BAB III
DATA PERANCANGAN
3.1 Profil Singkat
Nama perusahaan : DESY COLLECTIONS
Pemilik : Desy Arsyani Ningrum
Bergerak dalam bidang : toko busana/pakaian wanita ( butik ) Alamat : jl. Kapuk raya-cengkareng, jakarta
barat
Berdiri sejak : 3 tahun yang lalu,tepatnya pada bulan September 2008
Untuk kalangan : wanita remaja-dewasa Target pasar : menengah-atas
Produk yang dijual : Macam-macam pakaian wanita seperti:
• Blous
• Dress (long dress dan mini drress) • Celana (jeans panjang dan hotpant) • T-shirt
• Tank-top
Visi dan misi : memberikan pelayanan sebaik mungkin dan mencari pelanggan sebanyak-banyaknya tentu saja dengan memberikan kepuasan tersendiri bagi para calon pelanggan maupun pelanggannya.
3.3 Ref ere nsi Dat a
No Data Sifat data Keterangan kesiapan
1 Desy Collection Primer Profil Sudah
2 Feminim Sekunder Study Sudah
3 Modern Sekunder Study Sudah
4 Teori Logo sekunder Study Sudah
5 Analisa teori • Tipografi • Warna
• Elemen desain
sekunder Sudah
• Logo Butik Gadis
DESKRIPSI
- Butik untuk kalangan remaja, dengan konsep feminin modern.
Komentar
Logo yang simple dan menarik, gabungan font yang sederhana dengan elemen bunga-bunga sangat mewakili dari namanya yaitu “BUTIK GADIS”.
• Logo Butik Prelude DESKRIPSI
- Butik untuk kalangan dewasa, dengan konsep feminin modern.
Komentar
Gabungan font pada logotype ini terlihat simple dan terlihat dinamis.
• Logo butik Novi
DESKRIPSI
- Butik bernuansa feminin klasik untuk kalangan dewasa keatas.
Komentar
Kesan feminin klasik pada logo ini sangat terlihat dari font yang digunakan yaitu font script.
• Logo butik aimee’s batik
DESKRIPSI
- Butik untuk kalangan remaja-dewasa, dengan konsep feminin sporty.
Komentar
Kesan feminin sporty pada logo ini terlihat dari kedinamisan font dengan ornamen yang digunakan.
• Logo butik LHC COUTURE
DESKRIPSI
- Butik untuk kalangan dewasa, dengan konsep feminin maskulin.
Komentar
Kesan feminin maskulin pada logo ini terlihat dari ornamen bunga dan gabungan font script dengan font serif yang digunakan.
6 Media pendukung • Kartu nama • kaos • Shopping bag • Hang tag • Stiker Sekunder Belum 3.4 Pengertian Logo
Sebagai bagian dari identitas suatu perusahaan, logo ibarat bagian tubuh yang mampu mengutarakan isi hati produk atau perusahaan. Dari sisi pemasaran, logo mempunyai fungsi identitas yang membedakan sebuah produk dengan produk lainnya. Kesemuanya itu tak lepas dari hakikat logo itu sendiri, sebagai sebuah karya seni rupa yang biasa berupa dua dimensi atau tiga dimensi. Sebagai karya seni rupa, sebuah logo tidak bisa lepas dari elemen-elemen senirupa dasar yang membentuknya seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll.
Seperti yang dikemukakan oleh John Murphy :
"The successful designer of trademarks and logos needs to have basic intellectual and draftsmanship skills in addition to a sensitivity to the aesthetic elements of design".
Yang berarti, seorang perancang logo dan cap dagang yang sukses, perlu memiliki kepandaian dasar dan keterampilan dalam menggambar dalam hubungannya dengan kepekaan terhadap elemen estetika disain.
Kata logo berasal dari bahasa yunani yaitu logos, yang berarti kata, pikiran, pembicaraan, akal budi. Pada awalnya yang lebih dulu populer adalah logotype, bukan logo. istilah logo baru muncul tahun 1937 dan istilah logo lebih populer dari pada logotype. Pertama kali istilah logotype muncul tahun 1810 – 1840, tulisan nama entitas yang didesain secara khusus.
