• Tidak ada hasil yang ditemukan

8 Mengeksprsikan Unsur Unsur Desain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "8 Mengeksprsikan Unsur Unsur Desain"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

KEGIATAN BELAJAR I

KEGIATAN BELAJAR I

MENGEKSPRESIKAN UNSUR-UNSUR DESAIN

MENGEKSPRESIKAN UNSUR-UNSUR DESAIN

A.

A. LELEMBAR INFMBAR INFORMASORMASII 1.

1. UnsUnsur-Unsur ur-Unsur DesDesainain

Unsur desain adalah unsur-unsur yang digunakan untuk Unsur desain adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan desain, sehingga orang lain dapat membaca desain tersebut. mewujudkan desain, sehingga orang lain dapat membaca desain tersebut. Unsur-unsur tersebut adalah unsur-unsur yang dapat dilihat, dengan kata Unsur-unsur tersebut adalah unsur-unsur yang dapat dilihat, dengan kata lain sebagai unsur

lain sebagai unsur visualvisual. Melalui unsur-unsur. Melalui unsur-unsur visualvisual tersebut, seorangtersebut, seorang seniman atau desainer dapat mewujudkan pola rancangan yang dapat seniman atau desainer dapat mewujudkan pola rancangan yang dapat diamati/dinikmati oleh orang lain. Unsur-unsur desain yang dimaksud diamati/dinikmati oleh orang lain. Unsur-unsur desain yang dimaksud meliputi garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, nilai gelap terang dan warna. meliputi garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, nilai gelap terang dan warna.

a. Garis a. Garis

Garis adalah hasil goresan antara Garis adalah hasil goresan antara benda keras dengan permukaan benda benda keras dengan permukaan benda alam (tanah, pasir, batang pohon, dan alam (tanah, pasir, batang pohon, dan lain sebagainya) atau benda buatan lain sebagainya) atau benda buatan (kertas, papan tulis, dinding, dan lain (kertas, papan tulis, dinding, dan lain sebagain

sebagainyya). (Lia). (Lihat gambar hat gambar 1.1).1.1).

Garis merupakan unsur desain tertua yang pernah digunakan untuk Garis merupakan unsur desain tertua yang pernah digunakan untuk mewujudkan emosi. Secara garis besar, garis ada 2 macam, yaitu garis mewujudkan emosi. Secara garis besar, garis ada 2 macam, yaitu garis lurus dan garis lengkung.

lurus dan garis lengkung. Gambar 1.1 Gambar 1.1 Garis lurus Garis lurus

(2)

Ditinjau dari watak suatu garis, garis Ditinjau dari watak suatu garis, garis lurus menggambarkan suatu lurus menggambarkan suatu ketega-san, kepastian, kekakuan, dan san, kepastian, kekakuan, dan ke-tegangan. Sedangkan garis lengkung tegangan. Sedangkan garis lengkung menggambarkan kelembutan,

menggambarkan kelembutan, Keluwesan. (Lihat gambar 1.2). Keluwesan. (Lihat gambar 1.2).

b. Arah b. Arah

Setiap garis dan berbagai jenis benda Setiap garis dan berbagai jenis benda tertentu memiliki arah. Ada tiga tertentu memiliki arah. Ada tiga macam

macam arah arah yang yang diketahui diketahui yaitu: yaitu: (1)(1) arah mendatar (

arah mendatar (horisontalhorisontal), (2) arah), (2) arah membujur/tegak (

membujur/tegak (vertikalvertikal), dan (3) arah), dan (3) arah miring (

miring (diagonaldiagonal). (Lihat gambar 1.3). (Lihat gambar 1.3 hingga 1.5). Setiap arah memiliki arah hingga 1.5). Setiap arah memiliki arah yang berbeda terhadap pengamat.

yang berbeda terhadap pengamat.

Arah mendatar/horisonta

Arah mendatar/horisontal l memiliki sifat:memiliki sifat: (1)

(1) tenang, tenang, (2) (2) pasif.pasif.

Arah tegak/vertikal memiliki sifat: Arah tegak/vertikal memiliki sifat: (1) kekuatan, (2) keseimbangan, (1) kekuatan, (2) keseimbangan, (3) kokoh/kuat, (4) kewibawaan. (3) kokoh/kuat, (4) kewibawaan. Gambar 1.2 Gambar 1.2 Garis lengkung Garis lengkung Gambar 1.3 Gambar 1.3

Arah mendatar (horisontal) Arah mendatar (horisontal)

Gambar 1.4 Gambar 1.4 Memb

(3)

Arah miring/diagonal memiliki sifat: Arah miring/diagonal memiliki sifat: (1) pergerakan, (2) perpindahan, (1) pergerakan, (2) perpindahan, (3) dinamis (3) dinamis c. Bentuk c. Bentuk

Istilah bentuk dalam bahasa Indonesia dapat berarti “bangun” Istilah bentuk dalam bahasa Indonesia dapat berarti “bangun” ((shapeshape) atau bentuk plastis () atau bentuk plastis (formform). Setiap benda mempunyai bangun dan). Setiap benda mempunyai bangun dan bentuk plastis. Bangun adalah bentuk benda yang terlihat oleh mata, bentuk plastis. Bangun adalah bentuk benda yang terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebutkan sifatnya yang bulat, segitiga, persegi atau sekedar untuk menyebutkan sifatnya yang bulat, segitiga, persegi atau tak beraturan. Bentuk yang dikenal ada 2 macam, yaitu bentuk

tak beraturan. Bentuk yang dikenal ada 2 macam, yaitu bentuk geometrisgeometris dan bentuk

dan bentuk organis.organis. (Lihat gambar 1.6 dan gambar 1.7).(Lihat gambar 1.6 dan gambar 1.7).

1)

1) Betuk Betuk GeometrisGeometris

Bentuk geometris adalah Bentuk geometris adalah bentuk-bentuk yang dikenal bentuk-bentuk yang dikenal dalam ilmu ukur, yang dibuat dalam ilmu ukur, yang dibuat secara beraturan. secara beraturan. Gambar 1.5 Gambar 1.5 Miring (diagonal) Miring (diagonal) Gambar 1.6 Gambar 1.6 Bentuk geometris Bentuk geometris

(4)

2)

2) Bentuk Bentuk OrganisOrganis

Bentuk organis adalah Bentuk organis adalah bentuk-bentuk yang dikenal ada di bentuk yang dikenal ada di alam semesta, seperti bentuk alam semesta, seperti bentuk manusia, hewan dan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.

tumbuhan.

d. Ukuran d. Ukuran

Ukuran (

Ukuran (sizesize) merupakan salah satu unsur yang perlu) merupakan salah satu unsur yang perlu diperhitungkan dalam suatu desain. Setiap benda mempunyai ukuran, diperhitungkan dalam suatu desain. Setiap benda mempunyai ukuran, dan masing-masing ukuran tersebut berbeda-beda tergantung pada dan masing-masing ukuran tersebut berbeda-beda tergantung pada tujuannya, dan besar kecilnya suatu benda erat hubungannya dengan tujuannya, dan besar kecilnya suatu benda erat hubungannya dengan ruang yang akan menempatinya.

ruang yang akan menempatinya.

Ukuran dari unsur-unsur yang Ukuran dari unsur-unsur yang digunakan pada suatu benda digunakan pada suatu benda hendaknya diatur sedemikian rupa hendaknya diatur sedemikian rupa agar memperlihatkan keseimbangan agar memperlihatkan keseimbangan Ukuran

Ukuran yang dikenyang dikenal al umumnyaumumnya ada 3 macam (1) besar, (2) sedang, ada 3 macam (1) besar, (2) sedang, dan (3) kecil. dan (3) kecil. Gambar 1.8 Gambar 1.8 Berbagai ukuran Berbagai ukuran Gambar 1.7 Gambar 1.7 Bentuk organis Bentuk organis

(5)

e. Tekstur e. Tekstur

Tekstur adalah sifat permukaan Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda, baik benda alam maupun suatu benda, baik benda alam maupun benda buatan, selain itu dapat dilihat benda buatan, selain itu dapat dilihat   juga dirasakan, misalnya, halus, kasar,   juga dirasakan, misalnya, halus, kasar, berbulu, bergelombang, licin, dan berbulu, bergelombang, licin, dan sebagainya (lihat gambar 1.9). Tekstur sebagainya (lihat gambar 1.9). Tekstur dapat mempengaruhi penampilan suatu dapat mempengaruhi penampilan suatu benda, baik secara

benda, baik secara visualvisual (berdasarkan(berdasarkan pengelihatan) maupun secara

pengelihatan) maupun secara sensasionalsensasional (berdasarkan kesan terhadap perasaan). (berdasarkan kesan terhadap perasaan).

f.

f. Nilai Nilai GelGelap ap TerangTerang

Nilai gelap terang suatu warna pada Nilai gelap terang suatu warna pada benda ditentukan oleh banyak benda ditentukan oleh banyak sedikitnya cahaya yang menimpa benda sedikitnya cahaya yang menimpa benda tersebut. Suatu garis atau benda tersebut. Suatu garis atau benda mempunyai nilai gelap atau terang, mempunyai nilai gelap atau terang, hitam, putih atau abu-abu. (Lihat hitam, putih atau abu-abu. (Lihat gambar 1.10).

gambar 1.10).

