• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Deskripsi SMP Negeri 13 Kota Gorontalo

SMP Negeri 13 Gorontalo yang beralamatkan di Jl. Poowo Kelurahan Bulotadaa Barat Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo didirikan pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan pada tahun 2002 dengan status kepemilikan tanah pemerintah yang seluas 3835M2 dan luas bangunan sekolah 715,35M2.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (tahun 2008-2013) jumlah siswa yang masuk sangat stabil. Pada tahun pelajaran 2008/2009 jumlah siswa baru yang mendaftar dan diterima disekolah ini yakni 137 orang dan pada tahun pelajaran 2009/2010 berjumlah 107 orang. Pada tahun pelajaran 2010/2011 meningkat lagi menjadi 114 orang. Jumlah siswa yang masuk di SMP Negeri 13 Kota Gorontalo meningkat lagi pada tahun pelajaran 2011/2012 dan tahun pelajaran 2012/2013 yakni berjumlah 126 orang.

Ditinjau dari sumber daya pengajar diketahui bahwa guru pengajar berjumlah 24 orang dengan status PNS berjumlah 23 orang dan guru bantu berjumlah 1 orang. Tingkat pendidikan guru di SMP Negeri 13 Kota Gorontalo adalah S1 berjumlah 22 orang dan S2 berjumlah 2 orang.

(2)

Pada tahun 2011-2013 sudah banyak prestasi yang diraih oleh sekolah ini baik dintingkat provinsi maupun nasional. Adapun beberapa prestasi yang diraih diantaranya dalah juara lomba O2SN tingkat kabuapaten/kota, juara lombar lomba O2SN tingkat propinsi dan tingkat nasional. Juara lomba cipta cerpen bahasa Indonesia, juara lomba mendongeng bahasa Inggris, juara lomba pidato bahasa Inggris, juara lomba LBIT tingkat nasional, dan juara lomba penelitian ilmiah remaja. 4.1.2 Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus I

Pelaksanaan penelitian mengacu pada prosedur penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yang meliputi (a) tahap persiapan, (b) tahap pelaksanaan tindakan, (c) tahap pengamatan dan evaluasi, dan (d) tahap analisis dan refleksi. a. Tahap Persiapan

Pada tahap ini peneliti bersama guru mitra melakukan diskusi untuk merancang pelaksanaan tindakan dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII IPS1 SMP Negeri 13 Gorontalo pada mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing. Hal-hal yang dilaksanakan bersama guru mitra adalah menyusun Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP), mempersiapkan fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran, mempersiapkan lembar pengamatan sebagai acuan dalam penelitian dan membuat alat evaluasi sebagai dasar dalam mempertimbangkan pelaksanaan tindakan kelas selanjutnya.

(3)

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan kelas dalam upaya meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada siswa kelas VIII IPS1 SMP Negeri 13 Gorontalo dilaksanakan selama 2 (dua) kali pertemuan yakni pada tanggal 24-25 Februari 2014 dengan alokasi waktu masing-masing siklus 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar sebanyak 29 orang.

Pelaksanaan tindakan kelas siklus I ini mengacu pada langkah-langkah tindakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada siswa kelas VIII IPS1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo sebagai berikut.

1) Kegiatan Pendahuluan a) Elaborasi

- Memberikan salam

- Mengecek kehadiran sisiwa

- Menyampaikan topik, tujuan, dan kompetisi dasar yang akan di pelajari, strategi pembelajaran, serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang dipelajari

- Menjelaskan tujuan pembelajaran yang dicapai

b) Apersepsi yakni memberi pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

(4)

c) Motivasi yakni menjelaskan pentingnya mempelajari kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

2) Kegiatan inti Eksplorasi

- Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan

- Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan penjelasan tentang materi yaitu: kelompok 1 membahas mengenai definisi kebutuhan, kelompok 2 membahas mengenai macam-macam kebutuhan, kelompok 3 membahas mengenai alat pemuas kebutuhan, kelompok 4 membahas mengenai definisi kelangkaan dan kelompok 5 membahas mengenai jenis-jenis sumber daya yang terbatas.

- Ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

- Peserta didik membuat 1 lebar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah di jelaskan oleh ketua kelompok

- Kertas tersebut di buat seperti bola dan di lemparkan dari satu siswa ke siswa lain

- Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

(5)

3) Penutup

- Guru dan siswa memberikan kesimpulan - Evaluasi

c. Tahap Pemantauan dan Evaluasi

1) Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran

Pengamatan dilakukan oleh guru mitra terhadap pelaksanaan tindakan kelas yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo. Adapun format pengamatan kegiatan belajar mengajar mencakup 14 langkah kegiatan yang terbagi dalam 3 (tiga) kegiatan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.1

Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Pada Tindakan Kelas Siklus I

No Aspek yang diamati Kriteria

SB B C K

1. Kegiatan Pendahuluan (± 15 menit) a. Memberikan salam

b. Mengecek kehadiran sisiwa

c. Menyampaikan topik, tujuan, dan kompetisi dasar yang akan di pelajari, strategi pembelajaran, serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang

√ √ √

(6)

dipelajari

d. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang dicapai e. Melakukan apersepsi melalui pemberian

pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

f. Memberikan motivasi melalui pemberian penjelasan pentingnya mempelajari kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

2. Kegiatan Inti ± 45 menit

a. Guru menyampaikan materi pelajaran

b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan penjelasan tentang materi yaitu: kelompok 1 membahas mengenai definisi kebutuhan, kelompok 2 membahas mengenai macam-macam kebutuhan, kelompok 3 membahas mengenai alat pemuas kebutuhan, kelompok 4 membahas mengenai definisi kelangkaan dan kelompok 5 membahas mengenai jenis-jenis sumber daya yang terbatas.

c. Mengamati kegiatan ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

d. Guru mengarahkan kegiatan peserta didik membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah di jelaskan oleh ketua kelompok

(7)

e. Mengarahkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa yakni kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain f. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk

menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

3. Kegiatan Akhir ± 30 menit

a. Guru dan siswa memberikan kesimpulan b. Evaluasi

Jumlah 0 10 4 0

Persentase 0 71 29 0

Sumber Data Hasil Pengamatan Kegiatan Guru

Memperhatikan data hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran pada tindakan kelas siklus I dapat dijelaskan bahwa pengelolaan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti belum memenuhi target indikator kinerja yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari 14 langkah yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar terdapat 10 langkah yang dapat dilaksanakan dengan kriteria baik (71%), dan masih terdapat 4 langkah yang hanya dapat dilaksanakan dengan kriteria cukup (29%). Langkah-langkah yang dapat terlaksana dengan kriteria cukup merupakan kegiatan inti dalam pelaksanakan kegiatan belajar mengajar, sehingga hal ini masih perlu dilanjutkan ke kegiatan tindakan kelas siklus II. Untuk lebih jelasnya data hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.

(8)

Tabel 4.2

Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Siklus I No Kriteria Aspek Aspek yang diamati

Jumlah Persentase (%) 1. Sangat Baik 0 0 2. Baik 10 71 3. Cukup 4 29 4. Kurang 0 0 Jumlah 14 100%

Sumber Data Hasil Olahan Pengamatan Kegiatan Guru 2) Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa

Peningkatan kemampuan siswa diukur dengan melakukan observasi pada proses kegiatan belajar mengajar. Berikut ini adalah hasil pengamatan kegiatan siswa pada tindakan kelas siklus I.

Tabel 4.3

Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa Pada Tindakan Kelas Siklus I

No Aspek yang diamati Kriteria

SB B C K

1. Kegiatan Awal

a Siswa bersiap diri untuk belajar

b Siswa mengikuti dengan baik seluruh petujuk guru pada awal pembelajaran

2. Kegiatan Inti

a. Membentuk kelompok

b. Ketua-ketua kelompok membahas materi yang dibagikan guru

(9)

c. Ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya d. Membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1

pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

e. Siswa membuat kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain

f. Menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

3. Kegiatan Akhir

Terjadi komunikasi antara guru dengan siswa

Jumlah 0 6 3 0

Prosentase 0 67 33 0

Sumber Data Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa

Mencermati data hasil pengamatan kegiatan siswa dapat dijelaskan bahwa pada kegiatan awal yang terdiri dari 2 langkah dapat dilaksanakan dengan baik, pada kegiatan inti yang terdiri dari 6 langkah terdapat 3 langkah yang dapat dilaksankan dengan baik dan 3 langkah yang dapat terlaksana dengan kriteria cukup sedangkan pada kegiatan akhir 1 langkah dapat terlaksana dengan baik.

