• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia juga memiliki berbagai macam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia juga memiliki berbagai macam"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Indonesia merupakan Negara yang majemuk, yaitu Indonesia memiliki berbagai macam ras, suku bangsa, agama, golongan dan budaya. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia juga memiliki berbagai macam kemampuan berbahasa. Baik itu bahasa daerah maupun bahasa asing. Salah satu bahasa asing yang berkembang pesat di Indonesia adalah bahasa Arab. Bahasa Arab dapat berkembang pesat di Indonesia karena bahasa Arab merupakan bahasa Al-quran, al-quran merupakan kitab suci umat islam, dan agama mayoritas masyarakat Indonesia adalah agama islam.

Bahasa sangat berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Sebab bahasa adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan, baik secara lisan maupun secara tulisan. sebagai makhluk sosial manusia tidak bisa hidup sendiri. Dalam kehidupannya manusia membutuhkan interaksi dengan sesamanya. Salah satu media yang sesuai untuk berinteraksi adalah bahasa. karena bahasa begitu penting dalam kehidupan, saat ini bahasa termasuk ke dalam ilmu pengetahuan yang dipelajari diberbagai lembaga pendidikan. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bahasa disebut linguistik.

Interaksi yang dilakukan manusia menggunakan media bahasa akan menghasilkan suatu bunyi bahasa. Bunyi bahasa adalah suatu bunyi yang di dihasilkan dari alat ucap manusia. Bunyi bahasa dalam ilmu linguistik disebut dengan fonologi. Fonologi merupakan salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari bunyi bahasa.

(2)

Kehidupan sehai-hari manusia tidak akan bisa terlepas dari aktifitas membaca. Untuk mendapatkan berbagai informasi, salah satunya adalah degan cara membaca. Baik itu membaca buku, koran, majalah maupun media sosial. Meskipun demikian tidak sedikit kesalahan yang dilakukan dalam aktifitas membaca. Kesalahan yang sering terjadi pada aktifitas membaca adalah kesalahan pengucapan baik dalam membaca teks bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Salah satu bahasa asing yang sering terjadi kesalahan pengucapan dalam aktifitas membacanya adalah bahasa Arab.

Dalam pembelajaran membaca bahasa Arab (qiraah) seringkali terjadi kesalahan pengucapan atau disebut juga dengan kesalahan fonologi. Berdasarkan hasil observasi yang dilaksanakan di kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan kesalahan fonologi dalam bahasa Arab berupa pengucapan huruf ا dan huruf ع, huruf ,ش ,س ,ث dan ص yang seringkali diucapkan sama padahal pengucapannya berbeda (Observasi:08 Agustus 2019). Cara pengucapan huruf seperti ini dalam bahasa Arab juga disebut dengan makharijul huruf.

Kesalahan-kesalahan fonologi tersebut juga dipengaruhi oleh ketidak biasaan siswa dalam berbicara menggunakan bahasa Arab. Mereka sudah terbiasa menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa daerah yang pada umumnya tidak memiliki aturan secara rinci dalam pengucapannya (Wawancara guru:08 Agustus 2019).

Untuk meguasai bahasa Arab dengan baik dan benar, kita harus dapat membaca huruf-huruf dan tulisan Arab terlebih dahulu, karena membaca

(3)

merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai dalam mempelajari sebuah bahasa. Sebagai orang non-Arab, tentunya membaca teks Arab tidak semudah kita membaca huruf latin. Bentuk huruf dan tata bunyinya yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia yang menggunakan huruf latin menyebabkan beberapa kesalahan sering terjadi saat kita membaca teks bahasa Arab, termasuk kesalahan fonologi atau kesalahan dalam pelafalan atau menuturkan setiap huruf yang merupakan lambang bunyi itu sendiri (Sari R, 2016:1-76).

Tidak hanya itu, peran guru juga sangat berpengaruh dalam penguasaan bahasa Arab oleh siswa. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru untuk meminimalisir kesalahan fonologi yang sering dilakukan oleh siswa adalah poin terpenting yang harus dilakukan guru dalam pembelajaran bahasa Arab.

Kesalahan dalam pengucapan huruf dapat berpengaruh pada makna semantik. Contohnya pada kalimat لمعلا (perbuatan) yang dibaca لملاا (berharap). Contoh lainnya seperti kata نيملاعلا (seluruh alam) sering dibaca

ا ﻵ

نيمل (kepedihan). Maka sangat jelas bahwa unsur bunyi dalam bahasa arab menjadi sangat penting untuk dipelajari dengan maksud agar pengucapan huruf bahasa arab sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan (lathifah, dkk., 2017: 174-184).

Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk melakukan kajian kesalahan fonologi yang terjadi pada siswa keas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan dalam membaca teks bahasa Arab, dengan penelitian yang berjudul “Analisis Kesalahan Fonologi dalam Keterampilan Membaca Teks Bahasa Arab Siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan”.

(4)

B. Identifikasi Masalah

Dari latar belakang yang telah ditulis, peneliti memberikan identifikasi masalah yang akan dijadikan bahan penelitian yaitu:

1. Bentuk-bentuk kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa.

2. Bentuk upaya guru dalam meminimalisir kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa.

C. Batasan masalah

Karena adanya keterbatasan, baik tenaga, dana, dan waktu, dan supaya hasil penelitian lebih terfokus, maka peneliti memfokuskan penelitian ini pada:

1. Kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan pada bagian makharijul huruf. 2. Upaya guru dalam meminimalisir kesalahan fonologi dalam keterampilan

membaca bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apa saja bentuk kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan?

2. Bagaimana upaya guru untuk meminimalisir kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan?

(5)

E. Tujuan Penelitian

Sebagaimana rumusan masalah yang sudah dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bentuk-bentuk kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan.

2. Untuk mengetahui upaya-upaya yang dilakukan guru untuk meminimalisisr kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Solok Selatan.

F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Secara Teoritis

Penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan keterampilan membaca bahasa Arab siswa, yaitu dengan meminimalkan kesalahan-kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab.

2. Manfaat Secara Praktis a. Bagi Siswa

Siswa dapat mengetahui kesalahan-kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca. Diharapkan siswa tidak menggulang kesalahan yang sama dalam membaca teks bahasa Arab selanjutnya.

b. Bagi Guru

Memberikan informasi tentang kesalahan-kesalahan fonologi siswa dalam membaca teks bahasa Arab. Diharapkan guru dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan siswa dalam membaca teks bahasa Arab.

(6)

1. Fonologi

Secara etimologi, kata fonologi berasal dari gabungan kata fon yang berarti “bunyi” dan logi yang berarti “ilmu”. Sebagai sebuah ilmu fonologi lazim diartikan sebagai bagian dari kajian linguistik yang mempelajari, membahas, membicarakan, dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat-alat ucap manusia (Noviastuti, dkk, 2017:14).

Saussure (1959: 122) mendefenisikan fonologi sebagai studi tentang bunyi-bunyi bahasa manusia, bunyi yang dimaksud adalah bunyi yang terdengar berbeda oleh telinga dan yang mampu menghasilkan satuan-satuan akustik yang tidak terbatas dalam rangkaian ujaran bahasa (Yendra, 2018: 64).

(7)

1. Kesalahan fonologi

Fonologi adalah bidang dalam linguistic yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya (Alwi, dkk., 2007:320). Sesuai dengan bidang itu, menurut Pateda (1989) kesalahan berbahasa pada daerah fonologi adalah kesalahan berbahasa yang terkait dengan penggunaan fonem dan ejaan. Kesalahan yang dimaksud diantaranya terkait dengan pelafalan dan penulisan bunyi bahasa. Kesalahan pada daerah fonologi adalah kesalahan yang berhubungan dengan pelafalan dan penulisan bunyi bahasa (Markhamah, Sabardila., 2014: 69).

Kesalahan fonologis merupakan salah satu bentuk kesalahan yang termasuk ke dalam taksonomi linguistik. Kesalahan tersebut terjadi pada tataran bunyi, baik pada level kata, frasa, klausa atau kalimat. Kesalahan pada aspek fonologi terjadi dalam penggunaan bahasa lisan, baik secara produktif (berbicara) maupun reseptif (mendengar) (Lathifah, dkk, 2017:174-184).

2. Membaca

Menurut Anderson (1972) membaca dari segi linguistik adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi (a recording and decoding rosess), Sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis (written word) dengan makna bahasa lisan yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna (Tarigan, 2015:7).

