PERENCANAAN
PARTISIPATIF DALAM PLPBK
APA PERENCANAAN PARTISIPATIF?
Proses perumusan dan penyepakatan produk perencanaan
dengan melibatkan partisipasi aktif warga dan Pemda
Proses penyelarasan perencanaan pembangunan
Kota/Kabupaten (Top Down) dan perencanaan pembangunan
yang dirumuskan masyarakat secara partisipatif (Bottom up)
Dokumen Perencanaan Partisipatif PLPBK (RTPLP Kawasan
Prioritas, DED, AB, Rencana Pengelolaan)
M
ANFAAT
P
ERENCANAAN
P
ARTISIPATIF
Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung
jawab yang kuat terhadap hasil pembangunan.
Meminimalkan konflik, sehingga mempercepat
proses kegiatan secara keseluruhan.
Efisiensi dan efektivitas, karena keputusan
diambil sesuai dengan kondisi yang ada, baik
kebutuhan, keinginan, maupun sumber daya di
masyarakat.
Memberdayakan masyarakat setempat,
terutama membangun kepercayaan diri,
kemampuan bermasyarakat dan bekerja sama.
Maksud Proses Perencanaan Partisipatif
TOP DOWN
PLANNING
BOTTOM UP
PLANNING
HARMONISASI
INTEGRASI
SINERGI
• Kebijakan Pembangunan Kota/Kab
• Rencana Tata Ruang Wilayah
• Commited Projects
• Aspirasi (Cita2) Masyarakat
• Rencana Lokal yg disepakati Masy
• Proposed Projects
Lokakarya Kota/Kab. Pokja/ Tim Teknis Pemda Terbentuk Lokakarya Kelurahan TIPP Terbentuk Sosialisasi Tingkat Kota/Kab. Sosialisasi Tingkat Kelurahan PS RTPLP Kawasan Prioritas Penggalanga n Kemitraan Pelaksanaan Pembangunan Keberlanjutan
Sosialisasi & Pemasaran Menerus
TAHAP PERSIAPAN TAHAP PERENCANAAN TAHAP PEMBANGUNAN & KEBERLANJUTAN
BAGAN ALUR KETERPADUAN TAHAPAN KEGIATAN PLPBK
Tahapan Kegiatan Kolaborasi Pemda dan Masyarakat
S
IAPA
S
AJA
YANG
T
ERLIBAT
?
Masyarakat (TIPP dan Tim/Pokjanya, KSM,
Tokoh Masyarakat, masyarakat secara umum)
Pemerintah Daerah (Perangkat Lurah, Tim
Teknis, SKPD Terkait, Kecamatan)
Kelompok Peduli (LSM, Universitas, Sektor
Privat, relawan lainnya)
P
EMAHAMAN
K
ARAKTERISTIK
L
OKASI
PLPBK, 2013/2014
SEBAGAI
P
ENDEKATAN
P
ERENCANAAN
PLPBK
Kawasan Desa/Semi Urban
Kawasan Kota Besar & Metropolitan
Kawasan permukiman miskin
Kawasan permukiman padat, kumuh dan
miskin
Kepadatan Bangunan rendah/sedang Kepadatan Bangunan Tinggi
Pola Permukiman pddk miskin
menyebar
Pola permukiman pddk miskin
mengelompok
Kegiatan usaha pertanian dll
Kegiatan usaha (jasa, buruh dll)
Kondisi bangunan buruk menyebar
Kondisi bangunan buruk/kumuh
mengelompok
Kualitas Pelayanan sarana dan
prasarana (Jalan, drainase, air
minum) buruk
Kualitas Pelayanan sarana dan prasarana
(Jalan, drainase, air minum, Sampah.
Limbah, Kesehatan lingkungan) buruk
RTH/Ruang Publik umumnya sudah
terpenuhi
RTH/Ruang bermain anak sangat terbatas
Penduduk (Homogen)
Penduduk (heterogen)
Proses Perencanaan
Seperti apakondisi masa kini? Kendala & Potensi menuju Visi?
Bagaimana
kondisi itu
terjadi?
Apa yang
akan terjadi
di masa
depan?
Kondisi
seperti apa
yang
diinginkan di
masa depan?
perbedaan/jarak
“Identifikasi”
“Analisis Kondisi Eksisting”
“Analisis Proyeksi Masa Depan”
“Visi”
“Perumusan Rencana”
Proses Perencanaan berorientasi pada VISI,
bukan hanya penyelesaian masalah semata
G
ARIS
B
ESAR
T
AHAPAN
P
ERENCANAAN
P
ARTISIPATIF
DI
PLPBK
Persiapan
Penyepakatan Kawasan Prioritas
Sosialisasi
Membangun Visi
Pemetaan Swadaya
Persiapan
Pengumpulan Data dan Analisis
Penyusunan Rencana
Alternatif Gagasan
RTPLP dan DED
Aturan Bersama
Rencana Pengelolaan
MEMBANGUN VISI
Merumuskan gambaran Awal Lingkungan Permukiman
Ideal di masa mendatang yang akan dicapai sebagai hasil
akhir penataan suatu kawasan yang direncanakan.
