• Tidak ada hasil yang ditemukan

S KOR 1006554 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "S KOR 1006554 Chapter5"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Akhmad Yudhan, 2014

perbandingan densitas latihan kecepatan (3x, 4x, dan 5x dalam satu minggu) terhadap hasil peningkatan kecepatan lari atlet

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Berdasarkan hasil uji statistik maka dapat disimpulkan bahwa kesimpulan

pada penelitian ini yaitu:

minggu tidak ada yang lebih segnifikan meningkatkan kecepatan lari atlet.

B.Saran

Berdasarkan kesimpulan penelitian, penulis mengajukan beberapa saran

sebagai berikut:

1. Kepada pelatih

Karena dari ketiga macam densitas latihan tersebut sama-sama dapat

meningkatkan kemampuan sprint atlet sepakbola dan tidak ada perbedaan yang

signifikan diantara ketiga densitas latihan tersebut, maka sebaiknya pelatih bisa

menerapkan latihan dengan densitas latihan 3x per minggu supaya dihari lainnya

pelatih bisa memberikan jenis latihan yang lain. Untuk dapat meningkatkan

kecepatan lari atlet, atlet harus diberi latihan yang konsisten dan juga harus

terdapat peningkatan beban latihan sehingga kemampuan atlet akan lebih

meningkat. Saat memberikan latihan pasti pelatih akan menemukan atlet yang

mengalami kejenuhan saat berlatih dikarenakan program latihan yang diberikan

terlalu monoton, maka dari itu seorang pelatih harus bisa mensiasati hal tersebut

(2)

56

Akhmad Yudhan, 2014

perbandingan densitas latihan kecepatan (3x, 4x, dan 5x dalam satu minggu) terhadap hasil peningkatan kecepatan lari atlet

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Kepada atlet/ peserta latihan

Berlatih untuk meningkatkan kecepatan berlari atlet tidak hanya ditentukan

keberhasilannya dari pengaturan densitas latihan yang diberikan, namun harus

didukung oleh kesungguhan dari diri atlet untuk berlatih meningkatkan

kemampuannya.

3. Penelitian selanjutnya

Penelitian dilakukan dengan jumlah kelompok densitas latihan yang lebih

beragam, sampel atau kelompok eksperimen yang lebih besar, pengukuran yang

lebih teliti, analisis yang lebih akurat dan juga pengendalian validitas internal

yang lebih baik sehingga untuk hasil penelitian tidak terjadi bias, guna untuk

memperoleh hasil yang mampu memperkaya pengetahuan di dunia olahraga

Referensi

Dokumen terkait

PROFIL KEMAMPUAN ANAEROBIK DAN DAYA TAHAN AEROBIK ATLET TIM SEPAKBOLA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

hasil lari sprint 100 meter karena atlet yang memiliki tinggi badan. yang tinggi hanya memiliki langkah yang panjang atau langkah

metode latihan yang kuat dalam meningkatkan

HUBUNGAN ANTARA EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PELATIH DAN ATLET DENGAN MOTIVASI ATLET DALAM MENGIKUTI LATIHAN SEPAKBOLA DI UKM UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

HUBUNGAN KEMAMPUAN LARI KECEPATAN MAKSIMAL DENGAN KEMAMPUAN CADENCE PADA ATLET SPRINT.. (StudiDeskriptifPadaAtlet Sprinter PPLM danUKM Atletik

kemampuan cadence sebelum mengasah kecepatan atlet sprint pada tingkat yang.

HUBUNGAN KEMAMPUAN LARI KECEPATAN MAKSIMAL DENGAN KEMAMPUAN CADENCEPADA ATLET SPRINT.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Berdasarkan hasil angket dan pengukuran yang telah dilakukan mengenai pengaruh pemberian tayangan video motivasi terhadap motivasi bertanding atlet UKM Softball UPI