• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNO-EKONOMI MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN PERHITUNGAN PSC COST RECOVERY PADA J FIELD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TEKNO-EKONOMI MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN PERHITUNGAN PSC COST RECOVERY PADA J FIELD"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNO-EKONOMI MINYAK DAN GAS BUMI DENGAN

PERHITUNGAN PSC

‘COST RECOVERY‘ PADA J FIELD

LAPORAN KERJA PRAKTIK

Oleh :

JOSHUA ANDIKA PURBA 101316060

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN

FAKULTAS TEKNOLOGI EKSPLORASI PRODUKSI

UNIVERSITAS PERTAMINA

2019

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

Judul Kerja Praktik : Tekno-Ekonomi Minyak dan Gas Bumi Dengan Perhitungan PSC ‘Cost Recovery’ Pada J Field

Nama Mahasiswa : Joshua Andika Purba Nomor Induk Mahasiswa : 101316060

Program Studi : Teknik Perminyakan

Fakultas : Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi Tanggal Seminar : 31 Agustus 2019

Jakarta, 31 Agustus 2019

Menyetujui,

Pembimbing Instansi Pembimbing Program Studi

(3)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan kemampuan untuk menyelesaikan Laporan Kerja Praktik ini. Dalam penyusunan laporan ini, saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu saya dalam bentuk bimbingan dan juga dukungan moral. Ucapan terimakasih ini saya tujukan kepada :

1. Kedua orangtua; Papa dan Mama yang selalu memberi dukungan penuh dalam segala hal terutama dalam dukungan doa dan moril.

2. Bapak Danang Sismartono, S.T, M.T, selaku pembimbing dari PPPTMGB LEMIGAS yang telah membimbing saya selama melakukan program kerja praktik.

3.

Bapak Dr. Astra Agus Pramana DN., S.Si., M.Sc. selaku Kepala Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina yang telah memberi kesempatan kerja praktik kepada saya.

4. Bapak Agus Rudiyono, S.T, M.T, MBA. yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama melakukan kerja praktik.

5. Kepada teman-teman saya; Corry, Yohanes, Kalingga, Kinan, dan Ignatius yang telah menemani saya melakukan kerja praktik di LEMIGAS.

Demikian ucapan terimakasih saya kepada pihak-pihak yang telah saya sebutkan. Saya selaku penyusun laporan ini mengakui akan banyaknya kekurangan yang ada. Dengan ini, saya sangat menerima kritik dan saran dalam tujuan pengembangan diri kedepannya.

(4)

iii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR GAMBAR ... v BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ... 3

2.1 Sejarah Singkat LEMIGAS ... 3

2.2 Struktur Organisasi ... 4

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTEK ... 6

3.1 Kegiatan Kerja Praktik ... 6

3.2 Teori Dasar ... 7

3.2.1 Perbedaan PSC dengan Gross Split ... 7

3.2.2 Parameter Kontrak Migas ... 8

3.3 Perhitungan Kelaikan Produksi Lapangan dengan Skema Cost Recovery. ... 10

3.4 Hasil Analisa ... 15

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 18

BAB V TINJAUAN TEORITIS ... 20

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN... 22

6.2 Kesimpulan... 22

6.2 Saran ... 22

(5)

iv

DAFTAR TABEL

Tabel 3.3. 1 Agenda Kerja Praktik ...6

Tabel 3.3. 2 Asumsi data kontrak lapangan "J" ... 11

Tabel 3.3. 3 Data produksi gas tahunan lapangan "J"...12

Tabel 3.3. 4 Data Development CAPEX lapangan “J” ... 13

Tabel 3.3. 5 Data OPEX lapangan “J”... 13

Tabel 3.3. 6 Data Economics Review Lapangan "J"……….14

Tabel 3.3. 7 Tabel Contractor NPV………...14

(6)

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1 Peresmian Pembangunan Gedung LEMIGAS ... 3

Gambar 2.2.1 Struktur Organisasi Lemigas ... 4

Gambar 3.2.1.1 Cost Recovery vs Gross Split ... 8

Gambar 3.2.2.1 Skema kontrak migas di Indonesia ... 10

Gambar 3.3.1 Grafik NPV Sensitivity ... 16

(7)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada zaman ini, minyak dan gas bumi menjadi komoditas utama dalam sektor energi di seluruh dunia. Hal ini didasari akan kurangnya penggunaan energi alternatif yang beragam di dunia ini. Jumlah penggunaan minyak dan gas bumi yang bertambah besar dari waktu ke waktu menjadi salah satu faktor utama tetap bertahannya penggunaan akan energi yang bersumber dari minyak dan gas bumi.

