BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Teory Umum
2.1.1 Pengertian Sistem Informasi
Menurut Gupta ( 2012, p18 ), sistem informasi (information system) adalah gabungan dari pengorganisasian manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumber data, kebijakan, dan prosedur yang meyimpan, mengambil, mentransformasikan, dan menyebarluaskan kedalam informasi di dalam sebuah organisasi.
Menurut Hall ( 2011, p07 ), “The information system is the set of formal procedures by which data are collected, processed into information, and distributed to users.”
Yang terjemahannya adalah : Sistem informasi adalah serangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan, diproses menjadi informasi, dan didistribusikan kepada pengguna.
Jadi kesimpulan dari pengertian sistem informasi adalah serangkaian komponen yang terdiri dari manusia, hardware, software, jaringan komunikasi, sumberdata, kebijakan, dan prosedur yang di kumpulkan, diproses menjadi informasi di dalam sebuah organisasi yang kemudian di distribusikan kepada para pengguna.
2.1.2 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Abdul Kadir ( 2014, p93 ), sistem informasi akuntansi merupakan sumber daya yang di rancang untuk mentransformasi data keuangan menjadi informasi.
Menurut Hall ( 2012, p7 ), sistem informasi akutansi ( accounting information system ) adalah sistem yang tersusun dari tiga subsistem utama yang diantranya adalah transaction processing system ( TPS ), general ledger/ financial reporting system ( GL/FRS ), dan management reporting system ( MRS ).
Jadi kesimpulan dari pengertian sistem informasi akuntansi adalah sebuah sistem yang merupakan sumber daya yang tersusun atas tiga subsistem utama yang di antaranya adalah transaction processing system ( TPS ), general ledger / financial reporting system ( GL/FRS ), dan management reporting system (MRS) yang akan di transformasi menjadi sebuah informasi.
2.1.3 Komponen Sistem Informasi
Menurut Abdul Kadir ( 2014, p71), sistem informasi mengandung komponen seperti berikut :
1. Perangkat keras yang mencangkup peranti-peranti fisik seperti computer dan printer
2. Perangkat lunak atau program yaitu sekumpulan instruksi yang memungkinkan perangkat keras memproses data
3. Prosedur yaitu sekumpulan aturan yang dipakai untuk mewujudkan pemerosesan data dan pembangkit keluaran yang di kehendaki
4. Orang yakni semua pihak yang bertanggung jawab dalam pengembangan sistem informasi, pemrosesan, dan penggunaan keluaran sistem informasi
5. Basis data yaitu kumpulan table, hubungan, dan lain-lain yang berkaitan dengan penyimpanan data.
6. Jaringan komputer dan komunikasi data yaitu sistem penghubung yang memungkinkan sumber (resources) dipakai secara bersama atau di akses oleh sejumlah pemakai.
2.1.4 Kegunaan sistem informasi akuntansi
Menurut Hall ( 2012, p8 ), kegunaan sistem informasi akutansi adalah membuat laporan keuangan dan informasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan seperti anggaran, laporan perbedaan, dan laporan pertanggung jawaban.
2.1.5 Pengertian Analisis Sistem
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p4 ), analisis sistem adalah proses untuk memahami dan menspesifikan ke dalam detail sebuah sistem informasi apa yang harus dicapai.
2.2 Teori Khusus
2.2.1 Pengertian Penjualan
Menurut Leny Sulistiyowati (2010 ,p270) penjualan adalah Pendapatan yang berasal dari penjualan produk perusahaan, disajikan setelah dikurangi potongan penjualan dan retur penjualan.
Menurut Sugiono, et al (2010, p133) penjualan bersih merupakan selisih antara penjualan baik yang dilakukan secara tunai maupun kredit dengan retur penjualan dan potongan penjualan.
Menurut Nuh, et al ( 2011 , p250 ) penjualan kredit, yaitu penjualan yang di realisasikan dengan timbulnya tagihan atau piutang kepada pihak pembeli.
