TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG PERCAYA

53 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

J

awaban seseorang atas pertanyaan diatas ini menentukan kesadaran dirinya. Ada yang menjawab aku bersama istri atau suami atau aku bersama dengan anak-anak, atau juga dengan teman-teman, dan juga mungkin ada yang menjawab aku lagi sendiri semua sedang pergi. Secara otomatis itulah jawaban mayoritas manusia. Apakah jawaban itu salah? Tergantung dari sudut mana anda melihatnya. Kenyataan secara alami bisa jadi memang begitu. Manusia cenderung terfokus kepada keadaan mereka secara manusiawi, sebab memang sudah terlatih ditempat itu.

Pembaca dan saya perlu melatih lebih serius dan sungguh-sungguh, bahwa sebenarnya kita adalah: manusia rohani. Jika anda telah lahir baru, artinya anda lahir dari Roh Allah, lahir dari Firman Tuhan (1 Petrus 1:23).

Proses itu membuatnya menjadi manusia roh, yang mempunyai jiwa yaitu kehendak, pikiran dan perasaan dan tinggal di dalam tubuh (1 Tesanolika 5:23). Sebelum proses kelahiran baru, seseorang terlatih sebagai manusia daging, yang hanya terfokus kepada apa yang dilihat dan dirasakan saja. Sehingga seseorang harus kembali melatih dirinya untuk terfokus kepada manusia roh, bukan manusia alamiah.

(2)

renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung”.

Ketika seseorang membuat keputusan untuk berjalan dipimpin roh itulah saat dimana hidupnya dimulai dengan berkata: ya, kepada hal-hal yang dari Tuhan. Artinya ia memilih hidup, ia memilih berkat, ia memilih untuk percaya kepada Tuhan, memilih Firman diatas segala-galanya dan percaya kepada hal yang terbaik dari Tuhan. Dia percaya setiap langkahnya di pimpin Tuhan, bahwa hidupnya diberkati, dan dia percaya bahwa kemakmuran adalah kehendak Tuhan baginya!

Orang ini mulai mengkonsumsi firman

Tuhan dan membuang hal-hal yang tidak membawa kehidupan baginya, sehingga yang keluar dari mulutnya hanya hal-hal yang baik tidak ada lain dari itu. Dia tidak mentolerir hal yang bukan dari Tuhan. Dia menjadi orang yang tidak kompromi, sebab telah membuat keputusan yang berkwalitas, dimana dia tidak akan kembali”menjilat ludahnya”. Imannya

dimulai saat dia menyerap firman yaitu

kehendak Tuhan.

Begitu seorang bertanya kepadanya: “Bersama siapakah anda?”, dengan penuh keyakinan dia akan menjawab : aku bersama dengan Tuhan! Dan dia yakin bahwa bersama dengan-Nya segala hal bisa terjadi bagi dia, walaupun saat itu belum ada perubahan di hidupnya. Mengapa? Sebab dia percaya kepada orang yang berjanji. Iman adalah percaya kepada seseorang. Firman berkata: “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah”- Mazmur 89:35. Otomatis kesadarannya berubah setelah makanannya berubah. Betul, itu perlu proses, tidak segera terjadi, tetapi ketika dia melepaskan imannya dengan memperkatakan firman secara konsisten keadaan pasti akan berubah. Orang ini akan menerima apa yang ia perkatakan. Dan juga orang ini akan mengalami proses transformasi pikirannya, ia akan diubah dari iman ke iman, dari kemuliaan kepada kemuliaan, amin.

BAGI TUHAN SEGALA SESUATU MUNGKIN

“Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin” (Matius 19:26). Mari kita lihat struktur bahasa lebih dahulu, supaya kita dapat lebih mudah memahaminya. Persamaan kata “bagi” ialah : bersama atau berbareng; dan persamaan”mungkin” ialah: bisa terjadi atau tidak ada yang mustahil. Sehingga saya bisa mensubstitusi kalimatnya dengan persamaan katanya, agar kita bisa memahami lebih jelas:

“Bagi manusia hal ini tidak bisa terjadi atau mustahil terjadi, tetapi bersama atau berbareng Allah segala sesuatu bisa terjadi atau bersama/berbareng Allah tidak ada yang mustahil”.