Jika kita mendalami industri migas lebih dalam lagi, industri ini meliputi banyak faktor dalam prosesnya dari hulu ke hilir. Salah satu faktor penting yang terlibat didalamnya adalah perekonomian migas. Perekonomian migas merupakan salah satu aspek penting yang patut diperhatikan secara detil dan jelas dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan minyak. Selain itu, Perekonomian migas juga merupakan salah satu faktor kunci yang dapat menjadi acuan dalam menentukan jalannya industri migas. Kedua hal inilah yang menarik diri saya untuk mengetahui lebih dalam tentang perekonomian migas dari perusahaan yang bergelut di bidang ini. Terdapat beberapa metode analisa keekonomian migas yang dapat digunakan untuk mengetahui keekonomisan dari suatu produksi lapangan migas. Pada saat ini, Indonesia menggunakan dua metode yaitu Production Sharing Contract dan Gross Split.

1.2 Tujuan

1. Untuk memenuhi syarat kelulusan Teknik Perminyakan Universitas Pertamina. 2. Untuk mengetahui lebih terperinci tentang metode PSC Cost Recovery.

3. Untuk mendapatkan pengalaman berada dilingkungan kerja yang profesional. 4. Untuk menambah softskill untuk persiapan masuk dunia kerja.

1.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Tempat : LEMIGAS, GED. PENUNJANG LITBANG, Cipulir, Jakarta Selatan. Waktu : Senin, 1 Juli 2019 – Rabu, 31 Juli 2019. 23 hari (161 jam kerja).

(8)
(9)

3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat LEMIGAS

Pada September 1963, sebuah lembaga bernama Panitia Persiapan Research Laboratorium memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mendirikan sebuah lembaga riset yang memiliki tugas pokok untuk penelitian, pelatihan atau pendidikan dan dokumentasi atau informasi yang berkaitan dengan kegiatan migas. Atas dasar rekomendasi ini, Pemerintah membentuk Proyek Persiapan Lembaga Minyak dan Gas Bumi untuk membentuk Lembaga Minyak dan Gas Bumi. Pada 20 Agustus 1964, Surat Keputusan Menteri Perindustrian Dasar dan Pertambangan No.478/Perdatam/64 dilayangkan untuk merampungkan rencana yang telah ada sebelumnya yaitu pembangunan secara fisik akan lembaga ini serta persiapan tenaga-tenaga kerja yang akan bekerja didalamnya.

Pada 11 Juni 1965, Perampungan akan pembentukan lembaga ini kemudian diperkuat dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi No. 17/M/Migas/65 yang menegaskan bahwa kedudukan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LMGB) berada sejajar dengan Direktorat Pembinaan Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Pengawasan Minyak dan Gas Bumi dijajaran eksekutif dalam lingkupan Departemen Urusan Minyak dan Gas Bumi.

Gambar 2.1.1 Peresmian pembangunan fisik Lemigas

(10)

4 2.2 Struktur Organisasi

Dibawah ini merupakan penjelasan secara struktural yang dijelaskan dalam bentuk visual akan posisi-posisi yang ada di LEMIGAS.

Gambar 2.2.1 Struktur Organisasi Lemigas Sumber : Internet

(11)
(12)

6

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTEK

3.1 Kegiatan Kerja Praktik

Pada masa program Kerja Praktik, saya ditugaskan untuk bekerja didalam gedung Penunjang LITBANG yang berada dalam komplek LEMIGAS. Saya mempelajari ilmu ekonomi migas yang digunakan di Indonesia yaitu PSC Gross Split dan Cost Recovery. Dalam rentang waktu selama satu bulan yang terhitung dari 1 Agustus 2019, saya resmi melakukan kegiatan program Kerja Praktik di LEMIGAS. Di tempat ini, saya dan lima teman saya juga diberikan pendampingan oleh Bapak Danang Sismartono S.T., M.T. selaku pegawai LEMIGAS untuk memberikan materi dan tugas yang harus kami lakukan selama program kerja praktik. Saya dan yang lainnya bekerja dalam tempo waktu kerja pada hari Senin hingga Jumat dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB dalam seminggu.

