• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN USIA 13-15 TAHUN DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANAK TUNAGRAHITA RINGAN USIA 13-15 TAHUN DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2013/2014."

Copied!
77
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian tentang tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita ringan usia 13-15 tahun di SLB Negeri Pembina Yogyakarta tahun ajaran 2013/2014. Latar belakang menekankan pentingnya kebugaran jasmani bagi semua individu, termasuk anak berkebutuhan khusus, dan mencatat kurangnya penelitian mengenai tingkat kebugaran jasmani khusus pada populasi ini. Bab ini juga mengidentifikasi masalah penelitian, membatasi ruang lingkup penelitian, merumuskan masalah penelitian, menetapkan tujuan penelitian, dan menjelaskan manfaat penelitian baik secara teoritis maupun praktis. Secara keseluruhan, bab ini memberikan konteks yang kuat untuk penelitian dan menghubungkan relevansinya dengan tujuan pendidikan inklusif dan peningkatan kualitas hidup anak tunagrahita.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini memberikan konteks yang mendalam mengenai pentingnya kebugaran jasmani bagi perkembangan holistik anak, termasuk anak berkebutuhan khusus. Ia menggarisbawahi hak setiap individu untuk mendapatkan pendidikan yang memadai, termasuk pendidikan jasmani, dan mencatat jurang antara tujuan pendidikan jasmani yang ideal dan realita di sekolah luar biasa (SLB). Penulis menyorot pentingnya aktivitas jasmani untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis yang seimbang, serta keterbatasan informasi yang ada khususnya tentang tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita ringan. Pernyataan ini memberikan justifikasi yang kuat untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini, menyoroti jurang antara teori dan praktik dalam pendidikan inklusif.

1.2 Identifikasi Masalah

Sub-bab ini mengidentifikasi beberapa tantangan dan kesenjangan yang berhubungan dengan pendidikan jasmani untuk anak tunagrahita ringan di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Ini meliputi kurangnya pemanfaatan media pembelajaran yang efektif, minimnya penggunaan fasilitas sekolah yang ada, dan absennya data tentang tingkat kebugaran jasmani spesifik untuk populasi ini. Dengan mengidentifikasi masalah-masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan solusi praktis bagi peningkatan kualitas pendidikan jasmani di SLB.

1.3 Pembatasan Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian, dan Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan batasan penelitian untuk memastikan fokus dan keluasan penelitian. Rumusan masalah secara spesifik menanyakan tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita ringan di sekolah tersebut. Tujuan penelitian dinyatakan dengan jelas yaitu untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani populasi sasaran. Manfaat penelitian diuraikan secara terperinci, meliputi manfaat teoritis untuk menambah pengetahuan ilmiah dan manfaat praktis untuk sekolah, guru pendidikan jasmani, dan siswa itu sendiri. Bagian ini menggarisbawahi relevansi penelitian terhadap pencapaian objektif pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran.

II. Kajian Pustaka

Bab ini menelaah literatur yang relevan dengan penelitian, meliputi definisi anak tunagrahita dan karakteristiknya, pengertian dan komponen kebugaran jasmani, manfaat kebugaran jasmani, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta hakikat pendidikan jasmani. Kajian ini merujuk pada berbagai teori dan model yang berkaitan, sehingga membentuk dasar teoritis yang kokoh untuk penelitian. Selain itu, bab ini juga meninjau penelitian yang relevan sebelumnya, guna memahami tren penelitian dan memperkuat landasan metodologi. Integrasi teori dan penelitian terdahulu ini sangat penting untuk memperlihatkan nilai akademis dan aplikasi pedagogis penelitian.

2.1 Deskripsi Teori: Pengertian Anak Tunagrahita, Penyebab, Ciri-ciri, dan Karakteristik Anak Tunagrahita Ringan

Sub-bab ini mendefinisikan anak tunagrahita berdasarkan berbagai sumber dan perspektif, termasuk perbedaan antara kategori tunagrahita ringan, sedang, dan berat. Ia menjelaskan berbagai penyebab tunagrahita, baik faktor genetik, biologis, maupun lingkungan. Ciri-ciri dan karakteristik anak tunagrahita ringan diuraikan secara rinci, memberikan gambaran komprehensif tentang kebutuhan khusus mereka dalam konteks pendidikan jasmani. Pemahaman mendalam ini sangat penting untuk merancang program pendidikan jasmani yang efektif dan inklusif untuk memenuhi kebutuhan individu setiap anak.