(10)

3) Hasil Belajar Siswa

Dari hasil penilaian hasil belajar siswa diperoleh data sebagai berikut. Tabel 4.4

Hasil Belajar Siswa Pada Tindakan Kelas Siklus I No Nama Siswa Nilai Hasil Belajar Keterangan

1 Abd. Wahab Lahmutu 79 Tuntas

2 Abd. Syarif Ahmad 70 Tuntas

3 Andriani Musa 68 Belum Tuntas

4 Anisa Kasim 80 Tuntas

5 Asni Yusuf 78 Tuntas

6 Ciang Djafar 71 Tuntas

7 Firman Yosa 75 Tuntas

8 Istin Karim 78 Tuntas

9 Karmila Pakue 78 Tuntas

10 Merlin Lahmuda 78 Tuntas

11 Meydi A.L Zees 80 Tuntas

12 Mohammad Djafar 65 Belum Tuntas

13 Nurhayati Ibrahim 78 Tuntas

14 Rahma Pakaya 78 Tuntas

15 Renal Dunggio 78 Tuntas

16 Ridwan Mohamad 69 Belum Tuntas

17 Rio Dude 70 Belum Tuntas

18 Rivaldi Nurhamidin 68 Belum Tuntas

19 Rizki Yunus Mahmud 78 Tuntas

20 Rukaya N. Etango 78 Tuntas

21 Siti Nurainun 78 Tuntas

(11)

23 Syarifudin Bau 65 Belum Tuntas

24 Toib Apino 68 Belum Tuntas

25 Wirda Harun 78 Tuntas

26 Wulandari Mustafa 78 Tuntas

27 Yulanda Sadulo 80 Tuntas

28 Zuri Kurniyati Ali 78 Tuntas

29 Ervina D. 78 Tuntas

Sumber Data Hasil Belajar Siswa

Dari hasil pengamatan tindakan kelas siklus I dapat dijelaskan bahwa hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo mengalami peningkatan jumlah siswa yang tuntas yakni menjadi 21 orang siswa (72%). Dari hasil tersebut maka penelitian akan dilanjutkan ke kegiatan tindakan kelas siklus II karena siswa yang mendapat nilai di atas indikator keberhasilan dengan nilai minimal 75 masih berjumlah 21 orang (72%) dan yang belum mencapai nilai minimal 75 berjumlah 8 orang (28%). Hal ini menunjukan bahwa pelaksanaan tindakan kelas siklus I belum mencapai indikator kinerja yang ditetapkan yakni hasil belajar siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo bisa mencapai 75%.

d. Refleksi

Sehubungan dengan hasil analisa kegiatan guru dalam proses belajar mengajar menunjukan bahwa proses pembelajaran belum mencapai indikator kinerja yang ditetapkan, sebab dari 14 langkah yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar terdapat 10 langkah yang dapat dilaksanakan dengan

(12)

kriteria baik (71%), dan masih terdapat 4 langkah yang hanya dapat dilaksanakan dengan kriteria cukup dengan (29%) sehingga masih perlu dilakukan perbaikan pada siklus II seperti kemampuan guru untuk melakukan apresiasi melalui pemberian pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya, memberikan motivasi melalui pemberian penjelasan pentingnya mempelajari kebutuhan dan kelangkaan sumber daya, kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran dan kegiatan Mengarahkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa yakni kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain.