Disini kami mendapatkan materi tentang PSC Gross Split dan Cost Recovery yang kurang lebih sama dengan yang kami dapatkan di kampus. Kelebihan yang kami dapat disini adalah kami dapat merasakan kerja dengan suasana professional yang belum pernah kami dapatkan dikampus dengan mentor professional. Juga, kami diberikan kesempatan untuk mengolah data asli lapangan untuk kami ketahui keekonomian migasnya.

Tabel 3.3.1 Agenda Kerja Praktik Pemetaan Agenda Kerja Praktik Agenda Kerja Praktik Minggu

1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Perkenalan dengan lingkungan kerja Penjelasan materi tentang

keekonomian

Pemberian Case terkait kerja praktik Pengerjaan akan Case yang diberikan Evaluasi hasil kerja praktik

(13)

7 3.2 Teori Dasar

3.2.1 Perbedaan PSC dengan Gross Split

Production Sharing Contract atau PSC, merupakan jenis kontrak migas antara kontraktor dan pemerintah. Diperkenalkan pada 1960 untuk pertama kalinya di Indonesia oleh Ibnu Sutowo dan diterapkan pertama kali pada tahun 1964. Sistem ini dipercaya telah diikuti oleh negara-negara pengekspor minyak hampir diseluruh dunia.

Di dalam industri migas terdapat bermacam-macam jenis kontrak migas yang menjadi dasar dalam melakukan kerjasama. Di Indonesia, terdapat dua (2) jenis kontrak yang lazim dilakukan yaitu PSC Cost Recovery dan Gross Split.

1. PSC Cost Recovery

PSC Cost Recovery merupakan skema kontrak bagi hasil antara pemerintah dan

kontraktor. Pada sistem Cost Recovery, Pemerintah berkewajiban untuk mengembalikan dana investasi awal yang telah dikeluarkan oleh kontraktor jika terbukti ditemui cadangan minyak pada suatu lapangan. Selain itu, Pemerintah dan Kontraktor sama-sama memiliki kewajiban untuk menanggung resiko biaya produksi dan juga Kontraktor wajib untuk menentukan klasifikasi biaya yang berpotensi adanya mark-up dari KKKS.

2. Gross Split

Berbeda dengan Cost Recovery, Gross Split merupakan sistem kontrak kerja yang melakukan bagi hasil diawal sebelum dilakukannya produksi. Skema Gross Split mengenal sistem Base Split dimana pembagian hasil berbeda tiap Wilayah Kerja (WK). Kemudian, sistem Gross Split dapat mempercepat tahapan pengembangan lapangan minyak dan gas bumi karena pengadaan dilakukan mandiri. Keuntungan lainnya dari skema Gross Split juga dipercaya dalam hal keefisienan, kepastian dan kesederhanaannya.

(14)

8 Dibawah ini merupakan penjelasan singkat akan perbedaan antara skema Cost Recovery dan Gross Split.

Gambar 3.2.1.1 Cost Recovery vs Gross Split

Source : Kemenko Kemaritiman RI

3.2.2 Parameter Kontrak Migas

Dalam melakukan kerjasama berdasarkan skema PSC dalam industri migas, perlu diperhatikan pula beberapa hal yang dijadikan acuan atau parameter untuk menentukan kelaikan dan mengkalkulasi keuntungan yang akan didapatkan. Diantaranya adalah :

1. Capital Expenditure (CAPEX)

Merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam rangka untuk memperoleh aktiva tetap. Biasanya berupa pengeluaran awal untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dan dikucurkan sebelum dimulainya produksi. Contoh hal-hal yang berkenaan dengan CAPEX adalah :

 Seismic dan survey

 Geological and Geophysical study pada eksploitasi dan eksplorasi  Drilling dan workover

(15)

9  Tools

Capex juga dikelompokkan sebagai :

 Capital (Tangible Capex, Facilities & Other)  Non-Capital (Intangible Capex)

1. Operational Expenditure (OPEX)

Merupakan biaya yang dikeluarkan dalam kepentingan kegiatan operasional harian perusahaan. OPEX terbagi menjadi tiga (3) yaitu; Fixed OPEX, Variable OPEX dan juga

Decommissioning atau ASR.

