• Tidak ada hasil yang ditemukan

Provinsi Sulawesi Selatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Provinsi Sulawesi Selatan"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

RSUD. LABUANG BAJI

Provinsi Sulawesi Selatan

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

(LAKIP)

RSUD LABUANG BAJI

TAHUN 2018

Jalan Dr. Ratulangi No. 81 Makassar Telp. (0411) 872120 –873482 Fax. (0411) 830454 E-mail : [email protected]

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Konsep dasar akuntabilitas didasarkan pada klasifikasi resposibilitas managerial pada tiap lingkungan dalam organisasi yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan pada tiap bagian. Masing-masing individu pada setiap jajaran aparatur bertanggungjawab atas kegiatan yang dilaksanakan pada bagiannya. Konsep inilah yang membedakan adanya kegiatan terkendali dan kegiatan yang tidak terkendali. Kegiatan yang terkendali merupakan kegiatan yang secara nyata dapat dikendalikan oleh seseorang atau suatu pihak, yang berarti bahwa kegiatan tersebut benar-benar direncanakan, dilaksanakan dan dinilai hasilnya oleh pihak berwenang dan tidak sebaliknya.

Akuntabilitas didefinisikan sebagai sesuatu perwujudan kewajiban untuk dipertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui media birokrasi. Akuntabilitas instansi pemerintah merupakan kewajiban Rumah Sakit Umum Labuang Baji untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi Rumah Sakit Umum Labuang Baji.

Sesuai dengan amanat UUD tahun 1945, pembangunan nasional dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, termasuk dalam bidang kesehatan.Kementerian Kesehatan RI melalui Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan RI tahun 2013-2018 menetapkan 9 (sembilan) program pembangunan kesehatan. Salah satu program teknis yang ditetapkan adalah program Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dengan sasaran peningkatan ketersediaan dan mutu dari SDM Kesehatan.

Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujutnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

(3)

Keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya dapat dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk mencapai IPM tersebut, salah satu komponen utama yang mempengaruhinya yaitu indikator status kesehatan selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mendukung percepatan pembangunan nasional.

Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab dan sebagai wujud pertanggung jawaban dalam mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran yang diinginkan dalam mewujudkan good governance diperlukan penetapan pelaksanaaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Provinsi Sulawesi – Selatan. Maka perlu adanya suatu pertanggung jawaban yang sistematis melalui Inpres No. 7 tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dimana RSUD Labuang Baji adalah salah satu organisasi yang telah melaksanakan program dan kegiatan dengan mengacu pada Renstra RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013 - 2018. Dari hasil kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan tupoksi RSUD Labuang Baji diharapkan menjadi acuan untuk menjadi bahan perumusan kebijakan pembangunan Kesehatan di Sulawesi – Selatan.

LaporanKinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini disusun berdasarkan Permenpan & RB Nomor 29 tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Lakip Pustanserdik Tahun 2012 Akuntabilitas Kinerja Intansi Pemerintah dan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RINomor 2416/MENKES/PER/XII/2011 tanggal 1 Desember 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan RI. Dalam menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) diperlukan persiapan-persiapan yang meliputi penyediaan data-data, laporan-laporan, dan pertanggung jawaban kegiatan selama 1 (satu) tahun. Sehingga nantinya didapatkan bentuk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang dapat dipertanggungjawabkan secara legal aspek.

(4)

Untuk mengukur tingkat pencapain Kinerja RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 diperlukan adanya Laporan Akuntabilitas sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam memberikan gambaran mengenai keberhasilan dan kegagalan dari pelaksanaan kegiatan RSUD Labuang Baji dalam mewujudkan tujuan yang yang ingin dicapai sebagaimana tertuang dalam Visi dan Misi dalam bentuk Laporan Kinerja Instansi Pemerintahyang dikenal dengan LKIP sebagaimana uraian berikut.

1. MAKSUD DAN TUJUAN LKIP

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) ini disusun berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentangKinerja Instansi Pemerintah. Inpres ini memberikan tuntunan kepada semua instansi pemerintah untuk menyiapkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah sebagai bagian integral dari siklus akuntabilitas kinerja yang utuh yang dikerangkakan dalam suatu Sistem Kinerja Instansi Pemerintah.

Esensi dari sistem LKIP bagi RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan adalah perwujudan dari implementasi sistem pengendalian manajemen sektor publik. Sistem pengendalian ini merupakan infrastruktur bagi manajemen pemerintahan Kabupaten untuk memastikan bahwa visi, misi dan tujuan strategis dapat dipenuhi melalui implementasi strategi pencapaiannya (program dan kegiatan) yang selaras. Atas dasar tersebut, siklus sistem LKIP diawali dengan penyusunan Rencana Strategis yang mendefinisikan visi, misi dan tujuan/sasaran Strategis RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan. Secara selaras setiap tahunnya ditetapkan program dan kegiatan untuk dilaksanakan dalam rangka pemenuhan visi, misi dan tujuan/sasaran Strategis tersebut. Sistem pengukuran kinerja dibangun dan dikembangkan untuk menilai sejauh mana capaian kinerja RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan berhasil diperoleh. Pada setiap akhir periode pelaksanaan program/kegiatan, capaian kinerja yang berhasil diperoleh itu dikomunikasikan kepada para stakeholder dalam wujud Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

(5)

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) memiliki dua fungsi utama sekaligus. Pertama, laporan kinerja merupakan sarana bagi RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders (Gubernur, DPRD dan masyarakat).

