingkat gangguan yang muncul terhadap jaringan. Ketika jaringan hanya melibatkan faktor. Faktor ini bervariasi tergantung pada bahan dasar, tetapi secara normal setidaknya beberapa hal dibawah ini diikutsertakan :

• Confidentiality (kerahasiaan)

>> informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang. • Integrity (integritas)

>> informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang. • Availability (ketersediaan)

>> informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.

2.2 Pengertian Firewall

(6)

dimodifikasi terlebih dahulu sebelum memasuki atau meninggalkan jaringan tersebut. Firewall memprotieksi suatu jaringan komputer dari hal-hal yang membahayakannya.

2.3 Arsitektur Firewall

Ada beberapa arsitektur firewall. Pada artikel ini hanya akan dijelaskan beberapa diantaranya, yaitu : dual-homed host architecture, screened host architecture, dan screened subnet architecture.

1. Arsitektur Dual-Homed Host

Arsitektur Dual-home host dibuat disekitar komputer dual-homed host, yaitu komputer yang memiliki paling sedikit dua interface jaringan. Untuk mengimplementasikan tipe arsitektur dual-homed host, fungsi routing pada host ini di non-aktifkan. Sistem di dalam firewall dapat berkomunikasi dengan homed host dan sistem di luar firewall dapat berkomunikasi dengan dual-homed host, tetapi kedua sistem ini tidak dapat berkomunikasi secara langsung.

Dual-homed host dapat menyediakan service hanya dengan menyediakan proxy pada host tersebut, atau dengan membiarkan user melakukan logging secara langsung pada dual-homed host.

2. Arsitektur Screened Host

Arsitektur screened host menyediakan service dari sebuah host pada jaringan internal dengan menggunakan router yang terpisah. Pada arsitektur ini, pengamanan utama dilakukan dengan packet filtering.

(7)

3. Arsitektur Screened Subnet

Arsitektur screened subnet menambahkan sebuah layer pengaman tambahan pada arsitekture screened host, yaitu dengan menambahkan sebuah jaringan perimeter yang lebih mengisolasi jaringan internal dari jaringan Internet. Jaringan perimeter mengisolasi bastion host sehingga tidak langsung terhubung ke jaringan internal. Arsitektur screened subnet yang paling sederhana memiliki dua buah screening router, yang masing-masing terhubung ke jaringan perimeter. Router pertama terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan internal, dan router kedua terletak di antara jaringan perimeter dan jaringan eksternal (biasanya Internet).

Untuk menembus jaringan internal dengan tipe arsitektur screened subnet, seorang intruder harus melewati dua buah router tersebut sehingga jaringan internal akan relatif lebih aman.

2.4 Klasifikasi Firewall 1. Personal Firewall

Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya.

2. Network Firewall

(8)

dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.

2.5 Teknik Yang Digunakan Oleh Firewall 1. Service control (kendali terhadap layanan) 2. Direction Conrol (kendali terhadap arah) 3. User control (kendali terhadap pengguna) 4. Behavior Control (kendali terhadap perlakuan)

2.6 Fungsi Firewall

1. Mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan

Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.

2. Melakukan autentikasi

Fungsi fundamental firewall yang kedua adalah firewall dapat melakukan autentikasi terhadap akses.

(9)

3. Melindungi sumber daya dalam jaringan privat

Salah satu tugas firewall adalah melindungi sumber daya dari ancaman yang mungkin datang. Proteksi ini dapat diperoleh dengan menggunakan beberapa peraturan pengaturan akses (access control), penggunaan SPI, application proxy, atau kombinasi dari semuanya untuk mencegah host yang dilindungi dapat diakses oleh host-host yang mencurigakan atau dari lalu lintas jaringan yang mencurigakan. Meskipun demikian, firewall bukanlah satu-satunya metode proteksi terhadap sumber daya, dan mempercayakan proteksi terhadap sumber daya dari ancaman terhadap firewall secara eksklusif adalah salah satu kesalahan fatal. Jika sebuah host yang menjalankan sistem operasi tertentu yang memiliki lubang keamanan yang belum ditambal dikoneksikan ke Internet, firewall mungkin tidak dapat mencegah dieksploitasinya host tersebut oleh host-host lainnya, khususnya jika exploit tersebut menggunakan lalu lintas yang oleh firewall telah diizinkan (dalam konfigurasinya).

4. Koneksi dan Keadaan Koneksi

Agar dua host TCP/IP dapat saling berkomunikasi, mereka harus saling membuat koneksi antara satu dengan lainnya. Koneksi ini memiliki dua tujuan:

Komputer dapat menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada komputer lain, yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Firewall juga dapat menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut akan diterima atau ditolak.

(10)

adalah Amir menunggu respons dari Aminah. Komunikasi di jaringan juga mengikuti cara yang sama untuk memantau keadaan percakapan komunikasi yang terjadi.

