Halaman 1 dari 12
Informasi Teknik
No. : 238 – 2021
21 Juni 2021
Kepada : Semua pengguna jasa BKI
Perihal : Laporan Singkat IMO Meeting Marine Environment Protection Committee (MEPC 76)
Ringkasan
Informasi Teknik ini merupakan ringkasan hasil pertemuan ke-76 dari IMO Marine Environment Protection Committee (MEPC 76) yang diselenggarakan secara virtual jarak jauh dari tanggal 10 hingga 17 Juni 2021.
Informasi
Informasi yang disediakan dalam Informasi Teknik ini adalah yang berkaitan erat dengan pekerjaan BKI. Segala informasi maupun saran yang tersedia pada dokumen ini bukan merupakan tanggung jawab BKI dan BKI tidak dapat diperkarakan oleh siapapun dari kehilangan, kerusakan atau kerugian biaya akibat ketidakakuratan data yang disampaikan. Beberapa agenda yang didiskusikan selama pertemuan tersebut antara lain:
Agenda
Number Topic
3 Consideration and adoption of amendments to mandatory instruments 4 Harmful aquatic organisms in ballast water
5 Air pollution prevention 6 Energy efficiency of ships
7 Reduction of GHG emissions from ships
8 Follow-up work emanating from the Action Plan to address marine plastic litter from ships
9 Pollution prevention and response 10 Reports of other sub-committees
11 Technical cooperation activities for the protection of the marine environment 12 Work programme of the Committee and subsidiary bodies
Halaman 2 dari 12 Agenda diatas adalah beberapa isu teknis yang dibahas pada saat pertemuan. Lampiran singkat terkait isu teknis disampaikan pada lampiran dokumen ini.
Informasi lebih lanjut
Pertanyaan sehubungan dengan Informasi Teknik ini dapat ditujukan ke: BKI Statutory Division
Yos Sudarso 38-40 Jakarta, 14320 Indonesia Phone : +62 21 436 1899, 436 1901, 436 1903, 436 1904 Fax : +62 21 4390 1974 Email : [email protected] Direktur Operasi -TTD- Mohamad Cholil ___________________________________________________________________________ Informasi
Segala informasi maupun saran yang tersedia pada dokumen ini bukan merupakan tanggung jawab BKI dan BKI tidak dapat diperkarakan oleh siapapun dari kehilangan, kerusakan atau kerugian biaya akibat ketidakakuratan informasi yang disampaikan
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 3 of 12
A. CONSIDERATION AND ADOPTION OF AMENDMENTS TO MANDATORY INSTRUMENTS (AGENDA ITEM 3)
Dengan turut mempertimbangkan persetujuan yang telah disepakati pada MEPC 75, Komite setuju untuk mengadopsi draf amandemen berikut menjadi instrument mandatory selama pertemuan virtual:
• MARPOL Annex I terkait larangan penggunaan dan pengangkutan untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak berat oleh kapal di perairan Arktik;
• MARPOL Annexes I and IV terkait pembebasan tongkang tanpa awak tidak bergerak sendiri (UNSP) dari persyaratan survei dan sertifikasi;
• MARPOL Annex VI terkait kewajiban langkah-langkah teknis dan operasional berbasis tujuan untuk mengurangi intensitas karbon dari pelayaran internasional dan pembebasan tongkang UNSP dari persyaratan survei dan sertifikasi; dan
• AFS Convention terkait pengendalian cybutryne dan format International Anti-Fouling System Certificate (IAFSC).
MEPC 76 juga menyetujui draft MEPC.1 Circular on Guidelines for exemption of UNSP barges from the survey and certification requirements under the MARPOL Convention.
MARPOL Annex I
Amandemen pada MARPOL Annex I meliputi :
• Komite setuju bahwa amandemen yang di adopsi pada MARPOL Annex I akan dianggap telah diterima pada 1 Mei 2022 dan akan mulai berlaku pada 1 November 2022.
• Selama pertemuan virtual Drafting Group on Amendments to Mandatory Instruments, Komite setuju untuk mengadopsi draf amendmen pada MARPOL Annex I, terkait larangan penggunaan dan pengangkutan untuk digunakan sebagai bahan bakar minyak berat oleh kapal di perairan Arktik (regulasi 34A) dan pembebasan tongkang tanpa awak tidak bergerak sendiri (UNSP) dari persyaratan survei dan sertifikasi (regulasi 1, 3, 9 & Appendix VI).
