KAJIAN KONSUMSI NUTRIEN PADA BERBAGAI JENIS
BURUNG KENARI (Serinus canaria)
RUMAWATI NINGSIH
DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN
SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Kajian Konsumsi Nutrien Pada Berbagai Jenis Burung Kenari (Serinus canaria) adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.
Bogor, Januari 2015
Rumawati Ningsih NIM D24090128
ABSTRAK
RUMAWATI NINGSIH. Kajian Konsumsi Nutrien Pada Berbagai Jenis Kenari (Serinus canaria). Dibimbing oleh RITA MUTIA dan DWI MARGI SUCI.
Burung kenari adalah salah satu burung kicau yang memiliki keindahan warna bulu, suara kicauan yang merdu dan khas serta kelincahannya dapat memberikan hiburan bagi pemiliknya. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi nutrien dan konsumsi pakan dari berbagai jenis burung kenari. Burung kenari yang digunakan sebanyak 24 ekor ( 9 kenari postur, 11 kenari warna dan 5 kenari suara) pejantan umur 1 tahun. Pakan diberikan setiap pagi hari, yang terdiri dari campuran canary seed (62.5 %), biji sawi (12.5 %), biji niger (12.5 %), dan millet putih (12.5 %) yang diperoleh dari poultry shop di Bogor. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan peubah yang diamati adalah konsumsi pakan (g– bobot badan) dan persentase konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pakan burung kenari dewasa pejantan umur satu tahun mempunyai rataan konsumsi sebesar 0.26 per gram bobot badan dengan rataan bobot badan 24.74 gram. Konsumsi protein kasar burung kenari sebesar 13.13 %, konsumsi lemak mempunyai sebesar 4.57 %, konsumsi serat sebesar 7.52 %, konsumsi kalsium mempunyai sebesar 0.98 %, konsumsi phospor sebesar 0.60 % dan konsumsi Gross Energy sebesar 3257.75 kkal/gram. Perbandingan konsumsi pakan dan konsumsi air minum burung kenari mencapai 1 : 2 dengan rataan konsumsi air minum burung kenari sebesar 15.73 ml -ekor- hari ± 5.37 ml- ekor- hari sehingga pakan yang digunakan sudah memenuhi kebutuhan nutrisi burung kenari.
Kata kunci: burung kenari, konsumsi, nutrisi, pakan.
ABSTRACT
RUMAWATI NINGSIH. Study Consume Nutrient At Various Type Of Canary. (Serinus canaria). Supervised by RITA MUTIA and DWI MARGI SUCI.
Canary is one of the chirp bird owning the beauty of fur colour, typical and dulcet chirp voice and also its mobility so that can give entertainment amusement to its owner. Especial target of this research is to know nutrient consumption and consumption of feed from various canary type. Used canary counted 24 masculine tail ( 9 postur canary, 11 colour canary and5 song canary) of age 1 year. Canary feed consist of mixture of canary seed (62.5 %), mustard seed (12.5 %), seed of nige (12.5 %)r, and white millet (12.5 %) which obtained from shop poultry in Bogor. Data analysis use descriptive method with perceived by feed consume (g -ekor -body wight) and percentage consume nutrient to consumption of feed. Result of research indicate that consumption of feed adult canary’s male old age one year have consume equal average to 25.59 ± 6.70 % from body wight with body wight average 24.74 gram. Protein consumption of canary equal to 13.13 %, fat consumption have equal to 4.75 %, fibre consumption equal to 7.52 %, calcium consumption have equal to 0.98 %, consumption of phospor equal to 0.60 % and Gross consumption of Energy equal to 3257.75 kkal- gram. Comparison of consumption of feed tired canary drinking water consumption and 1 : 2 with consume canary drinking water average equal to 15.73 ml - ekor - day ± 5.37 ml - ekor - day so that used feed have fulfilled requirement of canary bird nutrition.
Skripsi
sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan
pada
Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan
KAJIAN KONSUMSI NUTRIEN PADA BERBAGAI JENIS
BURUNG KENARI (Serinus canaria)
RUMAWATI NINGSIH
DEPARTEMEN ILMU NUTRISI DAN TEKNOLOGI PAKAN FAKULTAS PETERNAKAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
Judul Skripsi : Kajian Konsumsi Nutrien Pada Berbagai Jenis Burung Kenari (Serinus canaria)
Nama : Rumawati Ningsih NIM : D24090128
Disetujui oleh
Dr. Ir. Rita Mutia, M. Agr. Pembimbing I
Ir. Dwi Margi Suci, MS. Pembimbing II
Diketahui oleh
Prof. Dr. Ir. Panca Dewi M. H. KS, MSi Ketua Departemen
PRAKATA
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas segala karunia-Nya sehingga karya ilmiah ini berhasil diselesaikan. Judul yang dipilih dalam penelitian ini ialah Kajian Konsumsi Nutrien Pada Berbagai Jenis Burung Kenari.
Skripsi ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Desember 2013 sampai januari 2014. Burung kenari adalah salah satu burung kicau yang memiliki keindahan warna bulu, suara kicauan yang merdu dan khas serta kelincahannya dapat memberikan hiburan bagi pemiliknya. Biji-bijian merupakan pakan utama burung kenari. Biji-bijian yang digunakan dalam pakan penelitian terdiri dari canary seed, millet putih, biji sawi dan biji niger. Sebagian besar biji-bijian yang digunakan merupakan biji-bijian impor. Penelitian ini mengkaji pakan burung kenari yang digunakan untuk menghitung konsumsi nutrien dan konsumsi pakan berdasarkan kebutuhan burung kenari.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.
Semoga karya ilmiah ini bermanfaat.
Bogor, Januari 2015
DAFTAR ISI DAFTAR TABEL xi DAFTAR LAMPIRAN xi PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Tujuan Penelitian 1 Manfaat Penelitian 1 METODE Bahan 2 Alat 3
Prosedur Analisis Data 3
HASIL DAN PEMBAHASAN 5 Hasil 5
Pembahasan 5
Karakteristik Burung Kenari 5
Identifikasi Pakan Burung Kenari 12
Konsumsi Pakan Burung Kenari Yang Diberi Pakan Perlakuan 13
Konsumsi Nutrien Burung Kenari Dari Pakan Penelitian 15
SIMPULAN DAN SARAN 20 Simpulan 21
Saran 21
DAFTAR PUSTAKA 21
DAFTAR TABEL
1. Tabel 1 Jenis Kenari Yang Digunakan Dalam Penelitian 2
2. Tabel 2 Komposisi Pakan Utama 2
3. Tabel 3 Jenis Vitamin Yang Digunakan 3
4. Tabel 4 Gambar Dan Karakteristik Burung Kenari 5
5. Tabel 5 Konsumsi Pakan Burung Kenari Postur 14
6. Tabel 6 Konsumsi Pakan Burung Kenari Warna 14
7. Tabel 7 Komposisi Pakan Burung Kenari Suara 14
8. Tabel 8 Konsumsi Nutrien Pada Burung Kenari 15
9. Tabel 9 Konsumsi Nutrien Pada Burung Kenari Postur 16
10. Tabel 10 Konsumsi Nutrien Pada Burung Kenari Warna 16
11. Tabel 11 Konsumsi Nutrien Pada Burung Kenari Suara 17
12. Tabel 12 Rataan Konsumsi Pakan (g- ekor- hari) Terhadap Rataan Bobot
Badan, Rataan Konsumsi Pakan (per gram BB) Terhadap Rataan Bobot
Badan, Rataan Konsumsi Air Minum (ml- ekor- hari) Terhadap Rataan
Bobot Badan, dan Rasio Pakan Terhadap Air Minum Dari 24 Ekor Burung Kenari
17
13. Tabel 9 Konsumsi Nutrien Pada Burung Kenari Postur 17
PENDAHULUAN
Burung kenari adalah salah satu burung kicau yang memiliki keindahan warna bulu, suara kicauan yang merdu dan khas serta lincah sehingga dapat memberikan hiburan bagi pemiliknya. Bentuknya kecil, bulunya yang indah, serta suaranya yang merdu dan bervariasi menjadi nilai positif tersendiri bagi para pecinta burung di tanah air. Habitat burung kenari berasal dari kepulauan Canary, Madeire dan Azores, Portugal. ditemukan oleh pelaut Perancis Jean de Berthan Cout di kepulauan Canary pada abad ke-15. Kenari liar diyakini sebagai nenek moyang burung kenari dengan panjang tubuh 14 cm. Bentuk dan ukurannya sangat bervariasi sesuai dengan jenisnya. Munculnya berbagai jenis kenari ini dikarenakan kenari lebih mudah diternak dan peternak juga selalu membuat inovasi baru dalam perkawinan silang. Akibatnya perkembangan jenis kenari terus meningkat. Karakter dasar burung kenari antara lain mudah beradaptasi, penyanyi, petarung, mudah jinak, dan tidak mudah stress (Sutejo 2002). Pemeliharaan burung kicau semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah individu dan jumlah rumah tangga yang memiliki binatang peliharaan (FAO 2005). Perawatan terhadap burung kenari lebih mudah, seperti perawatan burung kicau lainnya. Hal utama yang harus diperhatikan adalah aspek makanan, minuman, dan kesehatan burung kenari dengan menjaga kebersihan sangkar (Sudradjad 2003). Suara keras dan cahaya terang dapat mengganggu burung kenari sehingga dapat menyebabkan stres hingga kematian. Tingkat stres yang meningkat dapat menyebabkan penumpukan patogen dalam sistem pencernaan yang menyebabkan hipermotilitas usus dengan penurunan resultan dalam sistem kekebalan tubuh, sehingga populasi patogen dan bakteri di dalam usus meningkat (Soeseno 1999). Burung Kenari lokal adalah burung kenari turunan dari kenari impor yang sudah beradaptasi dengan lingkungan, cuaca, iklim, mempunyai daya tahan terhadap penyakit, akan tetapi suaranya kurang merdu. Oleh karena itu kenari ini banyak digunakan sebagai bahan silangan (Turut 1999). Dari jenis kenari impor ada yang mirip dengan kenari lokal misalnya kenari Jepang, Hongkong dan Muangthai. Umumnya kenari impor memiliki mutu dan suara yang bagus seperti kenari yorkshire, norwich, border, cinnamon, crest, roller dan frill (Sudradjad 1999).