Albert Munsell

Albert Munsell seorang ahliseorang ahli warna, menyusun sembilan tingkatan warna, menyusun sembilan tingkatan warna, dari sifat gelap ke sifat terang. warna, dari sifat gelap ke sifat terang. Untuk sifat gelap digunakan warna Untuk sifat gelap digunakan warna hitam dan untuk sifat terang digunakan hitam dan untuk sifat terang digunakan

Gambar 1.9 Gambar 1.9

Macam-macam tekstur Macam-macam tekstur

bahan

bahan tekstiltekstil

Gambar 1.10 Gambar 1.10

Nilai gelap terang warna putih hitam Nilai gelap terang warna putih hitam

(6)

warna putih. Antara hitam dan putih, terjadi tujuh tingkatan abu-abu, warna putih. Antara hitam dan putih, terjadi tujuh tingkatan abu-abu,

sedangkan tingkatan kelima adalah abu-abu netral. sedangkan tingkatan kelima adalah abu-abu netral.

Dalam penggunaan warna tertentu (merah, hijau, biru, ungu, Dalam penggunaan warna tertentu (merah, hijau, biru, ungu, dan sebagainya), tingkatan warna abu-abu netral tersebut digantikan dan sebagainya), tingkatan warna abu-abu netral tersebut digantikan kedudukannya dengan warna tertentu tersebut. Sedangkan nomor 9 kedudukannya dengan warna tertentu tersebut. Sedangkan nomor 9 menggunakan warna putih, dan nomor 1 menggunakan warna hitam. menggunakan warna putih, dan nomor 1 menggunakan warna hitam. Tingkatan-tingkatan lainnya merupakan percampuran antara merah Tingkatan-tingkatan lainnya merupakan percampuran antara merah dan putih dengan perbandingan tertentu (nomor 6, 7, dan 8) serta dan putih dengan perbandingan tertentu (nomor 6, 7, dan 8) serta percampuran antara merah dan hitam dengan perbandingan tertentu percampuran antara merah dan hitam dengan perbandingan tertentu pula (nomor 2, 3, dan 4). (Lihat gambar 1.11)

pula (nomor 2, 3, dan 4). (Lihat gambar 1.11)

g. Warna g. Warna

1)

1) PengertiPengertian an WarnaWarna

Warna adalah sumber

Warna adalah sumber

keduniawian dan dapat

keduniawian dan dapat

memberikan rasa keindahan. memberikan rasa keindahan. Warna merupakan salah satu Warna merupakan salah satu unsur rupa yang paling mudah unsur rupa yang paling mudah ditangkap mata. Dalam bidang ditangkap mata. Dalam bidang seni, warna memegang peranan seni, warna memegang peranan penting karena warna membuat penting karena warna membuat sesuatu kelihatan lebih indah. sesuatu kelihatan lebih indah.   Jumlah macam yang dikenal   Jumlah macam yang dikenal

tidak terhitung banyaknya, tidak terhitung banyaknya, terlebih warna buatan. terlebih warna buatan. Seseorang menggunakan warna Seseorang menggunakan warna Gambar 1.11

Gambar 1.11

Nilai gelap terang warna biru Nilai gelap terang warna biru

(7)

untuk berbagai macam keperluan, misalnya untuk pemilihan untuk berbagai macam keperluan, misalnya untuk pemilihan warna busana, desain

warna busana, desain interiorinterior rumah, perabotan, dan masih banyakrumah, perabotan, dan masih banyak lagi.

lagi.

2)

2) RoRoda da Warna/Warna/lilingkngkaran aran WarnaWarna

Untuk menunjukkan contoh warna tertentu, dan ciri-ciri Untuk menunjukkan contoh warna tertentu, dan ciri-ciri sifatnya, lazim digunakan roda warna (

sifatnya, lazim digunakan roda warna (Color WheelColor Wheel), yaitu sederetan), yaitu sederetan macam-macam warna yang diatur melingkar sehingga membentuk macam-macam warna yang diatur melingkar sehingga membentuk lingkaran, yang dikenal juga dengan istilah lingkaran warna.

lingkaran, yang dikenal juga dengan istilah lingkaran warna.

Pada lingkaran warna, ada 12 macam warna, yaitu: (1) warna Pada lingkaran warna, ada 12 macam warna, yaitu: (1) warna primer, (2)

primer, (2) warna sekunder, warna sekunder, dan (3) dan (3) warna antara.warna antara.

3)

3) Percampuran Percampuran WarnaWarna

Untuk memperoleh

Untuk memperoleh

warna tertentu, dapat warna tertentu, dapat dilaku-kan dengan cara percampuran kan dengan cara percampuran warna (

warna (Color MixingColor Mixing). Warna). Warna tertentu yang dikehendaki tertentu yang dikehendaki tersebut dapat diperoleh dari tersebut dapat diperoleh dari percampuran dua atau lebih percampuran dua atau lebih warna. Sebagai pedoman warna. Sebagai pedoman untuk memudahkan per-untuk memudahkan

per-campuran suatu warna

campuran suatu warna

tertentu, kita perlu mengetahui tertentu, kita perlu mengetahui hal-hal berikut. hal-hal berikut. Gambar 1.12 Gambar 1.12 Lingkaran warna Lingkaran warna

(8)

a)

a) Warna Warna PrimerPrimer Warna

Warna primerprimer adalahadalah warna-warna yang warna-warna yang tidak dapat dihasilkan tidak dapat dihasilkan dari percampuran dari percampuran warna-warna lain. warna-warna lain.

Dengan kata lain, warna primer adalah warna dasar. Warna Dengan kata lain, warna primer adalah warna dasar. Warna primer pada lingkaran warna membentuk segitiga sama sisi, primer pada lingkaran warna membentuk segitiga sama sisi, yaitu: merah, kuning, dan biru. (Lihat gambar 1.13)

yaitu: merah, kuning, dan biru. (Lihat gambar 1.13)

b)

b) Warna Warna SekunderSekunder Warna

Warna sekundersekunder adalahadalah warnawarna yang dihasil warnawarna yang dihasil -kan dari percampuran dua kan dari percampuran dua warna primer, dengan warna primer, dengan perbandingan yang sama. perbandingan yang sama. (Lihat gambar 1.14).

(Lihat gambar 1.14).

Warna sekunder pada lingkaran warna. Warna sekunder pada lingkaran warna. 1)

1) Warna oranye merupakan Warna oranye merupakan percampuran antara warnpercampuran antara warna meraha merah dan kuning.

dan kuning.

2) Warna hijau merupakan percampuran antara warna kuning 2) Warna hijau merupakan percampuran antara warna kuning

dan biru. dan biru.

3) Warna ungu merupakan percampuran antara warna merah 3) Warna ungu merupakan percampuran antara warna merah

dan biru. dan biru.

Gambar 1.13 Gambar 1.13

Warna

Warna primeprimerr

Gambar 1.14 Gambar 1.14 Warna sekunder. Warna sekunder.

(9)

c)

c) Warna Warna TersierTersier Warna

Warna tersiertersier adalah warna-warna yang dihasilkan dariadalah warna-warna yang dihasilkan dari percampuran warna sekunder. Macam-macam warna tersier, percampuran warna sekunder. Macam-macam warna tersier, yaitu.

yaitu.

1) Warna tersier kuning adalah campuran warna hijau dan 1) Warna tersier kuning adalah campuran warna hijau dan

 jingga.  jingga. 2)

2) Warna tersier merah adalah campuran warna uWarna tersier merah adalah campuran warna ungu dangu dan jingn jingga.ga. 3)

3) Warna tersier Warna tersier biru adalah cbiru adalah campuran warna ampuran warna hijau dan uhijau dan ungu.ngu. d)

d) TintTint dandan ShadeShade Tint

Tint adalah suatu warna tertentu (merah, hijau, biru, danadalah suatu warna tertentu (merah, hijau, biru, dan sebagainya) yang dicampur warna putih dengan takaran tertentu, sebagainya) yang dicampur warna putih dengan takaran tertentu, sehingga diperoleh warna yang lebih muda. Sedangkan yang sehingga diperoleh warna yang lebih muda. Sedangkan yang dimaksud dengan

dimaksud dengan shadeshade adalah suatu warna tertentu (merah, biru,adalah suatu warna tertentu (merah, biru, hijau, dan sebagainya) yang dicampur warna hitam dengan hijau, dan sebagainya) yang dicampur warna hitam dengan takaran tertentu pula, sehingga diperoleh warna yang lebih tua. takaran tertentu pula, sehingga diperoleh warna yang lebih tua. e)

e) Kombinasi Kombinasi warnawarna

Kombinasi warna adalah memadukan dua warna atau lebih Kombinasi warna adalah memadukan dua warna atau lebih warna-warna yang bersebelahan/berdampingan atau berhadapan warna-warna yang bersebelahan/berdampingan atau berhadapan dalam lingkaran warna. Macam kombinasi warna adalah (1) dalam lingkaran warna. Macam kombinasi warna adalah (1) Kombinasi warna

Kombinasi warna Monochromatis, (2)Monochromatis, (2) Kombinasi warnaKombinasi warna AnalogusAnalogus (3)

(3) Kombinasi warnaKombinasi warna Kontras,Kontras, dandan (4)(4) Kombinasi warnaKombinasi warna Komplementer.

Komplementer.

(1) Kombinasi warna

(1) Kombinasi warna MonochromatisMonochromatis Kombinasi warna

Kombinasi warna monochromatismonochromatis adalah kombinasi warna dariadalah kombinasi warna dari warna yang sama (satu warna) dengan perbedaan gelap warna yang sama (satu warna) dengan perbedaan gelap terang (

(10)

(2) Kombinasi warna

(2) Kombinasi warna AnalogusAnalogus Kombinasi warna

Kombinasi warna analogusanalogus adalah kombinasi warna antara warna-adalah kombinasi warna antara warna-warna yang berdampingan/berdekat

warna yang berdampingan/berdekatan dalam an dalam lingkaran warna.lingkaran warna.

