• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

Jalan Pahlawan No. 14 Ibuh Telepon 0752-92049 Payakumbuh

KEPUTUSAN KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SELAKU PENGGUNA ANGGARAN

NOMOR 524.2 / 32 / SK / DISNAK & KESWAN-LK/2017

T E N T A N G

PETUNJUK OPERASIONAL KEGIATAN PEMBIBITAN DAN PERAWATAN TERNAK TAHUN ANGGARAN 2017

KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan reproduktivitas ternak dan angka kelahiran ternak melalui pemeriksaan kebuntingan di Kabupaten Lima Puluh Kota perlu adanya kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak;

b. bahwa agar pelaksanaan kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak efektif dan efisien, maka perlu adanya Petunjuk Operasional Kegiatan;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan huruf b di atas, maka perlu ditetapkan dengan suatu Keputusan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25);

2. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

3. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5015), Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 Tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 338, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5619); 4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234); 5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah dua kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

(2)

6. Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2013 Tentang Budidaya Hewan Peliharaan;

7. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 36/Permentan/OT.140/8/2006 Tentang Sistem Perbibitan Ternak Nasional;

8. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82/Permentan/OT.140/ 8/2013 Tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani;

9. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2011 Nomor 10);

10. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016-2021 (Lembaran Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 6);

11. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 15);

12. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 65 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Berita Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 67 Tahun 2016);

13. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 121 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota (Berita Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 123).

(3)

M E M U T U S K A N : Menetapkan : KESATU KEDUA : :

Petunjuk Operasional Kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak Tahun Anggaran 2017 sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan satu kesatuan yang utuh dengan keputusan ini.

Keputusan ini berlaku sejak bulan Januari 2017.

Ditetapkan di Payakumbuh Pada tanggal 2017 KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA,

Ir. PRIYADI BUDIMAN Pembina Utama Muda/IV.c NIP. 19621126 198903 1 003

(4)

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KABUPATEN LIMA PULUH KOTA (SELAKU PENGGUNA ANGGARAN) NOMOR TANGGAL TENTANG : : :

524.2/ 32 /SK/DISNAK & KESWAN-LK/2017 2017

PETUNJUK OPERASIONAL KEGIATAN PEMBIBITAN DAN PERAWATAN TERNAK TAHUN ANGGARAN 2017 A. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Usaha pembibitan sapi potong rakyat sebagai tulang punggung pemasok utama sapi bibit dan bakalan dalam negeri, sebagian besar dihasilkan melalui kemampuan induk dalam menghasilkan pedet. Akan tetapi pedet yang dihasilkan saat ini belum mengarah kepada kualitas bibit yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi bibit adalah dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang berasal dari plasma nutfah lokal yang dapat meningkatkan produksi dan produktivitas ternak dalam negeri disamping pemberian pakan dan tatalaksana yang tepat.

Untuk menjamin keberlanjutan mutu bibit sapi potong sesuai dengan harapan konsumen, diperlukan bibit ternak yang bermutu sesuai dengan persyaratan teknis minimal setiap bibit sapi potong. Secara umum struktur bibit dikelompokkan menjadi 3 yaitu bibit dasar, bibit induk dan bibit sebar.

2. Dasar Hukum Pelaksanaan Kegiatan

a. Peraturan Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 (Lembaran Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 17).

b. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 120 Tahun 2016 Tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 (Berita Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 122).

c. Peraturan Bupati Lima Puluh Kota Nomor 121 Tahun 2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota (Berita Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2016 Nomor 123).

d. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun Anggaran 2017 pada Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak dengan Nomor Rekening 03.02.22.02.

3. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah :

1. Terlaksananya pemeriksaan kebuntingan terhadap sapi dan kerbau peternak yang sudah dilakukan inseminasi buatan;

(5)

2. Terdeteksinya kebuntingan ternak sapi dan kerbau secara dini; dan

3. Terlaksananya pembinaan, monitoring dan evaluasi pembibitan dan pearawatan ternak di Kabupaten Lima Puluh Kota.

4. Sasaran Kegiatan

Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini meliputi beberapa aspek, yaitu : a. Meminimalisir kerugian peternak akibat repeat breeding (kawin berulang); dan

b. Terbinanya kelompok untuk dapat menjalankan sistem pemeliharaan ternak secara Good Breeding Practice sehingga dapat menjadi kelompok pembibitan ternak.

