• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III GAMBARAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

28

BAB III

GAMBARAN UMUM BADAN LAYANAN UMUM

III.1 Sejarah Singkat Badan Layanan Umum

III.1.1 Gambaran Umum

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang melaksanakan program unggulan untuk pengembangan transportasi publik berbasis bus (bus rapid transit), dengan nama Sistem Transjakarta Busway guna mengatasi permasalahan transportasi yang serius sebagai akibat dari pesatnya pertumbuhan kepemilikan dan penggunaan kendaraan pribadi di DKI Jakarta.

Transjakarta diharapkan dapat menjadi solusi terhadap masalah mobilisasi di DKI Jakarta dengan memprioritaskan sistem transportasi publik yang nyaman, aman dan terjangkau bagi masyarakat luas. Transjakarta memiliki berbagai sarana, prasarana dan infrastruktur khusus yang dirancang secara spesifik untuk berfungsi sebagai satu sistem transportasi yang dirancang untuk dapat mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup besar sehingga dapat mengatasi kebutuhan mobilisasi penduduk DKI Jakarta dan daerah sekitarnya.

III.1.2 Pendirian dan Landasan Hukum

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Transjakarta Busway semula merupakan lembaga non struktural Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berbentuk Badan Pengelola

(2)

29 Transjakarta Busway yang diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 110 Tahun 2003. Pada tahun 2006, kelembagaan Badan Pengelola Transjakarta Busway diubah sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 48 Tahun 2006 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Badan Layanan Umum Transjakarta Busway dan menjadi Unit Pelaksana Teknis Dinas Perhubungan yang secara bertahap menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD). Seiring dengan peningkatan kinerja yang semakin baik, maka pengelolaan keuangan BLU Transjakarta Busway berubah sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur No. 626 Tahun 2010 tentang Penetapan BLU Transjakarta Busway sebagai Unit Kerja Dinas Perhubungan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang menerapkan PPK-BLUD secara penuh. Dengan menerapkan PPK-BLUD secara penuh maka BLU Transjakarta Busway diberi fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan dan barang pada batas-batas tertentu yang dapat dikecualikan dari ketentuan umum yang berlaku umum serta dapat menggunakan pendapatannya secara langsung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sejak tanggal 15 Januari 2004 Transjakarta Busway mulai beroperasi di Jakarta. Koridor pertama yang dioperasikan adalah koridor yang membelah kota Jakarta melalui salah satu jalur bisnis utama yaitu Jl. Jend. Sudirman, Jl. MH Thamrin, kawasan Harmoni serta Glodok dengan rute Blok M – Kota. Salah satu alasan dipilihnya koridor ini untuk dikembangkan pertama kali adalah mengingat bahwa kawasan ini merupakan kawasan yang mempunyai mobilitas komersial yang tinggi dibandingkan kawasan lain.

(3)

30 Selanjutnya pada 15 Januari 2006 dioperasikan kembali dua koridor yang menghubungkan kawasan barat dan timur Jakarta yaitu Pulogadung – Harmoni dan Kalideres – Harmoni. Kedua koridor ini bergabung dengan koridor yang sudah ada di Harmoni, sehingga masyarakat bisa berpindah antara satu koridor ke koridor lain. Pengembangan koridor dilanjutkan sampai dengan koridor VII yaitu Pulogadung-Dukuh atas, Ancol-Kampung Melayu, Ragunan-Kuningan dan Kampung Rambutan-Kampung Melayu yang resmi beroperasional pada 27 Januari 2007 dan pada 21 Februari 2009 diresmikan koridor VIII dengan rute Lebak Bulus-Harmoni.

III.1.3 Bidang Usaha

Transjakarta Busway terdiri dari empat komponen, yaitu infrastruktur transportasi yang memadai, sistem operasi yang efektif, sistem tiket dan penerimaan pembayaran yang akurat dan penetapan perencanaan, pengelolaan dan pengendalian yang bersifat permanen dalam sistem. Infrastruktur, pengelolaan, pengendalian dan perencanaan sistem disediakan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta, sementara kegiatan operasional bus dan penerimaan pembayaran dari sistem tiket dikerjasamakan dengan pihak swasta.