Gambar 1.15 Gambar 1.15

Kombinasi warna analogus Kombinasi warna analogus

(3) Kombinasi warna

(3) Kombinasi warna KontrasKontras

Kombinasi warna kontras Kombinasi warna kontras adalah

adalah kombinasi kombinasi warnawarna antara warna-warna primer. antara warna-warna primer. (4) Kombinasi warna

(4) Kombinasi warna KomplementerKomplementer Kombinasi warna

Kombinasi warna komplementerkomplementer adalah kombinasi warna antara adalah kombinasi warna antara warna-warna yang saling warna-warna yang saling berhadapan letaknya dalam berhadapan letaknya dalam lingkaran warna. (Lihat lingkaran warna. (Lihat gambar 1.17).

gambar 1.17).

Gambar 1.17 Gambar 1.17

Kombinasi warna komplementer Kombinasi warna komplementer

Gambar 1.16 Gambar 1.16

Kombinasi warna kontras Kombinasi warna kontras

(11)

2.

2. MengekspresikMengekspresik an an unsur-unsur unsur-unsur desaindesain

Ekspresi yang dimaksud adalah penuangan ide dan kreativitas Ekspresi yang dimaksud adalah penuangan ide dan kreativitas dalam bentuk karya (desain) yang dapat dinikmati oleh orang lain. dalam bentuk karya (desain) yang dapat dinikmati oleh orang lain. Mengekspresikan unsur-unsur desain dalam hal ini adalah bagaimana kita Mengekspresikan unsur-unsur desain dalam hal ini adalah bagaimana kita menuangkan ide dan kreativitas kita masing-masing dengan menerapkan menuangkan ide dan kreativitas kita masing-masing dengan menerapkan unsur-unsur desain (garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, nilai gelap terang unsur-unsur desain (garis, arah, bentuk, ukuran, tekstur, nilai gelap terang dan warna).

dan warna).

Dalam mengekspresikan unsur-unsur desain, kita juga harus Dalam mengekspresikan unsur-unsur desain, kita juga harus memperhatikan prinsip-prinsip desain, misalnya keseimbangan, proporsi memperhatikan prinsip-prinsip desain, misalnya keseimbangan, proporsi dan sebagainya, sehingga unsur-unsur desain yang kita atur sedemikian dan sebagainya, sehingga unsur-unsur desain yang kita atur sedemikian rupa dapat membentuk komposisi yang baik, menarik dan tidak rupa dapat membentuk komposisi yang baik, menarik dan tidak membosankan. membosankan. B. LEMBAR KERJA B. LEMBAR KERJA 1. Alat 1. Alat Alat-alat yang

Alat-alat yang digunakan adalah:digunakan adalah: a.

a. pensil pensil B, HBB, HB, 2B, , 2B, 4B, 4B, 6B,6B, b.

b. pensil pensil warna warna (biasa (biasa dandan metalicmetalic),), c. rapido/boxy,

c. rapido/boxy, d. cat air,

d. cat air, e.

e. cat cat poster,poster, f.

f. kuas kuas nomor 000, nomor 000, 2, 4, 2, 4, 6, 8 6, 8 atau atau 3, 5, 3, 5, 7,7, g.

g. palettepalette,, h.

h. mangkok/gelas mangkok/gelas plastik plastik pencuci pencuci kuas,kuas, i. penghapus,

i. penghapus,   j.

(12)

k.

k. penggaris penggaris lurus,lurus, l.

l. penggaris penggaris sablon sablon sebagai sebagai bentuk bentuk geometris geometris dan dan organis,organis, m. gunting, dan m. gunting, dan n. lem. n. lem. 2. Bahan 2. Bahan

Bahan yang digunakan adalah: Bahan yang digunakan adalah: a.

a. kertas kertas HVS HVS AA33,,

b.

b. kertas kertas liner/gambar liner/gambar AA33,,

3.

3. Kesehatan Kesehatan dan dan Keselamatan Keselamatan KerjaKerja a.

a. Sikap Sikap badan badan tegak, tegak, jangan jangan membungkuk.membungkuk. b.

b. Gunakan Gunakan celemek pada celemek pada waktu waktu bekerja/mengerjakan bekerja/mengerjakan tugas.tugas. c.

c. Alat Alat harus harus dalam dalam keadaan keadaan bersih bersih (kuas,(kuas, palettepalette, mangkuk pencuci)., mangkuk pencuci). d.

d. Gunakan Gunakan alat-alat alat-alat sesuai fungsi sesuai fungsi dan dan caranya. (Lihat caranya. (Lihat modulmodul Pengenalan Alat dan Bahan Desain).

Pengenalan Alat dan Bahan Desain). 4.

4. Langkah Langkah KerjaKerja a.

a. Mengekspresikan Mengekspresikan garis garis luruslurus 1)

1) Siapkan Siapkan kertas kertas gambar gambar AA3,3, pensil hitam ukuran , 4B, 6B dan penapensil hitam ukuran , 4B, 6B dan pena

hitam. hitam.

2) Buat garis lurus dalam berbagai ukuran panjang, dengan atau 2) Buat garis lurus dalam berbagai ukuran panjang, dengan atau

tanpa alat bantu. tanpa alat bantu. 3)

3) Ekspresikan garis-garis tersebEkspresikan garis-garis tersebut hingga ut hingga mendapat komposisi mendapat komposisi yangyang baik.

baik.

4) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi 4) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi

tersebut. (Lihat gambar 1.18 hingga 1.20). tersebut. (Lihat gambar 1.18 hingga 1.20).

(13)

b.

b. Mengekspresikan Mengekspresikan garis garis lengkunglengkung

1) Siapkan kertas gambar ukuran A

1) Siapkan kertas gambar ukuran A3,3, pensil hitam ukuran 4B, 6B danpensil hitam ukuran 4B, 6B dan

pena hitam. pena hitam. 2)

2) Buat Buat garis lengkung garis lengkung dalam berbagai dalam berbagai variasi.variasi. 3)

3) EkspresEkspresikan garis lengkung terseikan garis lengkung tersebut hingga mendapatkan komposisbut hingga mendapatkan komposisii yang baik

yang baik 4)

4) Setelah selesai, Setelah selesai, buatlah garis buatlah garis pembatas di pembatas di sekililing kompsekililing komposisiosisi tersebut. (Lihat gambar 1.21).

tersebut. (Lihat gambar 1.21). Gambar 1.18

Gambar 1.18

Pengekspresian garis lurus Pengekspresian garis lurus

Gambar 1.19 Gambar 1.19 Pengek

Pengekspresian garispresian garis putuss putus-putus-putus

Gambar 1.20 Gambar 1.20

Pengekspresian garis patah Pengekspresian garis patah

(14)

c.

c. Mengekspresikan Mengekspresikan araharah

1) Siapkan kertas gambar ukuran A

1) Siapkan kertas gambar ukuran A3,3, pensil hitam ukuran , 4B, 6B danpensil hitam ukuran , 4B, 6B dan

pena hitam. pena hitam. 2)

2) Buat Buat garis- garis garis- garis dengan berbagai dengan berbagai arah.arah.

3) Ekspresikan garis-garis tersebut hingga mendapatkan komposisi 3) Ekspresikan garis-garis tersebut hingga mendapatkan komposisi

yang baik. yang baik. 4)

4) Setelah selesai, Setelah selesai, buatlah garis buatlah garis pembatas disekipembatas disekililing liling komposisikomposisi tersebut. (Lihat gambar 1.22).

tersebut. (Lihat gambar 1.22).

Gambar 1.21 Gambar 1.21

Pengekspresian garis lengkung Pengekspresian garis lengkung

Gambar 1.22 Gambar 1.22 Pengekspresian arah Pengekspresian arah

(15)

d. Mengekspresikan macam-macam bentuk d. Mengekspresikan macam-macam bentuk

1)

1) Bentuk Bentuk geometrisgeometris

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A3,3, pensil hitam dan penapensil hitam dan pena

hitam. hitam.

b) Buat bentuk-bentuk geometris dengan menggunakan alat bantu b) Buat bentuk-bentuk geometris dengan menggunakan alat bantu

(penggaris sablon, jangka) (penggaris sablon, jangka) c)

c) Ekspresikan Ekspresikan bentuk-bentuk bentuk-bentuk geometris geometris tersebut tersebut hinggahingga mendapatkan komposisi yang baik.

mendapatkan komposisi yang baik.

d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi

tersebut. (Lihat gambar 1.23). tersebut. (Lihat gambar 1.23).

Gambar 1.23 Gambar 1.23

Pengekspresian bentuk geometris (bentuk lingkaran) Pengekspresian bentuk geometris (bentuk lingkaran)

(16)

2)

2) Bentuk Bentuk organisorganis

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A3,3, pensil hitam dan penapensil hitam dan pena

hitam. hitam. b)

b) Buat bentBuat bentuk-bentuk organis uk-bentuk organis yang Anda yang Anda sukai.sukai. c) Ekspresikan

c) Ekspresikan bentuk-bentuk bentuk-bentuk organis organis tersebut tersebut hingga hingga mendapat- mendapat-kan komposisi yang baik.

kan komposisi yang baik.

d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi

tersebut. (Lihat gambar 1.24). tersebut. (Lihat gambar 1.24).

