• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPS MMP-PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RPS MMP-PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

A. IDENTITAS MATA KULIAH

NAMA MATA KULIAH PERILAKU ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN

KODE MATA KULIAH MMP 204

SKS 3 (TIGA)

SEMESTER I I (DUA)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN

IZIN OPERASIONAL PROGRAM STUDI AKREDITASI PROGRAM STUDI

DOSEN PENGAMPU PROF. DR. DRS. EKAWARNA, M.PSI

PROF. DR. DRA. EMOSDA, M.Pd, KONS

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN (LEARNING OUTCOME) MATA KULIAH

SIKAP

(SN Dikti 2015) a. menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, etika akademik, kerjasama,disiplin, menghargai orang lain, dan semangat kejuangan; b. menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang

keahliannya secara mandiri;

c. mempunyai ketulusan, komitmen, dan kesungguhan hati untuk mengembangkan sikap, nilai, dan kemampuan peserta didik. KETERAMPILAN UMUM

(SN Dikti 2015) a. mampu menyusun ide, hasil pemikiran dan argumen saintifik secarabertanggung jawab dan berdasarkan etika akademik, serta menkomunikasikan melalui media kepada masyarakat akademik dan masyarakat luas;

b. mampu mengambil keputusan dalam konteks menyelesaikan masalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora berdasarkan kajian, analisis atau eksperimental terhadap informasi dan data; c. mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran secara mandiri. KETERAMPILAN KHUSUS

(KKNI-level 8) a. Mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan atau seni didalam bidang Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya inovatif dan teruji;

b. Mampu memecahkan permasalahan sains, teknologi, dan atau seni di dalam bidang Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan melalui pendekatan inter atau multidisipliner;

(2)

C. DESKRIPSI MATA KULIAH

DESKRIPSI

SINGKAT

Manusia adalah makhluk unik, makhluk multidimensional. Oleh karena itu, banyak istilah-istilah yang diberikan kepadanya, misalnya manusia sebagai makhluk ekonomi (homo economicus), makhluk sosial (homo social), makhluk berpikir (homo safien), makhluk bekerja atau bermain (homo luden), makhluk yang menggunakan alat (homofaber), makhluk yang suka bersenang-senang (homo hedonisme), makhluk yang suka menggunakan lambang-lambang (homo simbolicum), makhluk yang suka menindas makhluk yang lainnya (homo homoni lupus), makhluk iptek, makhluk imtaq, dan makhluk organisasional.

Manusia adalah makhluk organisasi. Begitu ia dilahirkan ke dunia, ia menjadi anggota organisasi genitis yang disebut anggota organisasi keluarga. Bahkan organisasi itu sudah ada sebelum kita dilahirkan karena kelahiran kita juga akibat hasil dari organisasi perkawinan. Di samping itu begitu manusia lahir ia juga langsung menjadi anggota keluarga, anggota rukun tetangga, rukun warga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan warga negara Indonesia bahkan menjadi warga dunia.

Ketika usia sekolah, manusia memasuki sekolah dan ia menjadi anggota organisasi sekolah. Setelah lulus dan bekerja, ia menjadi anggota organisasi di tempat kerjanya. Mungkin pula ia merangkap menjadi anggota organisasi agama, pemuda, politik, ekonomi atau bisnis, sosial atau masyarakat, budaya, keamanan, militer, olahraga, hobi, profesi, dan sebagainya. Akhirnya, setelah manusia meninggal ia dicatat juga sebagai anggota organisasi kematian oleh panitia rukun kematian di tingkat RT.

Jadi, manusia sejak dilahirkan sampai kematiannya tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Manusia adalah makhluk organisasional karena sejak lahir ia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Organisasi dibentuk berdasarkan kepentingan manusia, organisasi sebenarnya diciptakan orang, bukan orang untuk organisasi. Manusia harus memperalat organisasi, bukan diperalat organisasi. Manusia jangan sampai diperbudak organiasi, tetapi manusia harus memperbudak organisasi. Organisasi bukan tujuan melainkan sebagai alat bagi manusia untuk mencapai tujuan.

Organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia. Setiap hari manusia berhubungan dengan organisasinya. Walaupun pengalaman berorganisasi itu ada yang menyenangkan ada yang menjengkelkan, ada yang positif dan ada pula yang negatif, tetapi manusia tetap saja memerlukan organisasi. Adanya pertentangan ini sebagai konsekuensi bahwa manusia pada hakikatnya tidak sama atau penuh dengan perbedaan. Perbedaan ini terjadi antara lain karena latar belakang pendidikan, pengalaman, status sosial ekonomi, budaya, usia, dan sebagainya yang berbeda. Tidak ada satu pun manusia yang sama persis, sekalipun mereka kembar. Manusia berbeda terutama dari sidik jarinya. Yang menyamakan mereka ialah mereka tetap sama-sama bernama manusia.