5. Proses inspeksi Paket

Inspeksi paket (‘packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh firewall untuk ‘menghadang’ dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator. Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:

¨ Alamat IP dari komputer sumber ¨ Port sumber pada komputer sumber ¨ Alamat IP dari komputer tujuan ¨ Port tujuan data pada komputer tujuan ¨ Protokol IP

¨ Informasi header-header yang disimpan dalam paket

6. Stateful Packet Inspection

(11)

2.7 Cara Kerja Firewall

Firewall pada dasarnya merupakan penghalang antara komputer Anda (atau jaringan) dan Internet (luar dunia). Firewall bisa diumpamakan dengan seorang penjaga keamanan yang berdiri di pintu masuk rumah kita (satpam) yang bertugas menyaring pengunjung yang datang ke tempat kita, Dia mungkin mengizinkan beberapa pengunjung untuk masuk sementara,menyangkal orang lain yang ia sangka penyusup. Demikian pula firewall adalah sebuah program perangkat lunak atau perangkat keras yang menyaring informasi (paket) yang datang melalui internet ke komputer pribadi anda atau jaringan komputer.

Firewall dapat memutuskan untuk mengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan antara perangkat berdasarkan aturan yang pra-dikonfigurasi atau ditentukan oleh administrator firewall. Kebanyakan personal firewall seperti firewall Windows beroperasi pada seperangkat aturan pra-konfigurasi yang paling cocok dalam keadaan normal sehingga pengguna tidak perlu khawatir banyak tentang konfigurasi firewall.

2.8 Ancaman Keamanan Jaringan

Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan akses ini juga harus memanage bagaimana si subject (user, program, file, computer dan lainnya) berinteraksi dengan object-2 (bisa berupa sebuah file, database, computer, dll atau lebih tepatnya infrastruktur jaringan kita).

Prinsip keamanan jaringan

Sebelum memahami berbagai macam ancaman keamanan jaringan, anda perlu memahami prinsip keamanan itu sendiri.

1. Kerahasiaan (confidentiality), dimana object tidak di umbar atau dibocorkan kepada subject yang tidak seharusnya berhak terhadap object tersebut, atau lazim disebut tidak authorize.

(12)

3. Ketersediaan (Availability), dimana user yang mempunyai hak akses atau authorized users diberi akses tepat waktu dan tidak terkendala apapun.

Prinsip keamanan ini lazim disebut segitiga CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Dan salah satu goal utama dari pengendalian akses adalah untuk menjaga jangan sampai ada yang tidak authorize mengakses objek-2 seperti jaringan; layanan-2; link komunikasi; komputer atau system infrastruktur jaringan lainnya oleh apa yang kita sebut sebagai ancaman keamanan jaringan.

Ancaman keamanan jaringan dan metoda yang umum Dipakai

Berikut ini adalah berbagai macam kelas serangan atau metoda serangan terhadap keamanan infrastruktur jaringan anda

1. Memaksa masuk dan kamus password

Jenis ancaman keamanan jaringan ini lebih umum disebut sebagai Brute Force and Dictionary, serangan ini adalah upaya masuk ke dalam jaringan dengan menyerang database password atau menyerang login prompt yang sedang active. Serangan masuk paksa ini adalah suatu upaya untuk menemukan password dari account user dengan cara yang sistematis mencoba berbagai kombinasi angka, huruf, atau symbol. Sementara serangan dengan menggunakan metoda kamus password adalah upaya menemukan password dengan mencoba berbagai kemungkinan password yang biasa dipakai user secara umum dengan menggunakan daftar atau kamus password yang sudah di-definisikan sebelumnya.

2. Denial of Services (DoS)

(13)

rentan dari suatu operating system, layanan-2, atau applikasi-2. Exploitasi terhadap celah atau titik lemah system ini bisa sering menyebabkan system crash atau pemakaian 100% CPU.

Tidak semua Denial of Services ini adalah merupakan akibat dari serangan keamanan jaringan. Error dalam coding suatu program bisa saja mengakibatkan kondisi yang disebut DoS ini. Disamping itu ada beberapa jenis DoS seperti:

a. Distributed Denial of Services (DDoS), terjadi saat penyerang berhasil meng-kompromi beberapa layanan system dan menggunakannya atau memanfaatkannya sebagai pusat untuk menyebarkan serangan terhadap korban lain.

b. Ancaman keamanan jaringan Distributed refelective deniel of service (DRDoS) memanfaatkan operasi normal dari layanan Internet, seperti protocol-2 update DNS dan router. DRDoS ini menyerang fungsi dengan mengirim update, sesi, dalam jumlah yang sangat besar kepada berbagai macam layanan server atau router dengan menggunakan address spoofing kepada target korban.

c. Serangan keamanan jaringan dengan membanjiri sinyal SYN kepada system yang menggunakan protocol TCP/IP dengan melakukan inisiasi sesi komunikasi. Seperti kita ketahui, sebuah client mengirim paket SYN kepada server, server akan merespon dengan paket SYN/ACK kepada client tadi, kemudian client tadi merespon balik juga dengan paket ACK kepada server. Ini proses terbentuknya sesi komunikasi yang disebut Three-Way handshake (bahasa teknis kita apa yach …masak jabat tangan tiga jalan????he..he..) yang dipakai untuk transfer data sampai sesi tersebut berakhir. Kebanjiran SYN terjadi ketika melimpahnya paket SYN dikirim ke server, tetapi si pengirim tidak pernah membalas dengan paket akhir ACK.

