• Tidak ada hasil yang ditemukan

AULIA MENTARI L 21020112130114 BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "AULIA MENTARI L 21020112130114 BAB I"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

  1 

 

BAB I 

PENDAHULUAN 

   

1.1 LATAR BELAKANG 

Pada  beberapa  tahun  terakhir  wisatawan  yang  berkunjung  ke  Kabupaten  Bandung  Barat  selalu  mengalami  peningkatan.  Dapat  dilihat  dari  data  yang  diperoleh  dari Dinas  Kebudayaan  dan  Pariwisata  Kabupaten  Bandung  Barat  pada  tahun  2013.  Dari  tahun  2010  hingga 2013 jumlah wisatawan mancanegara maupun domestik setiap tahunnya mengalami  peningkatan. Pada  tahun  2010    wisatawan  mancanegara  berjumlah  7.180  dan  wisatawan  domestik 819.345 yang apabila dijumlah maka jumlahnya menjadi 826.525, dan pada tahun  2013  wisatawan  mancanegara  berjumlah  10.781  dan  wisatawan  domestik  berjumlah  1.342.088  yang  apabila  dijumlah  maka  jumlahnya  menjadi  1.352.869.  Dari  tahun  2010  hingga  2013  mengalami  peningakatan  wisatawan  yang  sebanyak  526.344  orang  (Dinas  Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, 2013). 

Kabupaten  Bandung  Barat  memiliki  banyak  objek  wisata.  Tujuan  obyek  wisata  yang  biasa dikunjungi wisatawan di Kabupaten Bandung Barat adalah wisata alam, wisata kuliner,  wisata budaya. 

 Lembang  merupakan  salah  satu  tempat  yang  paling  terkenal  di  Kabupaten  Bandung  Barat  bagi  para  wisatawan  yang  berkunjung  di  Kabupaten  Bandung  Barat.  Lembang  merupakan  kecamatan  di  Kabupaten  Bandung  Barat.  Lembang  berada  dikawasan  dataran  tinggi  yang  memiliki  banyak  tempat  wisata  yang  bisa  dikunjungi.  Pemandangan  di  sekitar  Lembang memiliki pemandangan yang indah dan udaranya pun sejuk. Tak heran jika banyak 

wisatawan yang berkunjung ke daerah Lembang. Terdapat banyak tempat wisata yang biasa  dikunjungi oleh wisatawan di Lembang. 

Beberapa  tempat  wisata  yang  berada  di  Lembang  adalah  Bosscha,  Puncak  Pluncut,  Dusun Bambu, Kampung Gajah, Jendela Alam dan yang lainnya.  

Seiring dengan jumlah wisatawan yang meningkat setiap tahunnya maka tingkat hunian  kamar  hotel  juga  setiap  tahunnya  terus  mengalami  peningkatan.  Jika  memasuki  libur  akhir  pekan yang panjang (long weekend), tawaran daftar tunggu (waiting list) atau bahkan tidak  kebagian kamar pun tak urung menjadi masalah yang sering dihadapi oleh para wisatawan.  Saat  menjelang  libur  okupansi  hotel  di  Kecamatan  Lembang,  Kabupaten  Bandung  Barat  meningkat hingga 90 persen (Pikiran Rakyat, 11 Desember 2015). 

(2)

  2  bisa semakin menambah daya tampung penginapan bagi para wisatawan yang berwisata di  Lembang terutama saat menghadapi liburan panjang ataupun libur akhir pekan.  

 

1.2 TUJUAN DAN SASARAN  1.2.1 Tujuan 

Untuk  memperoleh  landasan  program  perencanaan  dan  perancangan  arsitektur  Hotel Resort di Lembang Kabupaten Bandung Barat. 

1.2.2 Sasaran 

Tersusunnya Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur berupa  tahap  –  tahap  dalam  menentukan  konsep  perencanaan  dan  perancangan  dan  desain grafis yang akan dikerjakan. 