2.2 Deskripsi Teori: Kebugaran Jasmani, Komponen, Manfaat, dan Faktor yang Mempengaruhi

Sub-bab ini mendefinisikan kebugaran jasmani dan komponen-komponennya secara komprehensif, merujuk pada berbagai sumber dan teori. Ia juga mengkaji manfaat kebugaran jasmani, baik bagi kesehatan fisik maupun mental, dan berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya seperti pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik. Penjelasan yang terperinci ini menyediakan dasar teoritis yang kuat untuk menganalisis data dan menginterpretasikan hasil penelitian. Penjelasan ini menghubungkan konsep kebugaran jasmani dengan tujuan pendidikan dan kesejahteraan anak tunagrahita.

2.3 Deskripsi Teori: Hakikat Pendidikan Jasmani dan Tes Kebugaran Jasmani

Sub-bab ini mengkaji hakikat pendidikan jasmani, menekankan pentingnya pendekatan inklusif dan adaptif dalam pendidikan jasmani bagi anak berkebutuhan khusus. Ia juga menjelaskan tentang tes kebugaran jasmani, khususnya Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI), termasuk validitas dan reliabilitasnya dalam konteks anak tunagrahita ringan. Dengan mendiskusikan metodologi pengukuran, sub-bab ini membangun landasan yang kokoh untuk metodologi penelitian yang akan digunakan.

2.4 Penelitian yang Relevan dan Kerangka Berfikir

Sub-bab ini membahas penelitian-penelitian terdahulu yang relevan, yang menunjukan relevansi dan kekhasan penelitian ini dalam konteks pendidikan inklusif. Kerangka berpikir yang disajikan secara sistematis menjelaskan hubungan antara variabel-variabel penelitian, menyediakan model untuk analisis data dan penarikan kesimpulan. Menunjukkan bagaimana penelitian ini menghubungkan teori, penelitian terdahulu, dan praktik pendidikan untuk menghasilkan kontribusi yang bermakna bagi bidang pendidikan jasmani.

III. Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, meliputi desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sesuai dengan tujuan untuk menggambarkan tingkat kebugaran jasmani populasi sasaran. Pemilihan metode, populasi, dan teknik analisis data dijelaskan secara rinci dan dijustifikasi dengan rujukan teori dan metodologi penelitian yang relevan. Penjelasan yang teliti tentang metodologi ini penting untuk memastikan integritas dan validitas penelitian.

3.1 Metode Penelitian, Definisi Operasional Variabel Penelitian, Penetapan Populasi dan Sampel, Instrumen Penelitian, dan Analisis Data

Sub-bab ini menjelaskan secara detail setiap aspek metodologi penelitian. Penelitian deskriptif dipilih karena sesuai dengan tujuan untuk menggambarkan situasi terkini. Definisi operasional variabel penelitian menjelaskan secara tepat bagaimana variabel diukur. Cara penetapan populasi dan sampel dijelaskan dengan teliti untuk menjamin representasi sampel. Instrumen penelitian, yaitu TKJI, dijelaskan secara rinci, termasuk cara penggunaannya dan adaptasinya bagi populasi sasaran. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis deskriptif persentase, dijelaskan secara terperinci, termasuk justifikasi pilihan tersebut dan bagaimana interpretasi data akan dilakukan. Detail metodologi ini memperlihatkan komitmen terhadap rigor ilmiah dan transparansi penelitian.

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini menyajikan hasil penelitian secara sistematis dan terstruktur. Hasil penelitian berupa data kuantitatif yang diperoleh dari pengukuran kebugaran jasmani menggunakan TKJI disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Pembahasan hasil penelitian dilakukan secara komprehensif, menghubungkan temuan empiris dengan kerangka teoritis dan penelitian terdahulu. Interpretasi hasil penelitian didasarkan pada data empiris dan dikaitkan dengan konteks pendidikan jasmani bagi anak tunagrahita ringan. Pembahasan ini menyoroti implikasi praktis dari temuan penelitian dan keterbatasan penelitian.

