DIMA GROUP
Tahun pembuatan
:
2014
Jilid
:
1 ( satu )
Nomor
:
0001/SOP/D&L/2014
Tanggal dikeluarkan
:
24 November 2014
Di setujui oleh
:
Finance Director dan Head of BU Distribution & Logistic
Last Updated
:
-KETENTUAN DAN PROSEDUR
( S.O.P )
BUSINESS UNIT
KATA PENGANTAR ……….
i
I. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi Business Unit (BU) D&L ………..
1
Struktur Organisasi Corporate Controller ………
2
II. Tabel Kesetaraan Otoritas ………..
3
III. Ketentuan dan Prosedur
1 Transaksi In
1.1. Pemesanan Barang Dagangan Lokal
1.1.1. Flow Forecast Pembelian Ke Principal/Pabrik Untuk
Produk Lokal ………..
4
1.1.2. Flow Keputusan Tujuan Kedatangan Barang ……….
5
1.2. Pemesanan Barang Dagangan Impor
1.2.1. Ketentuan Import Barang ……….
6
1.2.2. Flow Proses Pemesanan Barang Import
1.2.2.1. Flow Proses Pemesanan Barang Import Untuk
Produk Alkohol ………..
7-8
1.2.2.2. Flow Proses Pemesanan Barang Import Untuk
Produk Non Alkohol ………..
9
1.2.2.3. Flow Proses Pemesanan Barang Import Untuk
Produk POSM ………
10
1.2.3. Flow Clearance Process
1.2.3.1. Flow Clearance Process Alkohol ……….
11-12
1.2.3.2. Flow Clearance Process Brand Julie's ………..
13-14
1.2.3.3. Flow Clearance Process Brand Pokka ………..
15-16
1.2.3.4. Flow Clearance Process Import POSM ………
17-18
1.3. Penerimaan Barang Dagangan Lokal
1.3.1. Flow Proses Administrasi Pengiriman Barang Dari
Pabrik ke Gudang Pusat BU ……….
19
1.3.2. Flow Proses Pengiriman Barang dari Pabrik ke Gudang
Pusat BU ………..
20
1.4. Penerimaan Barang Dagangan Impor
1.4.1. Flow PO Receipt Import Alkohol ke Gudang Pusat BU ……….
21
1.4.2. Flow PO Receipt Import Non Alkohol dan POSM ke
Gudang Pusat BU ………..
22
1.5. Verifikasi Penerimaan Barang Di Gudang ………..
23
1.6. Penarikan Barang Dagangan (Retur) dari Pelanggan ke
Gudang Cabang BU
1.6.1. Ketentuan Penarikan Retur dari Pelanggan ke Gudang
Cabang BU ……….
24
1.6.2. Flow Penerimaan Barang Retur ………..
25
1.6.3. Flow Pemeriksaan dan Pencatatan Kondisi Fisik Barang, Pembuatan DO Retur dan
Compare Pelunasan ………
25A
1.7. Penarikan Embalase dari Pelanggan ke Gudang Cabang BU
1.7.1. Ketentuan Penarikan Embalase dari Pelanggan ke
Gudang Cabang BU ………..
26
1.7.2. Flow Penarikan Retur Embalase dari Pelanggan ke
Gudang Cabang BU ………..
27
1.8. Penerimaan Barang POSM
1.8.1. Flow Penerimaan di Gudang Pusat POSM/ Gudang
Cabang POSM dari Supplier ……….
28
1.8.2. Flow Penerimaan di Gudang Cabang POSM dari Gudang
Pusat POSM ………
29
1.8.3. Flow Penerimaan di Gudang Cabang POSM (Di Mana Secara Fisik Langsung Dikelola
Promotor Dan Tidak Ada Admin di Gudang Tsb) Dari Gudang Pusat POSM ………..
29A
1.8.4. Flow Penerimaan di Outlet Langsung Dari Supplier di Area ……….
29B
1.8.5. Flow Retur dari Gudang Salesman/Promotor ke Gudang POSM Area ………
29C
2 Transaksi Out
2.1. Pengiriman Barang Dagangan
2.1.1. Pengiriman Barang dari Gudang Pusat BU ke Gudang
Cabang BU
2.1.1.1. Flow Proses Administrasi Pengiriman dari Gudang
Pusat BU ke Gudang Cabang BU ………..
30
2.1.1.2. Flow Proses Pengiriman Barang dari Gudang Pusat
BU ke Gudang Cabang BU ………
31
2.1.2. Pengiriman Barang dari Pabrik ke Gudang Cabang BU/Eksternal Subdist
2.1.2.1. Flow Proses Administrasi dan Approval Pengiriman
Barang dari Pabrik ke Gudang Cabang BU/External Subdist ……….
32
2.1.2.2. Flow Proses Pengiriman Barang dari Pabrik ke Gudang Cabang
BU/External Subdist ………
33
2.1.3. Pengiriman Barang Dari Gudang Cabang BU ke Pelanggan
2.1.3.1. Ketentuan Pengiriman Barang Dagangan dari Gudang Cabang
BU ke Pelanggan ………..
34
2.1.3.2. Flow Proses Delivery Order dari Gudang Cabang BU ke Pelanggan ………..
35
2.1.3.3. Flow Proses Penyelesaian Pengiriman Setelah Kembali Dari Pelanggan ……….
36
2.1.4. Prosedur Penjualan Barang Canvas
2.1.4.2. Flow Approval Surat Permintaan Muat Kanvas s/d Transfer Barang
dari Gudang Cabang BU ke Gudang Kanvas ……….
38
2.1.4.3. Flow Penjualan Barang Kanvas s/d Penyelesaian Pengembalian Sisa
Barang ke Gudang Cabang BU ……….
39
2.2. Pengiriman Barang Dagangan Untuk Kepentingan Promosi
2.2.1. Ketentuan Pengeluaran Barang Untuk Free Product dan Sampling ………
40
2.2.2. Flow Pemberian Free Product dan Produk Sample ………
41
2.3. Flow Retur dari Gudang Pusat BU / Gudang Cabang BU ke Pabrik ………
42
2.4. Pengembalian Embalase Ke Pabrik
Pengembalian Embalase Melalui Transporter dari Gudang Cabang BU ke Pabrik ………
43
2.5. Pengeluaran Barang POSM
2.5.1. Flow Pengeluaran POSM dari Gudang Pusat POSM ke Gudang Cabang POSM ………
44
2.5.2. Flow Pengeluaran dari Gudang Pusat POSM ke Calon Outlet / Publik ………
45
2.5.3. Flow Pengeluaran dari Gudang Cabang POSM ke Gudang Promotor ke Outlet ………..
46
2.5.4. Settlement Transaksi POSM Dari Gudang Cabang POSM Ke Kantor Pusat ……….
47
2.5.5. Flow Proses Penerimaan POSM Dari Supplier Langsung ke Outlet ………..
48
3 Transaksi Lain Lain
3.1. Transfer Stock (Mutasi Stock)
3.1.1. Antar Gudang Pusat BU
3.1.1.1. Ketentuan Mutasi Stock Antar Gudang Pusat BU ………
49
3.1.1.2. Flow Approval dan Penerimaan Informasi Mutasi Stock Antar
Gudang Pusat BU ………
50
3.1.1.3. Flow Mutasi Stock Antar Gudang Pusat BU ……….
51
3.1.2. Ketentuan Transfer Stock Antar Gudang Cabang BU ………..
52
3.2. Ketentuan Perubahan Status Tipe Persediaan
( Good Menjadi Bad / Bad Menjadi Good) ……….