• Sebagai identitas perusahaan. Untuk membedakan dengan identitas perusahaan lain
• Tanda kepemilikan. Untuk membedakan miliknya dengan milik orang lain • Tanda jaminan kualitas
• Mencegah peniruan / pembajakan
3.5 Anatomi Logo
Perbedaan pemahaman dalam anatomi logo saat ini disebabkan oleh perluasan istilah. Istilah yang digunakan dalam “Taxonomy of Trademarks”karya Per Mollerup yaitu menggunakan picture mark dan letter mark, kiranya cukup memadai untuk menyebutkan elemen gambar dan elemen tulisan pada logo. 1. Picture mark dan letter mark
• Elemen gambar
• Tulisan saling terpisah 2. Picture mark sekaligus letter mark
• Bisa disebut gambar
• Bisa disebut tulisan / saling berbaur 3. Letter mark
• Elemen tulisan saja
3.6 Fenimim Modern
Feminim sendiri menurut para ahli yaitu berasal dari bahasa perancis “femininine” adalah sesuatu yang berkaitan dengan wanita atau perempuan yang mempunyai karakteristik anggun, lemah gemulai dan lembut. Selain itu feminin disini juga dapat diartikan suatu kualitas pada seorang wanita dalam arti yang baik, yaitu sederhana, anggun, penuh kasih sayang, terbuka dan dalam arti buruknya, yaitu lemah, penakut, dan suka berfoya-foya.
Sedangkan, Istilah atau kata modern berasal dari kata latin yang berarti “sekarang ini”. Dalam pemakaiannya kata modern mengalami perkembangan, sehingga berubah menjadi sebuah istilah. Kalau sebuah kata
hanya mengandung makna yang relatif sempit, sedangkan sebuah istilah akan mengandung makna yang relatif lebih luas. Modern sebagai sebuah istilah dalam masyarakat kita sudah mulai familiar.
Istilah modern ini terutama ditujukan untuk perubahan peradaban, yakni dari peradaban yang bersifat telah lama menjadi peradaban yang bersifat baru. Perlu disadari bahwa perubahan peradaban tersebut tidak dilewati begitu saja. Setiap langkah perubahan sering mendatangkan kegoncangan dibidang desain, bidang sosial, bidang politik, ekonomi dan bidang-bidang lainnya.
Berbagai bentuk persiapan untuk melaksanakan perubahan harus direncanakan dengan baik, untuk bagaimana memulainya maupun untuk menghadapi akses yang akan ditimbulkannya di dalam berbagai aspek desain. Tujuannya adalah agar proses perubahan tersebut sesuai dengan harapan serta meminimalisir dampak negatifnya. Dalam proses ini diharapkan dapat menemukan tujuan dan manfaat yang efektif dan efesien terhadap desain yang akan ditentukan.
3.7 Tipografi
Typografy berasal dari kata "tipos" (huruf), "grafos" (gambar atau cukilan), dan "Fz atau Phy" (Ilmu Pengetahuan). Jadi tipografi adalah pengetahuan yang mempelajari tentang huruf. Tipografi atau huruf mempunyai peranan yang penting dalam desain grafis. Huruf sangat berperan penting dalam keberhasilan suatu bentuk seni komunikasi visual. Tipografi bukan hanya bagian kecil dalam dunia desain karena tipografi juga mampu untuk menjadi inti gagasan dalam komunikasi visual. Karena besar peranannya maka seorang desainer harus mengerti tentang tipografi.
Ada beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig, antara lain sbb :
1. Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang
kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.
2. Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.
3. SansSerif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.
4. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.
5. Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
3.7.1 Berkomunikasi dengan tipografi
Komunikasi terbangun oleh bahasa, dan bahasa didirikan oleh struktur-struktur yang merupakan susunan dari kata-kata dan elemen terkecil dari semua itu adalah tulisan yang mudah dibaca atau dimengerti dan merupakan rangkaian-rangkaian kode atau simbol yang ditampilkan dalam bentuk huruf-huruf. huruf merupakan bagian terkecil dari struktur bahasa tulis dan merupakan elemen dasar untuk membangun sebuah kata atau kalimat. Rangkaian huruf dalam sebuah kata atau kalimat bukan saja dapat memberikan suatu makna yang mengacu kepada sebuah objek ataupun gagasan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyuarakan suatu citra ataupun kesan secara visual. Huruf memiliki perpaduan nilai fungsional dan nilai estetika.
Typeface atau sering disingkat type yang berarti jenis huruf dalam komunikasi visual digunakan untuk membuat hierarki atau prioritas pembacaan.
3.8 Hirarki Visual
Dalam suatu publikasi sering kali diperlukan hierarki dalam penyusunan type. Tidak ada aturan baku dalam penyusunan tersebut karena dalam grafis modern senantiasa digali kemungkinan-kemungkinan baru yang lebih menantang serta dapat menarik perhatian responden atau target. Namun demikian, susunan hierarki tetap masih harus ada. Hanya saja hierarki itu perlu disusun berdasarkan alasan yang berbeda-beda hingga membentuk prioritas pembacaan. Hierarki visual disusun oleh tiga hal, yaitu : ukuran font, huruf kapital, dan jenis huruf.
3.9 Legibility dan Readibility
Legibility adalah tingkat kemudahan mata mengenali suatu tulisan tanpa harus
bersusah payah. Hal ini bisa ditentukan oleh:
1. Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan sebagainya.
2. Penggunaan warna
3. Frekuensi pengamat menemui huruf tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Keterbacaan / readability adalah tingkat kenyamanan suatu susunan huruf
saat dibaca, yang dipengaruhi oleh: 1. Jenis huruf
2. Ukuran
3. Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, kerning, perataan, dan sebagainya
Jika digabungkan kedua hal tersebut maka akan ada kontribusi solusi penggunaan ilmu tipografi dalam membentuk komunikasi visual secara lebih baik.
3.10 Font Family
Font Family erat kaitannya dalam membuat hierarki visual dengan penggunaan tipeface berlebih. Hal ini bisa dilakukan karena jenis font adalah mirip atau mempunyai kesamaan tertentu. Perubahan berat dari struktur bentuk dasar huruf terletak pada perbandingan antara tinggi dari huruf yang tercetak dengan lebar stroke. Bila ditinjau dari berat huruf, maka anggota dari keluarga huruf ini dapat dibagi menjadi tiga kelompok pokok, yaitu: light, regular dan
bold. Secara lengkap dibagi menjadi lima kelompok, yaitu: light, regular, semibold, bold dan Black. Setiap anggota keluarga huruf baik light, regular,
dan bold memiliki kesamaan ciri fisik, namun dengan tampilnya perbedaan berat dapat memberikan dampak visual yang berbeda.
Seperti contoh, huruf bold karena ketebalannya memiliki potensi yang kuat dalam menarik perhatian mata. Biasanya kelompok huruf bold ini banyak sekali digunakan untuk judul (headline) sebuah naskah, baik untuk iklan, poster, maupun media terapan lainnya.
3.10.1 Tipografi Mikro
Adalah ilmu tipografi yang menyangkut tampilan visual rancangan huruf secara mendasar, seperti desain tata letak serta eksekusi-eksekusi visual yang terdiri dari perhitungan besar huruf, leading, dan kerning.
3.10.2 Tipografi Makro
Adalah ilmu tipografi yang menyangkut kepada pengintegrasian permasalahan strategi kreatif dari konsep desain, filosofi, kaitan huruf dengan sejarah, sasaran khalayak, serta penggunaan huruf sebagai sebuah solusi komunikasi.
