12/01/17 1
Pengantar Ilmu Politik
Pengantar Ilmu Politik
12/01/17 2
Pengantar
Pengantar
Kekuasaan dalam konteks negara terbagi
menjadi 2 macam yakni kekuasaan
tingkat/struktur dan kekuasaan fungsi
Kekuasaan tingkat ialah pembagian antar
tingkat pemerintahan sedangkan kekuasaan fungsi menunjukkan
12/01/17 3
Kekuasaan Tingkat
Kekuasaan Tingkat
Konfederasi
Federal
12/01/17 4
Konfederasi
Konfederasi
Terdiri dari beberapa negara yang berdaulat penuh
Bersatu atas dasar perjanjian (internasional)
Memiliki kekuasaan tertentu terhadap anggotanya tetapi tidak terhadap warga negaranya
Kelangsungan hidup tergantung kepada kesukarelaan negara anggotanya
12/01/17 5
Federasi
Federasi
Pertengahan kesatuan dan konfederasi
Urusan nasional (perjanjian internasional,
cetak uang, hankam), di luar itu menjadi kewenangan penuh negara bagian
(pendidikan, budaya, kesehatan)
Kenyataannya ada 2 kekuasaan, pem
federal dan pem neg bagian (pem federal masih ikut campur tangan dengan urusan negara bagian)
12/01/17 6
Kesatuan
Kesatuan
Kekuasaan dan kedaulatan di tangan
pemerintah pusat
Pemerintah pusat menyerahkan sebagian
urusannya kepada pemerintah daerah melalui otonomi/desentralisasi
Bentuk negara dengan integrasi yang
paling kokoh
12/01/17 7
Kekuasaan Fungsi
Kekuasaan Fungsi
Awalnya dikenal dengan pemisahan
kekuasaan (separation of power) yang dicetuskan John Locke dan Montesquieu
Bertujuan untuk mencegah
penyalahgunaan kekuasaan oleh pihak yang berkuasa
12/01/17 8
Trias Politika
Trias Politika
Rulemaking function
pembuatan undang-undang
Rule application function
pelaksanaan undang-undang
Rule adjudication function
12/01/17 9
Perkembangan Trias Politika
Perkembangan Trias Politika
Sejalan dengan perkembangan jaman,
12/01/17 10
Trias politika sekarang (Gabriel Almond)
Trias politika sekarang (Gabriel Almond)
Rule making
Rule application
12/01/17 11
Trias Politika di Indonesia
Trias Politika di Indonesia
Indonesia secara eksplisit tidak
12/01/17 12
Jabaran Trias Politika di Indonesia
Jabaran Trias Politika di Indonesia
Legislatif Eksekutif Yudikatif
DPR
MPR
DPD