Ditinjau dari kegiatan siswa dalam pembelajaran maka peneliti bersama guru mitra melakukan refleksi dengan merekomendasikan beberapa hal untuk dilaksanakan pada kegiatan tindakan kelas siklus II yakni peran meningkatkan peran ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok dan kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

Ditinjau dari hasil belajar siswa diketahui bahwa siswa yang mendapat nilai di atas indikator keberhasilan dengan nilai minimal 75 masih berjumlah 21 orang (72%) dan yang belum mencapai nilai minimal 75 berjumlah 8 orang (28%). Hal ini menunjukan bahwa pelaksanaan tindakan kelas siklus I belum mencapai indikator kinerja yang ditetapkan yakni hasil belajar siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo bisa mencapai 80%.

(13)

Berdasarkan hasil refleksi maka penelitian ini akan dilanjutkan ke tindakan kelas siklus II.

4.1.2 Pelaksanaan Tindakan Kelas Siklus II

Kegiatan tindakan kelas siklus II dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan siklus I dan tetap mengacu pada prosedur penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yang meliputi (a) tahap persiapan, (b) tahap pelaksanaan tindakan, (c) tahap pengamatan dan evaluasi, dan (d) tahap analisis dan refleksi.

a. Tahap Persiapan

Sama halnya dengan kegiatan siklus I, pada tahap persiapan juga mempersiapkan Rencana Pelaksanan Pembelajaran (RPP), fasilitas dan sarana pendukung pembelajaran, mempersiapkan lembar pengamatan sebagai acuan dalam penelitian dan membuat alat evaluasi.

b. Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan kelas siklus II dilakukan 2 (dua) kali pertemuan yakni pada tanggal 3 - 4 Maret 2014 dengan alokasi waktu masing-masing siklus 2 jam pelajaran (2 x 45 menit). Siswa yang mengikuti kegiatan tindakan kelas siklus II tetap berjumlah 29 orang. Adapun langkah-langkah pelaksanaan tindakan kelas meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup sebagai berikut.

1) Kegiatan Pendahuluan a) Elaborasi

- Memberikan salam

(14)

- Menyampaikan topik, tujuan, dan kompetisi dasar yang akan di pelajari, strategi pembelajaran, serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang dipelajari

- Menjelaskan tujuan pembelajaran yang dicapai

b) Apersepsi yakni memberi pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

c) Motivasi yakni menjelaskan pentingnya mempelajari kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

2) Kegiatan inti Eksplorasi

- Guru menyampaikan materi yang akan disampaikan

- Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan penjelasan tentang materi yaitu: kelompok 1 membahas mengenai definisi kebutuhan, kelompok 2 membahas mengenai macam-macam kebutuhan, kelompok 3 membahas mengenai alat pemuas kebutuhan, kelompok 4 membahas mengenai definisi kelangkaan dan kelompok 5 membahas mengenai jenis-jenis sumber daya yang terbatas.

- Ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

(15)

- Peserta didik membuat 1 lebar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah di jelaskan oleh ketua kelompok

- Kertas tersebut di buat seperti bola dan di lemparkan dari satu siswa ke siswa lain

- Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian. 3) Penutup

- Guru dan siswa memberikan kesimpulan - Evaluasi

c. Tahap Pemantauan dan Evaluasi

1) Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran

Pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran lebih diarahkan pada 14 langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing yang meliputi 14 langkah. Dari hasil pengamatan dan evaluasi diperoleh data sebagai berikut.

(16)

Tabel 4.5

Hasil Pengamatan Kegiatan Guru dalam Pembelajaran Pada Tindakan Kelas Siklus II

No Aspek yang diamati Kriteria

SB B C K

1. Kegiatan Pendahuluan (± 15 menit) a. Memberikan salam

b. Mengecek kehadiran sisiwa

c. Menyampaikan topik, tujuan, dan kompetisi dasar yang akan di pelajari, strategi pembelajaran, serta cara penilaian yang akan dilakukan terkait dengan kompetensi yang dipelajari

d. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang dicapai e. Melakukan apersepsi melalui pemberian

pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

f. Memberikan motivasi melalui pemberian penjelasan pentingnya mempelajari kebutuhan dan kelangkaan sumber daya

√ √ √ √

2. Kegiatan Inti ± 45 menit

a. Guru menyampaikan materi pelajaran

b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk diberikan penjelasan tentang materi yaitu: kelompok 1 membahas mengenai definisi kebutuhan, kelompok 2 membahas mengenai macam-macam kebutuhan, kelompok 3