Organisasi berasal dari bahasa Latin, organum yang berarti alat, bagian anggota badan. Mooney, seorang eksekutif General Motors dalam bukunya

The Principles of Organization (1947) mendefinisikan organisasi sebagai kelompok dua orang atau lebih yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk merancang organisasi perlu memperhatikan empat prinsip, yaitu (1) koordinasi, (2) skala (3) fungsional, dan (4) staf.

(3)

adalah struktur birokrasi. Organisasi menurut pendapat Wendrich, et al (1988) adalah proses mendesain kegiatan-kegiatan dalam struktur organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan Sutarto (1995) mendefinisikan organisasi sebagai kumpulan orang, proses pembagian kerja, dan sistem kerja sama atau sistem sosial. Jones (1995) mendefinisikan organisasi sebagai respon terhadap makna nilai-nilai kreatif untuk memuaskan kebutuhan manusia. Organisasi menurut Griffin & Morhead (1996) ialah sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi. Akhirnya, organisasi menurut Barnard adalah suatu sistem aktivitas yang dikoordinasikan secara sadar oleh dua orang atau lebih. Meskipun para ahli manajemen memberikan definisi berbeda-beda tentang organisasi, namun intisarinya sama yaitu bahwa organisasi merupakan proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Jadi, dalam setiap organisasi terkandung tiga unsur, yaitu (1) kerja sama, (2) dua orang atau lebih, (3) tujuan yang hendak dicapai.

Bagaimana seseorang harus berperilaku dalam organisasi dan menjalankan kepemimpinan yang efektif dalam organisasi apapun, diperlukan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memadai sehingga organisasi dapat berkembang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Untuk itulah maka mata kuliah Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan ini menjadi wahana yang strategis bagi mahasiswa yang tengah menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan.

BAHAN KAJIAN 1. Konsep Dasar Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan 2. The Dynamics of People and Organization

3. Models of Organization Behavior 4. Managing communication

5. Social Systems and Organizational Culture 6. Values, Attitudes, and Job Satisfaction

7. Improving Job Performance with Goals, Feedback, Reward, and Positive Reinforcement

8. Group Dynamics

9. Individual and Group Decision Making 10. Creating Effective Organizations 11. Managing Change and Stress

12. Leadership in Organizational Settings 13. Empowerment and Participation 14. General Review.

PUSTAKA (WAJIB) Arnold, H.J and Daniel C. Feldman, 1986. Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill International Edition.

George, J.M and Gareth R. Jones, 2002. Organizational Behavior. New Jersey: Prentice-Hall.Inc.

Gibson, J.L, John M. Ivansevich, James H. Donnely, and Robert Konopaske, 2006. Organizations, Behavior, Structure, Processes. New York: McGraw-Hill International Edition.

Kreitner, R and Angelo Kinicki, 2007, Organizational Behavior, 7ed, New York: McGraw-Hill International Edition.

Luttans, F, 2008. Organizational Behavior. 11ed. New York : McGraw-Hill International Edition.

(4)

Mullins, L.J, 2005. Management and Organizational Behavior, 7ed. England: Edinburgh Gate Harlow.

Newstrom, J.W, and Keith Davis, 2002. Organizational Behavior: Human Behavior at Work, 11ed. New York: McGraw-Hill International Edition. Robbins, S.P, 2001. Organizational Behavior: Concepts, Controversies and

Applications, 9ed. New Jersey: Prentice-Hall International, Inc.

Simon, H.A, 1997. Administrative Behavior: A Study of Decision Making Processes in Administrative Organization, 4ed. New York: The Free Press.

Schermerhorn, J.R, James G. Hunt, and Richard N. Osborn, 1998. Managing Organizational Behavior. New York: John Wiley & Sons, Inc.

Wexley, K.N and Gary A. Yukl, 1984. Organizational Behavior and Personnel Psychology. Illinois: Richard D. Irwin.

MEDIA

PEMBELAJARAN Perangkat Lunak:SPSS, power point, video Perangkat Keras:LCD & Proyektor

D. RANCANGAN PEMBELAJARAN

1. Mahasiswa memiliki sikap humanis, Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan.

Kuliah Pengantar: a. Kontrak kuliah

b. Rasional mempelajari Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan c. Tujuan mata kuliah d. Kiat penguasaan

sikap, keterampilan dan pengetahuan bahan kajian Perilaku Organisasi dan

2. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori dinamika manusia dan organisasi.

The Dynamics of People and Organization,

3. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori model-model perilaku organisasi.

Models of Organization Behavior,

4. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori mengelola komunikasi.

Managing

communication, Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD),

(5)

Persentasi Tugas-3.

5. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori sistem sosial dan budaya organisasi.

Social Systems and

Organizational Culture, Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD), Persentasi Tugas-4.

10%

6. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori nilai-nilai, sikap dan kepuasan kerja.

Values, Attitudes, and

Job Satisfaction, Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD), Persentasi Tugas-5.