Kedua, laporan kinerja merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja

RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa yang akan datang.

Dua fungsi utama LKIP tersebut merupakan cerminan dari maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKIP oleh setiap instansi pemerintah.

Dengan demikian, maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LKIP RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 mencakup hal-hal berikut ini:

• Aspek Kinerja bagi keperluan eksternal organisasi, menjadikan LKIP 2018 sebagai sarana pertanggungjawaban RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan atas capaian kinerja yang berhasil diperoleh selama tahun 2018. Esensi capaian kinerja yang dilaporkan merujuk pada sampai sejauh mana visi, misi dan tujuan/sasaran Strategis telah dicapai selama tahun 2018.

Akuntabilitas

Kinerja

Manajemen

Kinerja

LKIP

(6)

• Aspek Manajemen Kinerja bagi keperluan internal organisasi, menjadikan LKIP 2018 sebagai sarana evaluasi pencapaian kinerja oleh manajemen RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan bagi upaya perbaikan kinerja di masa datang. Untuk setiap celah kinerja yang ditemukan, manajemen RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan dapat merumuskan strategi pemecahan masalahnya sehingga capaian kinerja RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

2. SISTEMATIKA LKIP

Pada dasarnya Laporan Kinerja ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan selama tahun 2018. Capaian kinerja 2018 tersebut diperbandingkan dengan Rencana Kinerja 2019 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja bagi perbaikan kinerja di masa datang. Dengan pola pikir seperti itu, sistematika penyajian Laporan Kinerja Instansi RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 dapat diilustrasikan dalam bagan berikut ini.

Uraian singkat masing-masing bab adalah sebagai berikut:

Bab I – Gambaran Umum, menjelaskan secara ringkas maksud dan tujuan

penyusunan dan penyampaian LKIP 2018 ini.

Bab II – Rencana Strategis, menjelaskan muatan rencana StrategisRSUD

Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 2013-2018 dan rencana kinerja untuk tahun 2018.

Bab III – Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan metodologi pengukuran kinerja

dan analisis pencapaian kinerja RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan dikaitkan dengan pertanggungjawaban publik terhadap pencapaian sasaran Strategis untuk tahun 2018.

BabIV– Penutup, menjelaskan kesimpulan menyeluruh dari Laporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2018 ini dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.

(7)

Rencana Strategis Rencana Kinerja 2017 Capaian Kinerja 2017 Penutup Bab 2 Bab 3 Bab 4 Referensi Bab 2 Analisis Capaian Kinerja 2017

(8)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Stratejik

1. VISI

Visi Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji yang merupakan suatu keyakinan bagaimana Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji di masa depan dalam pandangan pelanggan, karyawan, pemilik dan stakeholder lainnya disusun sebagai berikut :

“Menjadi Rumah Sakit Unggulan Sulawesi Selatan”

Unggulan dimaksudkan bahwa di Indonesia terdapat banyak rumah sakit yang kesemuanya berupaya memberikan pelayanan yang terbaik namun semua pihak di Sulawesi Selatan baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat mengakui dan membenarkan bahwa masih yang terunggul adalah Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji.

2. MISI

Berdasarkan visi diatas yang dirumuskan bersama seluruh unsur dalam lingkup rumah sakit, yang pada hakekatnya menjadi suatu komitmen untuk diwujudkan sampai dengan tahun 2018, maka dirumuskan misi sebagai berikut :

1) Mewujudakan profesionalisme SDM

2) Meningkatkan sarana dan prasaran rumah sakit 3) Memberikan pelayanan prima

4) Efisiensi biaya rumah sakit

5) Meningkatkan kesejahtraan karyawan

1. TUJUAN

Tujuan yang diharapkan sebagai hasil perencanaan strategis ini dapat dicapai sebagai berikut :

• Meningkatnya kemampuan profesionalisme karyawan • Terwujudnya sarana pelayanan yang aman dan nyaman • Terwujudnya hasil pelayanan yang bermutu

(9)

• Terwujudnya efisiensi pembiayaan • Meningkatnya kesejahteraan karyawan

2. SASARAN

Untukmendukung pencapain tujuan yang telah ditetapkan, RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan sasaran strategis yang hendak dicapai. Sasaran Strategis yang ingin dicapai yang merupakan penjabaran dari tujuan adalah sebagai berikut :

• Tersedianya perencanaan sebagai pedoman pelaksanaan dan pengawasan Rumah Sakit

• Terevaluasinya laporan keuangan Rumah Sakit • Terlayaninya kebutuhan farmasi pasien Rumah Sakit

• Terlayaninya peralatan penunjang medis Rumah Sakit, perkantoran, bahan makanan dan minuman instalasi Gizi sesuai standar

• Terciptanya pengembangan kapasitas Organisasi dan tata laksana BLUD • Tersedianya data Rumah Sakit tepat waktu

Rincian lebih lanjut tentang Rencana Strategis RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan dapat dilihat di Lampiran I.