Visi dibangun dengan mempertimbangkan:
Persoalan dan potensi Kawasan Prioritas
Visi, kebijakan dan rencana-rencana pembangunan kawasan yang lebih luas
Visi harus realistis, rasional (secara kurun waktu dan potensi
pencapaian), dan terukur.
Visi yang jelas dapat dijabarkan kedalam Konsep/gagasan
Penataan kawasan yang ingin dicapai
Setelah melakukan PS, visi perlu direview kembali apakah
sudah sesuai, atau masih perlu disempurnakan??
PEMETAAN SWADAYA (PS)
TUJUAN
Mengidentifikasi persoalan dan potensi (sosial, ekonomi, lingkungan, nilai-nilai)
terkait permukiman di kawasan prioritas
Menghasilkan prioritas persoalan yang akan menjadi fokus perencanaan
kawasan prioritas.
Membangun tanggungjawab bersama untuk menyelesaikan persoalan
Memberikan pembelajaran pada masyarakat untuk melakukan proses
pemetaan persoalan dan potensi yang ada di wilayah Kelurahan
KELUARAN
Data persoalan dan potensi (sosial, ekonomi dan lingkungan) terkait
permukiman dikawasan prioritas
Persoalan utama untuk ditangani
Data/informasi di tingkat kelurahan dan kota/kabupaten yang berpengaruh
langsung terhadap persoalan utama di kawasan prioritas.
P
ENTING
DIINGAT
DALAM
PS!
Kegiatan pengumpulan data & informasi dan
analisis harus relevan dengan visi yang akan
dicapai, sehingga tergambarkan potensi dan
kendala utamanya
Analisis dilakukan tidak hanya di kawasan
prioritas, tetapi juga pengaruhnya dengan
kelurahan maupun kota
Analisis tidak hanya pada kondisi eksisting, tetapi
juga kebutuhan di masa yang akan datang
Presentasi menggunakan peta, grafik, serta
narasinya
Agar pengumpulan data efektif dan efisien, tahap
C
ONTOH
H
ASIL
P
EMETAAN
S
WADAYA
Pemetaan Swadaya oleh Warga Relawan Pemetaan swadaya / pemetaan kampung oleh warga relawan dilakukan tidak hanya untuk menemukenali permasalahan lingkungan semata, namun juga sosial dan ekonomi berikut solusi dan penganganannya dengan memanfaatkan potensi & sumberdaya yang ada.Jalan lingkungan tanpa drainase, selalu tergenang air
Jalan lingkungan tanpa perkerasan & drainase, becek di musim penghujan
Drainase buruk me-nyebabkan air menggenang Pemanfaatan ruang yg salah berpotensi menjadi sarang penyakit Pengelolaan sampah yang tidak baik oleh
warga Saluran drainase
tidak terawat berpotensi sebagai
sumber penyakit Pemanfaatan ruang antar rumah yg tidak baik berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab
DB
Jalan lingkungan tanpa perkerasan & drainase, becek di musim
penghujan
Bangunan menjorok ke sungai menutup akses jalan masuk kawasan
Warga memanfaatkan sempadan sungai
sebagai tempat penimbunan sampah Orientasi massa bangunan membelakangi dan menjorok ke tepi sungai
Sarana sanitasi rumah tangga warga yang buruk Pembuangan limbah
cucian batik langsung ke sungai mencemari sungai, air tanah, & menimbukan bau tak
sedap Perilaku membuang sampah sembarangan ke sungai Pemetaan Swadaya oleh Warga Relawan Berbagai permasalahan lingkungan permukiman dijumpai di kawasan sepanjang sempadan sungai. Mulai dari perilaku warga yang kurang memperhatikan kesehatan lingkungan, penyalahgunaan lahan atau ruang milik sungai, pencemaran sungai oleh limbah batik, hingga minimnya sarana sanitasi warga / lingkungan
Jembatan antar unit lingkungan rusak
Reparasi bodi mobil Reparasi bodi mobil
Reparasi bodi mobil Reparasi kursi/sofa/jok
mobil
Sentra pembuatan mie & bakso Pemetaan
Swadaya oleh Warga Relawan
Berbagai aktifitas kegiatan produktif rumah tangga menjadi aktifitas harian warga setempat sebagai sumber pendapatan ekonomi. Adapun kegiatan ekonomi produktif dominan di kawasan ini adalah jasa reparasi bodi dan pengecatan mobil, home industry batik, indusitri makanan olahan seperti mie dan bakso, dan reparasi sofa/jok mobil.
P
ENYUSUNAN
RTPLP K
AWASAN
PRIORITAS
Tujuan
Menyusun perencanaan yang mampu menangani persoalan utama dan
optimalisasi pemanfaatan potensi untuk mewujudkan lingkungan
permukiman kawasan prioritas yang tertata, bersih, sehat dan produktif,
sesuai visi yang disepakati warga
Menyusun perencanaan kawasan prioritas yang mampu mendorong
terjadinya perubahan perilaku warganya ke arah yang lebih baik
Menyusun acuan dan alat kontrol/pengawasan pembangunan bagi
masyarakat, pemerintah, swasta, LSM dan donor yang ingin
berpartisipasi dalam kegiatan penataan dan pembangunan permukiman
di kawasan prioritas.
