• Tidak ada hasil yang ditemukan

IKATAN ARSITEK INDONESIA PROSIDING. Pameran Arsitektur Indonesia. Seminar Karya & Sustainability in Architecture architecture.uii.ac.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IKATAN ARSITEK INDONESIA PROSIDING. Pameran Arsitektur Indonesia. Seminar Karya & Sustainability in Architecture architecture.uii.ac."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Seminar Karya &

Pameran Arsitektur Indonesia

IKATAN ARSITEK INDONESIA

Sustainability

in Architecture

architecture.uii.ac.id

PROSIDING

2019

(2)

P R O S I D I N G

SAKAPARI 2019

SEMINAR KARYA & PAMERAN

ARSITEKTUR INDONESIA

SUSTAINABILITY IN

ARCHITECTURE

Penerbit 2019

YOGYAKARTA, 3 JULI 2019

(3)

Kampus Terpadu UII

Jl. Kaliurang Km 14,5 Yogyakarta 55584

Tel. (0274) 898 444 Ext. 2301; Fax. (0274) 898 444 psw 2091 e-mail: [email protected]

Prosiding Sakapari 2019

Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia: Sustainability in Architecture Copyright © 2019 Department of Architecture

Islamic University of Indonesia And All Individual Authors

Penerbit:

Ir.Ahmad Saifudin Mutaqi,M.T.,IAI Dewan Penyunting : Noor Cholis Idham,S.T.,M.Arch.,Ph.D.,IAI

Ir.Wiryono Raharjo,M.Arch.,Ph.D Dr.Ir.Sugini,MT.,IAI

Ir.Ahmad Saifudin Mutaqi,MT.,IAI Ir.Arif Wismadi,M.Sc.,Ph.D

Dr.Ir.Revianto Budi Santosa,M.Arch Ketua : Syarifah Ismailiyah Alathas, M.T., IAI, GP Sekretaris : Yulia Pratiwi, M.Eng., IAI

Keynote Speaker : Prof. Josef Prijotomo

Invited Speaker : Jatmika Adi Suryabata, M.Arch.,Ph.D

Jarwa Prasetya Sih Handoko, M.Sc.,IAI.,GP Steering Committe : Noor Cholis Idham,S.T.,M.Arch.,Ph.D.,IAI

Dr.Ing.Nensi Golda Yuli,S.T.,M.T

Dr. Yulianto P. Prihatmaji,S.T.,M.T.,IPM.,IAI Arif Budi Sholihah,S.T.,M.Sc.,Ph.D

Dr.Ing. Putu Ayu P. Agustiananda,S.T.,M.A

Reviewer : Ir.Ahmad Saifudin Mutaqi,MT. IAI.,AA Ir.Arif Wismadi,M.Sc.,Ph.D

Gerada Orbita Ida Cahyandari, S.T.,M.B.Env Sust.Dev Noor Cholis Idham,ST.,M.Arch.,Ph.D.,IAI

Dr.Ir.Revianto Budi Santosa, M.Arch Dr.Ir.Sugini,MT.,IAI.,GP

Ir.Suparwoko,MURP.,Ph.D Ir.Wiryono Raharjo,M.Arch.,Ph.D Dr.-Ing. Wiyatiningsih,ST.,MT.,IAI Dr.Ir.Budi Prayitno,M.Eng

Syarifah Ismailiyah Al-Athas,ST.,MT.,IAI.,GP Yulia Pratiwi,ST.,M.Eng.,IAI

(4)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

ii | SAKAPARI 2019

DAFTAR ISI

3

Arsitektur Digital dan Lingkungan Cerdas (AD)

AD_048 Simulasi Evakuasi Pada Bangunan Auditorium Dengan Software

Pathfinder (Studi Kasus: Desain Balkon Gedung Multipurpose

Universitas Teknologi Yogyakarta)

Alfianis Oktasari dan Ahmad Saifudin Mutaqi

10

AD_053 Kajian Penerapan Prinsip Komposisi Estetika Fasad Dan Bukaan Serta Pengaruhnya Terhadap Performa Pencahayaan Alami (Studi Kasus: Perancangan Rumah Kos Maguwoharjo)

Verio Mei Andrianto dan Handoyotomo

18

AD_054 Kajian Performa Pencahayaan Alami Dan Pengaruhnya Terhadap Produktivitas Pengguna Di Ruang Kelas (Studi Kasus: Pada Bangunan Kampus Fmipa UGM)

Amelia Hapsari dan Ahmad Saifudin Mutaqi

32

AD_055 Penggunaan Jarak Penduduk Perkotaan Terhadap Pilihan Morfologi Ruang Terbuka Hijau Dalam Penerapan Multi-Fungsi Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus: Di Kawasan Caturtunggal, Depok, Yogyakarta)

Dhaniswara Indo Berlian dan Barito Adi Bulgan

44

Advokasi dan Profesi (AP)

AP_022 Studi Komparasi Sirkulasi Dan Pengaruhnya Terhadap Payback Periode Mall Di Yogyakarta (Studi Kasus: Hartono Mall Dan Jogja City Mall)