Gambar 1.24 Gambar 1.24

Pengekspresian bentuk organis Pengekspresian bentuk organis

(17)

3)

3) Mengekspresikan Mengekspresikan berbagai berbagai ukuranukuran

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A

a) Siapkan kertas gambar/linen ukuran A3,3, pensil hitam dan penapensil hitam dan pena

hitam. hitam. b)

b) Buat suatu Buat suatu bentuk benda bentuk benda dengan ukuran dengan ukuran yang bervariasi.yang bervariasi. c)

c) Ekspresikan benEkspresikan bentuk-bentutuk-bentuk benda-benda tersebut dengan k benda-benda tersebut dengan menitikmenitik beratkan pada gradasi ukuran yang diatur sedemikian rupa beratkan pada gradasi ukuran yang diatur sedemikian rupa hingga membentuk komposisi yang baik.

hingga membentuk komposisi yang baik.

d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi

tersebut. (Lihat gambar 1.25). tersebut. (Lihat gambar 1.25).

Gambar 1.25 Gambar 1.25

Pengekspresian berbagai ukuran Pengekspresian berbagai ukuran

(18)

4)

4) Mengekspresikan Mengekspresikan berbagai berbagai teksturtekstur a)

a) Siapkan Siapkan kertas gkertas gambar/linen ambar/linen ukuran Aukuran A3,3, pensil hitam danpensil hitam dan

berbagai jenis bahan tekstil dengan beragam tekstur. berbagai jenis bahan tekstil dengan beragam tekstur. b)

b) Potonglah Potonglah bahan-bahan bahan-bahan tersebut tersebut dalam dalam ukuran-ukuranukuran-ukuran tertentu/

tertentu/bervariasi menurut bervariasi menurut selera.selera.

c) Aturlah potongan-potongan bahan tersebut hingga membentuk c) Aturlah potongan-potongan bahan tersebut hingga membentuk komposisi yang menarik dan direkatkan pada kertas linen, komposisi yang menarik dan direkatkan pada kertas linen, dengan mempergunakan lem.

dengan mempergunakan lem.

d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi d) Setelah selesai, buatlah garis pembatas di sekeliling komposisi

tersebut. (Lihat gambar 1.26). tersebut. (Lihat gambar 1.26).

Gambar 1.26 Gambar 1.26 Pengek

(19)

5)

5) Mengekspresikan warna Mengekspresikan warna dandan valuevalue a)

a) Siapkan kertas Siapkan kertas linen ukuralinen ukuran An A3,3, cat air, kuas nomor 2, 4, 6,cat air, kuas nomor 2, 4, 6, pelettepelette,,

gelas plastik pencuci kuas. gelas plastik pencuci kuas.

b) Buatlah sebuah desain (misalnya desain bebas, geometris atau b) Buatlah sebuah desain (misalnya desain bebas, geometris atau

organis) dengan atau tanpa alat bantu. organis) dengan atau tanpa alat bantu.

c) Tentukan warna yang akan digunakan untuk mewarnai dan c) Tentukan warna yang akan digunakan untuk mewarnai dan buatlah campuran warna-warna tersebut dalam beberapa buatlah campuran warna-warna tersebut dalam beberapa tingkatan.

tingkatan.

d) Warnailah desain yang telah dibuat tadi dengan menerapkan d) Warnailah desain yang telah dibuat tadi dengan menerapkan

campuran warna yang sesuai. (Lihat gambar 1.27). campuran warna yang sesuai. (Lihat gambar 1.27).

6)

6) Mengekspresikan warna Mengekspresikan warna dandan valuevalue Gambar 1.27 Gambar 1.27

Pengekspresian value pada desain Pengekspresian value pada desain

(20)

a)

a) Siapkan kertas Siapkan kertas linen ukuralinen ukuran An A3,3, cat air, pensil warna, kuas nomorcat air, pensil warna, kuas nomor

2, 4, 6, palet, mangkuk/gelas plastik pencuci kuas. 2, 4, 6, palet, mangkuk/gelas plastik pencuci kuas. b)

b) Buatlah beberapa Buatlah beberapa desain dengan desain dengan penerapan bepenerapan beberapa unsurberapa unsur desain.

desain. c)

c) Buatlah campuran-campuran warna Buatlah campuran-campuran warna dari cat dari cat air palette air palette (misalnya(misalnya warna, biru, kuning, hijau, orange dan ungu).

warna, biru, kuning, hijau, orange dan ungu).

d) Terapkan kombinasi-kombinasi warna tertentu, baik dengan cat d) Terapkan kombinasi-kombinasi warna tertentu, baik dengan cat air, crayon, atau pensil warna pada desain yang telah dibuat. air, crayon, atau pensil warna pada desain yang telah dibuat. (Lihat gambar

(Lihat gambar 1.28 hingga gambar 1.29).1.28 hingga gambar 1.29).

C. LEMBAR LATIHAN C. LEMBAR LATIHAN Petunjuk Petunjuk Gambar 1.28 Gambar 1.28

Pengekspresian kombinasi warna primer Pengekspresian kombinasi warna primer

Gambar 1.29 Gambar 1.29

Pengekspresian berbagai warna Pengekspresian berbagai warna

(21)

1.

1. Bacalah Bacalah soal-soal soal-soal dengan dengan teliti.teliti. 2.

2. Kerjakan Kerjakan soal pada soal pada lembar jawaban lembar jawaban yang yang disediakan.disediakan. 3.

3. Beri tanda Beri tanda silang (X) silang (X) pada huruf pada huruf jawaban yang jawaban yang dianggap benar.dianggap benar. 4.

4. Setelah mengerjakan soal, cocokkSetelah mengerjakan soal, cocokkan jawaban anda an jawaban anda dengan dengan kunci kunci jawabanjawaban di Lembar Kunci Jawaban.

di Lembar Kunci Jawaban. Butir-Butir Soal

Butir-Butir Soal 1.

1. Secara umum, Secara umum, ada dua ada dua macam garis macam garis yang dikenal, yang dikenal, yaitu:yaitu: a.

a. garis garis luru luru dan dan patah patah d. d. garis garis lengkung lengkung dan dan pendekpendek b.

b. garis garis tipis tipis dan dan tebal tebal e. e. garis garis lurus lurus dan dan lengkunglengkung c.

c. garis garis lengkung lengkung dan dan pendekpendek 2.

2. DitinDitinjau jau dari watak dari watak suatu suatu garis, garis garis, garis lurus lurus menggambarkanmenggambarkan a.

a. kepastian kepastian dan dan kelembutan kelembutan d. d. kekakuan kekakuan dan dan keluwesankeluwesan b. keluwesan

b. keluwesan dan dan kepastian kepastian e. e. kelembutan kelembutan dan dan keluwesankeluwesan c.

c. ketegasan ketegasan dan dan kekakuankekakuan 3.

3. Sifat yang Sifat yang dimiliki suatu garis dimiliki suatu garis atau benda atau benda dengan arah dengan arah diagonal, yaitu:diagonal, yaitu: a.

a. perpindahan perpindahan dan dan kewibawaakewibawaan n d. d. kekuatan kekuatan dan dan dinamisdinamis b.

b. pergerakan pergerakan dan dan dinamis dinamis e. e. pergerakan pergerakan dan dan pasifpasif c.

c. keseimbangan keseimbangan dan dan ketenanganketenangan 4.

4. Suatu Suatu bentuk yang bentuk yang dibuat/digambarkan secara dibuat/digambarkan secara beraturan beraturan disebut bentukdisebut bentuk a.

a. organis organis d. d. dinamisdinamis b.

b. plastis plastis e. e. geometrisgeometris c. statis

c. statis 5.

5. Sifat Sifat permukapermukaan an suatu suatu benda benda disebut:disebut: a.

a. struktur struktur d. d. kontraskontras b.

b. tekstur tekstur e. unsue. unsurr c. poster

c. poster 6.

6. Contoh Contoh paduan paduan warna warna kontras, kontras, yaitu:yaitu: a. m

(22)

b.

b. biru biru dengan dengan hitam hitam e. e. kuning kuning dengan dengan merahmerah c.

c. kuning kuning dengan dengan oranyeoranye 7.

7. Suatu warna tertentu (merah, hijau) yang Suatu warna tertentu (merah, hijau) yang dicampur dicampur dengan dengan warna warna putihputih dengan takaran/perbandingan tertentu, sehingga diperoleh warna yang dengan takaran/perbandingan tertentu, sehingga diperoleh warna yang lebih muda, istilah untuk warna tersebut adalah:

lebih muda, istilah untuk warna tersebut adalah: a.

a. value value d.d. hhuuee b.

b. tint tint e. e. intensitintensitasas c. shade

c. shade

8. Setelan busana yang terdiri atas blus berwarna kuning dengan rok 8. Setelan busana yang terdiri atas blus berwarna kuning dengan rok

berwarna ungu, merupakan paduan warna: berwarna ungu, merupakan paduan warna: a.

a. kontrkontras as d. d. komplementerkomplementer b. monochromatis

b. monochromatis e. harmonie. harmoni c. analogus

c. analogus 9.

9. Setelan busana yang Setelan busana yang terdiri atas blus, terdiri atas blus, rok, dan syaal rok, dan syaal dalam gradasi warnadalam gradasi warna pink

pink, merupakan paduan warna, merupakan paduan warna a.

a. kontrkontras as d. d. komplementerkomplementer b. monochromatis

b. monochromatis e. harmonie. harmoni c. analogus

c. analogus 10.

10. Setelan busana Setelan busana yang terdiri yang terdiri atas: celana atas: celana panjang berwarna panjang berwarna hijau daun,hijau daun, blazer berwarna hijau kekuningan, dan blus dalam berwarna kuning, blazer berwarna hijau kekuningan, dan blus dalam berwarna kuning, merupakan paduan warna

merupakan paduan warna a.

a. kontrkontras as d. d. komplementerkomplementer b. monochromatis

b. monochromatis e. harmonie. harmoni c. analogus

(23)
(24)

KEGIATAN

KEGIATAN BELAJAR

BELAJAR 22

MENGEKSPRESI

MENGEKSPRESI KAN

KAN PRINSI

PRINSIP-

P-PRINSIP DESAIN

PRINSIP DESAIN

A. LEMBAR INFORMASI A. LEMBAR INFORMASI

1.

