1
I. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Hutan bakau merupakan hutan yang bisa tumbuh di atas rawa berair payau kemudian terletak di pesisir pantai serta dipengaruhi oleh adanya pasang surut dari air laut. Hutan bakau atau mangrove ini tumbuh terutama di tempat – tempat yang terjadi pengendapan lumpur atau pelumpuran serta adanya akumulasi dari bahan – bahan organik. Hutan mangrove juga merupakan ekosistem pesisir yang dihuni oleh ikan blodok, kepiting, burung kuntul, kera, dan ular.
Jakarta sebagai Ibu Kota Indonesia memiliki Hutan Bakau di daerah pesisirnya, yang berfungsi sebagai daerah pelestarian alam. Berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan Nomor:220 kpts-II/2000 tanggal 02 Agustus 2000 6310/kpts-II/2002 tentang penunjukan hutan dan perairan di wilayah provinsi DKI Jakarta, serta surat keterangan Nomor 6310/kpts-II/2002 tanggal 13 juni 2002 tentang penetapan kawasan pelestarian alam, luas hutan mangrove di daerah pesisir Provinsi DKI Jakarta 203,11 Hektar. Seiring perkembangan jaman luas hutan mangrove dipesisir DKI Jakarta kini berkurang akibat tidak terjaga dan dirusak oleh tangan-tangan yang tidak beranggung jawab, akibatnya ekosistem hutan bakau menjadi rusak dan berdampak pada nelayan yang kini harus mencari ikan lebih jauh dari daerah pesisir, dan daratan pesisir semakin berkurang karena air laut yang pasang. Serta daerah pesisir yang rusak dan hilang karena terkikis abrasi air laut.
Hal tersebut terjadi karena masyarakat masih belum tahu fungsi dan peran hutan bakau bagi daerah pesisir, bahkan para nelayan menganggap hutan bakau sebagai penghambat perahu mereka untuk sampai ke pantai atau ke laut. Kurangnya informasi dan sosialisasi hutan bakau terhadap masyarakat mengakibatkan masyarakat
2
menjadi acuh dan tidak peduli karena tidak mengetahui fungsi dan peran hutan bakau bagi daerah pesisir. Maka dibutuhkan suatu media sosialisasi untuk memberikan informasi hutan bakau kepada masyarakat jakarta yang bisa di akses kapan saja. untuk mau turun tangan menjaga hutan bakau serta mensosialisasikan kembali kepada masyarakat pesisir jakarta supaya masyarakat pesir jakarta mendapatkan informasi akan pentingnya hutan bakau bagi daerah pesisir.
Website merupakan sebuah media sosialisasi yang tepat untuk memberikan informasi kepada masyarakat, kelebihan website dibandingkan dengan media sosialisasi lain adalah sebuah situs web bisa diakses kapan saja dan dimana saja oleh masyarakat asalkan terhubung dengan internet. Informasi yang di suguhkan dari situs web akan lebih complex sehingga masyarakat akan lebih mudah menerima pesan dari informasi tersebut.
Rumusan Ide Perancangan
Mengingat masalah yang ditimbulkan akibat rusaknya hutan bakau cukup penting maka dibuatlah perancangan suatu media sosialisasi dalam bentuk website untuk mensosialisasikan hutan bakau itu sendiri kepada masyarakat daerah pesisir terutama masyarakat yang ada dijakarta. Selain itu dalam perancangan website sosialisasi hutan bakau ini juga akan memperkenalkan jenis-jenis pohon bakau serta fungsinya. Berdasarkan hasil wawancara langsung ke lapangan ternyata masyarakat jakarta dalam pengetahuan tentang keberadaan serta fungsi hutan bakau masih banyak yang belum mengetahuinya. Sebagian besar masyarakat jakarta mengetahui Hutan Bakau itu sebagai “Hutan Tembakau” yang notabenenya sebagai bahan baku pembuatan rokok bukan sebagai “Hutan Bakau”. dengan dibuatnya website
3
sosialisasi Hutan Bakau ini diharapkan lebih banyak lagi minat masyarakat untuk mengetahui pentingnya fungsi serta jenis-jenis hutan bakau serta mau turun tangan untuk menjaganya.
State of the art ( Orisinalitas )
Sebuah website harus memiliki karakter kuat yang dapat diingat orang lain dengan mudah dan menjadi sebuah ciri dari lembaganya. Selain memiliki karakter kuat website juga harus memiliki sistem informasi yang baik, yang dapat mempermudah orang untuk mengakses dan mendapatkan informasi. Sebagai contoh website malesbangetdotcom, http://www.malesbanget.com website ini memiliki tampilan yang atraktif, ramai tapi teratur, dan memberikan Content yang menghibur pengunjung situsnya.
4
Tampilan Home yang berisi semua informasi tentang isi web dengan desain yang atraktif memanjakan pengunjung situs web malesbangetdotcom. Bagian banner web menampilkan kontent artikel terbaru dari malesbangetdotcom.
Bandingkan dengan situs web kepunyaan KeMANGTEER yaitu situs web komunitas volunteer tanam mangrove. Tampilan yang diterapkan masih terlihat seperti web kontemporer, dan kontent yang disuguhkan masih terlihat biasa saja.
