ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN SPASIAL KABUPATEN KOTA DI PROVINSI BANTEN TAHUN 2001-2013 - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Fenomena pengaruh kontraproduktif antara PMA terhadap pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan karena adanya tekanan dari PMA terhadap penanaman modal dalam negeri (PMDN)
Harga saham, Struktur modal Independen: Pertumbuhan perusahaan, Struktur aktiva, Profitabilitas, Rasio hutang Profitabilitas mempunyai pengaruh negatif dengan struktur
Selain akumulasi modal atau investasi, faktor utama yang juga turut berpengaruh dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah adalah meningkatnya
Indikator ketimpangan dan pengeluaran juga akan menjadi pijakan dalam strategi pembangunan dan sebagai upaya penanggulangan kemiskinan, oleh karena itu perlu suatu kajian
Hasil dari penelitain ini menunjukkan tidak terbuktinya Hipotesis Kuznet, yang artinya pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa masih berbanding lurus dengan ketimpangan.. Pola
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa Upah Minimum Regional berpengaruh signifikan positif, Penanaman Modal Asing dan Penanaman Modal Dalam Negeri tidak
investasi Penanaman Modal Asing (PMA) tidak berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di provinsi Sulawesi Selatan.Sedangkan variabel PMDN memiliki pengaruh
Sedangkan secara parsial variabel kurs valuta asing (X1) berpengaruh secara nyata dan negatif terhadap Penanaman Modal Asing (Y) dengan menggunakan Uji t dimana thitung