2. Economic Rent

Merupakan kelebihan dari biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak ditambah dengan tingkat keuntungan tertentu yang diharapkan oleh investor.

3. DMO ( Domestic Market Obligation )

Menurut Kementrian Keuangan, DMO adalah kewajiban Badan Usaha atau Bentuk Usaha Tetap untuk menyerahkan sebagian minyak dan gas bumi dari bagiannya kepada negara melalui Badan Pelaksana dalam rangka penyediaan minyak dan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri yang besarnya diatur didalam Kontrak Kerja Sama.

4. FTP ( First Tranche Petroleum )

Merupakan bagian yang berhak diambil oleh Pemerintah dan Kontraktor dari hasil produksi sebelum dikurangi biaya Cost Recovery dan Investment Credit. Jumlah sesuai kesepakatan yang berlaku antar dua pihak.

5. Investment Credit ( IC )

Merupakan insentif untuk mengembangkan produksi. Lebih dapat dipahami sebagai tambahan pengembalian modal yang berkaitan langsung dengan fasilitas produksi.

(16)

10 6. Government Take

Merupakan jumlah total bagian yang didapatkan pemerintah, termasuk didalamnya adalah royalty, pajak penghasilan dan pajak pajak lainnya serta pembagian keuntungan (profit share), dll.

7. IRR ( Internal Rate of Return )

Merupakan penentu baik atau tidaknya suatu investasi. Dapat dipahami sebagai indikator efisiensi dari suatu investasi. IRR harus lebih besar daripada laju pengembalian.

Gambar 3.2.2.1 Skema kontrak migas di Indonesia

Source : BPMIGAS

3.3 Perhitungan Kelaikan Produksi Lapangan dengan Skema Cost Recovery.

1. Terdapat data-data lapangan menjadi acuan awal. Pada Lapangan J yang terletak di Kutai basin, diketahui jika yang menjadi komoditas utama produksi adalah gas. Lapangan ini terbilang sangat baru, ditemukan pada tahun 2009 dan memulai produksi

(17)

11 pada tahun 2017. Dilapangan ini terdapat tiga (3) perusahaan yang memegang lapangan ini yaitu Eni SpA, Neptune Energy Group Ltd dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Dengan persentase kepemilikan yang berbeda-beda. Kemudian, terdapat juga data yang menjelaskan tentang cadangan minyak dan gas yang terdapat pada lapangan ini. Karena cadangan gas yang sangat besar dibandingkan dengan cadangan minyak, maka dijadikanlah sumur pada J Field sebagai sumur yang mengutamakan produksi gas.

Tabel 3.3.2 Asumsi data lengkap lapangan J.

2. Kemudian, terdapat data produksi gas dari pada lapangan J yang dibreakdown kedalam produksi tahunan. Jika menganalisa data forecasting, produksi lapangan J akan berakhir pada 2029 yang kemudian akan dilanjutkan dengan decommissioning (ASR) yang lazim pula diketahui sebagai proses abandonment pada tahun 2031 hingga 2032. Sehingga dapat disimpulkan produksi lapangan J akan berjalan selama 12 tahun lamanya.

(18)

12 Tabel 3.3.3 Data produksi gas tahunan lapangan J

J Field Yearly Gas Production

Year BSCF 2017 84.12 2018 160.3 2019 160.3 2020 160.3 2021 160.3 2022 160.3 2023 128.65 2024 88.11 2025 60.31 2026 41.2 2027 28.19 2028 19.24 2029 7.92 Total 1259.2

3. Terdapat data Development Capital Expenditure (CAPEX) yang dibreakdown dalam tahunan. Development CAPEX ini dimulai dari tahun 2015 hingga 2023 dikarenakan persiapan alat-alat untuk produksi harus dipersiapkan jauh sebelum dimulainya produksi. Kemudian juga terdapat alat-alat tambahan yang ditambahkan atau dirawat pada anjungan setiap tahunnya sesuai dengan kebutuhan produksi.