Muhammad Giffarul Asrori dan Handoyotomo

55

AP_037 Penerapan Prinsip-Prinsip Desain Perpustakaan Abad Ke-21 (Studi Kasus: Desain Perpustakaan Pusat Universitas Janabadra, Yogyakarta)

Abdulloh Chilmi dan Ahmad Saifudin Mutaqi

63 Implementasi Green Building Di Indonesia (Potensi dan Tantangannya) 2

Jatmika Adi Suryabata

Penerapan Konsep Arsitektur Tanggap Iklim: Peluang dan Tantangan Di Indonesia

Jarwa Prasetya Sih Handoko Josef Prijotomo

Invited Speaker

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

Keynote Speaker

(5)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

|iii

AP_045 Analisis Elemen Fasad Bangunan Pusat Perbelanjaan Di Daerah Istimewa Yogyakarta (Studi Kasus: Jogja City Mall, Hartono Mall, dan Ambarrukmo Plaza)

Amira Zulfa Hanifah dan Nensi Golda Yuli

81

Pemukiman dan Urbanisme (PU)

PU_066 Analisa Kapasitas Parkir Pada Bangunan Student Apartemen (Studi Kasus: Student Castle Apartment & Vivo Apartment)

Lutfia Nurul Aini dan Tony Kunto Wibisono

89

PU_082 Aspirasi Komunitas Dinas Pertanian Diy Pada Pengembangan Bangunan Urban Farming (Studi Kasus: Aspirasi Staff Dinas Pertanian Diy)

Aldhira Supri Nurhalim dan Suparwoko

103

PU_093 Identifikasi Kawasan Permukiman Nelayan Kumuh Di Desa Morodemak

Anityas Dian Susanti dan Muhammad Ismail Hasan

111

PU_098 Investasi Properti Hunian Terbaik Pada Lahan Permukiman Berdasarkan Highest And Best Use Analysis

Annisa Aulia Rachman dan Ahmad Saifudin Mutaqi

119

PU_118 Faktor Yang Mempengaruhi Minat Masyarakat Terhadap Hunian Rumah Susun (Studi Kasus: Kelurahan Suryatmajan, Kota Yogyakarta)

Intan Dwi Septiana dan Fajriyanto

131

Sains dan Teknologi Bangunan (STB)

STB_009 Studi Komparasi Aplikasi Prinsip Arsitektur Vernakular Bugis Di Kawasan Daratan Dan Pesisir

Agil Artyatma Arham dan Etik Mufida

145

STB_021 Pengaruh Window to Wall Ratio (WWR) Untuk Kenyamanan Termal Pada Bangunan Kantor Hemat Energi (Berdasarkan Data Iklim Jakarta)

Nurina Vidya Ayuningtyas, Jatmika Adi Suryabrata dan Ahmad Sarwadi

158

STB_026 Evaluasi Rancangan Gedung PGSD Tinjauan Desain Ruang

Microteaching Berbasis Acoustical Simulation Haifa Azizah Utaryanto dan Tony Kunto Wibisono

169

STB_032 Pengaruh Pencahayaan Terhadap Anak Autisme Dengan Pendekatan

Healing Environment

Rhizky Annisa Ridyna Gunaedi dan Wisnu Hendrawan Bayuaji

181

STB_062 Pengaruh Orientasi Bangunan Terhadap Kenyamanan Termal Rumah Susun Di Yogyakarta (Studi Kasus: Rumah Susun Dabag Yogyakarta)

Lalu Muhamad Gantara Ranusman dan Handoyotomo

190

STB_064 Pengaruh Luasan Bukaan Terhadap Intensitas Pencahayaan Alami Dalam Ruangan Asrama Mahasiswa UGM

Tamyis Nur Isrohmannudin dan Jarwa Prasetya Sih Handoko

(6)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

iv | SAKAPARI 2019

STB_085 Pengaruh Warna Dan Material Fasad Bangunan Terhadap Efisiensi Energi Dan Identitas Fungsi Bangunan (Diukur Dengan Nilai Ottv Dan Persepsi Subyektif Kepada Fasad Bangunan)

Mustafidul Umam dan Sugini

212

STB_086 Studi Pengaruh Bentuk Dan Tatanan Massa Bangunan Terhadap Perilaku Angin

Hana Mufidah Khumaira dan Sugini

224

STB_090 Pengaruh Desain Layout Ruang Kelas Pondok Pesantren Terhadap Efektivitas Belajar Santri (Studi Kasus: Pondok Pesantren Salafiy Terpadu Ar-Risalah Lirboyo Kota Kediri)

Achmad Zainy Dahlan dan Supriyanta

233

STB_103 Peran Material Selubung Bangunan Dalam Efisiensi Energi Pada Bangunan Di Iklim Tropis

Ayu Sekar Langit dan Dyah Hendrawati

241

STB_119 Pengaruh Layout Ruang Dan Selubung Bangunan/Gudang (Building

Envelope) Terhadap Kualitas Penyimpanan Mutu Gabah/Beras (Studi

Kasus: D.I Yogyakarta)

Eko Hari Purwoko dan Noor Cholis Idham

255

Sains, Teori dan Kritik Arsitektur (STK)

STK_002 Identifikasi Arsitektur Vernakuler Pada Bangunan Hotel (Studi Kasus: Hotel Sriwedari Di Kawasan Janti, Yogyakarta)