Makanan pokok burung kenari adalah biji-bijian seperti canary seed dan millet. Namun untuk meningkatkan stamina agar selalu berkicau, diberikan biji niger, biji sawi dan sayur segar misalnya selada, oyong, sawi. Selain itu ditambahkan kuning telur ayam maupun kuning telur puyuh. Unsur-unsur penting dalam pakan burung antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin, asam amino dan mineral (Sudradjad 2000). Saat ini pemeliharaan burung berkicau lebih terfokus pada keperluan kontes dan hobi. Pemberian pakan untuk burung berkicau khususnya burung kenari hanya menggunakan standar umum yang dilakukan oleh para peternak kenari maupun pemelihara burung berkicau pada umunya tanpa menggunakan standar baku yang telah diuji dengan penelitian (Soemarjoto 2003). Mengingat masih sangat minimnya penelitian mengenai burung kicau khususnya burung kenari terutama kaitannya dengan pakan utama burung kenari, maka penelitian ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pakan yang digunakan untuk menghitung konsumsi nutrisi berdasarkan kebutuhan burung kenari.
2
METODE
Materi
Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah burung kenari jantan umur satu tahun sebanyak 24 ekor (Tabel 1) dengan bobot badan rata-rata 24,74 gram (Tabel 4) dan spesifikasi sebagai berikut :
Tabel 1. Jenis burung kenari yang digunakan dalam penelitian
Kenari Postur Kenari Warna Kenari Suara
1. Belgian Fancy 2. Border 3. Border jambul 4. Gloster 5. Lizard 6. Yorkshire 7. Kenari Jambul 8. Stafford 1. Kenari Kuning 2. Kenari Merah Wortel 3. Kenari Kuning Intensif 4. Kenari Orange
5. Kenari Coklat Kuning 6. Starblue
7. Kenari Panda 8. Kenari Coklat Hitam 9. Red Canary 10. Kenari Abu 11. Kenari Putih 1. Waterslager Jerman 2. Holland Orange 3. Cinnamon 4. Spanish Timbrado 5. Japanese Jepang
Ransum yang digunakan yaitu pakan utama burung kenari yang terdiri dari biji kenari, biji sawi, biji niger, dan millet putih yang diperoleh dari poultry shop di Bogor. Bahan pakan lainnya yaitu telur puyuh dan sawi segar yang diperoleh dari pasar Bogor. Telur puyuh yang digunakan sudah direbus sampai matang kemduan diambil sebanyak lima gram dengan cara telur puyuh dibelah menjadi dua bagian. Sawi segar diberikan satu helai daun dengan berat lima gram. Telur puyuh dan sawi segar diberikan setiap dua hari sekali secara bergantian. Ransum dan air minum diberikan seara ad libitum. Burung kenari yang digunakan berasal dari penggemar burung kenari di daerah Tanah Sareal, Bogor. Komposisi ransum burung kenari selama pemeliharaan ditampilkan pada Tabel 2 sebagai berikut.
Tabel 2. Komposisi bahan pakan utama
Penggunaan bahan pakan dalam memformulasi ransum seperti dalam tabel, disesuaikan dengan pakan yang umum diaplikasikan oleh peternak ketika di lapang. Pakan tambahan dan vitamin diberikan setiap dua hari sekali. Vitamin dicampur ke dalam air minum diberikan setiap dua hari sekali sesuai dengan jadwal mingguan dalam pemberian vitamin. Setiap satu sendok takaran vitamin yang diberikan sebanyak satu gram. Jenis vitamin yang diberikan terdapat dalam Tabel 3 di bawah ini.
No Jenis Ransum Jumlah Formulasi
1 Biji Kenari 5 kg 2 Biji Sawi 1 kg 3 4 Biji Niger Millet Putih 1 kg 1 kg
3 Tabel 3. Jenis vitamin yang digunakan
Kandang dan Peralatan
Kandang yang digunakan dalam penelitian ini adalah kandang individu ukuran 40 x 40 x 50 cm, 50 x 50 x 50 cm, 70 x 40 x 50 cm. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah sprayer, tempat pakan burung, tempat telur, tempat air minum, pipet kecil, baskom, sendok takar, botol aquades, galah, timbangan digital, plastik, kuas, ember, nampan / baki.
Lokasi dan Waktu
Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan di Peternakan burung kenari di Jalan Kolonel E Martadisastra IA RT 01 RW 05, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor pada bulan Desember 2013 sampai Januari 2014. Analisis sampel bahan dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor selama bulan Desember 2013 sampai Januari 2014.
Prosedur Pembuatan Ransum
Proses yang dilakukan untuk membuat ransum adalah biji-bijian (Tabel 2) yang dibeli di poultry shop ditapi terlebih dahulu untuk memisahkan biji dari kotoran (batu atau kulit biji). Biji-bijian tersebut kemudian dicuci dengan cara direndam di dalam baskom yang berisi air, lalu biji yang mengapung di permukaan air dibuang, kemudian dibilas sebanyak 3 kali, diaduk secara perlahan agar kulit biji tidak terlepas. Biji-bijian yang telah dicuci bersih ditiriskan lalu dijemur di tempat yang bersih menggunakan nampan atau baki sampai benar-benar kering matahari. Formulasi ransum yang dibuat menggunakan bahan pakan yang terdiri dari biji kenari, biji sawi, biji niger, dan millet putih.