Artinya satu-satunya jalan bagi orang percaya supaya segalanya bisa terjadi, atau segalanya mungkin dan tidak ada yang mustahil bagi hidup mereka di dunia ini, kuncinya, mereka harus bersama atau berbareng dengan Tuhan. Pernyataan ini bisa dikatakan sombong, takabur, angkuh. Ini bukan perkataan saya, ini perkataan Yesus, dalam terjemahan bahasa Inggris, setiap perkataan Yesus ditulis dengan huruf berwarna merah. Dan perkataan Yesus selalu menang! Anda dan saya masih ada di dalam dunia, dan dalam dunia kamu akan menerima penganiayaan, kata Yesus, tetapi bersukacitalah karena Yesus telah mengalahkan setiap masalah dan memberikan anda dan saya kemenangan (Yohanes 16:33; 1 Yohanes 5:5)). Satu hal, ketidak mungkinan menjadi hal yang biasa bagi seorang yang berjalan tanpa Yesus, tetapi tidak bagi mereka yang senantiasa berjalan dengan Yesus.

Alkitab katakan bahwa : “Allah adalah Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran”(Yohanes 4:24). Dengan kata lain Tuhan adalah super-natural, sehingga setiap perkataan-Nya adalah juga supernatural dan siapa yang dapat berhubungan dengan-Nya harus berasal dari “spesies” yang sama dengan Tuhan. Artinya seseorang harus lebih dahulu

lahir dari roh dan firman yaitu kebenaran supaya

memenuhi syarat bisa berhubungan dengan Tuhan.

(3)

sekarang saja? Saya toh tetap mengasihi Tuhan Yesus, saya rajin beribadah, saya takut akan Tuhan? Bisa saja seorang tetap di tempat yang sama, tetapi di tempat yang baru anda dapat kesempatan agar bisa terima yang maksimal semua yang telah tersedia baginya di dalam Kerajaan Tuhan. Segala yang baik, yang indah semua yang disediakan-Nya bagi anak-anak-Nya. Bisa jadi anda telah “kecipratan” kebaikan Tuhan, tapi ini bicara, segalanya yang baik yang telah disediakan oleh Tuhan yang baik dari sebelum dunia di jadikan. Tuhan mau anda dan saya ada bersama dengan Dia. Dia mau tidak ada yang mustahil bagi kita yang bersama dengan Dia. Tuhan mau anda menerima posisi yang telah disediakan

olehNya tanpa anda harus melakukan sesuatu, yang disebut kasih karunia. Posisi sangat terhormat, “Di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga”-Efesus 2:6. Terjemahan NKJ,”...membuat kita duduk bersama-sama di sorga di dalam Kristus Yesus”.

Keinginan Tuhan bagi mereka yang percaya dan mengundang Dia masuk

ke dalam hidupnya ialah: “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan”(Yohanes 10:10). Artinya Tuhan tidak berkeberatan jika hidup orang percaya berkelimpahan, sebab itulah maksud kedatangan-Nya. Oleh sebab itu janganlah cepat puas jika anda berada dalam tempat yang cukup. Ada ruang untuk anda naik dan naik lagi. Apalagi jika anda ditempat yang belum cukup, itu bukanlah tempat anda. Tuhan sediakan tempat yang terbaik untuk semua orang yang percaya. Cari tahu tempat dimana anda harus berada, karena ditempat itu, kasih karunia Tuhan cukup bagi anda!

Mungkin ada yang berkata, tapi

maksudnya firman adalah hal yang rohani, bukan

material. Mari kita lihat 3 Yohanes 2, “Saudaraku

yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik, dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja”. Persamaan kata baik : mujur, beruntung, menguntungkan, berguna, selamat, pulih. Dengan kata lain, ayat ini mengatakan, kemakmuran seorang, termasuk kesehatan, keuangan, hubungan pribadi, terkait dengan jiwanya, yaitu pikiran, kehendak dan emosinya. Pikiran, kehendak dan emosi seseorang perlu makmur terlebih dahulu, agar supaya hubungannya dengan Tuhan baik yang berakibat kesehatan, rumah tangga, keuangan, bisnis, pekerjaannya semua akan jadi baik-baik saja. Supaya bisa menikmati segala yang telah disediakan bagi orang benar, satu hal yang perlu dilakukan yaitu pembaharuan pikiran (Roma 12: 2). Yesus berkata, “Jikalau

