• Tidak ada hasil yang ditemukan

Y Perumusan dan pengesahan UUD 1945

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Y Perumusan dan pengesahan UUD 1945"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Semester : 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan

Topik : Perumusan dan pengesahan UUD 1945

Kompetensi Inti :

SIKAP

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

2. Memiliki prilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, percaya diri dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

PENGETAHUAN

3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KETERAMPILAN

4. Mencoba mengolah dan menyaji dalam ranah konkret ( menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung, menggambar dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang /teori.

KOMPETENSI DASAR 3.2: Memahami sejarah perumusan dan pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1. Menjelaskan sejarah perumusan dan Pengesahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

2. Memahami naskah Mukadimah UUD 1945 Negara Republik Indonesia tahun 1945.

3. Menunjukan sikap positif terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Siswa mampu memahami sejarah perumusan dan pengesahan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945

2. Siswa mampu memahami tugas dan fungsi BPUPKI

3. Memahami naskah Mukadimah UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945.

MATERI AJAR

(2)

Sidang Kedua BPUPKI, tanggal 10–17 Juli 1945, dr. K. R. T. Radjiman Wedyodiningrat selaku Ketua BPUPKI menyerukan agar para anggota secara merdeka melahirkan pendapatnya dan menyampaikan pandangan pandangannya. Sidang Kedua BPUPKI membahas penyusunan undangundang dasar, serta rencana lain yang berhubungan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia. BPUPKI membentuk tiga panitia kerja, yaitu (1) panitia untuk merancang undang-undang dasar; (2) panitia untuk mempelajari hal pembelaan tanah air; dan (3) panitia untuk mempelajari hal keuangan dan perekonomian.

Sebelum Sidang Kedua, setelah membahas rancangan dasar negara Indonesia merdeka, BPUPKI selanjutnya membentuk Panitia Sembilan (Panitia Kecil) yang bertugas merumuskan hasil Sidang Pertama dengan lebih jelas. Anggota Panitia Kecil adalah Ir. Soekarno (ketua), Drs. Moh. Hatta, Mr. A.A. Maramis, Abikusno Cokrosujoso, Abdul Kahar Muzakkir, Haji Agus Salim, K.H. Wahid Hasyim, Mr. Achmad Soebardjo, dan Mr. Mohammad Yamin.

Pada awalnya, sidang Panitia Kecil dilaksanakan oleh sembilan orang anggota Panitia Kecil, kemudian dihadiri oleh anggota BPUPKI lainnya sehingga sidang Panitia Kecil dihadiri 38 orang. Sidang Panitia Kecil dilaksanakan di Gedung Jawa Hokokai dan berhasil memutuskan sebagai berikut: pertama, menggolongkan usul-usul yang masuk; kedua, usul prosedur yang harus dilakukan, yaitu prosedur agar lekas tercapai Indonesia merdeka; ketiga menyusun usul rencana pembukaan hukum dasar. Pembukaan hukum dasar itu oleh Mr. Mohammad Yamin disebut dengan Piagam Jakarta, 22 Juni 1945.

Pengesahan UUD 1945.

Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan oleh Jepang. Sebagai gantinya dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang beranggotakan 21 orang. PPKI diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Drs. Moh. Hatta. Pada tanggal 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya ke seluruh dunia. Keesokan harinya, tanggal 18 Agustus 1945 PPKI melaksanakan sidang. Keputusan sidang PPKI adalah sebagai berikut.

1. Menetapkan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil presiden Republik Indonesia.

2. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 3. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat.

Dalam Sidang PPKI tersebut, beberapa anggota PPKI yang berasal dari Indonesia Timur mengusulkan untuk menghilangkan tujuh kata dalam Piagam Jakarta, yaitu “... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam

bagi pemeluk-pemeluknya ...”. Dengan jiwa kebangsaan, pendiri negaramenyepakati perubahan Piagam Jakarta. Dengan demikian, sila pertama Pancasila menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

2. Nilai yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 disusun dalam masa revolusi, tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan nilai-nilai luhur yang tidak hanya diterima oleh bangsa Indonesia, tetapi juga oleh bangsa-bangsa lain di dunia. Hal ini dapat kita lihat dalam alinea pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengandung nilai kemanusiaan. Nilai kemanusiaan berlaku secara universal. Oleh karena itu, nilai yang terkandung dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bersifat universal dan lestari.