3. STRATEJIK

Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji dalam upaya menentukan arah yang harus dijalani guna mencapai Visi Misi, maka disusun strategi. Strategi tersebut merupakan suatu keputusan masa depan yang akan dituju Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji. Sasaran strategis disusun berdasarkan 4 perspektif sebagai berikut :

• Perspektif Pelanggan :

o Meningkatnya Kepuasan Pelanggan

o Meningkatnya Akuntabilitas Public kepada Masyarakat • Perspektif Proses Bisnis Internal :

o Meningkatnya mutu layanan Rawat Inap

o Terpenuhinya Safety Patient sesuai standar mutu pelayanan yang telah ditentukan dalam Standar Pelayanan Mutu (SPM)

(10)

• Perspektif Pertumbuhan Dan Pembelajaran :

o Meningkatnya Komitmen Pegawai Uuntuk Melaksanakan Tupoksi o Meningkatnya Kapasitas SDM

o Meningkatnya Kecukupan Tenaga Pelayanan o Meningkatnya kualitas Infrastuktur pelayanan • Perspektif Keuangan

o Meningkatnya Pendapatan Operasional Rumah Sakit o Terwujudnya pengendalian biaya

o Terwujudnya Laporan keuangan berdasarkan Akuntansi Keuangan Indonesia dan Akuntansi Pemerintahan.

4. KEBIJAKAN

Pengelolaan RSUDLabuang Baji dalam rangka mencapai visi dan misi serta menerapkan Strategi harus berada dalam koridor sebagai berikut :

• Perbaikan Mutu Pelayanan

• Perbaikan manajemen sumberdaya manusia • Penataan kelembagaan (Struktur dan sistem)

• Pemantapan nilai-nilai dasar menjadi budaya organisasi • Penataan sistem akuntansi keuangan

• Pengendalian biaya dan struktur anggaran • Peningkatan sarana dan prasarana Rumah Sakit • Perbaikan manajemen logistic medic dan non medic

5. PROGRAM

1. Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD

3. Peningkatan pengembangan sistem perencanaan dan sistem evalusi kinerja SKPD

4. Upaya Kesehatan Masyarakat

5. Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 6. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

(11)

7. Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana RS/RS Jiwa/RS Paru-paru/RS Mata

8. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-paru/Rumah Sakit Mata

9. Pengembangan kapasitas organisasi dan tata laksana BLUD

Untukmendukung pencapain tujuan yang telah ditetapkan, RSUD Labuang BajiProvinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan sasaran strategis yang hendak dicapai. Sasaran Strategis yang ingin dicapai beserta program yang mendukungnya dapat diuraikan sebagai berikut:

NO SASARAN PROGRAM

1 Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2 Meningkatnya Kapasitas Dan Kinerja SKPD

Program Peningkatan Kapasitas Dan Kinerja SKPD

3

Tesedianya Perencanaan sebagai Pedoman Pelaksanaan dan Pengawasan RS

Terevaluasinya laporan keuangan Rumah Sakit

Peningkatan pengembangan sistem Perencanaan dan sistem evalusi kinerja SKPD

4

Meningkatnya Upaya Kesehatan Masyarakat dan tercapainya kenerja

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

5 Tersedianya jasa

Penyemprotan Pest Control

Program Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

6 Tersedianya Media Informasi Program Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat

7

Terlayaninya kebutuhan Kebutuhan farmasi pasien RS Terlayaninya peralatan penunjang medis

RS,perkantotan, bahan makan dan minuman, instalasi gizi sesuai standar

Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

8 Terpeliharanya Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

Program Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata

(12)

9

Terciptanya Pengembangan kapasitas organisasi dan tata laksana BLUD

Program Pengembangan Kapasitas Organisasi Dan Tata Laksana BLUD

Dari Sembilan sasaran yang telah ditetapkandalam Renstra RSUD Labuang Baji tahun 2013 – 2018 seperti yang telah dipaparkan diatas, pada tahun 2018 ini RSUD Labuang Baji berupaya untuk memenuhiEnam sasaran dengan melaksanakan 17 kegiatan yang tercakup dalam 6 program. Ke Enamsasaran dan Enamprogram itu adalah sebagai berikut :

NO SASARAN NO PROGRAM

1 Meningkatnya Pelayanan

Administrasi Perkantoran 1

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 2 Meningkatnya Kapasitas Dan

Kinerja SKPD 2

Program Peningkatan Kapasitas Dan Kinerja SKPD

3 Tersedianya Media Informasi 3 Program Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat 4 Tersedianya jasa

Penyemprotan Pest Control 4

Program Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan

5

Terlayaninya kebutuhan Kebutuhan farmasi pasien RS Terlayaninya peralatan penunjang medis

RS,perkantotan, bahan makan dan minuman, instalasi gizi sesuai standar

5

Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata/Rumah Sakit Khusus

6

Terciptanya Pengembangan kapasitas organisasi dan tata laksana BLUD

6

Program Pengembangan Kapasitas Organisasi Dan Tata Laksana BLUD

Rincian kegiatan beserta target capaian dari program-program tersebutdapat dilihat seperti di bawah ini :

(13)

NO PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

TARGET (%)

1 1. PROGRAM PELAYANAN ADMINISTRASI

PERKANTORAN

KEGIATAN

1 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 1.050.000.000 98%

2 Penyediaan bahan kebersihan 260.000.000 99%

3 Rapat-rapat Koordinasi dan

Konsultasi Keluar Daerah 1.344.044.533 94%

JUMLAH 2.654.044.533 96%

2 2. PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS DAN

KINERJA SKPD

KEGIATAN

1

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Dokter dalam Penanganan Penyakit Infeksi

