• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II UNSUR TINDAK PIDANA PENCURIAN BIASA DAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN. Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II UNSUR TINDAK PIDANA PENCURIAN BIASA DAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN. Undang-Undang Hukum Pidana yang berbunyi :"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Mengambil barang merupakan unsur obyektif dari tindak pidana pencurian menurut rumusan Pasal 362 KUHP. Kata mengambil dalam arti sempit terbatas pada menggerakkan

1) Pencurian dengan Kekerasan (pasal 365),tindak pidana pokoknya adalah pencurian, sedangkan kejahatan dalam pasal 339 tindak pidana pokoknya adalah pembunuhan. 2) Kematian

Dalam membuktikan unsur Pasal 363 KUHP tersebut pertama-tama tetap harus dibuktikan unsur-unsur pasal pencurian biasa dulu yaitu : Barangsiapa mengambil suatu barang, yang

Karena tindak pidana penadahan yang diatur dalam Pasal 480 angka 1 KUHP mempunyai dua macam unsur subjektif, masing-masing yakni unsur kesengajaan atau unsur dolus dan

Seperti telah diketahui, unsur pertama dari tindak pidana yang diatur dalam Pasal 362 KUHP itu adalah hij, yang lazim diterjemahkan orang kedalam bahasa

beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan pencurian, diantaranya yang paling dominan adalah faktor ekonomi. Secara yuridis, di dalam KUHP tindak pidana

Pencurian dalam bentuk pokok biasa sebagaimana diterangkan pada Pasal 362 KUHP : “Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan

Di dalam KUHPidana dimasukkannya Pencurian merupakan langkah hukum yang tertuang didalam BAB XXII dimana dapat didefenisikan berdasarkan Pasal 362 bahwa barang siapa mengambil sesuatu