53
3.3. Ketentuan Pemusnahan Bad Stock ………
54
3.4. Ketentuan Penunjukan Transporter ……….
55
4 Tabel Otorisasi Biaya ………
56-59
5 Form
1. Tanda Terima Barang (TTB) ………
60
2. Permintaan Transfer Stock Antar Cabang ……….
61
3. Bukti Persetujuan dan Penerimaan Retur (BPPR) ……….
62
4. Bukti Penarikan Embalase (BPE) ………..
63
5. Goods Survey Report (GSR) ……….
64
6. Berita Acara Pemusnahan Bad Stock ………
65
8. DO (Print by system Nav) ………..
67
9. Berita Acara Penerimaan POSM ………..
68
10. Bukti Terima Barang (BTB) ………..
69
11. Laporan Pengeluaran Material Promosi (LPMP) ……….
70
12. Surat Permintaan Muat Kanvas (SPM) ………..
71
13. Monitoring Pengeluaran Barang Kanvas ………..
72
14. Faktur Penjualan Kanvas ……….
73
15. Tanda Terima Setoran (TTS) ……….
74
16. Request For Marketing Fund (RFMF) ………..
75
17. Proposal Aktivitas (PA) ……….
76
18. Surat Jalan (Print by system Nav) untuk PLNK ………
77
STRUKTUR ORGANISASI BU DISTRIBUTION & LOGISTIC
Head D & L
Plan & Logistic
Manager
Import
Supervisor
(Non Alcohol)
In Bound
Supervisor
Out Bound
Supervisor
Planner Control
Supervisor
Ka. Gudang
Staff Control
Staff Control
Staff Control
Staff Control
Staff Control
Admin Gudang
Kerani
Driver Forklift
Helper
People
Development
Manager
Delivery &
Logistic Manager
Regional Delivery
& Logistic
Supervisor
Cost Control
Supervisor
Staff Logistic
Ins
Staff Logistic
Stock
Logistic
Leader
Ka. Gudang
Ka. Delivery
Admin Gudang
Kerani
Driver Forklift
Helper
Driver
Helper
Admin Delivery
Cost Control
Staff
National D & L
Manager
Admin
PA
Advisor
Logistic
Leader
Data Center
STRUKTUR ORGANISASI CORPORATE CONTROLLER
Corporate Controller
(CC)
Admin CC
Regional Controller
System Support &
Compliance Manager
Regional Controller
(GAM)
Admin
Verifikasi
(AV)
Admin A&P
Claim
(AC)
Admin
Account
Receivable
(AR)
Admin
Entry
(AE)
Koordinator
Kolektor
Operation
Support
Staff
Compliance
Staff
System
Support
Staff
Controller
Controller
(MM Pesing, Luar Jkt,
Budget)
Data Analyst
Kasir
(KS)
Admin
Budget Area
(AB)
Admin
Account
Receivable
(AR)
Admin
Verifikasi
(AV)
Admin A&P
Claim (AC)
Kasir (KS)
Admin
Entry (AE)
No
Kelompok Jabatan
Nama Jabatan
BU Diageo
BU NAB
BU MM
BU Food
Spirit & Sweet
Wine
1
Direksi
Director
Head of BU
Head of BU
Head of BU
Head of BU
Head of BU
Salesman/Promotor
BA
ASR/
Salesman
Sales/MD
Sales
BA
Supervisor
BE
SPV
SPV /
TL/MMS
SPV
Business Spv
Manager Area
ABM
ASM
MMM
Deputy DM
BAM
Manager Regional
RBM
RSM
BDM/DM
BM
BM
Manager Nasional
HOS
NSM
NKAM
-
BUM
Planner Manager
DP Mgr
OM
LM
BM
BM
Manager Nasional
HOO
-
-
-
-Staff
TM
BrA
-
-
BrA
Supervisor
CE, KAE
Br Spv
CS
-
TMS
Manager
TMM, KAM
BrM
CM
-
BrM
Manager Nasional
HOCM
-
-
-
-4
Trade Marketing
TABEL KESETARAAN OTORITAS
Kesetaraan Otoritas
2
Sales
1.1.1. FLOW FORECAST PEMBELIAN KE PRINCIPAL / PABRIK UNTUK PRODUK LOKAL
Narasi
Head of BU
Planner Manager
Finance &
Accounting
Manager
Principal
( PT. GI )/
Pabrik
P&L Mgr dan D&L
Mgr
Rincian Forecast Penjualan Tahunan Rincian Forecast Penjualan Tahunan Kirim email ke Planner Mgr Rincian Forecast Penjualan Tahunan Set up PF by SKU Untuk 3 bulan mendatang (PF Draft) For Untuk 3 BulanNext 3 Months Kirim ke Director PF Untuk 3 Bulan Mendatang Approved ? Kirim email ke Planner Mgr Menerbitkan Purchase Forecast Purchase Forecast Kirim ke Principal/ Pabrik dan F&AMgr Purchase Forecast No Yes 1. Target penjualan
tahunan yang sudah dirincikan oleh Head of BU untuk tahun berjalan, akan di kirimkan kepada Planner Manager. 4. Planner Manager menerima Target Penjualan untuk tahun berjalan, kemudian mengatur dan membuatkan Draft Purchase Forecast (DPF) berdasarkan SKU untuk 3 (tiga) bulan berikutnya. 5. Draft Purchase Forecast (DPF) untuk 3 (tiga) bulan berikutnya yang sudah dibuat, diberikan kepada Head of BU untuk disetujui. 6. Head of BU akan tanda tangani pada Draft Purchase Forecast (DPF) jika disetujui dan diberikan kembali kepada Planner Manager untuk diproses.
Jika tidak disetujui, maka akan diberikan kembali kepada Planner Manager untuk di koreksi. 7. Planner Manager menerima DPF yang sudah disetujui oleh Head of BU, kemudian akan menerbitkan Purchase Forecast.