Arnanda Tyas Jiantari dan Yulia Pratiwi

264

STK_012 Kajian Antopometri Dan Pengalaman Ruang Pada Bangunan Asrama Pesantren Wisma Sarjana Indonesia Di Cangkringan

Aryani Puspitasari dan Handoyotomo

276

STK_018 Kajian Hubungan Pola Perilaku Dan Teritorialitas Pada Ruang Masjid Kampus UGM Sebagai Ruang Publik

M. Ridho Praja Kori dan Revianto Budi Santosa

288

STK_024 Penerapan Regionalisme Abstrak pada Bangunan Pendidikan (Studi Kasus Field Research Center Kulon Progo: Gedung Sekolah Dasar dan Gedung Sekolah Menengah Pertama)

Dina Sari Surbakti dan Jarwa Prasetya Sih Handoko

300

STK_027 Kajian Anthropometri Pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Studi Kasus: Klinik Pratama Graha Syifa, Semarang)

Luthfi Ikhsannuari dan Jarwa Prasetya Sih Handoko

312

STK_028 Konsep Pelayanan Darah Terkait Tata Ruang Dan Luasan Ruang Dalam Unit Transfusi Darah (Studi Kasus Rancangan Gedung PMI Kabupaten Ngawi)

Palidya Hartinah dan Jarwa Prasetya Sih Handoko

325

STK_029 Analisa Akustik Pada Denah Layout Yang Bisa Menekan Reaksi Beraktif Pada Anak Autis

Lithaya Nida Amalia dan Arif Wismadi

(7)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

|v

STK_031 Komparasi Desain Terminal Giwangan Yogyakarta Dengan Terminal Bus Poole Inggris Pada Aspek Aksebilitas Sirkulasi, Kenyamanan Dan Keamanan Penumpang

Syifa Azahra Gumilar dan Nensi Golda Yuli

348

STK_039 Tipologi 10 Bangunan Masjid Karya Mimar Sinan

Ita Dwijayanti dan Novianti Elisarani 358

STK_041 Regionalisme Modern (Transformatif) Masjid Berlanggam Jawa (Studi Kasus: Bangunan Masjid Field Research Center Kulon Progo)

Talitha Mira Nurina dan Handoyotomo

371

STK_042 Karakteristik Taman Wisata Alam Punti Kayu Sebagai Hutan Kota (Studi Kasus : Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang)

Bayu Dwiprayoga dan Fajriyanto

383

STK_044 Perbedaan Bangunan Dan Fasilitas Pendukung Pesantren Diperkotaan Dan Perdesaan (Studi Kasus: SMP IT Abubakar Yogyakarta Dan SMA IT Abu Bakar Kulonprogo)

Talitha Salsabil dan Munichy B. Edress

395

STK_046 Kajian Penerapan Arsitektur Kontekstual Pada Rancangan Bangunan Pariwisata (Studi Kasus: Cottage Di Kawasan Wisata Tumiyang Ecopark, Purwokerto)

Nida Fauziyah Widiani dan Jarwa Prasetya Sih Handoko

408

STK_049 Penerapan Prinsip Arsitektur Tropis Pada Gedung Perkuliahan Di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Dea Oktaviani dan Etik Mufida

424

STK_052 Penerapan Konsep Kesehatan Ruang: Kaitannya Dengan Suhu Dan Kelembaban, Kualitas Udara Dan Konduktifitas Jenis Material (Studi Kasus: Perancangan Rumah Kost Muntilan)

Adil Mushaithir D dan Ahmad Saifudin Mutaqi

434

STK_057 Kajian Efisiensi Waktu Manajemen Proses Tahapan Perancangan Pada Kasus Proyek Pemerintah (Studi Kasus: Perancangan Gedung

Incoming dan Qc Pt. Inka Persero, Madiun, Jawa Tengah Perancangan

Unit Instalasi Rsud Dr. Haryoto, Lumajang, Jawa Timur)

Faiz Ihsan Muhammad

449

STK_060 Penerapan Strategi Adaptive Reuse Pada Museum Lawang Sewu Semarang Dan Museum Sasmitaloka Panglima Besar Jenderal Sudirman Yogyakarta

Ina Fildzah Hanifah Dan Putu Ayu Pramanasari Agustiananda

461

STK_063 Penerapan Strategi Adaptive Reuse Pada Museum Di Kota Magelang Dengan Studi Kasus Museum BPK RI

Habibah Astrid Larasati Mergwar dan Putu Ayu Pramanasari Agustiananda

469

STK_068 Evaluasi Purna Huni Masjid Nurul Ashri Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman

Nitha Amalia dan Muhammad Iftironi

(8)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

vi | SAKAPARI 2019

STK_081 Implementasi Ekologi Arsitektur Homestay Di Kota Yogyakarta (Studi Kasus: Homestay Omahe Bagus, Kampung Jagalan Ledoksari, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta)

Rafi’ Farhan Fahrurrozi dan Yulia Pratiwi

491

STK_095 Pembagian Ruang Sakral Dan Profan Dalam Prosesi Doa Di Mrajan Warga Menyali Sebagai Bentuk Dari Setting Perilaku