Pemeliharaan Burung Kenari
Sebelum dilakukan pemeliharaan, dilakukan persiapan kandang dan peralatan yang digunakan, Kandang, tempat pakan, dan tempat minum dibersihkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Setiap kandang berisi satu ekor burung kenari dilengkapi dengan satu tempat pakan dan tempat air minum. Kandang tersebut diberi alas koran yang bertujuan untuk menyerap ekskreta burung kenari agar kondisi kandang tidak lembab dan tidak bau sehingga ternak akan lebih nyaman ketika tinggal di dalam kandang dan kebersihan kandang dapat terjaga dengan baik. Pada awal pemeliharaan, burung kenari ditimbang untuk mengetahui bobot awal. Penimbangan burung menggunakan alat bantu berupa kardus dan timbangan digital dengan cara burung diambil dari kandangnya
Jenis Vitamin Waktu / Jumlah Pemberian
Canary Post hari pertama / 1 g Omni Vit hari ke tiga /1 g Canary Post Muta Vit Canary Post Ferti Vit hari kelima / 1 g hari ke tujuh / 1 g hari ke sembilan / 1 g hari ke sebelas / 1 g
4
kemudian burung dimasukkan ke dalam kardus. Berat burung dalam kardus dicatat sesuai dengan yang tertera dalam timbangan digital. Berat burung didapatkan dari berat burung dalam kardus dikurangi dengan berat kardus. Setelah itu dilakukan masa adaptasi selama tujuh hari sebelum diberi ransum. Pada masa adaptasi diberikan pakan racikan pemilik ternak kenari yang terdiri dari biji kenari, millet putih, millet merah, jewawut, biji niger, biji sawi dan air minum menggunakan air matang. Pemberian ransum dilakukan pada pagi hari pukul 08.00 WIB sebanyak 10 gram ekor-1 hari -1, air minum diberikan secara ad libitum berupa air matang, hal ini bertujuan untuk meminimalisir jumlah bakteri E-coli penyebab penyakit yang ada dalam air minum. Harga burung kenari yang digunakan dalam dalam penelitian sangat mahal sehingga perlu perawatan intensif dalam pemeliharaannya. Pembersihan kandang dilakukan setiap hari dengan mengganti alas koran. Setiap dua hari sekali kandang disemprot dan dijemur di bawah sinar matahari agar kebersihan kandang tetap terjaga. Selain itu, tempat pakan dan tempat air minum juga dibersihkan setiap hari. Pengambilan data konsumsi ransum dilakukan pada pagi hari saat pergantian ransum sisa dengan ransum yang baru. Pengambilan data konsumsi ransum dilakukan selama 14 hari. Peubah yang Diamati
Peubah yang diamati pada uji palatabilitas yaitu identifikasi biji-bijian, konsumsi ransum, dan konsumsi nutrien. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu penarikan data yang diamati berdasarkan fakta yang ada lalu kesimpulan diambil berdasarkan data tersebut. Selanjutnya peubah yang dihitung adalah kebutuhan konsumsi pakan pada berbagai jenis kenari. Data diambil dari jumlah konsumsi pakan dari masing-masing jenis kenari terhadap bobot badan kenari (Steel and Torrie1993). Penelitian ini juga melakukan uji proksimat terhadap sampel pakan untuk mengetahui komposisi bahan pakan yang digunakan.
Prosedur Analisis Data
Konsumsi nutrien berdasarkan bahan kering. Perhitungan konsumsi nutrien berdasarkan bahan kering dengan menggunakan rumus :
Konsumsi protein kasar (g) Konsumsi protein kasar (g)
Konsumsi serat kasar (g) Konsumsi lemak kasar (g) Konsumsi kalsium (g) Konsumsi phospor (g) Konsumsi Grosss energy
Konsumsi pakan terhadap bobot badan. Perhitungan konsumsi protein kasar dengan menggunakan rumus :
Konsumsi pakan terhadap bobot badan (g BB)
5
Konsumsi nutrien terhadap bobot badan. Perhitungan konsumsi protein kasar dengan menggunakan rumus :
Konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan (g /BK )
Persentase konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan. Perhitungan konsumsi protein kasar dengan menggunakan rumus :
Konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan (g)
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Burung Kenari
Burung kenari yang diamati merupakan burung kenari milik peternak dan hobiis burung kenari yang bernama bapak Gandhi Setyawan yang bertempat tinggal di Jalan Kolonel E Martadisastra IA RT 01 RW 05, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor. Penelitian ini mengamati tentang konsumsi nutrien, konsumsi pakan serta morfologi dari burung kenari. Gambar dan karakteristik diambil dan diamati berdasarkan penelitian di lapang dan dilengkapi dengan berbagai literatur yang telah didapatkan.
Tabel 4. Gambar dan karakteristik burung kenari
No Nama Kenari Karakteristik Foto
1 Belgian Fancy Belgian Fancy Canary adalah jenis yang paling penting dalam perkembangan sejarah dari beberapa varietas kenari sekarang ini. Pengaruh utama adalah dalam pengembangan "frilled" dan "posisi" dalam setiap jenis keturunan. Sebagai kenari tipe, jenis burung ini dikembangbiakan untuk bentuk dan ukuran fisiknya saja dibandingkan lagunya. Jenis kenari ini disebut kenari postur karena bentuk dan fisik dari kenari ini menyerupai bulan sabit. Burung jenis lainnya yang dikembangbiakan adalah Kenari Scotch Fancy dan Italicus Gibber Italia. Kenari Fancy Belgia membutuhkan cukup banyak latihan untuk ikutdalam kontes. Kenari jenis ini bertubuh kurus dengan bentuk panjang dan kerap dilatih untuk bisa berdiri dengan posisi membungkuk.
6
2 Border Kenari Border adalah jenis burung yang paling populer sekarang ini, sebagai kenari tipe kenari jenis ini dikembang biakan untuk penampilan fisik dibanding lagunya. Jenis kenari ini mendapat julukan "Wee Gem" karena ukurannya yang kecil dengan penampilan yang sedikit chubby dengan bulu yang sangat mengkilap, kebanyakan berwarna kuning.
3 Border jambul Kenari border jambul telah berkembang dengan pesat di awal 1800 dari jenis burung kenari yang terdapat di sepanjang perbatasan utara Inggris dan Skotlandia. Nama border diadopsi tahun 1889 di Langholm sebuah kota yang dekat dengan perbatasan Skotlandia dan Inggris dan semenjak itu pembentukan klub kenari border ini diresmikan pada 5 juni 1890.
4 Gloster kenari yang memiliki warna ataupun bentuk tubuh yang unik jarang mempunyai lagu yang bagus , tapi untuk jenis kenari gloster ini selain memiliki variasi warna yang unik juga memiliki suara nyanyian yang bagus. Kenari gloster terbagi kedalam dua jenis spesis yaitu Corona yang memiliki Crest (jambul) di kepalanya dan Consrot yang tidak memiliki jambul di kepalanya. Kenari jenis ini sangat populer untuk ditangkarkan, dan perlu dicatat bahwa mengawinkan kenari jenis gloster lebih baik dengan memasangkan kenari Corona dengan Consort ataupun Consort dengan Consort untuk hasil yang lebih bagus.
5 Lizard Kenari lizard termasuk salah satu keturunan kenari yang paling tua, pertama kali dikembang biakan pada tahun 1700. Diberi nama lizard karena keindahan dari tanda bintik - bintik hitam berbentuk sabit yang menelusuri punggung dan dadanya menyerupai sisik kadal. Pada awal tahun 1900 kenari lizard hampir punah karena kerusakan yang ditimbulkan akibat perang dunia kedua dan wabah penyakit. Kemudian asosiasi kenari lizard dari Britania Raya (Inggris) memulai program penangkaran untuk menyelamatkan.
7
kenari lizard dari kepunahan. Kenari lizard terdiri dari empat warna yaitu Gold Lizard, Silver lizard, Blue lizard dan Red lizard. Kenari lizard termasuk populer dan termasuk jenis burung yang mudah ditangkarkan. Pola skala karakter yang disebut spangling adalah aspek yang paling penting ketika menampilkan burung ini. Kenari lizard juga memiliki topi berwarna kuning diatas kepalanya. Kenari lizard termasuk kedalam kenari postur (type canary) yang artinya kenari jenis ini dikembangbiakan untuk penampilan fisik mereka daripada suara ataupun warnanya.
6 Yorkshire Kenari ini merupakan salah satu ras yang terbesar dan tertua dari jenis jenis kenari lainnya yang termasuk kedalam kenari postur (type Canary) dan lebih populer dikembang biakan untuk penampilan fisiknya bukan suara kicauannya. Kenari ini merupakan hasil persilangan dari kenari lokal (lokal dalam negara aslinya) dengan kenari Lancashire, Norwich dan Kenari Belgia untuk mendapatkan kualitas dari panjang tubuh, warna yang baik, kualitas bulu bulu , mental dan karakternya. Wablakston dalam bukunya yang berjudul "Book of Canaries dan Burung Cage" , menuliskan bahwa Yorkshire berasal dari beberapa kombinasi kenari yang sudah ada pada waktu itu . Dua strain yang digunakan untuk menurunkan York adalah Lancashire dan Belgia Bossu yang dua ras sebagai fitur umum dari darah burung Canary Belanda abad ke- 18. Pada akhir abad ke-19 berdiri dua organisasi khusus Yorkshire di Inggris dengan nama " Yorkshire Canary Club" dan " Yorkshire Uni société Ornithological". Mereka menetapkan standar yang digunakan untuk meningkatkan popularitas burung ini sehingga mencapai satu tingkatan lebih tinggi yaitu pada tahun 1920 dan 1930 hingga burung itu berbentuk lebih panjang , tipis dan elegan.