Infrastruktur Transjakarta Busway mencakup rute busway, halte busway dan infrastruktur pelengkap. Rute busway adalah lajur tengah jalan utama kota, yang secara fisik dipisahkan oleh lajur penggunaan campuran. Rute Busway akan dilaksanakan secara bertahap hingga total tuntutan akan layanan transportasi umum di kota tercakup. Halte Busway merupakan ruang yang tertutup dan terlindung dengan titik-titik

(4)

31 pembayaran di jalan masuk yang sebagian besar terletak di median tengah jalan-jalan yang dilalui oleh bus.

Rute yang disediakan oleh Transjakarta Busway terbagi menjadi 8 (delapan) koridor, yaitu:

1. Koridor 1

Koridor 1 melayani rute Blok M – Kota. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 12,9 kilometer, jumlah halte sebanyak 20 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 650 meter. Jam pelayananannya berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute Koridor 1 adalah Blok M – Masjid Agung – Bunderan Senayan – Gelora Bung Karno – Polda Metro Jaya – Bendungan Hilir – Karet – Setia Budi – Dukuh Atas 1 – Tosari – Bunderan HI – Sarinah – Bank Indonesia – Monumen Nasional – Harmoni Central Busway – Sawah Besar – Mangga Besar – Olimo – Glodok – Kota. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Jakarta Express Trans, dengan kode bus (JET) yang tertera pada badan bus.

2. Koridor 2

Koridor 2 melayani rute Pulo Gadung – Harmoni. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 14 kilometer, jumlah halte sebanyak 23 dengan jarak rata-rata halte sepanjang 700 – 800 meter. Jam pelayanannya berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte- halte yang dilewati oleh koridor 2 adalah Pulo Gadung – Bermis – Pulo Mas – ASMI – Pedongkelan – Cempaka Timur – RS Islam – Cempaka Tengah – Pasar

(5)

32 Cempaka Putih – Rawa Selatan – Galur – Senen – Atrium – RSPAD – Deplu – Gambir 1 – Istiqlal – Juanda – Pecenongan – Harmoni Central Busway – Balai Kota – Gambir 2 – Kwitang. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Trans Batavia, dengan kode bus (TB) yang tertera pada badan bus.

3. Koridor 3

Koridor 3 melayani rute Kali Deres – Harmoni. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 19 kilometer, jumlah halte sebanyak 16 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 700-800 meter. Jam pelayanannya berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor 3 adalah Kali Deres – Pesakih – Sumur Bor – Rawa Buaya – Jembatan Baru – Dispenda – Jembatan Gantung – Taman Kota – Indosiar – Jelambar – Grogol Trisakti – RS Sumber Waras – Harmoni Central Busway – Pecenongan – Juanda – Pasar Baru. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Trans Batavia dengan kode bus (TB) yang tertera pada badan bus.

4. Koridor 4

Koridor 4 melayani rute Pulo Gadung – Dukuh Atas. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 11,85 kilometer, jumlah halte sebanyak 17 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 400-1600 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 5:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati rute koridor 4 adalah Pulo Gadung – Pasar Pulo Gadung – TU Gas – Layur – Pemuda Rawamangun – Voldrome – Sunan Giri – UNJ – Pramuka BPKP – Pramuka LIA – Utan Kayu – Pasar Genjing – Matraman 2 – Manggarai – Pasar Rumput – Halimun – Dukuh Atas 2. Operator yang melayani koridor

(6)

33 ini adalah PT. Jakarta Trans Metropolitan, dengan kode bus (JTM) yang tertera pada badan bus.

5. Koridor 5

Koridor 5 melayani rute Ancol – Kampung Melayu. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 13,5 kilometer, jumlah halte sebanyak 17 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 400-2250 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Ancol – Pademangan – Gunung Sahari Mangga Dua – Jembatan Merah – Pasar Baru Timur – Budi Utomo – Senen Sentral – Pal Putih – Kramat Sentiong – Salemba UI – Salemba Carolus – Matraman 1 – Tegalan – Slamet Riyadi – Kebon Pala – Pasar Jatinegara – Kampung Melayu. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Jakarta Mega Trans dengan kode bus (JMT) dan PT. Ekasari Lorena Transport dengan kode bus (LRN) yang tertera pada masing-masing badan bus.