Desy Ayu Krisna Murti

502

STK_106 Studi Aksesibilitas Dan Mobilitas Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi (Studi Kasus: SMP N 2 Sewon & SMP Tumbuh, Yogyakarta)

Jesica Intan Purnamasari dan Wiryono Raharjo

508

STK_109 Tipologi Masjid Bersejarah Di Indonesia

(9)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 169 Haifa Azizah Utaryanto1, Tony Kunto Wibisono2

1 Mahasiswa Jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia 2 Dosen Jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia

1Surel: [email protected]

ABSTRAK: Faktor yang berpengaruh dalam menentukan nyaman atau tidaknya suatu kegiatan pada ruang microteaching selain faktor visual ialah faktor akustik ruang. Kualitas akustik ruang microteaching dapat tercapai apabila memperhitungkan beberapa parameter objektif diantaranya distribusi Tingkat Tekanan Bunyi (TTB), RT (Reverberation Time), EDT (EarlyDecay Time), D50 (Deutlichkeit), C50, (Clarity), dan TS (Centre Time). Agar memenuhi parameter objektif, maka dapat dilakukan dengan cara memperhatikan indikator berupa sumber suara, material lantai, dinding, dan plafon yang memiliki koefisien serap serta dimensi ruang yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan dengan pengukuran pada objek studi kasus yang menggunakan analisis simulasi software akustik. Kajian dilakukan secara menyeluruh dengan perangkat lunak komputer yang biasa digunakan untuk menganalisa performa akustik pada bangunan. Software yang digunakan adalah Rhinoceros Grasshopper dengan Tools Pachyderm Accoustical Simulation, yaitu simulasi untuk menganalisis waktu dengung serta perhitungan berdasarkan kalkulasi statistical reverberation, juga berdasarkan acoustic particles atau ray tracing yang mempertimbangkan faktor geometri ruang akustik. Kesimpulan analisis dari ke empat objek studi yaitu 2 objek UNY dan USD yang telah mendekati kategori berhasil sesuai standar, tetapi untuk 2 objek UST dan UII perlu adanya rekomendasi terhadap material bidang penyerap suara agar hasil perhitungan waktu dengung secara statistical maupun secara acoustic particles dapat mengoptimalisasi kualitas akustik ruang.

Kata Kunci : Akustik Ruang, Microteaching Room, Pachyderm Acoustical Simulation, Parameter Objektif Akustik

PENDAHULUAN

Pada dasarnya gedung perkuliahan dengan berbasis keguruan lebih memperhatikan fasilitas penunjang yang dapat digunakan untuk proses belajar mengajar, contohnya dalam keterampilan dasar mengajar bisa diperoleh melalui pembelajaran mikro (microteaching), yaitu kegiatan pelatihan mengajar untuk mendalami makna bahkan strategi penggunaannya pada setiap proses pembelajaran.

Untuk itu dalam evaluasi ini akan membahas tentang tinjauan ruang microteaching terhadap aspek-aspek yang menunjang dalam ruangan tersebut, salah satunya adalah aspek akustik ruang. Perencanaan akustik yang kurang maksimal termasuk diantaranya akustik ruang, dapat memberikan dampak yang negatif bagi kenyamanan beraktifitas di dalam ruang. Mengetahui akan banyaknya dampak negatif yang dapat dikurangi apabila Kualitas akustik ruang dapat tercapai apabila memperhitungkan parameter diantaranya, tingkat bising latar belakang (background noise level), waktu dengung (reverberation time), dan jangkauan bunyi (sound coverage). Maka perlu diadakannya penelitian untuk menghasilkan sebuah strategi yang sesuai dengan meneliti sumber suara , material, hingga fenomena pemantulan suara pada ruang eksisting sebagai langkah untuk mengoptimalisasi kualitas akustik ruang.

EVALUASI RANCANGAN GEDUNG PGSD

TINJAUAN DESAIN RUANG

(10)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

170 | SAKAPARI 2019

STUDI PUSTAKA

Kriteria desain akustik pada ruangan audio visual untuk kebutuhan speech seperti

microteaching perlu memperhatikan indikator berupa material yang digunakan, sumber

suara serta fasilitas yang tersedia. Penerapan kriteria desain akustik yang sesuai juga dapat menghasilkan kriteria nilai akustik yang sesuai dengan persyaratan.

1.1 Akustik Ruang

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga, akustik merupakan ilmu fisika yang mempelajari suara. Sedangkan menurut Satwiko (2004:124), akustik berarti ilmu tentang bunyi. Dengan demikian, sistem akustik adalah ilmu yang mempelajari tentang mutu suara dan bunyi yang dihasilkan. Akustik sendiri berhubungan dengan organ pendengar, suara, atau ilmu bunyi. Sistem akustik dalam sebuah ruangan merupakan keadaan sebuah ruang yang mempengaruhi mutu bunyi yang terjadi di dalamnya.