kamu tetap dalam

firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”(Yohanes 8:31-32). Menetap di dalam Firman dan Firman di dalam seseorang, tidak dapat diganti dengan rajin beribadah, aktif di kegiatan sosial, menjadi “pengerja” semuanya itu baik, tetapi tidak dapat merubah hidupmu. Pembaharuan pikiran adalah kunci perubahan dan terobosan dalam kehidupan orang percaya.

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ORANG YANG PERCAYA

Ini adalah ucapan Yesus yang dikatakan kepada ayah dari anak yang menderita sakit epilepsi. Terjemahan lain katakan, “Jika kamu percaya tidak ada yang mustahil bagi dia yang percaya”-Markus 9:23. Percaya kepada apakah maksud Yesus disini? Jelas percaya kepada perkataan Yesus yaitu Firman (Yohanes 1:14).

(4)

Yesus dalam pelayanan selama kurang lebih 3.5 tahun di bumi ini, tidak otomatis menjadikan mereka langsung percaya kepada-Nya. Lihat kata-Nya,”Hai kamu angkatan yang tidak percaya...”(Markus 9:19). Yang dimaksud Yesus dengan mereka adalah murid-murid dan beberapa ahli Taurat (ayat 14). Ingat, murid-murid ini 24/7 bersama dengan Yesus, yaitu Firman yang hidup. Saya mau anda perhatikan, kesempatan hidup bersama dengan Yesus tidak langsung membuat murid-murid pertama mempunyai iman! Begitu juga sibuk dengan kegiatan keagamaan dan ritual gerejani, tidak serta merta menempatkan anda pada golongan orang percaya.

Alkitab kategorikan orang percaya,

adalah orang yang percaya firman dalam hati dan

mengaku dengan mulut (Roma 10:9-10). Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati (Matius 12:34). Dan iman atau percayanya seseorang

akan firman tidak ada jalan lain atau jalan pintas selain mendengar dan mendengar firman

Kristus (Roma 10:17). Tradisi katakan bahwa iman akan timbul melalui pencobaan ataupun penderitaan, itu sama sekali tidak benar! Tidak ada seperti itu tercantum di Alkitab. Kita bisa

mendengar firman yang diurapi dan di ajarkan

oleh pelayan Injil yang diurapi, tetapi kembali kepada pendengar, mereka harus memilih, mau percaya atau tidak percaya! Orang yang percaya pasti akan berkata-kata. Terlepas apa yang kita percayai. Jika banyak mengkonsumsi berita-berita dunia yang penuh dengan ketakutan, kekacauan, malapetaka ataupun kekurangan hal itu pula yang akan keluar dari mulut anda. Coba berhenti sejenak dari segala rutinitas anda, dan evaluasi kembali, ucapan siapkah yang aku percayai? Ucapan manusia atau media ataukah ucapan Tuhan? Belajar jujur kepada diri sendiri! Jika anda tahu persis bahwa yang lebih banyak

keluar dari mulut anda adalah firman Tuhan, yang saya maksud adalah firman yang sifatnya

roh bukan hanya sekedar hafalan, maka bagi anda tidak ada yang mustahil. Ujiannya adalah ketika anda terdesak atau tersudut apa yang akan keluar dari mulut anda. Apa yang akan keluar dari kemasan pasta gigi ketika anda memencetnya, harusnya yang keluar adalah pasta bukan? Bukan saos tomat. Begitu juga ketika menghadapi masalah dalam hidup ini, apa

yang akan terucap dari mulut, itu menentukan apa yang ada di dalam hati. Hal ini tidak dapat dimanipulasi.