(17)

membahas mengenai alat pemuas kebutuhan, kelompok 4 membahas mengenai definisi kelangkaan dan kelompok 5 membahas mengenai jenis-jenis sumber daya yang terbatas.

c. Mengamati kegiatan ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya

d. Guru mengarahkan kegiatan peserta didik membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah di jelaskan oleh ketua kelompok

f. Mengarahkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa yakni kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain f. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk

menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian. √

3. Kegiatan Akhir ± 30 menit

a. Guru dan siswa memberikan kesimpulan b. Evaluasi

Jumlah 7 7 0 0

Persentase 50 50 0 0

Sumber Data Hasil Pengamatan Kegiatan Guru

Sejalan dengan data hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran tindakan kelas siklus II menunjukan hasil yang baik karena dari 14 langkah kegiatan belajar mengajar terdapat 7 langkah (50%) yang dapat dilaksanakan dengan kriteria sangat baik dan terdapat 7 langkah (50%) yang

(18)

dapat dilaksanakan dengan kriteria baik. Untuk lebih jelasnya data hasil pengamatan kegiatan guru dalam pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.6

Rekapitulasi Hasil Pengamatan Kegiatan Guru pada Siklus I No Kriteria Aspek Aspek yang diamati

Jumlah Persentase (%) 1. Sangat Baik 7 50 2. Baik 7 50 3. Cukup 0 0 4. Kurang 0 0 Jumlah 14 100%

Sumber Data Hasil Olahan Pengamatan Kegiatan Guru 2) Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa

Pada kegiatan tindakan kelas siklus II tetap diamati kegiatan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut ini adalah hasil pengamatan kegiatan siswa pada tindakan kelas siklus II.

(19)

Tabel 4.7

Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa Pada Tindakan Kelas Siklus II

No Aspek yang diamati Kriteria

SB B C K

1. Kegiatan Awal

a Siswa bersiap diri untuk belajar

b Siswa mengikuti dengan baik seluruh petujuk guru pada awal pembelajaran

2. Kegiatan Inti

a. Membentuk kelompok

b. Ketua-ketua kelompok membahas materi yang dibagikan guru

c. Ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya d. Membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1

pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok

e. Siswa membuat kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain

f. Menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian. 3. Kegiatan Akhir

Terjadi komunikasi antara guru dengan siswa

Jumlah 4 5 0 0

Prosentase 44 56 0 0

Sumber Data Hasil Pengamatan Kegiatan Siswa

Berdasarkan hasil pengamatan kegiatan siswa diketahui bahwa kegiatan siswa pada proses pembelejaran mengalami peningkatan yakni kegiatan awal

(20)

yang terdiri dari 2 langkah terlaksana dengan sangat baik, kegiatan inti yang terdiri dari 6 langkah terdapat 2 langkah yang terlaksana dengan sangat baik dan 2 langkah dapat dilaksanakan dengan baik, begitu pula pada kegiatan akhir tetap dapat dilaksanakan dengan baik.

3) Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil refleksi pada tindakan kelas siklus I maka pada tindakan kelas siklus II lebih difokuskan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang mendapatkan nilai belum tuntas. Dari hasil penilaian nampak bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang sangat baik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.8

Hasil Belajar Siswa Pada Tindakan Kelas Siklus II No Nama Siswa Nilai Hasil Belajar Keterangan

1 Abd. Wahab Lahmutu 85 Tuntas

2 Abd. Syarif Ahmad 77 Tuntas

3 Andriani Musa 76 Tuntas

4 Anisa Kasim 86 Tuntas

5 Asni Yusuf 87 Tuntas

6 Ciang Djafar 78 Tuntas

7 Firman Yosa 83 Tuntas

8 Istin Karim 87 Tuntas

9 Karmila Pakue 85 Tuntas

10 Merlin Lahmuda 88 Tuntas

(21)