6. Koridor 6

Koridor 6 melayani rute Ragunan – Dukuh Atas. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 13,3 kilometer, jumlah halte sebanyak 18 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 400-1000 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 05:00 - 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Ragunan – departemen Pertanian – SMK 57 – Jati Padang – Pejaten – Buncit Indah – Warung Jati – Imigrasi – Duren Tiga – Mampang Prapatan – Kuningan Timur – Patra Kuningan – DEPKES – GOR Sumantri – Karet Kuningan – Kuningan Madya AINI – Setiabudi

(7)

34 Utara – Latuharhari – Halimun – Dukuh Atas 2. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Jakarta Trans Metropolitan, dengan kode bus (JTM) yang tertera pada badan bus.

7. Koridor 7

Koridor 7 melayani rute Kampung Rambutan – Kampung Melayu. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 12,8 kilometer, jumlah halte sebanyak 13 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 500-1500 meter. Jam 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Kampung Rambutan – Tanah Merdeka – Fly Over Raya Bogor – RS Harapan Bunda – Pasar Induk – Pasar Kramat Jati – PGC – BKN – Cawang UKI – BNN – Cawang Otista – Gelanggang Remaja – Bidara Cina – Kampung Melayu. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Jakarta Mega Trans dengan kode bus (JMT) dan PT. Ekasari Lorena Transport dengan kode bus (LRN) yang tertera pada masing-masing badan bus.

8. Koridor 8

Koridor 8 melayani rute Lebak Bulus – Harmoni. Rute ini memiliki Spesifikasi rute sepanjang 26 kilometer, jumlah halte sebanyak 21 halte dengan jarak rata-rata halte sepanjang 500-1500 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Lebak Bulus – Pondok Pinang – Pondok Indah 1 – Pondok Indah 2 – Tanah Kusir Kodam – Kebayoran Lama Bungur – Pasar Kebayoran Lama – Simpruk – Permata Hijau – RS Medika Permata Hijau – Pos Pengumben – Kelapa Dua Sasak – Kebon Jeruk – Duri Kelapa – Kedoya

(8)

35 Assiddiqiyah – Kedoya Green Garden – Indosiar – Jelambar – Grogol 2 – Tomang – Tomang Mandala – RS Tarakan – Petojo – Harmoni Central Busway – RS Sumber Waras – Grogol Trisakti. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Ekasari Lorena Transport dengan kode bus (LRN) dan PT. Primajasa Perdanaraya Transport dengan kode bus (PP) yang tertera pada masing-masing badan bus.

9. Koridor 9

Koridor 9 melayani rute Pinang Ranti – Pluit. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 28,8 kilometer, jumlah halte sebanyak 24 halte dengan jarak rata- rata halte sepanjang 500-1500 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Pinang Ranti – Taman Mini Garuda – Cawang Ciliwung – Cikoko Stasiun Cawang – Tebet BKPM – Pancoran Tugu – Pancoran Barat – Tegal Parang – Kuningan Barat – Gatot Subroto Jamsostek – Gatot Subroto LIPI – Semanggi – Senayan JCC – Slipi Petamburan – Slipi Kemanggisan – S. Parman Harapan Kita – S. Parman Central Park – Grogol – Latumenten Stasiun KA – Jembatan Besi – Jembatan Dua – Jembatan Tiga – Penjaringan – Pluit. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Bianglala Metropolitan dengan kode bus (BMP) dan PT. Trans Mayapada Busway dengan kode bus (TMB) yang tertera pada masing-masing badan bus.