MARPOL Annex VI
• Komite setuju bahwa amandemen yang di adopsi pada MARPOL Annex VI akan dianggap telah diterima pada [1 Mei 2022] dan akan mulai berlaku pada [1 November 2022].
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 4 of 12
• Komite juga setuju untuk menambahkan paragraph pada draf Resolusi MEPC sebagai berikut:
• "INVITES ALSO the Parties to consider and initiate as soon as possible the development of a carbon intensity code."
• Selama pertemuan virtual Drafting Group on Amendments to Mandatory Instruments, Komite setuju untuk mengadopsi draf amendmen pada MARPOL Annex VI, terkait kewajiban langkah-langkah teknis dan operasional berbasis tujuan untuk mengurangi intensitas karbon dari pelayaran internasional (regulasi 25.3 and 28.11) dan pembebasan tongkang tanpa awak tidak bergerak sendiri (UNSP) dari persyaratan survei dan sertifikasi (regulasi 1, 3, 7 & Appendix II)
AFS Convention
• Komite setuju bahwa amandemen yang di adopsi pada AFS Convention akan dianggap telah diterima pada 1 Juli 2022 dan akan mulai berlaku pada 1 Januari 2023.
• Selama pertemuan virtual Drafting Group on Amendments to Mandatory Instruments, Komite setuju untuk mengadopsi draf amendmen pada AFS Convention, terkait pengendalian cybutryne dan format International Anti-Fouling System Certificate (IAFSC) (Annex 1, 4, & Appendix II).
B. HARMFUL AQUATIC ORGANISMS IN BALLAST WATER (AGENDA ITEM 4) Dalam pertemuan virtual, hal-hal berikut dipertimbangkan oleh MEPC 76:
Verifikasi perangkat pemantauan kepatuhan atau compliance monitoring devices (CMDs) Komite menginstruksikan Sub-Komite PPR untuk mempertimbangkan penyusunan ISO 3725 Ships and marine technology – Ballast water sampling – Verification testing protocol for compliance monitoring devices yang dimulai pada Januari 2020 selama pertemuan TC8 Working Group 12 (spesies pengganggu akuatik).
Format International Ballast Water Management Certificate
Komite menginstruksikan Sub-Komite PPR untuk mempertimbangkan draf amandemen BWM Convention mengenai format International Ballast Water Management Certificate (IBWMC).
Persetujuan tipe dari sistem pengelolaan air balas
Komite mencatat informasi tentang berbagai jenis sistem pengelolaan air balas yang disetujui. MEPC 76 juga setuju untuk menunda beberapa hal berikut ke sidang MEPC 77:
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 5 of 12
• Penerapan BWM Convention untuk jenis-jenis kapal tertentu
• Penerapan BWM Convention untuk kapal yang beroperasi di pelabuhan dengan kualitas air yang menantang/memerlukan penanganan lebih.
• Review buku catatan air balas
C. AIR POLLUTION PREVENTION (AGENDA ITEM 5)
IMO monitoring programme of the worldwide average sulphur content of fuel oils supplied The Committee mencatat informasi yang relevan terkait pemberlakuan aturan IMO 2020 dan juga hasil monitoring rata rata kandungan Sulphur pada bahan bakar residual dan distilasi yang di salurkan dan digunakan diatas kapal selama tahun 2020, sebagai berikut :
• 137,306 sampel telah diambil dari total 113,307,010 tonnes bahan bakar residu yang disalurkan dan digunakan diatas kapal. Pada term kandungan Sulphur yang diuji pada sejumlah bahan bakar residu, 1.71% tidak melebihi 0.10%, 77.94 % tidak melebihi 0.50%, namun diatas 0.10%, dan 20.35% melebihi 0.50%. Sejumlah besar bahan bakar residu telah diuji berada pada 0.40% to 0.50% kadar Sulphur.
• 84,373 sampel telah diambil dari total 16,339, 010 tonnes bahan bakar distilasi yang disalurkan dan digunakan diatas kapal. Pada term kandungan Sulphur yang diuji pada sejumlah bahan bakar distilasi 93.99% tidak melebihi 0.10%, 5.93 % tidak melebihi 0.50%, namun diatas 0.10%, dan 0.08% melebihi 0.50%. Sejumlah besar bahan bakar residu telah diuji berada pada 0.10% kadar Sulphur.