8
7 Kenari Jambul Kenari jambul adalah kenari tipe dikembang biakan untuk penampilan fisik daripada penampilan warna atau suaranya. Ciri khas dari kenari ini memiliki jambul pada bagian atas kepalanya. Kenari Crested (kenari jambul) yang biasa dikenal sebagai 'Turn Crown" (putaran mahkota) adalah salah satu kenari tertua yang masih ada. Mempunyai julukan "The King of Fancy", dan dampak dari kepopuleran tersebut membuat kenari ini menjadi salah satu kenari yang paling mahal harganya dan hanya dimiliki oleh orang-orang yang kaya.
8 Stafford Kenari Stafford adalah kenari yang diproduksi di Stafford Inggris pada tahun 1987 pada even British National Exhibition dan pada tahun 1990 kenari stafford ditetapkan sebagai kenari untuk penangkaran. Pada tahun 1992 pergelaran Pameran burung berkicau di Amerika (The National Cage Bird Show) mulai memasukan jenis stafford kedalam salah satu bagian dari pameran burungnya. Stafford adalah jenis kenari dengan warna dasar merah mawar. Jenis ini adalah jenis kenari warna tetapi tidak semua kenari yang berwarna merah dan memiliki jambul adalah kenari stafford, ada juga silangan antara kenari gloster dengan kenari red.
9 Kenari Kuning Merupakan tipe kenari warna yang berwarna kuning yang sudah bisa beradaptasi dengan baik di Indonesia. Karena mudah dibudidayakan maka jenis kenari kuning dapat dengan mudah dijumpai di pasar.
10 Kenari Merah Wortel
Merupakan tipe kenari warna yang berwarna merah seperti wortel dan merupakan persilangan dari kenari red dengan kenari orange. Fertilitasnya yang tinggi membuat burung ini lebih aktif daripada jenis kenari warna lainnya.
9
11 Kenari Kuning Intensif
Kenari kuning intensif merupakan kenari warna kuning yang dominan berwarna kuning pekat yang merupakan persilangan dari kenari kuning dan kenari orange. Postur yang besar menjadikan burung ini sering makan karena membutuhkan energi yang lebih banyak untuk kebutuhan hidup pokoknya.
12 Kenari Orange Kenari orange merupakan kenari warna hasil persilangan dari kenari kuning dan merah. Postur tubuh tergolong besar dan pergerakannya sangat aktif sehingga membutuhkan asupan nutrisi lebih banyak dibandingkan jenis kenari warna lainnya.
13 Kenari Coklat Kuning
Merupakan jenis kenari warna hasil persilangan antara kenari coklat dan kenari kuning. Burung ini tidak terlalu aktif dan hanya bergerak seperlunya saja.
14 Starblue Merupakan tipe kenari warna hasil persilangan kenari coklat hitam dengan kenari merah yang menghasilkan warna bulu menjadi biru keabuan dan memiliki corak khas dibagian punggung yang membentuk pola seperti bintang sehingga kenari ini disebut sebagai starblue.
15 Kenari Panda Merupakan tipe kenari warna hasil persilangan kenari putih, kuning dan abu yang memiliki ciri khusus yaitu pola warna bulu yang teratur mirip seperti pola warna bulu panda sehingga kenari ini mendapat julukan kenari panda. Bentuk tubuh yang kecil menjadikan kenari ini sangat aktif dan lincah dalam bergerak.
16 Kenari Coklat Hitam Merupakan tipe kenari warna hasil persilangan kenari abu , kenari hitam dan coklat. Kenari ini sangat aktif tetapi sedikit pemalu sehingga jika bertemu dengan orang baru akan cenderung untuk diam.
10
17 Red Canary Kenari merah adalah kenari produk silangan yang menghasilkan warna merah pada setiap helai bulu bulunya. Kenari jenis ini pertama kalinya dikembangkan oleh Dr. Hans Duncker (seorang penangkar kenari dari Jerman) pada awal awal tahun 1900 dengan menyilangkan jantan 'red siskin' dengan kenari kuning.
18 Kenari Abu Merupakan tipe kenari warna hasil persilangan kenari coklat dan kenari putih.jenis kenari ini sedikit pemalu namun kalau sudah terbiasa berjumpa, lama kelamaan akan kelihatan lebih aktif dari sebelumnya.
19 Kenari Putih Merupakan tipe kenari warna yang berwarna putih. Sangat aktif dan lincah dan mempunyai suara yang merdu. Akan tetapi jenis kenari ini lebih banyak dikembangkan sebagai bahan persilangan.
20 Waterslager Jerman Kenari jenis ini terkenal karena alunan lagunya yang merdu seperti suara air terjun yang begemuruh dari besar ke kecil dengan alunan gemericik air mengalir. Sesuai dengan perkembangannya waterslager tidak hanya dimaster dengan suara air saja tetapi juga bisa dimaster dengan berbagai macam suara seperti suara dentingan logam, suara koin yang jatuh, dan suara lonceng. Proses pembentukan suara waterslager hingga seperti sekarang ini dulu memakan waktu hingga lebih dari 150 tahun. termasuk dalam jenis kenari pengicau atau kenari suara yang sangat berharga dengan alunan lagunya yang seperti air mendidih. Nyanyian kenari waterslager sangat berbeda dari jenis kenari lainnya dan terkadang bisa berkicau seperti burung nightingale dengan panjang suara yang bervariasi bisa panjang ataupun pendek. Kenari waterslager berukuran sama seperti kenari lainnya dengan paruh yang lebih lancip dam tajam. Ketika gembira burung ini akan menaikan bulu-bulu yang ada dibagian belakang kepalanya sehingga tampak seperti jambul. Postur badan waterslager hampir
11
menyerupai kenari holland biasa, mayoritas berwarna kuning walaupun sekarang sudah banyak kenari jenis ini yang masuk ke indonesia dengan warna putih atau kadang kuning putih dan terdapat flek atau garis hitam. Kenari waterslager jarang yang berkicau dengan lantang atau keras karena kecenderungan membawakan lagu-lagu yang panjang.
21 Holland Orange Merupakan tipe kenari suara hasil persilangan antara kenari holland kuning dan kenari holland warna merah yang memiliki suara yang bagus dan merdu. Postur yang besar membuat burung ini levih banyak mengkonsumsi pakan daripada jenis burung tipe penyanyi lainnya.
22 Cinnamon Merupakan tipe kenari suara yang merupakan hasil persilangan antara kenari holland orange dengan kenari norwhich yang menghasilkan suara yangs angat merdu. Nada suara yang tinggi menjadi ciri khas dari burung ini.
23 Spanish Timbrado Kenari Spanish Timbrado termasuk varietas baru dari jenis “song canary”, jenis kenari ini dikembangkan di Spanyol pada 1940 dan 1950. Bentuk fisik burung ini menyerupai bentuk asli burung kenari alam karena memang merupakan persilangan antara kenari liar dengan burung finch kicauan Spanyol. Kombinasi dari mereka menghasilkan burung yang memiliki nyanyian yang sangat unik. Nama burung ini, seperti halnya suaranya, mengingatkan kita pada ketukan castanyet Spanyol. Meskipun keras, suara burung ini tidak terlalu berisik. Walaupun dikenal dengan lagunya yang bagus, burung ini bisa dinikmati tampilan fisiknya yang cantik. Mereka dikembangbiakkan dari indukan dengan berbagai variasi warna dan memiliki nyanyian yang kristal. Kenari Spanish Timbrado yang baik harus memiliki keseimbangan antara kualitas suara dan variasi lagu.
12
24 Japanese Jepang Merupakan kenari tipe suara yang berasal dari Jepang yang mempunyai ciri kas suara yangg khas yaitu kecil melengking campur gemericik air dan bisa nada tinggi dalam jangka waktu yang relatif lama. Jenis kenari ini sangat mahal dikarenakan kualitas suaranya lebih bagus daripada jenis kenari suara lainnya.
Identifikasi Bahan Pakan Burung Kenari
Identifikasi bahan pakan yang digunakan di dalam pakan pemeliharaan berasal dari poultry shop Bogor. Pakan yang digunakan berupa campuran canary seed, biji sawi, biji niger dan millet putih.