10. Koridor 10

Koridor 10 melayani rute Cililitan – Tanjung Priok. Rute ini memiliki spesifikasi rute sepanjang 19,4 kilometer, jumlah halte sebanyak 18 halte dengan jarak rata-rata

(9)

36 halte sepanjang 500-1000 meter. Jam pelayanan rute ini berlangsung dari pukul 05:00 – 22:00 WIB. Halte-halte yang dilewati oleh rute koridor ini adalah Cililitan – Sutoyo Cawang – Panjaitan Penas – Kebon Nanas Cipinang – Prumpung Pedati – Stasiun Jatinegara – A. Yani Bea Cukai – Utan Kayu Rawamangun – Kayu Putih Rawasari – Pulomas Pacuan Kuda – Cempaka Putih – Yos Sudarso Cemapaka Mas – Yos Sudarso Kodamar – Sunter Kelapa Gading – Plumpang Pertamina – Walikota Jakarta utara – Permai Koja – Enggano – Tanjung Priok. Operator yang melayani koridor ini adalah PT. Jakarta Express Trans dengan kode bus (JET) dan PT. Bianglala Metropolitan dengan kode bus (BMP) yang tertera pada masing-masing badan bus.

Kendaraan yang dipakai untuk layanan rute Busway berupa bus non-gandeng (single bus) dengan kapasitas 85 penumpang dan bus gandeng (articulated bus) dengan kapasitas 160 penumpang yang sesuai dengan karakteristik infrastruktur yang digunakan dan rancangan operasi Transjakarta Busway. Kendaraan tersebut juga memiliki spesifikasi teknis khusus untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dari operasinya di DKI Jakarta.

Pengoperasian bus dilaksanakan oleh pihak swasta sebagai operator bus dan kendali terpusat dari BLU Transjakarta Busway. Operator bus berupa badan hukum dari perusahaan angkutan penumpang dalam kota Jakarta dan/atau antar kota, yang dipilih dan ditunjuk melalui penunjukkan langsung atau melalui proses penawaran terbuka. Pemberian upah berdasarkan jumlah kilometer yang ditempuh dan Rupiah per Kilometer yang ditawarkan.

(10)

37 Transjakarta Busway juga memiliki 142 halte busway di sepanjang delapan koridor Busway dengan panjang lintasan 143,35 km. Halte busway ini dilengkapi dengan platform 110 cm dari tinggi permukaan jalan agar tersedia akses yang rata ke bus. Setiap halte busway dilengkapi dengan akses untuk pejalan kaki yang terhubung dengan jembatan penyebrangan orang yang dirancang khusus untuk mempermudah pengguna layanan busway.

III.1.4 Visi dan Misi

Seperti badan pemerintahan lainnya, BLU Transjakarta Busway memiliki Visi dan Misi yang tertuang dalam Buku Profil tahun 2010 sebagai berikut:

Visi :

“Busway sebagai angkutan umum yang mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, aman, nyaman, manusiawi, efisien, berbudaya dan bertaraf internasional”

Misi :

1. Melaksanakan reformasi sitem angkutan umum – Busway dan budaya penggunaan angkutan umum.

2. Menyediakan pelayanan yang lebih dapat diandalkan, berkualitas tinggi, berkeadilan dan berkesinambungan di DKI Jakarta.

(11)

38 3. Memberikan solusi jangka menengah dan jangka panjang terhadap permasalahan di

sekor angkutan umum.

4. Menerapkan mekanisme pendekatan dan sosialisasi terhadap stakeholder dan sistem transportasi terintegrasi.

5. Mempercepat implementasi sistem jaringan Busway di Jakarta yang sesuai dengan aspek kepraktisan, kemampuan masyarakat untuk menerima sistem tersebut dan kemudahan pelaksanaan.

6. Mengembangkan struktur institusi yang berkesinambungan.

7. Mengembangkan lembaga pelayanan masyarakat dengan pengelolaan keuangan yang berlandaskan good corporate governance, akuntabilitas dan transparansi.

