• Tidak ada hasil yang ditemukan

32. Pendidikan Karakter dalam Keluarga Perspektif Islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "32. Pendidikan Karakter dalam Keluarga Perspektif Islam"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Loading

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mencapai tujuan perkembangan, remaja harus belajar bergaul dengan semua orang, baik teman sebaya atau tidak sebaya, maupun yang. sejenis atau

“…Warna kulit yang saya miliki banyak sama dengan teman-teman sebaya saya jadi saya tidak merasa minder atau tidak percaya diri ketika bergaul dengan teman

pada masa sekolah adalah belajar bergaul dengan kelompok teman sebaya (Havigurst dalam Munandar, 1992, h.7).. usia dan kematangannya kurang lebih sama. Saat

Guru as a sahabat adalah guru harus menjadi teman dan sahabat siswa sebagai orang tua yang mereka segani and guru harus berkomunikasi dan memiliki komunikasi

Oleh karena itu apabila ada perselisihan, remaja akan mencari teman sebaya mereka atau mereka bertindak nekad melakukan kejahatan untuk membuktikan kepada orang tua atau orang

Sten dan Howard dalam Ginanjar (2003:51), mengindikasikan kecerdasan emosional dengan; jujur kepada semua orang, menerapkan disiplin, bergaul baik dengan orang

Hal ini dipertegas dengan banyaknya fenomena orang tua yang menyerahkan urusan pengasuhan anak-anak mereka kepada jasa asisten rumah tangga, pengasuh anak atau baby siter yang mana

Kemampuan perkembangan kepribadian anak usia sekolah yang berkembang secara menonjol dalam pengalamannya bergaul dengan teman sebaya adalah kemampuan psikososial.3,4 Kesimpulan Dari