100.000.000 100%

2 Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Tenaga Perawat 138.400.000 95%

3 Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Tenaga Bidan 0 0

4

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tenaga Laboran Dalam Pemeriksaan Faktor

0 0

5 Pelatihan Peningkatan Kapasitas

Tenaga Manajemen 415.850.000 100%

JUMLAH 654.250.000 99%

3 17. PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

KEGIATAN

1 Pengembangan Media Informasi

Masalah Kesehatan dan PHBS 160.000.000 100%

(14)

NO PROGRAM / KEGIATAN ANGGARAN (Rp)

TARGET (%)

4 19. PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DAN

PENYEHATAN LINGKUNGAN

KEGIATAN

1 Pemberantasan Hama Dan Serangga 0 0

JUMLAH 0 0

5

21. PROGRAM PENGADAAN, PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH

SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/RUMAH SAKIT MATA/RUMAH SAKIT

KHUSUS

KEGIATAN

1 Pembangunan Gedung Rumah Sakit 74.618.380.000 99%

2 Pengadaan Obat-Obatan Rumah Sakit 2.447.019.133 99%

3 Pengadaan Alat-alat Kesehatan

Rumah Sakit 45.310.253.000 96%

4 Pengadaan Perlengkapan Kantor 5.294.284.340 99%

5 Pengadaan Peralatan Instalasi Gizi 200.000.000 100%

6 Pengadaan Peralatan

Laundry/Sterilisasi 900.000.000 100%

JUMLAH 128.769.936.473 98%

6 25. PROGRAM PENGEMBANGAN KAPASITAS

ORGANISASI DAN TATA LAKSANA BLUD

KEGIATAN

1 Peningkatan Manajemen Keuangan,

Tata Kelola dan Perencanaan BLUD 44.847.651.322 78%

JUMLAH 44.847.651.322 78%

(15)

6. Jumlah Pegawai, Kualifikasi Pendidikan, Pangkat dan Golongan, Jumlah Pejabat Struktural dan Fungsional

a. Berdasarkan kualifikasi pendidikan :

NO URAIAN JUMLAH

A.DOKTER

1 Dokter Umum 17

2 Dokter PPDS 5

3 Dokter PPDGS 1

4 Dokter Spesialis Bedah 1

5 Dokter Spesialis Penyakit Dalam 5

6 Dokter Spesialis Anak 2

7 Dokter Spesialis Obgyn 5

8 Dokter Spesialis Radiologi 3 9 Dokter Spesialis Anesthesi 1 10 Dokter Spesialis Patologi Klinik 4

11 Dokter Spesialis Jiwa 2

12 Dokter Spesialis Mata 1

13 Dokter Spesialis THT 3

14 Dokter Spesialis Kulit & Kelamin 2

15 Dokter Spesialis Jantung 1

16 Dokter Spesialis Pulmonologi & Respirasi (Paru) 1

17 Dokter Spesialis Urologi 0

18 Dokter Spesialis Rehab Medik 0 19 Dokter Spesialis Saraf/Neurologi 2 20 Dokter Spesialis Bedah Orthopedi&

Traumatology 2

21 Dokter Spesialis Patologi Anatomi 0 22 Dokter Spesialis Gizi Medik 0

23 Dokter Gigi 4

24 Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut 1 25 Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia 1 26 Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi 1 27 Dokter/Spesialis Forensik 1 B. TENAGA KEPERAWATAN 1 S2 Keperawatan 6 2 S1 Keperawatan 150 3 D4 Keperawatan 13 4 D4 Kebidanan 13 5 Akper/D3 Keperawatan 39 6 Akbid/D3 Kebidanan 26 7 D4 Keperawatan Anestesi 1

(16)

8 D3 Keperawatan Gigi 5 9 Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) 7 10 Sekolah Perawat Kesehatan Jiwa (SPKJ) 1 11 Sekolah Pengatur Rawat Gigi (SPRG) 1

C. TENAGA KEFARMASIAN

1 Apoteker 13

2 S1 Farmasi/Farmakologi 8

3 Akademi Farmasi (AKFAR) 7

4 Sekolah Asisten Apoteker (SAA) 0 5 Sekolah Menengah Farmasi (SMF) 3

D. TENAGA KESEHATAN MASYARAKAT

1 S2 Kesehatan Masyarakat 9 2 S1 Kesehatan Masyarakat 22 3 D3 Sanitarian/AKL 4 4 D1 Sanitarian/SPPH 1 E. TENAGA NUTRISIONIS/GIZI 1 S1 Gizi 2

2 Akademi Gizi/D3 Gizi 8

3 D4 Gizi 1

4 D1 Gizi (SPAG) 0

F. TENAGA KETEKNISAN MEDIS

1 S1 Fisioterapi 2 2 S1 Kimia 2 3 D4 Fisioterapi 4 4 D4 Radiologi 1 5 D4 Analis Kesehatan 2 6 D3 Fisioterapis 2 7 D3 Radiografer (APRO/ATRO) 12 8 D3 Perekam Medik 2