(14)

dari satu paket yang dikirim. Serangan yang umum adalah dengan jalan mengirimkan broadcast kepada segmen jaringan sehingga semua node dalam jaringan akan menerima paket broadcast ini, sehingga setiap node akan merespon balik dengan satu atau lebih paket respon.

e. Serangan keamanan jaringan Ping of Death, adalah serangan ping yang oversize. Dengan menggunakan tool khusus, si penyerang dapat mengirimkan paket ping oversized yang banyak sekali kepada korbannya. Dalam banyak kasus system yang diserang mencoba memproses data tersebut, error terjadi yang menyebabkan system crash, freeze atau reboot. Ping of Death ini tak lebih dari semacam serangan Buffer overflow akan tetapi karena system yang diserang sering jadi down, maka disebut DoS attack.

f. Stream Attack terjadi saat banyak jumlah paket yang besar dikirim menuju ke port pada system korban menggunakan sumber nomor yang random. 3. Spoofing

Spoofing adalah seni untuk menjelma menjadi sesuatu yang lain. Spoofing attack terdiri dari IP address dan node source atau tujuan yang asli atau yang valid diganti dengan IP address atau node source atau tujuan yang lain.

4. Serangan Man-in-the-middle

Serangan keamanan jaringan Man-in-the-middle (serangan pembajakan) terjadi saat user perusak dapat memposisikan diantara dua titik link komunikasi.

5. Spamming

Spam yang umum dijabarkan sebagai email yang tak diundang ini, newsgroup, atau pesan diskusi forum. Spam bisa merupakan iklan dari vendor atau bisa berisi kuda Trojan. Spam pada umumnya bukan merupakan serangan keamanan jaringan akan tetapi hampir mirip DoS.

6. Sniffer

(15)

paket yang lewat media jaringan kedalam file. Serangan Sniffer sering difokuskan pada koneksi awal antara client dan server untuk mendapatkan logon credensial, kunci rahasia, password dan lainnya.

7. Crackers

(16)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Firewall merupakan suatu sistem proteksi untuk melaksanakan pengawasan lalu lintaspaket data menuju atau meninggalkan sebuah jaringan computer sehingga paket data yang telah diperiksa dapat diterima, ditolak atau bahkan dimodifikasi terlebih dahulu sebelum memasuki atau meninggalkan jaringan tersebut.

Firewall pada dasarnya merupakan penghalang antara komputer Anda (atau jaringan) dan Internet (luar dunia). Firewall bisa diumpamakan dengan seorang penjaga keamanan yang berdiri di pintu masuk rumah kita (satpam) yang bertugas menyaring pengunjung yang datang ke tempat kita, Dia mungkin mengizinkan beberapa pengunjung untuk masuk sementara,menyangkal orang lain yang ia sangka penyusup. Demikian pula firewall adalah sebuah program perangkat lunak atau perangkat keras yang menyaring informasi (paket) yang datang melalui internet ke komputer pribadi anda atau jaringan komputer.

3.2 Saran

(17)

DAFTAR ISI

https://id.wikipedia.org/wiki/Keamanan_jaringan https://www.google.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Sistem keamanan jaringan komputer ini yang terhubung ke internet harus direncanakan dan dipahami dengan baik agar dapat melindungi sumber daya yang berada dalam jaringan tersebut

Jaringan komputer adalah kumpulan dari komputer, printer, modem dan perangkat lainnya (devices) yang dapat berkomunikasi antara satu dengan lainnya dengan

Sistem keamanan jaringan komputer ini yang terhubung ke internet harus direncanakan dan dipahami dengan baik agar dapat melindungi sumber daya yang berada dalam jaringan tersebut

Jaringan komputer merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat dielakkan lagi, dan secara umum, yang disebut jaringan komputer adalah sekumpulan atau kelompok dari

- Ancaman ideologis, yaitu segala bentuk ancaman yang dapat mengganggu ketahanan nasional suatu negera yang dilakukan dalam tataran pemikiran, seperti perang ideologi,

 LAN (Lokal Area Network) suatu jaringan yang memiliki satu jaringan lokal yang berada dalam satu lokasi fisik yang sama yang menghubungkan komputer dengan komputer lain

Worm :  Program  yang  dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian‐kopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan.  Begitu tiba,  worm  diaktifkan untuk mereplikasi

Sistem keamanan jaringan komputer yang terhubung ke Internet harus direncanakan dan dipahami dengan baik agar dapat melindungi sumber daya yang berada dalam jaringan tersebut secara