Gambar 2: website komunitas volunteer mangrove (www.kemangteer.org)
Oleh perbandingan tersebut perancangan website sosialisasi hutan bakau ini akan dibuat menggunakan desain yang sederhana agar membuat pengunjung situs web ini akan merasa nyaman saat mengujungi website sosialisasi hutan bakau ini karena tidak terganggu oleh fitur – fitur yang terlalu banyak, yang membuat pengunjung situs web merasa bingung . serta membuat pengunjung untuk mudah dalam mendapatkan
5
informasi dengan cara memberikan informasi yang lengkap pada tiap isi website sosialisasi hutan bakau ini.
Manfaat dan Tujuan Perancangan Tujuan Perancangan
Tujuan perancangan media sosialisasi ini adalah untuk membuat masyarakat Jakarta mendapatkan pengetahuan mengenai fungsi serta jenis-jenis pohon bakau, serta sadar akan peranan hutan bakau bagi daerah pesisir khususnya diwilayah DKI Jakarta dan turut ikut serta dalam penanaman bibit bakau dan ikut melestarikannya.
Manfaat Perancangan Manfaat bagi diri sendiri
Adapun manfaat dari perancangan Website sebagai media sosialisasi hutan bakau adalah dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari pada mata kuliah web desain sehingga nantinya dapat meningkatkan kemampuan diri pribadi dalam dunia kerja
Manfaat bagi pihak yang terkait
Adapun manfaat dari perancangan Website sebagai media sosialisasi hutan bakau untuk pihak yayasan restorasi mangrove Indonesia adalah dapat membantu mensosialisasikan hutan bakau kepada masyarakat jakarta agar masyarakat jakarta mendapat informasi mengenai peran serta fungsi hutan bakau, serta turut berpartisipasi dalam menanam dan menjaga hutan bakau.
6 Manfaat bagi masyarakat
Manfaat perancangan Website sebagai media sosialisasi hutan bakau bagi masyarakat adalah, mendapatkan pengetahuan mengenai fungsi serta jenis-jenis pohon bakau, serta sadar akan peranan hutan bakau bagi daerah pesisir khususnya diwilayah DKI Jakarta dan turut ikut serta dalam penanaman bibit bakau dan ikut melestarikannya.
Peluang dan Tantangan Studi 1. Peluang Studi
Kedepan isu lingkungan pesisir khususnya hutan mangrove atau hutan bakau akan menjadi sebuah hal yang menarik untuk diangkat sebagai bahan penelitian, dengan dibuatnya perancangan website sebagai media sosialisasi hutan bakau ini, menjadi salah satu referensi pembuatan perancangan media sosialisasi hutan bakau yang akan mendatang.
2. Tantangan Studi di masa datang
Seiring perkembangan jaman penggunaan website sebagai media sosialisasi akan banyak digunakan oleh pelaku desain (desainer) sehingga akan banyak bermunculan website-website yang mengusung konsep atau tema yang sama, maka tantangan studi dalam website sosialisasi di masa datang adalah originalitas ide yang diangkat tidak boleh menjiplak atau meniru karya yang sudah ada tanpa perubahan yang signifikan serta konsep yang akan diterapkan dalam website tersebut merupakan konsep terbaru yang belum digunakan oleh website sejenis.
7 Relevansi dan Konsekuensi Studi
Pada program Studi Desain Komunikasi Visual setiap aspek materi kuliah yang diberikan dikelas merupakan sebuah pembelajaran yang kemudian diterapkan pada perancangan karya Tugas Akhir, karena itu merupakan konsekuensi penerapan ilmu yang sebelumnya telah diberikan didalam kelas.
Perancangan website sosialisasi hutan bakau merupakan bagian dari materi kuliah yang telah diberikan didalam kelas web desain, baik pembekalan materi secara teori seperti tipografi, maupun dalam praktikum seperti computer graphic. Relevansi antara teori dan praktikum kemudian diterapkan pada perancangan Tugas Akhir karena perancangan website sosialisasi hutan bakau berdasarkan atas teori dan praktikum yang telah diberikan didalam kelas.
Website merupakan salah satu hasil implementasi dari multimedia dimana terdapat hampir semua konten multimedia yaitu, gambar, audio, animasi, teks, pengolahan/ editing, serta pemberian navigasi untuk menjalankan website tersebut. Dengan adanya navigasi, maka orang yang yang mengunjungi website tersebut dapat menelusuri bagian-bagian yang diinginkan, sehingga materi yang ada didalamnya dapat dipelajari dengan jelas dan mendalam. Sehingga terjadi interaksi antara orang yang mengunjungi website dengan kontent dan materi yang ada pada isi website tersebut.
Fungsi Website sebagai media informasi dalam aspek ekonomi karena memungkinkan pengunjungnya untuk mengetahui sebuah informasi yang dikemas secara menarik dan efisien. Semakin banyak situs web tersebut di kunjungi atau di akses orang maka akan semakin besar pula pendapatan yang dihasilkan dari iklan iklan yang bekerja sama dengan situs web tersebut.
8
Melihat pada aspek sosial dan budaya diera modern saat ini dimana hampir semua orang menggunakan peralatan digital atau gadget didalam kesehariannya, oleh sebab itu perancangan website sosialisasi hutan bakau dibuat agar dapat memenuhi kebutuhan khalayak terhadap media informasi dengan menggunakan gadget-nya.