(19)

13 Tabel 3.3.4 Data Development CAPEX lapangan J.

Development CAPEX Year $MM 2015 598 2016 1,155 2017 157 2018 313 2019 118 2020 546 2021 572 2022 183 2023 50 Total 3692

4. Terdapat juga data OPEX yang terbagi menjadi Fixed OPEX, Variable OPEX dan ASR

(Decommissioning) yang juga dibreakdown menjadi data tahunan.

Tabel 3.3.5 Data OPEX lapangan J.

Year Variable OPEX Fixed OPEX ASR $MM 2017 2.0 104.02 - 2018 3.6 122.88 - 2019 3.7 132.94 - 2020 45.0 170.26 - 2021 27.3 174.77 - 2022 28.4 234.23 - 2023 3.7 208.33 - 2024 114.6 249.15 - 2025 2.7 225.17 - 2026 2.4 234.36 - 2027 2.2 276.92 - 2028 123.9 288.57 - 2029 1.9 259.67 - 2030 - - - 2031 - - 441.6 2032 - - 227.2 Total 361.3 2681.3 668.8

(20)

14 Data-data penting lainnya seperti First Tranche Petroleum, Depreciation, DMO, dll juga diperlukan untuk mengetahui jumlah besaran IRR nantinya.

Tabel 3.3.6 Data Economics Review lapangan J.

5. Setelah semua data keekonomian telah didapatkan, barulah dapat ditemukan nilai

Internal Rate of Return (IRR) dari Lapangan J melalui pengoperasian Microsoft Excel.

Dengan menggunakan Sensitivity Analysis pada Production, Gas Price, CAPEX, Fixed OPEX dan Variable OPEX sebesar 1.0 didapatkan hasil dari Contractror NPV dan Contractor IRR yang disajikan dalam tabel dibawah ini.

Tabel 3.3.7 Contractor NPV

Contractor NPV 286.6

Production Oil Price CAPEX Fixed OPEX

Variable OPEX -30% (580.7) (580.7) 714.3 480.8 310.6 -20% (278.5) (278.5) 571.7 415.8 302.6 -10% 23.8 23.8 429.1 351.2 294.6 0% 286.6 286.6 286.6 286.6 286.6

(21)

15

10% 546.8 546.8 144.0 222.0 278.6

20% 807.1 807.1 0.4 156.9 270.6

30% 1,067.4 1,067.4 (150.9) 87.8 262.5

Tabel 3.3.8 Contractor IRR

Contractor IRR 17%

Production Oil Price CAPEX Fixed OPEX

Variable OPEX -30% - - 32% 20% 17% -20% - - 26% 19% 17% -10% 11% 11% 21% 18% 17% 0% 17% 17% 17% 17% 17% 10% 22% 22% 13% 16% 17% 20% 26% 26% 10% 14% 16% 30% 30% 30% 7% 13% 16% 3.4 Hasil Analisa

Dari data yang didapatkan, diketahui bahwa nilai IRR dari Lapangan J adalah sebesar 17%. Nilai ini menunjukkan bahwa lapangan J layak untuk dilakukan produksi karena memiliki nilai yang ekonomis. Data diatas juga didukung dengan diagram dibawah ini. Pada tabel

NPV, parameter yang paling sensitive adalah Oil (Gas) Price dimana jika terjadi inflasi

harga maka akan mengganggu nilai NPV itu sendiri. Pada table IRR, terjadi hal yang serupa. Apabila Oil (Gas) Price mengalami inflasi, maka akan mempengaruhi nilai IRR itu sendiri. Contoh, jika harga gas turun pada angka 10%, maka artinya nilai IRR akan menjadi -10% yang dimana ini sangat tidak ekonomis.

(22)

16 Gambar 3.3.1 Grafik NPV Sensitivity

(23)
(24)

18

BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK

Setelah melakukan program Kerja Praktik selama sebulan penuh di PPPTMGB LEMIGAS, dapat disimpulkan bahwa saya mengalami banyak hal seperti:

 Mendapatkan pengalaman kerja dilingkungan profesional.  Bekerjasama dengan rekan sekerja.

 Bekerja dengan tenggat waktu yang lebih ketat.