8. Purchase Forecast yang sudah dibuat, akan dikirimkan kepada Principal, Pabrik dan Finance & Accounting Manager. 9. Principal dan Pabrik membuat WIP. 10. WIP yang sudah dibuatkan oleh Principal/ Pabrik, akan dikirimkan kepada Planner Manager 11. Planner Manager akan meneruskan informasi WIP kepada P&L Mgr, D&L Mgr, Principal (khusus produk MBI)
Keterangan :
PO : Purchase Order WIP : Weekly Issued Plan
WIP WIP
Purchase Forecast
Kirim email P&L Mgr, D&L Mgr ,
Principal
WIP (untuk GI)
1.1.2. FLOW KEPUTUSAN TUJUAN KEDATANGAN BARANG
Narasi
Planner Control
Spv/Spv Outbound
Pabrik/Principal ke
Gudang Cabang BU /
Eksternal Subdist
Gudang Pusat
BU ke Gudang Cabang
BU/Eksternal Subdist
Pabrik/Principal ke Gudang
Pusat BU
1. Berdasarkan order sheet yang
sudah di tanda tangani oleh
Manager Regional, Manager
Area, Planner Manager ,
Planner Control Spv / Spv
Outbound berkoordinasi
dengan pabrik dan gudang
sentral BU untuk pemenuhan
permintaan subdist
2. Berdasarkan koordinasi
tersebut diputuskan :
# Barang dari pabrik /
principal akan langsung
dikirim ke gudang cabang
BU / Eksternal Subdist
# Barang dari pabrik /
principal dikirim ke gudang
pusat BU
# Barang dari gudang
pusat BU dikirim ke gudang
cabang BU / eksternal
subdist.
Order Sheet
( Subdist,Manager
Area, Manager
Regional, Planner
Mgr signed )
Koordinasi
dengan pabrik
dan gudang
logistik
Pabrik
langsung kirim
ke Cabang?
Ya
Tdk
Pabrik
Kirim ke gudang
pusat?
Prosedur DO dari
Pabrik/Principal ke
Gudang Cabang BU/
Eksternal Subdist
Prosedur DO dari
Pabrik/Principal
ke Gudang Pusat
BU
Prosedur DO
dari Gudang
Pusat BU ke
Gudang Cabang
BU / Eksternal
Subdist
Ya
Keterangan :
Nama Proses
1.2.1. Ketentuan Import Barang
Working Area
Head Office & Area
Purchase Requisition (PR)
Purchase Order
Monitoring Kedatangan Barang
Penerimaan barang dari PPJK
Pemilik Proses
Planner Manager
Planner Manager
Import Spv
Kepala Gudang
Dokumen
Purchase Requisition (PR)
Purchase Order (PO)
Purchase Order (PO)
Purchase Order (PO), Bukti Terima
Barang (BTB)
Otoritas
Plan & Logistic Manager / Import
Manager PT Aska Indoco
Jika terjadi kurang <= 1 karton per
SKU, akan menjadi tanggung jawab
perusahaan.
1. Alkohol non wine
maksimum tgl 25 setiap
bulan.
2. Alkohol wine maksimum
tgl 7 Maret setiap tahun.
3. Non alkohol maksimum tgl
25 setiap bulan.
Jika selisih kurangnya > 1 karton per
SKU, maka selisih <= 1 karton per
SKU menjadi tanggungjawab
perusahaan dan sisanya menjadi
tanggungjawab transporter.
BPOM ML harus dipastikan
masih berlaku dan label barang
harus sesuai dengan yang
disetujui oleh BPOM
Narasi
Planner Manager mengecek ke
Supplier luar negeri untuk
memastikan ketersediaan barang dan
expiry date.
Purchase Order (PO) diberikan
kepada Surveyor (surveyor khusus
produk non alkohol) dan Supplier
Luar Negeri
Planner Manager mengecek maksimal
kapasitas muatan 1 (satu) container.
Planner Manager mengecek jadwal
keberangkatan transporter.
Keterangan
Unit Proses
Ketentuan
Planner Manager memberikan
Purchase Requisition (PR)
kepada supplier :
Planner Manager berkoordinasi
mengenai ketersediaan barang dan
kapasitas dan schedule container
terhadap supplier
1.2.2.1. FLOW PROSES PEMESANAN BARANG IMPORT UNTUK PRODUK ALKOHOL
Narasi
Import Department
Supplier (Eksportir)
PT Aska Indoco
Planner Manager
1. Planner Manager
membuatkan PR yang berisi
pesanan produk impor untuk
periode tertentu dan
diberikan di tanggal sesuai
tabel ketentuan. PR yang
sudah dibuat dan ditanda
tangani akan diberikan
kepada Import Department
PT Aska Indoco.
2. Import Dept PT Aska Indoco
menerima PR yang sudah
ditandatangani oleh Planner
Manager, selanjutnya akan
dikirimkan kepada Supplier
(eksportir).
3. Setelah eksportir
menerima PR, maka
mereka akan mulai
mengecek untuk
persediaan barang,
kapasitas muatan
container dan jadwal
keberangkatan
transporter.
4. Jika hasil pengecekannya
sudah selesai dan
berjalan dengan lancar,
akan segera memberikan
informasi kepada Import
Dept. PT Aska Indoco.
5. Jika hasil pengecekan
tidak lancar, supplier
(eksportir) akan segera
memberikan informasi
kepada Import Dept. PT
Aska Indoco dan Import Dept
PT Aska Indoco memberikan
informasi kepada Planner
Manager untuk revisi PR
order dan dikoordinasikan
kembali ke supplier
(eksportir)
6. Import Dept. PT Aska Indoco
setelah menerima informasi
PR yang sudah pasti
(berdasarkan koordinasi
dengan eksportir dan Planner
Manager) akan membuatkan
PO.
Dan PO yang sudah
dibuat, akan dikirimkan
kepada supplier
(eksportir) .
7. Supplier (Eksportir)
menerima PO
dan berdasarkan PO tsb,
mereka mulai mengurus
administrasi untuk
keperluan ekspor.
1. Planner Manager
membuatkan PR yang berisi
pesanan produk impor untuk
periode tertentu dan
diberikan di tanggal sesuai
tabel ketentuan. PR yang
sudah dibuat dan ditanda
tangani akan diberikan
kepada Import Department
PT Aska Indoco.
2. Import Dept PT Aska Indoco
menerima PR yang sudah
ditandatangani oleh Planner
Manager, selanjutnya akan
dikirimkan kepada Supplier
(eksportir).
3. Setelah eksportir
menerima PR, maka
mereka akan mulai
mengecek untuk
persediaan barang,
kapasitas muatan
container dan jadwal
keberangkatan
transporter.
4. Jika hasil pengecekannya
sudah selesai dan
berjalan dengan lancar,
akan segera memberikan
informasi kepada Import
Dept. PT Aska Indoco.
5. Jika hasil pengecekan
tidak lancar, supplier
(eksportir) akan segera
memberikan informasi
kepada Import Dept. PT
Aska Indoco dan Import Dept
PT Aska Indoco memberikan
informasi kepada Planner
Manager untuk revisi PR
order dan dikoordinasikan
kembali ke supplier
(eksportir)
6. Import Dept. PT Aska Indoco
setelah menerima informasi
PR yang sudah pasti
(berdasarkan koordinasi
dengan eksportir dan Planner
Manager) akan membuatkan
PO.