Jadi kesimpulan dari penjualan adalah pendapatan yang berasal dari penjualan dari produk perusahaan setelah di kurangi potongan penjualan dan retur penjualan yang kemudian di realisasikan secara tunai ataupun kredit kepada pihak pembeli.
2.2.1.1 Penjualan Tunai
Menurut Reeve, et al (2009, p 261), “A business sell merchandise for cash. Cash sale are normally entered (run up) on a cash register and recorded in the accounts.”
Yang terjemahannya adalah : suatu bisnis yang menjual barang dagang secara tunai. Penjualan tunai biasanya dimasukkan (run up) kedalam kasir dan dicatat dalam akun.
2.2.1.2 Penjualan Kredit
Menurut Reeve, et al (2009, p262), ” A business may sell merchandise on account. The seller record such sales as a debit to accounts receivable and a credit to sales.”
Yang terjemahannya adalah : suatu bisnis yang menjual barang dagang secara kredit. Di dalam pencatatan penjualan kredit, bagian debit diisi oleh Account Receivable dan pada bagian kredit diisi oleh Sales.
2.2.2 Jurnal Umum
Menurut Reeve, et al (2009, p 57), “Using the rules of debit and credit, transaction are initially entered in a record called a journal. In this way, the journal serves a record of when transaction occurred and were recorded.”
Yang terjemahannya adalah : berdasarkan aturan debit dan kredit, transaksi dimasukkan kedalam pencatatan yang disebut jurnal. Dengan cara ini, jurnal menyajikan pencatatan dari transaksi yang berlangsung dan yang telah di catat.
2.2.3 Penerimaan Kas
Menurut Rahman Putra (2013, p142) , Penerimaan kas adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat segala bentuk penerimaan kas yang berupa penerimaan kas dari penjualan tunai, pelunasan piutang dan penerimaan kas dari sumber lainnya.
2.2.4 Pengertian Piutang
Menurut Hery ( 2013, p202 ) piutang mengacu pada sejumlah tagihan yang akan di terima oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain.
2.2.5 Klafisikasi Piutang
Menurut Hery ( 2013, p203 ) piutang pada umumnya di klasifikasikan menjadi :
1. Piutang Usaha (Accounts Receivable)
Piutang usaha yaitu jumlah yang akan di tagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secar kredit.
2. Piutang Wesel (Notes Receivable)
Piutang wesel yaitu tagihan perusahaan kepada pembuat wesel. 3. Piutang Lain-Lain (Other Receivable)
2.2.6 Pengertian Persediaan
Menurut Radhakrishnan, et al ( 2009, p234 ) “Optimizing Inventory Using Genetic Algorithm for Efficient Supply Chain Management”.
Yang terjemahannya adalah : Persediaan adalah kelompok dari barang yang disimpan oleh perusahaan untuk digunakan dikemudian hari.
2.2.7 Jenis-jenis Persediaan
Menurut Render dan Heizer (2011,p501), perusahaan mempertahankan 4 jenis persediaan:
1. Persediaan bahan mentah
2. Persediaan barang dalam proses (Work-in-process-WIP)
3. Persediaan MRO (perlengkapan pemeliharaan/perbaikan/operasi) 4. Persediaan barang jadi.
2.2.8 Event Table
2.2.8.1 Pengertian Event Table
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p162 ), event Table adalah sebuah katalog dari use case yang terdiri dari daftar kejadian di baris dan proses kunci dari informasi mengenai setiap kejadian di kolom.
2.2.8.2 Pengertian Event
Menurut Satzinger (2012, p65), “Something that occurs at a specific time and place, can be precisely identified, and must be remembered by the system”.
Yang terjemahannya adalah : Sesuatu yang terjadi pada waktu dan tempat tertentu, dapat secara tepat diidentifikasi, dan harus diingat oleh sistem.