  1.3 MANFAAT 

1.3.1 Subyektif  

Sebagai  pemenuhan  syarat  Tugas  Akhir  Jurusan  Arsitektur  Fakultas  Teknik  Universitas  Diponegoro  yang  nantinya  digunakan  sebagai  pegangan  dan  pedoman dalam proses Studio Grafis Tugas Akhir. 

1.3.2 Obyektif  

Dapat  bermanfaat  bagi  yang  membutuhkan  untuk  sebagai  bahan  masukan/referensi  tentang  perencanaan  dan  perancangan  hotel  resort,  dan  khususnya bagi mahasiswa arsitektur. 

 

1.4 RUANG LINGKUP  1.4.1 Secara Substansial 

Pembahasan mencangkup hal‐hal yang berkaitan dengan aspek perencanaan dan  perancangan  sebuah  hotel  resort  dengan  disiplin  ilmu  arsitektur.  Hal‐hal  yang  diluar  ilmu  arsitektur  akan  dibahas  seperlunya  sepanjang  masih  berkaitan  dan  mendukung masalah utama  

1.4.2 Secara Spasial 

Kota Bandung merupakan kota tujuan wisata dengan panorama keindahan alam  dan  potensi  wisata  belanjanya  semakin  membuat  kota  Bandung  menjadi  favorit  tempat tujuan wisata bagi para wisatawan. 

 

1.5 METODE PEMBAHASAN   1.5.1 Metode Deskriptif 

Metode  deskriptif  yaitu  dengan  melakukan  pengumpulan  data.  Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  cara  :  studi  pustaka  /  studi  litaratur,  data  dari  instansi  terkait,  wawancara  dengan  narasumber,  observasi  lapangan  serta  pencarian  melalui internet. 

1.5.2 Metode Dokumentatif 

Metode  dokumentatif  yaitu  dengan  mendokumentasikan  data  yang  menjadi  bahan  penyusunan  penulisan  ini.  Cara  pendokumentasian  data  adalah  dengan  memperoleh gambar visual dari foto – foto survey lapangan. 

1.5.3 Metode Komparatif 

(3)

  3  resort  disuatu  kota.  Data  yang  terkumpul  kemudian  diidentifikasi  dan  dianalisa  serta dibandingkan untuk memperoleh gambaran yang cukup lengkap mengenai  karakteristik dan kondisi yang ada.  

 

1.6 SISTEMATIKA PEMBAHASAN   BAB I   PENDAHULUAN 

Berisi  pembahasan  tentang  latar  belakang,  tujuan  dan  sasaran,  manfaat,  metode  pembahasan,  sistematika  pembahasan,  dan  alur  pikir  yang  melandasi pemilihan judul.  

BAB II   TINJAUAN PUSTAKA 

Membahas mengenai literatur tentang tinjauan pariwisata, tinjauan hotel  resort, tinjauan fasilitas pendukung hotel resort, dan studi banding  BAB III  DATA 

Membahas  mengenai  data  –  data  yang  ditinjau  secara  umum  maupun  khusus mengenai lokasi tapak hotel. 

BAB IV  ANALISA 

Berisi  kajian  terhadap  aspek‐aspek  perencanaan  yaitu  aspek  fungsional,  aspek kontekstual, aspek kinerja, aspek teknis, dan aspek arsitektural.  BAB V  KONSEP DASAR DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN 

ARSITEKTUR 

Membahas mengenai rumusan dari hasil kajian dan analisis berupa program  ruang,  konsep  dasar  perancangan  dan  karakter  tapak  terpilih  serta  kesimpulan‐kesimpulan yang akan digunakan sebagai dasar dan acuan dalam  studio grafis. 