(3)

3. Makna yang terkandung dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Alinea pertama Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut menunjukkan bahwa bangsa Indonesia ingin menghapuskan penjajahan dengan segala bentuknya karena tidak sesuai dengan peri kemanusian dan peri keadilan. Tekad untuk menghapus penjajahan tersebut diwujudkan dalam tekad bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan

Alinea kedua mengandung makna perjuangan bangsa Indonesia yang telah mencapai tingkat yang menentukan. Momentum yang telah dicapai harus dimanfaatkan untuk menyatakan kemerdekaan. Kemerdekaan harus diisi dengan mewujudkan negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Alinea kedua ini menunjukkan bahwa tekad bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan telah dapat diwujudkan.

Alinea ketiga mengandung makna pengukuhan dari proklamasi yang luhur. Makna tersebut didorong dari motivasi spiritual yang luhur, kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual, di dunia dan di akhirat, ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Berkat ridho Tuhan Yang Maha Esa, bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan

alinea keempat Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengandung dasar negara dan tujuan negara. Tujuan negara Indonesia adalah “… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia.” Sementara itu, dasar negara seperti tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 adalah Pancasila “… dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Metode Pembelajaran

Pendekatan : Scientific

Strategi : - Pencarian Informasi

- Dialog mendalam dan berpikir

Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi dan penugasan

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Pendahuluan

a. Mengajak peserta didik untuk memulai pembelajaran dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing.

b. Menginformasikan tujuan yang akan dicapai selama pembelajaran(tujuan 1 s.d. 3)

c. Menginformasikan relevansi bahan ajar yang akan disajikan selama pembelajaran bagi kepentingan peserta didik (materi ajar 1 s.d. 3).

d. Melaksanakan pree test secara lisan(materi ajar 1 )

2. Kegiatan Inti

a. Menginformasikan cara belajar dengan tanya jawab (dialog secara mendalam dan berpikir kritis), simulasi, dan pencarian informasi.

b. Guru menjelaskan materi yang akan disampaikan disertai dengan tanya jawab atau dialog secara mendalam dan berpikir kritis tentang materi ajar tentang sejarah perumusan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

(4)

2) Dialog mendalam secara klasikal untuk mengungkap identitas dari penayangan gambar tokoh panitia Sembilan

3) Menunjukkan sikap positif terhadap nilai dan makna Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun1945.

4) Pemantapan/penguatan atas sikap yang telah ditunjukkan peserta didik.

c. Menginformasikan kegiatan selanjutnya tentang kerja kelompok : Peserta didik dibagi menjadi2 kelompok, setiap kelompok diberi tugas untuk melakukan pembahasan yang dilanjutkan dengan tanya jawab.

d. Membagi kelas ke dalam 2 kelompok berdasarkan nomor urut absen ganjil dan genap. e. Meminta peserta didik untuk duduk berkelompok sesuai dengan kelompoknya.

f. Memberi tugas tiap kelompok :

1. Kelompok 1 membahas materi sidang kedua BPUPKI. 2. Kelompok 2 Membahas materi Sidang Panitia Sembilan

g. Meminta kelompok untuk berdiskusi tentang jalannya pembahasan materi.

h. Melakukan tanya jawab tentang pelaksanaan pembahasan yang berkaitan dengan : 1. Materi Sidang Kedua BPUPKI

2. Materi Sidang Panitia Sembilan

i. Melakukan pembenaran dan pelurusan materi yang telah dibahas k. Menginformasikan cara belajar dengan pencarian informasi.

l. Membagikan lembar informasi tentang materi ajar kepada masing-masing kelompok.

m.Menugaskan kepada masing-masing kelompok untuk belajar bersama tentang materi dalam lembar informasi yang telah dibagikan.

n. Membagikan tugas kepada masing-masing kelompok untuk menjawab lembar tugas yang telah dibagikan pada kertas yang yang telah disediakan.

o. Guru melakukan pendampingan pada masing-masing kelompok dalam mengerjakan tugas dan memfasilitasi, jika ada kelompok yang mengalami kesulitan.

p. Menugaskan masing-masing kelompok secara bergiliran untuk mempresentasikan hasil belajar bersama dan ditanggapi kelompok lain.

q. memberikan pemantapan terhadap hhasil presntasi masing-masing kelompok.

KEGIATAN PENUTUP

a. Melakukan refleksi dengan meminta pendapat peserta didik tentang kegiatan pembelajaran yang telah dialami (memberikan kemudahan atau sebaliknya)

b. Bersama peserta didik membuat kesimpulan tentang materi ajar yang telah disajikan selama pembelajaran.

c. Melaksanakan post test secara lisan

d. Mengajak peserta didik untuk mengakhiri pembelajaran dengan berdoa sesuai dengan agama dan keyakinannya masing-masing.