Ingat bahwa yang direncanakan
bukan hanya pembangunan
fisiknya saja, tetapi kegiatan
diatasnya (manusianya)!
P
ERUMUSAN
A
TURAN
B
ERSAMA
Isi aturan bersama
Urusan pembangunan dan penataan lingkungan permukiman.
Urusan pengembangan kegiatan usaha/ekonomi lokal.
Urusan sosial dan pelestarian nilai dan kearifan lokal.
Urusan kelembagaan/unit pengelola pembangunan.
Proses Perumusan Aturan Bersama
Menyusun kembali catatan-catatan hasil kesepakatan rembug warga pada saat
proses penyusunan RTPLP Kawasan Prioritas, kedalam kelompok isi dokumen
aturan bersama yang disepakati
Menggali dan menyepakati nilai-nilai budaya masyarakat
Melakukan konsultasi kepada Tim Teknis untuk menyelaraskan ketentuan
kesepakatan yang bersinggungan dengan peraturan daerah.
Melakukan proses legalisasi dokumen aturan bersama menjadi peraturan
Desa/Kelurahan.
Diseminasi dokumen aturan bersama ke seluruh masyarakat
Melakukan review dan melengkapi isi Aturan bersama secara berkala
G
AGASAN
R
ENCANA
P
ENGELOLAAN
P
EMBANGUNAN
Wilayah, Kawasan & Keg. Unit
Pengelola
Peran dan Tugas
Antar Kelurahan/Kabupaten/Kota Forum BKM Mensinergikan kegiatan Monitoring, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemasaran, pelaksanaan pembangunan antar wilayah kelurahan /desa yang berbasis nilai dan menjaga keberpihakan kepada Warga Miskin
Melakukan promosi program – program strategis dalam menggalang kemitraan bersama. Kemitraan antar BKM (lintas wilayah Kelurahan sd wilayah provinsi
Kemitraan BKM dengan Dunia Usaha, LSM dan Kelompok peduli lainnya. dll
Kelurahan/Desa BKM dan
Lurah/Kades Monitoring, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemasaran, pelaksanaan pembangunan diwilayah kelurahan berbasis nilai dan menjaga keberpihakan kepada Warga Miskin Kelurahan/Desa/Kawasan UPL/UPK/UPS di bantu TIPP, Panitia Pembangunan dll
Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan perencanaan partisipatif, Pemasaran sosial/kemitraan dan pelaksanaan pembangunan Memeriksa dan menyetujui/tidak menyetujui hasil pelaporan unit-unit pengelola dibawahnya (unit/KSM)
Merumuskan rencana program pembangunan, rencana anggaran biaya pembangunan tahunan Merumuskan rencana program penggalangan kemitraan
G
AGASAN
R
ENCANA
P
ENGELOLAAN
P
EMBANGUNAN
Wilayah, Kawasan &
Keg. Unit Pengelola Peran dan Tugas
Kelurahan/Desa/Kawasan UPL/UPK/UPS di bantu TIPP,
Panitia Pembangunan dll Merumuskan rencana program penggalangan kemitraan Mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada BKM dan disebarluaskan kepada masyarakat. dll Kawasan Sentra
Produksi/ekonomi (Peternakan, perikanan, wisata dll)
Sub Pengelola Kawasan dibawah kendali setingkat manager dan dibantu unit-unit pengelola/KSM, seperti: Unit proses produksi, unit pemasaran, unit penelitian & pengembangan usaha, unit Kemitraan, Unit Pemeliharaan Bangunan, Unit Pengelolaan Keuangan dll sesuai kebutuhan
Merumuskan strategi dan rencana program pengembangan usaha (bisnis plan) Memeriksa dan menyetujui/tidak menyetujui rencana program kerja Tahunan setiap unit /KSM dibawahnya. Rencana program kerja harus berpihak kepada warga miskin
Mengelola keungan hasil usaha sebagai bagian pendapatan Masyarakat Kelurahan dan memastikan pendapatan tersebut dapat digulirkan kembali sesuai mekanisme dan tata cara yang disepakati bersama. Melaporkan hasil kegiatan kepada UPK/UPL/UPS dan diketahui Lurah/BKM Sarana & Prasarana bagian
dari kegiatan sosial (RTH, Ruang Publik, PAUD, persampahan, pelayanan air minum, jalan, drainase, jembatan, penerangan jalan, pengelolaan limbah, mitigasi bencana, pengamanan lingkungan dll
Unit/KSM bersinergi dengan tugas RW/RT, OMW, lembaga adat dan dibantu relawan dan kelompok peduli lokal
Memastikan hasil pembangunan berkualitas Melakukan pemeliharaan hasil hasil pembangunan sesuai mekanisme dan tata cara yang sudah disepakati
Melakukan pemungutan hasil retribusi (pengelolaan sampah, pelayanan air minum dll. Merumuskan rencana program kerja tahunan untuk diajukan kepada UPK/UPL/UPS Memastikan seluruh penugasan dapat diketahui masyarakat (transparansi