5. Lokasi Kegiatan

a. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota.

b. Seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota dibawah 6 (enam) Unit Pelaksana Teknis Peternakan dan Pusat Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota. 6. Penjelasan Istilah

a. Pemeriksaan Kebuntingan adalah Pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Pemeriksa Kebuntingan untuk mengetahui apakah sapi yang sudah diinseminasi buatan sudah bunting atau belum.

b. Inseminasi Buatan (IB) adalah memasukkan mani/ semen beku ke dalam alat kelamin ternak betina sehat dengan menggunakan alat inseminasi agar ternak tersebut menjadi bunting.

c. Repeat Breeding adalah ternak yang berulang kali birahi setelah di IB. 7. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan kegiatan adalah bulan Januari sampai dengan 31 Desember 2017. 8. Pembiayaan

Pembiayaan Kegiatan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun anggaran 2017, pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak dengan Nomor Rekening 03.02.22.02.

B. MEKANISME PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan Pembibitan dan Perawatan ternak secara garis besar terdiri atas 3 (tiga) sub kegiatan sebagai berikut :

a. Pengadaan Blanko laporan IB dan Blanko Laporan Kelahiran.

b. Penyediaan Biaya Operasional untuk Petugas Pemeriksa Kebuntingan.

c. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan IB, PKB, serta Pembinaan kepada Kelompok.

(6)

Pelaksanaan Kegiatan tersebut sebagai berikut :

1. Pengadaan Blanko Laporan IB dan Blanko Laporan Kelahiran dilakukan dengan cara mencetak Blanko Laporan sesuai dengan standar format blanko Laporan IB dan Blanko Laporan Kelahiran yang ada.

2. Pelaksanaan kegiatan pelayanan pemeriksaan kebuntingan (PKB) dilaksanakan oleh petugas Pemeriksa Kebuntingan (PKB) yang ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota.

3. Masing-masing petugas PKB akan melakukan pemeriksaan kebuntingan terhadap pelaksanaan IB yang telah dilakukan oleh petugas IB sebelumnya.

4. Personil dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan IB dan PKB tersebut.

5. Pembinaan dan Monitoring kepada Kelompok, dilakukan:

a. Berdasarkan surat yang masuk ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota dari kelompok-kelompok tani yang meminta pembinaan masalah pembibitan dan perawatan ternak. Dari sumber tersebut, maka dipilihlah kelompok yang betul-betul membutuhkan pembinaan tentang permasalahan pembibitan dan perawatan ternak;

b. Kepada Kelompok yang menerima bantuan kegiatan Pembibitan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

6. Melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok tani ternak sehingga dapat menjadi kelompok yang dapat menerapkan kaidah-kaidah kelompok pembibitan.

C. EVALUASI DAN PELAPORAN

Evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak Tahun Anggaran 2017 ini dilaporkan kepada Bupati Lima Puluh Kota Cq. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota.

D. PENUTUP

Demikian Petunjuk Operasional Kegiatan ini dibuat sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan Pembibitan dan Perawatan Ternak Tahun Anggaran 2017.

Ditetapkan di Payakumbuh Pada tanggal 2017 KEPALA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

KABUPATEN LIMA PULUH KOTA,

Ir. PRIYADI BUDIMAN Pembina Utama Muda/IV.c NIP. 19621126 198903 1 003

Referensi

Dokumen terkait

RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG / JASA DINAS PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN DAERAH.. PROVINSI SULAWESI TENGAH TAHUN

RENCANA KERJA ANGGARAN SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH.. ( RKA

LAMPI RAN I .2 PERDA PERTANGGUNGJAWABAN - RI NCI AN LAPORAN REALI SASI ANGGARAN MENURUT URUSAN PEMERI NTAHAN DAERAH, ORGANI SASI , PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBI

Terkait dengan amanat tersebut, penyusunan Renja Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Tahun 2016 disesuaikan dengan arahan Rencana Pembangunan

DINAS PETERNAKAN PROPINSI SUMATERA BARAT TAHUN ANGGARAN 2007 APBN. NO TAHUN JENIS HARGA JUMLAH

Untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan yang sudah disusun dalam RPJMD 2016-2021, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menyusun kegiatan untuk lima tahunan yang

Review Rencana Strategis (Renstra) Dinas Peternakan Dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun

Struktur Organisasi dan Tugas Dinas Peternakan dan Kesehatan