Dan PO yang sudah
dibuat, akan dikirimkan
kepada supplier
(eksportir) .
7. Supplier (Eksportir)
menerima PO
dan berdasarkan PO tsb,
mereka mulai mengurus
administrasi untuk
keperluan ekspor.
Issued Purchase
Requisition (PR)
dengan tgl
sesuai
ketentuan
Issued Purchase
Requisition (PR)
dengan tgl
sesuai
ketentuan
Available
PR (Original)Send to Import
Department
Send to Import
Department
PR (Original)Send to Supplier
(Eksportir)
Send to Supplier
(Eksportir)
PR (Original/ Revisi)Checking :
1. Stock
Availability &
Exp Date
2. Loading
Capacity
3. Departure Time
Checking :
1. Stock
Availability &
Exp Date
2. Loading
Capacity
3. Departure Time
Tdk TdkSend Information to
Import Department
Send Information to
Import Department
Purchase OrderSend PO via
email to
Supplier
Send PO via
email to
Supplier
Purchase Order Ya YaSend
Information
to BU
Send
Information
to BU
PR (Revised)Item
Periode Pemesanan
Batas Tgl Penyerahan Order
Sheet
No
Non Wine
Bulanan
Maksimum tgl 25 tiap bulan
1
Wine
Tahunan, breakdown
per bulan
Maksimum tgl 7 Maret tiap
tahun
1.2.2.2. FLOW PROSES PEMESANAN BARANG IMPORT UNTUK PRODUK NON ALKOHOL
Narasi
Supplier /
P&L Mgr
Principal
Planner Manager
Surveyor
1. Planner Manager membuatkan
PR yang berisi dengan pesanan
produk impor untuk periode 3
(tiga) bulan dan diberikan 2 (dua)
bulan sebelum tgl permintaan
kedatangan barang.
PR yang sudah dibuat dan
ditandatangani akan
diberikan kepada supplier /
principal.
2. Supplier / principal menerima PR
yang sudah ditandatangani
oleh Planner Manager.
3. Setelah supplier / principal
menerima PR, maka
mereka akan mulai
mengecek untuk
persediaan barang,
kapasitas muatan
container dan jadwal
keberangkatan
transporter.
4. Jika hasil pengecekannya
sudah selesai dan
berjalan dengan lancar,
akan segera memberikan
informasi kepada Planner
Manager.
5. Jika hasil pengecekan
tidak lancar, supplier /
principal akan segera
memberikan informasi
kepada Planner Manager dan
berkoordinasi lagi dengan
Planner Manager.
6. Setelah berkoordinasi dan
memperoleh perhitungan yang
pasti, Planner Manager membuat
PO dan meminta approval ke
Nasional Manager dan Director
kemudian PO dberikan kepada
supplier / principal, surveyor dan
P&L Mgr.
7. Eksportir menerima PO
dan berdasarkan PO tsb,
mereka mulai mengurus
administrasi untuk
keperluan ekspor.
8. Setelah Surveyor
(SUCOFINDO) menerima
PO dari Planner Manager,
mereka akan menerbitkan
Proforma Invoice untuk
keperluan penagihan
biaya surveyor.
1. Planner Manager membuatkan
PR yang berisi dengan pesanan
produk impor untuk periode 3
(tiga) bulan dan diberikan 2 (dua)
bulan sebelum tgl permintaan
kedatangan barang.
PR yang sudah dibuat dan
ditandatangani akan
diberikan kepada supplier /
principal.
2. Supplier / principal menerima PR
yang sudah ditandatangani
oleh Planner Manager.
3. Setelah supplier / principal
menerima PR, maka
mereka akan mulai
mengecek untuk
persediaan barang,
kapasitas muatan
container dan jadwal
keberangkatan
transporter.
4. Jika hasil pengecekannya
sudah selesai dan
berjalan dengan lancar,
akan segera memberikan
informasi kepada Planner
Manager.
5. Jika hasil pengecekan
tidak lancar, supplier /
principal akan segera
memberikan informasi
kepada Planner Manager dan
berkoordinasi lagi dengan
Planner Manager.
6. Setelah berkoordinasi dan
memperoleh perhitungan yang
pasti, Planner Manager membuat
PO dan meminta approval ke
Nasional Manager dan Director
kemudian PO dberikan kepada
supplier / principal, surveyor dan
P&L Mgr.
7. Eksportir menerima PO
dan berdasarkan PO tsb,
mereka mulai mengurus
administrasi untuk
keperluan ekspor.
8. Setelah Surveyor
(SUCOFINDO) menerima
PO dari Planner Manager,
mereka akan menerbitkan
Proforma Invoice untuk
keperluan penagihan
biaya surveyor.
Issued
Purchase
Requisition
(PR) paling
lambat tgl 25
tiap bulan
Issued
Purchase
Requisition
(PR) paling
lambat tgl 25
tiap bulan
Available
PRSend to Supplier/
Principal
Send to Supplier/
Principal
PRSend to Supplier
(Eksportir)
Send to Supplier
(Eksportir)
Checking :
1. Stock
Availability &
Exp Date
2. Loading
Capacity
3. Departure Time
Checking :
1. Stock
Availability &
Exp Date
2. Loading
Capacity
3. Departure Time
Tdk
Tdk
Purchase OrderSend PO via
email to
Supplier dan
P&L Mgr
Send PO via
email to
Supplier dan
P&L Mgr
Purchase OrderSend PO to
Surveyor
Send PO to
Surveyor
Ya
Ya
Send
Information
to OM
Send
Information
to OM
Purchase Request (Revised)Buat PO
Buat PO
Purchase Order Purchase Order1.2.2.3. FLOW PROSES PEMESANAN BARANG IMPORT UNTUK PRODUK POSM
Narasi
Purchasing
Legal Department
Department
Marketing
Import Dept
Supplier
1. Marketing input RFP di sistem Navision kemudian dimintakan persetujuan secara sistem kepada Director.
2. Purchasing Dept menerima RFP dan melakukan verifikasi barang lalu meminta HS code dan Perijinan ke Import Dept.
3. Setelah mendapatkan informasi HS Code dan Perijinan dari Import Dept, Purchasing Spv melakukan sourcing minimal 2 (dua) supplier dan menuliskannya di form CQS. 4. Purchasing Manager menentukan CQS terpilih. 5. Berdasarkan CQS terpilih, Purchasing Spv membuat PO dan mengirimkan PO kepada supplier. 6. Supplier akan memberikan konfirmasi keberangkatan dan memberikan dokumen sbb kepada Purchasing Department: 1. Invoice 2. Tax Invoice 3. B/L (Bill of Lading) 4. P/L (Packing List) 5. Insurance Policy 6. Sci (Sales Confirmation) 7. SCr (Sales Contract) 7. Purchasing Department akan copy ke 7 (tujuh) dokumen tersebut kemudian dokumen copy diberikan kepada P&L Dept dan dokumen asli diberikan kepada Legal Department.