12 Mohammad Djafar 72 Belum Tuntas

13 Nurhayati Ibrahim 83 Tuntas

14 Rahma Pakaya 85 Tuntas

15 Renal Dunggio 83 Tuntas

16 Ridwan Mohamad 70 Belum Tuntas

17 Rio Dude 70 Tuntas

18 Rivaldi Nurhamidin 76 Tuntas

19 Rizki Yunus Mahmud 80 Tuntas

20 Rukaya N. Etango 82 Tuntas

21 Siti Nurainun 85 Tuntas

22 Supandri Ishak 78 Tuntas

23 Syarifudin Bau 68 Belum Tuntas

24 Toib Apino 79 Tuntas

25 Wirda Harun 81 Tuntas

26 Wulandari Mustafa 84 Tuntas

27 Yulanda Sadulo 87 Tuntas

28 Zuri Kurniyati Ali 80 Tuntas

29 Ervina D. 84 Tuntas

Sumber Data Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan kelas siklus II nampak bahwa hasil belajar IPS melalui model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing pada siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo meningkat dan mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai tuntas menjadi 26 orang siswa (86%) sedangkan yang belum tuntas berjumlah 3 orang (14%). Hasil ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan tindakan kelas tidak

(22)

dilanjutkan lagi karena sudah melebihi indikator kinerja yakni hasil belajar siswa mencapai 75%

d. Refleksi

Dari hasil analisa dan refleksi maka direkomendasikan bahwa pelaksanaan kegiatan pembelajaran tindakan kelas siklus II sudah baik karena ditinjau dari kegiatan guru yang terdiri dari 14 langkah kegiatan belajar mengajar terdapat 7 langkah (50%) yang dapat dilaksanakan dengan kriteria sangat baik dan terdapat 7 langkah (50%) yang dapat dilaksanakan dengan kriteria baik.

Ditinjau dari kegiatan siswa nampak bahwa peran siswa dalam kegiatan belajar mengalami peningkatan yang lebih baik karena siswa dapat membentuk kelompok, membahas materi yang dibagikan guru, menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, membuat pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok, membuat kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain dan menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

Hasil belajar pada tindakan kelas siklus II juga meningkat, dari 29 siswa yang dikenai tindakan yang mendapatkan nilai tuntas meningkat menjadi 26 orang siswa (86%) walaupun masih terdapat 3 orang (14%) yang nilainya belum tuntas. Siswa yang mendapatkan nilai belum tuntas atau di bawah 75 diberikan tugas yang berhubungan dengan materi sehingga hasil belajarnya bisa ditingkatkan.

(23)

4.2 Pembahasan

Pelaksanaan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dua siklus bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Snowball Throwing pada siswa kelas VIII IPS1 SMP Negeri 13 Gorontalo telah menunjukan hasil yang sangat baik. Setelah dilakukan analisis terhadap data hasil pelaksanaan tindakan kelas dan hasil belajar siswa pada siklus I diperoleh hasil sebagai sebagai berikut.

a. Dari 14 langkah kegiatan guru yang diamati dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar terdapat 10 langkah yang dapat dilaksanakan dengan kriteria baik (71%), dan masih terdapat 4 langkah yang hanya dapat dilaksanakan dengan kriteria cukup (29%).

b. Hasil belajar siswa pada tindakan kelas siklus I belum mencapai indikator kinerja karena siswa yang mendapatkan nilai tuntas hanya berjumlah 21 orang (72%) dan yang tuntas 8 orang (28%).

Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti telah menempuh langkah-langkah berikut ini.

a. Memperbaiki dan meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif snowball throwing untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan memperhatikan langkah-langkah yang belum terlaksana dengan baik seperti meningkatkan kemampuan guru untuk melakukan apersepsi melalui pemberian pertanyaan menyangkut kebutuhan dan kelangkaan sumber daya, memberikan motivasi melalui pemberian penjelasan pentingnya mempelajari

(24)

kebutuhan dan kelangkaan sumber daya, kemampuan guru menyampaikan materi pelajaran dan kegiatan Mengarahkan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa yakni kertas yang berbentuk bola salju dilemparkan dari satu siswa ke siswa lain. b. Peneliti juga meningkatkan peran aktif siswa dalam pembelajaran dengan

meningkatkan peran ketua-ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya, membuat 1 lembar kerja untuk menuliskan 1 pertanyaan yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok dan kemampuan siswa untuk menjawab pertanyaan tersebut secara bergantian.