Millet Putih Biji Niger Canary seed Pakan Utama Biji Kenari (canary seed)
Biji Kenari (Kanarium memmum) disebut pula biji rumput kenari sangat disukai oleh burung kenari sehingga disebut biji kenari. Biji kenari mempunyai bentuk dan ukuran seperti gabah, tipis dengan kedua ujung lancip. Kulit biji licin berwarna cokelat dan keras. Rasa biji yang enak, gurih, kulitnya mudah dikelupas dan dicerna, dapat menyegarkan tubuh, menambah spirit burung yg lemah dan memperbaiki suara sehingga biji kenari ini sangat disukai burung kenari . Pada saat ini, pengadaan biji kenari masih tergantung impor dari luar negeri karena Indonesia belum dapat membudidayakannya (Soemadi dan Mutholib 2003). Biji kenari mengandung kadar air 12.04 %, abu 2.41 %, lemak kasar 6.94 %, Protein Kasar 18.8 %, Serat Kasar 2.18 %, dan Gross Energy sebesar 4455 kalorigram -1 ( Ninasari RA 2014). Pengunaan biji kenari dalam pakan kenari berfungsi sebagai sumber protein dan sebagai bahan pakan utama burung kenari karena kandungan protein yang tinggi, akan tetapi kandungan lemak dan serat kasarnya rendah sehingga sangat bagus untuk pencernaan burung kenari.
Biji Sawi
Biji sawi (Brassica juncea) dapat menjadi komponen pakan campuran bagi burung berparuh kecil seperti kenari, parkit, dan pipit. Biji sawi berukuran kecil, berbentuk bulat, dan berwarna hitam mengkilap. Pengadaan biji ini tidak tergantung impor sebab tanaman sawi mudah sekali menghasilkan bunga dan biji (Soemadi dan Mutholib 2003). Biji sawi mengandung abu 4.16 %, Lemak Kasar 32.82 %, Protein Kasar 23.13 %, Serat Kasar 18.92 %, dan Gross Energy sebesar 6228 kalori gram -1 (Ninasari RA 2014). Pengunaan biji sawi dalam pakan kenari
13 berfungsi sebagai sumber protein namun perlu dibatasi karena kandungan serat kasar yang tinggi.
Biji Niger
Biji Niger (Guizotia abyssinica) merupakan pakan tambahan burung kenari. Penggunaannya dalam ransum tidak terlalu banyak namun kandungan gizinya sangat diperlukan oleh kenari. Biji nigger berbentuk panjang kecil dan berwarna hitam yang mudah rapuh dan patah yang dapat digunakan untuk menghangatkan tubuh kenari karena kandungan lemaknya sangat tinggi. Pada musim penghujan, penggunaan biji niger bisa ditingkatkan untuk mengimbangi suhu lingkungan dengan suhu tubuh kenari. Biji niger mengandung karbohidrat 15.3%, protein 17.5%, lemak 32.7%, mineral 7.0% dan air 8.4% (Sridadi 2011). Ninasari (2014) menyatakan bahwa biji niger mengandung abu 4.17 %, lemak kasar 36.55 %, Protein Kasar 20 %, Serat Kasar 24.35 %, dan Gross Energy sebesar 6525 kalorigram -1. Pengunaan biji niger dalam pakan kenari berfungsi sebagai sumber lemak dan protein namun perlu dibatasi karena kandungan serat kasar yang tinggi.
Millet Putih
Millet putih (Pennisetum glaucum) merupakan salah satu pakan yang disukai burung kenari dan masih diimpor dari luar negeri. Millet dapat tumbuh di daerah yang ekologinya baik dan kaya nutrisi ( Obilana 2003). Millet potensial sebagai sumber karbohidrat, antioksidan, senyawa bioaktif dan serat yang penting bagi kesehatan (Rooney dan Serna, 2000). Millet memiliki biji perikarp dan hanya terikat di satu tempat sehingga perikarp mudah dilepaskan (McDonough dan Rooney 2000). Millet mengandung protein 11.3%, lemak 4.2% dan hidrat arang 60.5%. Biji yang dihasilkan pada malai mempunyai bentuk bulat agak pendek dengan ujung lancip. Kulit biji tipis mengilap berwarna putih, merah kecoklat-coklatan, atau cokelat muda (Soemadi dan Mutholib 2003). Ninasari (2014) menyatakan bahwa millet putih mengandung abu 3.55 %, lemak kasar 4.28 %, Protein Kasar 11.25 %, Serat Kasar 4.83 %, dan Gross Energy sebesar 4397 kalorigram -1. Penggunaan millet putih perlu dibatasi karena kandungan tanin mencapai 0.025 %.
Konsumsi Pakan Burung Kenari Yang Diberi Pakan Perlakuan
Pertumbuhan ternak pada masa pertumbuhan dipengaruhi oleh jumlah pakan yang dikonsumsi. Konsumsi pakan harus mampu memenuhi kebutuhan hidup pokok dan produksi (Bimczocka et al, 2004). Tabel 12 memperlihatkan jumlah rataan konsumsi kenari yang diamati selama penelitian sebesar 6.1 gram ± 0.73 gram. Konsumsi pakan tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange sebesar 9.1 gram -ekor -hari sedangkan konsumsi pakan terendah pada burung kenari jenis yorkshire sebesar 3.7 gram -ekor -hari. Burung kenari merupakan burung yang sangat aktif sehingga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Jenis makanan yang diberikan untuk burung kenari adalah jenis biji-bijian yang disukai oleh burung kenari antara lain canary seed, biji niger, biji sawi dan millet putih. Tingkat konsumsi pakan berpengaruh tehadap bobot badan ternak. Semakin kecil bobot ternak maka pakan yang diberikan semakin efisien. Tingkat konsumsi yang meningkat menggambarkan kebutuhan pakan dan nutrien yang
14
meningkat. Hal ini sesuai dengan pendapat Parakkasi (1999) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi diantaranya adalah faktor hewannya sendiri, makanan yang diberikan dan lingkungan hewan tersebut dipelihara. Menurut Parakkasi (1986) tingkat konsumsi dapat menggambarkan palatabilitas suatu pakan. Palatabilitas merupakan rasa pakan itu sendiri sehingga mempengaruhi tingkat konsumsi. Ransum yang digunakan mempunyai tingkat palatabilitas yang cukup tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan kenari itu sendiri sehingga performa burung kenari berkembang dengan baik. Jumlah konsumsi pakan, presentasi konsumsi pakan, konsumsi air minum serta rasio pemberian air minum dapat dilihat dalam tabel 5, tabel 6 dan tabel 7 sebagai berikut:
Tabel 5. Konsumsi pakan burung kenari postur
No Burung Kenari Jantan Badan Bobot
(g) Konsumsi Pakan g/ekor/hari) Konsumsi Pakan (per g BB) Konsumsi Air Minum (ml- ekor -hari) Rasio Pakan : Air Minum 1 Border Jambul 37.1 4.6 0.15 12.3 1 : 2.67 2 Border 31.9 4.7 0.15 11.6 1 : 2.47 3 Yorkshire Jerman 29.6 3.7 0.13 18.4 1 : 4.97 4 Stafford 27.9 6.0 0.22 12.5 1 : 2.08 5 Gloster 22.8 7.2 0.32 18.7 1 : 2.60 6 Spanish Timbrado 22.6 6.3 0.28 17.6 1 : 2.79 7 Fancy Belgian 22.4 5.7 0.26 13.3 1 : 2.33 8 Kenari Jambul 19.5 5.6 0.29 13.7 1 : 2.45 9 Lizard 19.7 6.0 0.30 19.3 1 : 3.22 Rataan 25.94 5.53 0.23 15.27 1 : 2.84 Sd 6.03 1.05 0.07 3.15 1 : 0.86
Tabel 6. Konsumsi pakan burung kenari warna
No Burung Kenari Jantan Badan Bobot
(g) Konsumsi Pakan (g/ekor/hari) Konsumsi Pakan (per g BB) Konsumsi Air Minum (ml- ekor -hari) Rasio Pakan : Air Minum
1 Kenari Kuning Intensif 30.5 9.0 0.30 20.3 1 : 2.38 2 Kenari Abu 29.3 5.6 0.19 12.1 1 : 2.16 3 Kenari Merah Wortel 27.0 4.7 0.17 11.5 1 : 2.45 4 Red Canary 25.3 6.5 0.26 15.7 1 : 2.42 5 Kenari Putih 24.7 4.5 0.37 9.6 1 : 2.13 6 Kenari Orange 24.6 5.3 0.22 12.5 1 : 2.36 7 Kenari Coklat Kuning 23.2 6.9 0.30 15.9 1 : 2.30 8 Kenari Coklat Hitam 22.2 6.8 0.31 17.8 1 : 2.62 9 Kenari Kuning 21.3 5.2 0.24 13.9 1 : 2.67 10 Kenari Panda 18.9 5.0 0.26 18.9 1 : 3.78 11 Kenari Starblue 17.4 4.8 0.28 19.6 1 : 4.08
Rataan 24.04 5.85 0.26 15.25 1 : 2.67
15 Tabel 7. Konsumsi pakan burung kenari suara
No Burung Kenari Jantan Badan Bobot
(g) Konsumsi Pakan (g/ekor/hari) Konsumsi Pakan (per g BB) Konsumsi Air Minum (ml- ekor-hari) Rasio Pakan : Air Minum 1 Holland Orange 31.3 9.1 0.29 21.4 1 : 2.23 2 Waterslager Jerman 29.6 7.3 0.25 14.7 1 : 2.01 3 Cinnamon 24.5 7.0 0.29 15.1 1 : 2.16 4 Spanish Timbrado 22.6 6.3 0.28 17.6 1 : 2.79 5 Japanese Jepang 13.3 4.9 0.37 21.1 1 : 4.31 Rataan 24.26 6.92 0.29 17.98 1 : 2.70 Sd 6.34 1.37 0.04 2.85 1 : 0.85
Perbandingan konsumsi pakan dan konsumsi air minum dalam keseluruhan tipe burung kenari mencapai 1 : 2.65. Rataan konsumsi air minum burung kenari sebesar 15.73 ml ± 5.37 ml dengan konsumsi air minum tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 6) sebesar 21.4 ml sedangkan konsumsi air minum terendah pada burung kenari jenis lokal putih (tabel5) sebesar 9.6 ml. Air minum yang digunakan berasal dari air yang sudah direbus sampai matang, hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri E-coli pada air minum sehingga dapat menekan jumlah penyakit yang disebabkan oleh bakteri dalam air minum dan dapat meningkatkan kesehatan burung kenari mengingat harga burung kenari yang sangat mahal sehingga membutuhkan pola perawatan yang khusus dalam pemeliharaannya. Pengaruh cekaman panas yang disebabkan oleh iklim atau cuaca tidak memberikan pengaruh yang tinggi karena kandang pemeliharaan yang digunakan dilengkapi dengan AC (Air Conditioning) dengan suhu rata-rata mencapai 200 Celcius. AC memberikan kelembapan kering sehingga ternak mudah dehidrasi yang menyebabkan konsumsi air minum ternak bertambah dibanding dengan ternak yang tinggal di kandang tanpa AC.