Komite mencatat informasi terkait dengan ringkasan informasi pada Port State Control (PSC) ketentuan batasan 2020 (IMO 2020) yang dilaksanakan oleh Tokyo MOU member Authorities, sebagai berikut :
• Tokyo MOU melaksanakan total 12,481 inspeksi, dimana 13 kapal telah di detain karena tidak memenuhi batasan Sulphur. 11 dari 13 detensi, menunjukkan 85% kapal membawa atau menggunakan bahan bakar yang tidak memenuhi persyaratan. Dua detensi yang lain terkait denngan defektif pada Exhaust Gas Cleaning System (EGCS) dan prosedur fuel oil change-over. Diantara detensi tersebut, 7 (54%) adalah bulk carriers dan 3 (23%) adalah untuk refrigerated cargo carriers.
• Total 110 detensi terkait ketentuan batasan sulphur telah ditemukan, melibatkan 103 kapal. Defisiendi terkait: IAPP certificate, bunker delivery notes, fuel oil change-over procedure,
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 6 of 12
alternative arrangements/EGCS, sulphur content dari fuel/non-compliant fuel, dan defisiensi terkait ISM : 11 (10%).
Implementation of Tier III NOx emissions regulations for large yachts of 24m load line length or over and less than 500 gross tonnage
Komite mencatat update terkait ketersediaan mesin yang dapat memenuhi Tier III NOX untuk large yachts berukuran diatas 24 m panjang load-line dan kurang dari 500 gross tonnage.
Terms of reference for the Correspondence Group on Air Pollution and Energy Efficiency 1. License for fuel oil supply
Komite menyetujui usulan amandemen pada Guidance for best practice for member State/coastal State (MEPC.1/Circ.884)
2. Proxy for offshore and marine contracting vessels and cruise passenger ships
Komite mempertimbangkan pro dan kontra antara proxy A atau B untuk offshore dan marine contracting vessels, sbb :
• Proxy A: a proxy berdasarkan konsumsi energy tahunan
• Proxy B: a proxy berdasarkan efektifitas (operasional)
Telah dicatat bahwa proxy A would akan membutuhkan data dari jam running mesin tahunan dan power yang terinstal, untuk masing masing mesin, yang saat ini belum termasuk pada IMO DCS. Komite mempertimbangkan penggunaan "Available Lower Berth (ALB)" sebagai kapasitas untuk cruise passenger, sbb :
Telah dicatat bahwa saat ini belum termasuk pada IMO DCS.
Isu ini akan di review lebih lanjut pada Intersessional Correspondence Group on Carbon Intensity Reduction.
3. Performance indicators (PIs)
MEPC 76 mencatat semua potensi terkait performance indicators (PIs), disimpan untuk pertimbangan lebih lanjut, sementara secara khusus mencatat bahwa beberapa PI yang diusulkan
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 7 of 12
tidak dapat diperoleh dari data yang dikumpulkan saat ini sesuai dengan Regulasi 22A of MARPOL Annex VI
Revision of the interim minimum power guidelines
Komite mempertimbangkan draft amendments 2013 Interim guidelines for determining minimum propulsion power to maintain the manoeuvrability of ships in adverse conditions (MEPC.1/Circ.850/Rev.2), seperti yang disiapkan oleh Correspondence Group.
Amendments to the 2018 Guidelines on the method of calculation of the attained Energy Efficiency Design Index (EEDI) for new ships
Komite mengadopsi perubahan yang diusulkan pada 2018 guidelines (Resolution MEPC.308(73) sebagaimana telah diubah oleh Resolusi MEPC.322(74)) untuk mengakui amandemen untuk MARPOL Annex VI seperti yang diadopsi oleh MEPC 75, untuk pelaporan wajib nilai EEDI yang dicapai dan informasi terkait.
Amendment to unified interpretation on the dates related to EEDI Phase 2 and 3 for new ships
Komite menyetujui interpretasi terpadu yang diperbarui yang mengklarifikasi tanggal terkait dengan EEDI Fase 2 dan 3 untuk “new ships” setelah berlakunya amandemen penerapan awal EEDI Fase 3 untuk jenis kapal tertentu sebagaimana diatur dalam tabel 1 Regulasi 21 MARPOL Annex VI (resolusi MEPC.324 (75)).