05%

7. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori

meningkatkan

performan kerja melalui tujuan, umpan balik, reward, dan

reinforcement positif.

Improving Job

Performance with Goals, Feedback, Reward, and Positive Reinforcement.

8. Evaluasi Tengah Semester: Melakukan UTS, validasi hasil penilaian,

evaluasi dan perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 0% 9. Mahasiswa mampu

menguasai teori dan aplikasi teori dinamika kelompok.

Group Dynamics. Self directed learning (SDL),

10. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori

pengambilan keputusan secara individu dan kelompok.

Individual and Group

Decision Making. Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD), Persentasi Tugas-8.

10%

11. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori

mengkreasi organisasi yang efektif.

Creating Effective

Organizations. Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD), Persentasi Tugas-9.

05%

12. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori mengelola perubahan dan stres.

Managing Change and Stress.

13. Mahasiswa mampu

(6)

aplikasi teori

14. Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori

pemberdayaan dan partisipasi.

Empowerment and

Participation. Self directed learning (SDL), Small Group Discusion (SGD), Persentasi Tugas-12.

05%

15. Mahasiswa mampu menguasai capaian pembelajaran mata kuliah Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan.

General review: teori dan aplikasi teori Perilaku Organisasi dan Kepemimpinan.

16. Evaluasi Akhir Semester: Melakukan UAS, validasi penilaian akhir dan

menentukan kelulusan mahasiswa. 0%

E. PENILAIAN PEMBELAJARAN

a. Rubrik Penilaian Sikap

No. NAMA MAHASISWA,

NIM SIKAP YANG DIMILIKI MAHASISWA

Nilai

sama Disip lin Tang.jawa b

b. Rentang Penilaian Sikap

No

.

INTERVAL NILAI KRITERIA

1. 0-25 SANGAT NEGATIF

2. 25-50 NEGATIF

3. 51-75 POSITIF

4. 76-100 SANGAT POSITIF

(7)

1. TUJUAN TUGAS Mahasiswa mampu menguasai teori dan aplikasi teori The Dynamics of People and Organization.

2. URAIAN TUGAS:

1. Obyek garapan The Dynamics of People and Organization.

2. Batasan obyek Kajilah teori dan aplikasi teori The Dynamics of People and Organization dengan merujuk minimal bersumber dari lima referensi, semua harus yang sudah dipublikasikan (sumbernya jelas). Akan lebih baik jika ditambah data visual yang cukup untuk melengkapi unsur kajian.

3. Yang harus dikerjakan

Kajilah setiap obyek garapan sesuai dengan batasan di atas, dan buatlah makalah sebagai hasil kajian dengan sistematika:

Bab pertama: Pendahuluan (latar belakang, tujuan, manfaat dan pertanyaan kajian).

Bab ke dua: Tinjauan Pustaka.

Bab ke tiga: Pembahasan (aplikasi teori). Bab ke empat: Simpulan dan Saran. Daftar Rujukan.

4. Deskripsi luaran tugas

kelompok

Berupa paper ditulis dalam huruf Arial font 12, spasi 1,5 berwarna biru untuk tulisan yang bersumber dari referensi (kutipan), berwarna hitam untuk yang ditulis/hasil kajian sendiri. Paper dikumpulkan sesuai jadwal, hard copy satu exemplar, soft copy berupa file digital, dengan identitas yang jelas. Presentasi menggunakan program powerpoint.

3. KRITERIA PENILAIAN: Format Penilaian dengan Rubrik Holistik berikut:

DIMENSI Sangat

Baik Baik Cukup BOBOT Nilai total Skor 80-100 70-79 60-69

MAKALAH:

1. Kualitas makalah/hasil kajian 20%

2. Ketepatan isi dan kelengkapan

referensi 20%

3. Kualitas penggunaan bahasa 10%

PRESENTASI:

4. Kualitas presentasi (visual dan

oral) 20%

5. Kemampuan Komunikasi dan

menjawab Pertanyaan 20%

6. Kerjasama, etika, kejujuran 10%

NILAI AKHIR 100%

(8)

Dosen Pengembang RPS-1 Dosen Pengembang RPS-2

Menyetujui; Kaprodi S-2 Manajemen

Pendidikan Program Pascasarjana

Universitas Jambi

Referensi

Dokumen terkait

Karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi

• Pemimpin adalah seseorang yang mampu memberdayakan sumber daya manusia dan sumber daya lain dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan tertentu... PERANAN PEMIMPIN

Pengukuran organisasi adalah proses dimana organisasi membuat keputusan hasil agar melakukan seluruh konsep yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan organisasi

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN DAN ORGANISASI Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan, yang mana untuk mencapai tujuan

bahwa kepemimpinan adalah “proses mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.” Dari defenisi kepemimpinan itu dapat

Karena itu organisasi dapat dikatakan sebagai sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama,

Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi dan merupakan bagian dari pendidikan yang

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan organisasi melalui hubungan yang baik dengan