Konsumsi Nutrien Dari Pakan Penelitian
Analisis proksimat dibagi ke dalam enam fraksi zat makanan yaitu kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (McDonald et al. 2002). Sampel yang digunakan adalah satu sampel pakan utama burung kenari. Kandungan nutrisi suatu bahan pakan merupakan hal yang paling penting untuk diketahui. Menurut Sutardi (1980) zat makanan terdiri dari enam jenis yaitu air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Proses pengamatan konsumsi nutrien dilakukan selama empat belas hari dengan hasil analisa proksimat pakan yang telah dilakukan di laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB. Tabel hasil analisa proksimat disajikan dalam Tabel 7 di bawah ini.
Tabel.8 Komposisi nutrien pakan burung kenari
Bahan BK Abu PK SK LK BetaN GE Ca P
% BK
16
BetaN : Bahan ekstrak tanpa Nitrogen, BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK : Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
Tabel 9. Konsumsi nutrien pada burung kenari postur
Konsumi/ gram BK
No Burung Jenis Konsumsi PK LK SK Ca P (kkal/g GE
BK) Pakan (g/ ekor/ hari)
1 Border Jambul 4.6 0.62 0.22 0.35 0.05 0.03 148.16 2 Border 4.7 0.64 0.22 0.36 0.05 0.03 152.82 3 Yorkshire Jerman 3.7 0.50 0.17 0.29 0.04 0.02 119.79 4 Stafford 6.0 0.62 0.22 0.35 0.05 0.03 194.92 5 Gloster 7.2 0.64 0.22 0.36 0.05 0.03 234.92 6 Spanish Timbrado 6.3 0.86 0.30 0.49 0.06 0.04 206.31 7 Fancy Belgian 5.7 0.77 0.27 0.44 0.06 0.04 183.98 8 Lizard 6.0 0.81 0.29 0.47 0.06 0.04 195.38 9 Kenari Jambul 5.6 0.77 0.27 0.44 0.06 0.04 183.75 Rataan 5.53 0.69 0.24 0.39 0.05 0.03 180.00 Sd 1.05 0.12 0.04 0.07 0.01 0.01 34.60 BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK :
Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
Tabel 10. Konsumsi nutrien pada burung kenari warna
Konsumi/ gram BK
No Jenis Burung Konsumsi PK LK SK Ca P (kkal/g GE
BK) Pakan( g/ ekor/ hari)
1 Kenari Kuning Intensif 9.0 1.23 0.43 0.70 0.09 0.06 295.16 2 Kenari Abu 5.6 0.75 0.26 0.43 0.06 0.04 180.73 3 Kenari Merah Wortel 4.7 0.63 0.22 0.36 0.05 0.03 151.42 4 Red Canary 6.5 0.88 0.31 0.50 0.07 0.04 210.27 5 Kenari Putih 4.5 0.63 0.22 0.36 0.05 0.03 150.26 6 Kenari Orange 5.3 0.72 0.25 0.41 0.05 0.03 173.75 7 Kenari l Brown Kuning 6.9 0.93 0.33 0.53 0.07 0.04 223.29 8 Kenari Brown Hitam 6.8 0.92 0.32 0.53 0.07 0.04 220.73 9 Kenari Kuning 5.2 0.70 0.25 0.40 0.05 0.03 169.10 10 Kenari Panda 5.0 0.67 0.24 0.39 0.05 0.03 161.89 11 Kenari Starblue 4.8 0.65 0.23 0.37 0.05 0.03 156.77
Rataan 5.93 0.78 0.27 0.45 0.06 0.04 191.11
Sd 1.36 0.19 0.07 0.11 0.01 0.01 44.46 BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK :
Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
17 Tabel 11. Konsumsi nutrien pada burung kenari suara
Konsumi/ gram BK
No Jenis Burung Konsumsi PK LK SK Ca P (kkal/g GE
BK) Pakan (g/ ekor/ hari)
1 Holland Orange 9.1 1.24 0.43 0.71 0.09 0.06 297.49 2 Waterslager Jerman 7.3 0.98 0.34 0.56 0.07 0.05 236.32 3 Cinnamon 7.0 0.95 0.33 0.54 0.07 0.04 227.01 4 Spanish Timbrado 6.3 0.86 0.30 0.49 0.06 0.04 206.31 5 Japanese Jepang 4.9 0.67 0.23 0.38 0.05 0.03 160.31 Rataan 6.92 0.94 0.33 0.54 0.07 0.04 225 Sd 1.53 0.21 0.07 0.12 0.01 0.01 49.8 BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK : Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
Tabel 12. Rataan konsumsi pakan (g/ekor/hari) terhadap rataan bobot badan, rataan konsumsi pakan (per gram BB) terhadap rataan bobot badan, rataan konsumsi air minum (ml/ekor/hari) terhadap rataan bobot badan, dan rasio pakan
terhadap air minum dari 24 ekor burung kenari
Bobot badan (g) Konsumsi Pakan (g/ekor/hari) Konsumsi Pakan (per g BB) Konsumsi air minum (ml) Rasio pakan : Air Minum Kenari Postur 25.94 5.53 0.23 15.27 1 : 2.84 Kenari Warna 24.04 5.93 0.26 15.25 1 : 2.67 Kenari Suara 24.26 6.92 0.29 17.98 1 : 2.70 Rataan 24.74 6.13 0.26 15.73 1 : 2.65 Sd 1.40 0.72 0.03 1.57
BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK : Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
Tabel 13. Rataan konsumsi nutrien terhadap rataan bobot badan dari 24 ekor burung kenari (9 kenari postur, 11 kenari warna dan 5 kenari suara)
Konsumsi nutrien Konsumsi PK (g/ BK) (g/ BK) LK (g/ BK) SK Ca (g/ BK) P (g/ BK) GE (kkal/g BK) Pakan (g/ekor/hari) Kenari Postur 5.53 0.69 0.24 0.39 0.05 0.03 180.00 Kenari Warna 5.93 0.78 0.27 0.45 0.06 0.04 191.11 Kenari Suara 6.92 0.94 0.33 0.54 0.07 0.04 225.00 Rataan 6.13 0.80 0.28 0.46 0.06 0.04 198.70 Sd 0.72 0.13 0.05 0.08 0.01 0.01 23.44 BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK :
Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
18
Tabel 14. Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap rataan konsumsi pakan
Konsumsi Nutrien/ konsumsi pakan (%) PK LK SK Ca P GE (kkal/g) Kenari Postur 12.48 4.34 7.05 0.9 0.54 3254.97 Kenari Warna 13.33 4.62 7.69 1.03 0.68 3266.84 Kenari Suara 13.58 4.77 7.80 1.01 0.58 3251.45 Rataan 13.13 4.57 7.52 0.98 0.60 3257.75 Sd 0.58 0.22 0.41 0.07 0.07 8.06 BK : Bahan Kering, Ca : Calsium, GE : Gross Energy , LK : Lemak Kasar, P : Phospor, PK : Protein Kasar, SK : Serat Kasar. Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (2014).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan konsumsi pakan dan konsumsi nutrien pada burung kenari berbeda antara kenari yang mempunya bobot badan besar (kenari postur, kenari warna) berbeda dengan kenari yang mempunyai bobot badan kecil (kenari suara).