MEPC 76 also agreed to defer the following to MEPC 77:
• Data kualitas dan ketersediaan bahan bakar minyak saat ini dalam modul MARPOL Annex VI di GISIS.
• Usulan tentang amandemen MEPC.1/Circ.883 tentang tindakan yang direkomendasikan untuk dilakukan ketika sistem Exhaust Gas Cleaning System (EGCS) yang tidak berfungsi.
• Laporan penilaian dampak lingkungan dari air buangan dari EGCS.
• Evaluasi dan harmonisasi aturan dan pedoman pembuangan limbah cair dari EGCS ke perairan, termasuk kondisi dan wilayahnya.
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 8 of 12 D. ENERGY EFFICIENCY OF SHIPS (AGENDA ITEM 6)
Pada Agenda ini, Komite mencatat: 2020 industry guidelines on calculation and verification of Energy Efficiency Design Index (EEDI) serta Status perkembangan teknologi database EEDI. Report of fuel oil consumption data submitted to the IMO Ship Fuel Oil Consumption Database in GISIS
Komite mencatat temuan-temuan berikut sehubungan dengan data konsumsi bahan bakar yang dilaporkan untuk tahun 2019:
• Data untuk tahun pelaporan 2019 disampaikan oleh 107 Administrasi, yang terdiri dari 72 Parties MARPOL Annex VI dan 35 non- Parties, untuk total 27.221 kapal dari potensi 32.511 (83,7%) dan bahwa, berdasarkan grosstonage, dilaporkan data mewakili 93,0% dari kapal yang diperkirakan berada di bawah lingkup regulasi 27 MARPOL Annex VI
• lebih dari 213 juta ton bahan bakar digunakan pada tahun 2019 secara total secara kuantitas: 80,5% dari bahan bakar minyak yang digunakan selama 2019 adalah bahan bakar heavy fuel oil (HFO), dan 11.3% adalah diesel/gas oil (MDO/MGO) dan 3.3% adalah light fuel oil (LFO), artinya lebih dari 95% bahan bakar minyak yang digunakan selama tahun 2019 adalah bahan bakar minyak konvensional;
• sebagian besar bahan bakar minyak dikonsumsi oleh tiga jenis kapal: bulk carriers, tankers, containerships; selain itu, 10 juta ton (4,9%) gas alam cair (LNG), terutama digunakan oleh pembawa gas dan pembawa LNG, dilaporkan; dan jenis bahan bakar minyak minoritas lainnya yang dilaporkan adalah etanol, metanol, LPG dan biofuel.
MEPC 76 also agreed to defer the following to MEPC 77
• Kemungkinan Pengenalan EEDI Fase 4.
• Konsekuensi teknis dari desain mesin kapal dalam kaitannya dengan EEDI yang mempertimbangkan masalah termasuk penurunan peringkat mesin, melewati rentang kecepatan yang dilarang, penyelarasan poros, perangkat peningkatan propulsi dan pengujian model, kemampuan manuver di laut lepas, dan bahan bakar alternatif.
• Pengurangan EEDI setelah Fase 2 - Pertimbangan masalah teknis yang mempengaruhi evolusi regulasi EEDI dan pengiriman dekarbonisasi di masa depan.
• Usulan perubahan Pedoman 2018 Guidelines on the method of calculation of the attained Energy Efficiency Design Index (EEDI) for new ships
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 9 of 12
• Draft amandemen MEPC.1/Circ.815 untuk verifikasi sistem propulsi angin.
E. REDUCTION OF GHG EMISSIONS FROM SHIPS (AGENDA ITEM 7)
Pada sesi ke 76 ini, amandemen untuk Chapter 4 of MARPOL Annex VI diadopsi yang mencakup inklusi Regulasi baru 23 dan 25 (attained and required Energy Efficiency Existing Ship Index (EEXI)), dan Regulasi 28 (operational carbon intensity). Amandemen ini akan mulai berlaku pada 1 November 2022. Pemenuhan terhadap EEXI harus ditunjukkan oleh survei tahunan, menengah, atau pembaruan terjadwal berikutnya untuk International Air Pollution Prevention (IAPP) Certificate untuk diterbitkan atau disahkan, atau survei awal sebelum kapal memasuki servis untuk International Energy Efficiency Certificate (IEEC) untuk diterbitkan, mana yang pertama atau sesudahnya 1 January 2023.