2.2.8.3 Pengertian Trigger
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p169 ), Triger merupakan Sinyal yang memberitahu sistem bahwa suatu peristiwa telah terjadi, baik kedatangan data yang membutuhkan pengolahan atau titik waktu.
2.2.8.4 Pengertian Source
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p169 ), Source adalah Agen eksternal atau aktor yang memasok data ke sistem.
2.2.8.5 Pengertian Use Case
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p63 ), “An activity that the system performs, usually in response to a request by a user”.
Yang terjemahannya adalah : Suatu aktivitas sistem yang melakukan, Biasanya dalam menanggapi permintaan oleh seorang pengguna.
2.2.8.6 Pengertian Response
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p169 ), Response adalah Output yang diproduksi oleh sistem, yang masuk ke tujuan.
2.2.8.7 Pengertian Destination
Menurut Satzinger, et al ( 2009, p169 ), Destination adalah Agen eksternal atau aktor yang menerima data dari sistem.
2.2.9 Domain Model Class Diagram
2.2.9.1 Pengertian UML Class Diagram
Menurut Satzinger, et al (2012, p93), “Class diagram is a diagram consisting of classes and associations among the classes.”
Yang terjemahannya adalah : Kelas diagram adalah diagram yang terdiri dari kelas dan asosiasi antara kelas-kelas.
2.2.9.2 Pengertian Domain Model Class Diagram
Menurut Satzinger (2012, p93), ”a class diagram that only includes classes from the problem domain”.
Yang terjemahannya adalah : Class diagram merupakan diagram kelas yang hanya mencakup kelas dari masalah domain itu sendiri.
2.2.9.3 Pengertian Class
Menurut Satzinger (2012, p93), “a category or classification of a set of objects or things”.
Yang terjemahannya adalah : Class merupakan kategori atau klasifikasi dari serangkaian objek atau lainnya.
2.2.9.4 Pengertian Attribute
Menurut Satzinger (2012, p374), “one vertical group of data attribute values in a table”.
Yang terjemahannya adalah : satu kelompok vertikal data nilai atribut dalam sebuah tabel.
2.2.9.5 Pengertian Method
Menurut Satzinger (2010), “Method is a behavior or an operation that describes what an object is able to do”.
Yang terjemahannya adalah : Method merupakan perilaku atau suatu operasi yang menggambarkan apa yang sebuah objek mampu lakukan”.
2.2.9.6 Assosiasi dalam Class Diagram
Menurut Satzinger (2012, p94), “an association that is also treated as a class, often required in order to capture attributes for the association”.
Yang terjemahannya adalah : Asosiasi dalam class diagram merupakan sebuah asosiasi yang di perlukan sebagai kelas, sering digunakan untuk mengambil atribut untuk asosiasi”.
2.2.10 Use Cases
2.2.10.1 Pengertian User Goals
Menurut Satzinger (2012, p63), “a technique to identify use cases by determining what specific goals or objectives must be completed by a user”.
Yang terjemahannya adalah : teknik untuk mengidentifikasi kasus penggunaan dengan menentukan apa tujuan atau sasaran tertentu harus diselesaikan oleh pengguna.
2.2.10.2 Pengertian Use Case diagram
Menurut Satzinger (2012, p72), “Use Case diagram is the UML model used to graphically show use cases and their relationships to actors”.
Yang terjemahannya adalah : model UML yang digunakan untuk menunjukkan usecase dan hubungannya pada actor.
2.2.10.3 Pengertian Use Case Description
Menurut Satzinger (2012, p111), “ Use case Description is a textual model that lists and describes the processing details for a use case”.
Yang terjemahannya adalah : model terperinci yang berisi daftar-daftar dan menjelaskan rincian proses secara detail dari use case.
2.2.10.4 Pengertian Actor
Menurut Satzinger (2012, p66), “an external agent, a person or group that interacts with the system by supplying or receiving data”.
Yang Terjemahannya adalah : agen eksternal, seseorang atau kelompok yang berinteraksi dengan sistem dengan menyediakan atau menerima data.