9 D3 Teknik Eletromedik (ATEM) 4

10 S1 Analis Kesehatan 5

11 D3 Analis Kesehatan 7

12 Sekolah Menengah Analis Kimia 1 13 Sekolah Menengah Analis Kesehatan (SMAK) 5

G. TENAGA ADMINISTRASI

1 S2 MARS/Administrasi RS 2

2 S2 Manajemen 5

3 S2 Manajemen Administrasi Bisnis 2

4 S2 Administrasi Kesehatan 3

5 S2 Administrasi Publik 2

(17)

8 S1 Ekonomi/Akuntansi/Manajemen 11 9 S1 Administrasi Negara 1 10 S1 Administrasi Pemerintah 1 11 S1 Administrasi 9 12 S1 Kesejahteraan Sosial 3 13 S1 Hukum 0 14 S1 Komputer 1 15 S1 Psikologi 2 16 D1 Informatika RS 1

17 Pekarya Kesehatan (Pekkes) 1

18 SMA/SMU 31 19 SMEA 3 20 STM 6 21 SMK/SMKK/SMTK/SMPS 4 22 SMP/ MTsN dan Sederajat 10 23 SD 5 TOTAL 562 b. Berdasarkan Golongan - Golongan IV =143 orang - Golongan III = 314 orang - Golongan II = 100 orang - Golongan I = 5 orang

Jumlah = 562 orang

c. Berdasarkan Pejabat Struktural

- Eselon II b = 1 orang - Eselon III a = 3 orang - Esolon III b = 8 orang - Eselon IV = 16 orang

Jumlah = 28 orang

d. Berdasarkan Jabatan Fungsional:

- Dokter Umum = 15 orang - Dokter Spesialis = 36 Orang - Dokter Gigi = 4 orang

(18)

- Dokter Gigi Spesialis = 3 orang - Perawat = 213 orang

- Bidan = 39 orang

- Apoteker = 11 orang - Asisten Apoteker = 14 orang - Pranata Laboratorium kes = 22 orang - Sanitarian = 4 orang - Perekam medis = 2 orang - Fisioterapis = 7 orang - Nutrisionis = 18 orang - Teknik Elektromedik = 3 orang - Perawat gigi = 6 orang - Radiografer = 12 orang - Epidemiologi = 2 orang

Jumlah = 411 orang

7. Hambatan dan Solusi a. Hambatan

▪ Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji yang sudah berusia 79 tahun dengan bangunan sebagian besar direnovasi sehingga mengakibatkan pelayanan terganggu.

▪ Pelayanan di IRD dianggap oleh pasien tidak maksimal sedangkan pasien sendiri tidak melengkapi administrasi, misalnya kelengkapan rujukan dari Puskesmas, KTP, Kartu Keluarga.

▪ Banyaknya keluarga pasien yang menjaga dan datang menjenguk. ▪ Ruang perawatan pasien tidak berfungsi secara maksimal.

▪ Perencanaan dalam kegiatan pengadaan yang kurang optimal. ▪ DPA Perubahan pada akhir tahun.

▪ Kelemahan ULP/POKJA tidak dapat merealisasikan kegiatan akhir tahun, penyedia barang dan jasa tidak sanggup menyelesaikan kegiatan sesuai jadwal.

(19)

b. Solusi

▪ Pembangunan/renovasi dalam tahap penyelesaian serta dilakukan pemeliharaan gedung lama berupa pengecatan/perbaikan dan sebagainya.

▪ Memberi pengertian pada pasien dan keluarga pasien pentingnya kelengkapan berkas yang disiapkan oleh pasien dan keluarga pasien pada pihak rumah sakit guna memudahkan klaim biaya pengobatan.

▪ Dilakukan sosialisasi penegakan disiplin atas jam besuk/kunjungan bagi pasien dan keluarga bahwa pasien yang dirawat memerlukan ketenangan dan kenyamanan dalam proses penyembuhannya sehingga diharapkan keluarga pasien bisa mengerti.

▪ Ruang perawatan pasien sebagian besar dalam tahap perbaikan. ▪ Adanya rasionalisasi dalam perencanaan kegiatan pengadaan. ▪ Perencanaan DPA Pokok dilaksanakan lebih maksimal diawal

tahun sehingga pada waktu jadwal DPA Perubahan dapat meminimalisir perubahan program dan kegiatan.

▪ Meningkatkan keterampilan SDM RSUD Labuang Baji melalui Diklat, training, seminar dan sebagainya sehingga di peroleh SDM yang profesional dibidangnya masing-masing.

Namun demikian dari hasil evaluasi atas capaian indikator kinerja program tahun 2018 tersebut diatas nampak memuaskan terlihat dari indikator kinerja tergolong sangat baik, yakni capaian kinerja mencapai rata-rata 99%.

(20)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Berdasarkan Instruksi Presiden No.7/1999 tanggal 15 Juni 1999 dan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah maka RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan Akuntabilitas Kinerja atas keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan Misi organisasi dalam mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan. Pertanggungjawabanakuntabilitas kinerja diimplementasikan melalui pengukuran kinerja kegiatan dan sasaran tahun 2018.

