• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI Rangkuman Tent

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI Rangkuman Tent"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN KESEHATAN GIGI

“Rangkuman Tentang Konsep Dasar Pendidikan Kesehatan dan

Konsep Dasar Kesehatan gigi”

DISUSUN OLEH :

NAMA : KURNIA APRIANTI

KELAS : A

DOSEN PEMBIMBING :

DR. Bedjo Santosa, S.SiT, M.Kes Salikun, S.Pd, M.Kes

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

(2)

Nama / Kelas : Kurnia Aprianti/A

Mata Kuliah : Pendidikan Kesehatan Gigi

Tugas : Rangkuman Konsep Dasar Pendidikan Kesehatan dan Konsep Dasar Kesehatan Gigi

Definisi Dasar Pendidikan

Dasar Pendidikan yaitu pendidikan yang diterima oleh peserta didik melalui pendidik dan biasanya dilakukan pada suatu lembaga atau institusi. Pendidikan juga bisa diartikan sebagai usaha sadar yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam belajar melalui suatu kegiatan pengajaran, bimbingan dan latihan demi peranannya dimasa yang akan datang.

Definisi Kesehatan

Kesehatan adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendidikan kesehatan.

Definisi Pendidikan Kesehatan

Pendidikan Kesehatan adalah suatu penerapan atau aplikasi konsep pendidikan dan komsep sehat. Konsep sehat adalah konsep seorang dalam keadaan sempurna baik fisik, mental, dan sosialnyaserta bebas dari penyakt, cacat dan kelemahannya.

Dalam Keperawatan Pendidikan Kesehatan merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mandiri untuk membantu klien baik individu, kelompok, maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya.

Konsep Pendidikan Kesehatan Gigi

Konsep Pendidikan Kesehatan Gigi merupakan penerapan dari konsep pendidikan dan konsep sehat maka pendidikan kesehatan gigi adalah suatu proses belajar yang ditujukan kepada individu dan kelompok masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan gigi yang setinggi – tingginya.

Tujuan pendidikan Kesehatan

Mengembangkan atau meningkatkan 3 domain perilaku yaitu: 1. kognitif (cognitive domain),

2. afektif (affective domain), dan 3. psikomotor (psychomotor domain)  Tujuan dari pendidikan kesehatan gigi

1. Menghilangkan atau mengurangi penyakit gigi dan mulut serta gangguan lainnya pada gigi dan mulut,

(3)

3. Mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,

4. Menjabarkan akibat yang akan timbul dari kelalaian menjaga kebersihan gigi dan mulut,

5. Menanamkan perilaku sehat sejak dini melalui kunjungan ke sekolah

6. Menjalin kerjasama dengan masyarakat melalui RT, RW, Kelurahan dalam memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat, bila diperlukan dapat saja dilakukan tanpa melaui puskesmas.

Tempat Pelaksanaan Kesehatan

Menurut dimensi pelaksanaanya, pendidikan kesehatan dapat dikelompok menjadi 5,yaitu 1. Pendidikan kesehatan pada tatanan keluarga (rumah tangga),

2. Pendidikan kesehatan pada tatanan sekolah,

3. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan, 4. Pendidikan kesehatan di tempat-tempat umum, dan

5. Pendidikan kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan.  Tingkat Pelayanan Kesehatan

Tingkat pelayanan kesehatan pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan dari leavel and clark, yaitu:

1. Promosi Kesehatan (Health Promotion) 2. Perlindungan Khusus (Specifiec Protection)

3. Diagnosis Dini dan Pengobatan Segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment) 4. Pembatasan cacat (Disability Limitation), dan

5. Rehabilitasi / Pemulihan (Rehabilitation).

Broadly mengatakan, obyek pendidikannya meliputi pendidikan kesehatan gigi dan mulut, termasuk di dalamnya adalah:

 Memberi pelajaran prinsip-prinsip kesehatan mulut, seperti mereka lakukan pada

masyarakat menurut kelompok umur

 Motivasi individu-individu untuk mempelajari prinsip-prinsip dan meneruskannya

didalam pemakaian sampai menjadi kebiasaan

 Menciptakan dan memberikan pengertian serta penghargaan bermacam-macam bentuk

perawatan gigi dan untuk mengembangkan penerimaan sikap didalam segala bentuk perawat gigi

 Menciptakan dan memberikan pengertian serta menghargai usaha-usha pencegahan

yang digunakan untuk memperbaiki kesehatan masyarakat  Mendapatkan kesehatan mulut masyarakat yang maksimum.

Tujuan utama pendidikan kesehatan gigi ialah adanya motivasi perubahan pola tingkah laku individu atau masyarakat.