2.2.10.5 Simbol Use Case diagram
Menurut Satzinger, et al (2011, p81), “A simple stick figure is used to represent an actor. The stick figure is given a name that characterizes the role the actor is playing. The use case itself is represented by an oval with the name of the use case inside. The connecting line between the actor and the use case indicates that the actor is involved with the use case. Finally, the automation boundary, which defines the border between the computerized portion of application and the people operating the application, is shown as a rectangle containing the use case. The actor’s communication with the use case crosses the automation boundary.” Yang terjemahannya adalah: Sebuah orang-orangan (stick figure) digunakan untuk mewakili seorang aktor. Orang-orangan diberi nama yang mencirikan peran aktor tersebut. Use case diwakili oleh oval dengan nama use case didalam. Ada sebuah garis yang menghubungkan antara aktor dan use case yang menunjukkan bahwa aktor tersebut terlibat dengan use case tersebut. Terakhir, batas otomatisasi, yang mendefinisikan perbatasan antara bagian komputerisasi aplikasi dan orang-orang yang mengoperasikan aplikasi, ditampilkan dengan bentuk persegi panjang yang berisi use case. Komunikasi aktor dengan use case melintasi batas otomatisasi. 2.2.10.6 Pengertian Activity Diagram for Use Case
Menurut Satzinger (2010, p115), “activity diagram are helpful when the flow of activities for a use case is complex”.
Yang terjemahannya adalah : activity diagram yang bermanfaat ketika aliran kegiatan untuk use case yang bersifat kompleks.
2.2.11 State Chart Diagram
2.2.11.1 Pengertian State Chart Diagram
Menurut Satzinger (2010, p260), “State is a condition during an objects life when it satisfies some criterion, performs some action or waits for an event”.
Yang terjemahannya adalah : State merupakan kondisi dari sebuah objek yang terjadi selama masa hidupnya memenuhi beberapa standar, menjalankan kegiatan atau menunggu suatu peristiwa.
2.2.11.2 Pengertian Pseudostate
Menurut Satzinger (2012, p124), “The starting point of a statechart is a black dot is which is called a pseudostate”.
Yang terjemahannya adalah : titik mulai dari sebuah statechart adalah black dot yang biasa di sebut pseudostate. 2.2.11.3 Pengertian State
Menurut Satzinger (2012, p122), “State is a condition during a objects life when it satisfies some criterion, performs some action, or waits for an event”.
Yang terjemahannya adalah : kondisi dari sebuah objek yang terjadi selama masa hidupnya memenuhi beberapa standar, menjalankan kegiatan, atau menunggu suatu peristiwa.
2.2.11.4 Pengertian Transition
Menurut Satzinger (2012. P 124), “Transition is the movement of an object from one state to another state”.
Yang terjemahannya adalah : Transition merupakan sebuah perubahan objek yang di sebabkan oleh sebuah event dari satu state ke state lainnya.
2.2.11.5 Pengertian Destination state
Menurut Satzinger (2012. P124), “For a particular transition, the state to which an object moves after the completion of a transition”.
Yang terjemahannya adalah : untuk transisi tertentu, keadaan dimana objek bergerak setelah menyelesaikan transisi. 2.2.11.6 Pengertian Origin State
Menurut Satzinger (2012, p124), “for a particular transition, the original state of an object from which the transition occurs”.
Yang terjemahannya adalah : untuk transisi tertentu keadaan semula dari sebuah objek dimana transisi terjadi.
2.2.11.7 Pengertian Message Event
Menurut Satzinger (2012, p124), “Message event is the trigger for a transition, which causes an object to leave its original state”.
Yang terjemahannya adalah : pemicu untuk sebuah transition yang menyebabkan sebuah objek meninggalkan original statenya.
2.2.11.8 Pengertian Guard Condition
Menurut Satzinger (2012, p125), “a true or false test to see whether a transition can fire”.