1. METODOLOGI PENGUKURAN PENCAPAIAN KINERJA 2018

Pengukuran pencapaian kinerja tahun 2018 meliputi pengukuran kinerja kegiatan dan pengukuran kinerja sasaran. Pengukuran kinerja kegiatan menggunakan indikator kinerja input (masukan), output (keluaran), outcome (hasil), sedangkan pengukuran kinerja sasaran menggunakan indikator makro yang telah ditetapkan dalam Renstra RSUD Labuang Baji.

Metode yang digunakan untuk menghitung tingkat capaian kinerja kegiatan dan sasaran di atas adalah dengan menggunakan perbandingan sederhana antara target dan realisasi dalam tahun yang bersangkutan.

Berdasarkan penghitungan tingkat capaian kinerja untuk masing-masing sasaran tersebut di atas, selanjutnya dihitung tingkat capaian kinerja secara keseluruhan dengan menggunakan metode rata-rata sederhana. Dari hasil penghitungan tersebut ditetapkan tingkat capaian kinerja dengan menggunakan rentang penilaian sebagai berikut:

Urutan Rentang Capaian Kategori Capaian

I Lebih besar dari 85% Sangat Baik II 70% sampai dengan 85% Baik

III 55% sampai 70% Cukup

(21)

2. ANALISIS ATAS PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS2018

Secara umum, RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari 9 sasaran yang telah ditetapkan dalam RENSTRA RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2013 - 2018, Pada tahun 2018 ini RSUD Labuang Baji berupaya untuk memenuhi 6 sasaran dengan melaksanakan17 kegiatan yang tercakup dalam 6program. Semua kegiatan telah mencapai kinerja yang diharapkan dengan kategori sangat baik. Rata-Rata tingkat

capaian kinerja sasaran RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun 2018 mencapai nilai 99%.

Rincian analisis capaian masing - masing sasaran dapat diuraikan sebagai berikut:

PENGUKURAN KINERJA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LABUANG BAJI

SASARAN STRATEGIS

INDIKATOR

SASARAN ANGGARAN REALISASI

% REALI SASI % CAPAI AN 1 2 3 4 5 6 Peningkatan Kinerja Pelayanan Administrasi Perkantoran 1. Program: Pelayanan Administrasi Perkantoran 2.654.044.533 2.552.097.839 96,16 100 -Sarana Pendukung Pelayanan Kesehatan Yang Memadai, -Meningkatnya Kualitas Pelayanan RS - Pelayanan Semakin Membaik 2. Program: Peningkatan Kapasitas dan Kinerja SKPD 654.250.000 646.645.321 98,84 100 Tersedianya Media Informasi 17. Program : Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 160.000.000 159.976.000 99,99 100

(22)

Tersedianya Jasa Penyemprotan Pest Control 19.Program : Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan 0 0 0 0 Terlayaninya kebutuhan Kebutuhan farmasi pasien RS Terlayaninya peralatan penunjang medis RS, perkantotan, bahan makan dan minuman, instalasi gizi sesuai standar 21. Program : Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata/Rumah Sakit Khusus 128.769.936.473 126.117.247.015 97,94 100 Terciptanya Pengembangan Kapasitas Organisasi Dan Tata Laksana BLUD 25. Program: Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Tata laksana BLUD 44.847.651.322 34.840.415.082 77,69 98 Jumlah 177.085.882.328 164.316.381.257 92,79 99 Rata-Rata Capaian 92,79 99

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa realisasi keuangan mencapai92,79 % dan rata-rata capaian kinerja atas 6 program adalah99 % hal ini menunjukkan bahwa capaian kinerjasangat baik. Namun demikian masih terdapat beberapa program yang belum optimal yaitu pada Program Pengembangan Kapasitas Organisasi dan Tata Laksana BLUDcapaian realisasi keuangannya 77,69% disebabkan klaim BPJS tidak terbayarkan sehingga kegiatan yang menyangkut didalamnya tidak terealisasi dari segi capaian kinerja keuangan.

3. AKUNTABILITAS KINERJA KEUANGAN

Adapun sumber pembiayaandari pelaksanaan 6programdalam pelaksanaan kegiatan RSUD Labuang Baji yang bersumber dari dana APBD

(23)

BLUDRSUD Labuang Baji tahun2018 sebesar Rp. 239.334.572.191,- Dana ini kemudian dialokasikan untuk komponen belanja langsung sebesar Rp. 177.085.882.328,- dan belanja tidaklangsung sebesar Rp. 62.248.689.863,-.

Dana APBD dan pendapatan BLUD berhasil terealisasi sebesar Rp.225.872.461.531,-(94,38%) dengan outputterlaksananya14 kegiatan dan 3 kegiatan tidak terlaksana karena adanya pergeseran anggaran. Sementara belanja tidak langsung berhasil terealisasi sebesar Rp. 61.556.080.274,-(98,89%) dengan output terbayarnya gaji, tunjangan dan tambahan penghasilan PNS RSUD Labuang Baji tahun 2018. Dalam belanja langsung berhasil terealisasi di RSUD Labuang Baji tahun 2018 sebesar Rp. 164.316.381.257,-(92,79%).