 Perkembangan dalam hal berkomunikasi dengan rekan sekerja.  Mengetahui skema kontrak kerjasama dalam industri migas.

 Mengetahui alur skema Cost Recovery dari Gross Production hingga ke Government /

Contractor Share.

 Mengetahui parameter-parameter yang digunakan dalam menguji kelaikkan suatu lapangan.

(25)
(26)

20

BAB V TINJAUAN TEORITIS

Berdasarkan hasil kerja praktik yang telah dilakukan, secara garis besar, korelasi atau kesamaan antara pelajaran yang didapat diperkuliahan dengan yang didapat dari perusahaan adalah sama yaitu mengenai skema kontrak kerja migas dan bagaimana menentukan nilai keekonomisan serta kelaikkan dari suatu lapangan migas.

Kesamaan perbandingan antara materi yang didapat dibangku perkuliahan dengan yang didapat diperusahaan mampu untuk menunjang mahasiswa untuk siap melakukan pekerjaan terutama dalam bidang keekonomian migas didalam dunia kerja. Hal ini sangat menunjang keahlian mahasiswa dalam persiapan masuk dunia kerja yang sesungguhnya.

Selain itu, terdapat keahlian softskill lainnya yang secara langsung terasah dengan sangat baik seperti disiplin diri, kerjasama tim dan perangkat-perangkat lunak seperti Microsoft Excel dan Microsoft Word, yang sangat diperlukan untuk membantu mempermudah pekerjaan dari seorang pekerja.

(27)
(28)

22

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Kesimpulan

Berdasarkan laporan kerja praktik yang telah disusun, dapat diambil kesimpulan beberapa hal :

1. Kerja Praktik memberikan pengalaman profesional demi persiapan dunia kerja. 2. Kerja Praktik memberikan pengetahuan yang lebih spesifik dari yang sudah

didapatkan didunia kerja.

3. Kerja Praktik juga memberikan pembelajaran dalam hal kedisiplinan diri, kerjasama tim, komunikasi dan softskilll lainnya.

4. Kerja Praktik dapat melatih mahasiswa untuk beradaptasi dengan dunia profesional demi persiapan memasuki dunia kerja.

5. Kerja Praktik melatih mahasiswa untuk lebih teliti dan bekerja secara struktural dengan basis data yang lengkap.

6. Kerja Praktik tentang keekonomian migas mengajarkan bahwa jumlah nilai cadangan migas dalam suatu lapangan harus dikalkulasi dengan sebenar-benarnya dengan basis data untuk menentukan kelaikkan dari suatu lapangan. 7. Kerja Praktik tentang keekonomian migas mengajarkan bahwa nilai IRR dari

suatu proyek lapangan migas lah yang menentukan kelaikkan produksi dari suatu lapangan.

6.2 Saran

Mengingat sangat pentingnya persiapan memasuki dunia kerja untuk mahasiswa, maka sangat diharapkan kepada kampus untuk mengakomodir mahasiswa mendapatkan tempat kerja praktik yang dapat menunjang kesiapan mahasiswa. Selain itu, kampus juga berperan lebih untuk mempersiapkan diri mahasiswa sebelum terjun kedalam program kerja praktik demi memudahkan mahasiswa untuk mengerti tentang keberlangsungan kerja yang sedang dilakukan dari perusahaan dimana kerja praktik dilakukan nantinya.

(29)

23

DAFTAR PUSTAKA

Ekonomigas. (2019). Konsep “Biaya Operasi” dalam Ranah Cost Recovery di PSC. Retrieved September 03, 2019, from https://ekonomigas.com/konsep-biaya-operasi-dalam-ranah-cost-recovery-di-psc/

Lubiantara, B. (2012). EKONOMI MIGAS TINJAUAN ASPEK KOMERSIAL KONTRAK MIGAS. Jakarta: Gramedia.

LUBIANTARA, B. (2012). EKONOMI MIGAS TINJAUAN ASPEK KOMERSIAL KONTRAK MIGAS. Jakarta: Gramedia.

LUBIANTARA, B. (2014). DINAMIKA INDUSTRI MIGAS CATATAN ANALIS OPEC. Jakarta: Petromindo.com.