Pemahaman tentang warna dibagi dalam dua bagian berdasarkan sifat warna antara lain sebagai berikut :
• Warna menurut ilmu Fisika
Adalah sifat cahaya yang bergantung dari panjang gelombang yang dipantulkan benda tersebut. Benda yang memantulkan semua panjang gelombang terlihat putih, benda yang sama sekali tidak memantulkan terlihat hitam. Dispersi terjadi apabila sinar matahari melalui prisma kaca yang berbentuk spektrum dan kecepatan menjalarnya tergantung pada panjang gelombangnya. Warna utama dari cahaya atau spektrum adalah biru, kuning dan merah dengan kombinasi-kombinasi yang dapat membentuk segala warna.
• Warna menurut ilmu Bahan
Adalah sembarang zat tertentu yang memberikan warna. Pigmen memberikan warna pada tumbuh-tumbuhan, hewan, juga pada cat, plastik dan barang produksi lainnya kecuali pada tekstil yang menggunakan istilah zat celup untuk mewarnainya. Suatu pigmen berwarna khas karena menghisap beberapa panjang gelombang sinar dan memantulkan yang lain. Pigmen banyak digunakan dalam industri, misalnya plastik, tinta karet dan lenolum.
Sebagai bagian dari elemen logo, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari logo tersebut. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Lebih lanjut dikatakan oleh Henry Dreyfuss, bahwa warna digunakan dalam simbol-simbol grafis untuk mempertegas maksud dari simbol-simbol tersebut. Sebagai contoh adalah penggunaan warna merah pada segitiga pengaman, warna-warna yang digunakan untuk traffic light merah untuk berhenti, kuning untuk bersiap-siap dan hijau untuk jalan. Dari contoh tersebut ternyata pengaruh warna mampu memberikan impresi yang cepat dan kuat.
Kemampuan warna menciptakan impresi, mampu menimbulkan efek-efek tertentu. Secara psikologis diuraikan oleh J. Linschoten dan Drs. Mansyur tentang warna sbb: Warna-warna itu bukanlah suatu gejala yang hanya dapat diamati saja, warna itu mempengaruhi kelakuan, memegang peranan penting dalam penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya kita akan bermacam-macam benda.
Dari pemahaman diatas dapat dijelaskan bahwa warna, selain hanya dapat dilihat dengan mata ternyata mampu mempengaruhi perilaku seseorang, mempengaruhi penilaian estetis dan turut menentukan suka tidaknya seseorang pada suatu benda. Berikut kami sajikan potensi karakter warna yang mampu memberikan kesan pada seseorang sbb:
• Hitam, sebagai warna yang tertua (gelap) dengan sendirinya menjadi lambang untuk sifat gulita dan kegelapan (juga dalam hal emosi).
• Putih, sebagai warna yang paling terang, melambangkan cahaya, kesulitan dsb.
• Abu-abu, merupakan warna yang paling netral dengan tidak adanya sifat atau kehidupan spesifik.
• Merah, bersifat menaklukkan, ekspansif (meluas), dominan (berkuasa), aktif dan vital (hidup).
• Kuning, dengan sinarnya yang bersifat kurang dalam, merupakan wakil dari hal-hal atau benda yang bersifat cahaya, momentum dan mengesankan sesuatu.
• Biru, sebagai warna yang menimbulkan kesan dalamnya sesuatu (dediepte), sifat yang tak terhingga dan transenden, disamping itu memiliki sifat tantangan.
• Hijau, mempunyai sifat keseimbangan dan selaras, membangkitkan ketenangan dan tempat mengumpulkan daya-daya baru.
Dari sekian banyak warna, dapat dibagi dalam beberapa bagian yang sering dinamakan dengan sistem warna Prang System yang ditemukan oleh Louis Prang pada 1876 meliputi :
• Hue, adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan nama dari suatu warna, seperti merah, biru, hijau dsb.
• Value, adalah dimensi kedua atau mengenai terang gelapnya warna. Contohnya adalah tingkatan warna dari putih hingga hitam.