1. Prinsip-Prinsip-prinsip prinsip DesainDesain

Prinsip desain adalah suatu cara, Prinsip desain adalah suatu cara, teknik atau petunjuk bagaimana teknik atau petunjuk bagaimana menerapkan unsur-unsur kedalam menerapkan unsur-unsur kedalam suatu desain. Prinsip-prinsip desain suatu desain. Prinsip-prinsip desain ini meliputi: harmoni/kesatuan, ini meliputi: harmoni/kesatuan, proporsi, keseimbangan,

proporsi, keseimbangan, aksenaksen/pusat/pusat perhatian dan irama. (Lihat gambar perhatian dan irama. (Lihat gambar 2.1).

2.1).

a.

a. Harmoni/kesatuan Harmoni/kesatuan ((unityunity))

Harmoni merupakan prinsip yang Harmoni merupakan prinsip yang paling penting, karena menimbulkan paling penting, karena menimbulkan kesan adanya kesatuan melalui kesan adanya kesatuan melalui pemilihan dan penyusunan pemilihan dan penyusunan objek-objek. Pada prinsip harmoni, ada lima objek. Pada prinsip harmoni, ada lima aspek penting dalam penerapannya aspek penting dalam penerapannya terhadap suatu desain, yaitu; harmoni terhadap suatu desain, yaitu; harmoni garis dan bentuk, ukuran, tekstur, ide, garis dan bentuk, ukuran, tekstur, ide, dan warna. (Lihat gambar 2.2)

dan warna. (Lihat gambar 2.2)

Gambar 2.1 Gambar 2.1 Harmoni dalam ide Harmoni dalam ide

Penataan ruang tidur yang ditata serba Penataan ruang tidur yang ditata serba

kelautan, seperti jaring, hewan laut, kelautan, seperti jaring, hewan laut,

mercusar, kapal. mercusar, kapal.

Gambar 2.2 Gambar 2.2 Harmoni dalam warna Harmoni dalam warna

Penataan ruang tidur menggunakan Penataan ruang tidur menggunakan warna serba coklat baik pada perabot warna serba coklat baik pada perabot

maupun lenannya maupun lenannya

(25)

b. Proporsi b. Proporsi

Proporsi adalah hubungan satu bidang dengan bagian lain dalam suatu Proporsi adalah hubungan satu bidang dengan bagian lain dalam suatu susunan

susunan. Ada tiga hal yang perlu dip. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan proporsierhatikan untuk mendapatkan proporsi yang baik adalah sebagai berikut.

yang baik adalah sebagai berikut. 1)

1) Agar dapat dicapai susunan Agar dapat dicapai susunan yang menyenangkan dan yang menyenangkan dan menarik harusmenarik harus diketahui bagaimana menciptakan hubungan. (Lihat gambar 2.3 dan diketahui bagaimana menciptakan hubungan. (Lihat gambar 2.3 dan gambar 2.4).

gambar 2.4).

Keterangan: Keterangan:

Rancangan A merupakan penerapan Rancangan A merupakan penerapan

dari diagram proporsi A. dari diagram proporsi A.

Rancangan B merupakan penerapan Rancangan B merupakan penerapan

dari diagram proporsi B. dari diagram proporsi B.

Rancangan C merupakan penerapan Rancangan C merupakan penerapan

dari diagram proporsi C. dari diagram proporsi C. Gambar 2.3 Gambar 2.3 Diagram Proporsi Diagram Proporsi A A B B CC Gambar 2.4 Gambar 2.4

Contoh rancangan dengan Contoh rancangan dengan penerapan diagram proporsi penerapan diagram proporsi

po

potongan tongan hohoririsontalsontal A

(26)

2)

2) Agar dapat dihasilkan ukuran Agar dapat dihasilkan ukuran dan bentuk dan bentuk yang baik harus yang baik harus dapat dibuatdapat dibuat perubahan dalam rupa sesuai yang diinginkan. (Lihat gambar 2.5 dan perubahan dalam rupa sesuai yang diinginkan. (Lihat gambar 2.5 dan gambar 2.8).

gambar 2.8).

Keterangan: Keterangan:

Rancangan A merupakan penerapan Rancangan A merupakan penerapan dari diagram proporsi A.

dari diagram proporsi A.

Rancangan B merupakan penerapan Rancangan B merupakan penerapan dari diagram proporsi B.

dari diagram proporsi B. Gambar 2.5

Gambar 2.5

Pembagian bidang dengan Pembagian bidang dengan

garis horisontal garis horisontal A A Gambar 2.6. Gambar 2.6.

Contoh Rancangan pembagian bidang Contoh Rancangan pembagian bidang

d

dengan engan garigaris s hohoririsontalsontal A

A BB

B B

(27)

Keterangan: Keterangan:

Rancangan A merupakan Rancangan A merupakan penerapan dari diagram penerapan dari diagram proporsi A.

proporsi A.

Rancangan B merupakan Rancangan B merupakan penerapan dari diagram penerapan dari diagram proporsi B.

proporsi B.

Gambar 2.7 Gambar 2.7 Pemb

Pembagian agian bidbidang dengan gariang dengan garis verts vertikalikal

A

A BB

Gambar 2.8 Gambar 2.8

Contoh rancangan yang merupakan Contoh rancangan yang merupakan pembagian bidang penerapan dengan pembagian bidang penerapan dengan

garis vertikal garis vertikal A

(28)

c.

c. Keseimbangan Keseimbangan ((balancebalance))

Prinsip keseimbangan ini digunakan untuk memberikan perasaan Prinsip keseimbangan ini digunakan untuk memberikan perasaan ketenangan, kestabilan dan kekal. Pengaruh ketenangan ini dapat dicapai ketenangan, kestabilan dan kekal. Pengaruh ketenangan ini dapat dicapai dengan mengelompokkan bentuk dan warna yang dapat menimbulkan dengan mengelompokkan bentuk dan warna yang dapat menimbulkan perhatian sama pada bagian kiri dan kanan dari pusat. Keseimbangan yang perhatian sama pada bagian kiri dan kanan dari pusat. Keseimbangan yang dikenal ada dua macam.

dikenal ada dua macam. 1)

1) Keseimbangan Keseimbangan formalformal

Keseimbangan formal adalah suatu keadaan jika beberapa objek serupa Keseimbangan formal adalah suatu keadaan jika beberapa objek serupa atau mempunyai daya tarik dalam jumlah sama dan letaknya sama dari atau mempunyai daya tarik dalam jumlah sama dan letaknya sama dari pusat. Disebut juga keseimbangan

pusat. Disebut juga keseimbangan bisimetrisbisimetris. Keseimbangan. Keseimbangan obviusobvius adalahadalah suatu keadaan jika objek bagian kiri dan kanan tidak serupa tetapi suatu keadaan jika objek bagian kiri dan kanan tidak serupa tetapi keduanya mempunyai daya tarik yang sama. (Lihat gambar 2.9).

keduanya mempunyai daya tarik yang sama. (Lihat gambar 2.9).

Gambar 2.9 Gambar 2.9 D

Desain kursi esain kursi dedengan penerapan pngan penerapan pririnsinsip kp keseimbeseimbangan formal/angan formal/bisibisimemettriris, s, kursi tkursi tampampaa sama bentuknya pada bagian kanan dan kiri bila ditari garis tengah

(29)

2)

2) Keseimbangan Keseimbangan informalinformal

Keseimbangan informal adalah suatu keadaan jika beberapa objek Keseimbangan informal adalah suatu keadaan jika beberapa objek tidak serupa atau tidak mempunyai jumlah perhatian yang sama. tidak serupa atau tidak mempunyai jumlah perhatian yang sama. Keseimbangan Informal disebut juga

Keseimbangan Informal disebut juga occultoccult atauatau asimetrisasimetris. (Lihat gambar. (Lihat gambar 2.10).

2.10).

d.

d. AksenAksen/pusat perhatian (/pusat perhatian (center of interestcenter of interest)) Aksen

Aksen merupakan suatu prinsip dalammerupakan suatu prinsip dalam keseni

kesenian yang pertama-tama an yang pertama-tama membawamembawa mata pada sesuatu yang penting dalam mata pada sesuatu yang penting dalam susunan dan dari titik ini baru kebagian susunan dan dari titik ini baru kebagian yang lainnya. (Lihat gamb

yang lainnya. (Lihat gambar 2ar 2.11).11)

Gambar 2.10 Gambar 2.10

Desain kursi dengan penerapan Desain kursi dengan penerapan ke

keseimbaseimbangan ngan ininformal/formal/asiasimemetrtrisis,, kursi

kursi tampak tampak titidak dak sama besama bentntuknyauknya pada bagian kanan dan kiri bila di pada bagian kanan dan kiri bila di

tarik garis tengah tarik garis tengah

Gambar 2.11 Gambar 2.11

Loper dengan penerapan prinsip Loper dengan penerapan prinsip

aksen dengan gambar bunga aksen dengan gambar bunga

(30)

Dalam penerapan prinsip

Dalam penerapan prinsip aksenaksen kita perlu memperhatikan pertanyaankita perlu memperhatikan pertanyaan sebagai berikut.

sebagai berikut. 1)

1) Apa Apa yang yang akan akan dijadikandijadikan aksenaksen?,?, 2)