Firman katakan, “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah. Untuk

selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh

di sorga”-Mazmur 89:35; 119:89”. Sebagai orang yang percaya kepada Firman, anda dan

saya tidak perlu melakukan sesuatu agar firman

dapat terwujud dalam hidup kita. Sama sekali tidak. Anda dan saya menerima kemenangan tanpa mengeluarkan keringat! Bukan berarti dalam hidup kita tidak ada yang menentang. Bisa dipastikan kita akan menghadapi tantangan, penganiayaan, penderitaan, tetapi kita adalah pemenangnya (Yohanes 16:33). Juga dalam menghadapi tantangan kita tidak sendiri karena Tuhan beserta dengan kita. Betul kita harus

berdiri teguh sampai firman menjadi kenyataan

dalam hidup kita. Tetapi anda dan saya tidak

melakukan peperangan fisik. Sebab firman di Yesaya 55:11 “demikianlah firman-Ku yang keluar

dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya”. Saudara, ini saat

yang tepat untuk bersorak! Oleh sebab firman

Tuhan yang keluar dari mulut andalah yang akan melakukan bagiannya. Lagipula, Injil adalah kekuatan Allah (Roma 1:16). Adakah yang terlalu sulit bagi Tuhan? Sama sekali tidak ada ! Dan begitu juga tidak ada yang sulit bagi mereka yang percaya kepada Tuhan yang adalah Firman yang hidup.

DILUAR AKU KAMU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA

“Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”(Yohanes 15:5). Arti kata tinggal di dalam Aku ialah tinggal ataupun berdomisili permanen. Sesuatu yang bukan musiman atau kontrak untuk periode tertentu, tetapi seterusnya tinggal di dalam Firman dan Firman di dalam kita secara permanen.

(5)

batangnya? Ranting itu tidak akan langsung mati dalam waktu sehari atau dua, tetapi dipastikan ranting itu akan mati. Yesus mengibaratkan diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita yang percaya kepada-Nya sebagai ranting. Ketika ranting tidak terkoneksi kepada pokok anggur itu, ranting tidak dapat berbuat apa-apa. Ranting tidak berdaya jika terputus koneksinya dari pokoknya.

Agar senantiasa berkemenangan dalam hidup di dunia ini amatlah mustahil bila tidak terkoneksi dengan Kehidupan. Keputusan seorang untuk menetap di dalam Yesus Kristus (yang di urapi dengan Urapan-Nya) memungkinkan dia mengalami hal yang super-natural. Sebagai manusia natural untuk dapat menikmati segala yang super-natural, yang perlu dilakukan hanya terkoneksi dengan yang super-natural sehingga hal yang super-super-natural dapat mengalir kepadanya yang natural.

Manusia alami banyak hadapi kendala dalam hidup ini. Itulah sebabnya Yesus memberi kunci keberhasilan bagi kita, yaitu menempel atau melekat kepada-Nya. Diluar Dia kita tidak dapat melakukan apa-apa. Diluar Dia yang dihadapi adalah kegagalan, ketidak mungkinan, kesulitan, tragedi, kesialan. Apalagi ketika kita menghadi masalah yang begitu banyak sendirian, hanya frustrasi dan stress yang akan mengikuti seumur hidup kita.

Hidup tanpa Yesus, ataupun hidup diluar pokok anggur berarti berjalan dengan kekuatan sendiri, dan tidak heran jika yang dihadapi adalah beban berat dan alami letih lesu. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan”-Matius 11:28-30. Yesus tidak memberikan beban berat, Dia tidak punya beban itu, sehingga Dia tidak bisa memberikan apa yang Dia tidak punya.

Yesus menawarkan untuk mereka yang berbeban berat, datang kepada-Nya dan menyerahkan beban mereka kepada-Nya, untuk ditukar dengan kuk yang dari pada-Nya yaitu kuk berupa: hidup yang tenteram, nyaman, santai, tak terikat, makmur, sejahtera, menyenangkan

dan mudah. Bagaimana kedengarannya bagi anda? Jika anda ditawarkan sesuatu yang baik, dan menukarkan yang tidak baik yang ada pada anda, apakah ditolak?

Yesus akan memberi kelegaan, akan menyegarkan jiwa kita yang telah capai, sudah lelah bergulat dengan kehidupan hari kehari. Dia adalah Gembala yang akan membaringkan domba-dombanya ke padang yang berumput hijau. Hal ini perlu kerjasama antara domba dengan Gembala. Ketika domba membiarkan dirinya di tuntun Gembala, Gembala tahu persis apa yang dibutuhkan oleh domba-domba-Nya.