1. Marketing input RFP di sistem Navision kemudian dimintakan persetujuan secara sistem kepada Director.
2. Purchasing Dept menerima RFP dan melakukan verifikasi barang lalu meminta HS code dan Perijinan ke Import Dept.
3. Setelah mendapatkan informasi HS Code dan Perijinan dari Import Dept, Purchasing Spv melakukan sourcing minimal 2 (dua) supplier dan menuliskannya di form CQS. 4. Purchasing Manager menentukan CQS terpilih. 5. Berdasarkan CQS terpilih, Purchasing Spv membuat PO dan mengirimkan PO kepada supplier. 6. Supplier akan memberikan konfirmasi keberangkatan dan memberikan dokumen sbb kepada Purchasing Department: 1. Invoice 2. Tax Invoice 3. B/L (Bill of Lading) 4. P/L (Packing List) 5. Insurance Policy 6. Sci (Sales Confirmation) 7. SCr (Sales Contract) 7. Purchasing Department akan copy ke 7 (tujuh) dokumen tersebut kemudian dokumen copy diberikan kepada P&L Dept dan dokumen asli diberikan kepada Legal Department.
RFP
( Director
Approved)
Verifikasi
RFP
Meminta informasi
HS Code dan
Perijinan
Memberikan
informasi HS Code
dan Perijinan
PO
PO
PO
Invoice
Tax
Invoice
BL
PL
Insurance
Policy
SCi
SCr
Invoice
Tax
Invoice
BL
PL
Insurance
Policy
SCi
SCr
Copy dokumen
1x
Invoice
Tax
Invoice
BL
PL
Insurance
Policy
SCi
SCr
Asli
Invoice
Tax
Invoice
BL
PL
Insurance
Policy
SCi
SCr
Copy
Sourcing
Proses CQS
dan pemilihan
supplier
CQS
Input RFP di
Nav dan
approval sesuai
ketentuan
1.2.3.1. FLOW CLEARANCE PROCESS PRODUK ALKOHOL
Narasi ( Eksportir )Supplier Import Department(PT Aska Indoco) ( Pengusahan Pengurusan Jasa PPJK Kepabeanan )
BPOM
( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) Bea Cukai PIB PO, DNP PO, DNP Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan Invoice, Tax Invoice, P/L, B/L Sales Contract, Free Sales Specific P/L, COA Send to Import Manager DI
Issued Surat Kuasa, Surat Permohonan, Srt Pernyataan, Form ML, PO Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan, Form ML, PO Send to PPJK Issued PIB PIB Send to Import Dept PIB
Send to Tax & Finance Dept for payment process SSPCP & BPN Send PIB, SSPCP, BPN to PPJK SSPCP & BPN, PIB
Send to Bea Cukai for Clearance Process SSPCP & BPN, PIB Issued SKI SKI
Send to Bea Cukai for Clearance Process & PPJK SKI Issued SPPB SPPB Send to PPJK SPPB
Transfer Stock dari Pelabuhan ke Gudang Pusat BU Send Invoice Supplier to Accounting Officer 1. Supplier ( eksportir ) mengirimkan 8 dokumen kepada Import Dept. PT Aska Indoco 2. Import Dept. PT Aska Indoco menerima dokumen dari Supplier ( eksportir ), maka akan memberikan faktur penjualan Supplier kepada Accounting Officer. 3. Import Dept. PT Aska Indoco kemudian menyiapkan Surat Kuasa, Surat Permohonan, Surat Pernyataan, PO, DNP, ML, beserta 8 dokumen untuk dikirimkan kepada PPJK. 4. PPJK menerima 14 dokumen tsb, kemudian akan menerbitkan PIB. 5. Dokumen PIB yang sudah diterbitkan, akan dikirimkan lagi kepada Import Dept. PT Aska Indoco.
6. Setelah menerbikan PIB, PPJK akan melanjutkan 14 dokumen tsb kepada BPOM untuk diterbitkan SKI 7. SKI yang sudah diterbitkan oleh BPOM, akan dilanjutkan ke Bea Cukai untuk proses Clearance Stock. 8. Setelah Import Dept. PT Aska Indoco menerima PIB, akan dikirimkan kepada Departemen Tax dan Keuangan untuk proses pembayaran. 9. Setelah pembayaran dilakukan, kita akan mendapatkan dokumen SSPCP yang sudah sah. 10. Kemudian dokumen PIB, SSPCP, BPN dikirimkan kepada PPJK. 11. Setelah PPJK menerima PIB, SSPCP, BPN maka akan dikirimkan kepada Bea Cukai. 12. Setelah Bea cukai sudah lengkap menerima dokumen SKI & SSPCP, PIB, BPN kemudian akan menerbitkan SPPB. 13. SPPB yang sudah diterbitkan oleh Bea Cukai, akan diberikan kepada PPJK untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan untuk dikirimkan ke gudang.