Konsumsi Protein Kasar
Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi protein kasar pada burung kenari dalam keseluruhan tipe sebesar 13.13 % (tabel 14). Konsumsi protein kasar tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) yaitu sebesar 1.24 gram per bobot badan sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire (tabel 8) sebesar 0.50 gram per bobot badan. Hal ini menunjukkan bahwa presentasi konsumsi protein kasar dalam ransum cukup tinggi karena disesuaikan dengan kebutuhan kenari yang sangat aktif. Peranan protein dalam tubuh burung sebagai bahan pembangun tubuh dan pengganti jaringan yang aus atau rusak, bahan baku pembentukan enzim, hormon, dan anti bodi, mengatur peredaran cairan tubuh dan zat yang larut di dalamnya ke dalam dan keluar sel, serta metabolisme energi (Soemadi dan Mutholib 1995). Konsumsi protein dihitung untuk mengetahui jumlah protein yang masuk ke dalam tubuh dan pemanfaatannya disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan (Sasih 2013). Selain dari konsumsi ransum pakan, burung kenari juga mendapatkan protein dari konsumsi protein yang berasal dari pakan tambahan yang diberikan yaitu kuning telur puyuh yang sangat bermanfaat untuk kebutuhan hidup pokok burung kenari.
Dalam hal ini burung kenari pejantan yang dipakai dalam penelitian dapat digunakan sebagai burung kenari bakalan yang unggul. Anggorodi (1994) menyatakan konsumsi protein sangat dibutuhkan oleh ternak unggas untuk memenuhi kebutuhan asam amino. Semakin banyak aktivitas burung kenari maka semakin banyak jumlah asam amino yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi. Soemadi dan Mutholib 2003 menyatakan bahwa jumlah protein yang dikonsumsi burung kicau harus seimbang, sesuai dengan kebutuhannya dan untuk bersuara, burung memerlukan protein sebesar 35 % dari jumlah makanannya.
Konsumsi Lemak Kasar
Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi lemak kasar pada dalam keseluruhan tipe burung kenari sebesar 4.57 % (tabel 14). Konsumsi lemak kasar tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) dan kenari kuning intensif (tabel 9) yaitu sebesar 0.43
19 gram per bobot badan sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire sebesar 0.17 gram per bobot badan. Hal ini menunjukkan bahwa presentasi konsumsi lemak kasar dalam ransum cukup tinggi karena burung kenari membutuhkan banyak energi untuk melakukan aktivitasnya. Peranan lemak dalam tubuh burung sebagai sumber energi, mengatur suhu tubuh, melindungi organ tubuh, membawa vitamin (A, D, E dan K), membawa asam lemak esensial, dan sebagai bahan baku pembentukan hormon steroid (Soemadi dan Mutholib 1995). Penggunaan bahan pakan dengan kadar lemak yang tinggi akan meningkatkan sumber energi bahan pakan. Penggunaan sumber energi berupa lemak akan memberikan energi yang lebih tinggi daripada karbohidrat dan protein (Sudarman et al. 2008). Kandungan lemak dalam ransum harus diperhatikan, karena apabila kekurangan lemak, burung akan memperlihatkan gejala berupa kulit bersisik dan mengalami proses reproduksi tidak normal bahkan bisa menyebabkan kematian. Sebaliknya, apabila lemak berlebihan akan merugikan karena tidak semua lemak dapat dicerna tubuh yang akhirnya akan terbuang percuma bersama kotoran atau menumpuk diantara otot-otot tubuh maupun di bawah kulit yang dapat menyebabkan burung menjadi gemuk sekali dan gerakannya kelihatan kurang lincah, serta dapat menyebabkan burung diare (Soemadi dan Mutholib 1995). Konsumsi Serat Kasar
Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi serat kasar burung kenari dalam keseluruhan tipe sebesar 7.52 % (tabel 14). Konsumsi serat kasar tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) yaitu sebesar 0.71 gram per bobot badan sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire (tabel 8) sebesar 0.29 gram per bobot badan. Serat kasar dalam bahan pakan menentukan kecernaan bahan pakan pada ternak yang mengkonsumsinya. Serat kasar sering dijadikan faktor pembatas pada unggas dikarenakan kemampuan unggas mencerna serat kasar sangat minim (Achmanu dan Muharlien 2011). Serat kasar berperan dalam membantu mempercepat ekskresi sisa-sisa makanan melalui saluran pencernaan. Diketahui dalam keadaan tanpa serat, feses dengan kandungan air rendah akan lebih lama tinggal dalam saluran usus yang dapat menyebabkan gangguan pada gerakan peristaltik pada usus besar sehingga eksresi feses menjadi lebih lamban. Sebaliknya, pakan dengan serat kasar tinggi dapat mengurangi berat badan karena makanan akan tinggal dalam saluran pencernaan dalam waktu relatif singkat sehingga absorpsi zat makanan berkurang. Serat kasar tinggi juga akan memberikan rasa kenyang karena komposisi karbohidrat kompleks yang menghentikan nafsu makan sehingga mengakibatkan turunnya konsumsi makanan (Piliang 2006).
Konsumsi Kalsium
Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi kalsium dalam keseluruhan tipe burung kenari sebesar 0.98 %. Konsumsi kalsium tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) dan kenari kuning intensif ( tabel 9) yaitu sebesar 0.09 gram per bobot badan sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire (tabel 8) sebesar 0.04 gram per bobot badan. Mineral dibutuhkan untuk pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang
20
sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Mineral yang diperlukan burung antara lain adalah kalsium, fosphor, besi, mangaan, iodium, kuprum, zink, magnesium, sodium klorin dan kalium. Kalsium berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi burung kenari baik untuk pembentukan darah, tulang, pewarnaan bulu, maupun untuk kebutuhan hidup pokok kenari (Turut 2010). Konsumsi Phospor
Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi phospor burung kenari dalam keseluruhan tipe sebesar 0.60 % (tabel 14). Konsumsi Phospor tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) dan kenari kuning intensif yaitu sebesar 0,06 gram per bobot badan sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire (tabel 8) sebesar 0,02 gram per bobot badan. Jika burung kecukupan mineral, maka burung akan memiliki bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau mabung, tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal), bebas paralysa (lumpuh), bebas perosis (tumit bengkak), anak burung menetas sehat, burung tidak mengalami urat keting (tendo), tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio), paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah, burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi serta kematian embrio rendah. Dengan demikian, defisiensi mineral akan menyebabkan terjadinya berbagai gangguan (Turut 2010).
Konsumsi Gross Energy
Wahju (1997) menyatakan bahwa nilai energi metabolis dari bahan makanan, penggunaannya paling aplikatif dalam ilmu nutrisi ternak unggas karena pengukuran energi ini tersedia untuk semua tujuan, termasuk hidup pokok, pertumbuhan dan produksi telur. Persentase rataan konsumsi nutrien terhadap konsumsi pakan pada konsumsi gross energy burung kenari dalam keseluruhan tipe sebesar 3257.75 kkal- gram. Konsumsi gross energy tertinggi terdapat pada burung kenari jenis Holland orange (tabel 10) yaitu sebesar 297.49 kkal- gram sedangkan konsumsi terendah terdapat pada burung kenari jenis Yorkshire (tabel 8) sebesar 119.79 kkal- gram. Wahju (1985) menyatakan bahwa jumlah konsumsi ransum dipengaruhi oleh tingkat energi di dalam ransum. Jika kebutuhan energi sudah terpenuhi, maka secara naluri kenari akan berhenti makan. Semakin kecil burung kenari maka presentasi konsumsi pakan semakin banyak karena burung kenari yang bertubuh kecil lebih aktif dalam bergerak dan lebih sering makan daripada burung kenari bertubuh besar. Menurut Ensminger (1991) tidak semua energi yang terkandung dalam ransum dapat digunakan oleh ternak, sebagian akan terbuang melalui feses dan urin. Oleh karena itu kandungan energi harus diperhatikan agar tidak mengganggu kebutuhan nutrisi lainnya.