1.2 Parameter Akustik Ruang

Kriteria yang biasa dipakai untuk mengukur kualitas akustik ruang seminar atau pidato adalah parameter subjektif dan objektif. Parameter subjektif lebih banyak ditentukan oleh persepsi individu, berupa penilaian terhadap seorang pembicara oleh pendengar dengan nilai indeks antara 0 sampai 10. Parameter subjektif meliputi intimacy, spaciousness atau

envelopment, fullness, dan overal impressions yang biasa dipakai untuk

akustik teater dan concert hall. Paramater memiliki banyak kelemahan karena persepsi masing-masing individu memberikan penilaian yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang individu, sehingga diperlukan metoda pengukuran yang lebih objektif dan bersifat analitis seperti bising latar belakang (background noise), distribusi Tingkat Tekanan Bunyi (TTB), RT Reverberation Time), EDT (EarlyDecay Time), D50 (Deutlichkeit), C50, C80 (Clarity), dan TS (Centre Time).(Doelle, 1972).

1.3 Respon Impuls Ruang Parameter Objektif A. EDT (Early Decay Time)(Sieben, 2000).

EDT atau Early Decay Time yang diperkenalkan oleh V. Jordan yaitu perhitungan waktu dengung (RT) yang didasarkan pada pengaruh bunyi awal yaitu bunyi langsung dan pantulan-pantulan awal yaitu waktu yang diperlukan Tingkat Tekanan Bunyi (TTB) untuk meluruh sebesar 10 dB.

B. Definition ( a time window of 50 ms), D50 (Sieben,2000).

Definition juga merupakan kriteria dalam penentuan kejelasan

pembicaraan dalam suatu ruangan. Semakin besar nilai D50 maka semakin baik pula tingkat kejelasan pembicaraan, karena semakin banyak energi suara yang termanfaatkan dalam waktu 50 ms.

Inteligibilitas atau kejelasan yang baik didapatkan untuk harga D50

>0%. (Sieben, 2000). Adapun kategori penilaian bagi

speechintelligibility berdasarkan D50 diukur seperti pada Tabel 1

Kategori penilaian Speech Intelligibility berdasarkan D50

(11)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 171

D50 (%) SI (%) Kategori 0 – 20 0 – 60 Sangat buruk 20 – 30 60 – 80 Buruk 30 – 45 80 – 90 Cukup / Sedang 45 – 70 90 – 97,5 Bagus 70 - 80 97,5 – 100 Sangat bagus Sumber : Sieben,2000

C. Clarity atau Klarheitsmass (C50 ; C80) (Vigran, 2008)

Clarity diukur dengan membandingkan antara energi suara yang

termanfaatkan (yang datang sekitar 0.05 – 0.08 detik pertama setelah suara langsung) dengan suara pantulan yang datang kemudian, dengan mengacu pada asumsi bahwa suara yang ditangkap pendengar dalam percakapan adalah antara 50-80 ms (mili sekon) dan suara yang datang kemudian dianggap suara yang merusak. Semakin tinggi nilai C50, maka semakin pendek waktu dengung. Tingkat kejelasan pembicaraan bernilai baik jika C50 lebih kecil atau sama dengan -2 dB.( Vigran, 2008).

D. TS (Centre Time) (Ribeiro, 2002)

TS merupakan waktu tengah antara suara datang (direct) dan suara pantul (early to late), semakin tinggi nilai TS maka kejernihan suara semakin buruk. TS sebagai pengukur sejauh mana kejelasan suara diterima oleh pendengar, di mana semakin rendah nilai TS semakin jelas suara yang diterima. Parameter objektif berupa respon impuls ruang yang meliputi waktu dengung (Reverberation Time), waktu peluruhan (Early Decay Time), D50 (Definition), C50, C80(Clarity) dan TS (Centre Time) memiliki standar besaran optimum tertentu yang perlu diperhatikan pada Tabel 2 Nilai optimum parameter akustik sesuai fungsi ruang (Ribeiro, 2002).

Tabel 2 Nilai optimum parameter akustik sesuai fungsi ruang

(12)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

172 | SAKAPARI 2019

Tabel 3 Standar nilai parameter akustik.

Parameter Min Step Max Unit Comment

D-50 10 10 90 % i.e. ranges: <10, 10-20,...,80-90,>90

C-50 -10 1 10 dB

C-80 -10 1 10 dB

LF 5 5 50 % See example above

SPL Max -20 1 Max dB Top 20 dBs are divided in 1 dB step

G Max-20 1 Max dB See SPL

RT' Min 0,1 Max S

Ts Min 0.1 Max Ms

RASTI 30 15 75 % i.e.: <30,30-45,45-60,60-75,>75 *)

STI user 30 15 75 % See RASTI

*) Corresponds to the BAD, POOR, FAIR, GOOD, and EXCELLENT ranges 1.4 Koofisien Absorpsi Material Akustik

Tabel 4 Koofisien Absorpsi Material Akustik

No Nama

Material Penggunaan material 125 250

Koofiesien Absorpsi 500 1k 2k 4k 8k 1 Walls, hard surfaces average (brick walls, plaster) Dinding 0.02 0.02 0.03 0.03 0.04 0.05 0.05 2 Single pane of glass, 3 mm Jendela 0.08 0.04 0.03 0.03 0.02 0.02 0.02 3 Cotton carpet Lantai 0.07 0.31 0.49 0.81 0.66 0.54 0.48 4. Ceramic tiles with a smooth surface Lantai 0.01 0.01 0.01 0.02 0.02 0.02 0.02 5. Plasterboar d ceiling on battens with large air- space above Plafond 0.20 0.15 0.10 0.08 0.04 0.02 -