Menerima SSPCP & BPN
Keterangan :
Invoice : Faktur Penjualan ( Supplier / Eksportir ) SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai & Pajak COA : Certificate of Analysis DNP : Deklarasi Nilai Pabean PIB : Permintaan Impor Barang BPN : Bukti Penerimaan Negara PO : Purchase Order SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang P/L : Packing List B/L : Bill of Lading ML : Minuman Luar (berlaku 5 tahun) SCr : Sales Contract Specific P/L : Packing List di mana terdapat rincian production date dan lot card
Invoice, Tax Invoice, P/L, B/L Sales Contract, Free Sales Specific P/L, COA Invoice, Tax Invoice, P/L, B/L Sales Contract, Free Sales Specific P/L, COA
Dokumen Import Produk Alkohol :
Dokumen dari Supplier (Eksportir)
1. Invoice
2. Tax Invoice
3. P/L (Packing List)
4. B/L (Bill of Lading)
5. SCr (Sales Contract)
6. Free Sales
7. Specific P/L
8. COA (Certificate of Analysis)
Dokumen dari Departemen Import
1. Surat Kuasa
2. Surat Permohonan
3. Surat Pernyataan
4. PO
Dokumen dari Pemerintah (PPJK, BPOM dan Bea Cukai)
1. DNP
2. ML BPOM
3. SKI
1.2.3.2. FLOW CLEARANCE PROCESS BRAND JULIE’S
Narasi Supplier
( Eksportir ) Import Dept
PPJK
( Pengusahan Pengurusan Jasa Kepabeanan )
BPOM
( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) Bea Cukai PIB PO, DNP PO, DNP Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan Invoice, Tax Invoice, Paking List, B/L Form D Certificate Invoice, Tax Invoice, Packing List,B/L Form D Certificate Insurance Policy, HC, GMO, COA, CL, HD, Exp Form Laporan Surveyor, Sci, SCr Send to Import Manager DI Insurance Policy, HC, GMO, COA, CL, HD, Exp Form Laporan Surveyor, Sci, SCr
Issued Surat Kuasa, Surat Permohonan, Srt Pernyataan, Form ML, PO Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan, Form ML, PO Send to PPJK Tax Invoice, Paking List, B/L Form D Certificate Insurance Policy, HC, GMO, COA, CL, HD, Exp Form Laporan Surveyor, Sci, SCr Issued PIB PIB
Send to P&L Dept PIB
Send to Tax & Finance Dept for payment process SSPCP & BPN Send PIB, SSPCP, BPN to PPJK SSPCP & BPN, PIB
Send to Bea Cukai for Clearance Process SSPCP & BPN, PIB Issued SKI SKI
Send to Bea Cukai for Clearance Process & PPJK SKI Issued SPPB SPPB Send to PPJK SPPB
Transfer Stock from Port to Warehouse Sentral Send Invoice Supplier to Accounting Officer 1. Supplier ( eksportir ) mengirimkan 14 dokumen kepada Import Dept. 2. Import Dept menerima dokumen dari Supplier ( eksportir ), dan akan memberikan faktur penjualan Supplier kepada Accounting Officer. 3. Import Dept kemudian menyiapkan Surat Kuasa, Surat Permohonan, Surat Pernyataan, PO, DNP, ML, Laporan Surveyor beserta 14 dokumen untuk dikirimkan kepada PPJK. 4. PPJK menerima 21 dokumen tsb, kemudian akan menerbitkan PIB. 5. Dokumen PIB yang sudah diterbitkan, akan dikirimkan lagi kepada Import Dept. 6. Setelah menerbikan PIB, PPJK akan melanjutkan 21 dokumen tsb kepada BPOM untuk diterbitkan SKI 7. SKI yang sudah diterbitkan oleh BPOM, akan dilanjutkan ke Bea Cukai untuk proses Clearance Stock. 8. Setelah P&L Dept menerima PIB, akan dikirimkan kepada Departemen Tax dan Keuangan untuk proses pembayaran. 9. Setelah pembayaran dilakukan, diperoleh dokumen SSPCP yang sudah sah. 10. Kemudian dokumen PIB, SSPCP, BPN dikirimkan kepada PPJK. 11. Setelah PPJK menerima PIB, SSPCP, BPN maka akan dikirimkan kepada Bea Cukai. 12. Setelah Bea cukai sudah lengkap menerima dokumen SKI & SSPCP, PIB, BPN kemudian akan menerbitkan SPPB. 13. SPPB yang sudah diterbitkan oleh Bea Cukai, akan diberikan kepada PPJK untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan untuk dikirimkan ke gudang.
Menerima SSPCP & BPN
Keterangan :
Invoice : Faktur Penjualan ( Supplier / Eksportir ) SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai & Pajak COA : Certificate of Analysis DNP : Deklarasi Nilai Pabean PIB : Permintaan Impor Barang HC : Health Certificate PO : Purchase Order SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang BPN : Bukti penerimaan Negara B/L : Bill of Lading CL : Consolidated Laboratory ML : Minuman Luar (berlaku 5 tahun) Sci : Sales Confirmation SCr : Sales Contract HD : Health Declaration Exp Form : Expiry Form
Dokumen Import Julie’s :
Dokumen dari Supplier (Eksportir)
1. Invoice
2. Tax Invoice
3. Packing List
4. B/L (Bill of Lading)
5. Form D Certificate (untuk bea masuk 0%)
6. Insurance Policy
7. HC (Health Certificate)
8. Declaration of GMO (Genetically Modified Organism)
9. COA (Certificate of Analysis)
10. CL (Consolidated Laboratory)
11. HD (Health Declaration)
12. Exp Form (Expiry Form)
13. Sci (Sales Confirmation)
14. SCr (Sales Contract)
Dokumen dari Departemen Import
1. Surat Kuasa
2. Surat Permohonan
3. Surat Pernyataan
4. PO
Dokumen dari Surveyor
1. Laporan Surveyor
Dokumen dari Pemerintah (PPJK, BPOM dan Bea Cukai)
1. DNP
2. ML BPOM
3. SKI
1.2.3.3. FLOW CLEARANCE PROCESS BRAND POKKA
Narasi Supplier
( Eksportir ) Import Dept
PPJK
( Pengusahan Pengurusan Jasa Kepabeanan )
BPOM
( Badan Pengawasan Obat dan Makanan ) Bea Cukai PIB PO, DNP PO, DNP Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan Invoice, Tax Invoice, Paking List, B/L Form D Certificate Invoice, Tax Invoice, Packing List,B/L Form D Certificate Insurance Policy, AVA,COA, HC, Laporan Surveyor. Sci, SCr Send to Import Manager DI Insurance Policy, AVA,COA, HC, Laporan Surveyor, SCi, SCr
Issued Surat Kuasa, Surat Permohonan, Srt Pernyataan, Form ML, PO Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan, Form ML, PO Send to PPJK Tax Invoice, Paking List, B/L Form D Certificate Insurance Policy, AVA,COA, HC, Laporan Surveyor, Sci, SCr Issued PIB PIB
Send to P&L Dept PIB
Send to Tax & Finance Dept for payment process SSPCP & BPN Send PIB, SSPCP, BPN to PPJK SSPCP & BPN, PIB
Send to Bea Cukai for Clearance Process SSPCP & BPN, PIB Issued SKI SKI
Send to Bea Cukai for Clearance Process & PPJK SKI Issued SPPB SPPB Send to PPJK SPPB
Transfer Stock from Port to Warehouse Sentral Send Invoice Supplier to Accounting Officer Keterangan :
Invoice : Faktur Penjualan ( Supplier / Eksportir ) SSPCP : Surat Setoran Pabean, Cukai & Pajak COA : Certificate of Analysis DNP : Deklarasi Nilai Pabean PIB : Permintaan Impor Barang HC : Health Certificate PO : Purchase Order SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang BPN : Bukti penerimaan Negara B/L : Bill of Lading AVA : Agri Food & Veterinary Authority of Singapore ML : Minuman Luar (berlaku 5 tahun) Sci : Sales Confirmation SCr : Sales Contract
1. Supplier ( eksportir ) mengirimkan 11 dokumen kepada Import Dept. 2. Import Dept menerima dokumen dari Supplier ( eksportir ), kemudian memberikan faktur penjualan Supplier kepada Accounting Officer. 3. Import Dept kemudian menyiapkan Surat Kuasa, Surat Permohonan, Surat Pernyataan, PO, DNP, ML, Laporan Surveyor beserta 11 dokumen untuk dikirimkan kepada PPJK. 4. PPJK menerima 18 dokumen tsb, kemudian akan menerbitkan PIB. 5. Dokumen PIB yang sudah diterbitkan, akan dikirimkan lagi kepada Import Dept . 6. Setelah menerbikan PIB, PPJK akan melanjutkan 18 dokumen tsb kepada BPOM untuk diterbitkan SKI. 7. SKI yang sudah diterbitkan oleh BPOM, akan dilanjutkan ke Bea Cukai untuk proses Clearance Stock. 8. Setelah Import Dept menerima PIB, akan dikirimkan kepada Departemen Tax dan Keuangan untuk proses pembayaran. 9. Setelah pembayaran dilakukan, diperoleh dokumen SSPCP yang sudah sah. 10. Kemudian dokumen PIB, SSPCP, BPN dikirimkan kepada PPJK. 11. Setelah PPJK menerima PIB, SSPCP, BPN maka akan dikirimkan kepada Bea Cukai. 12. Setelah Bea cukai sudah lengkap menerima dokumen SKI & SSPCP, PIB, BPN kemudian akan menerbitkan SPPB. 13. SPPB yang sudah diterbitkan oleh Bea Cukai, akan diberikan kepada PPJK untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan untuk dikirimkan ke gudang.