4. KEADAAN KESEHATAN

1. MORBIDITAS

A. - 10 (sepuluh) Jenis Penyakit Terbanyak Rawat Inap Tahun 2018

NO JENIS PENYAKIT THN 2018 JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Tuberkulosis Paru Lainnya

Tuberkulosis (TB) Paru BTA (+) Dengan/Tanpa Biakan Kuman TB

Diare &Gastroenteritis Oleh Penyebab Infeksi Tertentu (Kolitis Infeksi)

Demam Berdarah Dengue

Penyakit Virus Ganguan Defisiensi Imum Pada Manusia (HIV)

Gagal Ginjal Lainnya Gagal Jantung

Pneumonia

Diabetes Mellitus YTT Sindrom Paralitik Lainnya

Sub total Lain-Lain 290 275 198 184 179 147 125 123 92 66 1,679 3,205 5,94 5,63 4,05 3,77 3,67 3,01 2,56 2,52 1,88 1,35 34,38 65,62 Total 4.884 100

(24)

- 10 (sepuluh) Jenis Penyakit Terbanyak Rawat Inap Tahun 2016 dan 2017 NO JENIS PENYAKIT THN2016 THN 2017 JML % JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Tuberkulosis paru Lainnya

Diare & GE oleh penyebab infeksi tertentu

TB (+)

Penyakit Virus Ganguan Defisiensi ImumPada Manusia (HIV)

Neoplasma yang tdk menentu

parangainyaDan tak diketahui

sifatnya Pneumonia

Gagal Ginjal Lainnya Demam Berdarah Dengue Penyakit Appendiks Hipertensi Esensial Sub total Lain-Lain 471 362 345 283 242 231 180 166 150 135 2,565 4,895 6,31 4,85 4,62 3,79 3,24 2,41 2,41 2,22 2,01 1.81 34,35 65,65 475 320 241 189 180 180 153 126 120 111 2,095 4.600 7,09 4,78 3,06 2,82 2,68 2,69 2,29 2,88 1,79 1.66 31,29 68,71 Total 11.536 100 6.695 100

Dari kedua tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa 10 (sepuluh)Jenis Penyakit Terbanyak Rawat Inap Tahun 2018adalah penyakit Tuberkulosis Paru lainnya dengan jumlah terbanyak 290. Penyakit ini juga merupakan Penyakit Terbanyak selama dua tahun berturut-turut yaitu tahun 2016 dengan jumlah 471 dan tahun 2017dengan jumlah 475. Adanya penurunan jumlah pasien rawat inap tahun 2017 (475) dengan tahun 2018 (290) karena RSUD. Labuang Baji dalam proses pembangunan/renovasi.

(25)

B. - 10 (sepuluh) Jenis Penyakit Terbanyak Rawat Jalan Tahun2018 NO JENIS PENYAKIT THN 2018 JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Tuberkulosis (TB) Paru BTA (+) Dengan/Tanpa Biakan Kuman TB

Tuberkulosis Paru Lainnya

Diare &Gastroenteritis Oleh Penyebab Infeksi Tertentu (Kolitis Infeksi)

Penyakit Virus Ganguan Defisiensi Imum Pada Manusia (HIV) Gagal Ginjal Lainnya

Gangguan Refraksi Dan Akomodasi Katarak Dan Gangguan Lain Lensa Hipertensi Esensial (Primer) Gagal Jantung

Otitis Media Dan Gangguan Mastoid Dan Telinga Tengah

Sub total Lain – lain 2,123 805 521 441 377 357 327 321 240 151 5,663 11,655 12,26 4,65 3,01 2,55 2,18 2,06 1,89 1,85 1,39 0,87 32,7 67,3 T O T A L 17.318 100

- 10 (sepuluh) Jenis Penyakit Terbanyak Rawat Jalan Tahun 2016 dan 2017 NO JENIS PENYAKIT THN 2016 THN 2017 JML % JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. TB Paru BTA (+) Gastritis & Duodenitas

Diare & GE oleh penyebab infeksi tertentu Gangguan Refraksi & Akomodasi Penyakit Pulpa & Periapikal

Penyakit Virus Gangguan Defisiensi Imun pada Manusia (HIV)

Infeksi Kulit & Jaringan Subkutan HT Esensial Primer

Diabetes Mellitus YTT Pneumonia Sub total Lain – lain 1.097 987 617 592 547 365 352 334 277 268 5.713 25.494 3,54 3,16 1.98 1,90 1,75 1,17 1,13 1,07 0,89 0,86 18,31 81,69 1348 412 373 359 285 203 180 168 158 150 3,636 18.076 6,21 1,90 1,72 1,65 1,31 0,94 0,83 0,77 0,73 0,69 16,75 83,25 T O T A L 31.207 100 21.712 100

(26)

Darikedua tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa 10 (sepuluh) jenis penyakit yang dirawat jalan tahun2018 adalah penyakit Tuberkulosis (TB) Paru BTA (+) dengan/tanpa Biakan Kuman TB yang terbanyak dengan jumlah 2.123 hal ini menunjukkan masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan.Penyakit ini juga merupakan penyakit terbanyak pada tahun 2016 (1.097) dan tahun 2017 (1.348).