• Intensity, seringkali disebut dengan chroma, adalah dimensi yang berhubungan dengan cerah atau suramnya warna.
Selain Prang System terdapat beberapa sistem warna lain yakni, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System.
Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika.
3.12 Elemen-elemen Desain 1. Garis
Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis.
Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi senirupa garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya senirupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.
Pentingnya garis sebagai elemen senirupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai
media ekspresi senirupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12 – 10 SM) yang berupa goresan-goresan. Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi.
Suasana dalam garis
Dalam hubungannya sebagai elemen senirupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ‘S’, atau yang sering disebut ‘line of beauty’ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentuk-bentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut.
Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan.
Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya :
• Horizontal : Memberi sugesti ketenangan
atau hal yang tak bergerak.
• Vertikal : Stabilitas, kekuatan atau
kemegahan.
• Diagional : Tidak stabil, sesuatu yang
• Lengkung S : Grace, keanggunan.
• Zig-zag : Bergairah, semangat, dinamika
atau gerak cepat.
• Bending up right : Sedih, lesu atau kedukaan. • Diminishing Perspective : Adanya jarak,
kejauhan, kerinduan, dsb.
• Concentric Arcs : Perluasan, gerakan
mengembang, kegembiraan dsb.
• Pyramide : Stabil, megah, kuat atau
kekuatan yang masif.
• Conflicting Diagonal : Peperangan, konflik, kebencian
dan kebingungan.
• Spiral : Kelahiran atau generative
forces.
• Rhytmic horizontals : Malas, ketenangan yang
menyenangkan.
• Upward Swirls : Semangat menyala, berkobar-
kobar, hasrat yang tumbuh.
• Upward Spray : Pertumbuhan, spontanitas,
idealisme.
• Inverted Perspective : Keluasan tak terbatas,
kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.
• Water Fall : Air terjun, penurunan yang
berirama, gaya berat.
• Rounded Archs : Lengkung bulat mengesankan
kekokohan.
• Rhytmic Curves : Lemah gemulai, keriangan. • Gothic Archs : Kepercayaan dan religius. • Radiation Lines : Pemusatan, peletupan atau
letusan.
Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk symbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang
penggunaannya sebagai elemen symbol. Penggunaan garis sebegai elemen symbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 – 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan symbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi. Dalam perkembangan selanjutnya bentuk-bentuk simbol ini banyak dipergunakan dalam perancangan logo dalam upayanya agar mudah diingat dan mempunyai daya komunikasi yang baik.
2. Bentuk
Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, bisa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elip dsb. Pada proses perancangan logo, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris merupakan simbol yang bisa membawa nilai emosional tertentu. Hal tersebut biasa dipahami, karena pada bentuk atau rupa mempunyai muatan kesan yang kasat mata. Seperti yang diungkapkan Plato, bahwa rupa atau bentuk merupakan bahasa dunia yang tidak dirintangi oleh perbedaan-perbedaan seperti terdapat dalam bahasa kata-kata. Namun teori Plato tersebut tidaklah mesti berlaku semestinya. Ada aspek lain yang mengakibatkan bahasa bentuk tidak selalu efektif. Seperti penerapan bentuk-bentuk internasional dengan target sasaran tradisional atau sebaliknya. Dengan kata lain, bila target sasaran tidak terbiasa dengan bahasa kasat mata tradisional, pergunakan bahasa kasat mata internasional demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh adalah bila kita merancang logo armada angkatan bersenjata republik Tanzania misalnya, kurang lazim bila kita memilih bentuk keris atau mandau sebagai elemen penunjang dalam logo tersebut, karena bentuk keris dan mandau kurang atau bahkan tidak dikenal oleh rakyat Tanzania.