(12)

39 III.2 Struktur Organisasi

Struktur Organisasi yang ada pada BLU Transjakarta Busway :

KEPALA UNIT PENGELOLA SUB BAGIAN TATA USAHA SATUAN PENGAWAS INTERNAL SEKSI OPERASIONAL SEKSI PRASARANA SUB BAGIAN KEUANGAN SEKSI SISTEM TIKET SEKSI PENGENDALIAN MANAJER UMUM MANAJER AKUNTANSI MANAJER PELAYANAN MANAJER PEMELIHARAAN

MANAJER SISTEM TIKETING DAN IT MANAJER PENANGGUNGJAWAB HALTE MANAJER KEPEGAWAIAN MANAJER VERIFIKASI MANAJER VERIFIKASI KILOMETER MANAJER PENGAMANAN

MANAJER LAYANAN TIKET

MANAJER PUSAT KENDALI MANAJER PERLENGKAPAN MANAJER PROGRAM DAN ANGGARAN MANAJER OPERASIONAL BUS MANAJER PENGEMBANGAN PRASARAN MANAJER ADMINISTRASI DAN PENDISTRIBUSIAN TIKET MANAJER KOORDINASI MANAJER EVALUASI MANAJER HUMAS DAN HUKUM

(13)

40 III.2.1 Uraian Tugas

Dari struktur organisasi BLU Transjakarta Busway, selanjutnya akan diuraikan tugas dan tanggung jawab dari beberapa bagiannya yang berkaitan dengan penelitian ini. 1. Kepala Unit Pengelola

a. Memimpin penyelenggaraan tugas dan fungsi dari BLU Transjakarta Busway;

b. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas Subbagian dan Pelaksana;

c. Melaksanakan koordinasi dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah dan instansi terkait lainnya.

2. Satuan Pengawas Internal

a. Satuan Pengawas Internal (SPI) melaksanakan tugas pengawasan internal terhadap pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya (manusia, keungan, perlengkapan, standard an prosedur pelayanan) Unit Pengelola.

b. Dalam melaksanakan tugasnya, Saruan Pengawas Internal menjalankan fungsi:

1) Penyusunan petunjuk teknis pengawasan internal; 2) Penyusunan program kerja pengawasan internal; 3) Pelaksanaan kegiatan pengawasan internal;

4) Penyusunan dan penyampaian rekomendasi tindak lanjut dari hasil pengawasan internal yang dilakukan;

5) Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rekomendasi tindak lanjut hasil pengawasan internal yang dilakukan;

6) Pelaksanaan kegiatan pengawasan internal yang diperintahkan Kepala Unit;

7) Pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi dengan pemeriksa/pengawas eksternal dan/atau aparat pemeriksa internal pemerintah; dan 8) Pelaporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan funsi

(14)

41 3. Seksi Operasional

3.1 Manajer Pelayanan

a. Menyusun program dan rencana kegiatan pelayanan; b. Mengadministrasikan pelayanan dalam bus;

c. Mengkoordinasikan petugas pelayanan dalam bus dan petugas informasi pelayanan;

d. Menyusun rencana kebutuhan peralatan pendukung pelayanan penumpang dalam bus;

e. Melaksanakan pelayanan penumpang dalam bus angkutan umum; f. Melaksanakan pemantauan kebersihan bus

g. Melaksanakan dan menindaklanjuti keluhan pengguna angkutan umum; h. Menyusun laporan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pelayanan.

3.2 Manajer Verifikasi Kilometer Tempuh

a. Menyusun rencana kerja dan program verifikasi kilometer tempuh; b. Melaksanakan input terhadap data kilometer tempuh harian; c. Melaksanakan validasi dan verifikasi kilometer tempuh harian; d. Membuat laporan bulanan atas kilometer tempuh harian; e. Melaksanakan pengukuran jarak baku;

f. Menyusun rencana operasi busway berdasarkan jumlah penumpang; g. Menyusun rencana jadwal keberangkatan dan kedatangan bus; h. Mengevaluasi penerapan standar operasi operasional bus;

i. Melaksanakan evaluasi yang berkaitan dengan perencanaan operasional bus; j. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas verifikasi

(15)

42 3.3 Manajer Operasional Bus

a. Menyusun rencana dan program kerja Operasional Busway dan feeder; b. Menyusun, mengkoordinasikan dan mengevaluasi pelaksanaan standar

operasional prosedur dan standar pelayanan minimal busway dan feeder; c. Menyusun bahan perhitungan unit cost (biaya rupiah per kilometer); d. Menyusun rencana dan memproses calon operator busway dan feeder;

e. Melaksanakan pendataan atas hambatan dan gangguan operasional busway dan feeder;

f. Melaksanakan evaluasi terhadap kelancaran operasional busway dan feeder; g. Merencanakan dan melaksanakan pengelolaan operasional feeder busway; h. Melaksanakan pemantauan operasional busway dan feeder;

i. Melaksanakan koordinasi operasional busway dan feeder dengan pihak terkait;

j. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas operasional busway dan feeder.