2. MORTALITAS

- 10 (sepuluh) Penyebab Kematian TerbanyakTahun 2018

NO PENYEBAB KEMATIAN TAHUN 2018

JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Tuberkulosis (TB) Paru BTA (+) Dengan/Tanpa Biakan Kuman TB

Gagal Ginjal Lainnya Tuberkulosis Paru Lainnya Penyakit Virus Gangguan Defisiensi Imun pada Manusia (HIV)

Sindrom Paralitik Lainnya Diabetes Mellitus YTT Gagal Jantung

Diare &Gastroenteritis Oleh Penyebab Infeksi Tertentu (Kolitis Infeksi)

Pneumonia

Hipertensi Esensial (Primer)

Sub Total Lain-lain 27 26 24 22 11 10 9 8 6 4 147 153 9 8,7 8 7,3 3,7 3,3 3 2,7 2 1,3 49 51 TOTAL 300 100

(27)

- 10 (sepuluh) Penyebab Kematian Terbanyak Tahun 2016 dan 2017

NO PENYEBAB KEMATIAN TAHUN 2016 TAHUN 2017

JML % JML % 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. TB PARU TB BTA (+) HIV Gagal Ginjal Anemia Pnemonia CHF DM Hipertensi DHF Sub total Lain – lain 63 39 35 34 33 20 19 19 19 16 297 255 11,41 7,07 6,34 6,16 5,98 3,62 3,44 3,44 3,44 2,90 53,80 46,20 35 29 27 25 9 8 8 7 7 5 160 146 11,44 9,48 8,82 8,17 2,94 2,6 2,6 2,29 2,29 1,63 52,29 47,71 TOTAL 525 100 306 100

Dari kedua tabel di atas maka dapat disimpulkan bahwa peringkat pertama10 (sepuluh) penyebab kematian terbanyak tahun 2018 adalah Penyakit Tuberkulosis (TB) Paru BTA (+) Dengan/Tanpa Biakan Kuman TB sejumlah 27 orang. Sedangkan peringkat pertama 10 (sepuluh) penyebab kematian terbanyak pada tahun 2016(63 orang) dan 2017(35 orang) adalah Penyakit TB PARU,hal ini disebabkan masyarakat banyak yang belum mengetahui tentang bahaya penularan penyakit dan pentingnya hidup sehat dan perbaikan gizi. Jumlah kematian terbanyak tahun 2016 adalah 525orang, pada tahun 2017 adalah 306orang sedangkan pada tahun 2018 adalah 300 orang.

(28)

BAB IV P E N U T U P

Hasil pengukuran kinerja menunjukan secara umum RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan telah berhasil mencapai sasaran sebagaimana yang telah diamanatkan. Keberhasilan ini dapat dilihat dari persentase rata-rata capaian kinerja sasaran. Dari 6 sasaran yang ditetapkan secara umum bisa dicapai dengan nilai rata-rata 92,79%.

Secara ringkas seluruh capaian kinerja yang telah diuraikan pada BAB III, baik yang berhasil maupun yang masih belum berhasil, telah memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kami untuk meningkatkan kinerja di masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu, sesuai dengan hasil analisis kami atas capaian kinerja 2018, kami merumuskan beberapa langkah penting sebagai strategi pemecahan masalah yang akan dijadikan masukan atau sebagai bahan pertimbangan untuk merumuskan Rencana Kinerja Tahun 2019, yaitu sebagai berikut :

1) Melakukan penajaman sasaran program terutama yang berkaitan dengan Peningkatan Sarana dan Prasarana

2) Melakukan penajaman sasaran ProgramPeningkatan Kapasitas Dan Kinerja SKPD

3) Perumusan langkah-langkah kongkrit untuk meningkatkan mutu pelayanan 4) Memperluas jangkauan promosi untuk meningkatkan angka kunjungan

Rumah Sakit

5) Pada ProgramPengembangan Kapasitas Organisasi dan Tata Laksana BLUD perlu adanya subsidi dari pemerintah (APBD) dalam pelaksanaan kegiatan operasional pelayanan.

Demikian laporan akuntantabilitas kinerja kami buat, pimpinan beserta segenap aparat RSUD Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan mengharapkan agar LAKIP Tahun 2018 ini dapat memenuhi kewajiban akuntabilitas kami

(29)

kepada para stakeholders dan sebagai sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan guna peningkatan kinerja.

Makassar,08 Februari2019

DIREKTUR RSUD. LABUANG BAJI PROVINSI SULAWESI SELATAN

dr. H. Andi Mappatoba, MBA, DTAS

Referensi

Dokumen terkait

Siswa Baru Tingkat 1 (Awal TP) : Isikan dengan Jumlah Siswa Baru Yang Diterima di Tingkat 1 pada Awal TP 2015/2016 berdasarkan Jenis Kelamin (khusus untuk kelas 1).. Jumlahnya

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala karunia, rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul:

Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan budidaya papaya adalah tindakan untuk mengembangkan atau memperbanyak hasil panen buah papaya varietas california (IPB-9) mulai

berupa kapital, sumberdaya alam, lokasi berusaha, informasi pasar dan teknolosgi produksi.. 3) Lemahnya kemampuan masyarakat kecil untuk mengembangkan kelembagaan

[r]

Dari perhitungan yang telah dilakukan perencanaan SPCB pengaruh arus transportasi container, daerah pelayaran dan jarak tempuh sangat berpengaruh pada kapasitas angkut

If a source of sound is in motion relative to the medium of sound propagation, the observed sound frequency is shifted for a resting observer or if an observer is in motion relative

Penelitian Nyepi Segara sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Nusa Penida dalam Pelestarian Lingkungan Laut diharapkan mampu mengkaji kearifan lokal ini dari sisi hukum