Globalisasi dan perdagangan
bebas menuntut berbagai
keunggulan organisasi dalam
persaingan bisnis yang
semakin ketat, termasuk juga
dalam dunia pendidikan
Globalisasi dan perdagangan
bebas menuntut berbagai
keunggulan organisasi dalam
persaingan bisnis yang
Kuncinya:
Kepuasan
pelanggan
harus tetap
terus
ditingkatkan
Kuncinya:
Kepuasan
pelanggan
harus tetap
terus
Organisasi yang dahulu hanya
terkesan memberikan
pelayanan dengan seadanya,
kini dituntut harus mampu
memberikan
Pelayanan Prima
(Service Excellent)
kepada
para pelanggan
Organisasi yang dahulu hanya
terkesan memberikan
pelayanan dengan seadanya,
kini dituntut harus mampu
memberikan
Pelayanan Prima
1. Kesederhanaan
2. Kejelasan dan kepastian
3. Keamanan
4. Keterbukaan
5. Efisiensi
6. Ekonomis
7. Keadilan yang merata
8. Ketepatan waktu
1. Kesederhanaan
2. Kejelasan dan kepastian
3. Keamanan
4. Keterbukaan
5. Efisiensi
6. Ekonomis
7. Keadilan yang merata
ICT (
Information and Communication
Technologies
)
digunakan pada setiaporganisasi untuk otomatisasi proses bisnis sehingga menghasilkan
informasi akurat,
real-time
danefisien dibutuhkan kapan saja untuk mempercepat pengambilan keputusan
ICT (
Information and Communication
Technologies
)
digunakan pada setiaporganisasi untuk otomatisasi proses bisnis sehingga menghasilkan
informasi akurat,
real-time
dan Setiap organisasi harus dapat
menentukan solusi kebutuhan ICT yang tepat pada proses bisnisnya agar dapat memenuhi ke delapan indikator Pelayanan Prima
Setiap organisasi harus dapat
Kebutuhan terhadap perangkat ICT telah
membawa dampak pada lingkungan
terutama perangkat ICT tersebut harus
mengkonsumsi energi listrik. Demikian halnya dengan perangkat yang lama dan tidak dapat digunakan lagi akan menjadi
sampah/limbah ICT.
Kebutuhan terhadap perangkat ICT telah
membawa dampak pada lingkungan
terutama perangkat ICT tersebut harus
mengkonsumsi energi listrik. Demikian halnya dengan perangkat yang lama dan tidak dapat digunakan lagi akan menjadi
Dari beberapa penelitian telah membuktikan
Penggunaan ICT walaupun memiliki kontribusi terhadap emisi karbon, tetapi sebenarnya ICT juga memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. ICT dapat mengurangi emisi karbon dunia hingga mencapai 20 persen, misalnya:
Dengan kecanggihan layanan internet yang mendukung
penggunaan electronic mail (e-mail) untuk berkomunikasi
dengan kolega bisnis dan transmisi data dengan cepat akan
mengurangi kertas (paper less) , yang berarti akan semakin sedikit pohon yang akan ditebang. Dengan berkurangnya penebangan pohon, sekali lagi kita akan menikmati emisi karbon yang rendah.
Menerapkan media telekonferensi pada acara pertemuan juga
dapat mengurangi biaya perjalanan dinas, sehingga juga
berdampak pada penurunan emisi karbon buangan dari setiap
kendaraan.
Dari beberapa penelitian telah membuktikan
Penggunaan ICT walaupun memiliki kontribusi terhadap emisi karbon, tetapi sebenarnya ICT juga memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon. ICT dapat mengurangi emisi karbon dunia hingga mencapai 20 persen, misalnya:
Dengan kecanggihan layanan internet yang mendukung
penggunaan electronic mail (e-mail) untuk berkomunikasi
dengan kolega bisnis dan transmisi data dengan cepat akan
mengurangi kertas (paper less) , yang berarti akan semakin sedikit pohon yang akan ditebang. Dengan berkurangnya penebangan pohon, sekali lagi kita akan menikmati emisi karbon yang rendah.
Menerapkan media telekonferensi pada acara pertemuan juga
dapat mengurangi biaya perjalanan dinas, sehingga juga
berdampak pada penurunan emisi karbon buangan dari setiap
Secara khusus, Green ICT yang
diterapkan pada penggunaan ICT bertujuan untuk:
1. Mengurangi konsumsi energi dan
emisi karbon CO2 selama penggunaan ICT tersebut
2. Mengurangi dampak lingkungan dari pembuangan produk limbah ICT
Secara khusus, Green ICT yang
diterapkan pada penggunaan ICT bertujuan untuk:
1. Mengurangi konsumsi energi dan
emisi karbon CO2 selama penggunaan ICT tersebut
Green ICT merupakan suatu
alternatif pilihan yang dapat
digunakan untuk
efisiensi
energi
dan mendukung
pelestarian lingkungan
Surat Edaran Menkominfo No. 01/SE/M.KOMINFO/4/2012
Green ICT merupakan suatu
alternatif pilihan yang dapat
digunakan untuk
efisiensi
energi
dan mendukung
pelestarian lingkungan
Implementasi Green ICT
pada setiap organisasi dapat berbeda-beda
Intinya siapapun yang terkait
dengan bidang ICT diharapkan
dapat melakukan efisiensi dan
efektifitas untuk mendukung
pelestarian lingkungan di sekitarnya
Implementasi Green ICT
pada setiap organisasi dapat berbeda-beda
Intinya siapapun yang terkait
dengan bidang ICT diharapkan
dapat melakukan efisiensi dan
efektifitas untuk mendukung
Contoh kebijakan Green ICT yang dapat diterapkan (1)
1. Untuk PCs dan Laptops:
a. Non aktifkan program screen savers yang aktif;
b. Switch monitors ke mode standby after 5 minutes of inactivity (tanpa ada screensaver yang aktif);
c. Konversi energi listrik c. Konversi energi listrik
d. Daur ulang toner dan kertas
e. mematikan PC setelah jam kerja
f. Memungkinkan manajemen daya aktif pada desktop (standby / hibernate setelah periode tertentu tidak aktif) g. Pastikan kembali penggunaan peralatan yang tidak
2. Untuk Peralatan ICT lainnya:
a. Terapkan switch timer off untuk printer dan komputer yang tidak pada jaringan
b. Mengatur pencetakan standar hijau termasuk duplex dan abu-abu skala secara default;
Contoh kebijakan Green ICT yang dapat diterapkan (2)
duplex dan abu-abu skala secara default; c. Optimalkan hemat daya sleep mode pada
printer untuk mengurangi waktu tidur dalam waktu kurang lebih sibuk kantor
d. Printer consolidation;
Contoh kebijakan Green ICT yang dapat diterapkan (3)
3. Data Center :
a. Server Optimization
b .File Sharing Resources
b .File Sharing Resources
c. Virtualization
Implementasi ICT yang baik dan
tepat akan membawa dampak
keunggulan positif terhadap
tatakelola dan proses bisnis
organisasi sehingga menjadi lebih efisien dan efektif serta akan dapat memberikan dampak yang positif juga terhadap lingkungannya.
Implementasi ICT yang baik dan
tepat akan membawa dampak
keunggulan positif terhadap
tatakelola dan proses bisnis