Langkah-langkah di atas dilakukan peneliti untuk dapat mengatasi kendala atau kelemahan-kelemahan pada siklus berikutnya. Pada siklus II hasil dari penelitian tindakan kelas menunjukan adanya peningkatan yang lebih baik baik kegiatan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif snowball throwing maupun hasil belajar siswa.

a. Dari 14 langkah kegiatan belajar mengajar terdapat 7 langkah (50%) yang dapat dilaksanakan dengan kriteria sangat baik dan terdapat 7 langkah (50%) yang dapat dilaksanakan dengan kriteria baik.

b. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 26 orang siswa (86%) yang mendapatkan nilai tuntas dari 29 siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo.

Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa jumlah siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo yang mengalami peningkatan hasil belajar IPS

(25)

melalui model pembelajaran kooperatif snowball throwing setelah dilaksanakan siklus II mengalami peningkatan yakni 26 orang (86%) dibandingkan kegiatan siklus I hanya mencapai 21 orang (72%). Hasil belajar siswa ini telah melebihi target capaian indikator kinerja yakni 75% dari 29 siswa mendapat nilai rata-rata minimal 75. Untuk lebih jelasnya peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII1 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo pada observasi awal, siklus I dan siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.9

Peningkatan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Terpadu Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing di Kelas VIII IPS1 SMP

Negeri 13 Kota Gorontalo

Hasil Belajar Tuntas Tidak Tuntas Jumlah Observasi Awal 11 Siswa 18 Siswa 29 Siswa

Siklus I 21 Siswa 8 Siswa 29 Siswa

Siklus II 26 Siswa 3 Siswa 29 Siswa

Mencermati tabel di atas dapat dijelaskan bahwa setelah dilakukan tindakan kelas siklus I dan siklus II diperoleh peningkatan hasil belajar mata pelajaran IPS terpadu melalui penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing di kelas IPS4 SMP Negeri 13 Kota Gorontalo yang mendapati nilai tuntas minimal 75 mencapai 26 orang siswa (86%) sedangkan yang mendapat nilai tidak tuntas di bawah 75 berjumlah 3 orang (14%).

(26)

Dari hasil pelaksanaan tindakan kelas maka hipotesis penelitian tindakan kelas yang mengatakan bahwa “Jika digunakan model pembelajaran kooperartif tipe

snowball throwing pada mata pelajaran IPS Terpadu maka hasil belajar siswa di kelas

Referensi

Dokumen terkait

Pengukuran aktivitas radionuklida 137 Cs pada saat depurasi dilakukan setiap hari dalam kurun waktu depurasi (4 hari), sistem pengukuran sama seperti saat proses

Pada penelitian ini dilakukan perencanaan jaringan LTE-Advanced menggunakan metode inter-band CA dengan menggabungkan dua band frequency yang berbeda yaitu bandwith 5 MHz

If it is observed more clearly, it is true that the STO LKBM play is based on vernacular language which occurs in daily communication and also everyday lan- guage, especially

Pajak Keluaran adalah Pajak Pertambahan Nilai terutang yang wajib dipungut oleh Pengusaha Kena Pajak yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak, penyerahan Jasa

Model pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh Pemerintah daerah melalui implementasi model pengelolaannkonvensional, massala dengan banyak mengandung dan

Berdasarkan pada hal-hal tersebut di atas, maka peneliti terdorong untuk mengkaji secara lebih mendalam berkenaan dengan kinerja pelayanan aparatur pada Dinas

Lingkungan Pengendapan Formasi Tanjung di daerah penelitian terdiri dari 2 yaitu Formasi Tanjung bagian bawah (Lower Tanjung Formation) terbentuk di lingkungan

Sistem Informasi Laboratorium Klinik Keperawatan merupakan bagian dari sistem yang ada di institusi pendidikan keperawatan, dimana dalam pembuatan aplikasi sistem