(13)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 173 1.5 Indikator dan Variabel Studi Kasus

Tabel 5 Indikator dan Variabel objek Studi Kasus

No Objek Studi Kasus Indikator dan Variabel Tolak Ukur 1. Ruang Microteaching UNY

(Universitas Negeri Yogyakarta)

-2 ruang studio

Microteaching

- 2 Ruang Operator -Sumber suara tambahan berupa speaker

-Material dinding dilapisi karpet, lantai karpet, plafon

Tolak ukur analisis ruangan ini dapat dilihat dari fasilitas ruangan yang telah tersedia yaitu ruang studio yang dilengkapi fasilitas sumber suara speaker, serta material penyerap suara berupa karpet di dinding dan lantai, serta adanya ruang operator untuk mengatur kegiatan berlangsung.

2. Ruang Microteaching USD (Universitas Sanata

Dharma)

-1 Ruang Mengajar -1 Ruang Observasi dan Ruang Operator

-Sumber suara tambahan berupa speaker

-Material dinding dilapisi karpet, lantai karpet, plafon

Tolak ukur analisis ruangan ini dapat dilihat dari fasilitas ruang studio yang dilengkapi dengan sumber suara speaker, dan material penyerap suara pada dinding, lantai serta adanya ruang operator untuk merekam kegiatan berlangsung serta ruang observasi untuk mengobservasi kegiatan.

3. Ruang Microteaching UST (Universitas Sarjanawiyata)

-1 Ruang Mengajar dan belum dilengkapi dengan Ruang Operator dan Ruang Observasi

- Material dinding plaster batu bata, lantai keramik serta adanya folding door untuk menghubungkan antar kelas serta belum dilengkapi

speaker

Tolak ukur analisis ruang

microteching ini dilihat dari ruang

simulasi mengajar dengan material pada umumnya ruang kelas, yaitu material plaster batu bata, lantai keramik serta adanya jendela dan tidak menggunakan penyerap suara berupa lapisan karpet.

4. Ruang Microteaching UII (Universitas Islam

Indonesia)

-1 Ruang Mengajar dan tidak dilengkapi dengan Ruang Operator dan Ruang Observasi

- Material dinding plaster batu bata, lantai keramik serta adanya folding door untuk menghubungkan antar kelas

Tolak ukur analisis ruang

microteaching pada ruang

mengajar ini pada umunya ruang kelas yaitu material dinding batu bata, serta belum dilengkapi dengan lapisan penyerap suara.

(14)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

174 | SAKAPARI 2019

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental. Pada penelitian ini dibagi menjadi 3(tiga) tahap, yaitu pengumpulan data, evaluasi, dan simulasi. Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder untuk mendapatkan data tentang fungsi ruangan, ukuran ruangan, material yang digunakan serta fasilitas apa saja yang tersedia.

1.1 Simulasi Software Akustik

Tahap evaluasi dilakukan setelah semua data telah terkumpul. Tahap evaluasi akan membandingkan antara objek studi kasus sebagai referensi dengan objek perancangan. Selanjutnya tahap simulasi dilakukan dengan

software Rhinoceros Grasshopper dengan Tools Pachyderm Acoustical Simulation

dengan output berupa perhitungan objektif dengan paramater berupa latar belakang (background noise), Tingkat Tekanan Bunyi (TTB), RT Reverberation

Time), EDT (EarlyDecay Time), D50 (Deutlichkeit), C50, C80 (Clarity), dan TS

(Centre Time) dengan hasil simulasi berupa angka-angka numeric. Objek simulasi dibuat ulang dengan 3d modeling sesuai pada data objek studi kasus tersebut, setelah di analisis pada aspek Pachyderm Hybrid Model dan Pacyhderm Particle

Animation untuk memperlihatkan persebaran ray pada ruangan tersebut. A. Rhinoceros Grasshopper

Gambar 1 Simulasi Software Rhinoceros Grasshopper

Sumber : Analisis Penulis, 2018

Simulasi akustik di software Rhinoceros Grasshopper ini pada awalnya membuat ukuran 3d modelling dan sumber suara yang ada pada data eksisting. Pada umunya model eksisting berupa ruangan persegi panjang, setelah itu di explode untuk membuat layer material yaitu memisahkan dindin, lantai serta plafond sesuai material yang digunakan. Setelah dibuat 3d Model dimasukan input plugin Pachyderm Acoustic.

B. Pachyderm Acoustic

Setelah 3d modeling selsai, input Source sebagai sumber suara dan Receiver sebagai Penerima suara. Sumber suara ini yaitu menggunakan 1 Geodesic arah distribusi simulasi sebagai guru serta 2 receiver untuk simulasi sebagai siswa.

(15)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 175

Pachyderm Hybrid Model

Gambar 2 Simulasi Software Pachyderm Hybrid Model

Sumber : Analisis Penulis, 2018

Pada simulasi ini langkah awal adalah meruah material pada bagian layer yang telah dibuat, setelah itu menentukan rays yang akan di hitung dan baru bisa di kalkulasi, setelah itu keluarlah angka

parametric analisisnya.