4.1 Hasil Penelitian dan Pembahasan

Sub-bab ini menyajikan data kuantitatif mengenai tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita ringan, yang disusun dalam bentuk tabel dan grafik yang mudah dipahami. Hasil tersebut diuraikan secara terperinci dan diinterpretasikan berdasarkan kategori kebugaran jasmani yang telah ditetapkan. Pembahasan hasil penelitian menghubungkan temuan empiris dengan teori dan penelitian terdahulu, untuk memberikan penjelasan yang komprehensif. Dengan menghubungkan hasil penelitian dengan teori dan studi sebelumnya, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bidang studi terkait.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini merangkum temuan penelitian dan memberikan kesimpulan berdasarkan data yang telah dianalisis. Implikasi praktis dari temuan penelitian dibahas secara rinci, memberikan saran-saran yang konkrit dan relevan untuk meningkatkan kualitas pendidikan jasmani bagi anak tunagrahita ringan. Keterbatasan penelitian diakui secara jujur, dan saran-saran untuk penelitian selanjutnya diajukan untuk memperluas dan memperdalam pemahaman dalam bidang ini. Kesimpulan dan saran yang disampaikan ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi praktis bagi pihak terkait dan mendorong penelitian lebih lanjut di masa depan.

5.1 Kesimpulan, Implikasi Penelitian, Keterbatasan Penelitian, dan Saran

Sub-bab ini menyimpulkan temuan utama penelitian, menekankan implikasi praktis bagi sekolah, guru, dan siswa. Keterbatasan penelitian diakui secara transparan, menjelaskan faktor-faktor yang membatasi generalisasi temuan penelitian. Saran-saran yang diberikan bersifat konstruktif dan spesifik, meliputi rekomendasi untuk pengembangan program pendidikan jasmani yang lebih efektif bagi anak tunagrahita ringan, serta usulan untuk penelitian lanjutan yang dapat memperkuat dan memperluas temuan penelitian ini. Hal ini menunjukkan kualitas akademis yang tinggi dan komitmen untuk mengembangkan pengetahuan dan praktik di bidang pendidikan inklusif.

Referensi Dokumen

  • Tes Kesegaran Jasmani Indonesia tahun 2010 untuk Usia 13-15 Tahun ( Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Kementerian Pendidikan Nasional )

Gambar

Tabel 1. Nilai Tes Kesegaran Jasmani Usia 13-15 Tahun Putri
Tabel 3. Norma Tes Kebugaran Jasmani Usia 13-15 Tahun
Tabel 4. Data TKJI di SLB Negeri Pembina Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas yang membuat penulis untuk melakukan tes kesegaran jasmani yang sesuai bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya anak tunagrahita

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan media papan flanel pada mata pelajaran membuat lenan rumah tangga bagi siswa tunagrahita SMPLB di SLB Negeri Pembina

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ukuran- ukuran antropometri pada atlet anak tunagrahita ringan cabang olahraga sepakbola di SLB Negeri

Rizki Mulyono. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA MENARA HITUNG TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA RINGAN KELAS D3 SLB C YSSD SURAKARTA TAHUN AJARAN

Persentase skor penilaian siswa yang berkaitan dengan aspek yang dinilai dari tingkat kemampuan motorik kasar anak tunagrahita kategori ringan di atas, kemudian untuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran jasmani anak tunagrahita usia 16-19 tahun SLB Negeri 1 Bantul adalah kurang sekali, 1 anak masuk klasifikasi Baik Sekali, 3

Subyek penelitian ini adalah guru kelas sebagai guru BK, anak tunagrahita siswa SLB Negeri Pembina Yogyakarta, keluarga anak tunagrahita dan pengusaha yang sudah

Adapun secara khusus, penelitian dengan judul Studi Kasus Lukisan Damar Penyandang Tunagrahita Sedang di SLB N Pembina Yogyakarta dipilih sebagai upaya untuk