4. Seksi Prasarana

4.1 Manajer Pemeliharaan

a. Menyusun rencana dan program kerja pemeliharaan sarana dan prasarana; b. Menyusun rencana pemeliharaan, perawatan, dan penyediaan prasarana

teknis angkutan umum;

c. Melaksanakan pemeliharaan, perawatan, dan prosedur penyediaan prasarana teknis angkutan umum;

d. Melaksanakan pengamanan prasarana teknis angkutan umum;

e. Menyusun standar prosedur dan rencana kebutuhan penyediaan, pemeliharaan, perawatan prasaran teknis angkutan umum;

f. Melaksanakan pendataan, monitoring, dan evaluasi ketersediaan dan kelaikan prasarana teknis angkutan umum;

(16)

43 g. Melaksanakan kegiatan penilaian prasarana teknis angkutan umum;

h. Melaksanakan kegiatan penilaian prasarana teknis angkutan umum; i. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban tugas pemeliharaan.

4.2 Manajer Pengamanan

a. Menyusun rencana dan program kerja pengamanan prasarana; b. Melaksanakan pengamanan prasarana teknis angkutan umum; c. Menyusun standar operasional sistem pengamanan prasarana;

d. Menyusun dan memproses calon operator jasa pengamanan prasarana; e. Melaksanakan pengamanan dan pengawasan terhadap personil yang

bertugas melakukan pengamanan prasarana di luar jam operasional busway; f. Mengendalikan sistem pengamanan yang bersifat rutin, insidentil, dan

darurat di luar jam operasional busway;

g. Memberikan pelatihan dan bimbingan teknis kepada personil pengamanan prasarana;

h. Melaksanakan pengamanan halte busway diluar jam operasional busway; i. Melaksanakan patrol pengamanan jalur busway dan pengamanan halte

busway;

j. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban tugas pengamanan.

4.3 Manajer Pengembangan Prasarana

a. Menyusun rencana dan program kerja pengembangan sarana dan prasarana; b. Menyusun rencana pemeliharaan, perawatan dan proses penyediaan

prasarana teknis angkutan umum;

c. Menyusun standar prosedur dan rencana kebutuhan penyediaan, pemeliharaan, perawatan prasarana teknis angkutan umum;

(17)

44 d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi perawatan dan pemeliharaan bus

angkutan umum;

e. Melaksanakan survey yang berkaitan dengan perencanaan sarana dan prasarana;

f. Melaksanakan evaluasi terhadap lalu lintas orang dalam halte busway; g. Melaksanakan koordinasi rencana dan program pembangunan dan

pengembangan sarana dan prasarana;

h. Melaksanakan analisis dan evaluasi hasil pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana;

i. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pembangunan sarana dan prasarana.

5. Seksi Sistem Tiket

5.1 Manajer Sistem Tiketing dan IT

a. Menyusun rencana dan program kerja Sistem Tiketing dan IT; b. Melaksanakan dan mengembangkan sistem tiket;

c. Melaksanakan pengawasan terhadap kinerja sistem ticketing;

d. Menyusun standar minimal spesifikasi perangkat teknologi informasi; e. Melaksanakan pembangunan perangkat teknologi informasi;

f. Melaksanakan perawatan dan evaluasi perangkat teknologi informasi; g. Melaksanakan monitoring, pemeliharaan, dan perawatan sistem tiket

elektronik;

h. Melaksanakan pemutakhiran perangkat teknologi informasi;

i. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Sistem Tiketing dan IT.