Pachyderm Particle Animation

Gambar 3 Simulasi Software Pachyderm Particle Animation

Sumber : Analisis Penulis, 2018

Simulasi Particle Animation ini untuk mengetehui persebaran suara yang digunakan secara menyeluruh dan terjadinya echo, sebelum di preview menentukan jumlah rays setelah itu menentukan waktu kalkulasi dan di preview untuk melihat hasilnya.

1.2 Kriteria Penilaian Akustik Objektif

Tabel 6 Kriteria Penilaian Objektif

No Acoustical Parameter Range Comment 1. Early Decay Time (EDT) 0.64-0.81 s Bagus 2. Centre Time (Ts) 45-70ms Bagus 3. Clarity 50 (C-50) > -2b Kecil lebih

baik 4. Definition-50 (D-50) > 80 ms Rendah lebih

baik 5. Strenght/Loudness (G) Max 20db Bagus

(16)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

176 | SAKAPARI 2019

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pengujian model, termasuk model kondisi akustik eksisting ruang yang diteliti dengan memperhatikan bidang-bidang arsitektural sebagai bidang serap, maka empat model ini dianalisis dengan perbedaan berdasarkan letak dan luas bidang serap yaitupada plafond, dinding dan lantai serta kombinasi dengan cara analisa simulasi komputer. Semua model disimulasikan dengan metode kalkulasi yang sama serta hasil simulasi dari seluruh model dikompilasi dan dipresentasikan secara grafik untuk menganalisa nilai waktu dengung yang memenuhi syarat guna fungsi pidato serta melihat perbedaan nilai antar model.

A. Microteaching UNY

Tabel 7 Simulasi Akustik UNY

No 3d Objek Objek dan Pengukuran

Hasil simulasi Kesimpulan

1. Parametric 500 Hz Category Analysis EDT 0.75s Bagus TS 49.9 ms Bagus C-50 2.09 Buruk D-50 61.82 % Bagus G 20.56 Bagus

Logaritmic Energy Time Curve 500hz

Dengan penggunaan material Schroeder

wall, Carpet floor

dan Plasterboard Ceilling dengan Absorpsi Material masing-masing menghasilkan Parameter Analisis dengan Rata-Rata memasuki kategori bagus, hanya pada kejelasan

pembicaraan pada kategori buruk maka perlu adanya rekomendasi.

Particle Animation (Echo) Pada ruangan ini

terjadi Echo pada detik 16ms ketika sumber suara muncul.

(17)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 177

B. Microteaching USD

Tabel 8 Simulasi Akustik USD

No 3d Objek Objek dan Pengukuran

Hasil simulasi Hasil Simulasi

2.

Parametric 500 Hz Category

Analysis

EDT 0.93s Cukup Bagus TS 63.12ms Bagus C-50 1.08 Buruk D-50 56.16 % Bagus

G 20.83 Bagus

Logaritmic Energy Time Curve 500hz

Dengan penggunaan material Schroeder

wall, Carpet floor

dan Plasterboard Ceilling dengan Absorpsi Material masing-masing menghasilkan Parameter Analisis dengan Rata-Rata memasuki kategori bagus, hanya pada kejelasan suara pada kategori buruk maka perlu adanya rekomendasi serta waktu dengung yang sedikit lebih besar dari standar.

Particle Animation (Echo) Pada ruangan ini

terjadi Echo pada detik 50ms ketika sumber suara muncul.

Sumber : Analisis Penulis, 2018

C. Microteaching UST

Tabel 9 Simulasi Akustik UST

No 3d Objek Objek dan Pengukuran

Hasil simulasi Hasil Simulasi

3. Parametric 500 Hz Category Analysis EDT 1.37 s Buruk TS 89.83 ms Buruk C-50 -0.7 Bagus D-50 45.97 % Bagus G 24.08 Buruk Dengan penggunaan material brick wall,

Tile ceramic floor

dan Plasterboard Ceilling dengan Absorpsi Material masing-masing menghasilkan Parameter Analisis dengan Rata-Rata memasuki kategori cukup bagus, pada kategori waktu

(18)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

178 | SAKAPARI 2019

kejelasan suara masih buruk, harus mendapatkan rekomendasi untuk mengatasi masalah akustik tersebut.

Particle Animation (Echo)

Pada ruangan ini terjadi Echo pada detik 215ms ketika sumber suara muncul.

Sumber : Analisis Penulis, 2018

D. Microteaching UII

Tabel 10 Simulasi Akustik UII

No 3d Objek Objek dan Pengukuran

Hasil simulasi Hasil Simulasi

4. Parametric 500 Hz Category Analysis EDT 3.03 s Buruk TS 113.35 ms Buruk C-50 -5.99 Bagus D-50 20.12 % Bagus G 27.33 Buruk

Logaritmic Energy Time Curve 500hz

Dengan penggunaan material brick wall,

Tile ceramic floor

dan Plasterboard Ceilling dengan Absorpsi Material masing-masing menghasilkan Parameter Analisis dengan Rata-Rata memasuki kategori cukup bagus, pada kategori waktu peluruhan dan kejelasan suara masih buruk, harus mendapatkan rekomendasi untuk mengatasi masalah akustik tersebut

serta

Particle Animation (Echo)

Pada ruangan ini terjadi Echo pada detik 274ms ketika sumber suara muncul.