2) Bagaimana Bagaimana menciptakanmenciptakan aksenaksen?,?, 3)

3) Berapa Berapa banyakbanyak aksenaksen diperlukan?, dandiperlukan?, dan 4)

4) Dimana Dimana aksen aksen ditempatkan?.ditempatkan?.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka dalam penerapan prinsip

Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka dalam penerapan prinsip aksenaksen dalam suatu desain/rancangan.

dalam suatu desain/rancangan. 1)

1) Perlu menentPerlu menentukan sesuatu ukan sesuatu yang penting uyang penting untuk dijadikan ntuk dijadikan objek, dan yangobjek, dan yang kurang penting dijadikan latar belakang.

kurang penting dijadikan latar belakang. 2) Dalam menciptakan

2) Dalam menciptakan aksenaksen, dapat menggunakan warna kontras atau, dapat menggunakan warna kontras atau dengan pemberian hiasan.

dengan pemberian hiasan. 3) Banyaknya

3) Banyaknya aksenaksen yang diperlukan adalah relatif, yang penting hendaknyayang diperlukan adalah relatif, yang penting hendaknya menonjolkan sesuatu/apa yang dipandang baik/menarik.

menonjolkan sesuatu/apa yang dipandang baik/menarik. 4) Menempatkan

4) Menempatkan aksenaksen sebaiknya di pusat bidang, atau pada bagian yangsebaiknya di pusat bidang, atau pada bagian yang menarik.

menarik. e.

e. Irama Irama ((rhythmrhythm))

Pengertian irama adalah suatu pengulangan yang secara terus menerus dan Pengertian irama adalah suatu pengulangan yang secara terus menerus dan teratur dari suatu unsur. Irama juga dapat dikatakan sebagai suatu bentuk teratur dari suatu unsur. Irama juga dapat dikatakan sebagai suatu bentuk pergerakan. Untuk memperoleh pergerakan yang berirama, dapat dicapai pergerakan. Untuk memperoleh pergerakan yang berirama, dapat dicapai dengan 4 macam cara

dengan 4 macam cara sebagai berikut.sebagai berikut. 1)

1) pengulangan pengulangan bentukbentuk

Irama dapat diperoleh dengan mengulang suatu bentuk secara teratur Irama dapat diperoleh dengan mengulang suatu bentuk secara teratur pada jarak tertentu. Bentuk yang dapat diulang berupa bentuk yang pada jarak tertentu. Bentuk yang dapat diulang berupa bentuk yang sama atau bentuk-bentuk yang berganti-ganti secara teratur. (Lihat sama atau bentuk-bentuk yang berganti-ganti secara teratur. (Lihat gambar 2.12)

(31)

2)

2) peralihan peralihan ukuranukuran

Irama juga dapat diperoleh dengan peralihan ukuran dari unsur-unsur Irama juga dapat diperoleh dengan peralihan ukuran dari unsur-unsur bentuk yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk yang disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan pergerakan yang cepat pada mata.

pergerakan yang cepat pada mata.

3)

3) pergerakan pergerakan garis garis yang yang tak tak putusputus

Irama juga dapat diperoleh melalui komposisi yang berupa garis-garis Irama juga dapat diperoleh melalui komposisi yang berupa garis-garis lengkung yang berkesinambungan. (Lihat gambar 2.13).

lengkung yang berkesinambungan. (Lihat gambar 2.13). Gambar 2.12

Gambar 2.12

Desain gorden dengan penerapan prinsip irama (pengulangan bentuk Desain gorden dengan penerapan prinsip irama (pengulangan bentuk

pada bagian atas) pada bagian atas)

Gambar 2.13 Gambar 2.13

Penerapan prinsip irama pada loper Penerapan prinsip irama pada loper berupa bentuk garis-garis lengkung berupa bentuk garis-garis lengkung

pada sekeliling tepinya pada sekeliling tepinya

(32)

4) radiasi 4) radiasi

radiasi merupakan sejenis radiasi merupakan sejenis

pergerakan yang memancar dari pergerakan yang memancar dari titik pusat.

titik pusat.

2.

2. Mengekspresikan Mengekspresikan PrinsipPrinsip-Prinsip -Prinsip DesainDesain

Ekspresi seperti yang telah diuraikan di muka, yaitu penuangan ide dan Ekspresi seperti yang telah diuraikan di muka, yaitu penuangan ide dan kreativitas dalam bentuk karya (desain) yang dapat dinikmati oleh orang lain. kreativitas dalam bentuk karya (desain) yang dapat dinikmati oleh orang lain. Mengekspresikan prinsip-prinsip desain dalam hal ini adalah bagaimana kita Mengekspresikan prinsip-prinsip desain dalam hal ini adalah bagaimana kita menuangkan ide dan kreativitas kita masing-masing dengan menerapkan menuangkan ide dan kreativitas kita masing-masing dengan menerapkan prinsip-prinsip desain (harmoni/kesatuan, proporsi, keseimbangan,

prinsip-prinsip desain (harmoni/kesatuan, proporsi, keseimbangan, aksenaksen// pusat perhatian dan irama). Dalam mengekspresikan prinsip-prinsip desain, pusat perhatian dan irama). Dalam mengekspresikan prinsip-prinsip desain, kita juga harus memperhatikan

kita juga harus memperhatikan penggunaan dan penerapan unsurpenggunaan dan penerapan unsur -unsu-unsur desr desainain yang sesuai dan diatur sedemikian rupa sehingga

desain-yang sesuai dan diatur sedemikian rupa sehingga desain-desain desain-yang digambardesain yang digambar dapat menarik, serta komposisinya baik.

dapat menarik, serta komposisinya baik. Gambar 2.14 Gambar 2.14

Penerapan prinsip radiasi pada gaun Penerapan prinsip radiasi pada gaun

hitam be

hitam berupa kerupa kerutrutan-kan-kerutan erutan rokrok sekeliling paris panggul

(33)

B.

B. LEMBARLEMBAR KERJAKERJA 1. Alat

1. Alat

Alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut. Alat-alat yang digunakan adalah sebagai berikut.

a.

a. Pensil Pensil 2B.2B. b.

b. Pensil Pensil warna.warna. c.

c. Cat Cat air.air. d.

d. Kuas nomor Kuas nomor 000, 2, 000, 2, 4, 6, 4, 6, 8.8. e.

e. PelettePelette.. f.

f. Mangkuk/gelas Mangkuk/gelas plastik plastik pencuci pencuci kuas.kuas. g. Penghapus.

g. Penghapus. h.

h. Peruncing Peruncing pensil/rautan pensil/rautan pensil.pensil. i.

i. Penggaris Penggaris lurus.lurus.   j.

  j. Penggaris Penggaris sablon sablon berbagai berbagai bentuk bentuk geometris.geometris.

2. Bahan 2. Bahan

Bahan yang digunakan adalah kertas linen/kertas gambar A Bahan yang digunakan adalah kertas linen/kertas gambar A33

3.

3. Kesehatan Kesehatan dan dan Keselamatan Keselamatan KerjaKerja a.

a. Sikap Sikap badan badan tegak, tegak, jangan jangan membungkuk.membungkuk. b.

b. Gunakan Gunakan celemek pada celemek pada waktu waktu bekerja/mengerjakan bekerja/mengerjakan tugas.tugas. c.

c. Alat-alaAlat-alat dan bt dan bahan ahan harus harus dalam kedalam keadaan badaan bersih ersih (kuas,(kuas, pelettepelette, mangkuk, mangkuk pencuci, kertas).

pencuci, kertas). d.

d. Gunakan alat-alat sesuai Gunakan alat-alat sesuai fungsi dan cfungsi dan caranya (lihat aranya (lihat modul Alat dan modul Alat dan BahanBahan Desain).

Desain). 4.

4. Langkah Langkah KerjaKerja a.

a. Mengekspresikan Mengekspresikan desain desain dengan dengan penerapan penerapan prinsip harmoni.prinsip harmoni. 1)

1) Siapkan kertas Siapkan kertas gambar/linen ukuran gambar/linen ukuran AA33, pensil 2B, pensil warna dan cat, pensil 2B, pensil warna dan cat

air. air.

(34)

2)

2) Buatlah dua buah Buatlah dua buah desain yang terdiri atas (1) desain yang terdiri atas (1) desain bebas (satu desain bebas (satu buah),buah), (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip harmoni dengan memperhatikan aspek-aspeknya.

harmoni dengan memperhatikan aspek-aspeknya.

3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan

penghapus. penghapus. 4)

4) Warnailah kWarnailah kedua desaiedua desain tersebut, n tersebut, satu desain satu desain dengan teknidengan teknikk penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara basah.

penyelesaian secara basah. b.

b. Mengekspresikan Mengekspresikan desain desain dengan dengan penerapan penerapan prinsip prinsip proporsiproporsi 1)

1) Siapkan kertas Siapkan kertas gambar/kertas linen gambar/kertas linen ukuran Aukuran A3,3, pensil 2B, pensil warnapensil 2B, pensil warna

dan cat air. dan cat air. 2)

2) Buatlah dua buah Buatlah dua buah desain yang terdiri atas (1) desain yang terdiri atas (1) desain bebas (satu desain bebas (satu buah),buah), (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip proporsi.

proporsi.

3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan

penghapus. penghapus. 4)

4) Warnailah kWarnailah kedua desaiedua desain tersebut, n tersebut, satu desain satu desain dengan teknidengan teknikk penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara basah.

penyelesaian secara basah. c.

c. Mengekspresikan Mengekspresikan desain desain dengan dengan penerapan penerapan prinsip prinsip keseimbangankeseimbangan 1)

1) Siapkan kertas Siapkan kertas gambar/linen ukuran gambar/linen ukuran AA33, pensil 2B, pensil warna dan cat, pensil 2B, pensil warna dan cat

air. air. 2)

2) Buatlah dua buah Buatlah dua buah desain yang terdiri atas (1) desain yang terdiri atas (1) desain bebas (satu desain bebas (satu buah),buah), (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip keseimbangan formal dan informal.

keseimbangan formal dan informal.