(18)

45 5.2 Manajer Layanan Tiket

a. Menyusun rencana dan program kerja layanan tiket;

b. Merencanakan, melaksanakan dan memproses calon operator tiket;

c. Melaksanakan penerimaan, pencatatan, dan penyetoran penerimaan hasil penjualan tiket busway dan feeder;

d. Melaksanakan pengaturan dan pengawasan terhadap petugas layanan tiket busway dan feeder;

e. Manyusun dan melaksanakan Standar Pelayanan Minimal dan Standar Prosedur Operasi tiket busway dan feeder;

f. Melaksanakan tindak lanjut terhadap laporan kegiatan operasional tiket busway dan feeder;

g. Melaksanakan koordinasi dengan pihak terkait untuk kelancaran operasional tiket busway dan feeder;

h. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas layanan tiket busway dan feeder.

5.3 Manajer Administrasi dan Pendistribusian Tiket

a. Menyusun rencana dan program kerja Administrasi dan Pendistribusian Tiket;

b. Melaksanakan penyimpanan dan pengendalian tiket non elektrik untuk kegiatan operasional dalam rentang waktu kurang dari 1 (satu) bulan; c. Menyusun dan melaksanakan Standar Prosedur Operasional Administrasi

dan Pendistribusian tiket busway dan feeder;

d. Melaksanakan monitoring dan evaluasi pendistribusian tiket busway dan feeder;

e. Melaksanakan verifikasi peredaran tiket busway dan feeder;

f. Melaksanakan penerimaan, pencatatan dan penyetoran penerimaan hasil penjualan tiket busway dan feeder;

(19)

46 h. Menyusun dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Administrasi dan

Pendistribusian Tiket.

6. Seksi Pengendalian

6.1 Manajer Pengendalian Halte

a. Menyusun rencana dan program kerja pengendalian halte (termasuk ramp / kaki jembatan penyebrangan, halte feeder);

b. Menyusun dan mengendalikan penerapan Standar Pelayanan Minimal dan Standar Prosedur Operasional petugas pengendalian dan petugas barier di halte busway;

c. Menyusun dan memproses calon operator petugas pengendalian dan barier halte busway;

d. Melakukan bimbingan teknis dan pengawasan terhadap personil pengendali dan barier yang bertugas di halte busway;

e. Merencanakan dan melaksanakan informasi dan rambu petunjuk di dalam halte busway dan bus;

f. Melaksanakan koordinasi, pengamanan dan pengendalian penumpang maupun penggunaan halte busway;

g. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan pengendalian dan barier halte busway.

6.2 Manajer Pusat Kendali

a. Menyusun rencana dan program kerja pusat kendali;

b. Melaksanakan perencanaan, pembangunan, dan operasional serta pengembangan ruang pusat kendali;

c. Menyusun dan mengendalikan penerapan Standar Pelayanan Minimal dan Standar Prosedur Operasional pusat kendali dan operasional bus;

(20)

47 e. Melaksanakan pengumpulan dokumen kelaikan, pengawasan dan

pencatatan kondisi kelaikan operasional bus angkutan umum; f. Mengelola alat komunikasi pengendalian bus angkutan umum;

g. Melaksanakan monitoring, pengendalian dan evaluasi operasional bus melalui ruang pusat kendali;

h. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pusat kendali.

6.3 Manajer Koordinasi

a. Menyusun rencana dan program kerja koordinasi;

b. Melaksanakan patroli pengamanan jalur busway dan halte busway; c. Melaksanakan pemantauan terhadap program sterilisasi jalur busway; d. Menyelenggarakan tindakan pelayanan terhadap gangguan penumpang dan

bus pada keadaan darurat;

e. Melaksanakan dan menginformasikan kepada pihak terkait terhadap gangguan pelayanan;

f. Melaksanakan evaluasi dan koordinasi terhadap kelancaran operasional bus;

g. Mencatat dan menyampaikan hambatan/gangguan/kerusakan bus angkutan umum;

h. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan koordinasi.