(19)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

SAINS DAN TEKNOLOGI BANGUNAN | 179

KESIMPULAN DAN SARAN

 Untuk rekomendasi perbaikan pada desain, perlu adanya penambahan/penggantian material serap pada bagian-bagian tertentu berdasarkan perilaku energi suara terhadap geometri ruang (model design) khususnya pada bagian parameter waktu peluruh EDT yang rata-rata melebih 80 s serta pada kejelas pembicara melebihi 70 ms maka dari itu perlu perbaikan material untuk mencapai nilai optimum ruang speech.

 Hasil kalibrasi dibaca maka nilai tersebut menjadi kurang memenuhi syarat, perlu adanya pengurangan bidang serap dengan mengkaji ulang analisa link acoustic rays-nya secara lebih detail.

 Hasil Simulasi dari ke empat objek studi kasus yaitu yang memenuhi kategori bagus yaitu objek studi kasus UNY pada parameter EDT, TS, D-50, G dan C-50 sebesar 2db masuk ada kategori buruk karena melebihi standar serta untuk objek studi kasus USD pada parameter TS, D-50, G dan pada kategori buruk ada pada parameter C-50 serta cukup bagus pada parameter EDT. Untuk studi kasus kategori cukup bagus yaitu objek studi kasus UST dan UII pada parameter C-50 dan D-50 bagus serta untuk kategori buruk EDT,TS dan G.

 Kesimpulannya dari ke empat objek tersebut hanya 2 objek UNY dan USD yang telah mendekati kategori bagus atau berhasil sesuai standar, tetapi untuk 2 objek UST dan UII perlu adanya rekomendasi terhadap bidang- bidang penyerap suara agar mendapatkan kategori bagus.

Tabel 11 Rekomendasi Material Penyerap Suara

Sumber : Analisis Penulis, 2018

 Rekomendasi untuk mengadaptasi aktivitas berkarakter speech, audio visual harus mencapai nilai koefisien serapan ruang yang tinggi dengan cara memperluas bidang serapan pada elemen interior seoptimal mungkin. Untuk itu, kombinasi penggunaan bahan absorber berbentuk baffle dengan karakteristik bahan lembut, berpori, bertekstur, tidak berwarna, memiliki koefisien serapan tinggi, digantung di lokasi 2/3 bagian plafon seluas5% dan drapery dengan karakteristik bahan tebal, berat, dan disusun terlipat 50%, di dinding sekeliling penonton seluas 25%, mampu meningkatkan ketajaman speech sebesar 75%-100% serta mereduksi echo sebesar 50%. Hal ini berlakuuntuk occupancy ruang sebesar 35%-75% dengan tipe kursi eksisting yaitu hard-backed seat.

DAFTAR PUSTAKA Buku (Monograf)

Doelle, L.L. dan Prasetio, L. 1993. Akustik Lingkungan. Erlangga, Indonesia.

Ribeiro, M.R.S., Room Acoustic Quality of A Multipurpose Hall: A Case Study, Centro de Estudos do Departamento de Engenharia Civil, Faculdade de Engenharia da Universidade doPorto, Portugal, 2002.

Satwiko, P. 2004. Fisika Bangunan, Edisi 1. Yogyakarta: ANDI

Sieben, G.W., Gold, M.A., Ten Ways to Provide a High Quality Acoustical Vigran, T.E,.2008. Building Acoustics. London

Artikel/Jurnal

Annex. . Material data The basic of accoustic : Material Acoustic,2000 Environment in School. Journal Acoustic Vol. 31. 2000, pp. -384.

(20)

Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2019

Sustainability in Architecture

180 | SAKAPARI 2019

Journal of the Acoustical Society of America 123 (5), 3200-3200, 2008

Situs Web

Arthur.2018.Pachyderm Acoustical Simulation.Diakses 3 Januari 2018 (14:00) http://www.perspectivesketch.com/pachyderm/

Juanda, Kevin. 2017. Microteaching. Diakses 21 Oktober 2018 (13:00)

http://www.academia.edu/9169569/MICRO_TEACHING_1_i_DAFTAR_ISI

KBBI. 2018. KBBI Akustik Ruang. Diakses 18 Oktober 2018 (15:00) https://kbbi.web.id Universitas Ahmad Dahlan. 2018. Universitas Ahmad Dahlan Kampus 5. Diakses 20 Oktober

2018 (16:00) https://uad.ac.id/id/universitas-ahmad-dahlan- kampus-5

Universitas Sanata Dharma. 2018. Universitas Sanata Dharma FKIP. Diakses 10 November 2018 (13:00) https://usd.ac.id/

Gambar

Tabel 2 Nilai optimum parameter akustik sesuai fungsi ruang
Tabel 3 Standar nilai parameter akustik.
Tabel 5 Indikator dan Variabel objek Studi Kasus
Gambar 1 Simulasi Software Rhinoceros Grasshopper
+5

Referensi

Dokumen terkait