Yang terjemahannya adalah : sebuah pernyataan benar atau salah untuk melihat apakah sebuah transition dapat di lakukan atau tidak.
2.2.11.9 Pengertian Action Expression
Menurut Satzinger (2012, p125), “a description of the activities performed as part of the transition”.
Yang terjemahannya adalah : sebuah deskripsi dari aktifitas-aktifitas yang akan di tampilkan.
2.2.11.10 Pengertian Concurrency State
Menurut Satzinger (2012, p125), “the condition of being in more than one state at a time”.
Yang terjemahannya adalah : kondisi yang lebih dari satu state pada waktu tertentu.
2.2.11.11 Pengertian Path
Menurut Satzinger (2012, p125), “A path is a sequential set of connected states and transitions”.
Yang terjemahannya adalah : sebuah kumpulan yang berurutan dari states dan transitions yang berhubungan.
2.2.11.12 Pengertian Composite State
Menurut Satzinger (2012, p125), “Composite state is a state containing multiple other state and transitions”.
Yang terjemahannya adalah : sebuah state yang mengandung banyak stage dan transition.
2.2.12 Pengertian CRUD Matrix
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p71 ) , “CRUD Matrix an acronym for Create, Read Report, update and delete, a technique to validate and refine use cases.”
Yang Terjemahannya adalah CRUD Matrix merupakan singkatan untuk Membuat, Baca Laporan, update dan menghapus, teknik untuk memvalidasi dan memperbaiki use case.
2.2.13 System Sequence Diagram
2.2.13.1 Pengertian System Sequence Diagram
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p116 ), “System Sequence Diagram a diagram showing the sequence of message between an external actor and the system during a use case or scenario.” Yang terjemahannya adalah : Sistem Sequence Diagram sebuah diagram yang menunjukkan urutan pesan antara aktor eksternal dan sistem selama kasus penggunaan atau skenario. 2.2.13.2 Pengertian Domain Layer
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p158 ), “Domain Layer the part of a three-layer architecture that contains the programs that implement the business rules and processes.”
Yang terjemahannya adalah : Domain Layer bagian dari arsitektur tiga lapis yang berisi program-program yang mengimplementasikan aturan bisnis dan proses.
2.2.13.3 Pengertian View Layer
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p157 ), “View Layer the part of the three-layer architecture that contains the user interface.”
Yang terjemahannya adalah : View Layer bagian dari arsitektur tiga lapis yang berisi user interface.
2.2.13.4 Pengertian Data Access Layer
Menurut Satzinger et al (2009, p446) data access layer design system sequence diagram menggambarkan sequence diagram dengan menambahkan SQL statements atau biasa disebut dengan data access classes.
2.2.14 Pengertian First-Cut Design Model Class Diagram
Menurut Sazinger, john dan Burn (2009, p413), Fist-cut design diagram dengen memperluas class diagram. Dalam pembuatan first-cut design diagram hal yang harus diperhatikan adalah menguraikan attributes dengan tipe data dan informasi awal serta menambahkan panah navigation.
2.2.15 Pengertian Communication Diagram
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p306), “type of interaction diagram that emphasizes the objects that send and receive messages for a specific use case.”
Yang Terjemahannya adalah : Jenis diagram interaksi yang menekankan objek yang mengirim dan menerima pesan untuk kasus penggunaan tertentu.
2.2.16 Pengertian Package Diagram
Menurut Satzinger et al (2009, p459) Package Diagram pada UML merupakan diagram yang sangat sederhana yang memperbolehkan perancang menggabungkan tiap–tiap class pada suatu grup yang saling berhubungan. Class–class yang ada dipisahkan berdasarkan view layer, domain layer dan data access.
2.2.17 Database
2.2.17.1 Pengertian Database
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p345), “Database an integrated collection of stored data is centrally managed and controlled.”
Yang Terjemahannya adalah : Database merupakan koleksi yang terintegrasi dari data yang tersimpan secara terpusat dan dikendalikan.
