• Tidak ada hasil yang ditemukan

HOTEL BISNIS BINTANG 4 DI KOTA JAMBI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HOTEL BISNIS BINTANG 4 DI KOTA JAMBI - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

iv ABSTRAKSI

Oleh : Rahma Mastovani, Satrio Nugroho., Eddy Indarto

Hotel Bisnis adalah hotel yang fasilitas utamanya dapat mengakomodasi seluruh kegiatan bisnis tamu hotel. Sehingga kegiatan utama yang dilakukan di Hotel Bisnis adalah pertemuan, tidur dan makan. Hotel bisnis biasanya termasuk hotel mewah, hotel untuk pertemuan-pertemuan besar dan hotel untuk para tamu businessman. Dalam menetukan lokasi hotel bisnis yang dibangun harus dekat dengan kegiatan perdagangan dan jasa, dapat diakses dengan mudah melalui transportasi udara, darat dan air. Dari segi arsitekturnya, karakteristik dari Hotel Bisnis adalah merupakan bangunan tunggal dan dapat dibangun dilahan yang tidak terlalu luas, lebih mengeksplor dan memperhatikan bagian dalam bangunan, ruang-ruang didalam hotel harus memperhatikan sirkulasi antara zona publik seperti kelompok kegiatan umum, semi publik seperti kelompok kegiatan pengelola, service seperti kelompok kegiatan pelayanan, semi private yaitu kelompok tamu bersama dan private yaitu kegiatan menginap. Sirkulasi setiap zona harus dieksplor dan dirancang agar mencapai kenyamanan pengguna hotel tersebut. Karakteristik lainnya yaitu fasilitas hiburan misalnya karaoke room dan fasilitas olahraga seperti kolam renang dan fitness centre hanya sebagai pelengkap yang disesuaikan dengan kelas bintang hotel yang direncanakan juga memperhatikan karakteristik dari pengguna hotel yaitu businessman. Dalam merencanakan kapasitas jumlah kamar hotel bisnis, dengan melihat data-data proyeksi jumlah tamu tahun 2023, rata-rata lama tamu, occupancy, dan tingkat hunian ganda.

Dalam membangun hotel bisnis juga mempertimbangkan beberapa persyaratan dan peraturan daerah setempat mengenai bangunan tinggi, yang membedakan dari persyaratan dan peraturan daerah dari bangunan lainnya untuk bangunan hotel lebih spesifik adalah menentukan tinggi maksimal yang boleh dibangun di daerah tersebut dengan mempertimbangkan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan/ Sky Exposure Plane. Meliputi kawasan dengan radius berapa km dari areal terluar bandara. Bangunan-bangunan yang berada di dalam radius tersebut kemudian perlu diatur ketinggiannya agar di bawah ambang batas ketinggian yang ditentukan. Selain Sky Exposure Plane juga perlu diperhatikan Angle of Light Obstruction dan pertimbangan terhadap bahaya kebakaran.

Kajian diawali dengan mempelajari tentang karakteristik hotel bisnis dan perbedaan yang spesifik dengan jenis hotel lainnya, megumpulkan data-data mengenai karakteristik daerah Jambi, perkembangan hotel di Jambi, menentukan kapasitas jumlah kamar berdasarkan data-data terkait, serta studi banding beberapa Hotel Bisnis yang ada di Jambi. Pendekatan perancngan arsitektural dilakukakan dengan konsep Arsitektur Simbiosis, yang akan disimbiosiskan adalah potensi lokal, local wisdom dan preseden Kisho Kurokawa. Selain itu dilakukan pendekatan fungsional, kinerja, teknis dan konstekstual.

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai pedoman perencanaan adalah peraturan standarisasi Rumah Sakit yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI, kebutuhan ruang serta peraturan bangunan setempat.. Sarana

Peraturan bangunan yang akan digunakan mengacu pada peraturan daerah setempat yang tercantum dalam RDTRK Kota Semarang tahun 2011 – 2030. Penentuan lokasi dan tapak

Untuk perkembangan arsitektur secara umum, mampu menjadi bangunan percontohan bagi bangunan lainnya dalam tema pengendalian isu lingkungan dalam bidang desain bangunan..

City hotel adalah hotel yang lokasinya terletak di pusat kota, umumnya dipergunakan untuk tempat menginap wisatawan yang melakukan kegiatan bisnis seperti rapat atau pertemuan

Anynomous, Peraturan Walikota Bandung Nomor 979 Tahun 2005 tentang Penggolongan Usaha Sara Kepariwisataan, Bandung, 2005..

Metode yang digunakan penulis awalnya adalah dengan mempelajari pengertian dan hal hal mendasar melalui literatur mengenai hotel, jenis – jenis hotel, jenis pengunjung

 Bangunan City Hotel Bintang 4 yang akan dirancang jika ditinjau dari tujuan kedatangan tamu, termasuk kategori business hotel ,apabila dilihat dari jumlah kamar

untuk lokasi hotel , karena ini merupakan city hotel yang merupakan hotel yang berfungsi untuk pelaku bisnis, maka saya melihat peruntukan lahan di kota bengkulu pada