Dari contoh diatas, kemudian muncul teori tentang frame of reference (kerangka referensi) dan field of reference (lapangan pengalaman) yang menjelaskan bahwa penerimaaan suatu bentuk pesan, dipengaruhi oleh
beberapa aspek yakni panca indra, pikiran serta ingatan. Jadi seperti contoh masalah diatas, bentuk logo tersebut akan lebih efektif dan komunikatif bila ditujukan pada angkatan bersenjata Republik Indonesia, dan tidak dengan Republik Dominika karena mereka tidak memiliki frame of reference dan field of reference tentang keris atau mandau dalam ingatan mereka.
Berikut ada beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung.
1. Segitiga, merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambing dari raga, pikran dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai simbol feminitas dan dalam huruf Hieroglyps segitiga menggambarkan bulan.
2. Yin Yang, merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figure geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jeapng disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan Yin melambangkan kegelapan, Yang melambangkan nirwana Yin melambangkan dunia, Yang sebagai matahari Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan.
Karakter Bentuk dan hubungannya dengan kepribadian:
Stabil, diam, kokoh, keunggulan teknis, formal, kejujuran, integritas
stabil, megah, teguh, kekuatan, gunung, harapan, terarah progres, sukses, sejahtera
Dinamis, bergerak, kecepatan, berulang, kualitas, dapat diandalkan, sempurna, semesta.
3. Ruang atau Space
Ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman, sehingga terasa jauh-dekat, tinggi-rendah tampak melalui penglihatan.Ruang dalam memang tidak terlihat, tetapi dapat menjadi nyata dengan adanya benda-benda serta permuaan yang membatasi dan menegaskannya (misalnya; patung, pelukis dengan prinsip perspektif).
4. Tekstur atau Texture
Adalah sifat dan kuwalitas fisik dari permukaan suatu bahan. (berkilau, pudar, kasar, kusam) yang dapat diaplikasikan secara kontras serasi, atau berupa pengulangan-pengulangan untuk suatu desain.
1) Kartu Nama
Kartu nama adalah suatu elemen penting bagi pelaku bisnis. Kartu Nama dalam bisnis berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan perusahaan atau bisnis kita pada orang lain.
Berbentuk kartu kecil yang dicetak dan biasanya berisikan data seperti nama pribadi atau nama bisnis, alamat, nomor telepon serta alamat website jika ada.
Spesifikasi:
o Ukuran: 9 x 5 cm
o Bahan: art carton 260 gram
o Teknik cetak: Digital printing + Laminating glossy
2) Hang Tag
Hang tag berguna untuk label dari merk produk kepunyaan atau bisa dikatakan label dari merk produk yang dijual pada DESY COLLECTION.
Spesifikasi:
o Ukuran: 5 x 8 cm
o Bahan: Art carton 260 gram
o Teknik cetak: Digital printing + Laminating glossy
3) Shopping Bag
Shopping bag adalah tas yang terbuat dari bahan plastik atau kertas kuat dengan pegangan yang biasa digunakan untuk mengangkut barang setelah belanja.
Spesifikasi:
o Ukuran: 30 x 10 x 30 cm
o Bahan: Coated paper 170 gram
o Teknik cetak: Digital printing + Laminating Dop
Kaos adalah Pakaian sederhana ringan untuk tubuh bagian atas, biasanya lengan pendek [T - shirt disebut demikian karena bentuknya]. Sebuah T-shirt biasanya tanpa kancing dan kerah, dengan leher bulat dan lengan pendek. Busana ini bisa dikenakan oleh siapa saja. T-shirt ini akan digunakan untuk seragam karyawan dibutik DESY COLLECTION tsb.
Spesifikasi:
o Ukuran: All size o Bahan: Combet 30s o Teknik Cetak: Sablon
5) Cuting Sticker
Stiker adalah Pelekat atau tempelan. Tempelan : tempat menempelkan ( klan dan sebagainya ) barang yang ditempelkan. Stiker atau gambar tempel adalah gambar pada kertas perekat yang dapat diletakkan pada benda lain (kertas, kaca, kin, dan sebagainya).
Spesifikasi:
o Ukuran: 10 cm x 3 cm
o Bahan: 3M dilapisi masking tape o Teknik Cetak: Mesin Cuting