2.2.17.2 Primary key and Foreign Key
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p374), “Primary key the key chosen by a database to represent relationships among rows in different tables.”
Yang terjemahannya adalah : Primary key, kunci yang dipilih pada database untuk mewakili hubungan antar baris dalam tabel yang berbeda.
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p374), “Foreign key an attribute that duplicates the primary key of a different (of foreign) table.”
Yang terjemahannya adalah : atribut yang duplikat primary key dari tabel yang berbeda (dari luar negeri).
2.2.17.3 Pengertian SQL
Menurut Connoly dan Begg (2010, p184), “SQL (Structured Query Language) is an example of transform-oriented language, or language designed to use relations to transform inputs into required outputs.”
Yang terjemahannya adalah: SQL(Structured Query Language) adalah contoh dari transform oriented language atau bahasa yang didesain dengan menggunakan relasi untuk mengubah input menjadi output yang diinginkan.
2.2.18 Pengertian Design Network Diagram
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p144), “Design Network Diagram a model that shows how the application is deployed across networks and computers.”
Yang terjemahannya adalah : Design Network Diagram, model yang menunjukkan bagaimana aplikasi ini digunakan di seluruh jaringan dan komputer.
2.2.19 Interface
2.2.19.1 Pengertian Rancangan Formulir
Menurut Mulyadi (2010,p1), Rancangan Formulir adalah sebuah dokumen yang digunakan untuk Merekam Terjadinya Transaksi.
2.2.19.2 Pengertian User Interface
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p173), ”System interfaces that directly a system user.”
Yang terjamahannya adalah : Sistem Interface yang secara langsung menggunakan sistem.
2.2.19.3 Pengertian StoryBoards
Menurut Satzinger et al.(2010, p.546) Storyboard adalah suatu teknik untuk mendokumentasikan rancangan dialog yang menujukkan urutan dari sketsa pada tampilan layar.
2.2.19.4 Pengertian System Output
Menurut Laudon (2010, p46-47), System Output yaitu mentransfer proses informasi kepada orang yang akan menggunakannya atau kepada aktivitas yang akan digunakan.
2.2.19.5 Pengertian System Interface
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p173), “User Interface is input or outputs that require minimal human intervention.”
Yang terjamahannya adalah : User Interface adalah input atau output yang memerlukan intervensi manusia minimal.
2.2.19.6 Pengertian Visual Studio
Menurut Triguna (2012), Visual Studio merupakan aplikasi IDE (Integrated Development Environment) yang digunakan untuk mengembangkan software. Di dalam aplikasi IDE inilah tersedia fitur yang memudahkan pemograman, seperti kompilasi, degugging, peraturan proyek, mengedit antarmuka secara visual, dan lain – lain.
2.2.19.7 Pengertian C#
Menurut Griffiths (2012),C# (dibaca “C Sharp”) merupakan sebuah bahasa pemograman yang di gunakan untuk membangun berbagai macam aplikasi seperti aplikasi desktop, website, games dan phone app yang dapat berjalan dalam. NET Framework. C# programming menyediakan fitur object-oriented dan functional programming.C# juga menyediakan service seperti run-time type checking, exception handling, dan thread management.
2.2.20 System Security and Control
2.2.20.1 Pengertian Integrity Control
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p364), “ a control that rejects invalid data inputs, prevents unauthorized data output, and protects data and programs against accidental or malicious tampering.”
Yang terjemahannya adalah : kontrol yang menolak input data yang tidak valid, mencegah data output yang tidak sah, dan melindungi data dan program terhadap gangguan yang disengaja.
2.2.20.2 Pengertian Security Control
Menurut Satzinger, et al ( 2012, p368), “ a control that protects the assets of an organization from all threats, With a primary focus on external threats.”
Yang terjemahannya adalah : kontrol yang melindungi aset organisasi dari semua ancaman, Dengan fokus utama pada ancaman eksternal.
2.3 Kerangka Pikir