• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Kulit dan Biji Buah Beberapa Tumbuhan Asli Indonesia Untuk Bahan Obat Herbal MUHTADI BAB VII

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pemanfaatan Kulit dan Biji Buah Beberapa Tumbuhan Asli Indonesia Untuk Bahan Obat Herbal MUHTADI BAB VII"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

1. Ekstrak kulit buah durian, kelengkeng, jeruk dan rambutan tidak aktif (poten) dalam

pengujian sitotoksik secara in vitro. Potensinya sebagai antitumor lemah.

2. Ekstrak kulit buah durian, kelengkeng, jeruk dan rambutan sangat aktif (poten) dalam

pengujian antioksidan secara in vitro. Aktifitas antioksidan paling kuat ditunjukkan oleh

ekstrak kulit rambutan dengan nilai IC50 sebesar 5,56 µg/mL.

3. Hasil uji aktifitas antihiperurisemia secara in vivo menunjukkan sangat tinggi. Ekstrak

kulit rambutan dosis 500 mg/kgBB memiliki aktifitas antihiperurisemia paling tinggi,

dengan persentase penurunannya sebesar 92,98%.

4. Hasil uji aktifitas antidiabetes secara in vivo menunjukkan aktifitas yang sangat potenial.

Ekstrak kulit rambután dan jeruk dosis 500 mg/kgBB memiliki kemampuan

menurunkan kadar gula dalam darah paling tinggi.

5. Aktifitas antihiperkolesterol sangat potensial ditunjukkan oleh ekstrak kulit rambutan dan

jeruk. Ekstrak kulit rambutan dosis 500 mg/kgBB, dengan persentase penurunan kadar

kolesterol sebesar 60,75% lebih besar dari kolestritamin (sebagai kontrol positif) dosis

0,8 g/kgBB sebesar 34,20%.

4. Telah berhasil diisolasi 3 (tiga) senyawa murni dan ditentukan struktur kimia senyawa

hasil isolasi dari ekstrak kulit buah durian (KD710 & KD1719), masing-masing

diketahui sebagai 4,4-dimethyl-poriferasta-18(19)-en-3-ol dan 3α-E-

ferulyloxy-lup-20(29)-en-28-oic acid, sedangkan dari ekstrak kulit rambutan telah diperoleh etil galat.

5. Penetapan parameter spesifik dan non spesifik ekstrak kulit buah telah dilakukan dan hasilnya

memenuhi parameter standar yang disarankan oleh BPOM RI.

6. Hasil uji toksisitas akut dan subkronis dari ekstrak kulit buah rambután menunjukkan bahwa

ekstrak tidak toksik, dan tidak menunjukkan efek samping terhadap hewan coba.

7.2 Saran

1. Beberapa ekstrak sangat poten sebagai antioksidan, oleh karena itu perlu diteliti lebih

lanjut aktifitasnya dalam mengobati penyakit-penyakit degeneratif.

2. Senyawa-senyawa hasil isolasi perlu juga dilakukan uji antioksidan dan sitotoksik untuk

mengetahui seberapa kuat potensinya sebagai active compound dalam obat herbal

(2)

3. Perlu dilakukan analisis profil metabolit sekunder untuk mengukur berapa kadar chemical

Referensi

Dokumen terkait

Mengetahui nilai IC 50 yang diperoleh pada pengujian aktivitas sitotoksik ekstrak etanol kulit buah naga dan kulit pinang terhadap sel T47D.. menggunakan metode MTT

Ekstrak etanol kulit buah rambutan dengan masing-masing dosis sebesar 125, 250, dan 500 mg/kgBB memiliki efek antidiabetes terhadap tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi

Berdasarkan hasil uji toksisitas akut selama 14 hari pemberian ekstrak kulit buah rambutan, terbukti tidak menimbulkan efek toksik pada hewan uji dengan LD 50

Sejauh ini, belum pernah dilakukan penelitian pengujian efek sitotoksik dari ekstrak etanolik kulit buah Citrus hystrix atau jeruk purut pada sel HeLa?. Apakah golongan

Secara umum, potensi ekstrak kulit buah rambutan sebagai pewarna alami tekstil didapat hasil uji kelunturan kain hasil pewarnaan terhadap pencucian sabun yang

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah Durian yang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim memiliki aktivitas antijamur terhadap

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit buah Durian yang diformulasikan dalam bentuk sediaan krim memiliki aktivitas antijamur terhadap

Perbandingan bubuk kulit ari biji kakao dan ekstrak kulit buah jeruk nipis 7,14 : 7,14 gram serta waktu pengadukan 15 menit merupakan perlakuan terbaik yang dapat menghasilkan produk