21 SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Konsumsi pakan burung kenari dewasa pejantan umur satu tahun dengan berat rata-rata 24.74 gram yang terdiri dari kenari postur 9 ekor, kenari warna 11 ekor dan kenari suara 5 ekor mempunyai rataan konsumsi sebesar 0.26 per gram bobot badan. Rataan konsumsi protein kasar burung kenari sebesar 13.13 %, rataan konsumsi lemak mempunyai sebesar 4.57 %, rataan konsumsi serat sebesar 7.52 %, rataan konsumsi kalsium mempunyai sebesar 0.98 %, rataan konsumsi phospor sebesar 0.60 % dan rataan konsumsi Gross Energy sebesar 3257.75 kkal- gram. Perbandingan konsumsi pakan dan konsumsi air minum burung kenari mencapai 1 : 2 dengan rataan konsumsi air minum burung kenari sebesar 15.73 ml -ekor -hari ± 5.37 ml -ekor -hari sehingga pakan yang digunakan sudah memenuhi kebutuhan nutrisi burung.
Saran
Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai kajian konsumsi nutrien pada pemeliharaan dan pengamatan burung kenari dewasa pejantan unggul yang siap digunakan sebagai kontes serta kajian tentang tingkah laku dan respon burung terhadap ransum yang diberikan.
DAFTAR PUSTAKA
Achmanu M. 2011. Ilmu Ternak Unggas. Malang ( ID) : UB Press.
Anggorodi R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. Jakarta (ID) : PT. Gramedia. Ari Soeseno. 1999. Beternak Burung Kenari. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya. FAO. 2005. Production and processing Of small seeds of birds. http
://www.fao.org/docrep/008/y5831e00.htm. [22April 2014].
McDonough CM. RooneyLW. 2000. The millets. Di dalam: Kulp K Ponte, JrJG (Eds.), Handbook of cereal science and technology. Marcel Dekker, Inc. New York, pp 177–201.
McDonald P, Edwars RA, Greenhalgh JED, Morgan CA. 2002. Animal Nutrition. 6th Editions. Ashford Colour Press. Ltd., Gosport.
Ninasari RA. 2014. Komposisi nutrisi dan tanin dalam beberapa bahan pakan alami burung kicau [skripsi]. Bogor (ID) : Institut Pertanian Bogor. Obilana AB. 2003. Overview: Importance of millets in Africa. Di dalam: P S
Belton, JRNTaylor (Eds.). Proceeding of the workshop on the proteins of sorghum and millets: Enhancing nutritional and functional properties for Africa, 2–4 April 2003. Pretoria, South Africa. http://www.afripro.org.uk. [diunduh pada 2014 Maret 20].
Parakkasi A. 1986. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Monogastrik. Vol IB Jakarta (ID) : UI Press.
Parakkasi A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Jakarta (ID) : UI Press.
Rooney LW, Serna S. 2000. Handbook of Cereal Science and Technology. Marcel Dekker, New York (US).
22
Turut Rusli. 1999. Sukses Dalam Kontes Burung Berkicau. Jakarta. (ID) : Penebar Swadaya.
Turut Rusli. 2010. Kenari. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Sudradjad. 2000. Merawat & Melatih Kenari Fusan. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Soemadi W, Mutholib A.1995. Pakan Burung. Cetakan 1,Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Soemadi W, Mutholib A. 2003.Pakan Burung. Cetakan 4, Jakarta(ID) : Penebar Swadaya.
Soemarjoto. 2003. Mengatasi Permasalahan Burung Berkicau. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya.
Sridadi. 2011. Kenari dan Permasalahannya. Majalah Agromedia, tanggal 18 Februari 2011. Jakarta.
Sudarman A, Wiryawan KG, Markhamah H. 2008. Penambahan sabun kalsium dari penambahan minyak ikan lemuru dalam ransum dan pengaruhnya terhadap produksi domba. Media Peternakan. 31 (3) : 166-171.
Sudradjad 1999. Beternak Burung Kenari. Jakarta(ID) : Penebar Swadaya.
Sudradjad 2003. Sukses Beternak Burung Kenari. Jakarta (ID) : Penebar Swadaya. Sutardi T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Bogor (ID) : Fakultas Peternakan,
Institiut Pertanian Bogor.
Wahju J. 1985. Ilmu Nutrisi Unggas. Yogyakarta(ID) : Gadjah Mada University Press.
Wahju J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ke-4. Yogyakara : Gadjah Mada University Press.
23
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Sragen pada tanggal 20 Maret 1989 dari Ayah Rantimin Hadi Martono (Alm) dan Sri Wahyuni. Penulis adalah anak keempat dari empat bersaudara. Tahun 2007 penulis menyelesaikan studi di SMA N 1 Gemolong. Tahun 2009 penulis menyelesaikan studi agama di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri dan pada tahun yang sama tercatat sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 46 melalui jalur test Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Penulis tercatat sebagai mahasiswa di Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah aktif sebagai Bendahara Paguyuban KSE IPB (2011-2013. Sekretaris UKM Tenis Meja IPB (2010/2011), Bendahara UKM Tenismeja IPB (2011/2013), dan Sekretaris Senat Beasiswa Indofood Sukses Makmur Batch 5 KSE Indonesia (2013/2014). Penulis juga pernah aktif dan tercatat sebagai pengajar Fisika dan Bahasa Inggris di Rumah Sahabat KSE IPB (2010). Penulis mendapatkan beasiswa BBM (2009), Beasiswa Karya Salemba Empat (2010-2015). Penulis pernah mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa IPB (2009), Mandiri Leadership Camp (2011), Indofood Leadership Camp (2013) dan XL Future Leaders The Scholarship Camp (2013-2014). Penulis mendapatkan prestasi di bidang akademik berupa PKMK didanai Dikti (2011), PKMP didanai DIKTI (2014) dan prestasi non akademik di bidang olahraga dan seni.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr. Ir. Rita Mutia, M.Agr dan Ir. Dwi Margi Suci, MS yang telah membimbing dengan penuh perhatian, kasih sayang dan kesabaran. Terimakasih kepada Gandhi Setyawan, SE selaku pemilik dan peternak burung kenari dan bapak Ir. Dharmawan selaku teknisi kandang. Terima kasih kepada Drs. Ir. Widya Hermana, M.Si selaku dosen pembahas seminar, Maria Ulfah, S.Pt, M.Agr.Sc dan Dr. Ibnu Katsir M.Sc selaku dosen penguji sidang serta Indah Wijayanti, S. Tp, M.Si selaku dosen panitia sidang yang telah memberikan wawasan baru bagi penulis. Ucapan terima kasih jazaa kummullohu khoiro atas perhatian, kasih sayang, nasihat dan ukhuwah yang begitu indah penulis sampaikan kepada Ibu Sri Wahyuni tercinta dan bapak H. Rantimin Hadi Martono tercinta (almarhum), Bapak Ahmad Djumaini, Mbak Watik Aisyah, Awa, Shofi, Mas Adam, Mbak Nur, Nail, Mas Akbar, Mas Umar (Almarhum), Iit, Sidiq, Arjuna, Mbak Ida, Papa, Mama, Yunus, Enno, Abdul, Ahmad, Muhsin, Bapak Huri, Bu Ade, Diendra, Ai, Rani, Gea, Rini, Bapak Tatang, Ibu, Fahmi, Sari, Dhani, Teh Rani, Faisal, Vian, Daril, Babe, Mami, Fani, Bunda Meita, ASAD, komplek Cibanteng tercinta (khususnya Celline, Royan, Rizal, Frida, Ela, Dieni, Mega, Firdaus, Azkari, Tio, Tari, Tia, Jenar, Ajeng, Intan, Bianca, Izzan, Dwi, Kannia, Lisa, Almira, Rifki, Alfan, Icha, Akbar, Wildan, Ridwan, Adin, Angga, Aris, Rikzan, Sabila, Rizki, Nisa, Lia, Dhisty, angkatan 46, 50 dan 51 yang selalu berusaha istiqomah dalam kebaikan. Terima kasih kepada Yayasan Karya Salemba Empat, PT. Bank Mandiri Persero Tbk, PT. Indofood Sukses Makmur Tbk atas beasiswa yang diberikan. Akhir kata, penulis ucapkan terima kasih kepada sahabat seperjuangan (Ena, Cut, Indri, Siti) yang saling menguatkan dan keluarga besar NUTRITIOUS tercinta INTP 46 untuk semua warna yang ditorehkan dalam 4 tahun kebersamaan di FAPET IPB tercinta.