3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan

penghapus. penghapus.

(35)

4)

4) Warnailah kWarnailah kedua desaiedua desain tersebut, n tersebut, satu desain satu desain dengan teknidengan teknikk penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara basah.

penyelesaian secara basah. d.

d. Mengekspresikan Mengekspresikan desain pendesain penerapan prinserapan prinsip aksenip aksen 1)

1) Siapkan kertas Siapkan kertas gambar/linen ukuran gambar/linen ukuran AA33, pensil 2B, pensil warna dan cat, pensil 2B, pensil warna dan cat

air. air. 2)

2) Buatlah dua buah Buatlah dua buah desain yang terdiri atas (1) desain yang terdiri atas (1) desain bebas (satu desain bebas (satu buah),buah), (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip aksen. (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip aksen. 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan

penghapus. penghapus. 4)

4) Warnailah kWarnailah kedua desaiedua desain tersebut, n tersebut, satu desain satu desain dengan teknidengan teknikk penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara basah.

penyelesaian secara basah. e.

e. Mengekspresikan Mengekspresikan desain desain dengan dengan penerapan penerapan prinsip prinsip iramairama 1)

1) Siapkan kertas Siapkan kertas gambar/linen ukuran gambar/linen ukuran AA3,3, pensil 2B, pensil warna dan catpensil 2B, pensil warna dan cat

air. air. 2)

2) Buatlah dua Buatlah dua buah desain buah desain yang terdiri yang terdiri atas (1) atas (1) desain bebas desain bebas (satu buah),(satu buah), (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip irama. (2) desain busana (satu buah). Desain tersebut penerapan prinsip irama. 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan 3) Rapikan dan bersihkan garis-garis yang tidak diperlukan dengan

penghapus. penghapus. 4)

4) Warnailah kWarnailah kedua desaiedua desain tersebut, n tersebut, satu desain satu desain dengan teknidengan teknikk penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara kering dan satu desain lainnya dengan teknik penyelesaian secara basah.

(36)

C. LEMBAR LATIHAN C. LEMBAR LATIHAN Petunjuk

Petunjuk 1.

1. Bacalah Bacalah soal-soal soal-soal dengan dengan teliti.teliti. 2.

2. Kerjakan Kerjakan soal soal pada lembar pada lembar jawaban jawaban yang yang disediakan.disediakan. 3.

3. Beri tanda Beri tanda silang (X) silang (X) pada huruf pada huruf jawaban yang jawaban yang dianggap benar.dianggap benar. 4.

4. Setelah mengerjakan Setelah mengerjakan soal, cocokkan soal, cocokkan jawaban anda jawaban anda dengan kunci dengan kunci jawaban.jawaban.

Butir-butir soal Butir-butir soal 1.

1. Prinsip desaPrinsip desain adalah in adalah seperti disebuseperti disebutkan betkan berikut ini, rikut ini, kecuali:kecuali: a.

a. irama, irama, aksen, aksen, harmoniharmoni b.

b. harmoni, harmoni, keseimbangan, keseimbangan, proporsiproporsi c.

c. proporsi, proporsi, ukuran ukuran , , pusat pusat perhatianperhatian d.

d. pusat pusat perhaian, perhaian, kesatuan, kesatuan, keseimbangankeseimbangan e.

e. keseimbangan, keseimbangan, irama, irama, proporsiproporsi 2.

2. Sebuah taplak Sebuah taplak meja menggunakan meja menggunakan bahan dasar bahan dasar katun berwarna katun berwarna kuning, diberikuning, diberi hiasan aplikasi

bunga-hiasan aplikasi bunga-bungaan berwarna coklat kekuningan. Paduan tersebutbungaan berwarna coklat kekuningan. Paduan tersebut merupakan penerapan prinsip

merupakan penerapan prinsip a.

a. harmoni harmoni dalam dalam garis garis dan dan bentukbentuk b.

b. harmoni harmoni dalam dalam ukuranukuran c.

c. harmoni harmoni dalam dalam teksturtekstur d.

d. harmoni harmoni dalam dalam ideide e.

(37)

3.

3. Sepasang sepatu wanita berbahan kulit halus Sepasang sepatu wanita berbahan kulit halus warna krem, diberi warna krem, diberi hiasanhiasan bisban tiga lajur dari bahan

bisban tiga lajur dari bahan suedesuede warna coklat tua. Paduan tersebutwarna coklat tua. Paduan tersebut merupakan penerapan prinsip:

merupakan penerapan prinsip: a.

a. aksen aksen d. d. harmoni harmoni dalam dalam teksturtekstur b.

b. keseimbangan keseimbangan simetris simetris e. e. proporsiproporsi c.

c. keseimbangan keseimbangan informalinformal 4.

4. Prinsip desain Prinsip desain yang dapat yang dapat menimbulkan perhatian menimbulkan perhatian sama pada bagian sama pada bagian kiri dankiri dan kanan, disebut.

kanan, disebut. a.

a. harmoni harmoni d. d. keseimbangan keseimbangan bisimetrisbisimetris b.

b. proporsi proporsi e. e. aksenaksen c.

c. keseimbangan keseimbangan asimetrisasimetris 5.

5. Suatu keadaan, bila objek pada bagian Suatu keadaan, bila objek pada bagian kiri dan kanan tidak kiri dan kanan tidak serupa tetapiserupa tetapi keduanya mempunyai daya tarik yang sama disebut pri

keduanya mempunyai daya tarik yang sama disebut prinsip:nsip: a. keseimbangan

a. keseimbangan bisimetrisbisimetris d. keseimbangan occultd. keseimbanganoccult a. keseimbangan

a. keseimbangan asimetrisasimetris e. keseimbangan obviouse. keseimbanganobvious b. keseimbangan

b. keseimbangan formalformal 6.

6. Prinsip aksen Prinsip aksen pada suatu pada suatu desain dapat desain dapat dicapai dengan cara dicapai dengan cara berikut, kecuali:berikut, kecuali: a.

a. penggunaan penggunaan warna warna kontraskontras b.

b. pemberian pemberian hiasanhiasan c.

c. menempatkan menempatkan aksen aksen pada pada tempat tempat yang yang tepat/menartepat/menarikik d.

d. mengulang warna mengulang warna yang sama yang sama pada berbagai pada berbagai tempattempat e.

(38)

7. Sebuah

7. Sebuah blazerblazer berkotak halus merah hitam dengan detail sebagai berikut:berkotak halus merah hitam dengan detail sebagai berikut: kerah setali yang tepinya diberi bis warna hitam, memakai dua buah saku kerah setali yang tepinya diberi bis warna hitam, memakai dua buah saku klep yang tepinya diberi bis hitam, menggunakan sederet kancing pada klep yang tepinya diberi bis hitam, menggunakan sederet kancing pada Tengah Muka dan ujung lengan juga berwarna hitam. Desain blazer tersebut Tengah Muka dan ujung lengan juga berwarna hitam. Desain blazer tersebut menerapkan prinsip.

menerapkan prinsip. a.

a. harmoni harmoni dalam dalam warna warna d. d. aksenaksen b.

b. proporsi proporsi e. e. irama irama dalam dalam pengulangapengulangan n warnawarna c.

c. keseimbangan keseimbangan InformInformalal

8. Sebuah gaun berpotongan garis pinggang, dengan kerutan penuh pada 8. Sebuah gaun berpotongan garis pinggang, dengan kerutan penuh pada

lingkar pinggang. Gaun tersebut merupakan penerapan dari prinsip. lingkar pinggang. Gaun tersebut merupakan penerapan dari prinsip. a.

a. harmoni harmoni d. d. aksenaksen b.

b. proporsi proporsi e. e. iramairama c. keseimbangan

c. keseimbangan 9.

9. Suatu prinsipSuatu prinsip, di mana terda, di mana terdapat pembagiapat pembagian bidang yang bain bidang yang baik ok oleh leh garisgaris horisontal

horisontal atauatau vertikalvertikal, yaitu prinsip., yaitu prinsip. a.

a. harmoni harmoni d. d. aksenaksen b.

b. proporsi proporsi e. e. iramairama c. keseimbangan

c. keseimbangan 10

10. . SebuahSebuah sackdresssackdress berpotongan sederhana berwarna hitam, diberui pita besarberpotongan sederhana berwarna hitam, diberui pita besar berwarna merah yang diletakkan dibagian muka sekitar leher dan dada. Gaun berwarna merah yang diletakkan dibagian muka sekitar leher dan dada. Gaun berpita tersebut merupakan penerapan prinsip.

berpita tersebut merupakan penerapan prinsip. a.

a. harmoni harmoni d. d. aksenaksen b.

b. proporsi proporsi e. e. iramairama c. keseimbangan

(39)

E

E

E

EV

V

V A

V

A

AL

A

L

LU

L

UA

U

U

A

AS

A

S

S I

S

II

I

A. Petunjuk A. Petunjuk 1.

1. Bacalah Bacalah soal soal dengan dengan teliti.teliti. 2.

2. Untuk mengerjakan Untuk mengerjakan soal, gunakanlah soal, gunakanlah alat dan alat dan bahan sebagai bahan sebagai berikut.berikut.