Maroli. (2017). Gross Split Lebih Baik untuk Mewujudkan Energi Berkeadilan di Indonesia. Jakarta: KOMINFO.

(30)

24

LAMPIRAN

1. Daftar Hadir Kerja Praktik

(31)

Nama

PUSAT P1£NELITIAN OAN PENGEMBANGAN

TEKNOLOGI MINY AK DAN GAS BUMI

LE

MIGAS

BADAN LAYANAN UlWU.M

DAFT AR HADIR KERJA PRAKTIK

: Joshua Andika Purba NIM :101316060

Program Studi : Teknik Perminyakan Perguruan Tinggi : Universitas Pertamina

Hari, Durasi Tanda Tangan

No Kegiatan Pembimbing Tanggal (Jam) ~ Insti_p:tsi 1 ~ . 1 jt{li 1'>1,

8

\~~

2 Sellt~Q. 'l Jul, )QJ9

~

~~

3 ~ . 3 jlAlf

10,,

~

~

l\,v~

4

lultie\,

~

J\\\

1

1-o,9

i

_

!\~~

5 j ~ S

la\\

1()1,

8

[W'-~

6

~.&."4

~

~

i

\~~

7 ~~(A,

gJu

~

~

~

~

~~

8 ~ , lO

Ju

i,

?ol5

~

~~

~

9

~~,U~I,~

~

~~ ~

10

~,.,.~~1.«j

~

~

~

11 ~0'\r<\, \ ~ ~~

1-o,

g

~

~

,J 12 ~ vr\~ ~\, ~

~

\jv'v

~

13 ~'bu,

11

J\4~

UJ~

i

~\fvv

~

16

k.6.M~

t~1h

~•

~

~

s

I ~ 17

~,l~JA~~

E

<a

I\~

~

., 18 ~n, 1). ~\. l-ol'

~

0

~~

~

19 ~ ~1tl

~~

1-0~

i

~

~

20

~w

I

1'4 ,Ai

"1,9

~

~\~M

~

21 ~ . }>)t\ U)l~

i

l

\ \JV'

l(

(32)

23 Se-)M, J.91,~ )c[~ 24 ~ . lO.Jw~~ 25 26 27 28 29 30 31

(33)

,

,

,

,

:

#

,

~

'

-l 111, l..'r ~,ta,

Pertam,na

LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTIK

Nama :

J<&¼A.a.

AndllAa

NIM: IOtllbfJ6o

Program Studi :

ie\ur,ll

Qesl"IM~lt,Qf\

No. Hari/Tanggal: ~ jll r U,f Hal yang menjadi perhatian:

~M~~

utse,

lo~gQ/1

P&v\ba~AA

~f'Q1g

Ps

c

'CQ,+.~,

d.ar-.

Gr~5

~pt,l

No. Hari/Tanggal: ~~,

<.S

.)u{r '2,0f

Hal yang menjadi perhatian:

ti((ll~r

Ptth~

U~o~~

No. Hari/Tanggal: S°Ql,(\.f, ~ I

Ag~

Hal yang menjadi perhatian:

~OM~

l~eam

Paraf Pembimbing:

(34)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLI< lt<l>ONES~

BAOAN PENEUTIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI

LEMIGAS

JAL.AN CILEDUG RAYA KAVELING 109 CIPULIR, KEBAYORAN LAMA. JAKNfTA SELATAN

~ POs-JAi<AATA 12230 TELEPON: 62-21 7394422 FAl<SIMILE: 62-21-72481e0 E-mel: iloOllfflllln.ndm.i,o.ld

Nomor Sifat Lampiran Hal

:

;/>~

/05/BLM./2019 Biasa Yang terhormat, Manajer Pendidikan Universita Pertamina Dijakarta

Persetujuan Kerja Praktek

J,~

Agustus 2019

Sehubungan dengan surat Dekan Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi Saudara Nomor: 289/UP-DKN-3/SPN12019 17Juni 2019 hal Perrnohonan Kerja Praktek bagl 6 (Enam) orang mahasiswa atas nama:

No. Nama NIM Pemblmblng

1. Corry Angelia 101316006

2. Kalingga Destriasa 101316017

3. Joshua Andika Purba 101316060 Danang Sismartono, S.T., M.T.

4. Ignatius Wahyu Aji Wibowo 101316086

5

.