Kemana saja Yesus pergi ketika Dia berkeliling dalam pelayanan-Nya di muka bumi, Ia memulainya dengan mengatakan “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku....” untuk apa urapan yang ada pada Yesus? Untuk : menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan; untuk memberitakan penglihatan bagi orang-orang buta; untuk membebaskan orang-orang-orang-orang yang tertindas; untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang – tahun Yobel”- Lukas 4:18-19.

Saudara, suatu pernyataan yang amat berani dikatakan oleh Yesus, diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yang artinya, tanpa Yesus, segala sesuatu menjadi mustahil, menjadi tidak mungkin atau tidak bisa terjadi. Saya percaya tidak ada satu orangpun yang mempunyai cita-cita atau mimpi untuk gagal dalam hidup ini! Tetapi kenyataan hidup ini ada yang berhasil dan ada yang gagal. Cuma satu orang saja yang dengan berani mengatakan : bersama Aku tidak ada yang mustahil; Dia berkata juga bahwa : Kasih tidak pernah gagal; perkataan yang lain mengatakan imanmu (terhadap Aku) telah mengalahkan dunia; di dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Sekarang pilihan ada pada anda dan saya, perkataan siapakah yang anda mau percaya? Keputusan kita membawa keberhasilan vs kegagalan, atau keuntungan vs kerugian.

(6)

sungguh-sungguh mencari Dia – Ibrani 11:6.

KASIH TIDAK P E R N A H GAGAL

“Kasih tidak b e r k e s u d a h a n ” - 1 Korintus 13:8. Terjemahan King James tertulis, “Kasih tidak pernah gagal” ataupun, Kasih tidak pernah menjadi tidak

efisien; terbuang;

tidak berhasil; m e n g a l a m i k e m u n d u r a n . Perlu iman untuk

mempercayai bahwa Kasih tidak pernah tidak berhasil. Tidak ada yang dapat bekerja tanpa Kasih. Dimana Yesus berkata, diluar Aku (Kasih) kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Artinya kegagalan menjadi hal yang biasa bagi mereka yang berjalan tanpa Kasih. Kasih Agape adalah Kasih Tuhan. Tuhan bukan saja mempunyai kasih, Tuhan adalah Kasih! Kasih adalah seorang pribadi.

Ini adalah kekuatan yang baru, yang akan membuat seseorang yang memilih berjalan dengan Kasih menguasai atau mengendalikan segala situasi. Pilihan seorang untuk berjalan senantiasa dengan Kasih membuat “Setiap senjata yang ditempa terhadap engkau tidak akan behasil, dan setiap orang yang melontarkan tuduhan melawan engkau dalam pengadilan, akan engkau buktikan salah”-Yesaya 54:17. Proteksi Tuhan nyata bagi mereka percaya kepadaNya, “Orang benar tidak akan ditimpa oleh bencana apapun, tetapi orang fasik akan senantiasa celaka”-Amsal 12:21.

Kasih adalah kuasa adalah kekuatan Tuhan. Kasih sanggup melindungi dan menaungi mereka yang percaya kepada-Nya. Tidak ada yang dapat menyakiti perasaan seseorang, sebab orang itu tidak diperintah oleh perasaan. Orang percaya ini diperintah oleh Kasih Tuhan. Kasih atau anugerah Tuhan menjadi seperti perisai

bagi orang percaya, karena Tuhan memberkati orang itu (Mazmur 5:13).

Bencana demi bencana yang terjadi di negeri kita harusnya menjadi titik balik bagi anda dan saya untuk benar-benar membutuhkan Yesus lebih dari sebelumnya. Tekanan ekonomi, frustrasi, bunuh membunuh, kehancuran, kelelahan, beban yang berat, gangguan kejiwaan, terjadi dimana saja, kapan saja dan membuat orang semakin tertekan. Kembali mari teliti ucapan Yesus, “...sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Ketika banyak orang bertanya-tanya mengapa bencana, tragedi terjadi? Tidak terkecuali dialami juga oleh mereka yang Kristen. Mereka mencoba memenuhi kebutuhan hidup tanpa Yesus, dan menjadikan keadaan semakin parah (Matius 6:25-33). Saudara, tidak perduli apa yang terjadi di dunia, apakah saatnya baik atau buruk. Tanpa Yesus keadaan semakin buruk dan bertambah parah. Ketika Yesus terlibat dalam kehidupan saudara dan saya, rencana-Nya terlaksana dalam hidup kita. Berkat mengambil alih, sehingga kutuk kehilangan kuasa untuk buat hidup anda dan saya hancur, haleluya, amin!