Sejalan dengan amandemen di atas MARPOL Annex VI, mengenai finalisasi draft pedoman teknis yang mendukung kerangka EEXI, Komite mengambil mengadopsi Resolusi sbb:
• Resolusi MEPC.332 (76): 2021 Guidelines on the method of calculation of the attained energy efficiency existing ship index (EEXI).
• Resolusi MEPC. 333 (76): 2021 Guidelines on survey and certification of the energy efficiency existing ship index (EEXI).
• Resolusi MEPC. 334 (76): 2021 Guidelines on the shaft/engine power limitation system to comply with the EEXI requirements and use of a power reserve.
Selain itu, Terkait dengan Finalisasi draft petunjuk teknis yang mendukung kerangka CII, Komite mengadopsi Resolusi terkait :
• Carbon intensity indicators and calculation method
Resolusi MEPC. 335 (76) : 2021 Guidelines on operational carbon intensity indicators and the calculation methods (CII Guidelines, G1).
• CII reference lines
Resolusi MEPC. 336 (76) : 2021 Guidelines on the reference lines for use with operational Carbon Intensity Indicators (CII reference lines guidelines, G2).
• CII reduction factors
Resolusi MEPC. 337 (76) : 2021 Guidelines on the operational carbon intensity reduction factors relative to reference lines (CII Reduction factor Guidelines, G3).
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 10 of 12
Resolusi MEPC 338 (76) : 2021 Guidelines on the operational Carbon Intensity rating of ships (CII rating guidelines, G4).
Update of the Guidelines for the development of a Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP)
Komite mencatat diskusi Grup tentang pembaruan Guidelines for the development of a Ship Energy Efficiency Management Plan (SEEMP).
MEPC 76 also agreed to defer the following to MEPC 77:
• Usulan terkait CO2 captured / CO2 removal pada EEDI dan EEXI.
• Kebutuhan untuk mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan biofuel, khususnya kebutuhan untuk mengatasi masalah sertifikasi NOx saat menggunakan biofuel.
• Prediksi dan Verifikasi Penghematan Emisi CO2 dengan Sistem Propulsi Angin.
• Proposal untuk mempertimbangkan dampak dari semua gas rumah kaca yang dikeluarkan dari kapal, termasuk metana.
F. FOLLOW-UP WORK EMANATING FROM THE ACTION PLAN TO ADDRESS MARINE PLASTIC LITTER FROM SHIPS (AGENDA ITEM 8)
Dikarenakan waktu yang terbatas, Komite setuju untuk menunda agenda ini ke MEPC 77.
G. POLLUTION PREVENTION AND RESPONSE (AGENDA ITEM 9) Actions to address marine plastic litter from ships
Komite menyetujui MEPC.1/Circ.893 Circular on Provision of adequate facilities at ports and terminals for the reception of plastic waste from ships dan MEPC.1/Circ.894 Circular on Sharing of results from research on marine litter and encouraging studies to better understand micro plastics from ships.
Procedures for PSC on the use of electronic record books
Dalam sesi ini, Komite mendukung pengembangan pedoman sementara untuk surveyor, termasuk contoh formulir, untuk memfasilitasi pengesahan operasi kargo dalam Electronic Cargo Record Book. Komite juga mencatat bahwa PPR 7 telah mengundang III 7 untuk mengembangkan pedoman sementara dan untuk mempertimbangkan apakah ada kebutuhan untuk memasukkan pedoman dalam revisi berikutnya dari Prosedur PSC.
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 11 of 12 Unified interpretations to the NOX Technical Code 2008
Komite menyetujui MEPC Circular MEPC.1/Circ.895 pada Unified Interpretations untuk NOx Technical Code 2008, diubah dan mencabut MEPC.1/Circ.865.
Guidelines for port State control under MARPOL Annex VI
MEPC 76 mengesahkan tinjauan informasi pendukung dengan maksud untuk mengembangkan amandemen pada 2019 Guidelines for port State control under MARPOL Annex VI Chapter 3 (resolution MEPC.321(74)) untuk memasukkan Chapter 4 of MARPOL Annex VI.