Yohanes Christian 101316113

6. Ohafinda Diakinan Ciara 101316121

dengan ini kami sampaikan bahwa pada prinsipnya Kerja Praktek tersebut dapat kami setujui. Kami informasikan bahwa Kerja Praktek akan dilakukan di KPPP Teknologl Eksplorasi

dimulai pada Juli s.d Agntus 2019PPPTMGB •LEMIGAS• tldak menyediakan transportasi dan uang makan bagl mahasiswa yang bersangkutan.

Serkenaan dengan hal tersebut, agar mahasiswa yang bersangkutan segera melapor ke kantor kami c.q. Subbidang Afiliasi.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kaslh.

a.n Kepala

(35)

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI

LEMIGAS

JALAN CILEDUG RAYA KAVELING 109 CIPULIR. KEBAYORAN LAMA, JAKARTA SELATAN

KODE PCS-JAKARTA 12230 TELEPON: 62-21 7394422 FAKSIMILE: 62-21-7246150 E-mail: 1nfo.lemigas@esdm.go.id

SURAT KETERANGAN

Nomor: 37/05/BLM.4/2019

Dengan ini, kami menerangkan bahwa : Nama

NIM

Program Studi Universitas

: Joshua Andika Purba

: 101316060

: Teknik Perminyakan : Universitas Pertamina

Mahasiswa tersebut diatas telah melakukan kegiatan Keraa Praktik di PPPTMGB "LEMIGAS" terhitung mulai bulan Juli s.d. Agustus 2019 dengan penempatan kerja di Tekno Ekonomi dan Pengembangan Bisnis, dengan judul

KEEKONOMINA MIGAS PADA J FIELD

Selama mengikuti Kerja Praktik yang bersangkutan telah menunjukkan prestasi kerja yang baik, memiliki kesungguhan dan ketekunan mengikuti proses pekerjaan serta penuh tanggung jawab terhadap peraturan dan tata tertib kerja yang berlaku .

.

Kami mengucapkan terima kasih atas Kegiatan Magang yang telah saudari berikan kepada PPPTMGB "LEMIGAS", dan berharap semoga prestasi dan keberhasilan senantiasa menyertai saudari di masa datang.

Jakarta, 3 Desember 2019

~ ala Bidang Afiliasi dan lnformasi,

~.,,,..

.

~

Abdul Haris,S.Si., M.Si.

(36)

,

.

,

_

~

,

~

-

,

'

.

Pcrtan11na

SURAT

KETERANGAN

Nomor. A319/UP-DKN1.3/SKET /VII/2019

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Dr. Astra Agus Pramana DN

NIP : 116111

Jabatan : Ketua Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Pertamina

Menerangkan bahwa mahasiswa berikut :

No. Nama NIM

1. Kalingga Destriarsa 101316017

2. Ignatius Wahyu Aji Wibowo 101316086

3. Corry Anggelia 101316006

4. Joshua Andika Purba 101316060

s.

Yohanes Christian 101316113

Akan melaksanakan Kerja Praktik di:

Instansi : PPPTMBG Lemigas

Penempatan : PPPTMBG Lemigas

Alamat : Jalan Ciledug Raya Kav.109, RT.7 /RW.S, Cipulir,

Kee. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Waktu Pelaksanaan : 01 Juli 2-019 - 31 iuni 2019

Oemikian Surat Keterangan ini dikeluarkan untuk dapat dipergunakan dengan pen uh tanggung jawab. Jakarta, 9 Juli 2019 Ketua Progra Dr.AstraA u NIP: 116111 Gedung Rektora t

Kawasan Univers1tas Pertamina JI. Teuku Nyak Arief

rminyakan

Gambar

Gambar 2.1.1 Peresmian pembangunan fisik Lemigas  Source : Website Profile Lemigas
Gambar 2.2.1 Struktur Organisasi Lemigas  Sumber : Internet
Tabel 3.3.1 Agenda Kerja Praktik  Pemetaan Agenda Kerja Praktik
Gambar 3.2.1.1 Cost Recovery vs Gross Split  Source : Kemenko Kemaritiman RI
+4

Referensi

Dokumen terkait