ü

ü kertas linen/gambar,kertas linen/gambar,

ü

ü alat desain utama dan alat desain penunjang, seperti pensil hitam,alat desain utama dan alat desain penunjang, seperti pensil hitam, pensil warna, cat air,cat poster,

pensil warna, cat air,cat poster, penggaris, dan lain sebagainya.penggaris, dan lain sebagainya. 3.

3. Jagalah Jagalah kerapian kerapian dan kebdan kebersihan ersihan pekerjaan pekerjaan Anda.Anda.

B.

B. Butir-bButir-butir utir evaluasievaluasi

Buatlah desain-desain berikut, dengan ketentuan bahwa masing-masing desain Buatlah desain-desain berikut, dengan ketentuan bahwa masing-masing desain menerapkan 4 (empat) macam unsur desain dan 2 (dua) macam prinsip desain: menerapkan 4 (empat) macam unsur desain dan 2 (dua) macam prinsip desain: (a) 3 (tiga) macam desain

(a) 3 (tiga) macam desain perabot rumah tangga, (b) 3 (tiga) perabot rumah tangga, (b) 3 (tiga) macam desain lenanmacam desain lenan rumah tangga, (c) 1 (satu) desain

rumah tangga, (c) 1 (satu) desain busana.busana.

Desain yang hendak dibuat hendaknya diselesaikan dengan media pewarna yang Desain yang hendak dibuat hendaknya diselesaikan dengan media pewarna yang berbeda untuk masing-masing desain. Pada masing-masing desain yang Anda berbeda untuk masing-masing desain. Pada masing-masing desain yang Anda buat tersebut, harap dijelaskan pula mengenai nama desain, unsur-unsur serta buat tersebut, harap dijelaskan pula mengenai nama desain, unsur-unsur serta prinsip desain apa saja yang diterapkan.

(40)

SM

SMK Bidang Tata Busana, K Bidang Tata Busana, Program Program KeKeahlian Tata Busanaahlian Tata Busana 3939

LEMBAR

LEMBAR KUNCI

KUNCI JAWABAN

 JAWABAN

A. Lembar Kegiatan Belajar I A. Lembar Kegiatan Belajar I

1. 1. ee 2. 2. cc 3. 3. bb 4. 4. ee 5. 5. bb 6. 6. ee 7. 7. bb 8. 8. dd 9. 9. bb 10 10. . cc B.

B. Lembar Lembar Kegiatan Kegiatan BelBelajar ajar IIII 1. 1. cc 2. 2. ee 3. 3. dd 4. 4. dd 5. 5. ee 6. 6. dd 7. 7. ee 8. 8. aa 9. 9. bb 10 10. . ee C. Evaluasi C. Evaluasi

Rambu-rambu penilaian sebagai berikut. Rambu-rambu penilaian sebagai berikut. 1.

1. Desain-desain yang Desain-desain yang dibuat dibuat hendaknya memenuhi hendaknya memenuhi kriteria yang kriteria yang terdapat padaterdapat pada soal sebagai berikut.

soal sebagai berikut. a)

a) Penggunaan Penggunaan kertas kertas linen/ linen/ gambar.gambar.

b) Penggunaan berbagai alat desain seperti pensil hitam, pensil warna, b) Penggunaan berbagai alat desain seperti pensil hitam, pensil warna,

crayon, cat poster,

crayon, cat poster, kontekontedan lain sebagainya secara bervariasi pada dan lain sebagainya secara bervariasi pada desain,desain, dan alat desain penunjang lainnya.

dan alat desain penunjang lainnya. c)

(41)

2.

2. Dalam membeDalam memberikan penirikan penilaian pada desain, masinglaian pada desain, masing-masing -masing desain desain dinilaidinilai dengan 4 (empat) aspek, meliputi; penerapa

dengan 4 (empat) aspek, meliputi; penerapan unsur desain, penerapan prinsipn unsur desain, penerapan prinsip desain, kerapian dan kebersihan. Nilai dari masing-masing aspek desain, kerapian dan kebersihan. Nilai dari masing-masing aspek dijumlahkan, sehingga mendapatkan tota

dijumlahkan, sehingga mendapatkan total nilai antara 64-10l nilai antara 64-100.0. Adapun aspek-aspek dimaksud adalah sebagai berikut.

Adapun aspek-aspek dimaksud adalah sebagai berikut. a.

a. Penerapan Penerapan unsur unsur desaindesain 40

40 = = bila bila menerapkan menerapkan 4 4 unsur unsur desain desain dengan dengan komposisi komposisi yang yang sangatsangat baik.

baik. 35

35 = = bila bila menerapkan menerapkan 4 4 unsur unsur desain desain dengan dengan komposisi komposisi yang yang baikbaik 30

30 = = bila bila menerapkan menerapkan 4 4 unsur unsur desain desain dengan dengan komposisi komposisi yang yang kurangkurang baik

baik 25

25 = = bila bila menerapkan menerapkan 4 4 unsur unsur desain desain dengan dengan komposisi komposisi yang yang tidaktidak baik

baik b.

b. Penerapan Penerapan prinsip prinsip desaindesain 30

30 = = bila bila menerapkan menerapkan 2 2 prinsip prinsip desain desain dengan dengan sangat sangat tepattepat 27

27 = = bila bila menerapkan menerapkan 2 2 prinsip prinsip desain desain cukup cukup tepattepat 24

24 = = bila bila menerapkan menerapkan 2 2 prinsip prinsip desain desain kurang kurang tepattepat 21

21 = = bila bila menerapkan menerapkan 2 2 prinsip prinsip desain desain tidak tidak tepattepat c. Kerapian

c. Kerapian 15

15 = = bila bila desain desain dibuat dibuat dengan dengan sangat sangat rapirapi 13

13 = = bila bila desain desain dibuat dibuat dengan dengan cukup cukup rapirapi 11

11 = = bila bila desain desain dibuat dibuat dengan dengan kurang kurang rapirapi 9

9 = = bila bila desain desain dibuat dibuat dengan dengan tidak tidak rapirapi d. Kebersihan

d. Kebersihan 15

15 = = bila bila antara antara kertas kertas gambar gambar dan dan desain desain baik baik terjaga terjaga kebersihannkebersihannya.ya. 13

13 = = bila bila antara antara kertas kertas gambar gambar dan dan desain desain cukup cukup terjagaterjaga kebersihannya

kebersihannya 11

11 = = bila bila antara antara kertas kertas gambar gambar dan dan desain desain kurang kurang terjagaterjaga kebersihannya.

kebersihannya. 9

(42)

D

D

D

DA

AF

A

A

F

FT

F

T

TA

T

A

AR

A

R

R P

R

PU

P

P

U

US

U

S

S T

S

TA

T

T

A

AK

A

K

K A

K

A

A

A

Garthe, Mary. 1995.

Garthe, Mary. 1995. Fashion and ColorFashion and Color. Massachussetts: Rockport Publisher.. Massachussetts: Rockport Publisher.

Gijzel, Gerda Van, 1987.

Gijzel, Gerda Van, 1987. De Illusie van De Mode TekeningDe Illusie van De Mode Tekening. De Bilt: Contecleer BV.. De Bilt: Contecleer BV.

Lauer, David A, and Pentak, Stephen. 2000.

Lauer, David A, and Pentak, Stephen. 2000. Desain BasicsDesain Basics. Orlando: Harcourt. Orlando: Harcourt Brace Collage Publisers.

Brace Collage Publisers.

Mc Creight. 1996.

Mc Creight. 1996. Desain Desain LanguaLanguagege. New York: . New York: Brynmorgen Press. IncBrynmorgen Press. Inc

Sipahelut, Atisah, dan Petrusumadi, 1991.

Sipahelut, Atisah, dan Petrusumadi, 1991. Dasar DesainDasar Desain. Jakarta: Departemen. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Pendidikan dan Kebudayaan.

Tate, Sahron Lee. 1989.

Tate, Sahron Lee. 1989. Inside Fashion Design Third EditionInside Fashion Design Third Edition. New York: Harper dan. New York: Harper dan Row Publishers. Inc.

(43)

Gambar

Gambar 1.4Gambar 1.4 Memb
Gambar 1.9Gambar 1.9
Gambar 1.13Gambar 1.13
Gambar 1.15Gambar 1.15
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebanyak 59% responden menyatakan setuju pada pertanyaan perusahaan memberikan kompensasi sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan, hal tersebut menunjukan bahwa

Kalimat Tidak Efektif Dalam Karangan Deskripsi Siswa Kelas XI IPA 2 MAN Jember 1; Abdul Waris Gunawan , 080210402033; 2013; 71 halaman; Program Studi Pendidikan

Lima ratus tiga puluh senbilan juta enam puluh enam ribu L\piah. Memenuhi

Kalimat tidak efektif yang digunakan meliputi hal-hal sebagai berikut, (1) bentuk kalimat tidak utuh, terdiri kalimat tidak memiliki subjek, predikat, dan objek

 Galaksi adalah suatu kabut gas pijar yang sangat besar, dikelilingi oleh kelompok-kelompok bintang yang sangat dekat satu sama lain ( cluster ) dan.. juga dikelilingi

Kabupaten Merauke, dengafl tenbusan kepada PPK/Pergguna Anggaran Dinas Kehutanan dar Perkebunan Kabupaten Merauke dan Inspektoraf Kabupaten Merauke. Demikian pengumuman

Soal posttest digunakan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa pada aspek kognitif antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan, sedangkan angket digunakan untuk

PT Indonesia Power UP Saguling yang diwakili oleh Wasman Sumarna (Supervisor Senior K3) dan Asep Wahyudin (Supervisor Keamanan) menghadiri acara Peringatan Hari Jadi