(8)

H. Penelitian terdahulu 1. Sholehah (2017)

Dengan skripsinya yang berjudul “Analisis Kesalahan Makhorijul Huruf dalam Kemampuan Membaca pada Pembelajaran Bahasa Arab Siswa kelas VII MTs Nurul Ishlah Gegelang Lombok Barat Tahun Pelajaran 2016/2017”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan pengamatan peneliti, hasil penelitian dalam skripsi ini menunjukkan bahwa para siswa mempunyai kesalahan/kesulitan pada makhraj al-halaq (tenggorokan) dalam kemampuan membaca pada pengucapan/bunyi huruf ح ,خ dan ه, sering diucapkan “ه” atau “h” (bahasa Indonesia). Kemudian kesalahan/kesulitan pengucapan huruf pada al-lisan (lidah) dalam kemampuan membaca pada pengucapan huruf ,ذ ,ص dan ز. Pada bunyi ذ dan ز, para siswa pada umumnya mengucapkan dengan bunyi “ز” atau “z” (bahasa Indonesia) dan ص cenderung diucapkan huruf “س” atau “s” (bahasa Indonesia).

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian ini meneliti tentang analisis kesalahan makharijul huruf saja tanpa berhubungan dengan fonologi. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah tentang analisis kesalahan fonologi.

2. Utami (2015)

Dengan skripsinya yang berjudul “Analisis Kesalahan Berbahasa Arab Siswi MTs Multilingual Kelas VIII Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2014/2015”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan

(9)

data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan pengamatan peneliti, hasil penelitian dalam skripsi ini menunjukkan bahwa bentuk kesalahan berbahasa ada 4, yaitu kesalahan fonologi, kesalahan morfologi, kesalahan sintaksis dan kesalahan semantik. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi kesalahan adalah meningkatkan motivasi berbahasa Arab bagi guru, musyrifah dan siswa. Selain itu juga mengadakan islah al lugah.

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian ini meneliti tentang kesalahan berbahasa yang mencakup kesalahan fonologi, kesalahan morfologi, kesalahan sintaksis dan kesalahan semantic. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah tentang analisis kesalahan fonologi saja. 3. Ekayanti, dkk.

Dengan penelitiannya yang berjudul “Analisis Kesalahan Makharijul Huruf dalam Kemampuan Membaca Kalimat Sederhana pada Pembelajaran Bahasa Arab Siswa kelas X IPA SMA Muhammadiyah 1 Unismuh Makassar”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan pengamatan peneliti, hasil penelitian dalam artikel ini menunjukkan bahwa kesalahan siswa dalam pengucapan makharijul huruf 357. Kesalahan-kesalahan terdiri dari kesalahan pada pengucapan yang tidak sesuai dengan Al-Jauf (Rongga Mulut) berada pada kategori sangat rendah, yaitu satu kesalahan dari keseluruhan kesalahan 357 siswa dengan persentase 0,28%. Dan faktor yang menyebabkan kesalahan tersebut adalah siswa belum mampu membedakan antara bunyi satu huruf dengan huruf yang lainnya dan belum terbiasa mengucapkan huruf yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

(10)

Perbedaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah penelitian ini menganalisis tentang kesalahan mkharijul huruf dalam membaca kalimat sederhana. Sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah menganalisis tentang kesalahan fonologi dalam keterampilan membaca bahasa Arab.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam pasal 4 ayat (6) Penetapan Presiden Nomor 6 tahun 1959 (disempurnakan) dan pasal 5 sub b Peraturan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi

SMS Gateway merupakan perangkat hardware dan software yang menghubungkan penerima dengan SMSC, SMS Gateway berada diluar sistem operator, biasanya dibuat oleh

Hubungan Dimensi Cangkang dan Berat Kerang Totok Polymesoda erosa (Bivalvia: Corbiculidae) dari Segara Anakan Cilacap. Prosiding Seminar

Yang dimaksud dengan jenis penilaian adalah berbagai tagihan yang harus dikerjakan oleh murid setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu jenis penilaian

Efisiensi reduksi pada ketinggian medium filter 50 cm adalah yang paling besar karena jumlah mikroba denitrifikasi dalam media biofilter lebih banyak secara kuantitas dibandingkan

Juga, ketika Anda menaruh bahan sarang dalam sangkar, baik ayam dan ayam akan rusak materi, tetapi ayam akan menyelipkan materi di bawah sayap mereka untuk membawa mereka ke kotak

Plagiat di kalangan mahasiswa khususnya memunculkan ekspetasi bahwa negara ini tidak akan bisa maju, karena yang muda saja yang seharusnya masih bersih dari

Deduktif , yaitu berangkat dari dasar-dasar pengertian yang umum, proposisi yang bersifat umum yang berlaku secara umum dan meneliti persoalan-persoalan menuju kepada kesimpulan