SUMBER BELAJAR a. Media

1. Skrip materi tentang

a. Sidang Kedua BPUPKI

b. Materi Sidang Panitia Sembilan b. Sumber Belajar

Buku paket Pendidikan Kewarganegaraan ( terbitan dari : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia )

(5)

1. Tes lisan dan tes tertulis (terlampir)

2. Pengamatan aktivitas kerja kelompok (Terlampir) 3. Pengamatan prilaku

Mengetahui, Cibinong, Juli 2013

Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Nanang Suherman, S.Pd Ahmad Syamsul Bahri

Lampiran 1 : alat penilaian a. Tes lisan

1. Tanggal berapakah sidang BPUPKI dilaksanakan? 2. Siapkah ketua BPUPKI?

3. Bahasa jepang dari BPUPKI adalah? 4. Apa hasil dari sidang Panitia Sembilan? 5. Kapan UUD 1945 di sahkan?

b. Tes tulis

1. Jelaskan tugas dan fungsi BPUPKI!

2. Sebutkan hasil-hasil Sidang Kedua BPUPKI!

3. Jelaskan perbedaan antara isi Piagam Jakarta dan Pembukaan UUD 1945!

4. Sebutkan lembaga yang mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945!

(6)

c. Tugas Kelompok

1. Sebutkan jumlah pasal dan ayat dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebelum amandemen.

2. Sebutkan jumlah pasal dan ayat dalam UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 setelah amandemen.

3. Jelaskan arti penting tidak mengubah Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bagi bangsa Indonesia.

Lampiran 2 : Lembar Pengamatan Proses Lembar Penilaian ( Lembar Pengamatan )

No Nama Aspek Sikap Rata-RataNilai

Menghormati kerjasama kedisiplinan Tanggung Jawab 1

2 3 30

Keterangan:

A = Baik Sekali => 4 B = Baik => 3 C = Cukup => 2 D = Kurang => 1

(7)

No Nama

Aspek Penilaian Nilai

Rata-rata keaktifan kerjasama ketertiban Menghargaipendapat

1 2 30

Kunci Jawaban a. Tes Lisan

1. Tanggal 10 – 16 Juli 1945

2. Dr. K.R.T radjiman Wedyodiningrat 3. Dokuritsu Zunbi Coosakai

4. a. Menetapkan Ir. Soekarno Sebagai Presiden Republik Indonesia dan Drs. Moh. Hatta Sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia

b. Mengesahkan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. c. Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat

5. Tanggal 18 Agustus 1945 b.Tes tertulis

1. Melakukan penyelidikan terhadap usaha- usaha persiapan kemerdekaan Indonesia

2. Pernyataan Indonesia Merdeka, Pembukaan Undang-Undang Dasar, Undang-Undang Dasar 3. Terdapat pada alinea ke 4 yaitu Ketuhanan dengan menjalankan syariat islam bagi

pemeluk-pemeluknya 4. PPKI

5. Jawaban masing-masing siswa Pedoman Penskoran

1. Tes lisan Nilai benar = 4 2. Tes tertulis

Nilai benar = 4

3. Lembar Pengamatan Proses Nilai= Jumlah Nilai Rata-Rata

4. Lembar Pengamatan Kerja Kelompok Nilai= Jumlah Nilai Rata-rata

5. Total Nilai

Referensi

Dokumen terkait

مهسوفن في ةدعاسلما هذه راثآو ىماتيلا ةدعاسم قرطو بابسأ شقان ( 4 ) هل انيبم ةفثكلما ةرودلا في كاترشلااب هوعدت كقيدص لىإ ةلاسر بتكا في تامولعلما

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia berpengaruhpositif dan signifikan terhadap keterandalan dan ketepatwaktuan pelaporan keuanganpemerintah

Table 4.21 Opinion, suggestion et critique des étudiants sur le développement du modèle CPS pour la production écrite dans l’enseignement du français touristique .... Figure

Kode Etik sebagai nilai- nilai dasar merupakan pedoman untuk diinternalisasikan dalam setiap pribadi pejabat/aparatur negara dan diimplementasikan dalam perilaku kehidupan

Dalam hal ini kegiatan penjaminan kualitas yang dilakukan adalah untuk memastikan bahwa program dan kegiatan Reformasi Birokrasi yang dilakukan

[r]

Kegiatan yang dilakukan ibu kalian setiap pagi dalam rangka menyiapkan sarapan pagi itu disebut dengan produksi.Semua kebutuhan manusia harus dipenuhi, dan untuk memenuhi

Suatu perusahaan yang mempunyai RMC yang berdiri sendiri dan terpisah dari Komite Audit akan membuat anggota komite lebih fokus secara penuh pada berbagai proses