MEPC 76 menyetujui draf UI NOx Technical Code yang disajikan pada MEPC Circular MEPC.1/Circ.895 yang mencabut MEPC.1/Circ.865.
H. REPORTS OF OTHER SUB-COMMITTEES (AGENDA ITEM 10) Pembahasan utama dalam agenda ini adalah hasil dari SDC 7 dan III 6.
Komite menyetujui usulan tersebut dan setuju untuk menunda MEPC 77 mengenai pertimbangan persetujuan amandemen MARPOL Annex I dan, bersamaan dengan MSC, pada IBC Code, mengenai pintu kedap air pada kapal kargo.
I. TECHNICAL COOPERATION ACTIVITIES FOR THE PROTECTION OF THE MARINE ENVIRONMENT (AGENDA ITEM 11)
Komite mencatat kegiatan kerjasama teknis terkait perlindungan lingkungan laut berikut :
• Kegiatan terbaru di bawah Program Kerjasama Teknis Terpadu (ITCP) IMO dari 1 Januari
• Kegiatan terbaru yang telah dilaksanakan oleh Pusat Tanggap Darurat Polusi Laut Regional untuk Laut Mediterania (REMPEC) pada tahun 2020;
Komite juga menyetujui revisi prioritas tematik terkait dengan lingkungan laut di bawah Program Kerjasama Teknis Terpadu (ITCP) IMO untuk dua tahun 2022-2023. Komite mendukung pemulihan program global khusus tentang pengurangan emisi atmosfer dari kapal dan pelabuhan, dan implementasi efektif Strategi Gas Rumah Kaca (GRK) Awal dari IMO, untuk dimasukkan dalam ITCP untuk dua tahun 2022-2023.
Lampiran Informasi Teknik No: 238 - 2021Page 12 of 12
J. WORK PROGRAMME OF THE COMMITTEE AND SUBSIDIARY BODIES (AGENDA ITEM 12) Komite telah mempertimbangkan beberapa dokumen sehubungan dengan pengurangan kebisingan bawah laut dari pelayaran komersial, sebagai berikut:
• 2014 Guidelines for the reduction of underwater noise from commercial shipping to address adverse impacts on marine life (MEPC.1/Circ.833) (2014 Guidelines) dan mengidentifikasi langkah selanjutnya. Diharapkan sub-komite SDC akan mempertimbangkan pedoman ini dalam agenda dua tahunan.
• Usulan new output tentang kebisingan bawah laut dari pelayaran niaga.
Penjadwalan sesi mendatang dan item yang akan dimasukkan dalam agenda MEPC 77 The Committee mencatat program preliminary untuk sidang tahun 2022 belum tersedia. Tanggal Sidang untuk 2022 diharapkan akan diterbitkan segera setelah C 125 pada Juli 2021.
K. ANY OTHER BUSINESS (AGENDA ITEM 13)
Dalam pertemuan virtual, hal-hal berikut dipertimbangkan oleh MEPC 76:
• Penilaian risiko sistem anti-fouling
Komite mencatat informasi tentang kriteria penilaian risiko tertentu yang dapat digunakan untuk menentukan apakah sistem anti-fouling harus dimasukkan dalam Lampiran 1 AFS Convention. Komite mengundang usulan new output untuk diajukan ke sesi Komite berikutnya.
• Standar industri untuk in-water cleaning with capture
Komite menginstruksikan Sub-Komite PPR untuk mempertimbangkan usulan standar industri in-water cleaning with capture yang diterbitkan pada tahun 2021.
• Komite mencatat laporan status FSO SAFER, informasi tentang adopsi dan implementasi peta jalan kemungkinan penunjukan Laut Mediterania, secara keseluruhan, sebagai Area Kontrol Emisi/ Emission Control Area (ECA) untuk Sulfur Oksida sesuai dengan MARPOL Annex VI, dalam kerangka Barcelona Convention dan informasi tentang laporan yang menjelaskan peraturan limbah makanan IMO dan kemungkinan adanya reformasi dan amandemen (peraturan limbah makanan).
MEPC 76 juga setuju untuk menunda pertimbangan survei dan sertifikasi berdasarkan AFS Convention yang diajukan oleh World Coatings Council ke MEPC 77.