(7)

1:13). Saudara, mari kita simak perkataan Yesus di Yohanes 16:33 “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia”.

Agar kita beroleh damai sejahtera dan selalu menang harus berada di manakah kita? Harus bersama atau di dalam siapakah kita? Perhatikan baik-baik, ayat diatas ini, supaya anda dan saya ada dalam damai sejahtera, kita harus ada di dalam Yesus yaitu Firman, bukan “denominasi”! Yesus tidak mengatakan bahwa seseorang harus terkoneksi pada denominasi tertentu, jika tidak, dia tidak akan mendapatkan damai sejahtera atau kemenangan! Penekanan, :... kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.... Aku telah mengalahkan dunia! Artinya, untuk menerima semua yang disediakan Yesus, anda dan saya harus berada di dalam DIA yaitu Firman, yaitu Kasih, bukan yang lainnya! Jika tidak di dalam Firman atau Kasih, artinya berada di dalam dunia, yang mana membuat kekalahan tak terelakkan.

Kembali kepada anda, percayakah anda akan perkataan Yesus? Percayakah anda bahwa Yesus telah mengalahkan dunia (masalah, sakit penyakit, kemiskinan, kebodohan dlsb)? Bagi mereka yang tidak percaya, berarti ia di dalam dunia, tanpa Kristus, artinya tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia (Efesus 2:12). Yesus menyebut murid-muridNya dan juga ahli Taurat sebagai, angkatan yang tidak percaya!-Markus 9:19. Dengan kata lain, angkatan orang yang tidak beriman. Keras sekali perkataan Yesus, dan Dia tidak tedeng aling-aling. Apakah Yesus seorang yang beriman? Apakah Yesus hidup dan bicara dengan iman? Jawabannya: Ya ! Ini pernyataan-Nya, “Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan pada Allah” (Yohanes 8:29; Ibrani 11:6).

Segala sesuatu telah dilakukan oleh Firman, dan Tuhan tidak akan melakukan apapun lagi (Kejadian 2:3). Tuhan tidak tergerak atas kebutuhan, Dia tidak tergerak oleh sulitnya masalah manusia. Jika Tuhan tergerak atas

kebutuhan, dunia tidak akan seperti sekarang ini?? Dan Tuhan tidak pernah berubah !

Tuhan hanya tergerak oleh iman (Ibrani 11:6). Dia tidak tergerak oleh airmata juga, ataupun doa-doa yang tidak berdasarkan Firman-Nya. Banyak orang tradisi sering menyebutnya semuanya tergantung Tuhan? Apakah memang demikian? Artinya Tuhan otoriter, apakah itu karakter Tuhan?

Perhatikan firman ini, “Siapa yang

memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian”-Amsal 28:9.

Artinya mengabaikan firman adalah kekejian bagi

Tuhan. Firmannya tetap teguh di sorga (Mazmur 119:89). Tuhan tidak akan merevisi perkataanNya! Dia tidak dapat berdusta. Perkataan-Nya adalah ya dan amin. Anda dan saya tidak dapat “doa”

dengan kata-kata yang tidak berdasarkan firman,

karena itu merupakan kekejian bagi Dia. Berdoa dengan kata-kata yang puitis, yang indah, dan berkeluh kesah atas beban hidup tidak asing bagi telinga tradisi, tapi apakah itu berkenan bagi Tuhan?

Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu”-Matius 11:28. Dengan kata lain Dia berkata,”Marilah duduk bersama-sama dengan Dia di sorga”-Efesus 2:6. Artinya masuklah ketempat perhentian-Nya dan tetap di sana (Ibrani 4:11).

Sekarang, marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12:2). G

“sebab diluar Aku,

kamu tidak dapat

berbuat apa-apa.”

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...