6.4 Manajer evaluasi

a. Menyusun rencana dan program kerja evaluasi;

b. Melaksanakan denda/sanksi terhadap pelanggaran operasional bus angkutan umum;

c. Melaksanakan monitoring dan evaluasi ketersediaan, kelaikan pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan bus angkutan umum;

(21)

48 d. Mengevaluasi pelaksanaan tugas operator bus sesuai dengan Standar

Pelayanan Minimal dan Standar Prosedur Operasi.

e. Melaksanakan monitoring terhadap operasional dan pengamanan bus; f. Melaksanakan evaluasi kinerja operator bus sesuai dengan kontrak; g. Melaksanakan evaluasi dan pembinaan terhadap pramudi;

h. Menyusun laporan dan pertanggungjawaban pelaksanaan evaluasi.

III.3 Spesifikasi Tiket

Tiket Transjakarta Busway terdiri atas tiket kertas, tiket elektronik dan kartu EDC JakCard; tiket kertas berbentuk karcis dengan spesifikasi khusus yang berbentuk

security paper yang terdiri atas dua tipe tiket yaitu tiket full price dan tiket economic price.

Tiket elektronik berbentuk kartu elektronik dengan spesifikasi khusus yang digunakan oleh penumpang khusus Busway untuk dapat menggunakan jasa pelayanan Busway yang terdiri dari dua jenis yaitu single trip dan multi trip dan digunakan dalam transaksi penjualan tiket Transjakarta Busway pada koridor 1, 2 dan 3.

Kartu JakCard merupakan kartu prabayar yang menggunakan teknologi smart

card, chip (integrated circuit) dan telah memenuhi standar ISO (International Standard Organization), menggunakan contactless Myfare, yang diterbitkan oleh bank. JakCard

digunakan sebagai alat pembayayaran mikro seperti pembayaran tiket Busway, Ancol, parkir dan lainnya yang akan dikembangkan oleh bank.

(22)

49 III.4 Operasional Bus

Operasional Transjakarta Busway dilaksanakan oleh beberapa operator swasta yang terikat melalui kontrak kerja sama non-ekslusif yang ditandatangani bersama antara BLU Transjakarta Busway dengan para operator bus tersebut. Hubungan antara BLU Transjakarta Busway dengan para operator bus tersebut tunduk pada syarat-syarat dan ketentuan yang terdapat dalam kontrak kerja sama terkait.

Operator bus bertanggung jawab atas penyediaan layanan transportasi dengan mematuhi Standar Prosedur Operasional, Standar Pelayanan Minimal, serta frekuensi dan jadwal operasional yang ditetapkan oleh BLU Transjakarta Busway, penyediaan peralatan transportasi yang diperlukan untuk operasional, pengendalian dan perawatan armada, pengelolaan, pengawaan serta pengendalian area parkir di dalam pool bus, serta penyedian pendukung teknis lainnya ditetapkan oleh BLU Transjakarta Busway.

Referensi

Dokumen terkait

orang-orang tersebut kondisinya boleh dibilang sangat menyedihkan, bersamaan itu apa yang mereka kehilangan akan berupa sesuatu yang selamanya tidak dapat diperoleh lagi,

Di Tahap ini akan mencari jarak terdekat dengan data input. Untuk mecari jari jarak terdekat dapat menggunakan salah satu rumus pencarian jarak yaitu

Sehingga dapat dikatakan, dari ketiga variabel tersebut waktu reaksi (antara 0-15 menit) merupakan variabel yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan kadar metil ester

Pembuatan telur asin umumnya menggunakan telur itik karena telur itik memiliki pori pori yang lebih besar dibandingkan dengan telur unggas lainnya, sehingga

Data tersebut dapat diperoleh dengan melakukan pengamatan pada tempat yang memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dalam pengembangbiakan komodo, yaitu di Taman

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis menujukkan bahwa komunikasi komunitas 1000 Guru Samarinda dalam proses belajar mengajar telah sesuai

Statistik deskriptif pada tabel 4.6 menunjukkan bahwa rata-rata (Mean) kepuasan kerja untuk kisaran sesungguhnya sebesar 58,625 lebih tinggi dari rata-rata (Mean) kisaran teoritis,

Adapun teori-teori yang digunakan yaitu implementasi Edward III, badan layanan umum, PSAP Nomor 13 tentang penyajian laporan keuangan badan layanan umum, standar