(4)

  4 

• Kabupaten  Bandung  Barat  menjadi  salah  satu  tempat  yang  banyak  dikunjungi wisatawan  

• Jumlah  kunjungan  wisatawan  ke  Kabupaten  Bandung  Barat  setiap  tahun 

mengalami peningkatan (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, 2013) 

• Lembang  merupakan  salah  satu  tempat  yang  paling  terkenal  di  Kabupaten  Bandung Barat bagi para wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Bandung Barat. 

(www.thebandungtour.com, 2014) 

• Okupansi  hotel  di  Lembang  saat  libur  mencapai  90%  (Pikiran  Rakyat,  11  Desember 2015) 

• Daerah  Lembang  merupakan  tempat  yang  banyak  dikunjungi  wisatawan  untuk menikmati pemandangan dari atas pegunungan 

URGENSI 

• Dibutuhkan sebuah hotel resort yang dapat melayani kebutuhan wisatawan  untuk berwisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. 

ORIGINALITAS 

• Perencanaan  dan  perancangan  hotel  resort  dengan  konsep  terrace  yang 

TUJUAN 

Memperoleh  satu  usulan  judul  Tugas  Akhir  yang  jelas  dan  layak  dengan  suatu  penekanan  desain  yang spesifik sesuai dengan originalitas atas judul yang diajukan 

SASARAN 

Tersusunnya langkah – langkah pokok proses (dasar) perencanaan dan perancangan Hotel Resort  dengan  penekanan  desain kontemporer  berdasarkan  atas  aspek  –  aspek  panduan  perancangan  (design guide lines aspect) 

RUANG LINGKUP 

Disiplin ilmu arsitektur mengenai perencanaan dan perancangan Hotel Resort di Bandung beserta  perancangan tapak lingkungan sekitarnya 

STUDI PUSTAKA 

•Landasan Teori 

•Standar  perencanaan  dan perancangan    

STUDI LAPANGAN  

•Tinjauan Kabupaten  Bandung Barat 

•Tinjauan Lokasi dan Tapak 

 

STUDI BANDING  •Padma Hotel Bandung 

•The Haven Bali  

Kompilasi data dengan studi pustaka sehingga didapat permasalahan serta masukan dari studi 

banding yang kemudian digunakan untuk merencanakan Hotel Resort dengan Penyelesaian  Masalah Terrace di Lembang 

HASIL  JUDUL TUGAS AKHIR 

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karenanya, seiring dengan kemajuan ilmu dan tekhnologi dibidang keperawatan dan kedokteran yang semakin pesat, dimana kebutuhan akan terpenuhinya tuntutan fisik,

Dunia kerja yang semakin cepat berubah, penuh akan tekanan dan tuntutan untuk memajukan sebuah organisasi tersebut, membuat dibutuhkan terciptanya organizational

Potensi Aktivitas Arkeologi Sebagai Daya Tarik Wisata Minat Khusus Untuk Meningkatkan Kualitas Pengalaman Wisatawan di Kawasan Prambanan. Kawasan Prambanan Potensi

kunjungan wisatawan terus menerus. Tempat wisata dapat menurun kulitasnya karena turunnya mutu lingkungan.. budaya sebagai peninggalan sejarah dan jati diri bangsa.

Dibutuhkan sebuah bangunan Terminal Penumpang Bandar Udara Internasional yang dapat mengantisipasi kedatangan wisatawan dan mampu menfasilitasi kebutuhan wisatawan

Dibutuhkan sebuah bangunan Hotel Resort yang dapat mengantisipasi kedatangan wisatawan dan mampu menfasilitasi kebutuhan wisatawan domestik maupun mancanegara yang

tinggi, kecendrungan untuk memilih daerah tujuan wisata sebagai tempat berlibur akan semakin tinggi dan bisa jadi calon wisatawan membuat sebuah usaha pada Daerah Tujuan Wisata

Dengan meningkatnya para wisatawan yang datang ke tempat wisata ini dan semakin mudahnya masyarakat setempat mengakses dunia luar ataupun sebaliknya, secara tidak langsung hal