Menerima SSPCP & BPN
Dokumen Import Pokka :
Dokumen dari Supplier (Eksportir)
1. Invoice
2. Tax Invoice
3. Packing List
4. B/L (Bill of Lading)
5. Form D Certificate (untuk bea masuk 0%)
6. Insurance Policy
7. AVA (Agri Food & Veterinary Authority of Singapore)
8. COA (Certificate of Analysis)
9. HC (Health Certificate)
10. Sales Confirmation
11. Sales Contract
Dokumen dari Departemen Import
1. Surat Kuasa
2. Surat Permohonan
3. Surat Pernyataan
4. PO
Dokumen dari Surveyor
1. Laporan Surveyor
Dokumen dari Pemerintah (PPJK, BPOM dan Bea Cukai)
1. DNP
2. ML BPOM
3. SKI
1.2.3.4. FLOW CLEARANCE PROCESS PRODUK POSM
Narasi
Import Dept
PPJK
( Pengusahan Pengurusan Jasa Kepabeanan )
Bea Cukai
1. Supplier ( eksportir ) mengirimkan 7 dokumen kepada Import Dept 2. Import Dept menerima dokumen dari Supplier ( eksportir ), kemudian memberikan faktur penjualan Supplier kepada Accounting Staff
3. Import Dept kemudian menyiapkan Surat Kuasa, Surat Permohonan, Surat Pernyataan, DNP, beserta 7 dokumen untuk dikirimkan kepada PPJK. 4. PPJK menerima 11 dokumen tsb, kemudian akan menerbitkan PIB. 5. Dokumen PIB yang sudah diterbitkan, akan dikirimkan lagi kepada P&L Dept.
6. Setelah menerbikan PIB, PPJK akan
melanjutkan 11 dokumen tsb kepada Bea Cukai untuk proses Clearance Stock
7. Setelah Import Dept menerima PIB, PIB akan dikirimkan kepada Departemen Tax dan Keuangan untuk proses pembayaran.
8. Setelah pembayaran dilakukan, diperoleh dokumen SSPCP dan BPN yang sudah sah. 10. Kemudian dokumen PIB, SSPCP, BPN dikirimkan kepada PPJK. 11. Setelah PPJK menerima PIB, SSPCP, BPN maka akan dikirimkan kepada Bea Cukai. 12. Setelah Bea cukai sudah lengkap menerima dokumen SSPCP, PIB, BPN kemudian akan
menerbitkan SPPB. 13. SPPB yang sudah diterbitkan oleh Bea Cukai, akan diberikan kepada PPJK untuk mengeluarkan barang dari pelabuhan untuk dikirimkan ke gudang. Invoice Tax Invoice BL PL Insurance Policy SCi SCr
Issued Surat Kuasa, Surat Permohonan, Srt Pernyataan Send Invoice Supplier to Accounting Officer Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan, DNP Send to PPJK Invoice Tax Invoice BL PL Insurance Policy SCi SCr Surat Kuasa, Permohonan, Pernyataan, DNP PIB Issued PIB PIB
Send to P&L Dept PIB
Send to Tax & Finance Dept for payment process SSPCP & BPN Send PIB, SSPCP, BPN to PPJK SSPCP & BPN, PIB Send to Bea Cukai
for Clearance Process Menerima SSPCP & BPN SSPCP & BPN, PIB Issued SPPB SPPB Send to PPJK SPPB
Transfer Stock from Port to Warehouse
Dokumen Import POSM :
Dokumen dari Supplier (Eksportir)
1. Invoice
2. Tax Invoice
3. Packing List
4. B/L (Bill of Lading)
5. Form D Certificate (untuk bea masuk 0%, supplier ASEAN)
Form E Certificate (untuk bea masuk 0%, supplier China)
Untuk supplier Eropa, tidak ada form untuk pembebasan bea masuk.
6. Insurance Policy
7. Sci (Sales Confirmation)
8. SCr (Sales Contract)
Dokumen dari Departemen Import
1. Surat Kuasa
2. Surat Permohonan
3. Surat Pernyataan
Dokumen dari Surveyor
1. Laporan Surveyor
Dokumen dari Pemerintah (PPJK dan Bea Cukai)
1. DNP
2. SPPB
1.3.1. FLOW PROSES ADMINISTRASI PENGIRIMAN BARANG DARI PABRIK KE GUDANG PUSAT BU
Narasi
Spv Outbound
Principal ( PT GI )
Pabrik
(Interbis/Adyaboga/
Prendjak, Gilbeys, Mister,
Amore,
Bellisimo)
Accounting Staff
1. Berdasarkan order sheet
yang sudah di tanda
tangani oleh ABM, RBM,
dan Planner Manager, Spv
Outbound melakukan
koordinasi harian dengan
pabrik mengenai hasil
produksi siap kirim.
Untuk produk MBI,
konfirmasi dari pabrik
berupa informasi CK harian.
Untuk produk selain MBI
informasi berupa hasil
produksi siap kirim.
2. Setelah memperoleh
konfirmasi harian dari
pabrik, Spv Outbound
membuatkan DO (PW)
berdasarkan jadwal
keberangkatan transporter
dengan tujuan ke gudang
pusat BU.
Untuk Produk MBI
DO (PW) yang sudah
ditandatangani oleh Spv
Outbound kemudian
dirangkum (compile) dan
dikirimkan kepada principal
(GI) untuk dicocokkan
dengan faktur penjualan
dari MBI ke GI
Principal menerbitkan
faktur penjualan dan
mengirimkannya kepada
Accounting Dept. melalui
Plan & Logistic Dept.
Untuk Brand SI
Pabrik menerbitkan faktur
penjualan kepada principal
(GI)
Principal menerbitkan
faktur penjualan dan
mengirimkannya kepada
Accounting Dept. melalui
Plan & Logistic Dept.
Untuk Produk Selain MBI
dan SI
Pabrik menerbitkan faktur
penjualan dan
mengirimkannya kepada
Accounting Dept. melalui
Plan & Logistic Dept.