(4)
(5)

PROMOSI KESEHATAN

“Rangkuman Tentang Promosi Kesehatan Gigi ”

DISUSUN OLEH :

NAMA : KURNIA APRIANTI

KELAS : A

DOSEN PEMBIMBING :

DR. Bedjo Santosa, S.SiT, M.Kes Salikun, S.Pd, M.Kes

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG JURUSAN KEPERAWATAN GIGI

(6)

Nama / Kelas : Kurnia Aprianti / A Mata Kuliah : Promosi Kesehatan

Tugas : Rangkuman Promosi Kesehatan

Definisi Promosi Kesehatan

 Promosi Kesehatan adalah suatu proses pemberdayaan atau memandirikan

masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatan melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan serta pengembangan lingkungan sehat.

 Promosi Kesehatan adalah ilmu dan seni membantu masyarakat menjadikan gaya

hidup mereka sehat optimal. Pengubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui menciptakan lingkungan yang mendukung, mengubah perilaku, dan meningkatkan kesadaran.

Visi Promosi Kesehatan

 Visi Promosi Kesehatan yaitu meningkatnya kemampuan dan kemauan

masyarakat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan.

Misi Promosi Kesehatan

(7)

Sasaran Promosi Kesehatan

 Perorangan/keluarga,

 Lembaga Swadya Masyarakat (LSM) kesehatan,

 Lembaga pemerintah / lintas sektor / politisi / swasta, dan

 Petugas atau pelaksana program.

 Sasaran primer adalah yang mempunyai masalah yang diharapkan mau

berperilaku seperti yang diharapkan dan memperoleh manfaat paling besar dari perubahan perilaku tersebut.

 Sasaran sekunder adalah individu atau kelompok yang berpengaruh atau disegani

oleh sasaran primer.

 Sasaran tersier adalah para pembuat keputusan atau pejabat, penyandang dana

dari semua sektor, sesuai dengan tingkat admisnistrasi pemerintahan.  Ruang Lingkup Promosi Kesehatan

Mempunyai 5 area atau ruang lingkup sebagai berikut : Berdasarkan tingkat pelayanan:

1. Health Public Policy) Mengembangkan kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan,

2. (Create partnership and supportive environment) Mengembangkan jaringan kemitraan dan suasana yang mendukung,

3. (Create partnership and supportive environment) Mengembangkan jaringan kemitraan dan suasana yang mendukung,

4. (Strengthen community action) Memberikan bantuan terhadap kegiatan yang sudah berjalan di masyarakat,

5. (Increase individual’s skill) Meningkatkan ketrampilan perorangan,

6. (Reorient Health Service) Mengarahkan pelayanan kesehatan yang lebih memberdayakan masyarakat.

Strategi Promosi Kesehatan

Diarahkan untuk mewujudkan kelima area/ ruang lingkup promosi kesehatan yang dapat dilakukan dengan advokasi kesehatan, Social support ( bina suasana) dan Empowerment

(8)

(sinergis) meskipun ditandai dengan fokus yang berbeda, yakni : Fokus advokasi kesehatan, Fokus bina suasana, dan Fokus pemberdayaan masyarakat

Evaluasi

Referensi

Dokumen terkait

▪ Aktiviti sektor ekonomi dan industri di kawasan PKPB berjalan seperti yang ditetapkan oleh Kerajaan dengan pematuhan SOP yangtelah ditetapkan. ▪ Semua kenderaan berkaitan

Pembinaan budaya spiritual berpusat pada usaha menghidupkan fungsi budi dan hati nurani. Oleh karena itu pelaksanaan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

Tekan tombol "MENU" untuk kembali ke menu sebelumnya atau keluar dari tampilan menu.. Atau tekan tombol "OK" untuk keluar dari tampilan menu

Pendekatan masalah yang diteliti dilakukan se cara empirik melalui studi kasus dengan pengamatan se cara seksama terhadap kenyataan pelayanan kesejahtera an yang dilakukan

Ketentuan lebih lanjut mengenai dokumen angkutan orang dan/atau barang dengan Kendaraan Bermotor Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 87 sampai dengan Pasal

Modal BUMDes KENCANA MUKTI selain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, dapat berasal dari dana bergulir program pemerintah dan pemerintah daerah yang diserahkan

Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan infrastruktur Perkotaan (SPPIP) di Kota Cimahi pada dasarnya merupakan suatu rangkaian kegiatan penyusunan

2) Untuk mengukur kinerja keuangan maka dalam penelitian ini penulis menggunakan rasio solvabilitas yaitu Debt to Equity Ratio (DER) dan akan dijadikan sebagai