Keterangan :
DO : Delivery Order
DO (PW) : DO yang khusus ditujukan dari pabrik ke gudang pusat BU
DO (DG) : DO yang khusus ditujukan dari pabrik ke gudang cabang BU/eksternal subdist PO : Purchase Order WIP Order Sheet Koordinasi harian barang siap kirim Informasi bayar CK / informasi barang siap kirim Membuat DO berdasarkan jadwal transporter D O (Ttd Spv Outbound) Copy DO diberikan kepada Transporter dan Accounting Pabrik MBI/ Smirnoff? Compile DO (Rangkuman DO) Compile DO 1 Membuat invoice 2 Invoice (Pabrik) Invoice (Pabrik) Membuat invoice Invoice (Principal) Invoice (Principal) D O (Ttd Spv Outbound) Tdk Tdk Ya Ya MBI? Ya Ya Compile DO Invoice MBI Invoice SI Tdk Tdk 2 2
1.3.2. FLOW PROSES PENGIRIMAN BARANG DARI PABRIK KE GUDANG PUSAT BU
Narasi
Pabrik
(Interbis/Adyaboga/
Prendjak, Gilbeys, Mister,
Amore,
Bellisimo)
Transporter
Gudang Pusat BU
S J Tranporter (Ttd Transporter ) COPY DO (Ttd Spv Outbound ) Menyiapkan stock
untuk dikirim oleh transporter Membuat Surat Jalan
dan memberikan SJ dan barang ke transporter S J Pabrik ( Ttd Pabrik ) Inventory Inventory Fisik vs DO & SJ? Tanda Tangan SJ Pabrik SJ Pabrik (Ttd Pabrik, Transporter )
Membuat Surat Jalan Transporter
S J Transporter
( Ttd Transporter)
Kirim barang ke gudang pusat BU dengan SJ Transporter Inventory Inventory Fisik vs SJ Transporter? Ttd SJ Transporter S J (Ttd Transporter, Gudang Pusat BU) Ttd SJ Transporter S J (Ttd Transporter, Gudang Pusat BU) Kirim SJ dan BTB ke Accounting Verification (AV) Tidak selisih Selisih Tidak Selisih Selisih 1. Pabrik mulai menyiapkan barang untuk dikirimkan kepada Gudang pusat BU berdasarkan konfirmasi barang produksi siap kirim (khusus untuk MBI berdasarkan CK yang sudah dibayar) 2. Selanjutnya pabrik akan menerbitkan surat jalan dan diberikan kepada transporter beserta dengan fisik barangnya.
3. Transporter kemudian mulai menghitung fisik barang sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam surat jalan pabrik. Jika tidak ada selisih, transporter tanda tangan surat jalan pabrik dan memberikan lembaran asli kepada pabrik. Jika terjadi selisih, akan memberitahukan kepada pabrik untuk menambahkan fisik barang yang kurang atau mengurangi fisik barang yang lebih. 4. Selanjutnya transporter membuatkan surat jalan untuk mulai pengiriman barang ke gudang pusat BU. 5. Gudang pusat BU menerima kiriman barang dari transporter dan kemudian mulai menghitung fisik barang dan dicocokkan dengan Surat jalan Transporter. Jika tidak ada selisih, gudang tanda tangan Surat Jalan Transporter dan kemudian diberikan lembaran asli kepada transporter. Jika terjadi selisih, gudang pusat BU akan membuatkan breakage sesuai dengan jumlah yang selisih akan ditagihkan menurut aturan sbb : 1. BU Food : Untuk item biskuit retur, item Prendjak potong tagihan 2. Selain BU Food : Claim ke transporter/ bayar di tempat Keterangan : PO : Purchase Order SJ : Surat Jalan DO : Delivery Order 1 2 COPY DO (Ttd Spv Outbound ) Buat BTB dengan jumlah full sesuai SJ BTB (Ttd Ka Gudang) Buat BTB dengan jumlah full sesuai SJ BTB (Ttd Ka Gudang) Breakage (Selisih jumlah) Kirim SJ, BTB dan breakage ke Accounting Verification (AV) Claim breakage ke transporter / potong tagihan/ retur Bayar di tempat
1.4.1. FLOW PO RECEIPT IMPORT ALKOHOL KE GUDANG PUSAT BU
Narasi
Departemen
Import
(PT Aska Indoco)
PPJK
( Pengusaha Pengurusan JasaKepabeanan )
Gudang Pusat BU
Bounded Warehouse
SPPB
Team Gudang Pusat BU dan PPJK Tempel pita cukai di
port Inventory Inventory Physic vs P/L No Issued BTB BTB
Send copy SPPB & BTB (original) to Accounting > 1 ctn per SKU per B/L? Yes Issued BTB BTB (Full Qty based
on SPPB) < 1 ctn per SKU, per B/L
Breakage (Variance Qty) Issued Breakage Charged to company as expense Issued Breakage & DO BTB (Full Qty based
on SPPB) Charged to PPJK as deduction in fee payment Breakage (Variance <= 1 ctn) Issued BTB > 1 ctn per SKU, per B/L
Send Packing List & BTB, Breakage
(original) to Accounting & Logistic Issued Packing List
Packing List Send to Warehouse Packing List D O (Variance > 1 ctn)
Send Packing List, BTB, Breakage, DO (original) to Accounting & Logistic 1. Departemen Import
(Import Spv) menerbitkan Packing List dan memberikan kepada bagian Planner Control Spv. Planner Control Spv akan meneruskan informasi ke Spv In Bound. 2. Import Spv memberikan pita cukai kepada Ka Gudang Pusat BU untuk berkoordinasi dengan PPJK dalam hal penempelan pita cukai. 3. Team Gudang Pusat BU menempelkan pita cukai ke produk yang baik (tidak pecah) disaksikan oleh perwakilan dari PPJK 4. PPJK akan menerbitkan SPPB dan mengeluarkan barang yang sudah ditempel pita cukai dari pelabuhan untuk dikirimkan ke gudang pusat BU. 3. Gudang Pusat BU menerima barang, maka akan dilakukan pencocokkan antara barang fisik dengan dokumen Packing List dari Import Spv. 4. Jika barang fisik jumlahnya sesuai dengan jumlah di Packing List, Kepala Gudang akan menerbitkan BTB. Jika barang fisik jumlahnya selisih dengan jumlah di Packing List dan jumlahnya kurang dari 1 ctn per SKU per B/L maka akan diterbitkan Breakage untuk dijadikan sebagai biaya bagi perusahaan. Jika selisihnya lebih dari 1 ctn per SKU, per B/L maka akan dibuatkan Breakage ( untuk selisih kurang dari 1 ctn dan DO untuk jumlah selisih diatas 1 ctn ). DO yang sudah dibuatkan, akan ditagih kepada PPJK. 5. BTB, Packing List, DO yang sudah ditanda tangani, akan dikirimkan kepada Accounting & Logistic Dept. Keterangan :
BTB : Bukti Terima Barang B/L : Bill of Lading
SPPB : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang DO : Delivery Order
Transfer Stock from Port to Warehouse